Tampilkan postingan dengan label Studi Kritis Lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Studi Kritis Lainnya. Tampilkan semua postingan
Label: ,

Yang Katanya Memecah Belah NKRI - HTI feat LGBT & PKI (Part 1)

Assalamualaikum...



Sudah beberapa tahun ini ngerasa miris sama Indonesia, dengan hubungan berbangsa dan beragama yang udah nampak morat-marit, ribut bahkan rusuh. Bahkan ternoda oleh beberapa prasangka, provokasi dan fitnah.

Masalah ini, yang menyangkut kata kunci pada judul kata kunci diatas sudah menjadi topik panas yang pasti mengundang perdebatan bahkan permusuhan. Taruh saja topik itu di lapak, orang-orang pasti akan saling bersahut-sahutan beradu mulut.

NKRI adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dulu Indonesia terpecah belah karena usikan dan kekejian para penjajah.
Sebelum beberapa tahun ini Indonesia selalu hidup berdampingan, perbedaan sudah biasa, keragaman sudah jadi budaya.

Toleransi pun nampak tercipta apik, beberapa persen penduduk non muslim pun bisa beribadah dan membangun tempat ibadahnya hingga saat ini.
Sudah pemandangan yang biasa dan memang seperti itu.
Masalah SARA masih menjadi masalah yang begitu sensitif.
Meski ada ketidaksamaan, meski sesekali ada kecanggungan, kita mengakui kita berbeda tapi tetap saling menghormati karena kita memang bangsa yang terlalu banyak ragam.

Dari kulit putih, langsat, coklat bahkan hitampun ada.
Begitupula ras dan agama.

Yah... sebelum negara api menyerang.

Islamophobia pun mungkin bukan hal baru, meski nggak menyangka akan terjadi lumayan kacau di negara yang punya populasi muslim terbesar di dunia ini.

Kita punya sejarah kelam tentang PKI, dimana disanapun semua yang berbau keagamaan diberantas, pejuang dan ulama di tangkap dan di bunuh, paham komunis ingin disebarkan, meski menggadang kesatuan NKRI dan pancasila tapi menggerogoti secara sadis dan sistematis, tidak mau semua itu terulang lagi.

Umat muslim menjadi mayoritas bukan hal baru di Indonesia.
Bahkan pejuang kemerdekaanpun meneriakkan kalimat takbir dan basmalah, beberapa juga ada yang bersorban.

73 tahun lalu, kemerdekaan dibayar dengan pertumpahan darah ribuan para pejuangan dari tangan asing.

Tugas kita hanyalah mempertahankan, tak perlu lagi membawa parang siap bersimbah darah tapi apa...
Seperti bapak bangsa pernah ucapkan...
"Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, Tidak seperti kalian nanti, Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri."

Apakah sejarah bung Karno berbicara demikian? apapun itu, kalimat ini sangat sinkron dengan keadaan bangsa Indonesia Jaman now.

Kita nampak punya dua kubu, sama juga di jaman penjajahan, ada dua kubu, penjajah dan pejuang.

Diluar mana yang benar dan buruk, akui sajalah bahwa kita sedang terpecah belah
, jadi dua bagian? Mungkin ada tambahan satu bagian lagi, golongan masa bodo yang nggak punya ghirah, kepedulian maupun cinta tanah air. Orang tidak akan netral, kecuali orang yang tidak peduli.

Okay, setelah panjang lebar diatas, mungkin kita masuk topiknya saja.
Kalian yang Indonesia nggak tanya kah kenapa Indonesia jadi suka ribut soal agama?
Karena orang muslim? Iya??

Pikirkanlah, bahwa muslim itu udah mayoritas dari jaman dahulu, bahkan nggak usah jauh-jauh dah, udah mayoritas di jaman presiden ke 6.

Tapi apa sih yang di ributin dulu?

Paling bbm naik, korupsi (dah penyakitnya pejabat), masalah eksport import, atau masalah utang di warung. Eyaaa...

Tapi nggak ada tuh urusannya ribut penistaan agama, penjarain ulama,  antara penganut agama a sama agama b udah nggak akur lagi karena beda pilihan presiden, pencekalan ustadz yang ceramah..

Yang paling nyaring juga ya soal khilafah...
Bakar bendera Tauhid.
SubhanAllah hina sekali.

Kalau di lihat sekilas semua kaitannya sama Islam kan? Ada apa kok nampaknya semua bermasalah di Islam, atau justru sebaliknya...

Semua cari masalah sama Islam.

Islamophobia di Indonesia pun ada, meski berbeda dari yang lain. Bukan serta merta phobia lihat cewek berhijab karena itu udah pemandangan sepanjang mata, tapi phobia beda level, phobia sama hukum Islam.

Non muslim sudah pasti, dan beberapa gerombolan orang yang ngakunya Islam tapi pingin banget melawan saudara muslimnya, dan maunya nawar terus hukum Allah.
Khilafah ya...

Oke, as you know saya memang bukan 'orang intellect' atau ahlinya dalam hal ini, tapi saya orang suka mengintai, kepo dan tabbayun plus prihatin sama keadaan negara dan berhak bicara sebagai warga meski panggung saya hanya sebatas postingan blog.

Tapi aku cukup merasa ada yang aneh, janggal dan unusual sama fenomena dan segala keributan dan kegaduhan yang terjadi di negeri ini.
Umat muslim dan ideologinya slalu jadi bulan-bulanan penyebab ketidak daulatan negeri.

Dianggap nggak toleran, seperti mau menguasai Indonesia dengan hukumnya sendiri.
Entah yang dituduh itu hanya HTI, atau juga muslim yang demo 212, demo yang pro capres 2019 no 02, artis hijrah, ustadz yang akhirnya dicekal.. dkk.
Biar gampang ngomongnya, nggak muter-muter, saya bikin poin-poinnya sebagai berikut.

1. HTI dan Khilafah
Salah satu tokohnya yang terkenal adalah ustadz chinese, ustadz felix siaw yang tadinya begitu beken sebagai ustadz twitter, ustadznya anak muda yang kemana-mana terkenal dengan  kemudian di cekal pengajiannya.
Wohoy, saya berhijab karena twit beliau, dan kebanyakan pembahasan beliau kebanyakan tentang permasalahan anak muda, hijab, larangan pacaran & pergaulan bebas, hijrah. Dulu beliau di TV juga aman tentram, tak ada yang nempermasalahkan, dan beliau hanya menceritakan ke Islamannya, hingga beliau sempat bikin update status begini, wkwk.


Tapi yang paling klimaks adalah...
HTI dipandang sebagai organisasi penggagas Indonesia jadi negara Islam, berbasis syariah, khilafah.

Well, saya pribadi nggak 100% dukung apa yang dilakukan HTI, saya juga bukan orang HTI. Salah satu gagasan mereka yang kontroversial adalah golput dan anti demokrasi, karena meski saya juga nggak pro pro banget sama pemerintahan Indonesia, tapi bukan dengan antipati bisa merubah semuanya, justru kita harus peduli, entah bagaimana sekecil apapun berkontribusi untuk memperbaiki.

Soal khilafah...
Well lagi, menurut saya pribadi khilafah untuk saat ini agak susah untuk di wujudkan, karena yaa... kelihatan lah dari watak sebagian warga kita pula, bukan tipe muslim yang kaffah dan masih banyak tercampur liberal dan plural, plus pengetahuan soal ini yang terlalu minim dan simpang siur. Apapun yang kaitannya sama hukum Islam dianggap ngeri dan bar-bar. Muslimnya punya kuantitas yang terbesar tapi kualitas masih terbatas.

Khilafah butuh persatuan umat muslim.

Bukan berarti orang muslim kaffahnya dikit, banyak, tapi masih kalah banyak sama yang lain-lainnya.

