Label:

#WhoIsMuhammad (Hashtag 'Siapa Muhammad')

Assalamulaikum..


He is the Greatest Man in History..

Beberapa hari lalu, saya yang doyan lihat twitter ini melihat beberapa akun Islam maupun personal yang saya follow ramai-ramai memakai hashtag #WhoIsMuhammad yang ternyata menjadi salah satu Worldwide Trending Topic di Twitter. Ini berarti diseluruh dunia, topik ini termasuk yang dibicarakan paling banyak.

Sepertinya ini dipicu oleh kejadian beberapa saat lalu di Perancis. Terorisme yang menuding Islam lagi. Peristiwa Charlie Hebdo yang beritanya pernah sekali saya lihat dan saya tidak mau cari tahu lebih banyak lagi. Saya sudah cukup sakit hati dengan pemberitaan maupun kejadian seperti ini. Antara sakit hati atas pembuat berita maupun pelaku kejahatan. Alasannya saya uraikan nanti, hehe.

Dari informasi orang-orang yang mengikuti berita. Penyerangan bersenjata ini disebabkan karena redaksi majalah yang terus mengeluarkan tema yang menghina Islam maupun menghina Nabi Muhammad SAW dengan membuat kartun/ karikaturnya padahal Nabi sama sekali tidak boleh di gambar.  Membuat gambaran, karikatur dll yang menyakiti umat muslim.

Kemudian diceritakan bahwa sang 'penembak' ini kemungkinan marah dan tidak terima atas banyaknya terbitan majalah yang berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan mendatangi kantor redaksi majalah dan melakukan penyerangan, kriminalitas yang menyebabkan matinya beberapa wartawan majalah tersebut dan beberapa polisi yang salah satunya juga orang muslim. Dan karena suspectnya diperkirakan orang muslim, maka disebut terorisme! Aha..! -_-''

Apa yang membuat saya sakit hati dengan kejadian semacam ini adalah :
1. Untuk pelakunya. Jika dia memang orang Islam, kenapa dia melakukan hal sebrutal ini sementara ada cara lain untuk mengungkapkan kemarahan kita atas dihinanya panutan hidup kita Nabi Muhammad SAW. Bukankah sudah di ketahui, jika satu orang muslim berbuat seperti ini maka semua umat muslim pun akan terkena imbasnya karena kejamnya media. Bukankah juga sudah diketahui bahwa perilaku seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam? Coba baca disini ulasan yang berkaitan : Fitnah Islam menghalalkan perang & Membunuh kafir
2. Untuk media. Satu kejadian dengan beberapa korban, tentu bernama kriminalitas yang harus ditindak lanjuti.  Tapi pemberitaan mereka terlihat sangat provokatif jika kejadian menyangkut orang muslim.  Terkadang sudah terlihat di planning, tapi hanya Allah yang tahu. 
Seperti Bom Boston dengan 5 korban, karena terduga muslim yang melakukan (meski tidak bisa dipastikan) disebut teroris. Begitupula dengan kasus Charlie Hebdo. Bilang itu kebebasan pers berpendapat. Apa anda jamin jika orang Islam menghina agama lain kitapun dibela sebagai kebebasan pendapat. Pasti tidak!

Bagaimana pembantaian muslim Afrika oleh sekelompok orang Nasrani? Mana beritanya? Tenggelam terbawa aruh?
Bagaimana tentang penyerangan orang-orang Yaman? Kok nggak diberitakan sihhhhh?
Bagaimana dengan Suriah, Palestina, Lebanon dengan korban yang jauh lebih banyak karena serangan angkatan bersenjata yang lebih powerrr?? 
Jujur saja saya sangat benci dengan media khususnya televisi nasional maupun internasional yang kelihatan sekali berpropaganda menyudutkan Islam. Baca ulasan saya yang berkaitan : Media Massa Zalim Kepada Umat Islam

***

Iya, wajar sebagai kaum muslim kita marah dengan perlakuan dunia seperti ini.  Tapi percayalah, ini sudah tertulis dalam Lauh Mahfudz, yaitu semua ketetapan Allah.  Ini bagian dari rencanaNya yang kita hadapi dan berbagai hikmah yang tidak kita sangka bisa terjadi.  Nggak percaya?

Mengingat kembali peristiwa WTC 9/11.  Kala itu kaum muslim di dunia di kecam di dunia internasional. Banyak orang muslim yang ditindas dan takut menampakkan identitasnya sebagai muslim karena sudah dicap teroris dan tidak aman hidup ditengah masyarakat barat. 

Akan tetapi..
Dari kejadian itu semua ternyata banyak orang yang tadinya sama seklai nggak mengerti Islam menjadi mempelajari Islam secara dalam, langsung dari sumbernya. Dilaporkan, sejak kejadian WTC 9/11 itu banyak sekali orang barat yang masuk Islam. Karena mereka akhirnya tahu kebenarannya.  Dan tahu bahwa terorisme itu hanya akal-akalan pemerintah dalam Amerika. Sudah dibuktikan oleh detektif dari Amerika sendiri.

Begitu pula kasus Charlie Hebdo kali ini yang menyakiti kaum muslim dengan penghinaan Nabi Muhammad, meski saya tidak mau lihat bagaimana persisnya penghinaan itu karena saya lagi lagi takut sakit hati dan semakin marah.

Dari kejadian itu, justru banyak orang yang banyak mengetahui tentang Nabi Muhammad SAW Sebenarnya.  Percaya atau tidak?? Berikut saya mau tuliskan dan rangkum mengenai apa yang di bawah pada hashtag 'WhoIsMuhammad' yang sempat menjadi Worldwide Trending Topic beberapa hari lalu, telah mengedukasi banyak orang dan bentuk pembelaan dan kecintaan umat muslim pada Nabinya.  Semoga membawa banyak pelajaran, khususnya kita dalam mengenal Nabi kita.



Ada cerita dari sopir taxi di Sheffield.

Dia menceritakan bahwa ada penumpangnya seorang kulit putih kewarganegaraan Inggris sekitar usia 20-25 tahun. Dia mengatakan dia pernah mendengar nama Muhammad tapi tidak benar-benar mengetahui siapa dia sampai mulai terjadi tragedi kartun (Charlie Hebdo).

Dan dia mengatakan ketika dia mulai mencari tahu/meneliti secara online tentang kepribadian dan ajarannya dia menghabiskan waktu sampai jam 7 pagi lengket dengan komputernya, membaca dan membaca. Dan dia mengatakan bahwa dia sadar betapa menakjubkannya  Nabi kita.

Membawa air mata bagi sopir taksi itu. Sehingga ini sesuai dengan apa yang dikatakan Qur'an "Rencana mereka dan Rencana Allah, dan Allah adalah perencana Yang terbaik."

Allah berfirman : "Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya." (QS. 86:15-16)

 
Rencanamu  : Propaganda untuk membunuh Islam

Rencana Tuhan : Mengenalkan Islam melalui rencanamu.

Hasil : Islam tumbuh lebih dari seperti sebelumnya.




