Tampilkan postingan dengan label Ibadah & Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah & Iman. Tampilkan semua postingan
Label:

Dahsyatnya Sholat Tahajud (Qiyamul Lail)

“Jika matahari sudah terbenam, aku gembira dengan datangnya malam dan manusia tidur karena inilah saat hanya ada Allah dan aku.”
Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia. Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran. Ada beberapa keajaiban shalat tahajud seperti berikut ini:

1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga …
Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

2. Amal yang menolong di akhirat …
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.

3. Pembersih penyakit hati dan jasmani …
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

4. Sarana meraih kemuliaan …
Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

5. Jalan mendapatkan rahmat Allah …
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

6. Sarana Pengabulan permohonan …
Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,
“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

7. Penghapus dosa dan kesalahan …
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)

8. Jalan mendapat tempat yang terpuji …
Allah berfirman,
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

9. Pelepas ikatan setan …
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”

10. Waktu utama untuk berdoa …
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)

11. Meraih kesehatan jasmani …
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)

12. Penjaga kesehatan rohani …
Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)

Keajaiban shalat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!
Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari tulisan ini. Yang pasti shalat tahajud merupakan shalat yang bagus sebagai ibadah tambahan bagi kita.

Label:

Jangan tunda Taubatmu sayang..

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu . (QS. 66:8)

PENTINGNYA TAUBAT

1. Taubat adalah asas atau dasar Islam yang paling penting.
2. Taubat adalah langkah pertama yang ditempuh untuk kehidupan akhirat.
3. Tidak boleh menunda-nunda taubat, menunda taubat merupakan suatu maksiat.
 ----
 Hari ini saya datang ke suatu perkumpulan kecil majelis ilmu khusus akhwat di dekat rumah.  Tema yang disampaikan adalah Taubat.  Bahasan dan sebutan yang cukup familiar ditelinga semua orang tapi belum sepenuhnya dipahami bahkan dijalani.

Jika kalau kita tahu hakikat taubat, maka kita akan tahu betapa luasnya ampunan Allah SWT. Berbagai macam dosa, kesalahan dan kehinaan yang kita lakukan tapi Allah menghimpun semua penghapus kehinaan itu dalam satu hakikat TAUBAT.

Taubat berarti Rujuk/ Kembali. Kembali memohon ampunan pada Allah saat kita melakukan dosa.  Untuk melebur kesalahan yang telah berlalu, untuk menghilangkan gelisah.
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)
Kenapa kita harus bertaubat? Kenapa kita harusmempertanggung jawabkan dosa kita? Jika masih ada kesombongan dari diri kita, cobalah renungkan.

Allah SWT telah memberikan semua kenikmatan lahir dan batin. Semua yang kamu nikmati, semua yang kamu punya, semua yang kamu pakai tak mungkin kami miliki tanpa izinNya. Fisikmu, badanmu, mata, telinga, tangan, kaki, harta, anak, pekerjaan dll..
Tapi kita menggunakannya untuk maksiat, melakukan dosa dan perbuatan tercela lainnnya. Tentu Allah tidak menyukainya. Maka minta ampunlah padaNya dengan bertaubat yang sungguh-sungguh, maka dia akan mengampunimu semua dan memberimu rahmat yang banyak.  Jika kamu meneruskan apa yang salah dan tidak ingin, maka Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas.

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 39:53)
"Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi" (QS. 7:149)

PAHAMI FITRAHMU SEBAGAI MANUSIA
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. 30:30)
Sesuai dengan ayat diatas, Manusia diciptakan dengan suatu fitrah. Fitrahnya sebagai ciptaan yang menghamba, beribadah, dan taat dengan segala yang di turunkanNya, hidup dengan baik, makan-makanan yang halal, tidak berbuat maksiat, tidak zalim pada orang lain dll.. Maka jika semua itu dilakukannya maka seluruh kehidupan manusia akan menjadi baik karena tidak akan ada yang menentang fitrahnya. Hati, pikiran dan badanpun sehat.

Jika tidak sesuai fitrah..
Tapi jika dia menentang dan keluar dari batasan itu, maka berpengaruh pula pada dirinya. Orang-orang yang mendengki dan ingkar pada Tuhannya, buruk pula hubungan dengan antar manusia maka hatinya pun keruh. Jika tidak melakoni hidup sesuai yang diajarkan Rasul sesuai perintah Allah berkaitan dengan kesehatan dll, maka sakit pula badannya.

