Label: ,

Islam dan Amerika

Assalamualaikum...
Bismillah...


Mendengar dua hal di atas, sebagian orang bisa langsung berasumsi bahwa mereka berdua adalah musuh bebuyutan. Yang satu anti dengan satu yang lain.
Islam membenci Amerika, dan Amerika membenci Islam.

Apakah benar begitu? Darimana asalnya.. 


Pernah ada seorang teman non muslim yang ingin memberikan suatu barang, lalu ia kemudian mengurungkan diri dan bilang, “Oh jangan, barang itu ada gambar bendera Amerikanya. Kamu kan benci dengan mereka.” Ada pula dia berkata, “Kamu pasti nggak mau kan makan di A&W karena A&W itu asalnya dari Amerika.”

Awal mendengar kata-kata itu saya memutar otak, wah ternyata di mata orang-orang non muslim itu cukup dikenal kalau orang Islam itu antipati dengan Amerika ya? Sebenarnya saya tidak se anti itu dengan Amerika, kalau memang negara itu nggak ada masalah dengan kami. Saya juga tidak mengagumi maupun terkesan dengan negara adidaya itu dari sisi apapun karena saya kurang tertarik dengan negara barat. 

Meski saya juga memang lebih baik tidak memakai barang yang bergambar bendera Amerika agar tidak dikira nge-fans sama negara itu.  Meski kemudian setelah banyak cari tahu saya juga jadi agak geram dengan kelakuan Amerika yang ternyata memperlakukan muslim tidak baik, dan kesewenang-wenangan lainnya. 

Ketidaksukaan muslim atau untuk bicara sempitnya ketidaksukaan saya pada Amerika adalah para pemerintahannya maupun penguasanya yang bertindak sungguh tidak berperikemanusiaan, khususnya pada muslim maupun negara-negara muslim. Sampai-sampai kami berusaha menjauhi produknya bukanlah hanya dengan alasan benci, tapi keuntungan dari penjualan produk mereka yang digunakan untuk biaya perang dan menghancurkan negara-negara seperti Palestina, Suriah dll. 



Lihatlah postingan sejenis itu sering saya lihat.  Saya bahkan tidak pernah mendengar kaum muslim rakyat biasa merencanakan hal sekeji itu pada orang beda agama maupun negara lain. Mungkin sebagian besar orang Amerika kejam pada Islam, meski mereka berhasil mengalihkan pandangan orang menjadi sebaliknya.  Kita patut saja membencinya, kita kemudian menjadi marah, dan ujungnya akhirnya kitalah menjadi pihak yang dianggap salah dan jahat.

Tapi diluar itu saya tahu, tidak semua orang Amerika punya pikiran seperti itu. Ketika saya bertemu orang Amerika, pernah di sekolah maupun tempat wisata, saya tidak serta merta akan memandang mereka seperti bagaimana penguasa mereka berlaku pada muslim. Sebagaimana kami tidak mau dipandang sebagai teroris  karena sekelompok orang jahat yang tidak kami kenal dan tidak paham agama kami tapi melakukan tindakan terorisme mengatasnamakan Islam. Jika mereka tidak memandang kami dengan angkuh, kami dengan suka hati menyambut mereka meski hanya dengan bicara sedikit dan senyum lebar karena masih takut dengan kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan. Hehe.

Setiap pribadi akan berbeda dengan lainnya.. Banyak orang muslim di Amerika, maupun orang Amerika yang masuk Islam.  Jadi bagaimana mungkin kita membenci semuanya??



Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qur’an. 5:8)

Sudah ada di Qur’an ya... kita nggak boleh berlaku nggak adil dan membabi buta saat membenci  suatu kaum. Kita nggak bisa ‘gebyah uyah’ hanya karena dia sebangsa dengan yang agak tidak kita sukai. Karena sangat mungkin jika orang tersebut sama sekali tidak terlibat dan berpikiran sebaliknya. Itu suatu ketidak adilan.

Meskipun baru-baru ini ada berita heboh mengenai Donald Trump yang berencana membuat aturan agar orang Islam di ban, dilarang masuk ke Amerika. Alasannya karena orang Islam banyak yang tidak suka Amerika atau karena alasan lainnya, bahkan orang muslim yang di Amerika pun diminta untuk memakai penanda bahwa mereka adalah muslim, jelas ini bentuk diskriminatif. 


Jujur saja, bukan rahasia kalau sebenarnya semua kejahatan yang mengatas namakan Islam hanya buatan mereka supaya mereka bisa berbuat sewenangnya pada orang muslim. Mereka memperlakukan buruk orang muslim dengan dalih muslim membahayakan mereka, muslim membenci mereka. Padahal..

Saya bicara jujur ya... kalau kalian pernah bertemu dengan orang yang iman Islamnya sudah tingkat tinggi, jangankan ngebom, melukai orang dengan perkataan, mengambil hak orang lain meski sedikit saja, membicarakan orang tanpa sepengetahuannya (istilah jawanya ‘ngerasai’) saja benar-benar nggak berani. Beneran. Saya banyak melihat muslim yang seperti itu. Karena Islam benar-benar mengajarkan akhlak secara detail, bab tentang akhlak itu luas sekali. Akhlak terhadap sesama, keluarga, saudara seiman, tetangga, teman, maupun orang non muslim semua ada adabnya.

Meskipun memang banyak yang mendukung rencana Donald Trump tersebut, banyak pula yang menentang saat saya melihat beberapa ocehan twitter beberapa orang Amerika.  Mereka menyayangkan dan merasa malu jika memang akan ada peraturan yang sangat diskrimatif terhadap agama seperti itu.

Kalau saya sih nggak ada kepentingan dan keinginan ke Amerika jadi nggak masalah. Hehe. Tapi bagaimana dengan orang yang sudah berkependudukan Amerika bahkan lahir disana. Tidakkah dia sakit hati karena ada peraturan seperti itu di negara dimana dia dibesarkan? Sekalipun Amerika tak bisa mengusir yang sudah disana, tidakkah dia merasa keberadaannya tidak diinginkan.

Salah satu muslim Amerika pun angkat bicara di akunnya : 



Terjemahan :
Dear Donald trump, Nama saya Marwa dan saya seorang Muslim. Saya dengar bahwa anda ingin kami untuk mulai memakai tanda pengenal, jadi saya putuskan untuk memilih satu untuk diri saya sendiri. Saya tidak mudah dikenal sebagai seorang Muslim jika hanya melihat dari penampilan saya, jadi tanpa pengenal baru saya akan membuat saya terlihat secara bangga tentang siapa saya.. Saya memilih tanda damai karena ini mewakilkan Islam yang mengajarkan kami untuk menentang ketidak adilan dan menginginkan persatuan. Satu-satunya yang mengajarkanku bahwa membunuh satu orang tak bersalah setara dengan membunuh seluruh manusia. Aku mendengar anda ingin melacak kami dengan mudah. Hebat! Anda bisa datang denganku di kegiatan Sadar Kanker di sekolah menengah lokal, atau anda bisa mengikutiku untuk bekerja dimana pekerjaan ini adalah untuk menciptakan kebahagiaan. Anda juga bisa melihat bagaimana Masjid di tempatku membuat sandwich untuk orang-orang tunawisma dan makan malam pemimpin antar agama dimana semua orang dipersilahkan hadir. Mungkin anda akan melihat bawa aku sebagai muslim tidak membuatku kurang sebagai warga Amerika seperti anda. Mungkin jika anda berjalan di langkah kakiku, anda bisa melihat bahwa saya bukan manusia yang kekurangan sesuatu apapun dibanding anda. Salamualaikum.

***

Opini singkat oleh beberapa orang muslim yang warga negara Amerika inipun juga sangat menjelaskan bahwa kita adalah pihak yang sebenarnya tersakiti. Kita dihantui ketakutan akan orang lain yang mensumpah serapahi kita tanpa kita berbuat apapun pada mereka. Jika memang muslim benar-benar mengajarkan kekerasan seperti yang mereka opinikan, saya yakin tidak seperti ini ekspresi mereka.




