Kalau banyak orang mau mengkontradiksi Islam karena tidak banyak orang Islam masa kini yang meraih nobel atau menciptakan teknologi canggih. Itu hanya akal-akalan dan pemikiran sempit mereka untuk menyudutkan bahwa Islam adalah umat-umat paling menyedihkan.
Nanti kalau Islam mengungkap kenyataan para pendahulunya, dibilang 'Ngaku2'.
Nah.. memang sungguh memang orang Islam masa kini udah jadi ajang kalah-kalahan.
Tapi orang Islam jaman dulu paling canggih di masanya, entah gimana generasi selanjutnya menjadi terjungkal dan diambil alih sehingga penemuan orang Islam diambil alih dan diaku-akui dunia barat. Mereka mengembangkan, menguasai sehingga tak ada bekas lagi nama sang Ilmuwan Muslim.
Orang Islam jaman dulu masih berpedoman kuat pada Al-Qur'an, yang menjadikan mereka Ilmuwan hebat juga karena isi dari Al-Qur'an dari Tuhan Semesta Alam. Sementara orang Islam sekarang mudah terbawa arus sekularisme.
-----------------------------------
SIAPAKAH
PENEMU TANGGA NADA(DOREMIFASOLASIDO) ? SIAPAKAH PELETAK DASAR
TEKNOLOGI PESAWAT TERBANG PERTAMA KALI? KARYA SIAPAKAH YG MENJADI
RUJUKAN ASTRONOMI EROPA? SIAPAKAH PENEMU ANGKA NOL? SIAPAKAH PENEMU ILMU
KIMIA? SIAPAKAH PRIONIR ILMU SOSIAL-POLITIK? SIAPAKAH
PENUMU GRAVITASI BUMI? SIAPAKAH PELOPOR MESIN AIR? SIAPAKAH PENEMU ILMU
ALJABAR:ALGORITMA,TRIGONOMETRI,KALKULUS? SIAPAKAH PELOPOR ILMU
KEDOKTERAN MODERN? SIAPAKAH PENGGAMBAR PETA PERTAMA DI DUNIA?
Orang barat(yg non muslim)? BUKAN, TAPI UMAT ISLAM!
TERNYATA BANYAK ILMU PENGETAHUAN YANG DITEMUKAN/DIPELOPORI OLEH ORANG2X
ISLAM PADA ZAMAN DAHULU, DALAM CATATAN INI AKAN DISEBUTKAN BEBERAPA ILMU
PENGETAHUAN YG MGKN KITA BELUM MENGETAHUI BAHWA ILMU-ILMU TERSEBUT
BUKAN DITEMUKAN OLEH ORANG ORANG-ORANG BARAT YG NON MUSLIM,MELAINKAN
OLEH CENDEKIAWAN ISLAM.
PROUD TO BE MUSLIM, ISLAM ADALAH AGAMA SELURUH NABI & RASUL =)

“Orang yang pertama kali memotong kumisnya dan kukunya dan melaksanakan
sunat atau khitan adalah nabi Ibrahim As.
Orang yang pertama kali menuliskan sesuatu dengan pulpen dan menjahid
dengan menggunakan benang adalah nabi Idris As.
Orang yang pertama kali membuat pakaian perang dan menemukan cara
pemakaiannya adalah nabi Daud As.
Orang yang pertama kali menuliskan kalimat Bismillahi Ar-Rahmanirrahim
didalam buku adalah nabi Sulaiman As (isi suratnya ke Balqis dengan
menggunakan Bismillahi Ar-Rahmanirrahim)
Orang yang pertama kali mengendarai kuda adalah nabi Isma’il As.
Nabi Muhammad SAW mempopulerkan penggunaan sikat gigi pertama kalim
Menggunakan ranting pohon Miswak, untuk membersihkan gigi dan
menyegarkan napas. “
Allah Ta'ala berfirman, "Kalian (umat islam) umat terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh kepada yang ma'ruf, dan
mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah." (Ali Imran: 110).
ABBAS IBN FIRNAS, PELETAK DASAR KONSEP PESAWAT TERBANG

Abbas
ibn Firnas adalah orang pertama yang mencoba membuat konstruksi sebuah
pesawat terbang dan menerbangkannya. Beliau merupakan ulama (Islam) di
Andalusia atau Spanyol pada zaman dulu. Spanyol tercatat 800 Tahun Dalam
Naungan Islam, Pada masa Abdurrahman III (912-1031). Andalusia dan
ibukotanya Cordoba mengalami kemajuan yang sanga pesat dalam berbagai
bidang, sampai pada puncak kejayaannya. Ia berhasil menggali sumberdaya
manusia dan ekonomi tanah Spanyol sehingga menghasilkan kekayaan yang
berlimpah ruah, pada saat Eropa masil mengalami kegelapan. Ia juga
berhasi menciptakan kondisi yang tenteram dan damai.