Contoh kecil, jika fitrahnya tubuh itu beristirahan dan makan cukup, tapi kita tidak tidur dengan cukup maka kesehatan pun terganggung. Itulah karena diri kita lakoni diluar fitrah.

Seperti yang dijelaskan tadi, bahwa 'Taubat Menghilangkan Kegelisahan'.
Kenapa begitu?

Karena orang yang fitrahnya masih lurus, dia akan merasa gelisah ketika berbuat dosa. Dan orang yang terbiasa bedosa, akan enggan melakukan kebaikan dan menjalankan kebenaran.

Kenapa begitu lagi?

DOSA ADALAH NODA HITAM YANG MENUTUPI  MATA HATI

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ketika seorang \berbuat suatu dosa, dosa itu menjadi sebuah noda hitam pada hatinya. Jika ia menyesalinya (memohon ampunan) hilanglah noda itu.  Jika ia tidak menyesali perbuatan itu maka noda itu akan membesar dan membesar sehingga menutupi seluruh hatinya."

Bilamana hati telah sepenuhnya tertutup oleh noda, tak satupun petunjuk dapat menembus kedalam hati dan orang sedemikian itu tidak akan mendapat manfaat dari peringatan-peringatan yang terdapat di dalam Al-Qur'an.

Maka..

JANGAN TUNDA TAUBATMU SAYANG..

Saudaraku yang tersayang sekalian.  Jika kalian terus saja menunda taubat. Nanti-nanti. Keburu nanti semua dosa yang kalian tumpuk tanpa adanya ampunan itu akan membesar dan semakin membutakan hati kalian, takutnya nanti keinginan taubat itu akhirnya hilang sama sekali.. :(

Apalagi kita tidak tahu umur kita sampai berapa. Jika tidak sekarang, apakah kalian yakin hari esok masih ada? Sehingga menyesal selamanya tak ada guna.

***

Lalu bagaimana dengan yang sudah bertekad untuk bertaubat?

DOSA MANUSIA dg ALLAH
Jika dosa berhubungan antara hamba dengan TuhanNya, tidak ada kaitannya dengan manusia yang lain. Misal urusan lalai tidak pernah sholat, puasa  dan ibadah lainnya maka Taubat ada 3 syarat :

1.  Berhenti melakukan dosannya itu.
2.  Dia menyesali perbuatannya. 
(Misal dengan tidak menceritakan dosa dan aibnya sendiri dengan bangganya pada orang lain seperti tidak punya penyesalan)
3.  Dia bertekad tidak mengulangi selama-lamanya.
(Tidak boleh ragu-ragu. Apakah dia akan mengulanginya lalu dia 'nggak tahu ya' hadududu)

DOSA MANUSIA dg MANUSIA
Jika dosa terkait dengan orang lain.  Misal kita melkukan kesalahan yang merugikan orang lain, maka Syarat taubat ada 4 :
1 - 3 Sama dengan diatas
4.  Jika ia merugikan orang lain secara materil, Hendaklah dia tunaikan hak yang dizalimi.  Atau jika berkaitan dengan pencemaran nama baik maka meminta maaf atau hukuman apa yang dikehendaki orang yang dizalimi.

***

 Jangan remehkan dosa, bertaubatlah atas semua dosa! Misal kalian memiliki 50 dosa dan hanya meminta ampun atas 25 dosa, maka 25 dosa lainnya masih akan tetap di pertanyakan kelak. Maka bertaubatlah dan mintakan ampun atas segala dosa. 

KASIH SAYANG ALLAH MENDAHULUI MURKANYA.
Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.” (HR. Muslim no. 2747).
Allah akan menghapus SEMUA dosa dan kesalahan orang-orang berdosa bahkan orang kafir yeng benar-benar bertaubat seperti tak punya dosa lagi.
"Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu. (QS. 8:38)
Manusia memang mustahil tanpa dosa, akan tetapi Allah menyediakan penyakit dosa itu dengan obat taubat. Semoga kita semua diberi keberkahan sebagai orang yang mau menjalankan taubat atas semua dosa, diberi bekal Furqaan (pembeda yang baik dan yang buruk) sehingga kita tidak terlampau melakukan kesalahan dan senantiasa kembali padaNya.