Mungkin 1, benar apa yang pernah dikatakan ustadz Felix Siaw dulu, "PR kita adalah mengislamkan orang Islam." Kita nggak pernah punya misi untuk mengislamkan orang seluruh dunia, tapi menerapkan Islam yang bener Islam sama orang muslim. Bukan Islam karbitan atau Islam modifikasi.

Dan 2, khilafah sebenarnya sama sekali nggak merugikan non muslim, nggak ada acara maksa orang masuk Islam.

Inilah yang bikin orang prasangka kelewat gede. Nggak usah panik, apa sih dipikiran kamu mengenai khilafah?

Jihad? Memerangi para kafir atau mengusirnya? Kudu bikin orang masuk Islam semuanya? Hukuman Potong tangan? Rajam?
Serem?

Welllll....
Memerangi kafir?
Bacalah tentang kafir, kafir itu banyak golongannya, kafir yang tidak menyerang, tidak mengancam keselamatan orang lain ya di perlakukan sama  bahkan harus dilindungi.

Inget woy... Jihad itu bukan mengenai perang aja, tugas muslim bukan membunuh non muslim, kalo emang gitu eh ya dah habis semua toh...

Suruh masuk Islam??
Hari gini masih percaya ISIS itu demi Islam, Islam itu macam ISIS??
Helo mbak masnya, belajar Quran nggih,

Agama kami sungguh bukan tipe agama promosi yang dengan bermanis lidah mengajak orang masuk agamanya, apalagi main iming-iming imbalan maupun yang tipe ekstrimis seperti fitnah yang melekat saat ini.

Agama kita itu simpelnya, manusia udah dikasih otak untuk berpikir biar mikir sendiri biar milih sendiri, dengan segala resiko dan konsekuensinya. Jalan yang benar dan salah itu jelas, tinggal manusia mau berpikir gak, simpel kan?

Ngapain juga maksa-maksa orang masuk Islam kalo masuk Islamnya nggak dari hati, nggak pake ilmu. Nggak ada bayaran apa-apa juga kok kalo Islamin orang.

Ato soal
Hukum serem lainnya?
Namamya berbuat kejahatan ya harus di balas setimpal, biar adil pada yang terdzolimi juga, dan hukumnya nggak semena-mena begitu, hukum Allah itu luas.
Bukan kayak yang sekarnpang, hukum yang dibikin manusia yang bisa di sogok pake fulus, yang bisa di tawar harga teman.

Korupsi milyaran penjara 4 tahun plus potongan remisi dll, membunuh supporter sepak bola 3,5 tahun tapi nenek nyuri kayu 20 tahun... wohoyyy... wagelaseh

Semakin besar ancaman semakin mikir-mikir orang untuk berbuat jahat. Jadi nggak banyak orang nekat, makin aman,

Kayak jamannya pak Harto, meski beliau di bilang diktator atau apalah tapi akui saja, "Enak jaman beliau kan?"

Rumah nggak dikunci no problem, sepeda di parkir depan pager nggak amblas.
Jaman sekarang, jangan haraaap... para copet beraksi lebih cepat dari kutu kupret lari dari rambut satu ke rambut lain.

SENGAJA MEMBANGUNKAN MACAN TIDUR??

Apakah HTI adalah organisasi kemarin sore yang baru didirikan?

Saya rasa tidak, merasa sudah cukup lama berkiprah dan sudah ada sejak lama.
Tapi sebelum negara api menyerang, kenapa mereka anteng-anteng saja? Meski saya yakin punya ideologi sendiri yang mereka terapkan dikalangan mereka, tapi mereka tidak sampai turun ke jalan melakukan perlawanan semacam demo.

Tapi kenapa setelah negara api menyerang mereka unjuk rasa??

Tidak lain, tidak salah pasti karena mereka mengendus sesuatu dan sudah lelah dengan kekacauan intern negara kita, ketidakberesan sistem dan rezim, dan membangkitkan amarah dan ambisi mereka ingin memperbaiki sistem negara dengan sistem khilafah.

Seperti membangunkan macan tidur, akui saja kekacauan macam ini baru terjadi pada zaman pemerintahan ini. Awalnya tenang dan lempeng, bukan tak ada masalah, tapi tak mengakibatkan kemarahan rakyat berlebih.

Dan setiap pribadi atau golongan punya caranya sendiri-sendiri untuk menyuarakan pendapat atas ketidak beresan di dalam negerinya. 

2. HTI NGGAK SEBAHAYA ITU KELESSS
Lihat PKI dan LGBT !!!
Kalian tuh yah, ngomongin HTI dah kayak terancam mau diperangin aja. HTI pernah ngapain seeehhhh?? Mereka dah di bubarin ya udah nggak bersuara kok, nggak juga ngancem bunuh pemerintah kalian, kalian ribut kayak panci dan kaleng bertubrukan terus di pukul palu.

Mereka nggak lebih bahaya daripada PKI yang membunuh para tokoh perjuangan, agama dan berusaha mengubah ideologi negara yang lebih menyesatkan, paham komunis. Yakin mau jadi negara komunis padahal para pejuanng dah mendeklarasikan pancasila sila pertama KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Dan pergerakan PKI masih ada, jangan pura-pura polos bahwa pergerakan mereka dah mati total. Lah yang terang-terangan reuni kemarin apa guys? Yang bikin buku soal kebanggannya menjadi keturunan PKI terus ada di partai sono itu gimana guys? Bahkan atributnya yang dulu nggak pernah terlihat bak ditelan bumi kini berseri kembali. Bukan shooting ftv loh, bukan settingannya artis TV. Kok diam aja? Kok pasrah aja, kok merasa aman aja? Kok anteeng??

Nggak lebih bahaya juga dari LGBT yang juga sering mengadakan aksi konvoi atau demo tah apa itu, menyuarakan dan memperjuangkan hak mereka. Hak asasi manusia katanya, yang nentang nggak berperikemanusiaan katanya.
Gimana kalau itu dibiarin meluas?? Menularkan penyakit dan memutus rantai perkembang biakkan manusia. Mana ada LGBT punya anak? Adopsi katanye? Lah sama aja anaknya orang donk, kasian juga di adopsi dengan orang tua yang unnatural, bisa bingung.

Gini ja deh, kalau kalian punya anak, yakin ikhlas dan ridho anaknya LGBT??
Dah itu aja.
Kalau kalian bilang, why not??  You orang sudah sangat keleway keblinger ~
Aku udah posting ya soal LGBT, kita perangi penyakitnya, bukan orangnya.
Orang LGBT jangan di bully, tapi di bantu untuk sembuh dan jangan malah di dukung.
.
Klo mereka boleh bersuara, kenapa HTI nggak? Langsung di babat, langsung di sikat.
Keinginan HTI pun juga sebenarnya keinginan yang tidak buruk, meski mungkin masih sangat susah, dan para HTI yang memasang ideologi golput ini bisa di tahan dan di luruskan.


Artikel diatas saya anggap jahat dan fitnah. HTI disamakan dengan ISIS??? Yang satu bertameng dan yang satu beda lagi, tidak pernah membunuh orang, di bubarkan juga tidak berbuat anarkis dibilang teroris. Semoga yang menulis di buka pintu hidayah dan pintu hatinya. 

Urusan HTI ini sebenarnya kan soal di terima atau nggak, atau bisa di luruskan nggak main blaming mereka sebagai organisasi pemecah belah negara.
Kebaikan HTI banyak, kita bisa merangkul agar ambisi masing-masing bisa selaras, berjalan pelan-pelan. Lagipula mereka bukan kaum bringas yang kalau gagasannya di tolak bakal menumpas habis dengan perang berdarah, bukan juga yang menyebar penyakit.

Inti dari tulisan saya, setiap ambisi beda 'kiblat' dan tendensiusnya.
Ada yang ambisi untuk kebaikan dan ada yang ambisi untuk ketamakan semata.
Saya rasa HTI sebenarnya meski berambisi yang cukup susah di terapkan dan diterima meski tak mustahil juga (all things could be kunfayakun), tapi maksud mereka baik.