Begitupula melalui kejadian ini, banyak testimonial positive dari orang-orang yang bahkan tidak beragama maupun agama lain :













Berikut adalah pandangan tokoh dahulu (non muslim) tentang Nabi Muhammad :






















SubhanAllah, Alhamdulillah, Allahuakbar..
Yang ini lebih membahagiakan dan menunjukkan kebesaran Allah..
Seorang pembuat film/ Sutradara Perancis, Isabelle Matic justru masuk Islam setelah kejadian Charlie Hebdo.


“Hari ini, saya menjalankan rukun Islam yang pertama (Syahadat). Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Antara pembantaian di kantor majalah Charlie Hebdo dan kejadiannya lain yang mengiringinya: Saya menjadi seorang Muslim,” tulis Matic.

***
Dan ini penjelasan-penjelasan kaum muslim pada hashtag #WhoIsMuhammad, semoga menginspirasi :

ﷺ He taught us the importance of giving charity...
He told us: "Each Prophet was sent for a nation, but I have been sent for all mankind"
He was the man who begged Allah to forgive you before you were even born. 
He(PBUH) taught us that the only revenge a person needs is forgiveness and kind words.
He was insulted and provoked but ordered his followers NEVER to insult others or provoke them. Qur'aan 6:108
who made it clear to us that God will not show mercy to those that do not show mercy to others

Nggak semua saya artikan ke bahasa Indonesia ya?? Banyak... Itung-itung sambil belajar bahasa Inggris, hehe :D















Seorang tetangga Yahudi yang melepar sampah di depan pintu (rumah Nabi Muhammad) setiap hari.

Ketika orang itu tidak melakukannya lagi, Nabi pergi untuk memastikan bahwa dia tidak apa-apa.

Beginilah nabi tercinta kita.











Dan saya akan tuliskan sedikit uraian dari buku 100 TOKOH PALING BERPENGARUH SEPANJANG MASA Oleh Michael H. Hart yang telah memilih NABI MUHAMMAD SAW sebagai tokoh berpengaruh NO. 1!

Michael H. Hart :
Saya  menjatuhkan pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan beberapa pembaca dan kemungkinan menjadi tanda tanya yang lain. Akan tetapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal agama maupun hal duniawi.

Berasal dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu agama terbesar di dunia. Kini 13 abad (saat Michael menulis) sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mengakar cukup dalam.

Seperti semua agama lain, Islam punya pengaruh luar biasa terhadap kehidupan para penganutnya. Jika diukur secara kuantitas pemeluk agama Nasrani banyaknya dua kali lipat besarnya dari penganut agama Islam. 

Dengan sendirinya timbul tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi daripada Nabi Isa (Yesus) dalam daftar?

Ada dua alasan pokok yang menjadi pertimbangan saya. 
Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam daripada peranan Nabi Isa terhadap agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batasan tertentu), Paulus merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari perjanjian baru.

Dia menyalin wahyunya yang berasal langsung dari Allah menjadi Kitab Suci Al-Qur'an. Disalin dengan penuh kesungguhan semasa kehidupan  Muhammad dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyahkan tak lama sesudah dia wafat.

Al-Qur'an dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satupun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar daripada pengaruh Isa bersama Paulus dalam agama Kristen. Dari sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.

Lebih jauh lagi, Muhammad bukan semata pemimpin agama tetapi juga pemimpin duniawi. Pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

***

SubhanAllah bangga sekali punya seorang pemimpin seperti beliau. 
Orang yang membaca dan mengerti tentang beliau, tidak peduli dia muslim atau bukan pasti akan kagum karenanya.
Semoga saya dan anda semua dikehendaki menjadi 'kekasih'nya, mampu meneladani beliau sepanjang waktu demi kebaikan dunia akhirat. 
Hingga kelak tiba kita semua mendapatkan syafa'at dari beliau. Aamiin.
Allahuma Shali Alaa Muhammad wa ala ali Muhammad. 


Semoga bermanfaat. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan. Semoga Allah memperbaiki dan memaafkan saya..

Sekian yang bisa saya sampaikan, kalau ada ilmu lain kita tambah dan kita sambung kembali. 
Wassalam..

Label:

Fitrah hidup Laki-laki VS Perempuan

Assalamualaikum..

I'm not own this picture :)
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan jenis perempuan” (Q.S. Al Hujurat : 13).
Vs? Versus? Bukan dalam artian mau bertanding, jotos-jotosan atau bagus-bagusan, hehe. Tapi dalam pembahasanan ini kita akan membahas dalam konteks 'justice' atau keadilan. Secara hukum? Undang-undang? Nope. Tapi berdasarkan hukum Tuhan yang telah menciptakan kita beserta fitrah kehidupan yang seharusnya dijalankan dengan baik. Siapa yang lebih mengetahui tentang diri kita?? Of Course our Creator.. The Only, The Almighty Allah SWT :)

Saya biasa menuliskan suatu topik pada blog ini biasanya karena melihat suatu kenyataan dan merasa perlu adanya pembahasan dan pemahaman oleh beberapa orang. Selalu saya tegaskan, saya tidak dalam posisi pantas untuk menggurui, tapi lebih ke mengajak berpikir sebagai orang yang belajar. Karena banyaknya melihat ketimpangan mengenai hal itu, kemudian saya belajar dari beberapa sumber yang Insya Allah shahih dan ingin menyampaikan pada siapapun yang membaca karena saya cinta kalian semua.. hihi. Biar sama-sama paham dan tidak salah mengerti dan menghakimi kehidupan. hehe

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (Qur'an. 4:34)
Sering dengar nih kata-kata orang begini, "Enak ya jadi cewek.. begini begitu."
Satu sisi pun banyak pula yang berkata, "Enakan jadi cowok ya.. begini begitu."

Banyak juga seruan para aktivis yang memperjuangkan kesetaran gender, yang ngga ketinggalan untuk mengkritisi ajaran-ajaran Islam yang dianggap nggak pro perempuan. Okelah, Sebagai seorang muslimah, wanitanya Islam yang dianggap orang diluar sana mendapatkan ketidak adilan, saya mencoba korek-korek cari pencerahan yukkk ~

Mau disetarakan bagaimana sis? Secara ilmiah saja, menurut penuturan ilmuwan yang tidak bawa-bawa nama agama, secara singkatnya itu mereka bilang kalau laki-laki dan perempuan itu kesamaannya hanya 'sama-sama manusia'.


Secara psikis, psikologi, kemampuan retina mata melihat, sudut pandangnya, cara berpikir, tenaga dll.. Berbeda. Men are from Mars, Women are from Venus. Mereka sampai memberi judul buku mereka seperti itu.

Jadi jangan heran juga kalau Allah SWT menurunkan fitrah, kewajiban dan keistimewaan yang berbeda-beda namun sebenarnya setara. Tidak perlu iri-irian. Allah SWT menurunkan hukumnya beserta fitrah tetap  yang sudah diciptakan begitu.

PEMBAHASAN :

1. Beratnya perintah wanita menutup aurat kecuali wajah dan tangan, Pria hanya dari pusar sampai lutut?

Kisah yang saya alami sendiri nih. Bukan sepenuhnya mau membahas mengenai aurat, tapi lebih ke kewajiban masing-masing kepada Tuhannya. Tadinya kan saya nggak berhijab, dan berhijab 2 tahun lalu dengan berbagai reaksi dari orang sekitar. Satu teman laki-laki yang rada nggak disaring kalo ngomong mengomentari :

Mr. X : "Hahaha.. ribet ya jadi cewek. Kudu menutup aurat gitu. Pakai baju panjang dan longgar.. Susah banget. Untung nggak jadi cewek."