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar . (QS. 8:28)

Sekian yang bisa saya sampaikan, dan pasti masih ada kekurangannya.
Semoga menjadi manfaat dan pelajaran.
Mohon maaf atas segala khilaf.
 Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Label: ,

Kesempurnaan Iman - Mencintai Allah dan Rasul Lebih dari apapun

Islam adalah agama yang mendasari ajarannya dengan realitas, bukan agama yang didasarkan pada khayalan dan ilusi. Ia tidak menafikan adanya perasaan saling mencintai antar manusia, sebab itu adalah fitrah manusia. Secara naluri kita mencintai suami, istri, keluarga, harta dan tempat tinggal. Itu manusiawi dan sama sekali tidak salah.

Akan tetapi tidak sepatutnya sesuatu yang bersifat duniawi ini lebih ia cenderungi dan cintai dibanding ALLAH dan Rasul-Nya. Jika ia lebih mencintainya, berarti tidak sempurna imannya. Ia harus berusaha menyempurnakannya.

Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. 9:24)
Mencintai ALLAH dan Rasul-Nya melebihi dari segalanya adalah jalan menuju keselamatan yang hakiki. ALLAH, Dialah yang paling berhak untuk dicintai, yang lebih patut menjadi labuhan hati dibandingkan orang tua, anak, bahkan diri sendiri. Inilah maqom tertinggi berbagai tingkatan cinta bagi para pencari cinta. MERUGILAH ORANG YANG MENCINTAI LAINNYA LEBIH DARI CINTA PADA ALLAH & RASUL-NYA
"Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah dan tidak patut bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." (QS.9:120)
“Saat seorang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hari kiamat, beliau menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Apa yang sudah kau persiapkan untuknya?” Orang itu menjawab, ‘Tidak ada lain kecuali bahwa saya mencintai ALLAH dan Rasul-Nya.’ Rasulullah bersabda : ‘Engkau beserta orang yang engkau cintai. ” (HR. Bukhari Muslim)

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Qur’an surat ke 49 Hujuraat: 7-8
"Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu INDAH di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus." (QS. 49:7-8)
 Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Sungguh cinta kita kepada kedua orang tua, keluarga dan dunia tidak boleh melebihi cinta kita kepada Rasul-Nya, yaitu nabi Muhammad SAW. Dari Anas ra., dia berkata bahwa Nabi bersabda :
TIDAK BERIMAN salah seorang dari kalian sehingga aku lebih dicintai daripada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak berarti kita menyepelekan perasaan cinta pada dunia, keluarga dan orangtua. Tapi tidak boleh lebih mencintai dibanding cinta kepada Allah SWT dan Nabi. Karena Allah adalah Tuhan pencipta kita dan Nabi Muhammad adalah seseorang yang telah di utus Allah di jalan yang lurus. Sementara orang tua dan keluarga kita adalah manusia biasa yang tentu mungkin tidak sempurna dan punya salah. Kita bisa di bimbing maupun membimbing mereka, tapi tidak untuk berserah diri sepenuhnya karena Allah lah yang paling berkuasa atas segalanya, menentukan hidup kita dan menyelamatkan kita dari takdir buruk di kehidupan dunia akhirat.
"Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik[*] kepada saudara-saudaramu. Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab." (QS.33:6)
[*]Berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta.

Kecintaan kita pada Rasulullah itu mengikuti kecintaan kita pada ALLAH SWT. Dan ini merupakan buah kecintaan kita kepada-Nya. Saat Rasulullah Muhammad SAW tiba di madinah, orang-orang yahudi menghampirinya seraya pura-pura bersin di hadapan beliau, kemudian mereka berkata: “Kami mencintai Allah, tapi kami tidak akan mengikutimu.”

Allah Azza wa Jalla mendustakan kecintaan mereka, sekaligus membantah pengakuan mereka dengan firman-NYA:
Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. QS.3 Ali Imran:31

Jika seorang mempunyai kekasih, tentu ia akan berusaha menjadi seperti apa yang diinginkan dambaannya itu. Maka tak jarang kita melihat seorang yang tadinya brutal menjadi baik, yang tadinya
nakal menjadi saleh, yang tadinya hura-hura menjadi bersahaja. Kecintaan pada Allah ialah terbukti dari ketaatannya menjalankan perintah & menjauhi larangan tanpa paksaan, ia terbukti pula dari
pengorbanannya pada Islam, baik berupa tenaga, fikiran, waktu, harta, jiwa, raga dan bahkan nyawa.