Dan yang terakhir, berikut adalah opini dari Muhammad Ali, seorang mantan petinju Amerika terkenal yang memutuskan masuk Islam sejak tahun 1975.

"Saya adalah muslim, dan tidak ada dalam Islam tentang pembunuhan orang tak bersalah seperti di Paris, San Bernardino atau di tempat lain manapun di dunia. Muslim yang sesungguhnya tahu bahwa kekerasan yang keji yang mereka sebut sebagai Jihad Islam adalah berlawanan dengan ajaran yang sebenarnya dalam agama kami. 

Kami sebagai muslim harus tegas pada siapa yang menggunakan Islam untuk melanjutkan agenda pribadi mereka. Mereka menyelentang jauh dari ajaran Islam. Muslim yang sebenarnya tahu atau harus tahu bahwa ini berlawanan dengan agama kami untuk mencoba dan memaksakan Islam pada siapapun. 

Berbicara sebagai seseorang yang tidak pernah tergugat pada kebenaran politik. Aku percaya bahwa pemimpin politik kita harus menggunakan posisi mereka untuk membawa pada pengertian tentang Islam dan mengklarifikasi bahwa pembunuh yang salah ini telah menyesatkan pandang orang tentang Islam yang sebenarnya."

Sesuai dengan perkataan Nabi, bahwa akan ada jaman dimana Islam harus menerima fitnah yang sangat besar, sangat tidak diragukan bahwa saat ini adalah jaman itu. Mungkin akan saya bahas selanjutnya mengenai jaman fitnah :)

Saya berandai, jika saja orang muslim yang melakukan itu. Melarang orang Amerika atau orang Kristen (mungkin agama Donald) untuk masuk Indonesia, dengan alasan agar orang muslim tidak terpengaruh propaganda mereka. Apa yang akan terjadi? Pasti semua akan mengecam Islam mati-matian. 

Sebenarnya yang diteror adalah kita. Sebenarnya yang takut pergi kemana-mana adalah kita. Sungguh pintar taktik mereka membuat sedemikian rupa agar Islam lah yang terlihat jahat, padahal sebenarnya muslim lah yang paling sedih dan sakit hati saat ini. 

Dunia ini sudah punya double standart yang nggak asing lagi. Yang jelas umat Islam jangan sampai membalas perlakuan mereka sama seperti yang mereka lakukan pada kita. Karena kita nggak akan ada bedanya. Kita tahu pelaku teroris bukanlah orang yang berkelakuan sesuai ajaran agama kita. Kita yang tahu benar seperti apa agama kita.  Bahkan jika semua dunia mengeroyok kita, satu hal yang tetap harus kita pertahankan adalah..

Iman..

Itu saja yang ingin saya bahas, maaf jika ada yang kurang berkenan. 

Wassalam. 

Label:

Arisa, Mualaf Jepang mendapat hidayah melalui Bahasa Malaysia

Assalamualaikum..

Sudah lama nih nggak bahas soal mualaf, padahal selama ini setiap buka internet banyak sekali kisah mualaf inspiratif selama ini saya baca dan bikin hati ikut senang. Semoga bisa masuk blog saya semua ya... hehehe.

Salah satu hal manfaat kita mendengar kisah orang mualaf adalah agar kita yang orang asli muslim ini lebih bersemangat untuk belajar tentang agama dan beribadah. Orang yang tidak lahir dari keluarga Islam saja begitu bersemangat belajar Islam dan beribadah. Mereka bahkan begitu bangga dengan agama Islam. Masak kita kita yang dikaruniai status muslim sejak lahir masih aja melempem..

Kali ini saya mau membahas tentang muslimah baru dari negara sakura yang belum pernah saya ceritakan sebelumnya. Agak terkesan dengan oni-san (kakak) muslimah cantik satu ini. Dia pintar berbahasa Inggris, Malaysia, Indonesia bahkan sedikit bahasa Korea. Padahal secara umum Jepang kan negara yang kurang menerima bahasa Internasional. Tapi tidak dengan oni-san ini..

Muslimah Jepang lain & Arisa
Nama di akunnya berupa nama panjang yang cenderung terdengar seperti nama Indonesia, Malaysia atau sedikit Arab. Panggilannya Arisa, dan ia sama sekali tidak memberitahu siapa nama Jepangnya. Nama itu adalah nama Islamnya begitu ia menjadi mualaf, dan panggilannya Arisa. Saya menemukan oni-san ini pertama kali di instagram secara tidak sengaja ketika ia mengaku bahwa ia adalah 100% japanese muslimah, di instagramnya juga dicatutkan url blog yang menceritakan tentang perjalannya sampai jadi muslimah.

Ternyata.. semua berawal dari bahasa Malaysia. Bagaimana bisa?

Saat kuliah ia mempunyai keinginan untuk mengambil jurusan bahasa asing, hal yang tidak banyak diminati dan diketahui orang Jepang. Ibunya menyarankan agar dia mempelajari bahasa Malaysia, meskipun ia sedikit terkejut dengan pilihan ibunya, tapi ia kemudian benar-benar belajar bahasa Malaysia meski tetap di universitas Jepang.

Setelah belajar bahasa Malaysia selama 1 tahun, masih banyak kata-kata yang tidak ia mengerti dan ternyata kata-kata itu berkaitan dengan Islam, dan ia mengambil kelas yang mengajarkan tentang Islam.

Ia kemudian ke salah satu Masjid di Tokyo bersama temannya. Dia melihat ketika orang-orang sedang sholat, dan dia agak terkejut ketika mengetahui muslim melakukannya 5 kali dalam sehari pada Tuhannya. Ia pun penasaran bagaimana bisa muslim MAU melakukan itu.  Saat itu pula dia berkesempatan memakai hijab untuk pertama kalinya, dan meskipun dia terbiasa dengan pakaian sexy sebelumnya, dia merasa sangat lega mengenakan hijab dan merasa seperti dihormati serta dihargai ketika mengenakan itu.

Ia kemudian menemukan hidayahnya di Malaysia, dia belajar di Malaysia selama sebulan dan hanya dalam kurun waktu tersebut banyak yang dia pelajari. Dia mencoba untuk full memakai hijab selama satu bulan dan belajar beberapa doa meski ia belum masuk Islam. Ia merasakan gerah pada awal ia mengenakan hijab, tapi ia merasakan kebahagiaan di hatinya. Dia terus berdoa, berharap mendapat hidayah karena sepertinya ia sudah mendapatkan ketenangan hati pada Islam, tapi masih sulit karena masalah pertimbangan dengan keluarga, teman dan juga pacarnya kala itu.
Tapi ia kemudian memilih untuk menjalankan apa yang dia yakini dalam hati, dan ia sangat percaya pada Allah sehingga diapun memutuskan untuk membaca shahadat dan masuk Islam.

Dan diakunnya sekarang, seorang Arisa ini tak beda dengan muslimah-muslimah hebat lainnya yang setiap hari membahas tentang kegiatannya dalam lingkup agama. Membanggakan statusnya sebagai muslimah dan memperkenalkan pada orang-orang tentang kehidupan sebagai muslim di Jepang, juga menceritakan tentang perkembangan muslim-muslim Jepang lainnya. Alhamdulillah..

***

Masya Allah sekali setiap mendengar cerita bahagia seorang mualaf tentang keIslamannya. Bagaimanapun cara dan jalannya, setiap orang yang memang meminta jalan hidayah Allah, pasti akan Allah arahkan pada petunjuk itu tidak peduli seberapa jauhnya orang itu dari peradaban muslim. Dan hanya karena berawal belajar bahasa Malaysia, seseorang dari negara lain bisa mendapat hidayah.