Di lain pihak, kaum Nasrani berusaha bersatu untuk menghancurkan
kekuasaan Islam. Pengkhianatan- pengkhianatan yang selanjutnya
dilanjutkan dengan serangan-serangan mulai dilancarkan. Memang pada
awalnya, apa yang dilakukan oleh mereka tidaklah begitu berarti. Namun,
setelah bersatunya musuh-musuh Islam yang diperparah dengan semakin
memudarnya Kekhilafahan, akhirnya Cordoba dapat dikuasai kaum Kristen
pada tahun 1236. Pernikahan Ratu lzabela dari Castilia dan Raja
Ferdinand dari Aragon memunculkan kekuatan baru bagi musuh Islam untuk
melakukan penyerangan pada tahun 1469. Hanya Granada yang bertahan di
bawah kekuasaan Bani Ahmar (1232-1492). Akhirnya, benteng terakhir Islam
yang di pegang oleh Bani Ahmar tidak dapat bertahan lagi. Dengan
demikian, secara politik kekuatan Islam berakhir pada penghujung abad ke
15,

dan Andalusia terpecah-pecah menjadi sekitar 30 negara kota.
Setelah kaum Kristen menguasai Andalusia, mulailah dilakukan gerakan
kristenisasi di Andalusia. Para penduduk dipaksa kembali untuk menganut
agama Kristen, semua literatur Arab dihanguskan. Pada tahun 1556, Raja
Philip II membuat undang-undang agar kaum Muslim yang tinggal di
Andalusia membuang kepercayaan,bahasa, adat-istiadat, dan cara
hidupnya. Pada tahun 1609, Raja Philip III mengusir secara paksa semua
penganut Islam keluar dan Andalusia, atau masuk Kristen.
ISHAQ AL-MAUSILI, PENEMU SOLMISASI

Ishaq
Al-Mausili (wafat 850 M) adalah salah seorang musisi Muslim terbesar di
kancah dunia musik Arab pada zaman kekhalifahan. Darah seni menetes
dari ayahnya, Ibrahim Al-Mausili (wafat 804 M), yang juga seorang musisi
besar. Ishaq terlahir di Al-Raiy, Persia Utara. Saat itu, sang ayah
tengah mempelajari musik Persia. Sang ayah terus mengembara demi
mempelajari dan mengembangkan seni musik yang sangat dicintainya.
Suatu waktu, Ibrahim membawa putranya yang mash kecil ke Kota Baghdad
metropolis intelektual dunia. Kelak, di pusat pemerintahan Ke -
khalifahan Abbasiyah itulah nama Ishaq melambung sebagai seorang musisi
legendaris. Kisah masa kecilnya juga tercatat dengan baik. Ishaq cilik
memulai pendidikannya dengan mempelajari Alquran dari Al-Kisa’i dan
Al-Farra.
Dari Hushaim ibnu Bushair, Ishaq mempelajari tradisi dan budaya. Se -
dangkan, pelajaran sejarah diperoleh nya dari Al-Asmai’i dan Abu Ubaidah
Al-Muthanna. Sejak kecil, ia sudah kepincut dengan musik. Na - mun,
sang ayah bukanlah satu-sa tunya guru yang memperkenalkan dan
mengajarinya seni musik. Menurut Miss Schlesinger, Ishaq mempelajari
musik dari sang paman, Zalzal, dan Atika binti Shuda yang juga musisi
terkemuka. Ishaq dikenal sebagai sosok manusia yang kaya dengan budaya.
Ia adalah musisi yang intelek. Hal itu dibuktikan dengan perpustakaan
pribadinya yang tercatat se bagai yang terbesar di Baghdad.
Ishaq telah memberi sumbangan penting bagi pengembangan ilmu musik.
Ternyata, dialah musisi yang memperkenalkan solmisasi: do re mi fa sol
la si do. Ishaq Al-Mausili memperkenalkan solmisasi dalam bukunya, Book
of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, yang begitu populer di
Barat. Musisi Muslim lainnya yang juga memperkenalkan solmisasi adalah
Ibn Al-Farabi (872 M-950 M) dalam Kitab Al-Mausiqul Kabir. Selain itu,
Ziryab (789 M-857 M), seorang ahli musik dan ahli botani dari Baghdad,
turut mengembangkan penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol jauh
sebelum Guiddo Arezzo muncul de ngan notasi Guido’s Handnya.
