Tampilkan postingan dengan label Kajian Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Nasional. Tampilkan semua postingan
Label: ,

Pilpres Indonesia 2019, Pesta Demokrasi?

Assalamualaikum ....

Bismillah... 


"Sebaik-baiknya jihad adalah berkata yang benar di hadapan penguasa atau pemimpin yang zalim." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pesta Demokrasi?? 

Saya agak geli mendengar itu. Pesta adalah dimana keadaan yang cenderung dengan rasa suka cita dan kegembiraan untuk siapapun, penggelar maupun tamu. 

Apakah Demokrasi khususnya pemilu ini mendatangkan kesenangan untuk kedua belah pihak?
Penguasa dan rakyatnya......

Tanda tanya, tanda tanya, tanda tanya.

Ada kalah ada menang, rakyat terlanjur terbagi menjadi beberapa kubu sesuai dengan jumlah pasangan capres dan cawapres. Entah ini pertandingan sepak bola atau ajang pencarian bakat, kedua belah pihak yang bersaing nampak sindir-sindiran, cari vote sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, baik yang mengumpulkan suara atau pemilik suara tidak gratis untuk memainkan perannya.

Baliho yang hanya jadi pajangan mengganggu pemandangan jalan, tidak untuk di cermati, tapi hanya di lirik, apalagi caleg yang banyaknya kayak lihat album kenangan, banyak yang nggak kenal. Memasang sekian banyak foto,  berharap di jangkau banyak mata, padahal menghafal wajah saja bukan jaminan bisa mengambil hati, apalagi hanya disertai satu dua baris slogan yang itu-itu saja nampak pencitraan saja. 

Merakyat, adil dan sederhana...
Mendengar suara rakyat, menjaga NKRI, Pasti NKRI, Tetap Pancasila...
(Soalnya yang lain HTI... lainnya radikal....) GETOOO YAAA,

Setiap kota bahkan setiap sudut di pasang, belum lagi harus bagi-bagi stiker, brosur, dan yang naudzubillah kebangetan niatnya, sampe bagi bagi amplop, paketan, bahkan pernak pernik seperti gelas, mangkok, serbet, sll.

Lu kate souvenir kondangan???

Ini Indonesia... 250 juta rakyatnya.
Undang nikah 200 orang aja duitnya berat,  T.T

Kemana tendensius tulisan saya akan pergi? Berpihak kubu 01, 02 atau rakyat?

Hidup saya tidak berlebih seperti artis yang merangkap youtuber, tidak juga miskin sampai susah makan, Alhamdulilah.... Jadi kemungkinan, meski tidak berlebih, saya Insya Allah masih bisa mencari penghidupan.

Tapi kalau di suruh milih maka saya akan lebih memilih pemimpin yang berusaha mencari rakyat yang susah, membela yang di zolimi, pemimpin yang gelisah karena rakyatnya masih tidak bisa hidup cukup ketimbang penguasa yang membangun infrastruktur, mungkin memanjakan sebagian orang yang mampu dan orientasinya adalah dirinya sendiri. 

Dan
Demokrasi...

Secara sepintas sistem ini kelihatan 'merakyat' karena pemimpin dipilih oleh rakyat sendiri, kesannya seperti rakyat sangat berperan, sangat di perlakukan adil karena di pimpin oleh pemimpin yang mayoritas mereka pilih sendiri. Tapi apakah benar begitu?

I'm not sure....

Dan apa akibatnya dari sistem voting ini? 

Ketika suara orang berilmu sama dengan suara penjahat, apakah kita yakin sistem ini adil??
Apakah anda akan bilang, Penjahat juga punya hak??
Atau jangan-jangan anda mau bilang melakukan kejahatan juga hak??
Brrrr....
Bahkan orang gila sja suruh milih, ini yang gila siapa??

Dan bagaimana dengan orang terpencil yang tidak tahu apa-apa dan suaranya bisa dibeli?? 
Mereka nggak sadar semakin susahnya hidup mereka karena apa, dan tanpa sadar pula mereka bak mengextend kesulitan itu hingga 5 tahun ke depan karena sudah diberi paketan atau amplopan, dan mereka terlalu polos...

Bagaimana pula saat kita para pendukung saling hina, tebar fakta mungkin sah-sah saja, tapi bagaimana dengan fitnah yang sengaja di tebar untuk saling mempengaruhi?

Sampai akhirnya, mengungkap fakta dan menyebar fitnah terlihat 11-12 padahal beda.

Apa saja gonjang ganjing pemilu 2019 di mataku?

ISU AGAMA 

Paling berhembus kencang di pilpres kali ini, bahkan mungkin menjadi bumbu utama, sebenarnya isu ini sudah terlihat di 5 tahun lalu, tapi tahun ini isu agama ini makin gencar, makin di giling, makin di goreng, apalagi setelah melihat realita 5 tahun jabatan.

Dan hal ini paling memuakkan.

Apakah dulu ada adu mulut soal manakah yang lebih Islami antara SBY dan Megawati?
Baru kali ini kan?

Apakah dulu ada orang muslim  marah-marah karena agamanya di hina, tapi justru ia yang terusir, ia yang terlapor, dan ia yang dianggap bar-bar?

Nggak ada kan?

Ulama di fitnah, ulama di kriminalisasi, di PHP katanya mau dikeluarkan dari penjara, tapi eh gak jadi, karena presidennya di setir sama jenderal entah sapa itu namanyaaa... euuummmm...

5 tahun lalu, sebenarnya sudah ada desas-desus mengenai masalah dengan Islam dan Presiden baru, mungkin karena belum terlihat jelas, jadi banyak yang meragukan, tapi melihat kenyataan selama 5 tahun ini, banyak juga yang sadar akhirnya 'hijrah' beralih pilihan. Meski ada juga yang entah... anggap tak penting atau ada penutup di matanya, atau alasan lain yang melihat pihak seberang terlihat begitu bersalah. Jika kau mencintai agamamu, sebenarnya 5 tahun cukup menjelaskan untuk menetapkan pilihan.

IJTIMA ULAMA 

"Dan sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris Nabi-nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham dan mereka hanya mewariskan ilmu, maka siapa-siapa yang mengambilnya berarti dia telah mengambil bahagian yang sempurna”. Hadits ini shahih, dan Imam Turmuzi, Ibnu Majah juga meriwayatkan Hadits tersebut.

Saya rasanya baru dengar yang namanya ijtima ulama di pilpres kali ini. Atau mungkin dulu ada, tapi karena  yang dulu-dulu tidak seberapa urgent sehingga ijtima ulama tidak harus di sebar luaskan.

Sampai ada kata 'Para Ulama sampai turun gunung' 

Well, meski kemarin rakyat sempat di hebohkan dengan dukungan terbuka ustadz kondang seperti ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat dan Aa Gym pada capres 02, tapi ijtima ulama yang mungkin lebih utama dan diambil menjadi pacuan dari ustadz-ustadz tersebut adalah bukan ulama yang sudah terlihat media atau ulama - ustadz kondang yang kita lihat di TV atau youtube. Ini ulama yang jauh dari keduniawiannya, jauh dari hiruk pikuk popularitas, tentu lebih ikhlas dan perspektif hidupnya berbeda dengan kebanyakan kita yang kadang masih susah untuk melepas gelas keduniawiannya ini.

Beliau semua ini dikabarkan merasakan urgensi dan daruratnya Indonesia hingga turun tangan, mengabarkan bahkan berani untuk menyampaikan pada umat tentang dukungan pada salah satu capres, meski di gamangkan sebelumnya bahwa Masjid jangan di tempatkan menjadi ajang berpolitik, tapi ini saya lihat bentuk kepedulian mereka untuk membimbing jamaah untuk menentukan sesuatu yang lebih baik.

MUSLIM bersebrangan dengan Ijtima' Ulama? 

Kita tidak bisa memaksa semua orang punya pendapat yang sama dengan kita adalah fakta dan tidak bisa dihindari. Perspektif hidup, cara menilai seseorang, dasar memandang sesuatu. Termasuk antar saudara seiman, dalam hal beribadah saja biasanya ada perbedaan pendapat apalagi sekedar pemimpin.

Berbeda guru agama saja mungkin membawa perbedaan, berbeda panutan ulama apalagi.
Di tambah banyak sekali ke awaman, meski muslim tapi masih menuduh saudaranya radikal atau fanatik. Ada pula yang masih belum move on, terjebak pada fitnah mengenai rekam jejak paslon yang di dukung para ulama padahal belum pasti hal itu memang demikian. Sejarah Islam saja bisa di menggokkan apalagi hanya sejarah seseorang. Atau adapula muslim yang menganggap hal-hal yang sangat keagamaan atau tokoh agama tidak punya kapasitas untuk menentukan hal-hal seperti politik dan negara.

Padahal kepemimpinan juga punya kaitan erat dengan syariat Islam, apalagi dengan kenegaraan.

Ada pula yang hanya meneriakkan NKRI, menganggap dirinya paling nasionalis, tapi dia tak memperhitungkan hak agama Allah ditengah kehidupan orang beriman, orang muslim.

Ada beberapa alasan, setidaknya kita memegang keyakinan bahwa PERBEDAAN ADALAH MUTLAK.