Saya juga beberapa kali mendengar tentang kisah mualaf orang Korea yang menceritakan keIslaman mereka ditengah argumen buruk orang Korea tentang Islam. Yaitu beberapanya karena awalnya tertarik dengan bahasa Arab, kemudian memaknai Al-Qur'an dari bahasa aslinya. Adapula yang masuk Islam karena dia ditugaskan di Turki, dan selama disana dia diperlakukan dengan sangat  baik oleh penduduk Turki karena mereka menegaskan bahwa Islam mengajarkan begitu. 
Adapula yang masuk Islam karena melihat kegigihan, kepercayaan diri dan kecintaan muslimah Malaysia dengan hijabnya. 

Wah... bagaimana dengan kita. Bisakah orang Indonesia mencerminkan bagaimana Islam yang sebenarnya dihadapan orang asing? Jika semua bisa melakukan itu, kata ustadz Felix sih... nggak mungkin nggak jatuh cinta. (Jatuh cinta sama Islam, bukan sama anda, jangan GR. Hehehehe.. becanda ya.. :D)

Ps. Untuk Arisa San yang bisa bahasa Indonesia dan mungkin membaca, minta ijin ya untuk mengpost blog tentang anda untuk inspirasi yang lain, semoga berkenan. hehe. Jazakillah ^^

Sekian, semoga bawa manfaat. 
Wassalam.

Label:

Hati yang Terbolak - Balik

Assalamualaikum..
Bismillah..


Kembali dengan saya, perempuan penulis blog yang tidak mau disebut namanya, dan tidak mau nongol wajahnya hehe. Kali ini saya ingin menuliskan sesuatu untuk renungan diri sendiri maupun teman-teman yang lain. Semoga ada manfaat ya...
Tentang apa? 

Yups, tentang Hati. 
Bukan mengenai hati orang lain yang tidak mungkin kita jelajahi secara mendalam, tapi mengenai hati kita sendiri yang kadang sulit kita kenali. 

Pernah nih saya mendatangi pengajian seorang ustadz di kota saya dan beliau berkata, "Jangan PeDe dengan keimanan kita yang sekarang."

Dan satu lagi, jangan merasa aman dengan keimanan kita yang ternyata penuh dengan cela di dalamnya (nasehati diri sendiri T_T)

Kenapa?
Seperti yang kita rasakan sendiri.. hati ini bagai empat musim, cepat sekali berganti. Sudah setannya nggoda terus, kitanya juga kurang kenceng imannya. Jadi suka terombang-ambing oleh perasaan yang tak pasti. Tapi seharusnya yang menjadi fokus utama, jangan sampai perubahan hati itu memperngaruhi iman kita, jangan sampai. Cari hidayah aja dah sulit, tapi yang jauh lebih sulit adalah istiqomahnya.. Seberapa jauh kita bisa bertahan pada ketetapan hati dan seberapa lama kita bisa setia pada ketaatan padaNya. Itu memang tanda tanya besar.
Kepintaran dan keimanan, keduanya mungkin hakikatnya berbeda tapi ada hal dasar yang hampir sama, dan dua-duanya adalah kelebihan yang tentu saja tidak boleh disombongkan..
Kepintaran itu letaknya di otak, sementara Iman itu letaknya di hati.
Ada orang pintar yang pintar terus selama dia istiqomah belajar, ada juga orang yang beriman sampai mati karena komitmen hatinya.
Dan kedua-duanya bisa juga berubah. Yang pintar bisa saja berbalik jadi bodoh dan lupa ketika dia malas belajar, begitu pula iman bisa merosot jika ketaatan kita kian lama kian kendor.

Apa yang mendasari? Tentu saja niat dan dorongan hati.
Iman itu rasa-rasanya lebih susah dipertahankan karena iman itu bermuara di hati, sementara hati terkadang sulit di kontrol meski oleh yang memiliki hati itu sendiri.

Bedanya lagi, jika pintar disombongkan mungkin saja kepintaran itu tetap masih ada.. meski itu memang sikap yang salah.
Sementara iman jika disombongkan maka tidak berarti apa-apa lagi.


”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)

Nah.. pernah tahu nggak orang yang dikenal beriman dan memang beriman bisa berbalik jalan?
Atau ada orang yang berimannya musiman?
Berimannya mood-moodan ?
Berimannya banyak pertimbangan? Banyak mikir dan banyak alasan?
Terkadang kita tak perlu menunjuk orang lain, cukup merenungkan dan mengakui bahwa kita pernah seperti itu.

Seperti lagunya gigi... 'Pagi beriman, siang lupa lagi, sore beriman, malam amnesia.."
Ada nggak yang merasa begini, jangankan beda hari, beda bulan, beda tahun..
Dalam sehari aja semangat ibadahnya bisa berubah-ubah..
Kalau siang niat banget sholatnya, kalau shubuh males banget bangun, malemnya ketiduran.
Kemarin-kemarin baca Qu'ran sehari satu juz, sekarang selembar aja males banget. 
Biasanya rajin banget sholat wajib plus plus sholat sunnah, sekarang sholat wajib aja setengah hati..
dan banyak contoh lain..


Rasulullah saw pernah bersabda : “Sesungguhnya hati anak cucu Adam lebih cepat perubahannya dari periuk yang berisi air mendidih.” (HR Ahmad)

Dalam grafik dari Tazkiatun Nafs (rumahbaca.com), menyimpulkan 3 jenis grafik yang menggambarkan keimanan kita :
Iman Pertama, turun dan naik berada dalam posisi sama. Naik dan turun hampir sama besar dan cepatnya. Keimanan seperti ini memungkinkan seseorang mendapatkan khusnul khatimah (baik di akhir), bila Allah berkenan mencabut nyawanya pada saat iman sedang naik. Namun bila Allah mencabut nyawanya pada saat imannya turun, maka ia akan mendapatkan su’ul khatimah (jelek di akhir)
Iman Kedua, naiknya sedikit, tapi mudah turun secara drastis. Orang yang memiliki keimanan seperti ini, kemungkinan besar akan meninggal dalam kondisi su’ul khatimah. Wallahu’alam
Iman Ketiga, naiknya cepat, tapi lambat turunnya dan sedikit. Orang dengan iman konstruktif seperti ini, ketika ketaatannya naik, ia akan merasakan betapa lezatnya keimanan. Namun saat ia terjatuh pada kemaksiatan, ia akan resah dan ingin segera meninggalkan kemaksiatan tersebut.


Rasulullah saw pernah bersabda : “Sesungguhnya hati anak cucu Adam lebih cepat perubahannya dari periuk yang berisi air mendidih.” (HR Ahmad)

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Rasulullah saw pernah bersabda : “Sesungguhnya hati anak cucu Adam lebih cepat perubahannya dari periuk yang berisi air mendidih.” (HR Ahmad)

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Pernah nggak sih kita gitu??
Pasti pernah..

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (Quran. Al-Hajj:11)
Ketika hati terbolak-balik tidak bisa menetap pada hati yang selalu baik, bukankah itu mengkhawatirkan dan membuat diri kita sendiri takut? Sebenarnya ini lebih menakutkan dibanding keadaan berubah dari kaya dari miskin. Menjadi orang baik kemudian balik buruk lagi itu sebuah bencana.

Ada kata-kata 'Jangan berjanji ketika sedang bahagia, Jangan menjawab saat anda sedih, Jangan membuat keputusan saat marah.'