Entah bagaimana pandangan non muslim yang pasti punya pandangan tak sama.
Tapi bagi kaum muslim seharusnya tahu bahwa Islam adalah way of life, dari perkara kecil sampai besar itu ada tuntunannya.

Jadi yang bilang "Jangan campurin urusan negara sama agama/ politik sama agama."
Mungkin kudu belajar lagi, perbaiki Tauhidnya.
Nggak bisa ya mas mbak, masuk lepas sandal aja ada tuntunannya, berpolitik apalagi, yang urusannya sama amanah, tanggung jawab besar dan orang banyak. Juga soal milih pemimpin, ada tuntunannya mbak maaaasss yo....
Jadi khilafah ini sistemnya nggak bisa curang-curang karena urusannya dan langsung sama Allah, agar nggak banyak yang di zalimi dan merasa tidak adil karena hukum manusia, terus rakyatnya adil makmur karena semua tujuannya cari ridho Allah. Weh indahnya.
Tapi ya mungkin itu... saat indah seperti itu belum waktunyaaaa, sekarang masih beraaatt,  saat itu akan datang tapi mungkin bukan sekarang. 

5.Al-Mā'idah : 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
.
.
Setiap orang berhak berpendapat TERMASUK SAYA.
Dan setiap orang sebenarnya hampir tidak pernah netral, selalu ada kecenderungan pada satu sisi meski tidak nampak, meski sedikit.
Dan ke berpihakkan ini semoga karena ilmu, bukan karena ambisi bukan karena ego semata.

Mungkin banyak salah kata tapi insyaAllah tulisan ini dibuat karena hati nurani dan melalui tabayyun. Kalau ada salahnya semoga Allah memperbaiki, dan akan di tambahkan atau di revisi jika menemukan materi yang baru.
Semoga Allah menghadirkan hikmah dan mengampuni khilaf dari tulisan saya.
Bersambung ke part 2 dan selanjutnya karena masih sangat banyak yang ingin di utarakan.


Wassalam. 

Label: ,

Nasehat untuk diriku agar kembali ke Tujuan Hidup yang Hakiki

Assalamualaikum...


Mungkin karena merasa banyak dosa, saya jadi berusaha banyak muhasabah akhir-akhir ini. Saya mengakui bahwa iman saya itu lemah meskipun ada. Yups, Ada tapi lemah, kayak hape punya baterai dan bisa nyala tapi gampang lowbatt... Hufft, Astaghfirullah.. 
Saya tidak mau disebut tidak beriman tapi saya mengakui kalau iman saya banyak bolongnya. 

Awalnya iman melompong, kemudian sedikit belajar dan mencoba menanjaki tangga-tangga hijrah yang banyak dan menjulang. Terkadang kita cepat sekali mendaki, kadang pelan-pelan karena sedikit tersengal, kadang sesaat berhenti, duduk-duduk dan mengitari sekitar dengan pemandangan yang bermacam-macam, kemudian kembali ke anak tangga untuk menanjaki lagi anak tangga satu persatu yang tak pernah terkikis dan layu bunga-bunganya.


Yang penting, jangan kembali...
Jangan melengok, terlena lalu pergi jauh dari anak tangga lagi. Jadi lupa tujuan hanya karena ada taman-taman 'artificial' di sekitar, sementara ujung tangga yang hendak kita tuju itu ada taman terindah dan paling indah yang pernah diciptakan. 

Itu sih perumpamaan saya saja. Ibarat tangga, tahap pematangan iman itu memang banyak, panjang dan bisa dibilang seumur hidup. 

Tapi kadang karena banyak godaan dan manusia adalah tempatnya lupa dan salah, tak banyak manusia yang bisa istiqomah tetap berada di jalur dan mendaki dengan cepat.
Kebanyak keluar jalur dan melupakan, hanya teringat sedikit peraturan tapi tak berjalan di tempatnya... 

Oke... apa sih maksud saya menulis ini...?
Saya menulis ini untuk mengingatkan diri saya sendiri, bahwa tujuan hidup saya adalah Allah.


Mau hidup lagi menderita maupun berlimpah, tujuannya tetap sama!

Hidup saya bukannya sedang pada tahap berhura-hura, jujur saja hidup saya lebih baik dalam taraf 'duniawi' saat ini.  Saya punya pegangan duniawi yang meski bukan yang berlebih-lebih tapi 'cukup' dan menyenangkan. 

Saya berada di negara jauh untuk 'mengadu nasib', istilahnya. Belajar di negeri orang beralasan untuk bisa mendapatkan penghidupan yang baik saat kembali di Indonesia. Mendapat pengalaman dan juga banyak kesempatan bagus. 

Yaps, disini saya bisa menjalani banyak hal yang nggak bisa saya lakoni di Indonesia. Mendapatkan banyak hal yang membuat saya harus bersyukur mungkin ribuan kali dalam sehari. 

Tapi kadang karena melihat kesempatan-kesempatan bagus yang lewat di depan mata, ada tersirat ingin terjun lebih dalam, tanpa memperhitungkan lagi apakah itu seimbang dengan tujuan hidup saya yang sebenarnya?

Kalau saya terlalu sibuk dengan ini semua, apakah Allah akan meridhoi? Usaha memang perlu, usaha sama sekali tidak dilarang, tapi kalau saya terlena di dalamnya kemudian banyak hal yang sebenarnya tidak dibenarkan, meski akan membuat saya punya banyak uang, punya banyak relasi, dll...

Sementara tujuan saya sebenarnya pada umumnya... 
Menjadi orang yang baik dihadapan Allah yang kemudian baik kepada orang entah itu dipandang baik atau tidak oleh orang, intinya kudu punya hidup berguna untuk orang demi mengharap ridho Allah.

Setan tidak akan berhenti menggoda kita sampai terseret ke dalam neraka bersama mereka. Serem yaaaa....

Makanya seberapa kita sudah merasa dalam titik aman sebuah iman, jangan dulu berpuas dan berbangga dulu. Karena dengan kencangnya godaan dari populasi setan yang nggak kalah banyak, maka kita kudu memastikan kalau pegangan kita sudah kuat di setiap langkah, kalau longgar dikit, bisa menggok dikit, sekali menggok dikit bisa kebablasan.

Percaya nggak percaya, saya pernah mendengar kisah tentang penghafal Al-Qur'an yang akhirnya tergoda untuk berzina, kemudian dalam kenyataan kita aja, banyak mantan hijab, banyak yang buka hijab lalu jadi roooock ~ Sedahsyat itu ya godaan setan, menakutkan.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi (QS. Al-Ankaboot:2)

Maka dari itu ada istilah 'Istiqomah', setelah menemukan hidayah dan proses hijrah yang cukup sulit karena kita harus merubah pemikiran dan kebiasaan yang sudah lama dilakoni, maka istiqomah alias mempertahankan perubahan itu adalah tahap 'selamanya' yang paling susah.  Allah akan bernar-benar menguji dimana antara hamba-hambaNya yang paling 'setia' yahh... istiqomah ini sama istilahnya sama setia kali yaaa...

Seperti dalam hubungan atau pernikahan, keputusan seseorang untuk menikah sudah baik tapi perjuangan dimulai dari sana, menikah bisa jadi jalan kemuliaan dan ibadah, tapi setelah kesetiaan dan komitmen bisa dibuktikan sampai akhir hidup, begitu pula iman, sebelum kita mati dengan iman yang baik, sebelum digelari Allah sebagai orang 'khusnul qatimah' maka kita belum bisa dibilang berhasil dalam kehidupan ini.


Memanglah aku pun manusia akhir jaman, entah kenapa hati ini ini bisa keras sesekali atau bahkan berkali-kali, nggak malu sama Allah. Menikmati rahmatNya tanpa mengindahkan ayat-ayatNya yang sempat kulantunkan dengan mulutku sendiri dan juga sempat kuresapi dalam hati. Terkadang aku sadar, aku mengingkari apa yang dulu sudah kupahami, dan sempat aku jalani. Aku tahu saat itu hatiku damai, tapi duniawi ini kadang juga membalut hatiku, merasa ini juga kesejukkan yang hakiki.