Aku : (Keringet gede)

Yakin banget sih dia lebih ringan kewajibannya dari perempuan. Ciyuuss?? Kewajiban perempuan apasih??

Ya... sesuai dengan gambar. Kewajiban wanita dia yang harus dia ketahui adalah Sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, menjaga kehormatan (taat suaminya)

Sulit kah? Tidak sulit jika kita mampu mengendalikan hawa nafsu.

Tidak sulit, tapi banyak yang tidak melakukan. Sholat masih bolong-bolong, puasa banyak hutang tak terbayarkan, dan masih banyak yang tidak menutup aurat. Dibanding pekerjaan duniawi, sebenarnya tidak susah. Semua biasa dikorbankan sholat alasan sibuk dengan pekerjaan, nggak kuat puasa dengan alasan pekerjaan yang berat, dan nggak mau menutup aurat dengan alasan susah cari pekerjaan. Semua karena urusan dunia yang lebih memberatkan.

Lalu.. bagaimana dengan kewajiban laki-laki. Taukah engkauu??

a. Laki-laki itu pemimpin perempuan. 
Menjadi pemimpin bukan perkara mudah, pemimpin dengan segala sesuatu yang akan dipertanggung jawabkan kelak. Lalu tahukah bahwa dia memimpin 4 wanita sekaligus? Ibunya, Istrinya, Saudara kandung perempuannya, dan anak perempuannya.

Memimpin bagaimana?
Mendidiknya, membimbingnya, dan menyuruhnya pada perkara baik. Tahukah jika seorang wanita bersalah di akhirat kelak.. Ayahnya, suaminya, saudara perempuan dan anak perempuannya lah yang ikut ditanya. Kira-kira yang ditanya : Apa kau sudah mendidiknya dengan baik, kenapa dia bisa sangat bersalah, kenapa dia tidak menutup auratnya, kenapa kau biarkan dia berlaku seperti itu.. dll.

Keempat perempuan itupun bisa menjadi penyebab terseretnya lelaki itu ke neraka. Berat bukan?
Kenapa begitu? Kenapa dosa orang lain dibebankan pada keluarganya?
Sebenarnya bukan membebankan dosa perempuan pada lelaki itu, tapi laki-laki punya kewajiban untuk mendidiknya, sebagaimana perempuan mempunyai kewajiban tersendiri juga. 
Akal perempuan setengah dari akal laki-laki, karena perempuan punya masa 'libur' dalam beribadah. Maka dari itu tugas laki-laki lah yang mendidiknya.

Seorang guru bercerita. Ibaratnya, laki-laki yang berijab kabul dan mengatakan, "Saya terima nikahnya.." Itu bak berbicara, "Maka aku tanggung dosa-dosanya si calon istri dari ayahnya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dengan calon istri, aku tanggung.."
Maka dari itulah, tugas dan kewajiban laki-laki sebenarnya cukup berat.

Lalu bagaimana jika wanita itu sudah dididik dan diperingatkan lelaki namun tetap berperingai buruk?
Maka kala itu sudah gugur tugas laki-laki karena telah mendidik, dan urusan tidak dipatuhi maka  kesalahan ditanggung sendiri oleh wanita itu yang tidak mau taat.
Intinya, harus mendidik! Dia patuh syukur Alhamdulillah, kalau tidak ya resiko ditanggung sendiri.

Maka dari itu, ada hadits berbicara :


Wanita dinikah karena 4 hal : kecantikannya, hartanya, keturunannya dan karena agamanya. 
Pilihlah yang mempunyai/berpegang teguh dengan agamanya, niscaya engkau beruntung (selamat).
(HR. Bukhari & Muslim)







Kenapa lelaki yang menikahi perempuan tegus agamanya akan beruntung? Karena Insya Allah mereka sudah mengetahui ilmunya dan keutamaan menjadi istri dan ibu yang baik.  Dia mengerti posisinya sebagai pelengkap agama suami, menghormati suami, menghargainya bagaimanapun keadaannya dan penyemangat kesuksesan suami. Dia akan rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang berat dibanding keegoisannya menjadi wanita karier yang tidak punya waktu. dll.. Karena dalam Islam ada tuntunan seperti itu yang membawa surga sehingga mereka ridho melakukannya, seperti misal 
-  Menjaga amanah suami.
- Kaum wanita (para istri) wajib menjaga kehormatan dirinya, ia tidak dibenarkan menjalin “keakraban” dengan laki-laki lain. 
- Menjaga penampilan agar tetap menarik di depan suami saja.
- 
Menghargai kelebihan dan menerima kekurangan suami. dll

b. Laki-laki wajib memberi nafkah

Cewek nggak bekerja? Nggak masalah.  Meski termasuk saya juga ingin mandiri secara finansial.  Bekerja juga nggak masalah selama tidak melanggar norma agama dll. Tapi itu bukan keutamaan dan kewajiban perempuan.  Karena itu adalah tugas laki-laki.  Wajib! Memberi nafkah pada keluarganya bagi seorang lelaki adalah kewajiban sekaligus harga dirinya. Nafkahnya juga menjadi sedekah dan juga jihad. 

Suami wajib memberikan nafkah pada istri, tapi istri tidak. Walaupun begitu istri boleh membantu. Haram bagi suami bertanya pendapatan istri, lebih-lebih lagi menggunakan pendapatan isteri tanpa izin. Mempunyai pekerjaan menjadi keharusan, bekerja menjadi kewajiban, dan itu juga bukan perkara yang mudah.  Menguras tenaga dan pikiran, tapi itu sudah difitrahkan padanya. 

Dan lainnya saya akan tambahkan jika dapat ilmu lagi. Hehehe.

Masalah aurat..
Tentu saja secara fitrah sudah berbeda.  Apa kita juga menghendaki mereka berjilbab dengan kita? Wanita itu sangat menarik. Bagaimanapun rupa dan bentuknya (jiah), wanita itu menggoda. Iya nggak? Kalau nggak dijaga, maka bisa jadi fitnah, godaan dan berbahaya bagi dirinya sendiri.  

Menutupi aurat itu sangat berguna untuknya.  Menjaga kecantikannya tidak dinikmati sembarang mata, menjaga kehormatan, menghidar godaan yang membahayakan, serta menjaga laki-laki dari melihat yang bukan haknya dan membayangkan yang tidak-tidak.

2. Kenapa warisan perempuan lebih sedikit dari laki-laki?

Jika laki-laki mendapatkan satu bagian, maka perempuan mendapatkan setengahnya. 
Ini juga dianggap ketidak adilan oleh beberapa orang termasuk orang-orang non-muslim.  Tapi pada kenyataannya, kenapa Allah menurunkan hukum seperti ini adalah karena :
Laki-laki dibebankan sebagai penghidup keluarga sehingga penggunaan warisan ini seharusnya termasuk untuk membiayai/ menghidupi keluarganya sementara perempuan digunakan sendiri dan suaminya tidak boleh ikut campur jika tidak di kehendaki.