Seseorang saat diuji kenikmatan, dengan kata lain sedang bahagia mungkin saja hatinya melambung dan semua yang disekitarnya dianggap berpihak padanya. Dia bisa melakukan apa saja termasuk melakukan ketaatan apa saja yang diperintahkan. Tapi saat takdir berbalik lagi, ketika dia harus mengalami suatu ujian, maka dia merasa bahwa Tuhan tidak adil dan dia tidak bersemangat untuk beribadah lagi.. Dia hanya sanggup beriman dan seakan berjanji pada Tuhan bahwa dia akan terus begitu kalau Tuhan memenuhi semua keinginannya. Kalau Allah tidak memenuhi semua keinginanmu, apakah itu berarti Allah tidak sayang dengan kita? Tentu tidak.. Coba baca ayat Al-Qur'an di bawah ini.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi. (Quran. 29:2)
Sebenarnya bisa dibilang kita sombong kalau kita sudah merasa iman kita cukup. Kita merasa iman kita sudah tinggi sehingga Allah hanya menurunkan apa yang menyenangkan hati kita saja.  Allah bukannya menghukum kita jika Ia memberi kita cobaan yang agak berat kita jalani. Tapi ingatlah.. dunia ini memang tempat ujian. Bahkan kesenangan yang kita anggap nikmat sebenarnya adalah ujian, ujian apakah kita tetap bersyukur dan rendah hati. Jika kita sombong dan kikir, suatu saat nikmat itu akan membinasakan kita. Ingat satu hal, kita tidak boleh su'udzan atau berprasangka dengan keputusan Allah terhadap diri kita. Itu satu hal yang benar-benar harus kita tanam dalam pikiran. Dalam Qur'an ada kata-kata ''Hanya orang kafir yang berputus asa dari Rahmat Tuhannya." Jadi jangan karena sedikit ujian, kita berbalik menganggap Allah tidak lagi memperhatikan kita. Naudzubillah..

Semakin Allah mencintai seorang hamba, maka Ia akan memberikan ujian padanya. Agar Ia terus mendengarkan hamba itu berdoa padaNya dan makin besar imannya. Satu hal lagi yang perlu diingat, doanya orang mukmin itu selalu di dengar Allah, mungkin tidak selalu dijawab untuk perkara dunia, tapi bisa saja Allah menyimpan doa kita untuk urusan akhirat kita. Jadi tenanglah, selama kita berdoa, kita pasrahkan semua padaNya.

"Cobaan hidup bukanlah untuk menguji kekuatan dirimu, tapi menakar seberapa besar kesungguhanmu dalam memohon pertolongan Allah." (Ibn Qayyim)

Atau mungkin ada saatnya kita sulit meningkatkan semangat beribadah sekencang dulu, tidak sekusyuk dulu. Ini memang ada yang salah dengan kita, mungkin kita terlalu sering melakukan hal yang tidak baik, maka melakukan hal yang baik jadi agak berat. Teori umumnya seperti itu..

Tapi jangan pernah berbalik dan berhenti. Berjalanlah perlahan.. Tetap lakukan yang wajib dan ingatlah terus kesalahan kita dan ingatlah terus banyaknya nikmat dari Allah. Hal seperti itu lama kelamaan akan mendorong kita untuk menambah ibadah yang lain. Insya Allah.

Ada satu hadits berbunyi, "Jika kau tidak sanggup berlomba dengan ibadah orang beriman, maka berlombalah dengan istighfarnya (taubat) orang berdosa."

Banyak saja kita mohon ampun sama Allah, minta maaf karena kita sudah melampaui batas. Perbanyak istighfar setiap waktu..

"Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan." (Imam Al-Ghazali)

Karena terkadang kehendak kita yang besarlah yang kadang menikung hati kita sendiri. Kita sibuk mempersiapkan untuk mencapainya, sampai berkurang porsi ibadah kita. Kemudian ketika semua tercapai makin lupa kita bahwa itu adalah saat kita harus bersyukur makin banyak. Sementara ketika semua tidak berjalan kehendak, kita mogok ibadah karena merasa Tuhan tidak adil. 

Naudzubillah semoga kita dibersihkan dari hati yang guncang seperti itu. Meskipun iman naik-turun mungkin memang fitrah manusia, semoga Allah terus mengingatkan kita untuk kembali lagi untuk teguh di tempat yang sesuai  dengan petunjuknya. Aamiin Yaa Rabb..

Semoga ada manfaatnya untuk yang baca dan untuk saya sendiri. 
Apabila ada salah kita maafkan dan semoga Allah terus menunjukkan saya yang terbaik. 

Aamiin. Jazakillahu Jazakallahu khayr
Wassalam..  

Label:

Kaya Miskin - Hidup Itu Sawang Sinawang by Ustadz Felix

Assalamualaikum..

Lama nggak buka tulisan ustadz Felix, tiap buka selalu ada kalimat-kalimat renungan yang bagus yang langsung menancap ke hati. Buat kita yang selalu mematok taraf bahagia pada satu hal, padahal semua orang bisa mendapatkan kebahagiaan dan kekayaan hati masing-masing meski dalam keadaan yang berbeda-beda.



1. Yang nggak pernah naik pesawat ngira naik pesawat enak | yang udah sering naik pesawat, rasanya bosen, lelah
2. Yang nggak pernah keluar kota, nginep di hotel ngira itu semua keren | yang udah sering traveling, capek, pengennya mah dirumah aja
3. Hidup itu sawang sinawang, saling memandang, kita kira dia enak | dia sudah sampai posisi itu, ternyata bagi dia nggak enak-enak juga
4. Persis harta, orang mental miskin, ngirain bahagia itu letaknya pada duit | dia nggak ambil pelajaran, bahwa bahagia jelas bukan disitu
5. Dalam Al-Qur'an sudah jelas, miskin dan kaya itu sama | sama-sama bala', sama-sama untuk menguji
6. Jadi sayang banget orang yang seluruh hidupnya mikirin duit terus | ngetwit untuk duit, bikin akun untuk duit, usaha untuk duit, semua
7. Sayang banget orang yang bangun pagi cuma mikirnya duit terus | gimana bisa punya rumah lebih luas, duit lebih banyak, sayang banget
8. Kasian yang impiannya diukur pake duit, pengen punya 10 M, 100 M, 1 T | kasian, kasian, ujian kok dijadiin impian, dijadiin tujuan
9. Bukan ga boleh kaya, bagus kalo bisa kaya, tapi bukan itu tujuannya | kaya itu selingan aja, sampingan, hasil ikutan, bukan jadi impian
10. Itu kalo yang kamu cari bahagia loh ya, letaknya bukan pada harta | tapi menghamba total kepada Allah, habisin hidupmu untuk dakwah
11. Keinget seorang tabi'in saat ditanya penguasa "kamu mau minta apa? nanti aku pasti berikan" | dia jawab, "maksudmu minta harta dunia?"
12. Penguasa jawab "iya, kamu mau minta harta dunia berapa banyak? apa aja" | tabiin itu menjawab dengan jawaban mencengangkan penguasa
13. Jawabnya "sama Allah yang punya dunia saja aku tak pernah meminta dunia, apalagi sama kamu yang tak memiliki dunia" | jlebbb
14. Ini nasihat buat diri saya sendiri yang masih tamak akan dunia | juga bagi siapapun yang merasa sama penyakitnya sama saya

Wassalamualakum

Label:

Arab Saudi, Antara yang Aku Dengar dan yang Aku Lihat

Assalamualaikum..



Baru beberapa menit yang lalu saya memposting tentang Arab Saudi dan sekarang saya akan menuliskan topik yang sama. Saya paling nggak bisa kalau menelan berita mentah-mentah hanya satu sisi. Saya percaya bahwa semua hal ada sisi baik dan buruknya.  Saya tidak pernah ke Arab Saudi, (semoga suatu saat Allah memberi panggilan saya kesana), sehingga saya tidak benar-benar tahu seperti apa sebenarnya disana.

Sementara banyak kabar berhembus yang agak menodai nama Arab Saudi ini. Apakah benar? Karena saya tidak tahu, maka saya mendengar dan menulis dari orang yang memang sudah melihat dengan mata kepaa sendiri. Coba simak

_______________

Riyadh KSA, 14 Dzulhijjah1436 H
Akhukum fillah:
Ustadz Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah 

via Mozaik Islam

Sering Aku mendengar orang berkata: "Arab Saudi adalah antek-antek Israel"


Akan tetapi aku melihat dan menyaksikan para khutaba dan ulama' Arab Saudi mendoakan muslimin Palestina. Akupun menyaksikan dan membaca Raja Salman mengutuk dengan keras tindakan agresor yahudi...dan beliau memainkan peran politiknya di dunia internasional untuk menghentikan tindakan israel...bantuan-bantuan finansialpun pun digelontorkan untuk membangun kembali infrastruktur gaza yg porak poranda.