Bangun pagi yang dipikirkan ialah umat & Islam.
Akan tidur yang dipikirkan ialah bagaimana Islam dapat bangkit..
Saat ada waktu luang yang dipikirkan ialah permasalahan umat.
Ingin sekali semua orang beriman & berislam secara kaffah.
Ingin sekali semua orang selamat dari neraka.
Sedih melihat kanan kirinya diadzab gempa karena bermaksiat.
Sendu melihat saudaranya Islam keturunan belum shaleh / shaliha.
Pilu menyaksikan saudara lain murtad menjadi kafir.
Saat akan tidur pun dia niatkan sebagai istirahat untuk menghimpun.
kembali tenaga dalam berjuang dijalan-NYA
"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS. 9: 128)
Saking cinta pada kita, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
“Setiap Nabi diberi doa yang pasti akan dikabulkan oleh Allah, namun aku menyimpan doa itu agar dihari kiamat dapat kugunakan untuk menyelamatkan umatku.” HR. Muslim

Jika ingin, Rasulullah Muhammad SAW dapat meminta doa yang membuatnya tenar dan terhebat diantara para Nabi, namun beliau tidak melakukannya, beliau Rasulullah Muhammad SAW menyimpannya untuk kita dihari akhir nanti.

Nabi saw telah menjadikan kecintaan sebagai syarat iman. Seseorang bertanya kepada Rasulullah Muhammad SAW:
“Ya Rasulallah, apa iman itu?”
Rasulullah Muhammad SAW menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai daripada apa pun selain keduanya.”

Dalam hadits yang lain, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik: ''Tidak beriman kamu sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai dari siapa pun selain mereka.

Kemudian dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Tidak beriman kamu sebelum aku (Rasulullah) lebih dicintai dari keluarganya, hartanya, dan seluruh umat manusia.”

Hadis di atas menjelaskan surat Al-Taubah ayat 24:
Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNYA danAllah tidak memberi petunjuk pada orang-orang yang fasik."

Sumber cinta pertama adalah Allah, kemudian kita mencintai siapa saja yang dicintai Allah, termasuk rasul-Nya, dan mencintai apa yang dicintai oleh pencinta Allah, termasuk para sahabat & ahlul bait.
Karena itu, doa yang biasa kita baca adalah: “Ya Allah, kumohonkan kepada-Mu cinta`Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai`Mu, dan mencintai setiap amal yang membawa kami ke
dekat`Mu...

Dan pula diriwayatkan dalam Hadits bukhari, saat Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan KEHARUSAN mencintai ALLAH & Rasul-NYA:

Maka Umar bin Khatab r.a. berkata:
“Wahai Rasulullah! Demi Allah! Engkau lebih aku cintai daripada Hartaku, keluargaku dan orang tuaku, kecuali dari diriku sendiri.”
(Umar lebih mencintai dirinya sendiri dibanding Rasul) Rasulullah Muhammad SAW menjawab: “Tidak! Wahai Umar, bahkan aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.”
Umar berkata: “Jika begitu, Demi Allah! Engkau akan lebih aku cintai daripada diriku sendiri wahai Rasulullah!” “Sejak sekarang,imanmu telah sempurna wahai umar!” Tegas Rasulullah Muhammad SAW. HR. Bukhari 6485, HR. Ahmad 22125

Dengan cinta Allah & Rasul melebihi segalanya, kita tidak menjadi benci pada orang tua, anak, suami/istri, keluarga atau lainnya. Justru dengan cinta Allah & Rasul, maka kita diwajibkan untuk
menghormati orang tua, meski orang tua kita masih belum juga mendapat hidayah Allah untuk menerima Islam.
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada  ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia[*]. (QS. 17: 23)
[*] Mengucapkan kata Ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

Dengan cinta Allah & Rasul melebihi segalanya, Justru Allah mewajibkan kita menyayangi anak, istri, dan seluruh muslimin muslimah dimuka bumi, menghormati hak tetangga meski mereka kafir, mengenal seluruh manusia di berbagai belahan bumi dan sebagainya.

Wallahu Alam.. 
Semoga Bermanfaat untuk meningkatkan iman kita pada Allah dan RasulNya..
Aamiin. 

Sumber : islamterbuktibenar.net 

Label:

Lima Wasiat Dari Allah SWT Kepada Rasulullah SAW

Dari Nabi S.A.W., "Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah
S.W.T telah memberikan lima wasiat, antaranya :

· Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya
Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.