Mungkin aku tertipu dengan dunia, Allah memberi apa yang kuminta tapi setan terus berusaha menggodaku dikeadaanku yang sudah berbeda, ada dua jalan dihadapanku. Survive dengan jalan Allah yang disini makin terasa berat atau sedikit mengabaikan saja dengan perlahan-lahan terbawa ke jalan setan. Semua mulai kabur di pandanganku, yang kulihat hanya tujuan duniawi, aku merasa sisi buruk dariku yang lahan-lahan sudah mati-matian ku hilangkan bisa muncul lagi karena keadaan disini terlihat sah-sah saja dan sewajarnya...

Aku pun tak bisa lama bersimpuh memohon ampun dan meminta petunjuknya, pikiranku seperti sudah di silaukan dan dialihkan dengan kesibukan lain yang silih berganti. Tak adapula ketenangan untuk ibadah, tidak banyak ajakan untuk

Wahai diriku...
Kamu tidak dipuncak gunung kejayaan, jangan berbangga, jangan pula sombong ...
Ingatlah ketika Allah pernah mengambil apa yang kau miliki dan kau banggakan.
Saat itu kau sadar bahwa dont take anything for granted
Pun tidak juga di jurang kehidupan, jangan berputus asa dan banyak-banyaklah bersyukur...

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Ingatlah kalimat Al-Qur'an di surat Ali Imran ayat 185 yang selalu kau ingat setiap kau tahu kau sedang terlena akan keindahan dunia yang menyenangkan hatimu. Bersyukurlah ketika kau dapat menikmati indahnya dunia ini, tapi jangan membiarkannya menguasai nafsumu...

Kau tahu hidup bukan sekedar 'begini saja'. Kau tahu kenapa alam semesta dan isinya ini ada, bukan untuk kau lakoni semaunya karena kau tahu akan kematian, tapi sebaliknya...

Kau tahu semua ini akan berakhir maka kalau kau terus terlena kau bisa merasakan akibatnya yang menyebabkan penyesalan besar tiada akhir.

Hari ini kau hidup jauh dari Masjid, yang mungkin bisa mengingatkanmu tentang agama, jauh pula dari keluarga yang mempedulikan keadaan hatimu, tapi kau tahu kau selalu dekat dengan Allah, kau bisa bersimpuh dimanapun kamu berada. Mintalah Allah menjaga hatimu, agar selalu ditunjukkan dan pula diberi kebaikan dengan ridhonya agar kau menikmati semua ini bukan sebagai ganti kenikmatan di surga yang tidak kau dapat lagi. Padahal surgalah tujuan utama hidupmu, bukan sekedar surga dunia...

Label: ,

Isu LGBT di Negeri

Assalamualaikum..
Bismillah...



Mumpung ada mood nulis di blog mari yuk bercuap-cuap, semoga cuap-cuapnya mengandung manfaat dan tidak membawa mudharat. Aamiin...

Saya memang cuma muslimah biasa yang bisa dibilang beranjak dewasa, umurnya hampir mencapai seperempat abad, semakin bisa melihat segala sesuatu semakin dalam, dan apa-apa dipikir, serasa kepo, serasa ingin tahu, tapi saya rasa ini sah-sah saja.

Ini juga tameng lah buat saya, untuk nggak cuek sama semua isu, sekalipun itu nggak berpengaruh langsung sama saya tapi setidaknya saya mencoba mencari pemahaman dan pembanding agar saya bisa menghindari apa-apa yang mainstream tapi nyatanya salah. Meskipun intelijen saya nggak sampai kesana, tapi saya benar-benar curiga banyak konspirasi dan kong x kong... healaaaah

Kayaknya berita kok makin aneh-aneh, nggak sekedar keluhan harga beras naik atau rupiah yang anjlok. Bukan masalah kemasyarakatan dan pemerintahan pada umumnya, tapi sudah menyentuh ranah yang lebih sensitif mengenai moral dan pendidikan bahkan agama, akhir-akhir ini kok ngerasa ada yang sengaja mau ubek-ubek soal itu.

Kolom agama di KTP mau dihapus lah...
Pelajaran agama mau ditiadakan lah...
Kurikulum mengenai Nabi Muhammad mau direvisi dan lebih dicenderungkan ke tema radikal lah...

SubhanAllah, saya sebagai muslimah kok ngerasa sakit hati banget ya...
Kadang kala yang mau buat kebijakan itu adalah orang yang ngaku beragama Islam, makin-makin dah ngerasa banyak musuh di dalam selimut. Seorang berhijab dan pake rok, yang katanya sih tokoh di DPR dan tampilannya kayak kita-kita yang muslimah tapi dia bilang pelajaran agama ditiadakan aja biar negara maju...
Astaghfirullah...  speechless. Jahat banget, udah gitu mikirnya pas pertama kali baca...

Satu lagi yang lagi hot dan bener-bener bikin kepala panas...

Isu LGBT...

MasyaAllah, kok kayaknya bener ya kata-kata mutiara tentang 'Jaman sudah edan' dan 'kiamat sudah dekat'??

Lesbi... Gay... Biseksual.... Transgender...

Dengernya merinding disko, kayaknya denger hal itu dulu kayak dengerin alien... asing dan ihhh... ogah banget tahu dah pokoknya tentang mereka...

Pengidap LGBT sebenarnya udah ada di jaman Nabi ya... Khususnya jaman Nabi Luth yang kisahnya di Al-Qur'an sudah sering dikumandangkan dimana-mana. Yang beragama Islam pasti tahu deh kalau LGBT itu dilarang keras dan haram dalam agama.

Ini salah satu ayatnya :
"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita (istri), malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.(QS. Al A'raf : 80-81)


Sebenarnya kaum Nabi Luth adalah kaum yang suka bergotong royong dan bersatu padu. Tapi namanya setan tidak suka jika manusia berada di jalan yang benar, maka ia mempengaruhi mereka untuk melakukan perbuatan hina yaitu salah satunya menjadi kaum gay, sehingga Nabi Luth peringatan, dan kaum tersebut malah hendak mengusir sang Nabi.

Lebih dari itu ,Luth memperingatkan bahwa 'malapetaka akan segera diturunkan jika mereka tidak berhenti dari perbuatan itu' justru ditanggapi dengan tantangan agar kutukan Tuhan ditimpakan kepada diri mereka sendiri,karena mereka tak peduli.

Nabi Luth akhirnya menyadari kalau mereka tidak dapat diberi peringatan atau pengertian lagi.Mereka bagai virus mematikan yang terus menginfeksi sekelilingnya dan tak ada cara lain kecuali dengan mengamputasi mereka alias dimusnahkan.

Nabi Luth as kemudian berdoa kepada Allah,biasanya yang dia minta adalah petunjuk dan hidayah agar kaumnya sadar kembali ke jalan yang benar. Namun sayangnya kali ini beliau meminta agar kaumnya di azab. Demi tidak menjalarnya virus amoral ke daerah-daerah lainnya, Nabi Luth sudah rela bila kaumnya dihukum.

Singkatnya, Allah menimpakan azab yang keras bagi pelaku LGBT dikala jaman Nabi Luth kala itu.

***



Ini kisah yang mencontohkan dan menceritakan bahwa kaum gay seperti itu dulu juga ada, dan perbuatan ini membuat geram Nabi dan membuat Allah murka. Ini adalah virus amoral, jika banyak pihak berdalih HAM untuk membiarkan mereka, maka yang bisa terjadi adalah virus ini bisa meluas lebih lebar lagi. Dan SubhanAllah, bisa hancur generasi kita jika banyak orang yang mengidap hal semacam ini.

