Label: ,

Muslimah yang tidak pasang foto di medsos



Bismillah...
Assalamualaikum...


Orang yang berteman dengan saya di beberapa akun media sosial pasti tahu bahwa saya tidak lagi pasang foto profil yang jelas dan nyata. Biasanya saya pajang foto diri saya dari belakang lah, dari samping, dari jarak puluhan meter, kelihatan separuh bahkan saya blur dan saya tutup pake stiker ataupun hanya pajang kata-kata mutiara, hehehe. Ya... memang nggak umum bagi sebagian orang bahkan komentar saudara dan teman-teman saya lucu-lucu. Tapi saya punya sederetan alasan yang entah mereka bisa pahami atau tidak. 

“Kok di tutup lagi... ntar di kira orang nggak punya idung lohhh..”

“Ngapain di blur segala? Bikin sakit mata...”

Atau mungkin saya terkesan kayak tersangka aja pake di tutup-tutupin mukanya...
Bukannya juga sok-sok misterius meskipun saya memang agak misterius karena nggak mau menampakkan jati diri, huheheh..

Sebenarnya lagi-lagi bukan untuk pencitraan sih tujuan dari semua itu. Saya memang bukan cewek bercadar yang menutupi wajah, meski saya terkadang berusaha untuk menundukkan pandang setiap berjalan. Saya sadar akan bahaya pandangan, dan kuatnya pengaruh pandang-memandang, jatuh cinta aja bisa terjadi karena pandangan pertama.. heheehe. *tapi saya nggak pernah.

Tapi apa ya... sebenarnya jelasinnya susah. Sebenanrnya awalnya hanya masalah nggak sreg aja. Sebelum saya belum benar-benar mendalami iffah izzah dalam Islam, saya hanya sempat berpikir bahwa media sosial ini udah makin nggak ada batasannya aja.. Orang nggak cuma sekedar melihat lalu memberi like dan berkomentar. Tapi lebih dari itu, bisa saja disalah gunakan tanpa sepengetahuan, ijin bahkan bisa tanpa kendali. Kita bisa dipermalukan atau merasa malu sendiri.

Cowok Modus dan Iseng

Saya masih ingat betul kapan dan bagaimana saya pertama kali merasa bahwa saya tidak perlu memajang foto saya lagi apalagi yang close up dan terlihat jelas. Saya juga dulu pernah jadi remaja ababil yang suka narsis dan ganti-ganti foto di FB. Namanya juga cewek, mana mau sih pajang foto yang kelihatan jelek, ya pasti saya memilih foto yang paling photogenic dan gadis sampul wannabe banget... Alias lagi kebetulan kelihatan cantik karena pencahayaan maupun kamera yang kurang realistis. Yah... manuasiawi bin remajasiawi lahhh...



Cuman dari awal ya... jujur aja saya itu nggak mengidap penyakit puteri alias ngerasa semua cowok bakal naksir saya atau berharap demikian. Nggak bangga-banggain diri, tapi sungguh saya memang bukan cewek caper dan juga bukan cewek yang berharap di puja banyak cowok karena sayapun sadar diri nggak ada yang bisa dibanggakan dari diri saya. So self-underestimate banget lahhh... Huufff!
Nah entah kenapa ya... begitu saya pajang foto saya yang agak kinclong dikit, cowok-cowok yang antah berantah maupun orang yang saya cukup kenal pada muncul di inbox FB, modusin banget lah... muji begini begitu, de el el.

Saya mah nggak lantas excited dan bersorak-sorai merasa kepopuleran naik peringkat, tapi ini bikin saya jadi mikir dan menyadari. Hmmm... jadi begini toh cara laki-laki melihat dan membuatnya mendekati perempuan. Saya malah merasa buruk sendiri, saya merasa foto saya menggoda padahal saya nggak pake baju yang aneh-aneh loh... *amit-amit. Saya cuma memang memajang foto yang rada kelihatannya doank cute. Huehehe
Saya juga punya kaca dirumah, dan sadar bahwa nggak setiap hari saya kelihat sefresh difoto FB yang sudah diseleksi dari ratusan foto dan itu hanya kecantikan semu belaka, jadi dipuji-puji gitu ngerasa aneh sendiri deh...

Di Copy dan di Edit Seenaknya

Salah satu hal lagi yang bikin geleng-geleng kepala ketika melihat fenomena meme. Iya sih, kita terhibur dan ngakak-ngakak aja setiap ada foto orang dengan pose yang digabungkan dan dihubung-hubungkan dan kata-kata yang kocak. Sebagian orang memang sengaja foto berbagai ekspresi terus dikasih kata-kata khas meme biar kekinian, tapi sebagian lagi ada yang fotonya diambil tanpa ijin terus jadi bahan tertawaan seantro jagad raya. 

Beberapa orang ada yang protes dan marah loh soal ini... Salah satu contoh foto seorang pasangan yang cewek cantik banget, yang cowok biasa banget. Foto ini sama si meme creator di comot dan di kasih tulisan 'Sabar mblo... Yang begini aja dapat yang cantik kok', lalu disebarkan diakun yang followernya udah jutaan dan diketawain orang segitu bangak . Ya jelas si cewek marah lah, tersinggung pasangannya diolok seperti itu. Dia terus memberi komentar marah-marah dan meminta pemilik akun untuk menghapus fotonya yang akhirnya dihapus beneran sama pemilik akunnya. Ya ini akibat majang foto sembarangan tanpa proteksi, orang kan bisa copy semaunya.