Peradaban Barat kerap mengklaim bahwa Guido Arezzo adalah musisi yang
pertama kali memperkenalkan solmisasi lewat notasi Guido’s Hand.
Ternyata, notasi Guido’s Handmilik Guido Arezzo hanyalah jiplakan dari
notasi arab yang telah ditemukan dan digunakan sejak abad ke-9 oleh para
ilmuwan Muslim!!!
(http://masmoi.wordpress.com/tag/peradaban-islam/)

(http://randipopo.wordpress.com/2009/09/20/sejarah-solmisasi/)
Para
ilmuwan yang telah menggunakannya, antara lain Yunus Alkatib (765 M),
Al-Khalil (791 M), Al- Ma’mun (wafat 833 M), Ishaq Al- Mausili (wafat
850 M), dan Ibn Al- Farabi (872 M-950 M). Ibn Firnas (wafat 888 M) pun
turut berperan dalam penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol. Karena,
ia adalah orang yang memperkenalkan masyarakat Spanyol

terhadap musik
oriental dan juga merupakan orang yang pertama kali mengajarkannya di
sekolah-sekolah Andalusia.
Guido Arezzo mengetahui solmisasi tersebut dengan mempelajari Catalogna,
sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang berisi kumpulan penemuan
ilmuwan Muslim di bidang musik. Solmisasi tersebut ditulis dalam
Catalogna yang diterbitkan di Monte Cassino pada abad ke-11. Monte
Cassino merupakan daerah di Italia yang pernah dihuni masyarakat Muslim
dan juga pernah disinggahi oleh Constantine Afrika. Lagi-lagi, peradaban
Barat mencoba memanipulasi sejarah!
Ref:
http://luckyharmawanspdi.blogspot.com/2010/09/ishaq-al-mausili-musisi-termasyhur.html
JABIR IBNU HAYYAN, PENEMU ILMU KIMIA

Ilmu
kimia di kemudian hari berkembang sangat pesat dan dikenal banyak
orang. Tapi, hanya sedikit yang tahu siapa sejatinya orang pertama yang
menemukan ilmu eksakta tersebut. Adalah Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan
(721-815 H), ilmuwan Muslim pertama yang menemukan dan mengenalkan
disiplin ilmu kimia tadi. Lahir di kota peradaban Islam klasik, Kuffah
(Irak), ilmuwan Muslim ini lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan.
Sementara di Barat ia dikenal dengan nama Ibnu Geber. Ayahnya, seorang
penjual obat, meninggal sebagai 'syuhada' demi penyebaran ajaran Syi'ah.
Jabir kecil menerima pendidikannya dari raja bani Umayyah, Khalid Ibnu
Yazid Ibnu Muawiyah, dan imam terkenal, Jakfar Sadiq. Ia juga pernah
berguru pada Barmaki Vizier pada masa kekhalifahan Abbasiyah pimpinan
Harun Al Rasyid.
Ditemukannya kimia oleh Jabir ini membuktikan, bahwa ulama di masa lalu
tidak melulu lihai dalam ilmu-ilmu agama, tapi sekaligus juga menguasai
ilmu-ilmu umum. "Sesudah ilmu kedokteran, astronomi, dan matematika,
bangsa Arab memberikan sumbangannya yang terbesar di bidang kimia,"
tulis sejarawan Barat, Philip K Hitti, dalam History of The Arabs.
Berkat penemuannya ini pula, Jabir dijuluki sebagai BAPAK KIMIA MODERN.
Dalam karirnya, ia pernah bekerja di laboratorium dekat Bawwabah di
Damaskus. Pada masamasa inilah, ia banyak mendapatkan pengalaman dan
pengetahuan baru di sekitar kimia. Berbekal pengalaman dan
pengetahuannya itu, sempat beberapa kali ia mengadakan penelitian soal
kimia. Namun, penyelidikan secara serius baru ia lakukan setelah umurnya
menginjak dewasa.