ULAMA SU'U

Kita juga sebenarnya perlu hati-hati, untuk menentukan mengikuti arahan seorang ulama. Tidak semua yang bergelar ulama lantas orang yang selalu benar ucapannya atau patut diikuti semua arahnya. Kita harus jernih memandang apakah ulama tersebut bersih dari kecondongan dari niat untuk mendapatkan bagian dari keduniawian atau murni karena ingin mengarahkan rakyat memilih pemimpin yang terbaik untuk ke maslahatan bersama.
“Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Alloh berfirman, “Apakah dengan-Ku (kasih dan kesempatan yang Kuberikan) kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.” (HR: Tirmidzi)

Ulama su’ adalah peringkat ulama yang paling rendah, paling buruk dan paling merugi. Semua itu dikarenakan ia mengajak kepada kejahatan dan kesesatan. Ia menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Ia menggambarkan kebatilan dengan gambar sebuah kebenaran. Mereka tidak lain adalah para khalifah syetan dan para wakil Dajjal.

“Hindari oleh kalian tempat-tempat fitnah.” Beliau ditanya:”Apa itu tempat-tempat fitnah.”Beliau menjawab:’(tempat- tempat fitnah) adalah pintu-pintu para penguasa. Salah seorang diantara kalian masuk menemui seorang penguasa, lantas dia akan membenarkan penguasa itu dengan dusta dan menyatakan sesuatu yang tidak ada padanya.” [ Riwayat Dailami, ma rowahu al asathin fi ‘adamil naji’I ila salathin, Jalaludin as suyuthi ].


TIDAK NETRAL

Kecuali orang yang hanya mementingkan diri sendiri, orang yang acuh, dan orang yang tidak mengerti, orang yang memandang semua buruk maka memilih golput, dan sebenarnya ke netralan dalam 2 kubu yang berbeda itu hampir tidak mungkin, kecuali orang yang masa bodoh termasuk pada nasib dirinya sendiri.

Pun saya, I am muslim and aku memilih ijtima ulama. 


DAMAI ATAU BODO AMAT?

Siapapun presidennya kita harus bersatu, siapapun pilihannya kita tetap bersaudara, jangan mau di pecah belah...
Dengar kata-kata itu emang adem ya guys... siapa sih yang nggak mau keadaan negaranya emang beneran begitu. Tak terkecuali aku yang cukup 'tersulut' karena fenomena pilpres kali ini (sebenarnya sejak 5 tahun lalu) meski sebagian ku lampiaskan pada tulisan, karena teman dekatku juga punya pilihan sama.

Meski aku sempet lama memendam, menahan diri untuk nggak memposting 'bukti-bukti' yang wajar bikin kita geram sebagai rakyat yang peduli. Tapi awalnya memposting semua di sosmed yang followersnya teman dekat juga, takut akan terjadi framing tentang diriku yang cuma kelihatan sotoy banget soal politik padahal bukan orang politik, atau disebut apalah...

Aku juga sebenarnya juga ingin menjadi orang yang BODO AMAT. Thats really cool, I thought.  

Yah mungkin untuk perkara yang tidak ada hubungannya dengan kita atau sama orang banyak misal kayak fenomena artis nikah sama mantan pacar temannya, haduuuh bodo amat deh. Itu urusan mereka okayy... 

Nah, perkara negara meskipun dengan kemenangan capres jagoan kita bukan lantas hidup kita berubah ke derajat yang lebih tinggi atau menggembungkan pundi uang kita, tapi setidaknya ini adalah ikhtiar menyumbang suara untuk tatanan negara yang lebih baik 5 tahun kedepan, ikhtiar agar alat kekuasaan tidak di tangan yang merugikan saudara kita, yang mungkin saja bisa berakibat secara langsung pada kita suatu saat kemudian, terkena dampak atas kebijakan pilpres yang terpilih. 

FITNAH KEJI, KONFLIK & SALING TUDUH

Ini adalah klimaks dan keburukan fatal sistem demokrasi yang saya rasakan baru-baru ini. 
Keributan ini secara aktif melibatkan seluruh rakyat. Karena masing-masing kubu ingin jagoannya menang, pasti para tim pemenang akan mengeluarkan segala postingan yang membuat satu calon akan lebih kecil nilainya dari calon lainnya, tujuannya sih sebenarnya ingin mempengaruhi orang yang tidak di kubunya atau orang yang dianggapnya masih tersesat.

Fine, kalau dilakukan secara fakta yang tepat sasaran meski tidak semua yang di klaim fakta adalah fakta, bisa jadi hanya hoax yang ditampakkan se real mungkin dan tidak semua hoax memang hoax. Ada hal yang sangat tertutupi tapi sebenarnya fakta.

Keambiguan terjadi lagi.
Fakta dan Hoax.

Yang lebih fatal adalah bagaimana lawan bukan saja memfitnah atau mengolok-olok capres tapi juga ulama-ulama yang mendukung. One word for you... apakah Jokowi lebih penting dari ulama??
If you say yes... Well... you're really not us, we're different.

HAQ DAN BATHIL

 
Meski di mata sebagian orang fakta terlihat seperti hoax dan hoax terlihat seperti fakta, tapi sebenarnya pilpres kali ini bukan hanya pertarungan anra bapak A dan bapak B tapi lebih ke memerangi bathil, memerangi kezholiman.

Haq dan Bathil terlihat jelas, kalai kalian pakai kacamata akhlak, moral dan kebangsaan, bukan melulu soal bagaimana di citrakan media dan bagaimana bangunan yang di hasilkan dari utang tanpa perhitungan urgensinya.

KENYATAANNYA........

KECURANGAN TSM (TERSTRUKTUR, SISTEMATIS, MASIF)


Dari pihak BPN Prabowo-Sandi ada sekitar 1200 laporan kecurangan masuk, Bawaslu mengabarkan ada 7.132 pelanggaran, sementara laporan terbaru di samping malah makin mengembang sebanyak 121.993 (entah salah itung apa nggak, wkwkwk) yang jelas sudah ribuan kasus masuk lalu apa kabar yang menyampaikan bahwa pemilu 2019 berjalan secara damai dan lancar.
Iiiiihhh... gemes banget!! 

Apakah kita masih bisa percaya dengan sistem demokrasi??

Apakah kita masih bisa percaya pemerintah??

Apakah kita masih bisa percaya aparat dan oknum?

Sementara ketidak adilan diperlihatkan secara vulgar dari tahun ke tahun dan puncaknya pilpres kali ini.



Sangat konyoooooollll... mungkin dia nggak main sosmed kali yes


THE DARK AGE OF INDONESIA

Baru 73 tahun memproklamirkan kemerdekaan tapi sudah mulai goyah, apakah ini The Dark Age of Indonesia atau masa kelam Indonesia? Carut marut dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan agama, cukong dan perompang secara transparan terlihat di depan mata masyarakat, goyahnya kerukunan beragama, mulai banyaknya konflik antar bangsa, rakyat dan pemerintah dimana-mana, termasuk pilpres yang baru saja di gelar kemarin, tidak menyisakan kesan selain..... MIRIS !!! 


Pemilu kali ini menurut beberapa pemerhati maupun pendapat pribadi saya adalah pemilu terburuk sejarah Indonesia. Bagaimana tidak, belum mulai pilpres di Indonesia tapi sudah di temukan berkarung-karung surat suara tercoblos no.1 juga yang di temukan dalam kontainer di tanjung priok, jutaan surat suara tercoblos sama. 

 
Saat pemilunya,  banyak keterlambatan pelaksanaan pemilu termasuk di TPS saya, terlambat sekitar 1,5 jam dan di tempat lain di tempat teman bahkan dalam cerita beberapa orang di medsos, kasus surat suara habis hingga tercoblos juga bukan main banyaknya. 

Fasilitas nggak kalah melarat, dengan anggaran negara 24 T, tapi bilik suara kerdus, kotak suarapun kerdus yang di gembok, meski gembokkannya bisa di gunting (sigh), kalah sama pemilu jaman doeloe tahun enyak babe kita baru lahir, kotaknya terbuat dari kayu. Banyak kertas suara dan kotak suara yang rusak terendam banjir meski para oknum dengan berapi-api menyatakan bahwa ini demi penghematan negara dan pilpres di lakukan di musim kemarau.  


Tak cukup disana, kembali pada pelaksanaan. Mulai bermunculan video kecurangan, bukti suara tercoblos, yang karenanya hampir semua dilakukan dengan no 01 pelakunya, maka kabar-kabar itu hanya seperti hiasan dinding sosmed yang menguap kemudian.

Kezaliman demi kezaliman makin terlihat jelas. 






Apakah kasus seperti di samping tidak cukup menerangkan ada kepanikan, ketidak pedean hingga harus melakukan hal yang inskonstitusional??

Di lapangan kasus serupa, kasus penghilangan kotak suara pun banyak terjadi.





 



Kesalahan input juga adalah masalah serius yang sedang dihadapi rakyat, kekhilafan melakukan kesalahan yang lebih terlihat sebagai kecurangan itu terlihat dan terjadi terus menerus, unsur sengaja juga terlihat jelas. Bagaimanapun mungkin sebagian besar atau hampir semua kesalahan input hanya dengan menambah jumlah 01 dan mengurangi 02???

Sekelas KPU dan Polisi pun dengan frontal seperti memperlihatkan ketidak adilannya dengan berbagai dalih. 

Kekejian seperti bau busuk, meski terus berusaha di sembunyikan tapi terus terlihat.


Mana mungkin lembaga negara bisa melakukan perbuatan biadab macam ini?? Gambar di samping hanyalah 2 bukti diantara ratusan atau ribuan bukti kesalahan penginputan C1 karena SALAH NIAT yang ditemui oleh para simpatisan 02. Yang gak ketahuan bagaimana? Wallahualam.

Berdalih salah input, kelelahan, apakah bisa di terima sementara pihak yang dirugikan konsisten salah satu kubu saja, dan apakah melihat pemalsuan dan

perekayasaan yang sangat mencolok ini kita sebagai rakyat masih bisa menaruh percaya pada mereka?