Padahal, di salah satu kepercayaan kaum ras yang banyak disini saya mengetahui.  Bahwa kaum perempuan sama sekali tidak diberi warisan dan hanya untuk laki-laki.  Kenapa itu tidak dikritisi juga? Bukankah itu lebih kejam?? (_ _'')

***

Pada dasarnya, tugas dan kewajiban masing-masing antara laki-laki dan perempuan berbeda. 
Laki-laki yang mencari nafkah dan mendidik anak istri. 
Perempuan yang merasakan sakit melahirkan, menaati suami. 

Kadang perempuan tidak akan sanggup bekerja banting tulang sepanjang masanya untuk membiayai keluarga. Jika bisa, pasti masalah rumah banyak yang terbengkalai. Karena itu bukan tugas perempuan.

Begitupula laki-laki yang tidak akan sanggup jika seandainya menahan sakitnya melahirkan dan mengurusi perkara rumah tangga.  Karena ini juga bukan tugasnya. 

Islam jelas menyebutkan masing-masing keistimewaan laki-laki dan perempuan serta menjamin haknya.
Apa yang seharusnya di dapat suami dari istrinya, pun sebaliknya apa yang seharusnya di dapat istri dari suaminya. Bagaimana seharusnya suami memuliakan istrinya, dan bagaimana seharusnya istri memuliakan suaminya. 

Dan yang terpenting, bagaimana mereka menyadari bahwa kebersamaan mereka bisa terus sampai di surganya. Bagaimana mereka menjalani pernikahan demi meraih surgaNya, bukan dengan ego masing-masing.  Semua Islam menjelaskan, dan tentu indah jika memang masing-masing ridho melaksanakan tugasnya dengan baik, karena pada intinya mereka punya kedudukan yang sama jika mereka sama-sama beriman.
“Barangsiapa yang beramal shaleh baik laki-laki maupun wanita dan ia seorang mu’min,maka Kami pasti memberi pahala dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan”.(Q.S. An Nahl : 97).

Sementara itu dulu ya.. nanti kalau ada materi atau ilmu yang teringat akan di share kembali.
Mohon maaf atas pembahasan yang kurang ahli dan awam, karena saya masih harus banyak belajar. Semoga ada manfaat, dan jika ada kekhilafan semoga Allah mengampuni..

Wassalam..

Label:

Kenapa aku harus beragama? (Cerita teman dari Korea)

Assalamualaikum..

Hanbok dengan Hijab, Serasi ya??
Hai my blog dan orang yang membacanya.  Saya berusaha menulis lagi ditengah-tengah kejenuhan saya disibukkan oleh perkara duniawi, hehe.. urusan skripsi maksudnya.
Semoga entri ini berhasil di publish.  Karena selama ini saya sudah punya ide menulis dan mulai mengetik disini tapi hanya berakhir di draf karena mata lelah lihat laptop terlalu lama.

Saya hanya ingin menceritakan dan sedikit membahas tentang satu realita tentang pemikiran seseorang.  Allah memang menciptakan orang berbeda-beda pandangan dan jalan pemikirannya.  Allah telah memberi akal pada setiap manusia dan Al-Furqan (pembeda yang baik dan buruk) sehingga selanjutnya Allah serahkan pada manusia jalan mana yang akan dipilih

Memang tidak dipungkiri perbedaan apalagi yang besar pasti akan mengakibatkan ketimpangan ketika berkomunikasi karena saling berbeda pendapat.  Seseorang menyampaikan sesuatu demi kebaikan orang itu, tapi dengan prinsip pemikiran dasar yang sudah berbeda maka

Sebelum saya membahas inti hikmahnya, ijinkan saya untuk menceritakan teman saya yang manis ini. hehe. Maaf, lagi-lagi menceritakan orang Korea karena saya hanya bisa akrab dengan orang luar negeri dari Korea karena sedikit menguasai bahasanya. Haha.  Tapi ini berbeda dengan Park Dong Shin atau muslim Korea lainnya.

Saya akan menceritakan tentang teman saya dari Korea, wanita berusia 27 tahun yang tentu saja tidak perlu saya sebutkan namanya atau identitas apapun, karena saya tidak bermaksud menyadap kehidupannya tapi mengambil suatu hikmah dan makna dari cerita yang dia sampaikan pada saya dan dia sampaikan pada orang lain.

Perlu diketahui bahwa orang Korea itu sebenarnya memandang bahwa agama itu adalah sesuatu yang tidak penting. Mereka mungkin saja dikenal banyak yang menganut Kristen atau Budha, tapi mereka jarang ada yang serius untuk benar-benar menjalaninya.  Bahkan beberapa teman saya mengaku atheis meskipun kedua orang tuanya beragama.


Teman saya ini sebut saja Eun Hye(bukan nama sebenarnya, hehe), kalau anda melihat akunnya, anda mungkin akan mengira dia muslim karena ada foto masjid, makanan dengan kemasan halal (di Korea jarang ada makanan halal) dan bahkan dia belajar bahasa Arab.

Tapi dari awal saya tidak langsung mengira dia adalah orang muslim.  Tidak pernah berekspetasi terlalu cepat hanya dari gambar-gambar yang dia upload saja, karena sebelumnya saya sudah banyak mengetahui beberapa orang Korea yang ternyata banyak juga memiliki tertarikkan dengan budaya Arab, bahasa Arab maupun tentang Islam (cenderung mengaitkan Islam dengan Arab) tapi itu bukan berarti mereka berniat untuk menjadi muslim. 

Kenapa bisa begitu? Entahlah..Coba simak kisah nyata berikut.

Saya suka berteman dengan Eun Hye yang dari beberapa tulisannya dia terlihat sangat open minded bahkan punya beberapa teman muslim, bahkan juga saling berkomunikasi sangat baik dan selalu menunjukkan sikap pedulinya.  Dia tidak merasa canggung dengan sesuatu yang berbau muslim, karena pernah diberitahu teman Korea muslim saya bahwa Korea itu sangat minim informasi tentang Islam dan karena negara mereka berhubungan dekat dengan Amerika, maka hanya info negatif tentang Islam yang masuk dan beberapa mereka akan langsung menghakimi dan sedikit memandang tidak suka terhadap orang muslim.

Tapi lain dengan Eun Hye, yang awal kali langsung begitu berusaha bercakap akrab dengan saya dengan balasan komennya yang panjang seperti berusaha bercerita banyak pada saya. Meskipun dia tahu bahwa akun saya kebanyakan berisi tentang Islam. Dia tidak menghindar dari itu.

Singkat cerita saya tahu sedikit banyak tentang dia karena dia sendiri sering menulis agak panjang pada caption postingannya. Entah itu menceritakan tentang Korea, budayanya, hal menarik lainnya maupun mengeluhkan tentang orang-orang disekitarnya.


Tidak jarang dia menceritakan sesuatu yang berbau Islam.  Membuat sebagian orang mengira dia adalah seorang muslimah.  Dia memamerkan foto makanan berlabel halal produksi lokal yang hanya bisa di dapat di Islam center di Korea yang menjadi tempat jajakan utama di Seoul bagi orang muslim disana. Ah... mungkin dia hanya mencoba saja, makanan halalnya orang Islam itu seperti apa.

Selain itu dia mengpost gambar seperti ucapan 'Pray for Gaza', okay.. ini tidak terlalu mencolok karena ini cukup diketahui secara universal, dan banyak orang mengatakan bahwa mendukung Gaza bukan hanya urusan agama, tapi urusan kemanusiaan.. Banyak orang Korea lain yang mengupload foto seperti itu.