· Jadikan cintamu kepadaKu sebab tempat kembalimu adalah kepadaKu.

· Bersungguh-sungguhlah engkau mencari syurga.

· Putuskan harapan dari makhluk kerana sesungguhnya mereka itu sedikitpun tidak ada kuasa di tangan mereka.

· Rajinlah mengerjakan sembahyang tahajjud kerana sesungguhnya pertolongan itu berserta qiamullail.

Ibrahim bin Adham berkata, "Telah datang kepadaku beberapa orang tetamu, dan saya tahu mereka itu adalah wakil guru tariqat. Saya berkata kepada mereka, berikanlah nasihat yang berguna kepada saya, yang akan membuatsaya takut kepada Allah S.W.T."

Lalu mereka berkata, "Kami wasiatkan kepada kamu 7 perkara, iaitu :

· Orang yang banyak bicaranya janganlah kamu harapkan sangat kesadaran hatinya.

· Orang yang banyak makan janganlah kamu harapkan sangat kata-kata hikmat darinya.

· Orang yang banyak bergaul dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat kemanisan ibadahnya.

· Orang yang cinta kepada dunia janganlah kamu harapkan sangat khusnul khatimahnya

Label:

Agama dan Pemuda

"Allah menyukai orang tua yang beriman, tapi Allah lebih menyukai pemuda yang beriman.."

Salah satu dari tujuh golongan yang dalam naungan Allah SWT adalah 'Pemuda yang taat beribadah/ yang tumbuh dalam ketaatan'
Pemuda yang taat beribadah : Allah sangat suka terhadap orang yang menghargai waktunya, sebagaimana disampaikan dalam surat Al-Ashr. kebanyakan kita berpikir untuk mengejar ketertinggalan ibadah kita pada saat usia sudah tua nanti, padahal tidak ada yang dapat menjamin kita dapat hidup selama itu. Daripada pemuda yang hanya menggunakan masa mudanya untuk bersenang-senang dan terbuai dalam berbagai maksiat serta perbuatan sia-sia, Allah akan lebih memilih pemuda yang memanfaatkan waktunya untuk taat dan beribadah kepada-Nya untuk diberikan naungan di yaumul masyar (hari berkumpulnya manusia untuk menjalani pemeriksaan atau perhitungan amal yang dilakukan di dunia)  nanti.

Dari kata-kata diatas bisa dilihat betapa istimewanya Pemuda yang beriman bagi Allah. Lalu apa 'excuse' bagi kita untuk tidak menjalankan kesempatan itu? Apa alasan kita untuk tidak tampil 'istimewa' di hadapan Allah?

Pemuda beriman itu harus seperti apa sih? Sama aja sih sama orang tua

Berkaca dari diri sendiri dan sekitar, kita sebagai pemuda sepertinya tidak banyak yang mempertimbangkan dan memprioritaskan urusan agama secara serius. Segala kegiatan tentang agama biasanya di cenderungkan pada orang tua. Pengajian, pakai jilbab, sholat di Masjid tunggu nanti tua lah..Padahal, mati itu belum pasti tunggu sampai tua looh..

Agama cuma dinilai sebagai identitas? Kadang menjalankan perintah, kadang menjauhi dan sengaja melalaikan demi urusan dunia. Pemuda dikenal sebagai pribadi yang sedang sibuk-sibuknya dengan urusan dunia. Mencari identitas, yang dulu waktu masih SD - SMP masih kelihatan anak polos tiba-tiba saat remaja berubah sangar, nyentrik atau sensasional agar lebih mudah mengambil 'posisi' dalam bermasyarakat. Mengejar impian, mati-matian bersaing di dunia pendidikan demi masa depan yang gampang cari duit. Mencari komunitas, kita berusaha show up agar di kenal dan di dekati banyak orang. Lalu mencari jodoh, berpenampilan seperfect mungkin untuk menarik perhatian orang-orang terbaik.

Bukannya semua itu salah, tapi terkadang di sesalkan adalah semua itu membuat kita melenceng dari arti kehidupan sesungguhnya, bahkan keluar dari batas fitrah yang seharusnya. Baru saya sadari, sebenarnya kenapa remaja cenderung lebih mudah galau dan labil? Karena kebanyakan mereka saat itu sudah merenggang dari urusan agama dan terlena oleh dunia, yang dulu masih SD rajin ngaji, udah SMP / SMA nggak lagi gara-gara udah kenal ngeMall atau nongkrong di cafe. Makin luntur perasaan tentang agama dan Tuhan, dan saat paling menentukan dimana banyak adaptasi dan unjuk diri, kalau gak sukses... Wuaaah galau dehhh.
 