Saya tidak bisa dan tidak berhak menghakimi seperti apa menanggulangi LGBT. Tentu saja, tidak serta merta kita mengartikan 'memusnahkan' LGBT dengan jalan kekerasan apalagi pembunuhan. Tapi lebih ke rehabilitasi dan menyembuhkan. Kita memang tidak tahu prosentase keberhasilan menyadarkaan kaum yang terlanjut LGBT ini besar atau tidak. Tapi kita harus ada upaya untuk menangkal, setidaknya mencegah agar virus ini tidak menjalar dan yang lebih parah mengajak orang lain agar terbiasa dan menganggap biasa hal seperti ini.

Kagetnya saya ketika hal mengenai LGBT bukan saja sudah dikumandangkan di Barat tapi orang-orang di negeri kita mulai latah untuk ikut menyuarakan Hak Asasi para LGBT ini. Bukan saja orang-orang biasa, tapi artis bahkan orang pemerintahan juga mulai membuat wacana-wacana yang bikin saya sekali lagi menarik nafas dalam-dalam.

Entah mereka itu kaum liberal, kaum yang mengaku penjunjung HAM atau kaum yang dicurigai bahwa mereka juga sebenarnya LGBT.

Dulu, saya kira LGBT itu semacam AIDS, hal yang yaaaa begitu.... aib. Yang sangat memalukan untuk diketahui dan ditunjukkan pada orang lain, juga nggak berhak mendapat pembelaan apapun selain dibantu soal penyembuhan dan pengidapnya saya kira juga nggak banyak. Tapi... beberapa waktu lalu saya dengar dari teman saya yang sempat berkecimpung di dunia semacam modelling, entertain atau berkenalan dengan kaum 'necis' lainnya, teman saya yang ceriwis dan suka menceritakan semua hal dari A - Z ini menceritakan kenyataan berkiprahnya kaum gay yang dia lihat dengan matanya sendiri...

"Ini nular, kadang yang nggak begitu kalau udah sering kumpul sama yang begitu ya jadi gitu juga...
Ada yang punya pacar cewek cuma buat kedok aja... Ciri-cirinya begini.... (bla bla bla) Dia ngelihat cewek pake pakaian seksi aja nggak tertarik bahkan kelihatan jijik..."

Dan bla... bla...

Saking banyaknya ceritanya saya sampai pening, nggak nyangka kalau anak-anak negeri kita banyak yang begitu juga. Sempet shock karena nggak ngira aja kalau anak Indonesia juga kena wabah hal semacam itu. Soalnya setahu saya negeri kita kan negeri yang bermoral dan menjunjung agama, tapi kok kayak gini banyak...

Apa mungkin ada pengaruh kuat sejak pendidikan dari rumah, mengenai agama dari keluarga, orang tua mereka nggak mengawasi dengan siapa anaknya bergaul, atau ya karena mereka juga sudah dewasa dan hal-hal semacam itu sudah diluar kendali. 

Jujur saja ini sedikit menakutkan...
Buat kita-kita yang jomblo, melihat laki-laki jadi makin banyak curiga dan takutnya. Permasalahan yang diwaspadai bukan hanya selingkuh dengan wanita lain, tapi malah dengan pria juga... Aduuuuh amit-amit. Jangan sampeeeeee.... Jijiiiiiiiiiiiii

Juga buat yang sudah jadi orang tua.
Ini akan semakin mencemaskan karena kita nggak akan mudah memfilter siapa-siapa yang berteman dengan anak dan pengaruh apa yang bisa diberi.

Sama pula dengan gay... begitu pula dengan lesbi, kaum biseksual dan transgender yang mengubah kelamin dirinya, semua dosa besar karena telah merubah fitrah dan ciptaan Allah. Itu perbuatan hina yang harus dibina.

Bagi saya pelajaran di sekolah itu bisa saja yang diberi sekedarnya dan diserap seadanya, jadi buat kita sebagai keluarga maupun kerabat dekat harus rajin-rajin memberi pemahaman dan pendidikan mengenai ini terutama agama. Mungkin saja para kaum LGBT menganggap perbuatan mereka tidak ada maksud untuk merugikan orang lain tapi mengenai mereka sendiri, tapi dengan pemantapan agama... diharapkan seseorang akan takut melanggar perintah Tuhannya yang Maha Melihat dan Maha Mengadili. Mereka harus paham bahwa Allah melarang dan Allah akan memberi hukuman jika tetap melanggar (hukuman di dunia atau di akhirat).

Bagi pemerintah dan artis yang ingin ikut-ikutan mendukung Hak LGBT, tolonglah dibuka hati nuraninya. Apa jadinya jika hal itu menjangkit anak atau saudara anda, apakah anda sanggup jujur dari lubuk hati bahwa anda ikhlas dan bahagia melihat itu? Kenapa kalian nggak bisa membuka mata untuk melihat mana yang baik dan yang buruk. Baik bukan dengan melindungi yang buruk tapi memperbaiki..
Mari perbaiki negeri ini dengan moral yang baik lebih dulu, pasti kebaikan yang lain akan menyusul.


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrîm/66:6]

Berikut ulasan dari voa-islam Penyakit Gay Bukan Karena Turunan Genetik, Ini Cara Mengobatinya

Wallahualam
Sekian semoga bermanfaat...

Wassalam..

Label: ,

Islam dan Amerika

Assalamualaikum...
Bismillah...


Mendengar dua hal di atas, sebagian orang bisa langsung berasumsi bahwa mereka berdua adalah musuh bebuyutan. Yang satu anti dengan satu yang lain.
Islam membenci Amerika, dan Amerika membenci Islam.

Apakah benar begitu? Darimana asalnya.. 


Pernah ada seorang teman non muslim yang ingin memberikan suatu barang, lalu ia kemudian mengurungkan diri dan bilang, “Oh jangan, barang itu ada gambar bendera Amerikanya. Kamu kan benci dengan mereka.” Ada pula dia berkata, “Kamu pasti nggak mau kan makan di A&W karena A&W itu asalnya dari Amerika.”

Awal mendengar kata-kata itu saya memutar otak, wah ternyata di mata orang-orang non muslim itu cukup dikenal kalau orang Islam itu antipati dengan Amerika ya? Sebenarnya saya tidak se anti itu dengan Amerika, kalau memang negara itu nggak ada masalah dengan kami. Saya juga tidak mengagumi maupun terkesan dengan negara adidaya itu dari sisi apapun karena saya kurang tertarik dengan negara barat. 

Meski saya juga memang lebih baik tidak memakai barang yang bergambar bendera Amerika agar tidak dikira nge-fans sama negara itu.  Meski kemudian setelah banyak cari tahu saya juga jadi agak geram dengan kelakuan Amerika yang ternyata memperlakukan muslim tidak baik, dan kesewenang-wenangan lainnya. 

Ketidaksukaan muslim atau untuk bicara sempitnya ketidaksukaan saya pada Amerika adalah para pemerintahannya maupun penguasanya yang bertindak sungguh tidak berperikemanusiaan, khususnya pada muslim maupun negara-negara muslim. Sampai-sampai kami berusaha menjauhi produknya bukanlah hanya dengan alasan benci, tapi keuntungan dari penjualan produk mereka yang digunakan untuk biaya perang dan menghancurkan negara-negara seperti Palestina, Suriah dll. 



Lihatlah postingan sejenis itu sering saya lihat.  Saya bahkan tidak pernah mendengar kaum muslim rakyat biasa merencanakan hal sekeji itu pada orang beda agama maupun negara lain. Mungkin sebagian besar orang Amerika kejam pada Islam, meski mereka berhasil mengalihkan pandangan orang menjadi sebaliknya.  Kita patut saja membencinya, kita kemudian menjadi marah, dan ujungnya akhirnya kitalah menjadi pihak yang dianggap salah dan jahat.