Dalam penelitiannya itu, Jabir mendasari eksperimennya secara
kuantitatif dan instrumen yang dibuatnya sendiri, menggunakan bahan
berasal dari logam, tumbuhan, dan hewani. Jabir mempunyai kebiasaan yang
cukup konstruktif mengakhiri uraiannya pada setiap eksperimen. Antara
lain dengan penjelasan : “Saya pertamakali mengetahuinya dengan melalui
tangan dan otak saya dan saya menelitinya hingga sebenar mungkin dan
saya mencari kesalahan yang mungkin masih terpendam “. Dari Damaskus ia
kembali ke kota kelahirannya, Kuffah. Setelah 200 tahun kewafatannya,
ketika penggalian tanah dilakukan untuk pembuatan jalan, laboratoriumnya
yang telah punah, ditemukan. Di dalamnya didapati peralatan kimianya
yang hingga kini masih mempesona, dan sebatang emas yang cukup berat.
TEORI
JABIR

Pada perkembangan berikutnya, Jabir Ibnu Hayyan membuat instrumen
pemotong, peleburan dan pengkristalan. Ia menyempurnakan proses dasar
sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur,
penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan
oksidasi-reduksi. Semua ini telah ia siapkan tekniknya, praktis hampir
semua 'technique' kimia modern. Ia membedakan antara penyulingan
langsung yang memakai bejana basah dan tak langsung yang memakai bejana
kering. Dialah yang pertama mengklaim bahwa air hanya dapat dimurnikan
melalui proses penyulingan.
Khusus menyangkut fungsi dua ilmu dasar kimia, yakni kalsinasi dan
reduksi, Jabir menjelaskan, bahwa untuk mengembangkan kedua dasar ilmu
itu, pertama yang harus dilakukan adalah mendata kembali dengan
metoda-metoda yang lebih sempurna, yakni metoda penguapan, sublimasi,
destilasi, penglarutan, dan penghabluran.
Setelah itu, papar Jabir, memodifikasi dan mengoreksi teori Aristoteles
mengenai dasar logam, yang tetap tidak berubah sejak awal abad ke 18 M.
Dalam setiap karyanya, Jabir melaluinya dengan terlebih dahulu melakukan
riset dan eksperimen. Metode inilah yang mengantarkannya menjadi
ilmuwan besar Islam yang mewarnai renaissance dunia Barat. Namun
demikian, Jabir tetap saja seorang yang tawadlu' dan berkepribadian
mengagumkan. "Dalam mempelajari kimia dan ilmu fisika lainnya, Jabir
memperkenalkan eksperimen objektif, suatu keinginan memperbaiki
ketidakjelasan spekulasi Yunani. Akurat dalam pengamatan gejala, dan
tekun mengumpulkan fakta. Berkat dirinya, bangsa Arab tidak mengalami
kesulitan dalam menyusun hipotesa yang wajar," tulis Robert Briffault.
Menurut Briffault, kimia, proses pertama penguraian logam yang dilakukan
oleh para metalurg dan ahli permata Mesir, mengkombinasikan logam
dengan berbagai campuran dan mewarnainya, sehingga mirip dengan proses
pembuatan emas. Proses demikian, yang tadinya sangat dirahasiakan, dan
menjadi monopoli perguruan tinggi, dan oleh para pendeta disamarkan ke
dalam formula mistik biasa, di tangan Jabir bin Hayyan menjadi terbuka
dan disebarluaskan melalui penyelidikan, dan diorganisasikan dengan
bersemangat.
Terobosan Jabir lainnya dalam bidang kimia adalah preparasi asam
sendawa, hidroklorik, asam sitrat dan asam tartar. Penekanan Jabir di
bidang eksperimen sistematis ini dikenal tak ada duanya di dunia. Inilah
sebabnya, mengapa Jabir diberi kehormatan sebagai 'Bapak Ilmu Kimia
Modern' oleh sejawatnya di seluruh dunia. Dalam tulisan Max Mayerhaff,
bahkan disebutkan, jika ingin mencari akar pengembangan ilmu kimia di
daratan Eropa, maka carilah langsung ke karyakarya Jabir Ibnu Hayyan.
Puaskah Jabir? Tidak! Ia terus mengembangkan keilmuannya sampai batas
tak tertentu. Dalam hal teori keseimbangan misalnya, diakui para ilmuwan
modern sebagai terobosan baru dalam prinsip dan praktik alkemi dari
masa sebelumnya. Sangat spekulatif, di mana Jabir berusaha mengkaji
keseimbangan kimiawi yang ada di dalam suatu interaksi zat-zat
berdasarkan sistem numerologi (studi mengenai arti klenik dari sesuatu
dan pengaruhnya atas hidup manusia) yang diterapkannya dalam kaitan
dengan alfabet 28 huruf Arab untuk memperkirakan proporsi alamiah dari
produk sebagai hasil dari reaktan yang bereaksi. Sistem ini niscaya
memiliki arti esoterik, karena kemudian telah menjadi pendahulu
penulisan jalannya reaksi kimia.