Kemudian ada kasus dimana seorang ibu kaget, foto anaknya yang masih umur belia itu ada di situs porno. Siapa yang bisa jamin, foto-foto cantikmu di copy, dan disalah gunakan semacam itu?
Gimana kalau ada akun jasa-jasa haram melalui online lalu pakai foto cantikmu?

Kalau fotonya pakai hijab apa dijamin aman?




Ada pula yang mengedit foto seorang muslimah berhijab dan di edit seakan dia dipeluk dari belakang oleh seorang lelaki yang dandannya preman dan ditengah lingkungan tidak sehat (pergaulan bebas). Tapi saat ditamatkan itu hanya editan yang benar-benar halus. Naudzubillah.. benar-benar mengerikan.

Adapula orang-orang yang mengumpulkan foto-foto muslimah yang hijabnya belum syari, hijabnya masih sebatas leher, apalagi pakaiannya ketat sehingga terlihat kurang nyaman dilihat dan kurang pantas. Fenomena ini pun cukup ramai dibicarakan dan dinamakan jilb**bs, ini benar-benar menodai image muslimah yang berhijab.

Mungkin saja saudari itu masih belum ada ilmu, mungkin saja dia butuh diingatkan. Tapi apakah kita nggak malu, foto kita di copy, dikumpulkan jadi satu, lalu dibuat bahan tontonan. Bahan tertawaan bahkan bisa jadi sarang nafsu bagi kaum adam. Naudzubillah.. malu ya ukhti..

Jadi.. kalaupun saya ingin memajang foto yang lagi ada saya, saya pilih yang paling jauh.. kira-kira wajahnya nggak kelihatan dan gaunnya yang tidak membentuk badan. Sehingga laki-laki tidak bisa membayangkan seperti apa sebenarnya saya, dan itu sangat jarang saya lakukan.

Pengalaman lihat teman-teman cowok yang mengamati foto cewek di fb

Di kampus dulu waktu saya lagi mengerjakan sesuatu di perpustakaan, disana kebetulan ada beberapa teman cowok yang bergerumbul tertuju pada satu laptop, saya heran sedang apa mereka, saya bukannya kepo, tapi kebetulan saya harus melewati mereka dan jadi tahu apa yang mereka lakukan.

Di laptop terlihat terbuka sebuah akun facebook seorang perempuan, dan teman saya ini kepoin bagian fotonya dan dilihat satu-satu, lalu karena saya duduk nggak jauh dari situ saya tahu apa saja yang mereka katakan..

"Wih.. mulus... wih cantik.. wih putih.. wih seksi...lihat nih kakinya... bibirnya"

Dan komentar mendetail lainnya yang perlu di sensor oleh KPI. Pokoknya saat itu saya langsung begidik. Bagi saya biasanya mereka ini teman-teman yang normal dan nggak serem sih, tapi begitu lihat yang kinclong dikit langsung kelihatan deh sungutnya.

Pandangan mereka itu kayak berlinang-linang, matanya melebar pokoknya waduuuuuh... Astaghfirullah banget, dan yang dilihat ternyata nggak 1 - 2 akun. Ada cewek yang emang model wannabe, ada yang polos tapi narsis, adapula yang berhijab.  Adapula yang nggak dipuji tapi di komentarin pedes karena fisik yang kurang menarik bagi mereka. So rude! Nah, melihat teman-teman saya ini makin yakin dan ogah ogah deh pajang foto yang terlalu jelas, ogah banget bayangin kalau di foto itu aku dan di komentar-komentarin gitu. 

Ya terlepas dari itu, kita memang kudu hati-hati ya ukhti.. Semua sama Allah diminta pertanggung jawaban termasuk tulisan saya ini. Apa yang kita tulis, kita post, kita upload di sosmed akan terus tersimpan kan... kalau buruk, dosanya terus mengalir selama ada orang yang melihat maupun membaca. Jadi pastikan kita benar-benar seleksi apa yang kita share...

Oh ya, jadi keinget...
Satu cerita lagi yang mungkin agak serem. Ini kisah nyata seorang ibu yang berkisah dimimpiin anak remajanya yang sudah meninggal dan minta ibunya menutup atau menghapus foto-foto seksi di facebooknya karena dosa itu terus mengalir buat dia karena masih banyak yang melihat. Jadi sang ibu minta tolong seseorang untuk menghapus facebook anaknya sambil bercerita di internet...

Astaghfirullah...
Moga-moga kita terhindar dari yang buruk-buruk dunia akhirat seperti itu ya ukhti.
Sekian, semoga bawa manfaat..

Wassalam...


Label:

Curhatan Perempuan tentang Pernikahan dan Berpendidikan Jauh

Assalamualaikum..


Mau curhat sih..
Sebagai perempuan yang juga ingin menjadi perempuan baik, saya sadar akan proses dan juga ikhtiar (usaha) akan melalui banyak pertimbangan dan pilihan yang sulit. Apa pencapaian terbaik yang harus saya capai dan bagaimana saya harus menentukan langkah.

Disini saya kasih judul dengan kata 'pendidikan jauh' karena saya parno menyebut diri dengan 'pendidikan TINGGI'.

Mungkin bisa ditebak, topik kali ini mengenai sebuah keputusan seorang perempuan yang terus ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Pendidikan wajib telah ditempuh, umumnya sebagian besar anak muda dan orang tuanya memilih untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Cukup disitu, pendidikan sampai D3 dan S1, setidaknya sudah menginjakkan langkah di perguruan tinggi merupakan hal yang cukup lumrah dan sudah dilakukan sebagian orang disini dan sebagian besar orang tua dan diri kita sendiripun memang berkehendak sampai sana. Tapi bagaimana kalau perempuan itu memutuskan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih jauh..