C1 asli di coret-coret / tipe ex lalu di scan padahal warga di TPS setempat punya salinan aslinya dan terheran-heran dengan output siluman dari website KPU.

Pak polisi kemana? Apakah hanya oposisi yang di tindak jika melakukan kesalahan tapi para kaum petahana zalim dilindungi bahkan cenderung ditutupi kesalahannya. 



Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang mana??

ANDA TIDAK PANCASILA !  

Kalian yang menodai Kesatuan Rakyat Indonesia, kalian penjajah, penjahat masyarakat, Tuhan lihat perbuatan anda sekalian. Kalian yang buat rakyat makin berpecah belah, silahkan di pertanggung jawabkan di akhirat dan semoga azab yang dimintakan ratusan atau ribuan orang rakyat pada anda sekalian karena tidak berlaku adil segera diberikan untuk membuat anda bisa segera kejalan yang benar.

 Simak Pengakuan Mantan Staff Entry KPU Tahun 2004 berikut :


 
 "Ihhh... dasar pendukungnya 02 ini nggak mau terima kenyataan. Kalah ya kalah... Quick Count disalahin Real Count KPU juga tetep ngotot pingin menaaaaaangg...."

Pasti banyak cebi yang nyinyiers macam itu, mereka yang disebut IQ 200 sekolam itu sendiri yang tidak bisa melihat kenyataan

Kecurangan yang begitu brutal di lapangan dianggapnya akal-akalan kubu 02 saja. Satu kata buat cebi...

'Maling teriak maling.'

Well nanti ku lanjut di postingan lainnya.






PESTA DEMOKRASI ATAU BENCANA NASIONAL ???
 
Melihat berita seperti ini apa yang di benak anda? Masihkah kita layak menyebut ini adalah pesta demokrasi??

Bagi yang nggak golput tahu dong bahwa pencoblosan kemarin tanggal 17 April 2019 tidak hanya pencoblosan kertas suara tapi ada 3 - 4 suara lain yang harus dipilih juga. Perhitungannya sudah memakan waktu biaya, bahkan sampai mengambil nyawa orang tapi masih saja rezim sampai hati terang-terangan tidak melawan semua kecurangan ini.

Mungkinkah kecurangan terang-terangan?

Masalahnya sekarang era digital, sedetail apapun bisa dikuak, beda sama beberapa tahun lalu ketika euforia dan kecurigaan kecurangan belum begitu besar. Jadi meskipun mereka berdalih manamungkin curang kalau kelihatan? Ini masalah ketahuan atau tidaknya saja. Bayangkan dari 800 ribu lebih TPS apakah rakyat harus meneliti satu-satu, untuk mengkoreksi kesalahan yang kadang sangat tidak masuk akal seperti mencoret angka, mentipe-ex sampai memalsukan C1, lah terus mereka dibayar untuk apa kalau merugikannya berantai dan cendrung konsisten di kubu 02., bukankah ini sudah tindak pidana berat? Kemana aparat yang katanya paling pancasila itu ngumpet??

Suara rakyat di kebiri, di curi, di hilangkan padahal di lapangan orang yang bekerja keras demi perhitungan yang benar sampai mempertaruhkan nyawa, apakah kalian para rezim senang melihat ini?

Mempermainkan ratusan juta rakyat, tak peduli pengorbanan, penderitaan dan kemarahan, tanpa satu ucapan maaf terus membela diri, bahkan berusaha menyembunyikan kenyataan di balik kebohongan besar yang dahsyat.
 
Ini bukan ujaran kebencian. InsyaAllah ini hasil tabayyun panjang menggunakan AKAL SEHAT, saya sebagai warga hanya bersedih dan merasa memiliki hak untuk menyaksikan keadilan di negaranya dan menuntut pemerintah yang mengaku pancasila itu untuk berlaku sesuai slogan dirinya tersebut.  Ingatlah akhirat, umur tinggal berapa, mati dalam kemurkaan rakyat yang merasa di tipu dan di zolimi. Sendiri dalam kubur menerima hukuman jauh lebih berat ketimbang hanya sekedar hukuman di pecat atau di turunkan jabatan. 

APAKAH KALIAN MASIH YAKIN DENGAN ADANYA TUHAN??

SERIUS TANYA.

Baca Juga >> Getir rakyat di atas isu tipu daya para pemimpin 
                 >> Media Massa Zalim Kepada Umat Islam 

Wasaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Label: , ,

Memecah Belah NKRI - GP Anshor (Banser) ft Pembakaran Bendera Tauhid dan Pencekalan Ustadz (Part.2)

Assalamualaikum

Bismillahirohmanirahim...



Setelah di postingan sebelumnya saya membahas tentang HTI, kali ini membahas salah satu organisasi sok pahlawan kesiangan, siapa lagi kalau bukan GP Anshor alias Banser.

Astaghfirullah...
Miris.... HTI dan Banser, Keduanya memang terlihat sama-sama beragama Islam tapi beda sungguh berbeda, saling berlawanan satu sama lain.

Yang satu berlandaskan syariah dan khilafah, yang mungkin kesalahannya masih salah jaman ya... kurang tepat waktu jadi pertentangan dimana-mana, sementara yang satunya mendompleng kata toleransi dan hmm... plural??

Tapi... nyengsarain sodara seagamanya (semoga memang se agama, seakidah)

Toleransi not bad at all... we all have to do that. Saya juga nggak mau teman-teman non muslim saya merasa takut dan terancam berada di tanah kelahiran mereka sendiri hanya karena mereka minoritas.

Tapi yang salah adalah saat kita malah menzalimi akidah dan saudara kita sendiri dibalik kata 'toleransi'.

Sebelum gonjang ganjing SARA merebak, saya nggak tahu Banser ini apa dan dari mana asalnya, kenapa dibentuk, apa tujuannya saya nggak paham dan tahu-tahu mendapati tingkah mereka yang mengiris nurani, kok ada orang kayak mereka? Yang lebih bikin gagal paham kenapa mereka ada yang pake baju macam tentara, bikin salah paham. Plus punya tokoh yang ngaku-ngaku ustadz macam... ya, gak usah sebut nama deh.

Pas dicari tahu katanya organisasi 'serbaguna' gituuuu... katanya untuk aksi kemanusiaan.

Yang pernah melihat mereka jadi relawan di Palestine dan Suriah, atau di tanah bencana, ngacung... (serius tanya, karena belum pernah lihat di berita, kalau pernah ada ya syukur masih baik)

Yang  tahu, perbuatan 'baik' mereka adalah menjaga gereja. Well, gereja sering banget jadi sasaran bom teroris gila dan mungkin thats why (duh kok ku jadi kayak anak Jaksel, hehe)

Nggak salah soal itu, aku juga pasti akan belain teman non muslim aku yang mau diserang tanpa sebab sama orang yang bawa-bawa nama agama.

Terus ngatain muslim lainnya intoleran, muslim yang lainnya nggak NKRI.

Ngerasa paling NKRI, tapi nggak dengan mengimejkan saudara seiman lainnya adalah pengancam yang kudu dan paling berbahaya yang harus di halang-halangi semua gerak dan aktivitasnya. Hmm lucu-lucu deh pokoknya.

Nggak tahu kenapa kudu membawa nama NU, atau nggak tahu juga kalau benar kenapa NU bikin organisasi absurd kayak gitu yang masih menyeret nama Islam dengan organisasinya. Tapi eh tapi....


Silahkan dibaca gambar diatas, kenyataannya mengenai banser yang nyata..

Tidak ada kontribusinya sama agamanya selain, "Gue Islam, Gue lawan hukum Islam/"

Kan konyol.

Kenapa sok pahlawan kalau nyatanya tidak pernah sama sekali memperjuangkan agamamu sendiri?
Kenapa sok pahlawan kalau kalian mengancam kedamaian dan menghalangi kebaikan saudara seagamamu sendiri?

Seakan mendengar kata 'NKRI harga mati' bak mendengar kata 'Hukum Allah tak diterima."

Sik sik talah (bentar bentar)
Mau tanya sama orang banser, mereka anggap agama itu apa sih?

Mungkin mereka organisasi plural, yang tidak menghendaki ideologi lain selain ideologi negara yang sudah ada. Oke, menjaga keutuhan negara itu memang penting dan perlu, tapi kalau sampean sampean ini orang muslim kudunya tahu bagaimana bernegara menurut agama Isla, dan juga tahu gimana perwatakkan para muslimin yang kaffah ketika menyuarakan suaranya. 

Tapi sok dan ngawurnya itu lohhh bikin gregetan nggak ketulungan.

Hmmm, pingin memperhalus bahasa tapi KZL juga.

Apa dosa mereka yang seperti nggak mudah dimaafkan? Mari kita list....

1. Mencekal Ustadz datang Pengajian

Dengan alasan, ustadz itu dituduh pengujar kebencian? Terhadap pemimpin? Atau melakukan black campeign, atau dianggap ustadz yang tidak sesuai pancasila dan NKRI?


Gini deh, situ bisa jamin kalau pendeta di gereja yang situ jagain nggak menghimbau warganya buat memilih salah satu kandidat saja dan membongkar keburukan yang lainnya.

Saya yakin adaaaa....

Wong ada satu kenalan orang gereja pilih capres lainnya aja di bully dan di KZL-in kok sama temen-temannya.