Tapi Eun Hye juga mengupload ucapan 'Eid Mubarak' atau ucapan selamat Idul Fitri. Jika di Indonesia non muslim mengucapkan itu mungkin hal biasa, tapi jika di Korea itu sangat jarang karena budaya dan orang Korea tidak akrab dengan Islam bahkan tidak banyak yang tahu.



Masih ada lagi, dia juga sedang mempelajari bahasa Arab, beberapa saat rajin mengepost tentang tulisan tangannya dengan huruf Arab, memamerkan buku panduan bahasa Arab, dll.  Sepertinya semakin ketara saja kalau dia semakin mendekati tentang Islam. Dia berdalih belajar bahasa Arab karena sudah tidak tahan hanya membaca tulisan yang selalu condong dan tidak berimbang.  Karena dia hanya bisa mengerti berita dari Korea maupun Amerika, sementara kedua negara itu memang mempunyai hubungan dekat.  Bukankah pemikiran seperti ini bagi orang Korea non muslim sangat mengagumkan?

Ternyata ia mempunyai alasan khusus untuk mempelajari bahasa Arab, tidak seperti saya yang belajar bahasa asing seperti bahasa Korea awalnya hanya sekedar karena suka dan iseng saja.. haha.

Seoul Central Masjid
Dan satu yang lebih mengherankan.  Suatu saat saya melihatnya mengupload foto Masjid Seoul dengan caption panjang yang singkatnya menerangkan:

Eun Hye mengungkapkan dia melihat banyak orang Korea yang memamerkan foto di depan Masjid itu tanpa tahu Islam dan Muslim yang sebenarnya. Bahkan mereka masih saja menuduh Islam tentang keberadaan ISIS dan terroris. Dengan penjelasan panjang Eun Hye mengungkapkan kemarahannya terhadap orang Korea yang tak mengetahui apapun itu. Orang-orang yang tanpa memahami tapi menuduh dan bahkan menjelaskan cukup panjang tentang fakta ISIS yang lebih realistis dan berbeda dari apa yang diberitakan media mainstream. Hal ini membuat saya dan beberapa teman di akun Eun Hye cukup takjub karena sebelumnya mengetahui bahwa dia adalah non muslim.

Dia membela Islam seperti itu bahkan mengetahui banyak hal.  Dia membela hijab dan juga menerangkan fitnah mainstream yang diajukan pada Islam.  Dan menurut saya pengetahuan seperti itu tidak mudah di dapat dan di pahami apalagi dengan lingkungannya yang merupakan negara non muslim bahkan negara atheis.  Orang muslim saja mungkin tidak banyak yang mengetahui bahkan bingung menjawab apa jika di hadapkan pertanyaan tentang hal negatif Islam.

Anda pasti akan takjub dengan apa yang diketahui Eun Hye. Orang Korea cenderung cuek, apalagi mengenai hal-hal asing yang mungkin bagi mereka tidak penting.  Tapi Eun Hye banyak meluangkan waktu untuk mengepost tulisan untuk membela Islam. Dia juga sangat open dengan banyak teman muslim, berbincang akrab satu sama lain seperti halnya saya dan dia, terlepas membahas agama atau bukan. Dia juga berteman dengan beberapa muslim asli Korea dan terlihat selalu berusaha menanggapi semua post dan berusaha akrab dengan teman Korea muslimnya itu.

Lalu apakah anda pikir Eun Seo memang sedang berfikir akan masuk Islam??


Nope!
Tidak. 

Kenapa saya yakin? Karena dia pun telah menjelaskan pada postingan berikutnya.

Siapa akan tidak salah paham melihat akun Eun Hye yang banyak menjelaskan tentang Islam.  Saya sering membahas tentang ilmu agama di akun saya, tapi saya tidak berani untuk secara terang-terangan membahas agama dengan orang yang tidak seagama secara terbuka seperti di akun.  Terlihat seperti tidak ada unda-undinya.. topik terlalu sensitif untuk dibicarakan terang-terangan dengan orang yang tidak sepaham.

Akan tetapi ada juga orang-orang yang blak-blakkan menanyakan maupun mengatakan sesuatu pada Eun Hye seperti, "Apa kamu muslim?" "Kalau bukan muslim, bagamaina kamu bisa tahu banyak?" "Kenapa tidak menjadi muslim?" "Bacalah Al-Qur'an dan jadilah muslim." Dan pertanyaan lainnya yang mungkin mebuat Eun Hye akhirnya panas kepala dan kemudian mengepostkan lagi kata-kata yang cukup menusuk, kurang lebih :

Saya adalah orang atheis, orang yang tidak punya agama. Tadinya saya seperti orang Korea lainnya yang beranggapan buruk tentang Islam.  Tapi setelah saya mengenal teman muslim dan mulai mendiskusikan banyak tentang pengetahuan Islam, saya jadi sadar ada yang salah dengan pendapat saya dan orang-orang non muslim lainnya serta pemberitaan yang beredar dan menemukan banyak kebenaran tersembunyi dan kebaikannya.

Tapi apakah saya mau masuk Islam? Tidak. Jangan mendorong saya untuk mempelajari Islam lagi lebih dalam maupun menyuruh saya masuk Islam.  Apa hak anda untuk itu? Tidakkah anda orang-orang beragama diajarkan untuk menghargai pemikiran orang lain.

Kalau anda bahagia dengan Tuhan dan agama anda, saya pun bahagia tanpa agama! Mempunyai agama tidak penting bagi saya, yang penting adalah hidup saya! Bagaimana saya akan menjalankan hidup saya dengan baik selanjutnya itulah yang lebih baik bagi saya. 



Kenapa begitu??? Rasanya seperti kontras saat saya membaca beberapa postingannya sebelumnya dengan kata-kata seperti itu.
Ah.. sedih.  Bagaimana bisa? Sesekali saya berpikir keras.  Dia begitu suka dengan sesuatu yang berbau Islam tapi dia benar-benar marah ketika ada orang yang memintanya untuk masuk Islam.

Baik, perlu diketahui bahwa memang Islam adalah jalan wajibnya salah satunya dengan dakwah, yaitu menyampaikan pada orang-orang tentang kebenaran, mengajak dan mengajarkan kebaikan. Tapi dalam Islam tidak boleh kita memaksa seseorang untuk masuk Islam.  Kewajibannya hanyalah menyampaikan, dia menerima atau tidak adalah urusan dengan Allah. 

 Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam; Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Qur'an. 2:256)

Jadi kita harus menjaga manner atau etika dengan orang lain, apalagi untuk membahas tentang agama. Bukankah sudah diketahui bahwa agama adalah sesuatu yang cukup sensitif.  Dakwah itu ada tekniknya, tidak untuk menghina atau memojokkan seseorang. Sampaikan saja kebenaran, gugur sudah kewajiban kita.  Biar orang itu kemudian memakai Al-Furqon (pembeda yang benar atau tidak). Tidak perlu memaksa karena itu adalah tanggung jawab masing-masing orang. Toh, tidak ada keuntungan duniawi, hanya saja kita ingin saling berbagi surgawi.. Terlepas paham atau tidaknya orang tersebut karena itu sudah kuasa Allah semata.