Tapi diluar itu saya tahu, tidak semua orang Amerika punya pikiran seperti itu. Ketika saya bertemu orang Amerika, pernah di sekolah maupun tempat wisata, saya tidak serta merta akan memandang mereka seperti bagaimana penguasa mereka berlaku pada muslim. Sebagaimana kami tidak mau dipandang sebagai teroris  karena sekelompok orang jahat yang tidak kami kenal dan tidak paham agama kami tapi melakukan tindakan terorisme mengatasnamakan Islam. Jika mereka tidak memandang kami dengan angkuh, kami dengan suka hati menyambut mereka meski hanya dengan bicara sedikit dan senyum lebar karena masih takut dengan kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan. Hehe.

Setiap pribadi akan berbeda dengan lainnya.. Banyak orang muslim di Amerika, maupun orang Amerika yang masuk Islam.  Jadi bagaimana mungkin kita membenci semuanya??



Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qur’an. 5:8)

Sudah ada di Qur’an ya... kita nggak boleh berlaku nggak adil dan membabi buta saat membenci  suatu kaum. Kita nggak bisa ‘gebyah uyah’ hanya karena dia sebangsa dengan yang agak tidak kita sukai. Karena sangat mungkin jika orang tersebut sama sekali tidak terlibat dan berpikiran sebaliknya. Itu suatu ketidak adilan.

Meskipun baru-baru ini ada berita heboh mengenai Donald Trump yang berencana membuat aturan agar orang Islam di ban, dilarang masuk ke Amerika. Alasannya karena orang Islam banyak yang tidak suka Amerika atau karena alasan lainnya, bahkan orang muslim yang di Amerika pun diminta untuk memakai penanda bahwa mereka adalah muslim, jelas ini bentuk diskriminatif. 


Jujur saja, bukan rahasia kalau sebenarnya semua kejahatan yang mengatas namakan Islam hanya buatan mereka supaya mereka bisa berbuat sewenangnya pada orang muslim. Mereka memperlakukan buruk orang muslim dengan dalih muslim membahayakan mereka, muslim membenci mereka. Padahal..

Saya bicara jujur ya... kalau kalian pernah bertemu dengan orang yang iman Islamnya sudah tingkat tinggi, jangankan ngebom, melukai orang dengan perkataan, mengambil hak orang lain meski sedikit saja, membicarakan orang tanpa sepengetahuannya (istilah jawanya ‘ngerasai’) saja benar-benar nggak berani. Beneran. Saya banyak melihat muslim yang seperti itu. Karena Islam benar-benar mengajarkan akhlak secara detail, bab tentang akhlak itu luas sekali. Akhlak terhadap sesama, keluarga, saudara seiman, tetangga, teman, maupun orang non muslim semua ada adabnya.

Meskipun memang banyak yang mendukung rencana Donald Trump tersebut, banyak pula yang menentang saat saya melihat beberapa ocehan twitter beberapa orang Amerika.  Mereka menyayangkan dan merasa malu jika memang akan ada peraturan yang sangat diskrimatif terhadap agama seperti itu.

Kalau saya sih nggak ada kepentingan dan keinginan ke Amerika jadi nggak masalah. Hehe. Tapi bagaimana dengan orang yang sudah berkependudukan Amerika bahkan lahir disana. Tidakkah dia sakit hati karena ada peraturan seperti itu di negara dimana dia dibesarkan? Sekalipun Amerika tak bisa mengusir yang sudah disana, tidakkah dia merasa keberadaannya tidak diinginkan.

Salah satu muslim Amerika pun angkat bicara di akunnya : 



Terjemahan :
Dear Donald trump, Nama saya Marwa dan saya seorang Muslim. Saya dengar bahwa anda ingin kami untuk mulai memakai tanda pengenal, jadi saya putuskan untuk memilih satu untuk diri saya sendiri. Saya tidak mudah dikenal sebagai seorang Muslim jika hanya melihat dari penampilan saya, jadi tanpa pengenal baru saya akan membuat saya terlihat secara bangga tentang siapa saya.. Saya memilih tanda damai karena ini mewakilkan Islam yang mengajarkan kami untuk menentang ketidak adilan dan menginginkan persatuan. Satu-satunya yang mengajarkanku bahwa membunuh satu orang tak bersalah setara dengan membunuh seluruh manusia. Aku mendengar anda ingin melacak kami dengan mudah. Hebat! Anda bisa datang denganku di kegiatan Sadar Kanker di sekolah menengah lokal, atau anda bisa mengikutiku untuk bekerja dimana pekerjaan ini adalah untuk menciptakan kebahagiaan. Anda juga bisa melihat bagaimana Masjid di tempatku membuat sandwich untuk orang-orang tunawisma dan makan malam pemimpin antar agama dimana semua orang dipersilahkan hadir. Mungkin anda akan melihat bawa aku sebagai muslim tidak membuatku kurang sebagai warga Amerika seperti anda. Mungkin jika anda berjalan di langkah kakiku, anda bisa melihat bahwa saya bukan manusia yang kekurangan sesuatu apapun dibanding anda. Salamualaikum.

***

Opini singkat oleh beberapa orang muslim yang warga negara Amerika inipun juga sangat menjelaskan bahwa kita adalah pihak yang sebenarnya tersakiti. Kita dihantui ketakutan akan orang lain yang mensumpah serapahi kita tanpa kita berbuat apapun pada mereka. Jika memang muslim benar-benar mengajarkan kekerasan seperti yang mereka opinikan, saya yakin tidak seperti ini ekspresi mereka.




Dan yang terakhir, berikut adalah opini dari Muhammad Ali, seorang mantan petinju Amerika terkenal yang memutuskan masuk Islam sejak tahun 1975.

"Saya adalah muslim, dan tidak ada dalam Islam tentang pembunuhan orang tak bersalah seperti di Paris, San Bernardino atau di tempat lain manapun di dunia. Muslim yang sesungguhnya tahu bahwa kekerasan yang keji yang mereka sebut sebagai Jihad Islam adalah berlawanan dengan ajaran yang sebenarnya dalam agama kami. 

Kami sebagai muslim harus tegas pada siapa yang menggunakan Islam untuk melanjutkan agenda pribadi mereka. Mereka menyelentang jauh dari ajaran Islam. Muslim yang sebenarnya tahu atau harus tahu bahwa ini berlawanan dengan agama kami untuk mencoba dan memaksakan Islam pada siapapun. 

Berbicara sebagai seseorang yang tidak pernah tergugat pada kebenaran politik. Aku percaya bahwa pemimpin politik kita harus menggunakan posisi mereka untuk membawa pada pengertian tentang Islam dan mengklarifikasi bahwa pembunuh yang salah ini telah menyesatkan pandang orang tentang Islam yang sebenarnya."

Sesuai dengan perkataan Nabi, bahwa akan ada jaman dimana Islam harus menerima fitnah yang sangat besar, sangat tidak diragukan bahwa saat ini adalah jaman itu. Mungkin akan saya bahas selanjutnya mengenai jaman fitnah :)

Saya berandai, jika saja orang muslim yang melakukan itu. Melarang orang Amerika atau orang Kristen (mungkin agama Donald) untuk masuk Indonesia, dengan alasan agar orang muslim tidak terpengaruh propaganda mereka. Apa yang akan terjadi? Pasti semua akan mengecam Islam mati-matian. 

Sebenarnya yang diteror adalah kita. Sebenarnya yang takut pergi kemana-mana adalah kita. Sungguh pintar taktik mereka membuat sedemikian rupa agar Islam lah yang terlihat jahat, padahal sebenarnya muslim lah yang paling sedih dan sakit hati saat ini. 

Dunia ini sudah punya double standart yang nggak asing lagi. Yang jelas umat Islam jangan sampai membalas perlakuan mereka sama seperti yang mereka lakukan pada kita. Karena kita nggak akan ada bedanya. Kita tahu pelaku teroris bukanlah orang yang berkelakuan sesuai ajaran agama kita. Kita yang tahu benar seperti apa agama kita.  Bahkan jika semua dunia mengeroyok kita, satu hal yang tetap harus kita pertahankan adalah..