Yah.. jenjang lebih tinggi.. plus tempat yang jauh.

S2 atau Menikah?


Apa ada yang tahu iklan komersial kosmetik di stasiun TV akhir-akhir ini? Entah ya... apa hubungannya pertanyaan sekaligus pernyataan mengenai itu sama efek kosmetiknya, tapi yang jelas.. Selain karena produk itu memang produk yang saya pake, orang-orang pasti deh nolehnya ke saya kalau ada iklan itu. Kok ya pas banget ya...

Saya sempat mencurahkan sedikit mengenai ini di blog saya yang satunya, tapi kali ini saya ingin membahas lebih rinci lagi...

Insya Allah..

Saya sudah 'diikat' oleh salah satu universitas di Korea Selatan untuk menjadi mahasiswa S2nya. Bagaimana prosesnya itu bukan inti dari apa yang saya ingin ceritakan, tapi nampaknya saya memang positif berangkat kesana untuk beberapa tahun ke depan untuk menempuh pendidikan.


Jika anda bertanya apakah saya senang..
Tidak usah ditanya, saya senang bukan kepalang. Selain karena saya memang sudah ada keinginan sejak lama dan pernah merasa hal ini saya kira hampir nggak mungkin, saya juga merasa bahwa ini adalah kesempatan besar yang mungkin nggak datang dua kali dan nggak mudah untuk di dapat.

Jujur saja, saya ini merasa nggak seberapa pintar. Awal kali saya merasa terbebani dan nggak yakin mampu menjalani ini. Tapi saya merasa ini benar-benar berkah dari Allah SWT dan saya banyak berdoa mengenai ini, dan lahan perlahan Allah SWT mendekatkan saya pada jalan ini. Wallahu Alam...

Dan...
Jika anda bertanya apakah ada minusnya mengenai kenyataan ini..
Yups, tentu...
Apa?
Apalagi kalau bukan pendapat orang.

"Kenapa muslimah harus mengejar dunia sampai begitu?
Kenapa muslimah harus pergi sendiri ke luar negeri?
Harusnya menikah...
Tidak ada laki-laki yang mau menikah dengan perempuan yang meraih hal yang tinggi..
Karena laki-laki lebih suka yang tidak lebih 'tinggi' darinya"

dll

Komentar seperti itu, secara langsung dan nggak langsung sering sekali saya dengar.

Saya tahu umumnya saat membicarakan tentang perempuan, lumrahnya tugas mereka di rumah, mengurus rumah tangga dan memasak. Layaknya ibu rumah tangga lainnya..

Membicarakan tentang saya, saya belum berada pada fase itu. Saya belum menikah. Lalu apakah saya tidak menginginkan hal itu?

Jujur saja, keinginan menikah dengan Mr. Right adalah lebih besar dari keinginan sekolah ke luar negeri.

Ketika melihat dua orang yang saling mencintai bisa hidup bersama dalam ikatan halal, saling memaafkan, saling memperbaiki diri. Hal seperti itu adalah impian semua wanita.
Jadi ibu rumah tangga, sounds good, meskipun semua peran ada suka dukanya, tapi jadi rumah tangga adalah hal yang sangat mendamaikan bagi saya hanya dengan melihat orang-orang yang menjalani hal seperti itu. Sama beratnya dengan pekerjaan lain sebenarnya, tapi ini lebih... ah, anda pasti tahu lah mulianya seorang ibu yang mengurus rumah, ada anak dan suami yang di cinta pula. 

Dan ketika kalian menjudge kenapa saya nggak nikah, kenapa saya menutup hati, kenapa saya kalah belum menikah dibanding sama mereka yang lebih muda lah, sama yang jauh lebih tua lah...
Kalian nggak sadar kalian sudah menyindir apa yang belum bisa saya dapatkan.

Seperti halnya jika anda disindir kenapa anda nggak lebih kaya dari yang pendidikannya lebih rendah dari anda, atau yang umurnya lebih muda dari anda. Anda bisa apa? Rejeki ada patokannya sendiri-sendiri. Apakah anda harus memaksa merampok bank agar terlihat kaya, dan apakah saya harus memaksakan diri untuk menikah dengan pria manapun agar saya terlihat 'normal'?

Tapi mungkin saya tidak perlu terlalu berprasangka juga pada mereka, mungkin itu hanya bentuk kepedulian mereka pada saya. 

Sebenarnya banyak orang yang ikut senang ketika mengetahui saya akan kuliah ke luar negeri. Tapi beberapa prejudice orang membuat saya nggak nyaman, dan saya perlu menulis ini. Bukan semata-mata untuk membela diri dan cari alasan, tapi untuk mengajak orang memandang sesuatu dari sisi yang berbeda dan tidak hanya berprasangka.

Saya seorang perempuan yang sudah tidak punya ayah, tidak ada kakak laki-laki kandung, tidak ada adik laki-laki kandung, juga tidak ada suami maupun calon suami (ada sih, tapi entah siapa dan dimana).

Tidak ada sudah yang wajib menafkahi maupun melindungi saya.
Jika saya tidak mengusahakan hidup saya sendiri. Mau jadi apa saya?

Menikah bukan keputusan mudah dan bisa di sortir dengan cepat, khususnya bagi saya yang jujur saja nggak mudah punya hati sama laki-laki.
Ini masalah hati, dan kalian yang menikah karena cinta menyuruh saya untuk menjalani pernikahan tanpa cinta? Mereka bilang, "Cinta bisa dibuat dan tumbuh nanti belakangan.."

Afwan jiddan.. Saya sungguh tidak bisa bereksperimen soal ini.