Mungkin awalnya akan susah mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan hidup pada aturan Allah dalam Islam. Akan sedikit susah awalnya untuk tidak ikutan dalam hal yang sudah lumrah dalam hidup ini, mau nggak mau kita akan punya pemikiran yang sedikit banyak berbeda dengan pemuda biasa. Yang sangat memungkinkan bahwa kita dianggap aneh, kolot bahkan kecanduan agama. -_- Tapi apapun perkataan mereka, ingatlah wasiat Nabi yaitu "Beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada/di jalan Allah.."

Jika banyak pemuda menghabiskan waktunya untuk bermain dan apapun di luar kegiatan agama, kita harusnya akan lebih sering untuk beribadah, mempelajari ilmu agama dan mengaji.  Tapi sekali lagi, dengan banyak batasan diri ini sama sekali bukan berarti kita mengisolasi diri kita dari pergaulan, ntar malah jadi kuper, ini hanya berarti membatasi diri.

Hal-hal yang menguasai pikiran pemuda jaman sekarang :

- Gaya Hidup


Contohnya saja ketika banyak perempuan show up dengan dandanan make up yang cantik, rambut yang bagus, setiap bulan belanja outfit yang baru dan mahal. Sementara kita yang ingin menjadi pribadi muslimah yang baik harus menutup aurat, harus menahan diri untuk tidak menghambur-hamburkan uang dan harus tergerak untuk banyak amal, pokoknya tidak berlebihan dan sederhana. Atau jika teman-teman pada hangout pada malam hari dan kita tetap di rumah mengaji, jangan malah merasa terkucil atau minder. Justru kita yang kuat, karena mampu mengendalikan diri dari semua godaan iming-iming dunia, karena apa yang kita lakukan ini demi iming-iming akhirat yang harganya lebih berharga dan kekal.

- Idola



Remaja juga lebih dikenal akan mempunyai banyak idola, sayangnya juga itu dibawa alay.. Mati-matian dah semua demi idolanya, mengikuti tingkah lakunya, tidak peduli itu bertentangan dengan contoh Nabi atau tidak. Seperti yang diketahui hal itu sudah seakan memposisikan idola sebagai 'BERHALA HIDUP'. Kita lebih memilih dandan dan meniru gaya para artis idola biar dibilang eksis atau keren dibanding mengikuti cara hidup Nabi Muhammad SAW yang tentu membawa kita pada akhlak mulia yang disuka Allah. Naudzubillah.

Banyak contoh saya melihat, bahwa seseorang yang menulis Islam sebagai identitas agamanya tapi foto profilnya dengan rambut yang di cat pirang dan menggunakan pakaian super mini, ini rasanya nggak sinkron gitu...

- Media sosial

Untuk yang ini sebenarnya bisa kita pilah ya... Kalau karena media sosial kita jadi keteteran soal ibadah karena keasyikan, menyebar dan mengekspos diri, foto pribadi yang seharusnya tidak boleh dilihat banyak sembarang mata, apalagi membuat kita berkomunikasi tiada batas lalu terpengaruh pergaulan yang tidak baik maka itu menjadi kerugian, dosa dan keburukan. Tapi kalau kita manfaatkan untuk menyebarkan informasi dan ilmu yang bermanfaar apalagi untuk berdakwah maka akan menjadi ladang pahala untuk kita.

KESIMPULAN

Mumpung masih muda.  Jangan habiskan waktu untuk perkara yang tidak penting.  Jangan meremehkan perkara agama demi kesenangan masa muda yang hanya sia-sia. Bukan tidak boleh mencari kesenangan, tapi hendaknya yang masih dalam batasan-batasan hukum Allah. Mumpung tenaga dan otak sedang freshnya untuk produktif, mari manfaatkan untuk perkara yang berguna apalagi di jalan Allah.  Untuk masa depan di dunia maupun akhirat. Kebaikan akan lebih baik apabila di segerakan. Usia tak ada yang mengetahui, setiap saat hendaknya kita persiapkan untuk menghadap ke Rabb kita dengan keadaan iman paling baik karena itulah inti hidup yang utama yang sering kali lalai.

by blog owner
Semoga bermanfaat, jika ada kesalahan semoga Allah ampuni..
Wassalam.