#######

Sering aku mendengar media massa bertutur bahwa Arab Saudi tidak peduli dengan urusan kaum muslimin.

Akan tetapi aku meyaksikan jutaan kaum muslimin Rohigya dan Suriah di tampung di negeri ini, tidak sekedar diberikan tenda-tenda pengungsian bahkan lebih dari itu, mereka diberi faslitas makanan, pendidikan dan pekerjaan. Tidak kah kita masih ingat...berapa juta dollar yang dikucurkan Arab Saudi untuk korban Tsunami Aceh ????

########

Sering aku mendengar media indonesia berkata: " Negara Arab Saudi tidak becus ngurus jemaah haji"


Akan tetapi aku menyaksikan milyaran atau bahkan trilyunan dollar digelontorkan oleh kerajaan Arab Saudi untuk membangun dan memberikan fasilitas yang nyaman bagi tamu-tamu Allah.

Bukit batu yang kuat dihancurkan dan dibuatkan terowongan-terowongan raksasa untuk memudahkan jemaah haji dalam perjalanan menuju lempar jumroh...terowongan2 itu dilengkapi mesin penetral udara agar para jamaah tidak merasa sesak, ditambah eskalator yang canggih untuk memudahkan perjalanan para jemaah...para tentara yang seharusnya memikul senjata, mereka dengan sabar mengarahkan dan berteriak2 demi kelancaran arus jemaah di terowongan...mereka membawa semprotan2 air...agar memberikan kesegaran bagi jemaah yang kelelahan.
Di bangunkan kemah-kemah di Mina plus pengatur udara agar jemaah tdak kepanasan.

Masjidil Haram diperluas agar daya tampung jemaah semakin banyak, dibuatkan mathof (tempat thowaf) untuk para lansia yang cacat agar mudah melakukan thowaf.

WC2 dan tempat wudhu di lantai bawah diperbanyak dan dilengakapi eskalator untuk mempermudah para tamu-tamu Allah.

Dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan semua

######

Aku sering mendengar media berkata: " Arab Saudi negara yang merombak kota suci Makkah menjadi seperti kota Las Vegas"


Tapi aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri...Makkah masih dan insya Allah senantiasa dalam naungan syariah...tiada diskotik, tiada tempat perjudian, tiada tempat pelacuran

Tiada aurat wanita terlihat....toko2 dan marketpun tutup ketika panggilan shalat dikumandangkan, para tamu Allah di muliakan, dan sedikit sekali dijumpai kejahatan. Kalaupun ada kejahatan dan kemungkaran...itu bukan berarti kerajaan melegalkannya.

########

Sering aku mendengar orang bilang "Arab Saudi adalah negara penyiksa para TKW"


Tapi aku melihat sendiri seorang lelaki saudi dengan pakaian khasnya selepas shalat Ashar mendatangiku di salah satu masjid di kota Riyadh dan berkata: anta indunisiy? Anta da'i hena? (Anda orang indonesia? Anda seorang dai?), ia melanjutkan kalimatnya kepadaku: aku punya seorang pembantu wanita di rumah..aku sangat kasihan kepadanya, aku ingin menghajikan dia tahun ini, bisakah anda membntuku untuk menemukan travel khusus untuk para TKW indonesia agar pembantuku bisa haji bersama mereka?

Dalam hatiku berkata: majikan ini baik sekali, ia tidak hanya memperhatikan urusan dunia saja bagi pembantunya..bahkan ia membantunya untuk menyempurnakan rukun islamnya.

Kisah lain, seorang pembantu berkata bahwa majikan lelakinya sangat baik sekali, kalau dia datang dr kantor maka ia berkata keras di depan pintu "aku dataang" artinya pembantu wanita harus memakai jilbab. Majikan wanitanya pun baik hati ia sering mengajaknya makan bersamanya...klo ada berita di TV ttg indonesia maka si pembantu yang di dapur dipanggil untuk ikut meyaksikannya....jika ada acara kajian syekh di TV maka pembantu tersebut juga diajak menyimak bersamanya. Ketika pulang ke indonesia si pembantu inipun dibekali banyak kitab2 terjemahan bahasa indonesia.

#######

Aku mendengar orang-oeang berkata: " Arab Saudi negeri wahhabi anti ulama madzhab"

Akan tetapi aku menyaksikan di kampus-kampus Saudi kitab-kitab ulama madzhab dimuliakan dan dipelajari.

#####


Sering Aku mendengar orang2 menjelek-jelekan Arab Saudi....akan tetapi yang aku lihat:

- Kerajaan Arab Saudi menjadikan Hukum Islam sebagai Undang-undang negara

- Hudud dan qishas diterapkan di Negeri Arab Saudi

- Negara berdasar ahlussunnah wal jamaah alal kitab was sunnah ala fahmi salafil ummah

- Syiar-Syiar Islam tampak jelas di negeri Arab Saudi

- Imam-imam masjid digaji dan dimuliakan oleh negara

-Di Arab saudi pendidikan Gratis

- Arab Saudi memberikan bea siswa bagi anak-anak kaum muslimin dari lintas benua untuk menimba ilmu di negerinya.

- tidak ada pajak

-tidak ada uang parkir

-tidak ada uang pembayaran jasa tol

- Angka kejahatan sangat sedikit bahkan Arab Saudi adalah negara di dunia yang paling terkecil angka kejahatannya.

- Tidak ada Miras dijual secara legal.

- Tidak ada tempat hiburan, diskotik, pelacuran dan perjudian. Kalaupun ada maka itu bukan sesuatu yang legal..dan akan ditindak keras bg pelakunya.

- Tempat-tempat berbelanjaan besar sekelas carefour ataupun yg lainnya harus tutup bila adzan tiba. Sebagaimana yang saya lihat di kota Riyadh dan kota Jeddah, begitu juga Makkah dan Medinah.

- di Mall2 tersebut sediakan masjid besar, yang jika adzan tiba penuh sesak dengan orang shalat...artinya negara ini mampu membina warganya untuk mengingat Allah.

- Negara Arab Saudi ini menjadi negeri kedua bagi para pekerja...sangat banyak kita jumapai negara ini menampung tenaga kerja dari negeri2 muslim.

Semoga Allah selalu menjaga negeri Tauhid dan melindunginya dari makar musuh-musuhnya.
Semoga Allah menjaga rajanya al-Malik Salman bin Abdil Aziz hafizhahullah dan selalu membimbingnya....


Aamiin. 

Wassalam..

Label:

Ada Apa dengan Arab Saudi??

Assalamualaikum...


Maaf karena saya jarang-jarang mengisi disini karena kesibukan. Padahal banyak banget yang ingin di tulis. Oke, karena ini saya sedang mencuri-curi waktu sambil bekerja, saya akan membahas satu hal yang lagi rame dimana-mana khususnya bagi kaum muslim.

Inti dari semua yang memancing pembahasan dimana-mana adalah kegiatan haji di Mekkah, Arab Saudi. Siapa sih yang nggak mendengar berita yang begitu memilukan. Mulai dari tragedi crown jatuh akibat petir dan cuaca buruk di Masjidil Haram , kebakaran hotel sampai yang paling mengguncang adalah kejadian di Mina yang sampai membuat lebih dari 700 orang jamaah haji meregang nyawa. SubhanAllah..

Tragedi Crone Mekkah

Kebakaran Hotel di Mekkah
Mina
Saya sempat shock dan sedih atas berita pertama kali yang menimpa para jemaah haji disana yaitu kejadian crone jatuh akibat petir dan cuaca buruk. Crone sebesar itu bisa jatuh dan tentu memakan korban jiwa yang cukup banyak.