Mungkin saya terkesan orang yang bisa ditanggapi dengan kata 'Emang kenyang makan cinta?' 'Emang cinta bertahan beberapa tahun?'

Seperti salah satu kutipan dari buku Korea yang berbunyi  '신중하게 후회 없이 똑똑하게 사랑하고 싶다' yang artinya 'Aku ingin mencintai dengan cerdas dengan serius dan tanpa penyesalan'. Saya nggak baca bukunya dan hanya setuju dengan kutipan itu dan mengkonsep sendiri prinsip cinta yang ingin saya miliki dari kalimat tersebut.

Cinta itu memang kadang atau bahkan sering membodohi. Kita bisa menjadi lebih buruk saat mencintai seseorang. Nggak usah dijabarkan atau diberi contoh, banyak contoh nyata disekitar kita ataupun diri kita sendiri yang jadi absurd, strange bahkan crazy gara-gara mencintai seseorang apalagi saat patah hati.

Saya nggak mau seperti itu...
Saya memang sudah prinsip akan sepenuhnya mencintai satu orang laki-laki (dan memang nggak bisa bercabang kalau suka laki-laki) tapi saya nggak akan sepenuhnya membiarkan diri dan perasaan saya dibawah kendali secara psikis.
Okay, jika dia suami saya kelak, saya akan menaati semua perintahnya demi kebaikan, dan ini memang diwajibkan dalam agama. 
Tapi saya ingin nggak akan become worst jika ada sesuatu terjadi diantara hubungan kami.

pic by Asma Nadia

Terkadang cinta itu nggak ada alasan..
Kita bisa saja mencintai seseorang sebelum kita sendiri menyadarinya.
Bahkan kita telah sempat menolak bahwa kita tidak seharusnya mencintai seseorang tersebut.
Tapi hati tidak bisa berbohong..

Akan mustahil kita berharap pasangan yang sempurna..
Tapi kita berhak memilih pasangan yang cocok dengan kita.
Yang keburukkannya tidak membuat kita buruk pula..
Dan yang kebaikannya bisa mendewasakan kita..
Yang bisa saling mengingatkan dan memperbaiki.
Dan saling menemani saat bahagia..

One for last forever..
Nggak ada orang yang mau gagal dan menikah dua kali..

Mencintai dengan cerdas adalah saat kita sama-sama mendidik sebagai suami istri.
Suami wajib mendidik istrinya, dan saya mau laki-laki ini tahu kewajiban dalam perannya .
Kedudukan suami lebih tinggi, tapi terkadang istri berhak mengingatkan kesalahan suami.
Apa yang kurang dari saya, dia perbaiki.
Pun begitu
Tapi tetap itu tadi..
Menikah dengan dasarnya cinta..
Meski kebelakang semua orang bilang semua perasaan cinta itu akan berubah menjadi komitmen saja.
 



Tapi ijinkan saya menunggu orang yang mencintai saya dan saya cinta saya.
Apakah tidak pantas hal itu untuk saya?

Kenapa beberapa orang cenderung memaksa saya untuk mencoba mencintai, mencoba menjalani..
Sesuatu yang tidak berjalan alami..

Saya belum menikah bukan karena saya belum siap mental.
Bukan karena saya lebih enjoy hidup sendiri..
Tapi....



Sudahlah, nanti terdengar terlalu beralasan dan banyak orang tidak akan bisa mengerti dan saya cukup lelah kalau membicarakan ini.. Kita sudahi dulu...

Lalu mengenai rencana pergi keluar negeri untuk belajar??

Okay, dalam hal ini mungkin saja secara kasat mata maupun tidak, tidak dipungkiri ini bentuknya seperti mencari 'dunia' atau mengusahakan 'dunia'.

Well..

Sebenarnya saya nggak pernah bermimpi dan punya keinginan menjadi milyader, punya rumah besar bak istana dengan 3 - 4 mobil mewah di garasi seperti milik pejabat dan pengusaha sukses dimana-mana. Meskipun tidak ada yang bisa munafik, tidak ada orang yang menolak menjadi yang seperti itu. Itu memang nikmat.. Bukan laknat.

Tapi saya juga ada ketakutan akan kekayaan, saya takut dengan rasa bangga, rasa sombong, rasa kikir yang saya sendiri kadang sulit menyadari. Bak mencari semut berjalan di atas batu di malam...

But...

Dengan sekolah di luar negeri, saya tidak membayangkan bahwa saya bisa mencapai sebesar itu. Saya hanya membayangkan bahwa saya bisa mengusahakan diri saya sendiri dengan potensi yang saya miliki. Saya tidak mungkin membebani satu orang tua saya terus yang hanya bergantung dari uang pensiun.

Well..

Jika saya memang berhasil setelah sekolah S2 nanti. Mempunyai pekerjaan tetap yang cukup, saya memang akan bersyukur dengan kecukupan itu. Saya akan bahagia pegangan dalam hal finansial dan mampu membeli kebutuhan saya sendiri. Oke, itu adalah naluri dasar makhluk sosial yang hidup di dunia ini, dan satu hal lagi, saat kita memberikan hak orang lain pada rejeki kita berupa amal, itu juga merupakan suatu mimpi dan kepuasan seseorang. *dengan catatan tidak riak dan sombong

Hal lain yang penting adalah semua pengalaman dan kesempatan untuk berkembang dan berbagi yang hasilnya bisa digunakan dalam beberapa hal. Jika saya pergi, saya ingin semua mendoakan saya dan sayapun telah berdoa pada Tuhan bahwa ini membawa manfaat bagi orang lain maupun saya sebagai muslimah. Selain membawa nama negara, utamanya kita akan membawa nama Islam. Agar mereka tahu muslimah bukan perempuan tertindas seperti yang dipikirkan sebagian orang, mereka bahkan gak kalah cerdas dari yang lain, bahkan talentanya dibutuhkan, meski dia memang agak berbeda yang ingin dihormati dan dihargai. We are ambassador of Islam.