Mengenai Eun Hye.  Saya tahu ada ketakutan memeluk suatu agama karena sudah terbiasa menjadi atheis.  Meski dia tahu Islam itu baik, tapi dia tetap memandang memeluk agama itu bukan suatu yang perlu. Mungkin dia takut akan perubahan dihidupnya.  Menjadi mempunyai kewajiban baru.  Apalagi Islam paling dalam untuk urusan ibadah.  Akan ada hal yang direlakan dan diperjuangkan.  Mungkin dia membayangkan akan berat jika harus bersembahyang 5 kali sehari, akan ada puasa Ramadhan, bahkan harus berhijab?

Saya pernah melihat komentar Eun Hye pada teman muslim Korea yang juga teman saya (otomatis saya bisa lihat komentarnya).  Perempuan muslim Korea itu sebut saja  Ga In.   Ga In ternyata mualaf yang menikah dengan laki-laki muslim manca negara.  Ketika Ga In membuka 'sesi tanya' pada akunnya, Eun Hye bertanya:  "Bagaimana bisa Ga In menjadi muslim? Bagaimana denganku yang tidak percaya dengan Tuhan lalu bisa percaya? Saya yang aslinya tidak punya agama, masih takut punya agama"

Nah dari tulisan itu pula saya juga menyimpulkan bahwa Eun Hye masih tidak ada keyakinan adanya Tuhan, tentu karena dia atheis.  Maka memeluk agama menjadi suatu hal yang lebih sulit lagi. 

Menyimpulkan dari pemikiran Eun Hye.  Dia ini ibarat sudah memiliki mesinnya, tapi tidak ada starter maupun gasnya.  Sehingga pemahaman dasarlah dulu lah yang harus dikuatkan.

Saya juga pernah mendengar teman muslim Korea yang bercerita, ada seorang temannya yang ada ketertarikkan dan sedang mempelajari sedikit tentang Islam kemudian dia berkata, "Iya saya sudah belajar tentang Islam, dan menyadari bahwa ini benar, tapi kalau aku masuk Islam berarti aku tidak bisa makan samgyupsal (makanan babi) dan beer lagi donk."

Oalah.. Oppa oppa.. tepok jidat. Hahaha

Bukannya saya sok pintar teman.. Tapi melihat hal-hal yang nyaris seperti ini rasanya sayang sekali.  Mereka hanya takut dengan kewajiban karena terbiasa hidup bebas yang menyebabkan mereka mengurungkan diri dari kebaikan.

Kalau hidup sekedar hidup, kera di hutan juga hidup.
Kerja sekedar kerja, kerbau di sawah juga kerja.
- Buya Hamka


Bayangkan hidup tanpa Tuhan??

Are you serious?

Jangan hanya berdalih Tuhan tidak tampak.  Kita bahkan mengakui adanya alam semesta, tapi tanpa bisa melihat dengan mata telanjang, tidak mampu melihat matahari.  Bagaimana kita mampu melihat penciptannya.

Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah lah kembali (mu). (Qur'an. 35:18)

Bahkan ketika ilmuwan memperhitungkan, kemungkinan tidak adanya Tuhan itu kira-kira 0,000000000000019.... pangkat pangkat sekian sekian.. Gak mungkin..

Coba bayangkan kalau ada kapal yang berlayar sendiri kemudian berhenti ke setiap pelabuhan yang dituju tanpa nahkoda, nahkoda manusia maupun makhluk halus, hehe. Mungkinkah?

Kalau anda berpikir nggak mungkin. Lalu bagaimana mungkin anda berpikir di dunia ini bisa beredar dengan teratur dan seimbang? Pergantian malam dan siang serta beredarnya bulan dan matahari.  Mungkinkah terjadi begitu saja tanpa ada yang mengatur?

(Allah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (Qur'an. 67:3)

Lalu apakah anda menciptakan diri anda sendiri? Atau diri anda terjadi begitu saja? Bahkan hal sepele seperti kertas saja aja yang menciptakan. 

Ada Tuhan, lalu mengapa harus beragama?

Ada kaum agnostik yang percaya keberadaan Tuhan tapi tidak mempercayai agama.  Menganggap agama membuat sebagian orang trouble dan fanatik.  Padahal banyak orang beragama yang patut dicontoh dan mulia hidupnya.  Tergantung bagaimana dia mempaktekan ajaran agama dengan bena atau tidak.

Tanpa agama.  Ajaran dari mana? Petunjuk hidupnya yang mana? Dari PPKN? Atau mengikuti undang-undang saja yang dibuat manusia yang jelas pasti mempunyai dari dosa dan kesalahan?

Setelah mati bagaimana? Tidak ada pengadilan? Jadi enak donk.. yang jahat dan sudah menikmati hasil kejahatan lalu mati duluan sebelum kena hukuman?

 Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam." (Qur'an. 2:132)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam) maka katakanlah (Muhammad) : "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
 
 Singkatnya tentang hidup ini yang saya ambil dari Al-Qur'an :

Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui"

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami (Allah). 
(Qur'an. 13 & 15)

Untuk apa sih mati-matian cari duniawi yang hanya sekedar untuk duniawi sementara kita tahu hidup kita ini sebentar saja.  Tidakkah kamu mencari arti dari hidup yang tidak akan bisa diulangi lagi ini? 
Apakah hidupmu hanya untuk bermain-main saja? Tanpa ibadah atau melakukan usaha lain yang berguna untuk dunia dan akhirat.  Jangan anggap berat sholat 5 waktu dan puasa Ramadhan jika balasannya hidup tenang dan surga kelak yang kekal akan di dapat. Aamiin.
Daripada tak melakukan apa-apa dan selalu resah apa yang dilakukan ini merugikannya atau tidak. 

Allah berfirman :
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. 
(Qur'an. 51:56)

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (Qur'an 10:25)

Itulah tujuan kita dihidupkan dan akan dimatikan didunia ini. Untuk beribadah padaNya, karena Allah akan mengajak manusia pada surgaNya bagi yang menjalankan sesuai petunjukNya, melakukan yang baik dan menjauhi yang buruk.

Tentu saja banyak penjelasan lain yang saya mempunyai keterbatasan dalam ilmu.  Semoga Allah memberikan kita semua ilmu yang bermanfaat bagi dunia akhirat, dalam kitabullah dan ajaran Rasul yang tidak ada keraguan.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (Qur'an. 2:2)

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati (Qur'an. 6:48) 

Sekian yang bisa saya ceritakan dan sampaikan, semoga ada manfaatnya dan tak ada mudharatnya.  Mohon maaf jika ada kesalahan dan keterbatasan ilmu, doakan saya agar bisa menyampaikan lebih baik dan benar. 

Wassalam..

Label:

Niat ibadahmu kemana??

Assalamualaikum..
Imam Ibnul Qayyim berkata, ”Niat adalah ruh amal, inti dan sendinya. Amal itu mengikuti niat. Amal menjadi benar karena niat yang benar. Dan amal menjadi rusak karena niat yang rusak.” (I’lamul Muwaqqi’in VI/106, tahqiq Syaikh Masyhur Hasan Salman). 
Hidayah itu mahal harganya, begitu susahnya insan manusia untuk bisa meraih hidayah yang sebenarnya itu, harus menepis segala godaan dan cobaan dari cabang jalan yang lebih banyak menyesatkan tapi terlihat nikmat walau sesaat.