Baiklah.. ini mungkin selain karena keberadaan crone yang memang bukan 'perangkat' asli masjid, inipun juga murni karena kejadian alam berupa hujan es dan angin kenceng yang tidak bisa diprediksi. Semoga saja orang-orang yang menjadi korban di sana menjadi syuhada.. Mereka meninggal di jalan Allah, meski terlihat menyedihkan tapi semoga itu menjadi kebahagiaan mereka di kehidupan yang baru. Aamiin

Setelah saya mendengar berita ini, kebetulan sekali saya membaca Al-Qur'an dan pembatas mengaji saya tepat di surat Al-Hajj. Saya membaca artinya dan seperti tepat untuk mereka yang kembali pada Allah, terkena bencana saat beribadah :
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.
Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (Al Hajj : 58-59)

Yang kedua adalah kejadian kebakaran hotel di mekkah yang ternyata penyebabnya adalah human error yaitu dari alat penanak nasi milik jemaah haji. Ini memang musibah kecil meski harus dapat perhatian juga agar tidak membahayakan yang lain.

Dan yang ketiga ini paling menyayat hati..
Tragedi Mina. Penyebabnya adalah pembludakan orang yang menyebabkan penumpukan jumlah orang dan akhirnya ada yang terinjak-injak. Jumlah korbannya sangat banyak, dan membuat banyak orang yang bertanya-tanya. Tragedi Mina memang pernah terjadi, tapi tidak pernah terjadi separah ini. Ada apa?

__________________

Beberapa orang akhirnya membuat konklusi bahkan berpendapat tajam, banyak yang memprotes Arab Saudi dan menjelek-jelekkannya. Apakah benar ada yang tidak benar dengan Arab Saudi? Atau hanya karena manajemennya yang memang sedang buruk. 

Nah, bahkan ini sudah menjadi kabar burung yang mengudara luas. Sudah banyak statement yang menuding Arab Saudi sekarang tidak seperti yang dulu lagi (apalagi jika dibandingkan dengan jaman Nabi, huhu). Dan bahkan ada yang mengeluarkan pernyataan bahwa, "Arab Saudi itu berteman dengan Amerika[*].". Arab Saudi tidak pro Palestina, dll. Bahkan banyak yang mempermasalahkan Puteri Arab Saudi yang tidak berhijab. 
Apakah ke Islaman Arab Saudi yang sekarangdisana sudah tercampur aduk? Atau ini juga bagian konspirasi untuk menjelekkan nama Arab Saudi yang notabene pusat ibadah orang Islam?
Wallahu Alam ya... karena saya tidak melihat dengan mata kepala sendiri.

[*] Berteman dengan orang Amerika tidak ada yang salah selama orang itu memang tidak berpengaruh buruk, (sama saja dengan orang dari mana saja) tapi kita bicara mengenai kepemerintahan dan adidayanya ya... hehehe

Tapi fenomena ini (lagi-lagi) memang sudah ada hadits, ketika orang-orang mulai memandang curiga dan bersu'udzon ria mengenai Arab :

Telah bercerita kepada kami Syuja' bin Al Walid berkata, disebutkan oleh Qabus bin Abu Dlabyan dari ayahnya dari Salman Al Farisi berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallambersabda kepadaku:
"Hai Salman! Jangan benci aku sehingga kau akan meninggalkan agamamu." Aku berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin aku membenci Tuan sementara berkat Tuan Allah memberi hidayah pada kami." Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan kau benci bangsa arab sehingga kau akan membenciku."
(HR Imam Ahmad no. 22615)

Jadi ya sudahlah diluar baik dan buruk, Arab atau bukan. Ini memang karena kita manusia yang memang punya salah dan bisa benar. Kalau memang bangsa Arab memang mulai membelok, kita hendaknya tetap berkiblat di Mekkah dan berpacu di Al-Qur'an, tidak mengikuti orang Arab kesalahan yang jaman sekarang, dan tetap harus mengakui kebaikan mereka, dan tidaak mengingkari.

Nah... tapi nih mengenai kejadian Mina, ada statement lain lagi yaitu 'TRAGEDI MINA BY DESIGN' ?? Maksudnya ada yang sengaja membuat tragedi ini menjadi begitu besar. Apa maksudnya? Jadi ada dalang di balik semua ini? Tak tahu.. Coba kita simak sejenak pembahasan dari twitter @abdullahhaidir1 berikut ini.. 