Bagaimana jika tidak ada yang mau dengan saya karena status S2 saya..??
Well.. S2 hanya gelar duniawi, benarkan?
S2 bukan hal hina sehingga laki-laki harus menghindar...
S2 juga bukan gelar terhormat dari kahyangan yang membuat laki-laki meng-underestimate dirinya... 
Bukankah seharusnya laki-laki tidak menilai perempuan dari hal-hal seperti itu?
Apa semua perempuan S2 sulit dapat jodoh? Tidak sebegitunya...
Semua jodoh akan ada jalannya.. Saya tidak mau ditakutkan dengan statement-statement seperti itu.
Sejujurnya saya S2 bukan mencari ilmu yang lebih tinggi, tapi cuma ilmu yang lain...
Saya sungguh nggak pernah menganggap saya lebih, ini cuma bentuk ikhtiar saya dan saya mungkin cuma lagi beruntung saja..
Jadi jangan di judge teruss ya...


Setiap orang mempunyai jalan hidup yang berbeda-beda.
Ada muslimah yang harus jadi dokter agar pasien wanita tak perlu periksa di dokter laki-laki.
Ada muslimah yang mengajar karena dia bisa lebih detail untuk menjelaskan dan membuat muridnya mudah paham.
Beberapa muslimah memang dititipkan talenta oleh Allah untuk bisa bermanfaat bagi orang lain.
Ada muslimah yang lebih beruntung di cukupkan segala sesuatunya hanya dengan menikah dengan seorang laki-laki di waktu yang ia ingin. 
Ada muslimah yang harus melalui pengalaman lebih sementara jodohnya belum di datangkan. Mungkin Allah masih menyuruhnya menjadi wanita yang lebih matang lagi untuk pantas bersanding dengan sang lelaki.
Dalam kurun kita tetap ibadah wajib maupun sunnah, menjaga izzah dan iffah sebagai perempuan dan tetap mempertahankan kesopanan, kesederhanaan muslimah pada umumnya. 
Yang jelas, jangan suka menghakimi hidup seseorang..
Anda tidak tahu hatinya, tidak tahu niatnya, dan tidak tahu bagaimana ikhtiarnya..
Ingatkan dan doakan saja perempuan yang miskin ilmu seperti saya ini...

Ya sudahlah saya sudah terlalu banyak bercuap-cuap, yang penting saya bisa menjalani dengan baik disana, pulang bawa manfaat..
Aamiin.. I beg You Yaa Allah...

Astaghfirullah.. Forgive me dear Allah & People if you see my mistakes.

Salam...

Label:

Felixia Yeap, Mualaf Chinese Malay - Amoy Berhijab Mantan Model Playboy

Assalamualaikum..

Setelah menemukan file screenshoot yang sudah lama di hape mengenai cici asal Malay satu ini saya jadi ingin menuliskan kisahnya disini juga. Kembali ke kisah Mualaf, kali ini adalah perempuan asal Malaysia bernama Felixia Yeap.


Dia asli cina keturunan ketiga  yang kemudian kakek neneknya pindah ke Malaysia dan menetap disini sehingga diapun lahir dan tumbuh di negeri Jiran tersebut.

Dan apa yang membuat saya sangat terkesan pertama kali adalah kenyataan bahwa dia adalah mantan model majalah pria dewasa playboy. Selain dia memang bukan dari keluarga beragama Islam, dia juga mempunyai latar belakang pekerjaan yang lumayan 'serem'.

Saya tidak sedang merendahkannya karena pekerjaannya di masa lalu, tapi saya benar-benar terkesan dan kagum karena berarti perubahan yang terjadi dan langkah besar yang diambil begitu luar biasa. Ia bisa menghempas semua ragu atas latar belakangnya yang benar-benar jauh dari Islam.

Sehingga saat itu saya ingin tahu apa yang membuatnya sampai memutuskan untuk masuk Islam dan berhijrah serta berubah 180 derajat dari kehidupan yang dulu. Ia masuk Islam sejak Juli 2014 bertepatan dengan ulang tahunnya. Seperti apa kisahnya?

Ia sempat menimbulkan sedikit pertentangan dan pro-kontra dimana suatu hari tiba-tiba dia mengenakan hijab padahal saat itu dia masih non muslim dan masih dikenal sebagai model sexy. Bahkan salah satu yang memperingatkan dia kala itu adalah dari kaum chinese Malaysia sendiri yang mengatakan bahwa tindakannya bisa menjadi penghinaan pada kaum muslim, karena dia aslinya adalah seorang model playboy.

Tapi Felixia tetap berpegang teguh menuruti kemauan hatinya karena dia nyaman menggunakan hijab dan tidak mempunyai maksud buruk sedikitpun pada kaum muslim. Saat itu pada lubuk hatinya dia sudah merasa enggan dan tidak nyaman dengan kehidupan serba bebas dan mewah tapi hati kosong nan hampa. 10 tahun menggeluti dunia modeling, bercampur dengan orang-orang yang menjadikan kemewahan menjadi sumber kebahagiaan. Party yang lagi happening, baju terbuka, teman laki-laki yang kaya, minuman keras, mabuk dll. Dia sudah cukup lelah melihat semua itu tanpa ketenangan hati yang hakiki.

Felixia dilahirkan dari keluarga tak beragama, sehingga dengan hatinya yang sudah haus akan hidayah ia pun mencoba 'berkelana' mencari Tuhan..