Iman..

Itu saja yang ingin saya bahas, maaf jika ada yang kurang berkenan. 

Wassalam. 

Label:

Ada Apa dengan Arab Saudi??

Assalamualaikum...


Maaf karena saya jarang-jarang mengisi disini karena kesibukan. Padahal banyak banget yang ingin di tulis. Oke, karena ini saya sedang mencuri-curi waktu sambil bekerja, saya akan membahas satu hal yang lagi rame dimana-mana khususnya bagi kaum muslim.

Inti dari semua yang memancing pembahasan dimana-mana adalah kegiatan haji di Mekkah, Arab Saudi. Siapa sih yang nggak mendengar berita yang begitu memilukan. Mulai dari tragedi crown jatuh akibat petir dan cuaca buruk di Masjidil Haram , kebakaran hotel sampai yang paling mengguncang adalah kejadian di Mina yang sampai membuat lebih dari 700 orang jamaah haji meregang nyawa. SubhanAllah..

Tragedi Crone Mekkah

Kebakaran Hotel di Mekkah
Mina
Saya sempat shock dan sedih atas berita pertama kali yang menimpa para jemaah haji disana yaitu kejadian crone jatuh akibat petir dan cuaca buruk. Crone sebesar itu bisa jatuh dan tentu memakan korban jiwa yang cukup banyak.

Baiklah.. ini mungkin selain karena keberadaan crone yang memang bukan 'perangkat' asli masjid, inipun juga murni karena kejadian alam berupa hujan es dan angin kenceng yang tidak bisa diprediksi. Semoga saja orang-orang yang menjadi korban di sana menjadi syuhada.. Mereka meninggal di jalan Allah, meski terlihat menyedihkan tapi semoga itu menjadi kebahagiaan mereka di kehidupan yang baru. Aamiin

Setelah saya mendengar berita ini, kebetulan sekali saya membaca Al-Qur'an dan pembatas mengaji saya tepat di surat Al-Hajj. Saya membaca artinya dan seperti tepat untuk mereka yang kembali pada Allah, terkena bencana saat beribadah :
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.
Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (Al Hajj : 58-59)

Yang kedua adalah kejadian kebakaran hotel di mekkah yang ternyata penyebabnya adalah human error yaitu dari alat penanak nasi milik jemaah haji. Ini memang musibah kecil meski harus dapat perhatian juga agar tidak membahayakan yang lain.

Dan yang ketiga ini paling menyayat hati..
Tragedi Mina. Penyebabnya adalah pembludakan orang yang menyebabkan penumpukan jumlah orang dan akhirnya ada yang terinjak-injak. Jumlah korbannya sangat banyak, dan membuat banyak orang yang bertanya-tanya. Tragedi Mina memang pernah terjadi, tapi tidak pernah terjadi separah ini. Ada apa?

__________________

Beberapa orang akhirnya membuat konklusi bahkan berpendapat tajam, banyak yang memprotes Arab Saudi dan menjelek-jelekkannya. Apakah benar ada yang tidak benar dengan Arab Saudi? Atau hanya karena manajemennya yang memang sedang buruk. 

Nah, bahkan ini sudah menjadi kabar burung yang mengudara luas. Sudah banyak statement yang menuding Arab Saudi sekarang tidak seperti yang dulu lagi (apalagi jika dibandingkan dengan jaman Nabi, huhu). Dan bahkan ada yang mengeluarkan pernyataan bahwa, "Arab Saudi itu berteman dengan Amerika[*].". Arab Saudi tidak pro Palestina, dll. Bahkan banyak yang mempermasalahkan Puteri Arab Saudi yang tidak berhijab. 
Apakah ke Islaman Arab Saudi yang sekarangdisana sudah tercampur aduk? Atau ini juga bagian konspirasi untuk menjelekkan nama Arab Saudi yang notabene pusat ibadah orang Islam?
Wallahu Alam ya... karena saya tidak melihat dengan mata kepala sendiri.

[*] Berteman dengan orang Amerika tidak ada yang salah selama orang itu memang tidak berpengaruh buruk, (sama saja dengan orang dari mana saja) tapi kita bicara mengenai kepemerintahan dan adidayanya ya... hehehe

Tapi fenomena ini (lagi-lagi) memang sudah ada hadits, ketika orang-orang mulai memandang curiga dan bersu'udzon ria mengenai Arab :

Telah bercerita kepada kami Syuja' bin Al Walid berkata, disebutkan oleh Qabus bin Abu Dlabyan dari ayahnya dari Salman Al Farisi berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallambersabda kepadaku:
"Hai Salman! Jangan benci aku sehingga kau akan meninggalkan agamamu." Aku berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin aku membenci Tuan sementara berkat Tuan Allah memberi hidayah pada kami." Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan kau benci bangsa arab sehingga kau akan membenciku."
(HR Imam Ahmad no. 22615)

Jadi ya sudahlah diluar baik dan buruk, Arab atau bukan. Ini memang karena kita manusia yang memang punya salah dan bisa benar. Kalau memang bangsa Arab memang mulai membelok, kita hendaknya tetap berkiblat di Mekkah dan berpacu di Al-Qur'an, tidak mengikuti orang Arab kesalahan yang jaman sekarang, dan tetap harus mengakui kebaikan mereka, dan tidaak mengingkari.

Nah... tapi nih mengenai kejadian Mina, ada statement lain lagi yaitu 'TRAGEDI MINA BY DESIGN' ?? Maksudnya ada yang sengaja membuat tragedi ini menjadi begitu besar. Apa maksudnya? Jadi ada dalang di balik semua ini? Tak tahu.. Coba kita simak sejenak pembahasan dari twitter @abdullahhaidir1 berikut ini.. 