1. Bismillah... ingin melanjutkan bahas tragedi Mina kemarin, ada beberapa klarifikasi dn pertanyaan mengusik serta info menarik....
2. Saya tidak menyangka sama sekali jumlah korban wafat dalam tragedi Mina kemarin begitu besar, mendekati angka seribu. Plus yang cider lebih banya
3. Ini angka yang sangat fantastis. Ketika mengetahui angka tersebut, saya pikir ini tidak normal. Ada beberapa hal yang cukup mengusik.
4. Sebab, setahu saya, ketika dahulu jamarat masih sempit, kalaupun terjadi musibah desak-desak, korban wafat tidak sampai di atas 200 jamaah...
5. Tentu saja, jumlah segitu sudah sangat besar, tapi kali ini mencapai mendekati atau sudah 800 jamaah, sangat menyedihkan...
6. Perlu saya tekankan, tanpa bermaksud apologi, petugas yg mengatur arus jamaah sebenarnya sangat banyak. Mrk bukan sekedar relawan biasa.
7. Pengelolaan jamaah haji ini setiap tahun selalu dievaluasi, menampung masukan, dan relatif cukup banyak perbaikan signifikan.
8. Di Saudi untuk urusan haji ini dibuatkan departemen dan menteri khusus untuk haji. Dikenal sbg wazaratul haj....
9. Bahkan dijadikan pula sebagai salah satu kajian akademik, juga dibuat lembaga kajian khusus untuk pengelolaan ibadah haji dari berbagai sisi.
10. Meskipun tentu saja, Saudi yang paling bertanggungjawab dalam masalah ini, namun jangan dipahami bahwa tidak ada usaha maksimal mereka dalam hal ini.
11.  Nyatanya memang, sejak musibah Mina terakhir thn 2006, nyaris tidak terdengar musibah berarti lagi setelah itu, hingga datang musibah kemarin.
12. Sekitar tahun 2008 saya pernah bawa satu bis rombongan saya berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina setelah shubuh, waktunya sama dengan kejadian kemarin.
13. Padahal dalam rombongan ada kedua mertua yang cukup lanjut usia, juga isteri dan ketiga puteri saya yang masih kecil, Alhamdulillah aman..
14. Memang padat sekali jalannya, kami harus berhenti beberapa kali utk lihat suasana. Namun akhirnya dapat melontar dengan aman.
15. Padahal ketika itu, lokasi jamarat sedang dalam proses perluasan dan penambahan tingkatnya, dan jumlah jamaah haji belum dipotong seperti sekarang.
16. Artinya, setelah tragedi Mina terakhir, tahun 2006, terjadi perombakan besar-besaran, bagi dari segi bangunan maupun teknis pegaturannya....
17. Dan itu cukup berhasil, apalagi setelah 4-5 tahun belakangan, setelah lokasi jamarat yang berlantai 5 selesai dibangung, melontar sangat nyaman
18. Terkait dg kejadian kemarin, insiden bukan terjadi di jamarat, tapi cukup jauh dari jamarat, bahkan juga bukan di jalan utama pejalan kaki..
19. Ada beberapa jalur yg disediakn dr Muzdalifah ke Mina, yg paling tengah dn paling besar, disebut thariq musyat, khusus pejalan kaki....
20. Andanya setelah memasuki area Mina, ada jalan yg diberi awning, juga disediakan blower raksasa di kiri kanan jalan utk pengaturan udara,,
21. Adapun insiden kemarin terjadi di jln cabang, bukan dijalan utama pejalan kaki. Di tengah perkemahan resmi jamaah haji.
22. Jubir resmi Saudi laporkan bahwa jalan tersebut jalan cabang, dan penumpukan jamaah dalam jumlah besar di jalan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.
23. TKP dari lokasi jamarat, masih jauh, +- 2 km, jalur utama pejalan kaki ada di sebelah kirinya.
24. Jadi lokasi kejadiannya adalah di tengah perkemahan resmi, maka korbannya kemungkinan besar adalah jamaah haji resmi yg memiliki tenda resmi.
25. Lokasi kejadian di jalan dekat perkemahan warga negara-negara Arab dan Asia selatan
26. Biasanya di jalan ini, minim kerawanan insiden. Jamah haji umumnya punya tenda, mereka dapat istirahat, dan juga biasanya dijadwal ke jamarat...
27. Tingkat kepadatannya pun tidak seperti dijalur utama pejalan kaki tadi. Kalau mereka berjalan searah, walaupun dalam jumlah banyak, aman insyaAllah.
28. Lalu mengapa terjadi musibah yang amat memilukan ini? Ada beberapa benang merah yang coba saya himpun, ini baru analisa pribadi....
29. Setelah kejadian tersebut yang lantang memojokkan Saudi adalah Iran, resmi dari para pemimpinnya, jangan tanya dengan para pengikutnya, termasuk di Indonesia
30. Sebenarnya wajar sekali Saudi dikritik, tapi nada mereka sngat terkesan unsur 'syamatah'.... bahasa kita adalah 'rasain lu'... 'makan tuh'..
31. Yang rame juga kaum liberalis... mereka dapat amunisi besar untuk pojokkan Saudi. Mereka lupa, konser musik yang cuma puluhan ribu sering terjadi insiden.
32. Sangat besar kemungkinan, insiden ini by design, ada yg siap buat masalah, dan sudah disiapkan npula statement politiknya...
33. Membaca beberapa berita yang masuk dan info dari kawan-kawan, besar kemungkinan, kaum syiah bermain (syiah pusatnya di Iran). Santai..... jangan panas....:)
34. Jamaah haji Iran termasuk jamaah haji terbesar jumlahnya, bahkan mungkin yang pertama atau kedua setelah Indonesia..
35. Laporan media: Insiden terjadi berbarengan mengalirnya gelombang jamaah haji asal Iran dalam jumlah sangat besar
36. Ada saksi mata yg laporkan, jamaah haji Iran kembali dr jamarat melalui jalan yang sama, seharusnya melalui jalur lain.
37. Tentu saja arus mereka bentrok dengan arus jamaah yang hendak berangkat ke Mina utk melontar jumrah.... terjadilah insiden tsb.
38. Maka praktis TKP menjadi jalur pergi pulang jamaah Iran dan jamaah warga Arab serta warga Asia selatan...
39. Kita tahu, kondisi politik Iran dan Saudi sdng panas-panasnya. Pasukan koalisi sedang bergerak rebut ibu kota Yaman yang dikuasai houthi dukungn Iran
40. Jelas ada kepentingan besar untuk jatuhkan Saudi di mata internasional. Merekayasa insiden haji adalah hal yg cukup efektif.
41. Secara idiologis, hari kesepuluh Zulhijjah memiliki arti tersendiri bagi kaum Syiah . Apa itu?
42. Kesimpulannya, pada hari kesepuluh Zulhijjah, pada hari Nahr atau Idul Adha, Abu Bakar asshidiq umumkan di Mina keputusan Nabi tsb.
43. Dengan demikian, sejak saat itu, riwayat kemusyrikan dan prakteknya tamat dari tanah suci Mekah. Lalu tahun depannya Nabi pergi haji...
44. Apa kaitannya pengumuman yg disampaikan Abu Bakar tadi dg orang-orang Syiah? Mereka yang berpendapat yang berhak mengumumkan itu seharusnya Ali...
45. Sebab ini, versi mereka, sudah menyangkut masalh kenegaraan, dan Ali ra bagi syiah adalah pemilik sah kekhalifahan setelah Rasulullah saw.
46. Panjang dah alasan merek soal ini, silakan dicari referensinya. Nah, kejadian ini bagi mereka memperpanjang bukti, Abu Bakar 'rampas' wewenng Ali


Nah pembahasan bapak Abdullah saya singkat sampai sini ya, karena pembahasan selanjutnya agak berat. hehehe. Intinya kecurigaan ditujukan pada Syiah. Siapa yang nggak tahu Syiah? Syiah yang mengaku Islam tapi mereka mengatakan Allahnya bukan Allah kita, dan menganggap malaikat Jibril salah memberi wahyu yang seharusnya ke Ali bin Abi Thalib ra. bukannya Nabi Muhammad SAW (Ya ampun... mana ada malaikat salah jalan), bahkan mengolok-olok istri Nabi, Aisyah ra. Hmmm.. *garuk-garuk kepala.
Yah.. bisa dikatakan musuh dibalik selimut dan ajaran mereka sesat. Secara penampilan mereka agak tidak bisa dibedakan dengan orang Islam pada umumnya, tentu inilah yang membuat mereka menjadi musuh dibalik pengakuan mereka sebagai Islam.
Bahkan mereka lah yang memerangi kaum kita sendiri, seorang teman yang belajar As-Sunnah di Yaman pun akhirnya terpaksa pulang karena Yaman diserang Syiah dari Iran, Syiah memaksa orang-orang yang belajar As-Sunnah untuk pindah ke Iran, mereka menghalangi orang untuk belajar agama Islam yang benar .

Intinya Syiah ingin melemahkan Islam dan ajarannya yang sebenarnya. Sekarang banyak juga yang tertipu dengan sekolah atau pengajian Islam yang ternyata milik syiah sehingga ajarannya sangat sesat seperti laki-laki tidak wajib sholat jum'at bahkan sholat boleh hanya 3 kali sehari Astaghfirullah. Semoga kita terhindar dari kesesatan dan keburukan yang mulai meraja lela dan menyerang kaum kita. Aamiin

Akhir kata, seperti kata pak Abdullah di twitter... Sampai di sini dulu, ini bukan kebencian, atau mencari-cari alasan. Jujur saja, insiden ini sangat tidak normal, jadi ini sangat mungkin bagi kita memandang bahwa kejadian memilukan di Mina adalah buatan mereka. Yah kita berhak membela yang terdzalimi dan mencari tahu kebenaran, meski jangan juga menelan semua mentah-mentah. Wallahu a'lam.

Mohon maaf jika ada kekeliruan, semoga Allah mengampuni saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Label:

Lebih Mampu Diuji Kaya atau Miskin?

Assalamualaikum..



Hallo.. Apa kabar sahabat semua. Saya mau corat-coret di blog saya lagi..
Semoga bawa hikmah ~

Kalau lihat orang kaya atau orang kaya pake banget apa yang di pikirkan?
Biyuuuh.. mobil ferari, rumah se gedung dan duit segebok.
Sedikit iri? Atau sangat iri?
Yah.. bukan hal aneh mengatakan bahwa kaya itu enak. Semua serba ada, semua serba bisa (beli).
Mungkinkah anda berpikir bahwa dia adalah orang yang beruntung dan so blessed, alias di rahmati Tuhan?

Apa iya?
Bisa iya, bisa tidak. Hanya Allah yang tahu apa alasan dibalik semua pemberian harta bendanya.
Semua memang berhubungan dengan amanat, besar atau kecil yang namanya amanat harus digunakan dengan baik. 

Tapi jangan pernah menjudge seseorang yang miskin bahwa hidupnya belum benar atau susah karena usaha atau doanya kurang..

Kaya Bukan Kemuliaan, Miskin Bukan Kehinaan



Ingat.. kaya miskin itu tolak ukurnya bukan materi.

Melihat ada bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah bekerja maksimal, naik turun gunung, angkat batu, kerja seharian tapi mereka hanya dapat penghasilan yang mungkin cuma sejumlah uang jajan anak sekolah.

Tapi apa..
Mereka tetap menjalankan ibadah dengan sepenuh hati. Sholat 5 waktu, mengaji bahkan yang lebih amazing.. mereka tetap berhati besar untuk saling memberi pada kerabat yang lebih tidak mampu dari merekaa meskipun keadaan mereka pas-pasan.