Jika seseorang telah merasakan manisnya iman maka mudah saja untuknya mempertahankan segala kualitas beribadahnya.  . Sebagai orang yang komitmen untuk memperbaiki dan menjalankan ibadah tentu sangat bagus dan patut di pertahankan. Tapi puluhan tahun manusia hidup di dunia, selama itu pula syaitan mencoba menyesatkannya, terus menggodanya dengan berbagai tipu daya.

Tanpa di sadari, kadang kala ditengah satu hal yang kita yakini merupakan satu usaha ikhtiar untuk istiqomah ternyata niat dalam hati telah jauh melenceng. Masih rajin melakukan segala cabang ibadah, tapi niat dan kiblatnya bukan lagi pada Yang Maha Menciptakan, Allah SWT. Tapi agar dipandang orang, agar dianggap baik, agar mendapat pengakuan atau pujian dan lainnya. Naudzubillah..

Riya atau pamer inilah salah satu sifat yang berbahaya di dunia, hehe. Mungkin tidak berbahaya bagi orang lain selain membuat mereka geleng-geleng kepala. Tapi justru sifat ini bahaya bagi diri kita sendiri karena bisa menghapus, menggerus pahala kebaikan atau bahkan kita tidak memperoleh apa-apa dari ibadah yang sekian macam banyaknya yang sudah kita lakukan karena ternyata niatnya salah kaprah. Ya Allah, hindarkan kami dari yang seperti ini.

Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan, “Riya’ ialah menampakkan ibadah dengan tujuan agar dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amal tersebut.”

Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan dua kalimat yang sangat dalam maknanya, yaitu, Sesungguhnya amal-amal bergantung kepada niat dan seseorang memperoleh apa yang diniatkan. Dalam kalimat pertama, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, amal tidak ada artinya tanpa ada niat. Sedangkan dalam kalimat kedua, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, orang yang melakukan suatu amal, ia tidak memperoleh apa-apa kecuali menurut niatnya. Hal ini mencakup iman, ibadah, da’wah, muamalah, nadzar, jihad, perjanjian dan tindakan apapun. 

Saya tidak sedang menggurui atau menyindir siapapun, tapi ini bentuk musahabah diri sendiri juga. Betapa menakutkannya niat yang melenceng dari diri yang kadang tidak kita sadari.


Kata guru ngaji saya, hal-hal seperti itu, kekotoran hati seperti itu memang sulit sekali dilacak. Seperti menyadari adanya semut hitam di atau batu pada malam hari, kebayang gak sulitnya?? Karena sekecil apapun itu akan tetap saja menodai faedah beribadah kita.

Karena semua amal manusia, diterima ataui tidaknya, tergantung pada niat ikhlas karena Allah Ta’ala. FIrman Allah :

“Dan mereka tidak diperintah melainkan menyembah Allah dengan memurnikan kethaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (QS. 98 :5).
"Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS, 51:56)
Niat kita untuk melakukan sesuatu tentu karena dilatar belakang tujuan kita. Apa sih tujuan kita beribadah? Atau bahkan, apa sih tujuan kita hidup? Pada dasarnya seharusnya semua manusia mempertanyakan dan mencari tahu hal ini.

Allah menjawab dalam firmannya di Al-Qur'an Surat Adh-Dhaariyat (51:56).  Tujuan kita adalah beribadah pada-Nya. Hanya untuk ibadah? Ibadah seperti apa? Apa hanya ibadah khusus yang wajib seperti Sholat, Puasa Ramadhan dan Zakat?

Tidak.. Seluruh kehidupan kita dari bangun tidur dan tidur lagi kemudian dari hidup lalu mati, sepanjang itulah semua yang kita lakukan bisa mengandung ibadah. Dengan syarat.. Semua niat karena Allah, semua dengan mengingat Allah, senantiasa Tawakkal.. Sekecil apapun hal yang kita lakukan (kebaikan) bisa menjadi ibadah dan mengandung pahala. Enak kan??

Setelah melakukan semua ibadah yang wajib dan afdol dillihat sebagai ibadah seperti sholat, mengaji dll.. kita tentu punya kegiatan yang terlihat 'duniawi' tapi sebenarnya itu juga bisa menjadi bagian besar sebagai ibadah.

Contoh :
- Seorang suami/ ayah/ laki-laki yang mencari nafkah untuk menghidupi anaknya, niatnya ibadah karena dia tahu sesuai fitrahnya sebagai seorang laki-laki dia dibebani menghidupi anak istrinya. mencari nafkah untuk menjaga dirinya agar tidak meminta-minta kepada orang lain, untuk membiayai dirinya dan keluarganya, akan diganjar atas niatnya. 
Seperti hadits Sa’ad bin Abi Waqqash Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya jika engkau menafkahkan hartamu yang dengannya engkau mengharapkan wajah Allah, maka engkau akan diberi pahala lantaran nafkahmu sampai apa yang engkau suapkan ke mulut isterimu”. (HR. Bukhari, no. 56; Fat-hul Bari, I/136 dan Muslim no. 1628, 5)
Dan apabila dia mencari nafkah dengan niat agar bisa hidup bermewah-mewah itu berarti ia mengikuti langkah syaitan.

- Mencari ilmu demi terhindar dari tipu daya dan mencari kebenaran, atau mencari ilmu untuk pamer gelar atau pamer karena dia pintar.
Menuntut ilmu dengan niat untuk mendapat ridho Allah,

Bagaimanakah niat yang benar dalam menuntut ilmu?
Pertama: Menuntut ilmu diniatkan untuk beribadah kepada Allah dengan benar.
Kedua: Berniat dalam menuntut ilmu untuk mengajarkan orang lain. Sehingga kebaikan dan kebenaran akan tersebar.
Ketiga: Istiqomah atau terus menerus dalam amal dan menuntut ilmu butuh waktu yang lama (bukan hanya sebentar).

“Barangsiapa menuntut ilmu hanya ingin digelari ulama, untuk berdebat dengan orang bodoh, supaya dipandang manusia, maka silahkan ia mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR. Hakim dalam Mustadroknya)
- Bahkan berwisatapun bisa menjadi wisata jika ditujukan agar kita yang tadinya lelah dan jenuh lalu akhirnya menjadi semangat lagi untuk beribadah dan bekerja lagi demi mendapat ridho Allah.
 ***
Dan masih banyak lagi hal yang sepertinya duniawi akan tetapi sebenarnya itu adalah bagian dari ibadah tergantung niatan kita. Maka jangan lupa, luruskan hati bahwa semua adalah demi meraih ridho Allah.

Karena dengan begitu kita tidak cepat gegabah dan menjadi belingsatan begitu mendengar pendapat orang. Selagi kita tetapberdiri tegap diatas niatan yang murni karena Allah, tanggapan dan perlakukan manusia baik buruk tidak mempengaruhi niat kita. Setiap dipuji kita kembalikan bahwa ini karena kehebatan Allah yang memberi ilham pada kita dan bukan karena kita yang pintar, bersyukur dalam diam lebih baik dan jika diejek dan di su'udzoni kita juga tidak menjadi berkecil hati dan mengurungkan diri untuk tidak menyiarkan kebenaran lagi.