Saya boleh nggak setuju dengan pendapat pendeta itu, tapi kalau menurut mereka dalam sudut pandangan mereka sebagai orang kristiani memang itu yang mereka suka, mereka inginkan ya saya bisa apa??
Ojo panik. Paling pooll saya cuma bisa ngedumel di sosmed, kok memandang gitu seeeehhh... capres ini begini kok, begitu kok. Cukup, saya nggak bakal cegat itu bapak pendeta di perempatan dan ngancem ini itu. Paling juga dah males komen, dah hapal.

"Anda dilarang kotbah pakk.... kotbah anda mengandung black campeign!! Anda di cekal"

Lalu bikin petisi lalu bubarin gereja. Kita gak gitu keleeeeesss

Jadi kalau ustadz kita juga memberi pencerahan mengenai presiden mana dan macam apa yang patut dipilih oleh orang-orang muslim ya wajaaarr... sah-sah saja... namanya ustadz itu guru, guru itu ngajarin, termasuk ngajarin milih pemimpin yang nggak ngerugiin hidup bahkan iman kita,  lagipula mereka nggak pake acara hipnotis, dan seperti hakikat hidayah pada umumnya, semua bergantung ridho Allah sehingga bakal ada yang terima ada yang nggak, kemungkinan kecil bisa sama rata. Setelah Ustadz selesai ceramah, menjelaskan, kemudian jamaah pake sandal keluar masjid udah bukan tanggung jawabnya lagi, nggak ada cerita ngancem dan memaksa juga.

Gak juga bilang, "Awas ya jamaah, yang coblos nomor ini KAFIRRR... Layak di bom !!!

Gak gitu sama sekali kan brooooohh!!!

Lagipula yang penting ngomongnya pake dalil, pake bukti dan sesuai ajaran agama, turunnya dari Allah lohhhh... DARI ALLAH. terus apa yang salah...????

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah :51)




Kalau prasangka masih gede, berarti ada keingkaran dalam hati terhadap hukum Allah...

Hukum Allah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, entah kehidupan di kamar, di rumah, di tempat kerja, tempat berpolitik maupun bernegara, masak gitu nggak ngerti seeehhh

Lagipula ya b*d*hnya, jelas-jelas tema yang mau dibawa ustadz itu loh tentang anak muda, tentang pergaulan bebas, daripada sok jago cekal-cekal, zalim menghalangi orang dari memberi dan mendapat ilmu bermanfaat mending duduk manis disana ikut pengajian gih biar nggak salah gaul, dangdutan mulu siiiiiih...

Kalau masih mau tanya kenapa Islam punya ayat seperti Al-Maidah :51 yang mereka anggap berbau diskriminasi, logikanya kalau kalian punya keyakinan ke kiri lalu punya pemimpin, atau kepala keluarga yang bertentangan ke kanan gimana coba? di suruh ini, rumah di bikin begini, sementara itu bertentangan dengan

Kalau gitu kan Indonesia nggak semua muslim? Oke mari anda lihat di postingan yang sudah saya tulis, masa sih saya harus menjelaskan lagi, pegel tangannya hehe. lihat disini : Maaf aku harus memilih pemimpin muslim..

Jadi yang mencekal orang berdakwah, hati-hati kalau di cekal Allah ke surga. Takut Allah, semoga dapat hidayah ya kita semua...

2. Pembakaran Bendera Tauhid.


Banser kurang ajarnya kebangetan styuupit juga kan ngaku-ngaku ustadz, ngaku-ngaku muslim tapi bakar kalimat yang seharusnya menjadi panji hidup dan matinya. Masih ngotot dan  udah gitu di bela pula sama atasan-atasan petinggi di instansi maupun lembaga 'atas' bahwa itu adalah bendera HTI... HA TE I, Bendera ormas katanya, bukan bendera Rasulullah.

Oke I know mungkin separah-parahnya, mereka nggak nyampe sana juga tahu mengenai bendera Nabi atau bukan. At least, dia kudunya bisa donk baca huruf hijaiyah dan baca itu bacanya apa.

Mau HTI salah atau nggak, kalau benci sama mereka, nggak semestinya di ungkapin dengan hal tergeblek senusantara seperti ini.

Analoginya, misalnya ada teroris yang bawa bendera Indonesia terus melakukan aksi kejahatan di berbagai tempat menggunakan bendera itu,terus ada orang marah-marah bakar itu bendera, umat muslim lainnya bakal marah nggak? Bakal tersinggung nggak?

Marah noh sama orangnya, bukan sama atribut yang punya arti buat orang banyak.

Styuuupit...

Eh interupsi, tahu nggak sih, mau curhat nih, ketemu banser itu serem loh. Orangnya suka dangdutan, joget-joget bareng di khalayak umum nggak menggambarkan akhlak para akhi-akhi yang santun dan sikapnya penuh hikmah. Jadi suka kesel kalau mereka bawa-bawa nama Islam, mereka juga ormas gak jelas, bikin rusuh.

Pernah ketemu sekali di suatu tempat yang jauh dari Indonesia, pelatihan katanya. Weh, keren juga ya mereka pendanaannya, entah dari manapun tapi duitnya banyak, bisa datang rame-rame ke luar negeri buat latihan entah latihan apaan, hmmm...dan mereka jalan-jalan masih pake seragam mereka, GP Anshor bukan seragam tentara bansernya. Udah gitu bikin malu karena sangat berisik dan urakannya, temanku warga setempat jadi ketakutan, bahkan mereka juga nggak menunjukkan sikap hormat dan menghargai sama perempuan berhijab, so flirting ah... disgusting (kisahku sendiri) sedih.

Apalagi tahu kalau mereka melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan mencekal ustadz-ustadz kami, di tambah pembakaran bendera Tauhid...
Makar katanya, teroris bersembunyi di balik bendera Tauhid katanya.
 

Kalian pada bolehlah benci HTI sebagaimana saya benci kalian (jujur banget)
Tapi pake tindakan bakar bendera apa gunanya bro, lu kate santet apa??

Apalagi bendera itu bendera Tauhid, SubhanAllah... Naudzubillah...

Kalau benci silahkan face to face, panggil lalu utarakan apa yang jadi uneg-uneg kalian (emang curhat?) yang jantan gitu loh, katanya muslim. Aku menyadari kok, nggak semua muslim satu pandangan karena menafsirkan segala sesuatu sendiri-sendiri tergantung apakah dia memenangkan hawa nafsunya atau imannya, diskusi sampe ketemu titik temu karena sesungguhnya orang mukmin itu bersatu jadi satu.

Tapi apa yang dilakukan sama si banserep itu (kata orang2, itu sebutannya)

Dengan membakar bendera Tauhid lu kate kayak ilmu santet bisa mengamblaskan semua anggota HTI atau bikin mereka takut sama kalian? Lari terbirit-birit atau berlutut minta ampun? Ngayal. Yang ada malah mengundang murka seluruh umat muslim (khusus yang punya ghirah)

Saran buat Banser yang pengen banget di sebut sebagai pahlawan 'kesiangan' NKRI'. Bangunlah lebih pagi, biar nggak kesiangan, biar nggak ketinggalan ilmu, nggak ketinggalan berita. Mikirin HTI mulu kalau lama-lama cinta gimana?

Jangan lupa masih banyak ancaman NKRI (yang sebenarnya) yang masih terselubung, PKI masih berkiprah, TKA menyusup, dan saudara seiman di dalam atau di luar negeri yang tertimpa bencana dan peperangan sana yang lebih membutuhkan pertolongan dan pembelaan kalian yang biasanya begitu ngotot dan getol itu, biar energi dan ngotot kalian itu menguntungkan diri sendiri dan orang lain gitu loh, biar getolnya berguna. Semoga energi kalian tidak terbuang sia-sia.

- Pembakar bendera di vonis 10 hari penjara dan denda 2 ribu??

Kalau ini benar maka ini adalah sebuah hinaan, atas harga sebuah kalimat Tauhid yang begitu agung bagi umat muslim, membuat ribuan umat muslim gerah dan murka di hargai begitu rendah, yang menjalankan hukum seperti ini semoga kau di adili oleh Allah sesuai dengan harga nuranimu yang tipis. Takutlah pada Allah, yang benar-benar mengaAdili.

- Bendera Tauhid adalah Bendera Aseng?

Asing memang untuk non-muslim, tapi saat banser yang ngaku-ngaku ustadz tapi ngaku janda pula itu yang bilang. Woww...semakin aku meragukan keIslamannya.
Meragukan bahwa dia bisa membaca huruf hijaiyah, nggak ngerti huruf hijaiyah, nggak ngaji donk?
Pantes lah yaaa....
Ungkapannya sangat nggak pantas untuk dikatakan oleh orang yang mengaku muslim, nggak lazim.

Ayo lah banser, ngaji dulu yukkk...
Sesama muslim kalo ribut di ketawain setan, karena setannya berhasil mengadu domba///

Eh kita bukan domba dink.

Testimoni muslim lainnya :



**

Maaf ya, kata-katanya agak pedes. Saya memang bukan wanita selembut wanita alim karena udah watak bawaan ada judes-judes ala kak Ross, tapi tetap berusaha untuk mengendalikan perkataan agar tidak kelewat kasar yang tidak sesuai dengan akhlaktul karimah seorang muslimah.

Lagipula tali buhul yang paling kuat adalah Cinta karena Allah dan Benci karena Allah. Kita harus mencintai sesuatu yang tujuannya Ia semata dan membenci apa-apa yang melawan hukumNya, tegas berusaha meluruskan dan membela, tanpa kekerasan. Kemudian mempunyai Ghirah yaitu kekecewaan, ketika agama dihina. Jika hukum Allah dihina maka kita wajah marah. Meski kemarahan harus tidak diungkapkan secara terlalu berlebihan.