Rasulullah bersabda dalam hadits Abu Hurairah :
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.” (HR. al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 2417)
Rasulullah juga bersabda dalam hadits Abu Sa’id al-Khudri :
وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ
“Siapa yang menampakkan kecukupan niscaya Allah akan membuatnya kaya.” (HR. al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 1745)

Kaya miskin itu dalam hakikatnya adalah sama-sama ujian..

Ujian apa? Tentu saja ujian dalam hal kebaikan yang semuanya tercatut dalam bab agama Islam.
Mampu tidak kita menjalankan kebaikan (dalam segala aspek)

Beda lagi sih sama orang yang memang miskin karena pilihan. Dia tidak mau usaha apalagi doa ya sudah selamat leyeh-leyeh dan menikmati penderitaan hidup. Boro-boro berbagi, dia bahkan menanggung diri sendiri saja tidak bisa.

Lalu bagaimana dengan orang kaya? Kebanyakaan dari mereka memang paling merasa yang paling hebat dan bahkan bisa merendahkan orang-orang dengan ekonomi dibawah mereka. Padahal belum tentu hidup mereka benar dan uang mereka halal.

Tapi bagaimana dengan orang kaya yang imannya kuat, akhlaknya baik, akidahnya top?
Membelanjakan uangnya di jalan Allah dan selalu rendah diri.
Itu yang bikin iri.. Sosok yang mengagumkan.
Allah berfirman: "Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya) berkata:" Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka? " (Allah berfirman):" Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)
(QS. Al - An'aam : 53)

Coba lihat di video ini yang terjadi di Dubai yang di sorot oleh beberapa orang muslim..
Dubai yang sekarang mempunyai kekayaan melimpah, negara yang mayoritas muslim.
Kok malah begini?
Segini kejamnya kah efek dari kekayaan?

Lihat saja, kebanyakan orang yang mempunyai gaya hidup dan moral yang nggak karuan adalah orang kaya. Jadi apa yang bikin iri dari mereka? Hanya uang yang menjerumuskan mereka?
Naudzubillah..



Ibnu Baththal menerangkan makna hadits Abu Hurairah, “Hakikat kekayaan bukanlah banyaknya harta yang dimiliki, karena kebanyakan orang yang diberi kelapangan harta oleh Allah justru tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya. Ia malah berupaya sekuat tenaga menambah hartanya tanpa peduli dari mana harta tersebut diperoleh. Orang yang demikian berarti seperti seorang yang fakir karena ambisinya sangat kuat. Hakikat kekayaan adalah kaya hati, yaitu merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya, qana’ah dengannya, merasa ridha, dan tidak rakus menambah harta, serta tidak memaksa dalam meminta. Orang seperti ini seakan-akan orang kaya.” (Fathul Bari, 11/328—329)



Rejeki sih sudah ditakar sebenarnya sama Allah, mau bermimpi ferari tapi jatahnya cuma xenia ya maka syukuri aja, maka dengan begitu kita bisa jadi orang kaya.
Mari jadi orang kaya yang beriman..
Kita tidak dilarang kaya harta, kaya harta bukan kemuliaan tapi bukan juga hinaan, tapi ujian dan bebannya memang sepertinya lebih berat disana. Termasuk pertanggung jawabannya di akhirat kelak.

Jujur saja saya juga pingin jadi orang kaya. Tapi apa yang membuat saya menulis ini adalah..
Ketika saat ini saya berada di daerah orang-orang kaya dan melihat tingkah laku mereka yang bikin saya jadi merinding sendiri.
Jangan sampai aku lupa darat jika dikehendaki Allah jadi orang kaya kelak.. Namanya orang perlu diberi peringatan terus ya.

Juga jangan berkecil hati untuk teman yang sudah berjuang mencari rejeki tapi belum diberi atau hanya diberi sedikit. Semua bagian dari proses dan ujian. Jadi minta terus sama Allah ya...
Ini bukan sesuatu yang membuatmu judged as low class

Kita memang harus mempersiapkan kondisi iman dan batin dari sekarang untuk jadi orang kaya. Hehe. Dari muda tentunya.
Tapi paling enak jadi orang yang berkecukupan saja, tidak kurang dan tidak berlebih (jiah malah curhat dan nawar).
Ya...Mungkin saja susah untuk jadi orang yang imannya lurus dengan kaya harta, tapi selama kita terus minta dimbing sama Allah..
Insya Allah tak ada yang tak mungkin dan Insya Allah selamat ya sahabat.


Aamiin.

Maaf ya kalau ada khilaf atau kesalahan.. Semoga Allah memperbaiki saya.
Wassalam.

Label: ,

Hijab Pria & Hijab Wanita

Assalamualaikum..

Hidup itu ibaratnya harus simbiosis mutualisme teman..
Saling membantu, saling menguntungkan..

Satu berjuang, satunya juga harus berjuang.
Satu mendapat manfaat, satunya pun harus mendapat manfaat.
Tentu saja termasuk perkara akidah. Utamanya kita sesama umat muslim yang mempunyai dasar ajaran akhlak yang sama.

Kali ini perkara Hijab nih..


"Jika seorang perempuan lewat di depanmu, tundukkan pandangmu sampai dia berlalu." Nabi Muhammad
Memang perempuan saja yang berhijab?
Tidak lohhh...

Seperti gambar diatas. Inilah contoh benar kedua belah pihak menerapkan hukum hijab.
Memang hijab laki-laki bukan dengan pakai kerudung juga lohhh... Lalu apa?


Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim

Sesuai artinya yaitu penghalang, yaitu ibarat lainnya yaitu seperti benteng kita untuk menjaga diri, pandangan, dll. 
Sang perempuan menutup aurat, dan sang laki-laki menundukkan pandangannya. 

Kenapa begitu?

“Waspadalah dengan dunia, begitu pula dengan godaan wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya adalah karena sebab godaan wanita.” (HR. Muslim no. 2742).

“Tidak ada sepeninggalku godaan yang lebih besar bagi kaum laki-laki kecuali wanita.” (HR. Bukhori)

Wanita itu memang diciptakan 'cantik', badannya, rambutnya, dll.
Tapi Allah menghendaki muslimah untuk memperlihatkan kecantikannya yang berharga itu untuk yang berhak saja. Seperti keluarga atau suaminya saja. 



Godaan wanita itu bisa berbahaya bagi laki-laki juga bagi perempuan itu sendiri. Ya kan?

Sang laki-laki bisa berangan-angan, membayang-bayangkan. Widiiiih nggak mau banget kan. 
Sembarang lelaki bisa menikmati 'pemandangan gratis' yang bisa dia ingat sampai kapanpun. 
Dan bahayanya dia bisa melampiaskan itu pada orang lain. 

Kenyataan 1. Seseorang bilang nih. Kalau cewek melihat cowok ganteng, dia mungkin hanya mengingat sekilas saja, atau bahkan kalau membayangkan dia hanya membayang sosok dan wajahnya saja. Tapi kalau pria membayangkan seorang perempuan, semua tergambar dan dibayangkan secara 3D bahkan 4D secara detail..
Weleeeeeh.. serem banget.

Kenyataan 2. Kalau seorang pria tergoda dengan dirimu tapi dia lampiaskan pada orang lain, kemungkinan besar kamu menanggung dosanya. Hmm.. gak mau banget kan?

Jadi lebih baik kalau kita menghindarkan diri dari pandangan yang haram daripada jadi fitnah dan dosa. Biarkan seseorang menghargai dan berinteraksi dengan kita hanya dengan mengetahui sifat dan akhlak kita. Yang lain tidak perlu tahu... 

Kalau memang ada cowok yang memang menundukkan pandangannya saat bertemu perempuan alias nggak curi-curi pandang itu SubhanAllah keren sekali ya...Salut akhi bro..


Sekian, kalau ada kesalahan dari saya mohon maafkan dan doakan agar saya mendapat petunjuk yang lebih benar.
Ayo kita sama-sama jadi baik, InsyaAllah

Wassalam..

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art