Label:

Enam Hal yang Akan di Cari Surga

Assalamualaikum.. 

"Barang siapa mengumpulkan enam pengetahuan maka surga akan mengejarnya dan sebaliknya neraka akan lari darinya."

Pertama, mengetahui Allah dan kemudian mentaatiNya.


Kenali bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak di sembah, Tiada Tuhan Selain Dia.
Ia
berkuasa dan berkehendak atas segala sesuatu. Bagaimana Ia menciptakan alam semesta dan isinya, mengapa Ia menciptakan kita semua ini.. Apa tujuanNya? Wajib tahu ..


Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. 2:255)

Kedua, mengetahui syetan dan kemudian menolak bujukannya.
Ketahuilah tipu daya setan.  Apa saja yang menjadi godaan setan untuk menarik manusia ke neraka beserta dia.  Seperti apa yang tertulis pada ayat Al-Qur'an dibawah ini, ia akan mencari 'teman' di neraka dengan mempengaruhi manusia, kecuali manusia-manusia yang kuat beriman pada Allah.

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. 15:39-40)
Ketiga, mengetahui akhirat dan kemudian mencarinya.
Hidup bukan hanya di dunia, hal yang mutlak adalah kematian, sehingga kita akan menuju ke tujuan selanjutnya. Kemana? Kita harus beriman dan percaya tentang alam akhirat, jika tidak kita sungguh dalam kerugian karena hanya mencari kesenangan dunia semata tanpa menghiraukan perkara Islam yang sangat fital. Karena dunia bersifat sementara dan akhirat adalah kekal. Akhirat? Surga dan neraka. Hanya Islam yang bisa menjawab perkara ini..
Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.(QS. 30:7)
Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. (QS. 75:20-21)
....Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.(QS. 4:77)
Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 4:134)
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. 6:32)
 Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quraan) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (QS. 6:92)

Keempat, mengetahui dunia dan menolak tipuannya.
Sebagai mana kita mengenal alam akhirat, tentu kita akan mengetahui apa yang sebenarnya kita jalani di dunia ini.  Bagai tempat persinggahan sementara, tempat ujian, tempat karantina.  Hingga Allah menetapkan tempat yang layak atas usaha kita di dunia untuk akhirat. Jangan terlena dengan dunia yang sementara ini.. Seindah-indahnya dunia, jauh lebih indah akhirat yang serba mutlak kekal.

...Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. 13:26)
Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. (QS. 40:39)
Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (QS. 29:4)
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 11:15-16)
Kalau kita mengharap dunia saja kemungkinan Allah akan beri.  Kita bisa terlena dan menganggap dunia bak surga, berasa paling beruntung.  Tapi karena kita lalai akan akhirat, berakibat neraka.. Naudzubillah ~
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)
Kelima, mengetahui haq (kebenaran) dan kemudian mengikutinya.
Ketahuilah tentang pentingnya keTauhidan yaitu mengEsakan Tuhan, mengesakan Allah, menaati Allah, beribadah pada Allah yaitu dengan mengikuti jalan yang paling lurus yaitu agama Islam.

Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.(QS. 21:92)
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (QS. 61:9)
Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS.4:59)
Jika kita sudah menjalankan dan mengikuti apa saja yang diturunkan Allah, InsyaAllah kita tidak  akan menjadi sesat dan berada di jalan yang lurus.

Aku tinggalkan dua perkara. Kalian tidak akan sesat slama berpegang dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur'an) dan sunnah Rasulullah (HR. Muslim)

Keenam, mengetahui kebathilan dan kemudian menjauhinya.
Kita harus mengetahui apa yang di haramkan, untuk dilakukan maupun dimakan. Untuk menjaga keimanan, menjadi manusia yang selalu berada di jalan yang benar, meminimalisirkan dosa dan pertanggung jawaban di akhirat.

(Ali bin Abi Thalib)

Ya Allah, Masukkan kami ke dalam Surga-MU dan Jauhkanlah kami dari Siksa Api Neraka.. Aamiin

by blog owner..  
--Semoga bermanfaat dan membuka hati. Jika ada kesalahan semoga Allah mengampuni. Aamiin--
Wassalamualaikum.