Nabi pernah marah karena 2 hal, 1. Ketika hukum Allah di permainkan dan 2. Ketika musuh memerangi.

Oke, itu saja ya yang saya sampaikan untuk saat ini meski sebenarnya materi sangat banyak tapi apa daya, udah terlalu panjang dan di sambung lagi lain kali. InsyaAllah.

Kesalahan milik saya kesempunaan milik Allah SWT. Semoga mengandung hikmah dan dimaafkan kalau ada salah, semoga Allah memperbaiki kita semua. Aamiin

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Label:

Entah pergi kemana rasa 'nasionalis' itu

Bismillahirrahmanirrahim..
بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ

Assalamualaikum...

Saya harus baca bismillah dulu biar hobi menulis saya ini tidak menyeret pada suatu yang 'bahaya'. Salah ngomong bisa berabe, sudah saling mengadu sana-sini apalagi sama sesuatu yang di upload di internet... Jadi kudu ati-ati kalau mau ungkap unek-unek karena keadaan negara sudah mulai dalam keadaan kritis...  Hukumnya, aparatnya dan pejabatnya *peace ya

Maaf ya ini cuma blog dengan isi curcol dan random, jadi nggak dibaca juga lebih bagus.

Apa yang saya amati selama saya berada di luar negeri dan melihat beberapa pemberitaan dari dua sisi. Negara bukan lagi bhinekka tunggal ika tapi sudah terkotak-kotak. Tidak dipungkiri, saya tidak netral dalam hal ini tapi juga berusaha tabayun, nggak memukul rata apa yang saya lihat.

Hubungan orang-orang yang berbeda agama sudah mulai nggak baik sejak kasusnya a***

Dulu baik-baik aja, sekarang hanya karena satu pro ini satu pro itu akhirnya ada yang bubar bertemannya. Ini kenyataan yang nyata di depan mata saya loh.. Saling sindir-menyindir saling ejek-mengejek, saya sedih lihat ini...

Sekarang karena siapa ke bhinekaan jadi terpecah-pecah??

Ah ~ Saya jadi tidak berselera dengan kata 'nasionalis' karena kalo di kaca pembesar, di negaraku isinya pembenci agamaku dan agamaku adalah hidupku.

Yap, aku si pendosa yang mencintai agama..  

Dan sudah mulai terlihat juga para petinggi yang arah prinsipnya kemana...

Ketika mereka berteman dengan musuk-musuh Islam, mereka melindung penghina Islam,  terlihat satu-satu ada ebi dibalik batu... (udang enak sih, nggak rela, wkwkwk)

Statusnya sih Islam, 'di TV' sih sholat, bahkan yang perempuan ada yg berhijab dan mereka tertawa bangga ketika kalimat hinaan terhadap agama yang mereka sandang yang mereka ucapkan mendapat apresiasi publik.

Ngapain terus pake hijab??

Cuma mau kedok, 'Neh, aku loh berhijab tapi gak setuju sama hukum Allah' gitu kaaahh?? Atau apa ya?? Konspirasi yang sulit dimengerti. Jiahhh...

Sedih kali, dimana aku dulu berhijab motivasinya karena belajar Islam kemudian semakin cinta sama Allah, bangga sama Islam, kemudian yang sana berhijab sambil merendahkan agama Islam...

Kok rasanya terlalu gak sinkron ya... sedih loh aku. 

Maaf mbak, maaf loh... itu akal sehatnya dimana??

Makanya, betul juga kata ustadzah ku lebih baik berilmu dulu baru beramal.

Konyolnya, sensasi dia yang jadi 'kompor' bagi para muslim, bikin panas gerah ehh... malah di sambut dengan suka cita sama 'orang-orang penting (bagiku sih nggak penting) negara' ya di undang datang lah, ajak selfie lah, cieee dapet bolo baru seneng nih yeeeeyyy...

Maaf loh kalau kata-kataku nggak enak, maaf seribu maap.. Maap lagi sakit ati...

Yang penting kan aku gak sebut nama yaaahh... kenapa jadi feel insecure gini ya waktu ingin unek-unek di blog, serasa tinggal di negara diktator kayak Korea Utara aja, takut banyak Cyber Spy alias mata-mata. Sekarang pun deg-deg an nih...

Jadi ngerasa negara ini udah di pegang sama orang-orang yang hmm... mau gimana sebut ya, jadi nggak enak. Intinya kalau mau balik ke Indonesia merasa udah nggak aman gitu...
Gak bahagia lagi lihat agamaku dibuat bahan bulan-bulanan kesana-sini terus.

Ulama-ulama dilecehkan, bahkan anak mudanya pun sudah berani menghina...
Mau jadi apa punya bangsa mental kayak gitu. 

"Kamu sudah banyak berubah Indonesia...
Sejak dengan dia kamu sudah tidak seindah yang dulu lagi, aku ingin berpaling saja rasanya darimu." *drama scene...

Jadi ingat kemarin barusan lihat video youtube tentang muslim di Jepang, disana ada orang luar Jepang muslim yang juga ikut di wawancarai dan dia bilang mengenai kesan muslim-muslim di Jepang.

"Saya justru melihat keindahan antar umat Islam dan agamanya yang sebenarnya di sini padahal Islam minoritas di Jepang.  Justru di negara minoritas muslim lah atmosfer muslim yang sebenarnya terasa."

Ada denger-denger juga kebangkitan agama Islam itu di negara-negara barat, entah eropa atau amerika.  Bisa dilihat juga banyak indeks mengatakan penganut Islam di negara-negara tersebut terus meningkat, dan saya yakin InsyaAllah mereka mualaf-mualaf 'berkualitas' ya... Karena mereka hidup di negara minim Islam tapi malah menemukan Islam. Jadi mereka belajar dan berpindah agama karena hakekat Islam yang sebenarnya, Aamiin.

Sementara di Indonesia yang dikenal negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, mulai menguliti jati diri masing-masing. Kuantiti memang besar, kualitasnya??

Yang lagi in, menganut agama hanya dengan anggapan 'warisan' behh... masih terjajah banget nih pemikirannya.
Terus yang menghina ulama-ulama dengan gelakan tawa dan cacian yang puas..

Melihat berita dari sisi, bahkan orang yang seharusnya punya jabatan dan gelar terhormat di negeri bisa melakukan kebohongan (terbukti) demi memfitnah, demi melindungi anteknya...

WHAT The ~

Terus saya sebagai warga negara cari perlindungan dimana kalau pada berbohong, fitnah, antek-antekkan, bisa diajak kongkalikong dkk... 

Nggak paham lagi deh jadinya...

Punya pemimpin dan aparat yang gak pro dengan mayoritas rakyatnya...
Kemudian bangsa yang otak hoax dan saling mencaci, saling berlawanan...

Dan kayak saya, bangsa yang mulai luntur nasionalisnya...
Huhuhu... maaf pak Karno, lah gimana lagi sudah begini adanya...

Mau jadi apa ya kira-kira negara ini, 5 tahun lagi??

Aku cinta kampung halamanku, kotaku, tapi kalau sudah bicara tentang 'Indonesia' secara keseluruhan.

Aku sudah hilang selera... :'(

Seperti lagu-lagu atau kata-kata cinta, 'Cinta sudah pudar... terbawa angin, tersapu ombak...'

'Kurasakan pudar dalam hatiku rasa cinta yang ada untuk dirimu, ku lelah dengan semua yang ada ingin ku lepas semuaaa...'

Bagaimanapun sebagai anak bangsa yang lahir di negeri ini (btw sekarang di Luar Negeri), berarti lahir di 'negeri itu',  saya berharap akan ada perubahan menuju arah kebaikan untuk Indonesia. Semua keburukan musnah satu persatu dan kembali jadi pribadi bangsa yang tangguh, nggak fitnah-fitnahan, nggak dibudak antek asing, yah semoga saja...

Jika ada daya saya ingin andil, tapi karena itu tidak mungkin...

Mari berdo'a saja...

Mengheningkan cipta dan resapi lara bangsa saat ini...





Label: , ,

Getir rakyat di atas isu tipu daya para pemimpin

Assalamualaikum..
Bismillah..

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. (QS. Al-An'am:165)
Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar*. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. As-Sajdah:24)
* sabar menegakkan kebenaran
===========================================================
Kita harus meneliti, sekiranyapun tidak ada calon pemimpin yang sangat baik. Tapi mana yang lebih sedikit mudhorotnya dan patut menghindari mana yang tidak disarankan untuk memilih pemimpin sesuai Al-Qur'an. Akankah penguasa dan pemimpin itu menunjuk dan memerintah kita dalam kesabaran untuk menegakkan kebenaran dan termasuk orang-orang yang meyakini ayat-ayat Allah??

===========================================================

Sebagai orang awam yang mencoba ikut berpikir, saya ingin sedikit menuangkan unek-unek saya mengenai isu besar yang sedang berkembang panas di Indonesia akhir-akhir ini.

Ini pertama kalinya juga saya sangat merasa khawatir dengan perkara 'Presiden Indonesia'. Kalau dulu masa bodo dah siapa presidennya, nggak ada ngaruhnya, toh mereka juga nggak kasih saya uang saku setiap bulan. Hehe.

Dulu sih perang politik biasa hanya di latar belakangi soal record prestasinya di bidang pertahanan, keuangan dll. Tapi isu yang sekarang bisa sangat sengit karena sudah dianggap SARA dan Rasis? Hmm.. Oh yaaa?? Mulai mencuat hal berbau agama dan ras kali ini, dan sebagai penganut agama mayoritas yang justru sering di adu domba di Negeri ini, saya rasa saya juga harus ikut menganalisa dan mendoakan Negeri ini.