Ya, itu sulit tapi itu adalah tantangan yang akan berbuah manis kelak. Kita pun tahu, kita adalah manusia dengan penuh rasa cemas, takut dan kebanggaan, susah terlepas dari itu. Ketika dipuji rasa sombong dan kebanggaan datang maka cepat-cepatlah beristighfar, dan ketika dihina datang keputus asaan datang juga maka ingatlah Allah, ingatlah Nabi berpesan jangan takut diejek dalam menyebar kebenaran.
 
Niat yang salah mungkin banyak sekali terjadi disekitar kita contohnya seperti :

- Banyak orang kita lihat tingkat keberagamaannya (kesolehannya) ketika menjelang pemilu/pilkada, meningkat. Ia rajin datang ke Masjid, suka mendengar pengajian, bahkan memnberi sumbangan. Namun niatnya tidak lebih hanya mencari simpati orang, menunjukkan ke public, bahwa dirinya pantas dipilih, karena ia insan yang taat beragama. Mereka kira Allah bisa ditipu. Manusia mungkin bisa ditipu, tetapi Allah tidak bakal bisa ditipu.

- Memakai hijab karena laki-laki yang disukai yang meminta atau mensyaratkan, bukan diluruskan untuk menaati perintah Allah.

- Rajin Sholat karena sedang menyukai seseorang yang alim, sehingga berharap orang yang alim tadi juga menaruh simpati padanya karena dianggap sama-sama taat beribadah.
 
- Mempelajari Al-Qur'an hanya untuk berdebat hanya agar dianggap alim.
 
 Dan masih banyak lainnya.

“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal melainkan apa yang ditujukan semata-mata kepadaNya dan mencari wajahNya.”

Baik anda maupun saya mungkin susah untuk menelisik niat dalam diri masing-masing dalam setiap ibadah. Terkadang memang niat karena Allah, tapi bisa jadi suatu saat akan melenceng.

Insya Allah, jika semua ke khilafan itu kita sadari kemudian cepat-cepat mohon ampun dan bertekad untuk meluruskan niat lagi maka Allah akan benar-benar membantu dan membimbing kita. Jangan terlena dengan segala yang melambungkan maupun yang menenggelamkan. Selama kita yakini semua adalah kebaikan dan kebenaran disisi Allah dan tidak bermaksud untuk menyakiti orang lain, maka selama itu semoga kita terus diberi istiqomah melakukannya.



Kombinasi niat yang dibolehkan:
Tidak semua kombinasi niat dianggap buruk dan terlarang sehingga mengakibatkan amal itu tertolak. Yang jelas dan nyata terlarang adalah niat karena Allah bercampur dengan niat untuk mencari simpati orang, mendapatkan pujian dan penghormatan orang lain. Perbuatan ini disebut Riya’, dan ini termasuk ‘syirik khafy’ (syirik yang tersembunyi).

Adapun percampuran niat karena Allah dengan sesuatu yang lain untuk mendapatkan keuntungan materil, menurut para Ulama, tidak sampai merusak amal itu, selama tujuan pendamping itu tidak dominan. Yang dominan adalah karena mencari wajah Allah. Seperti pergi haji, disamping untuk tujuan ibadah, juga untuk berbisnis, membawa barang dagangan untuk dijual atau dibeli di tanah suci. Sehingga ia kembali membawa ajrun (pahala) dan ujratun (keuntungan).

Perubahan niat di tengah perjalanan:
Tak dapat dipungkiri untuk menjaga kelestarian niat yang ikhlas dari sejak awal perbuatan itu dilakukan hingga akhirnya dan untuk seterusnya, bukan suatu hal yang mudah. Bahkan hampir tak ada orang yang dapat melakukannya kecuali hanya sedikit. Lalu apakah ketika terjadi perubahan di tengah perjalanan amal itu, akan menghancurkan amal itu secara total?

Para Ulama menerangkan, bila suatu amal sudah diawali dengan niat ikhlas karena Allah, maka perubahan yang mungkin terjadi di tengah perjalanan, karena factor-faktor kelemahan diri sebagai manusia, maka tidak sampai menghancurkan amal itu seluruhnya. Demikian dikatakan Imam Ash-Shan’ani di dalam Subulussalam.

Ini memang realistis. Andaikan perubahan itu menghancurkan amal seluruhnya, niscaya sangat menyulitkan posisi manusia sebagai hamba Allah yang lemah. Allah Swt Maha mengetahui akan kelemahan hambaNya. Untuk mengantisipasi ini, maka setiap Muslim hendaknya senantiasa segera kembali kepada Allah setiap kali Syaitan mengalahkannya, dengan memperbanyak istighfar dan meminta kepada Allah agar amalnya diterima di sisiNya.
SEBUAH NASIHAT
Dengarkanlah nasihat Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi al-Atsari hafizhahullah berikut ini, beliau berkata:

“Apabila engkau menghadiri suatu majlis ilmu, niatkanlah bahwa kehadiranmu itu hanya untuk menambah ilmu dan pahala, jangan merasa cukup dengan ilmu yang ada padamu dan jangan mencari kesalahan atau kejanggalan untuk engkau sebarluaskan, sebab ini merupakan perbuatan orang rendahan yang selamanya tidak akan beruntung dengan ilmu. Apabila engkau hadir dengan niatan seperti ini (mengharap ilmu dan pahala, pen), sungguh engkau telah memperoleh kebaikan yang melimpah. Bila tidak, maka duduk di rumah lebih nyaman bagimu, lebih mulia bagi akhlakmu, dan lebih menyelamatkan agamamu.”

Lalu beliau melanjutkan nasihatnya, bahwasanya apabila kehadiran seseorang di majlis ilmu sudah dengan niatan seperti ini, hendaklah ia memilih salah satu dari tiga sikap berikut:
Pertama, diam dan memposisikan diri sebagai orang yang belum tahu, sehingga ia akan mendapatkan pahala dari niat baiknya itu, kemuliaan duduk bermajlis, dan terpuji karena tidak banyak tingkah.
Kedua, bertanya untuk menambah ilmu, sehingga ia akan mendapatkan tambahan ilmu.
Ketiga, memberikan masukan atau sanggahan dengan dasar ilmu, bukan asal-asalan atau dengan dasar hawa nafsu. [Disarikan dari kitab ‘Audah ila as-Sunnah, hlm. 66-68]
Ya Allah.. berikan aku Ilmu yang luas yang bermanfaat. Berilah aku kemampuan untuk menyampaikan pada orang lain kebaikan dan kebenaran dariMu agar Kau makin Ridho padaku disetiap langkah, disetiap saat. Jauhkan aku dari segala fitnah dan godaan. Bersihkan aku dari kekotoran pikiran dan kekotoran hati.  Jadikan aku hamba-Mu yang Kau cintai setiapku berbuat, ampuni dosaku dan buatlah aku bisa memperbaiki semua. Kuatkan aku, terus teguhkan aku untuk Istiqomah pada semua kebenaran sampai hari Kau memutuskan segalanya. Aamiin
Mohon maaf atas segala kekurangan penyampaian karena masih proses belajar.
Semoga bermanfaat.
Astaghfirullah, Alhamdulillah..

Assalamualaikum..

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art