Blog pribadi Felixia Yeap
Sebatas itu dia masih belajar dan belum masuk agama Islam, selama 7 bulan lamanya dia mengenakan hijab tapi belum resmi menjadi mualaf. Ini benar-benar Masya Allah ya.. Seseorang yang belum beragama Islam saja bisa tahu bagaimana nyamannya dan manfaat pakai hijab, asalkan hatinya sendiri yang memang mengajaknya pada kebaikan, pasti Allah akan pertemukan dan buatnya tenang dengan perkara yang baik.

"Sepanjang hampir 7 bulan saya berhijab dan mengenali agama Islam, saya banyak menangis. Bukan dalam kesedihan, tetapi dalam rasa penyesalan kehidupan yang dulu dan rasa ingin bertaubat." - Felixia Yeap




Diatas adalah tulisan Felixia Yeap di blog pribadinya saat dia menceritakan tentang dia diantara masa presisi dan masih tahap 'berpikir' dan belajar tentang kehidupan dan tentang Islam.

"Felixia Yeap sekarang..masih di tengah peralihan.. masih belajar dan masih memulai (berjinak-jinak itu bahasa Malaysia yg gak tau apa maknanya -_-mungkin sih ->) membiasakan dengan gaya muslimah dan fashion disamping mencoba untuk memahami, belajar lagi dan menggali dalam tentang agama ini yang memberiku kedamaian yang lebih dan lebih.

Ini bukan prosedur yang termudah... tapi dengan pengertianmu tentang diriku sebagai model profesional dan diriku sendiri sebagai diriku sebenarnya yang nyaman... dan masih sama menjadi dua diriku (model dan belajar Islam) untuk sekarang sampai kontrakku yang lama berakhir, Insya Allah langkahku akan lebih halus. 

Jadi tolong biarkan aku mengambil waktuku. Ini membuatku hampir satu dekade ingin menutup auratku bahkan rambutku,  waktu aku memasang foto pertamaku di facebook dan blog dengan hijab beberapa bulan lalu, aku tahu aku akan menjalani hidup yang lebih baik.

Aku mendapatkan kembali martabatku yang ku korbankan (pada pekerjaan) sebagai perempuan yang dihormati yang mana tidak hanya cantik wajah dan tubuh yang bagus.

Saya jauh lebih bahagia sekarang, dan lebih damai setiap saat saya menutup aurat dan memakai hijab.
Saya pikir itulah semua sebabnya.

Meski begitu dia beruntung mempunyai ibu yang meskipun tidak beragama Islam, beliau mendukung langkah Felixia untuk berubah terutama penampilannya menjadi lebih tertutup. Ia bertutur bahwa biasanya orang akan diusir dari keluarganya apabila anaknya masuk Islam. Tapi karena ibunya melihat tidak ada yang salah dengan itu dan justru membawa anaknya pada kebaikan jauh dibanding sebelumnya, maka Felixia tidak mendapat kesulitan dari ibunya. 





Felixia Blog : 

Seringkali saya merintih dalam bisikkan yang saya ulang tanpa henti, "Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa saya!"


Pada kali pertama saya melihat video pengislaman dan pengucapan seorang wanita, saya tidak dapat henti menangis.

Pada saya, dia amat bertuah kerana Allah SWT memilih dia untuk diselamatkan.



Masa itu...saya masih tidak tahu apa itu hidayah dan taufiq.


Dan pada hari ini, iaitu hari bersejarah dalam hidup saya...saya akan menjadi seorang Islam secara rasmi. 



3 Julai 2014, bersamaan dengan 5 Ramadhan 1435.



Saya yang telah Islam di hati (tanpa disedari), kini akan mengucapkan 2 kalimah syahadah saya di depan keluarga terdekat saya, dan juga para kenalan yang telah seringkali menyokong dan memberi galakkan pada saya supaya terus istiqamah.



Tidak ada sebarang media yang akan hadir.

Hari ini bukan hanya saja Hari Lahir saya...tetapi juga Hari Kelahiran Semula saya. 

Hari saya kembali akhirnya selepas 28 tahun mencari jalan pulang. - Felixia Yeap, 3 Juli 2014 bertepatan hari ulang tahunnya, setelah mengucap syahadat dan resmi masuk Islam.


Berikut adalah cerita singkat yang Felixia lewat akunnya..

"Islam sungguh mengajarkan saya untuk belajar mencintai dan menerima diri saya sendiri pada cara yang paling alami. Bidang modeling saya sebelumnya (sebelum Islam) terlihat banyak perempuan yang memilih operasi plastik dan banyak dari mereka berusaha keras untuk terlihat menjadi orang lain atau seperti boneka, mereka menyerah pada karakteristik wajahnya sendiri dan gagal melihat kecantikan dari wajah dan badan mereka. 

Ini adalah salah satu alasan kenapa saya tidak mau membuat wajah saya terlihat seperti contoh perempuan sempurna untuk harapan orang-orang pada kamu sebagai model. Saya tidak mau menjadi anutan seperti bagaimana laki-laki mempresentasikan kecantikan pada perempuan lain. 

Dan aku memutuskan untuk menutupi diriku dengan memasang hiijab karena kupikir saya sudah cukup banyak berdosa ketika saya lihat model baru datang dan mengatakan bahwa mereka terinspirasi untuk menjadi seperti saya. Itu adalah saat bagaimana saya sangat tidak bertanggung jawab, tidak hanya pada diri saya sendiri sebagai perempuan, tapi pada perempuan lain diluar sana juga. 