Jelas dengan ditemukannya proses pembuatan asam anorganik oleh Jabir
telah memberikan arti penting dalam sejarah kimia. Di antaranya adalah
hasil penyulingan tawas, amonia khlorida, potasium nitrat dan asam
sulferik. Pelbagai jenis asam diproduksi pada kurun waktu eksperimen
kimia yang merupakan bahan material berharga untuk beberapa proses
industrial. Penguraian beberapa asam terdapat di dalam salah satu
manuskripnya berjudul Sandaqal-Hikmah (Rongga Dada Kearifan).
Seluruh karya Jabir Ibnu Hayyan lebih dari 500 studi kimia, tetapi hanya
beberapa yang sampai pada zaman Renaissance. Korpus studi kimia Jabir
mencakup penguraian metode dan peralatan dari pelbagai pengoperasian
kimiawi dan fisikawi yang diketahui pada zamannya. Di antara bukunya
yang terkenal adalah Al Hikmah Al Falsafiyah yang diterjemahkan ke dalam
bahasa Latin berjudul Summa Perfecdonis.
Suatu pernyataan dari buku ini mengenai reaksi kimia adalah: "Air raksa
(merkuri) dan belerang (sulfur) bersatu membentuk satu produk tunggal,
tetapi adalah salah menganggap bahwa produk ini sama sekali baru dan
merkuri serta sulfur berubah keseluruhannya secara lengkap. Yang benar
adalah bahwa, keduanya mempertahankan karakteristik alaminya, dan segala
yang terjadi adalah sebagian dari kedua bahan itu berinteraksi dan
bercampur, sedemikian rupa sehingga tidak mungkin membedakannya secara
seksama. Jika dihendaki memisahkan bagianbagian terkecil dari dua
kategori itu oleh instrumen khusus, maka akan tampak bahwa tiap elemen
(unsur) mempertahankan karakteristik teoretisnya. Hasilnya adalah suatu
kombinasi kimiawi antara unsur yang terdapat dalam keadaan keterkaitan
permanen tanpa perubahan karakteristik dari masing-masing unsur."
Ide-ide eksperimen Jabir itu sekarang lebih dikenal/dipakai sebagai
dasar untuk mengklasifikasikan unsur-unsur kimia, utamanya pada bahan
metal, nonmetal dan penguraian zat kimia. Dalam bidang ini, ia
merumuskan tiga tipe berbeda dari zat kimia berdasarkan unsur-unsurnya:
Air (spirits), yakni yang mempengaruhi penguapan pada proses pemanasan,
seperti pada bahan camphor, arsenik dan amonium klorida,
Metal, seperti pada emas, perak, timah, tembaga, besi, dan
Bahan campuran, yang dapat dikonversi menjadi semacam bubuk.
(http://smayani.wordpress.com/2009/08/12/jabir-ibnu-hayyan-penemu-ilmu-kimia/)
Sampai abad pertengahan risalah-risalah Jabir di bidang ilmu kimia
--termasuk kitabnya yang masyhur, yakni Kitab Al-Kimya dan Kitab Al
Sab'een, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Terjemahan Kitab Al
Kimya bahkan telah diterbitkan oleh ilmuwan Inggris, Robert Chester pada
1444, dengan judul The Book of the Composition of Alchemy. Sementara
buku kedua Kitab Al Sab'een, diterjemahkan oleh Gerard Cremona.
Berikutnya di tahun 1678, ilmuwan Inggris lainnya, Richard Russel,
mengalihbahasakan karya Jabir yang lain dengan judul Summa of
Perfection. Berbeda dengan pengarang sebelumnya, Richard-lah yang
pertama kali menyebut Jabir dengan sebutan Geber, dan memuji Jabir
sebagai seorang pangeran Arab dan filsuf. Buku ini kemudian menjadi
sangat populer di Eropa selama beberapa abad lamanya. Dan telah pula
memberi pengaruh pada evolusi ilmu kimia modern.
Karya lainnya yang telah diterbitkan adalah; Kitab al Rahmah, Kitab al
Tajmi, Al Zilaq al Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury,
dan Book of Balance (ketiga buku terakhir diterjemahkan oleh
Berthelot). "Di dalamnya kita menemukan pandangan yang sangat mendalam
mengenai metode riset kimia," tulis George Sarton. Dengan prestasinya
itu, dunia ilmu pengetahuan modern pantas 'berterima kasih' padanya.
Ref : Cahaya Islam, Hery Sucipto
Dari berbagai sumber