Memang rasanya saat ini rakyat Indonesia benar-benar dihadapkan dengan pilihan yang sulit karena hanya ada dua pilihan untuk calon presiden.  Kalau dilihat karena cuma dua maka ada kala kedua calon inipun posisinya menjadi serba salah, seperti dua sisi pisau kalau tidak menghujam satunya ya satunya lagi. Terutama para pendukungnya juga lah...

Kalau satu punya kabar baik maka itu hanya disebut pembelaan, dan kalau satu punya kabar buruk maka pihak lain otomatis disebut pelaku black campaign. Lihat saja, setiap saya membuka akun sosial media saya, sebagian besar membicarakan dan mengkritisi masalah ini, terkadang jemu juga tapi lama-lama jadi penasaran juga. Hehehehe.

Saya sih memang orang biasa, awam dan bukan siapa-siapa di dunia politik dan pemerintah.  Tapi karena saya lahir, tinggal dan hidup disini, bolehlah saya sedikit mencari tahu dan berpikir agar kita tidak salah pilih tentang sesuatu yang juga ada pengaruhnya bagi kita.

Ini memang saya tulis atas nama pribadi, tapi saya juga mempelajari dari sumber-sumber yang setidaknya sudah terpercaya dan bisa memilah-milah mana yang benar, bauk dan mana yang buruk dan salah.  Sekalipun kita masih muda, tapi jangan mau mudah ditipu daya oleh orang besar dan berhak juga menentukan pilihan demi kebaikan tempat yang kita tinggali ini.


Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. Al-Hujarat:16)
 Dan juga seperti yang diajarkan oleh Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya bersabda, "Seburuk-seburuknya tunggangan adalah menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya."

Sehingga dari sini saya juga perlu hati-hati, presiden yang kontra pun belum tentu seluruh hidup dan niatnya buruk tapi yang pasti saya harus hindari adalah mudhorot dan apapun yang melatar belakanginya dan melihat sumber dan asal-usulnya yang bisa diyakini kebenarannya. Insya Allah.. tunjukkan jalan yang benar ya Allah.

Blak-blakkan saja, toh semua orang juga tahu siapa nama capresnya. Nomor 1 Pak Prabowo, Nomor 2 Pak Jokowi. Saya memang cenderung silent reader, kadang sih juga pingin sharing-sharing berita tentang mereka biar orang yang hanya berkiblat media ini tahu lebih lebar kenyataannya karena yang membuat kabar biasanya orang-orang yang pernah menemui calon presidennya secara langsunng, tapi tahu sendiri masalah ini sudah membesar dimana-mana, saya lambat laun mundur saja dari topik ini daripada terseret konflik dan perdebatan panjang. Heran dan takjub juga, masalah capres kali ini membuat orang yang tadinya berteman jadi saling adu mulut sengit karena berbeda pilihan.

Saya takutnya dianggap salah satu tim sukses atau fanatisme salah satu presiden, tapi yang sebenarnya adalah saya tidak mau memilih salah satu presiden ini karena ingin menghindar mudhorotnya yang lumayan serem. Dengan menghindari satu capres yang lumayan mengancam ini sehingga mau menjadikan kita menaruh harapan pada satu capresnya lagi, tinggal doakan saja agar beliau bisa mengemban amanah dan posisinya dijalan yang makruf, haq dan baik sehingga bisa memperbaiki isu-isu dan keburukkannya dimasa lalu.

Dua-duanya tak luput dari pemberitaan yang nggak kalah buruknya.  Tinggal kita ini pintar menelisik lagi, diteliti bagaimana runtutan kejadian. Juga jangan terlalu menganggap semua orang menyebar fitnah, terkadang memang ada yang ingin mengungkap kebenaran karena kedua presiden inipun bukan Nabi yang luput dari kesalahan, tapi dilihat dan ditimbang dulu tentang kekurangan mereka, mana yang lebih merugikan dan tak patut dipilih.

Adapula masyarakat pesimis yang sudah jenuh dengan pemberitaan yang semakin ruwet untuk dicerna dan tidak bisa membandingkan kebenaran sehingga memilih untuk GOLPUT, menurut saya ini tidak bijak.

Seperti apa yang dikatakan oleh penyair asal Jerman, Bertolt Breacht :

BUTA POLITIK ADALAH SANGAT BURUK
Orang yang buta politik tidak sadar bahwa biaya hidup, harga makanan, harga rumah, harga obat..
Semua bergantung keputusan politik.
Dia membanggakan siap anti politiknya, membusungkan dada dan berkoar, "Aku benci politik!"
Sungguh bodoh, yang tidak mengetahui bahwa karena dia tak mau tahu politik
Akibatnya adalah pelacuran, anak terlantar, perampokan dan yang terburuk, korupsi..
dan perusahaan multinasional yang menguras kekayaan negeri.

Memang sih nggak akan ada habisnya kita mengorek-ngorek tentang seseorang. Karena sebenarnya semua kebenaran hanya Tuhan Yang Tahu. Tapi sebenarnya kita sebagai manusia berakal seharusnya tahu mana berita yang dipaksakan dan mana yang benar-benar fakta.

Saya tidak mengklaim semua yang saya tangkap adalah seluruhnya benar.  Tapi saya hanya sedang mengungkap apa yang sedang menjadi gonjang ganjing karena salah satu tokoh agama mengatakan bahwa pencapresan kali ini sangat genting.  Mencoba membedakan mana yang benar dan salah..

Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. Al-Baqarah:185)

PRABOWO

Sebagai anak ingusan yang baru gedhe, iyah... saya tidak seberapa memahami kisah bapak satu ini. Karena berita yang beredar dan mengaitkan dengan isu negatifnya itu perkaranya dari peristiwa di tahun 1998 yang jika dihitung-hitung saya masih usia TK/ SD itu.

Mulai dari isu HAM, penculikan, fasis, pemecatan tidak hormat dari TNI dan bahkan karena tidak punya istri.

Hmm..
Kalau dilihat kebelakang, beberapa tahun lalu bukankah pak Prabowo ini juga mencalonkan diri sebagai wakil presidennya bu Megawati yang bukan lain adalah 'ibu kunthi'nya pak Jokowi? Dan saat itupula bu Mega pernah bilang, "Ya nggak mungkin toh pak Prabowo terlibat HAM dan sekarang jadi calon wakil presiden saya."

Nah sekarang, kenapa sekarang isu basi itu dikorek-korek lagi dan dipaksa digoreng sampai melempem?? Banyak orang yang heran dengan hal itu.

Tentang kasus penculikan.. Kenapa korban penculikkan sekarang malah berpihak pada Prabowo?? Bukankah seharusnya mereka dendam?? Itu adalah kisah di masa lalu dalam masa genting, serta di dunia politik begitu banyak permainan. 

Penjelasan tentang HAM Prabowo >> Lihat Video

Fakta Pemberhentian Prabowo dari pemberhentian tugas sebagai TNI >> Prabowo & TNI

Survei, Prabowo-Hatta Ungguli Semua Bidang >> Survei Prabowo

Kelemahan pak Prabowo dia memang banyak isu di masa lalu yang bisa menjadikan beliau dijatuhkan disini.  Tapi dilihat dari sikapnya sekarang yang lebih kalem dan slow meski serangan dari tetangga sebelah. Saya lihat dia tidak lebih menggebu-gebu dari kubu Jokowi. Insya Allah.. tidak ada ancaman dari beliau. Tolong jaga amanah ya pak jika terpilih.

JOKOWI

Jujur saya sedikit mual mendengar nama yang dimana-mana di elu-elukan kayak orang suci aja.  Sekali ada berita buruk mengenai dia, maka BLAM... pembuat berita itu bisa di keroyok habis-habisnya.  Pokoknya Jokowi itu nggak mungkin salah!! Idiiiih... Siapa sih dia??
Berkat peran blusukannya, dia dah bagai dewa air di tengah kekeringan. Kemana-mana bawa kamera dan TRING !! Dengan kekuatan magic media, popularitas Jokowi dan ngalahin boyband kece ala Korea. *gak kece blash -_-''

Semua pasti tahu, bahwa setiap nama orang ini disebut maka Pro Kontra sengit bakal ada... Apalagi semenjak dia di capreskan. Waduh gonjang-ganjing ini negeri, sebagian orang yang sudah putus asa dengan keterpurukan negeri ini menganggapnya pahlawan di siang bolong, dan sebagian orang yang mungkin banyak menelisik maka mereka tahu ini adalah musibah.

Terutama, yang nggak suka Jokowi ini sudah umum diketahui bahwa mereka adalah para tokoh, intelek atau juga warga Muslim yang benar-benar Muslim.  Mereka yang ingin hidup dimana hukum Allah di tegakkan, tidak disingkirkan dan diremehkan. Nah, kalau pemimpinnya non muslim sementara warganya mayoritas muslim, Yassalam... mana mungkin norma-norma Islam ditegakkan.