Dan hingga sejak saya masuk Islam, dan melaksanakan sholat 5 waktu dalam sehari membuatku menipiskan make-upku untuk menghemat waktu. Dan awalnya, saya akan terlihat jelek dengan make up tipis atau  tanpa make up. Diri saya yang dulu sangat bergantung pada make up bahkan sampai bersumpah bahwa aku tidak akan menipiskan make upku meski hanya untuk keluar ke kandang hewan. Itulah aku yang dulu. 

Tapi sekarang.. setiap aku menghapus make up ku dan berwudhu lalu melihat ke cermin, aku tidak bisa kurang bersyukur.



Saat ini Felixia Yeap lebih memperkenalkan diri dengan nama Raissyah Rania, yang mungkin nama pilihannya sebagai nama Islamnya meski ia juga menambahkan bahwa dia akan tetap mempertahankan nama cina pemberian ibunya. Oke Raissyah.. That's not a matter at all ^^
Iapun juga sempat membuat buku yang berjudul Amoy Berhijab dan selalu menyebut dirinya sebagai Amoy Berhijab di akun sosial medinya.

Sejak dia masuk Islam sepertinya masih saja yang memberinya beberapa tekanan, ntah dari kaum yang bukan muslim maupun beberapa dari kaum muslim sendiri. Yang jelas bagi kita khususnya, jangan terlalu menekan mualaf terlalu keras, biarkan mereka belajar pelan-pelan dan jangan diajarkan dengan cara yang keras. 

Kita saja yang lahir dengan status muslim belum tentu bisa cepat berubah semua hal ketika memutuskan bertaubat, apalagi dia yang masih setahun lebih menjadi Islam. Dia masih butuh banyak belajar, bahkan kita juga, saling berbagi ilmu, saling belajar. Semua ada proses dan Insya Allah perlahan-lahan namun pasti sebagian besar ilmu penting akan diraih..

Aamiin..

Ayo muslimah lain.. Jangan kalah bangga dengan hijab kita.. Buktikan bahwa muslimah adalah wanita yang paling bahagia karena dilindungi dan dimuliakan oleh agamanya atas perintah Tuhan ^^

Semoga ada manfaat. 

Wassalam.

Label:

Kisah Hijrah Artis - Laudya Chynthia Bella


Assalamualaikum...
Allah berfirman, Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (Qur’an. Tahaa:82)

 Jika sebelum-sebelumnya saya membawakan kisah inspiratif dari mualaf, kali ini saya ingin membawakan banyak kisah hijrah dari seorang yang memang sudah dilahirkan muslim, sempat berada di ketidaktahuan dan kelalaian, kemudian karena satu hal dia akhirnya tersadar untuk kembali ke jalan Allah.. 


Mungkin istilahnya sama-sama masuk Islam. Jika mualaf adalah orang non muslim yang masuk Islam, maka orang yang berhijrah ini juga serupa tapi tak sama. Statusnya muslim sejak lahir, tapi ketika hijrah dia seperti baru saja masuk Islam.

Kali ini pertama-tama saya mau membawakan kisah inspiratif dari seorang aktris cantik Indonesia yang mungkin hampir mustahil kalian nggak kenal namanya, atau paling tidak sudah sering kalian lihat di media. Baru saja saya melihat video tentang kisahnya yang sudah saya download beberapa bulan lalu, dan saya rasa bagus jika dituliskan disini.


Laudya Chynthia Bella. Mojang Bandung cantik kelahiran 26 tahun ini siapa sih yang nggak kenal? Apa masih ada yang ingat dan apa yang paling diingat dari kakak jelita ini??

Hoyooo.. dia memang pertama kali terkenal lewat film ‘Virgin’ yang judul maupun isinya agak mengundang pro kontra karena temanya yang agak tabu.  Dia memang cenderung dikenal sebagai gadis yang cukup berani tampil dengan pakaian terbuka dan seksinya. Bahkan dia juga punya pergaulan yang cukup bebas dan bisa dibilang agak nakal. 

Tapi... melihat dirinya yang sekarang, mungkin tak seorangpun bisa menyangka. Yah, siapa sangka.. Hidayah bisa Allah berikan pada siapapun. 

“Malu...”
Itulah yang Bella katakan sambil menahan tangis saat pertama kali dia ditanya tentang masa lalunya. 
“Kalau aku melihat foto-fotoku yang dulu.. Ya Allah kok dulu kok aku bisa kayak gini ya...”

Tapi dia pun menyadari bahwa jika tak ada dirinya yang dulu, maka tak bisa pula jadi dirinya yang sekarang. Semua proses hidup menjadi perjalanan, tinggal kita bisa menyimpulkan kemudian atau tidak sehingga kesimpulan itu bisa membawa kita pada jalan yang seharusnya kita tempuh. 

Ketenaran
Seperti Bella yang memang dikaruniai paras cantik yang kemudian membuatnya sejak muda bahkan sudah sejak 13 tahun sudah menginjak kepopularitasan yang bagus, karier yang menanjak serta materi yang berlebih, meski sebelumnya semua itu membuatnya mencicipi kehidupan yang agak gemerlap tapi dengan hakikat sebenarnya yang suram, namun pada akhirnya semua itu akan membuatnya tersadar bahwa bukan itu semua tujuan teratas yang bisa dicapai manusia untuk menentramkan dan membahagiakan dirinya.  

Setiap orang ada proses, dan perubahan orang itu adalah rencana Allah yang luar biasa
-          Laudya C. Bella

Di tengah kesibukannya tentang urusan duniawi, batinnya sebenarnya merindu kedamaian hakiki yang mampu membuatnya tertunduk khusyu dalam beribadah. Bella mengaku, sekalipun dia puas dan senang dengan apa yang dia peroleh kala itu, tapi dia merasakan sesuatu yang kosong, kesenangan itu seperti hanya bisa benar-benar dinikmati untuk sementara saja.


Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak...  Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Qur’an. 57:20)


Kisah Cinta
Tidak hanya itu, dia punya cerita cukup pahit mengenai kisah asmaranya. Sekalipun dia adalah perempuan cantik dan terkenal, tapi kisah cintanya tak mulus dan beberapa kali menorehkan luka hati karena harus kandas ditengah jalan. Terakhir kalipun ketika benar-benar menemukan tambatan hati, bahkan telah menjalin hubungan sangat lama yaitu sekitar 5 tahun, ternyata hubungan itu tidak bisa dilanjutkan lantaran terganjal perbedaan keyakin, beda agama. 


 Saat itu dia mulai sadar, bahwa selama ini dia memang terlalu mementingkan orang dan melupakan Allah. Dan itulah ujian yang Allah berikan pada kita yang terlalu mencintai manusia sementara Allah masih inginkan kita kembali ke jalanNya. 


“Kok aku dulu-dulunya lebih sayang ke orang daripada sama Allah. Aku merasa menyesal dan merasa bersalah banget karena dulu aku selalu memprioritaskan orang, kerjaan dan pasangan.” - Laudya C. Bella


Saat yang membuatnya berpikir
Sudah beberapa kali Bella melaksanakan ibadah umrah, dan kali itu ada yang membuatnya berpikir saat dia duduk di pesawat selama 9 jam dalam perjalanan ke Mekkah. Saat itu dia terdiam dan merasa sendiri, dia sadar bahwa Allah telah memberi banyak sekali materi padanya, dan membuat dia sadar pula jika itu bukanlah tolak ukur kebahagiaan untuknya.

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Qur’an. 18:46)


Kasih sayang Allah kembali menyentuh Bella, kali ini dia digerakkan hatinya oleh Allah untuk mengenakan hijab, lewat film Assalamualaikum Beijing, diapun merasakan nikmatnya berhijab. Ia merasa sedikit terusik jiwanya, apakah ini jawaban dari doanya. Meski awal kalinya dia hanya berniat mengenakan hijab selama 40 hari saja seperti kebanyakan orang setelah umroh, ternyata pada akhirnya dia memutuskan untuk terus memakainya. 


Hijab
Pada awalnya dia masih menolak untuk pakai hijab. Dia masih membayangkan kalau dia akan punya suami dulu, punya anak dulu baru berhijab. Tapi kemudian seorang ustadz menyentil dirinya, apakah benar dia yakin umurnya akan sampai sana, sementara tak ada yang tahu takdir dan mati selain Allah saja. Sejak saat itu dia mulai berpikir..

Dan apakah Allah  tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? (Qur’an. 35:37)

Nah sesuai dengan ayat diatas, orang-orang yang salah satunya adalah Bella adalah orang yang mau berfikir serta orang yang juga mau mencoba berfikir ketika seseorang maupun hal lain memberinya peringatan. 

Setelah Berhijab
Tak dipungkiri bahwa orang yang memantapkan diri dan memutuskan untuk berhijrah pasti akan masih punya beberapa dilema maupun pemikiran secara dalam mengenai sesuatu yang biasa dia lakukan tapi sekarang harus dilakukan penuh pertimbangan. 

Begitu juga Bella yang langsung terpikir oleh pekerjaan yang sudah ia lakoni selama 10 tahun lebih.  Begitu juga teman-temannya yang tidak satu pemikiran lagi dengannya bahkan sedikit tidak menyukai perubahannya hingga muncul pro-kontra. Dia bahkan berpikiran apakah lebih baik dia keluar dari dunia artis, karena dia tidak mau lagi melakoni sesuatu jika dia disuruh lepas jilbab. Begitu juga teman-temannya yang menyayangkan dia yang tidak bisa keluar malam ataupun punya pergaulan seperti dulu, dia harus meninggalkan mereka meski bukan berarti dia memutus hubungan pertemanan. 


Tapi nyatanya sekarang justru banyak rejeki yang menghampiri Bella. Saya perhatikan banyak produk yang memakainya dengan asumsi agar produk itu dikenal cocok bagi perempuan berhijab, bahkan tawaran film juga semakin banyak. Ia tetap diberi rejeki tanpa harus melepas jati dirinya sebagai muslimah yang berhijab. Bella pun juga punya banyak teman lain yang sama berhijab dengannya dan belajar agama. Iapun tidak lagi khawatir dengan perkara dunia dan lebih bisa menjalankan sesuatu dengan lebih bermakna.

“Semua penyesalan dan pelajaran buat aku untuk tidak menyianyiakan waktu, yang dulu pernah aku lewatin Insya Allah nggak akan pernah kulakukan lagi” – Laudya C. Bella

Seperti yang saya yakini, hijab itu tidak menghalangi kita dari rejeki, karena Allah yang memberi. Mungkin saja Allah menjauhkan kita dari sesuatu untuk menggantikan yang lebih baik. Pun jika orang berasumsi sesuatu secara luas, jika Allah menghendaki maka kita akan dihindarkan dari sesuatu yang buruk dan didekatkan pada hal-hal yang baik untuk kita sebagai wanita berhijab. 

Semoga menginspirasi buat kalian wanita berhijab yang berproses dan berjuang. Semoga kita semua tetap istiqomah dan berdiri dengan percaya diri untuk menunjukkan pada dunia pada kita adalah wanita muslimah yang tangguh. 

Sekian..
Wassalam.

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art