1. Bismillah... ingin melanjutkan bahas tragedi Mina kemarin, ada beberapa klarifikasi dn pertanyaan mengusik serta info menarik....
2. Saya tidak menyangka sama sekali jumlah korban wafat dalam tragedi Mina kemarin begitu besar, mendekati angka seribu. Plus yang cider lebih banya
3. Ini angka yang sangat fantastis. Ketika mengetahui angka tersebut, saya pikir ini tidak normal. Ada beberapa hal yang cukup mengusik.
4. Sebab, setahu saya, ketika dahulu jamarat masih sempit, kalaupun terjadi musibah desak-desak, korban wafat tidak sampai di atas 200 jamaah...
5. Tentu saja, jumlah segitu sudah sangat besar, tapi kali ini mencapai mendekati atau sudah 800 jamaah, sangat menyedihkan...
6. Perlu saya tekankan, tanpa bermaksud apologi, petugas yg mengatur arus jamaah sebenarnya sangat banyak. Mrk bukan sekedar relawan biasa.
7. Pengelolaan jamaah haji ini setiap tahun selalu dievaluasi, menampung masukan, dan relatif cukup banyak perbaikan signifikan.
8. Di Saudi untuk urusan haji ini dibuatkan departemen dan menteri khusus untuk haji. Dikenal sbg wazaratul haj....
9. Bahkan dijadikan pula sebagai salah satu kajian akademik, juga dibuat lembaga kajian khusus untuk pengelolaan ibadah haji dari berbagai sisi.
10. Meskipun tentu saja, Saudi yang paling bertanggungjawab dalam masalah ini, namun jangan dipahami bahwa tidak ada usaha maksimal mereka dalam hal ini.
11.  Nyatanya memang, sejak musibah Mina terakhir thn 2006, nyaris tidak terdengar musibah berarti lagi setelah itu, hingga datang musibah kemarin.
12. Sekitar tahun 2008 saya pernah bawa satu bis rombongan saya berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina setelah shubuh, waktunya sama dengan kejadian kemarin.
13. Padahal dalam rombongan ada kedua mertua yang cukup lanjut usia, juga isteri dan ketiga puteri saya yang masih kecil, Alhamdulillah aman..
14. Memang padat sekali jalannya, kami harus berhenti beberapa kali utk lihat suasana. Namun akhirnya dapat melontar dengan aman.
15. Padahal ketika itu, lokasi jamarat sedang dalam proses perluasan dan penambahan tingkatnya, dan jumlah jamaah haji belum dipotong seperti sekarang.
16. Artinya, setelah tragedi Mina terakhir, tahun 2006, terjadi perombakan besar-besaran, bagi dari segi bangunan maupun teknis pegaturannya....
17. Dan itu cukup berhasil, apalagi setelah 4-5 tahun belakangan, setelah lokasi jamarat yang berlantai 5 selesai dibangung, melontar sangat nyaman
18. Terkait dg kejadian kemarin, insiden bukan terjadi di jamarat, tapi cukup jauh dari jamarat, bahkan juga bukan di jalan utama pejalan kaki..
19. Ada beberapa jalur yg disediakn dr Muzdalifah ke Mina, yg paling tengah dn paling besar, disebut thariq musyat, khusus pejalan kaki....
20. Andanya setelah memasuki area Mina, ada jalan yg diberi awning, juga disediakan blower raksasa di kiri kanan jalan utk pengaturan udara,,
21. Adapun insiden kemarin terjadi di jln cabang, bukan dijalan utama pejalan kaki. Di tengah perkemahan resmi jamaah haji.
22. Jubir resmi Saudi laporkan bahwa jalan tersebut jalan cabang, dan penumpukan jamaah dalam jumlah besar di jalan tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.
23. TKP dari lokasi jamarat, masih jauh, +- 2 km, jalur utama pejalan kaki ada di sebelah kirinya.
24. Jadi lokasi kejadiannya adalah di tengah perkemahan resmi, maka korbannya kemungkinan besar adalah jamaah haji resmi yg memiliki tenda resmi.
25. Lokasi kejadian di jalan dekat perkemahan warga negara-negara Arab dan Asia selatan
26. Biasanya di jalan ini, minim kerawanan insiden. Jamah haji umumnya punya tenda, mereka dapat istirahat, dan juga biasanya dijadwal ke jamarat...
27. Tingkat kepadatannya pun tidak seperti dijalur utama pejalan kaki tadi. Kalau mereka berjalan searah, walaupun dalam jumlah banyak, aman insyaAllah.
28. Lalu mengapa terjadi musibah yang amat memilukan ini? Ada beberapa benang merah yang coba saya himpun, ini baru analisa pribadi....
29. Setelah kejadian tersebut yang lantang memojokkan Saudi adalah Iran, resmi dari para pemimpinnya, jangan tanya dengan para pengikutnya, termasuk di Indonesia
30. Sebenarnya wajar sekali Saudi dikritik, tapi nada mereka sngat terkesan unsur 'syamatah'.... bahasa kita adalah 'rasain lu'... 'makan tuh'..
31. Yang rame juga kaum liberalis... mereka dapat amunisi besar untuk pojokkan Saudi. Mereka lupa, konser musik yang cuma puluhan ribu sering terjadi insiden.
32. Sangat besar kemungkinan, insiden ini by design, ada yg siap buat masalah, dan sudah disiapkan npula statement politiknya...
33. Membaca beberapa berita yang masuk dan info dari kawan-kawan, besar kemungkinan, kaum syiah bermain (syiah pusatnya di Iran). Santai..... jangan panas....:)
34. Jamaah haji Iran termasuk jamaah haji terbesar jumlahnya, bahkan mungkin yang pertama atau kedua setelah Indonesia..
35. Laporan media: Insiden terjadi berbarengan mengalirnya gelombang jamaah haji asal Iran dalam jumlah sangat besar
36. Ada saksi mata yg laporkan, jamaah haji Iran kembali dr jamarat melalui jalan yang sama, seharusnya melalui jalur lain.
37. Tentu saja arus mereka bentrok dengan arus jamaah yang hendak berangkat ke Mina utk melontar jumrah.... terjadilah insiden tsb.
38. Maka praktis TKP menjadi jalur pergi pulang jamaah Iran dan jamaah warga Arab serta warga Asia selatan...
39. Kita tahu, kondisi politik Iran dan Saudi sdng panas-panasnya. Pasukan koalisi sedang bergerak rebut ibu kota Yaman yang dikuasai houthi dukungn Iran
40. Jelas ada kepentingan besar untuk jatuhkan Saudi di mata internasional. Merekayasa insiden haji adalah hal yg cukup efektif.
41. Secara idiologis, hari kesepuluh Zulhijjah memiliki arti tersendiri bagi kaum Syiah . Apa itu?
42. Kesimpulannya, pada hari kesepuluh Zulhijjah, pada hari Nahr atau Idul Adha, Abu Bakar asshidiq umumkan di Mina keputusan Nabi tsb.
43. Dengan demikian, sejak saat itu, riwayat kemusyrikan dan prakteknya tamat dari tanah suci Mekah. Lalu tahun depannya Nabi pergi haji...
44. Apa kaitannya pengumuman yg disampaikan Abu Bakar tadi dg orang-orang Syiah? Mereka yang berpendapat yang berhak mengumumkan itu seharusnya Ali...
45. Sebab ini, versi mereka, sudah menyangkut masalh kenegaraan, dan Ali ra bagi syiah adalah pemilik sah kekhalifahan setelah Rasulullah saw.
46. Panjang dah alasan merek soal ini, silakan dicari referensinya. Nah, kejadian ini bagi mereka memperpanjang bukti, Abu Bakar 'rampas' wewenng Ali


Nah pembahasan bapak Abdullah saya singkat sampai sini ya, karena pembahasan selanjutnya agak berat. hehehe. Intinya kecurigaan ditujukan pada Syiah. Siapa yang nggak tahu Syiah? Syiah yang mengaku Islam tapi mereka mengatakan Allahnya bukan Allah kita, dan menganggap malaikat Jibril salah memberi wahyu yang seharusnya ke Ali bin Abi Thalib ra. bukannya Nabi Muhammad SAW (Ya ampun... mana ada malaikat salah jalan), bahkan mengolok-olok istri Nabi, Aisyah ra. Hmmm.. *garuk-garuk kepala.
Yah.. bisa dikatakan musuh dibalik selimut dan ajaran mereka sesat. Secara penampilan mereka agak tidak bisa dibedakan dengan orang Islam pada umumnya, tentu inilah yang membuat mereka menjadi musuh dibalik pengakuan mereka sebagai Islam.
Bahkan mereka lah yang memerangi kaum kita sendiri, seorang teman yang belajar As-Sunnah di Yaman pun akhirnya terpaksa pulang karena Yaman diserang Syiah dari Iran, Syiah memaksa orang-orang yang belajar As-Sunnah untuk pindah ke Iran, mereka menghalangi orang untuk belajar agama Islam yang benar .

Intinya Syiah ingin melemahkan Islam dan ajarannya yang sebenarnya. Sekarang banyak juga yang tertipu dengan sekolah atau pengajian Islam yang ternyata milik syiah sehingga ajarannya sangat sesat seperti laki-laki tidak wajib sholat jum'at bahkan sholat boleh hanya 3 kali sehari Astaghfirullah. Semoga kita terhindar dari kesesatan dan keburukan yang mulai meraja lela dan menyerang kaum kita. Aamiin

Akhir kata, seperti kata pak Abdullah di twitter... Sampai di sini dulu, ini bukan kebencian, atau mencari-cari alasan. Jujur saja, insiden ini sangat tidak normal, jadi ini sangat mungkin bagi kita memandang bahwa kejadian memilukan di Mina adalah buatan mereka. Yah kita berhak membela yang terdzalimi dan mencari tahu kebenaran, meski jangan juga menelan semua mentah-mentah. Wallahu a'lam.

Mohon maaf jika ada kekeliruan, semoga Allah mengampuni saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art