Bukan berarti kami selalu judge buruk mengenai non-muslim, tapi dilihat kasat mata bahwa dasar akidah kita yang berbeda maka topik mengkhawatirkan yang dibahas soal pemimpin ini bukan soal memajukan negeri secara finansial, tapi juga moralnya. Bukan juga menganggap non-muslim adalah kaum yang tak bermoral, tapi standar minimal mereka cenderung abstrak, pokoknya nggak sesuai dengan Islam. Sementara,

Tapi sayangnya, sebagian besar umat muslim sendiri yang masih sangat awam dengan pentingnya hukum Allah pun meluncurkan perkataan pahit, "Apapun agamanya. Kalau mereka

Yang Pro Jokowi dan Pemimpin :

"Ih.. Partai lain ketakutan begitu Jokowi nyapres.  Udah tahu bakal kalah makannya sebarin fitnah kemana-mana."
Idiiiiih...Iya memang takut Indonesia bakal kacau balau sama dia.. -_-''

Kalau ada seorang yang berkata, "Pilihlah pemimpin yang beriman (muslim)." Maka mereka menjawab :
"Halah... pemimpin Islam juga nggak mensejahterakan rakyat. Ntuh lihat banyak yang korupsi."

Ini sama dikaitkan dengan pertanyaan :
"Pilih Islam yang gak baik atau Non muslim tapi baik?"
Ustadz menegaskan bahwa keduanya bukanlah pertanyaan yang mesti di jawab.  Itu bukan pilihan.  Masih banyak kesempatan untuk memilik "Islam tapi yang baik."
Beragama Islam belum berarti mereka beriman, karena banyaknya Islam KTP.
Kalau dia benar menjalankan Islam, dia pasti akan takut dengan namanya Korupsi !! Karena ada Hadist Nabi yang menyebutkan bahwa korupsi itu dilarang :
“Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (belenggu, harta korupsi) yang akan dia bawa pada hari kiamat”. 
Rasulullah SAW berkata,"Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), maka hendaklah dia membawa (seluruh hasilnya), sedikit maupun banyak. Kemudian, apa yang diberikan kepadanya, maka dia (boleh) mengambilnya. Sedangkan apa yang dilarang, maka tidak boleh.

JOKOWI SYI'AH dan JUAL AGAMA??
 



Bukannya mau memperlebar masalah, tapi inilah faktanya.  Media Amerika itu mendukung apapun yang bisa membuat mereka leluasa bergerak untuk menguasai negara.

Berikut adalah screencapture facebook milik Emilia Renita Az yang silahkan diperiksa kebenarannya. Dia adalah istri dari Pak Jalal yang juga kader dan caleg PDIP, yang entah terpilih atau tidak tapi yang jelas mereka sudah dengan jelas mengklaim diri sebagai orang Syiah.  Dengan status updatenya yang cukup menghebohkan umat Islam yang mengetahui dan mendapatkan informasi secara 'cuma-cuma ' langsung dari 'petinggi' Syiah sendiri dinegeri ini. Berikut kata-kata bu Emilia :

"Itu lho pak Jokowi, yang saya bilang orang syiah yang akhlaknya baik banget difitnah macam-macam. Untung dia syiah, jadi orang intoleransinya pada gonggong, Pak Jalannya jalan terus. Kalo baca fitnah-fitnahnya lucu-lucu. Tenan, pak..." hhehehehe :D

Silahkan lebih lanjut baca lengkapnya >> Istri Kang Jalal : Jokowi itu Syiah

Astaghfirullah.. jadi apakah benar Jokowi adalah Syiah. Dengan semua kelakuan anehnya terhadap Islam saya sih ya percaya-percaya aja, lagi pula ini yang bilang bu Emilia!! Orang yang sudah pasti penganut Syiah dengan buku-buku Syiah tulisannya yang sudah beredar.

Kalau anda tahu apa itu Syiah, pastilah anda akan merasa merinding dan takut. Bagaimana tidak seram? Cari tahu saja apa saja ajaran mereka dan apa saja yang sudah dilakukan penganut Syiah di dunia ini? Anda pasti akan kabur lari terbirit-birit. Apalagi jika anda benar-benar Muslim, sekalipun anda bukan muslim pun kalian akan takut dan geleng-geleng dengan yang namanya Syiah ini.

MENGENAI JUAL AGAMA..

Inilah isu yang sebenarnya bikin saya paling merinding!!!

Banyak orang yang menghujat dan tidak menyukai partai-partai Islam di Negara ini, yah.. dibilang fasis atau rasislah. Mementingkan kepentingan agama di dalam pemerintahan yang negaranya memiliki penduduk dengan berbagai agama.

Saya memang tahu dan percaya, bahwa Indonesia bukan negara Islam. Iya.. bukan.
Bukan negara yang menegakkan syariat Islam seperti Arab Saudi atau DI Aceh maupun negara-negara Islam lainnya. Masih terlalu banyak maksiat bebas yang bisa dilihat di Indonesia, dan tentu saja itu sama sekali tidak menggambarkan negara dengan syariat Islam.
Tapi fakta yang tidak bisa dielak adalah penduduk Indonesia adalah mayoritas muslim, bagaimana bisa dengan jumlah yang mayoritas dengan susunan peraturan yang tidak Islami? Mengingat agama Islam ini mempunyai peraturan yang tanggung jawabnya akan dihadapan dengan Tuhan,

Tuhan kita, Tuhan dalam Islam bukan hanya Tuhan yang hanya bisa ditemui di tempat ibadah atau acara keagamaan saja. Untuk masalah negara, pemerintahan, atau apapun itu semua ada tuntutannya. Mungkin bisa jadi seseorang akan diajari dari pemerintahannya. Bagaimana mungkin nantinya jika semua akan dibebaskan, bukankah ini semakin sulit untuk umat muslim mengontrol generasinya? Dia akan mencontoh lingkungannya yang serba bebas tak terkendali dan banyak tidak sesuai dengan ajaran agamanya.

Okay saya tidak akan cukup ilmu untuk menjelaskan tentang syariat Islam, karena sekarangpun masih dalam tahap belajar.  Tapi dengan adanya koar-koarisu jual agama dalam pencapresan ini dan kesimpang siuran siapa yang dituduh mari kita telisik soal Jokowi..

Okay, saya tidak mau su'udzon dan memfitnah seseorang yang beragama Islam bahwa dia adalah non-muslim, kafir atau lainnya. Karena banyak tuduhan bahwa dia adalah non-muslim atau mualaf hanya demi jabatan. Dll..

Hal itu memang sulit di buktikan, mengingat agama memang privasi masing-masing orang. Tapi kalian tahu berita yang sudah berkembang??

Saat kampanye dia berlagak bersahabat dengan Islam, kata orang sih mendadak muslim, mendadak peci, mendadak hijab, mendadak pesantren, bahkan mendadak Nabi?? Karena dia anti kritik, kayaknya dia nggak mau disalahkan gitu...

COBA LIHAT lah dengan mata terbuka wahai muslimin.. Apakah kalian masih mau mengelu-elukan kesederhanaannya, blusukkan atau merakyatnya tapi dengan latar belakang dan  pasukan sedemikian rupa?


Dia adalah Kartika Djoemadi.. Koordinator Jasmev.. Ya relawan pemenangan Jokowi itu..
Tahu tidak KENYATAAN nya..??

Saat kampanyedia pake hijab begitu, berharap mengambil hati orang muslim, seakan mereka masih berpihak pada muslim. Bahkan mengaku muslim!!!! Padahal...

Simak twitternya, apa statement dia selanjutnya??
Dia mengaku Muslim juga tapi dia kemudian di komentar selanjutnya bilang kalau dia katolik. Kenapa dia harus berbohong?? Untuk apa anda berpura-pura muslim??

Terlihat bukan tipu daya dan ketidak konsistenannya. Apa coba tujuannya kalau bukan mengelabuhi umat muslim??

Bahkan juga sudah di klain bahwa gelar PhD dia adalah palsu setelah dilacak di Universitasnya. Kenapa begitu banyak kebohongan dibalik Jokowi..







Apakah cuma itu isu lintas agama tentang Jokowi?? Coba simak statement lainnya di facebook pendukungnya berikut..













Jokowi banyak disokong dari tokoh agama-agama sebelah. Dan yang lebih menyeramkan ini mempunyai niat buruk pada muslim dan muslim masih saja membela jokowi?? Halooo... Dalam satu sisi dia berhijab, berpeci dan minta suara orang muslim tapi dia menyerang orang-orang muslim. Kalau mau raih suara bermanis-manis bibir, sementara dibalik itu banyak niat busuk dari dia. Naudzubillah..

Memata-matai Masjid?? Takut kalau imam Masjid menyuruh jamaahnya coblos nomor 1?? Ya hak asasi kalii.. Orang gereja, orang klenteng atau orang wihara, pura mau suruh jamaahnya coblos nomor 2 juga hak kalian. Kenapa mencampuri segitunya, takut banget ya nggak kepilih. Tentu saja yang namanya ulama dan guru agama akan menuntun jamaahnya untuk memilih pemimpin yang benar. Bukankah itu sah-sah saja??

Saya pernah dengar orasi para relawan Jokowi yang isinya jelek-jelekin Prabowo, anggap Prabowo ambisi dengan iklan dimana-mana. Halooo..  itu seperti menelan ludah sendiri. Jokowi yang segitu ambisi sampai minta sumbangan dan relawannya pada sebar Broadcast dll untuk jelek-jelekin Prabowo. Pada dasarnya kedua belah pihak ada saling menjelekkan. Tapi pendengar supaya smart memilih mana yang jeleknya ini lebih banyak mudhorotnya.

Walaupun ada juga bocoran tentang kenyataan orang-orang yang menyumbang Jokowi >>
Uang Sumbangan Warga Ternyata Dari Timses Jokowi

Mana mungkin orang kirim sumbangan bebarengan serombongan gitu di Bank, kelihatan hanya settingan.

Statement seperti diatas banyak sekali. Kebenarannya tidak bisa diklarifikasi, tapi semua yang mengatakan seperti itu adalah orang-orang non muslim.. Ya Allah, jika semua benar, betapa kejamnya mereka. Mereka menganggap kita mayoritas yang intoleran?? Padahal mereka masih bisa mendirikan tempat ibadah dan merayakan hari rayanya.  Tapi sayang masih suka menggeneralisasi karena orang-orang radikal. Masih untung tidak dibantai seperti muslim di Afrika, Myanmar, Srilanka karena kami minoritas disana!!


Kalau anda sekalian membanggakan tentang blusukan dan kesederhanaan tapi dia merusak akidah dan menyingkirkan akidah kita sebagai muslim. Masih bangga??

Menghapus perda syariah dengan alasan tidak mengotak-kotakkan masyarakat. Kita Muslim disini punya hak asasi untuk menjalankan perintah Tuhan kami!!!

Manusia bermental bebas, hidupnya cuma mau diatur manusia aja, bukan diatur Tuhan.

Kata penyair Jerman yang tadi saya kutip bahwa fungsi pengaturan politik yang baik juga untuk menghindari pelacuran tapi.. Bagaimana dengan PDIP dan para pendukung dan relawan Jokowi?? Mereka menentang orang PDIP yang lurus.. Yaitu Bu Risma untuk menutup lokalisasi. Astaghfirulla, jika zina sudah di legalkan begini apa kata duniaa???

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra:32)


Bahkan PDIP dan Jokowi juga di dukung oleh kaum lesbi dan gay. Karena bagian dari mereka menghalalkan homoseksual. Bahkan menganggap Islam memperbolehkan. Astaghfirullah..
Semakin menjadi manusia akhir jaman..

That's not right ya... Islam mengharamkan homoseksual. Dosa besar!
Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas” [Al-A'raf : 81].
”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini. Sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim” [Al-Ankabut : 30-31]
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda yang kira-kira bisa berarti Sesungguhnya Allah SWT melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, dan beliau mengulangi ucapan tersebut sebanyak tiga kali. [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]











JOKOWI & CHINA..

Sebenarnya kalau saya pribadi sih mengenai topik ini bukan untuk tujuan rasis atau fasis. 
Banyak beredar isu bahwa dia adalah anak orang china. Ada berita dia bernama asli Hebertus Joko Widodo dan mempunyai nama china/ ayah yang bernama Oem Hong Liong atau ntah sapa saya tidak menghafalkan. Hahaha.

Tapi karena ini simpang siur saya sih tidak terlalu memusingkan dan mempermasalahkan hal ini jika hanya murni karena keturunan china. Juga takut terlalu mengada-adakan fitnah dan berakibat buruk bagi kita sendiri yaitu dosa.

Memang sebenarnya apapun itu, keturunan china sebenarnya sama sekali tidak menjadi masalah kecuali orang china nya sendiri yang cari atau bawa masalah. Untuk diketahui saja, walikota di kota saya adalah orang keturunan China dan sayapun memilih beliau saat pemilu. Ya memang china muslim, dan mantan petinggi PITI, organisasi perkumpulan Tionghoa Islam Indonesia. Karena beliau punya visi dan misi yang sesuai dengan kami, yang insya Allah tidak ada kepentingan yang menipu daya dan kenyataannya pun beliau mengembangkan banyak hal di kota kami, jadi saya bersyukur memilih beliau dan tidak ada masalah besar yang berarti.

Tapi yang menjadi kekhawatiran dalam kasus Jokowi ini adalah jika dia mempunyai latar belakang menjadi 'pintu masuk' membela kepentingan china yang sudah menguasai sebagian besar negara kita. Entah itu negara China ataupun penguasa keturunan-keturunan China. Mereka sudah menguasai 90 % negara kita! Apakah itu kurang?? Masih saja mereka ingin merebut tempat yang seharusnya menjadi hak 'pribumi'. Ataukah mungkin karena pribumi seperti kita memang terlalu polos. Tidak menyadari bahwa posisi kita bergeser makin dibawah ditanah sendiri karena 'keramah-tamahan' atas ambisi orang luar.  Pribumi seperti kita yang selalu bermental terjajah dan tidak bisa tegas terhadap para pendatang, sehingga semua ini yang terjadi.

Saya tidak membenci orang cina dengan menggeneralisasi (memukul rata), saya juga pernah diperlakukan baik dan pernah berhutang budi dengan orang cina, bahkan punya teman-teman orang cina, lalu bagaimana saya membenci cina semuanya?

Tapi hanya saja saya tidak suka dengan orang Cina yang mungkin punya mental penguasa dan penjajah serta angkuh menganggap hanya kaumnya saja yang baik. Ya tergantung orangnya lah.. Itu saja. Yang baik ya kita akui baik, yang buruk tentu kita bisa saja tidak suka.

JOKOWI & AMERIKA & YAHUDI

Ya inilah juga yang cukup meresahkan bahwa Jokowi membawa kepentingan negeri adidaya agar bisa bebas masuk ke negeri kita dan apa yang terjadi pribumi?? Pasti bisa ditebak.

Jika dia Syiah, otomatis dia teman Yahudi. Apalagi orang ini kan tampilannya nggak tegas dan pasti mudah dirayu oleh pihak luar.

Yah Allahu alam.. masih belum sempat cari link nya dan banyak mendengar yang seperti ini.

JOKOWI & SUMPAH PALSU & TIDAK JUJUR
   

Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti. (QS. At-Tawba:12)

Baru 1,5 tahun yang lalu dia bersumpah dengan Al-Qur'an dan berkata 'DEMI ALLAH' dia akan mempimpin jakarta sampai masa jabatan habis.

Bahkan entah kok ya ada yang dengar desas desus bahwa dia hanya menggunakan jabatan gubernurnya ini sebagai 'kutu loncat' dan mengundur diri sebelum masa jabatannya usai.

Dan....

Tuduhan itu benar adanya!!

Takut ya.. Kalau tuduhan yang sekarang juga benar-benar terjadi nanti.

Meskipun juga dia dibilang masuk dalam orang berpengaruh.







Kebohongan soal ESEMKA. Kenapa dia tidak menjadi apa adanya saja jika memang tidak ya tidak. Kenapa harus mengadakan yang tidak ada.



Jokowi & Esemka

Beberkan ESEMKA, Sukiyat Mengaku Diancam


Banyak juga warga yang langsung ditemui oleh Jokowi mengungkapkan keengganannya untuk didatangi karena semua terlihat hanya pencitraan. Warga pasar di Jakarta maupun di Jogja, kota yang pernah dihampiri Jokowi



========================================================================
Wallahu alam... Hanya Allah yang Maha Tahu.
Ampuni hamba atas segala kesalahan ya Allah.
Jika niat baik saya dibungkus kesalahan, mohon perbaiki dan tuntun hamba selalu...

Demi Allah saya menulis ini semua karena keprihatinan saya jika memang akan ada pemimpin yang menjadi ancaman bagi kita . Saya melakukan ini bukan karena saya tim sukses pak Prabowo, karena sebelum itupun saya sudah mengendus ketidak simpatikan dengan Jokowi.

Bukan untuk menebar kebencian, tapi ingin menyadarkan agar kita tidak salah menentukan dan menelan semua media informasi. Saya sudah berusaha memilah berita yang setidaknya bisa dipercaya keasliannya.

Silahkan di cerna sendiri, semua tulisan saya mana anda yakini sebagai fakta atau yang mengada-ada. Saya khilaf jika ada fitnah atau ketidak benaran. Tapi dengan adanya fakta, tolong dipertimbangkan lagi.

Karena capres cuma dua, maka jika memang pak Prabowo terpilih dengan segala kekurangannya semoga Allah memperbaiki beliau dan membimbingnya menjaga amanah dengan baik.
Akan tetapi jika Allah berkehendak lain, jika Jokowi yang terpilih tolong juga banyak doanya agar semua berita diatas tidak akan menjadi kenyataan dan pak Jokowi sadar.

Jika memang Indonesia akan dipimpin pemimpin yang lalim entah siapapun itu (tidak hanya ditujukan untuk Jokowi)  maka mungkin akan datang masa dimana Rasulullah Muhammad mengatakan : Tanda akan datang kebangkitan umat adalah dengan datangnya pemimpin-pemimpin yang 'menggigit'.

Rasulullah SAW: “Telah berlaku zaman kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah zaman kekhalifahan (Khulafa’-ur-Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki.Kemudian Allah mengangkatnya lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (zaman fitnah). Berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (zaman pemerintahan diktator) dan kemudian berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan (zaman Al Mahdi dan Isa a.s) yang berjalan di atas cara hidup zaman kenabian. Kemudian baginda diam.” (Riwayat Ahmad)

Mungkin saja ini pertanda?? Wallahu alam..

Apapun yang terjadi nanti, semua sudah tertulis di kitab takdir. Lauh Mahfuz di sisi Allah. Bisa jadi sesuatu datang karena menjadi berkah  juga menjadi cobaan, yang penting kita tetap dalam lingkar iman dan terhindar dari segala kekufuran, kecurangan dan kemunafikkan. Aamiin Yaa Rabb.

Maaf tulisan saya berantakan karena terlalu banyak bahan bahkan tidak ditulis semua, saya jadi capek dan jenuh menulis tentang ini. hehehe. Semoga satu ini aja ya tema yang mengangkat tentang capres. Gak lagi dah.. kkkk

Saya tutup tulisan ini dengan Astaghfirullah agar Allah meluruskan dan memaafkan segala kesalahan saya dan kita semua yang ribut karena pilpres kali ini. hehehehe. peace!!

Wassalam.

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art