Label:

ORANG YANG BERTAUBAT DAN CIRI-CIRI TAUBAT YANG DITERIMA ALLAH

 Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 

Apakah Allah menyediakan pilihan bagi orang yang terlanjur menerima azab akibat kesalahannya tetapi dia ingin keluar dari azab tsb? Taubatan Nashuha .. inilah jawabannya. Meninggalkan kesalahan yang lalu dan tidak mengulanginya.

“Barangsiapa yang mendapat peringatan dari Tuhannya, dan dia menghentikan perbuatan buruknya,maka yang lalu biarlah berlalu, dan urusannya menjadi urusan Allah. Tapi barangsiapa yang kembali melakukan perbuatan buruknya, maka mereka itulah penghuni neraka, kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah 275)

Birahmatika ya Arhamar Rohimin, Biqudrotika ya Ghofururohim … Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang, dengan ketentuanMu wahai zat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Begitu sayangnya Allah pada hambaNya yang mau bertaubat, sehingga Allah mau mengangkat urusan kita yang berbuat dosa menjadi urusan Allah.

Bahkan Allah menjanjikan akan mengganti segala keburukan kita dengan kebaikan .. dan janji Allah tidak pernah meleset sedikitpun. Allah menggantikan syirik dengan keimanan, zina dengan pengampunan, kemaksiatan dengan ketaatan.

Inilah keadaan orang yang benar-benar kembali ke jalan Allah dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala kebajikan untuk perbuatan bagusnya.

Janganlah sekali-kali merendahkan orang yang bertaubat, dan menganggap dia tidak bersih, karena Allah sendiri telah menjamin dalam firmanNya.

Apa ciri-ciri bahwa taubat seorang diterima oleh Allah?

1. dirinya jauh dan terhindar dari maksiat

2. ia merasakan hatinya selalu bergembira dan rasanya Allah begitu dekat dengannya

3. dekat dengan orang-orang yang sholeh dan jauh dari ahli maksiat

4. ia merasa puas mendapatkan segi dunia meski sedikit,sebaliknya ia merasa kurang walaupun dia telah melakukan banyak amalan akhirat.

5. ia menyibukkan hatinya dengan sesuatu yang diwajibkan Allah

6. ia menjaga lisannya, selalu tafakur, dan selalu menyesali dosa-dosa yang pernah dikerjakan.

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci

Label:

SIKSA ORANG YANG MEREMEHKAN SHALAT

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Fathimah ra, bertanya kepada Rasulullah saw.,

“wahai Ayahku! Apa siksa bagi orang yang meremehkan sholat, baik laki-laki maupun perempuan?”

Kemudian Rasulullah menjawab:

”Wahai Fathimah, barang siapa yang meremehkan shalat, lelaki maupun perempuan, maka Allah akan memberinya 15 petaka .

Enam diantaranya di dunia, tiga di saat kematiannya, tiga di dalam kuburnya, dan tiga pada hari kiamat di saat angun dari kuburnya.”

Enam petaka yang diberikan kepada orang orang yang meremehkan sholat tersebut di antaranya adalah; Allah akan mencabut berkah umurnya, Allah akan mencabut berkah rezekinya, Allah akan menghapus ciri orang shaleh dari mukanya, semua amal yang dilakukannya tidak diberi pahala, doanya tidak terangkat ke langit, dan tidak mendapat bagian di dalam do’a orang orang shaleh.

Tiga petaka lainnya yang akan ditimpakan oleh Allah kepada orang yang meremehkan sholat di antaranya adalah; Matinya dalam keadaan terhina, lapar dan kehausan, rasa hausnya tersebut tidak akan hilang andaikan ia diberi minum satu sungai secara penuh.

Tiga perkara lainnya yang menimpa orang-orang yang meremehkan shalat di dalam kubur yaitu; Allah akan menyerahkan kepada malaikat yang menakutkan (mengerikan), kubur akan menjepitnya, kuburnya gelap gulita.

Sedangkan tiga lagi siksaan yang akan ditimpakan kepada orang yang meremehkan shalat adalah; Allah akan menyerahkan kepada malaikat dengan siksa malaikat tersebut akan menyeretnya dengan posisi terbalik, di hisab oleh Allah secara detail, Allah tidak akan menoleh padanya dan tidak mensucikannya dan baginya adzab yang pedih. (tafsir al muin: 576)

Wallahu a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

Label: ,

Fenomena Agama




Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? (QS.10:99)

Baca juga Terlahir Islam & Non Muslim

Sebagian besar penduduk dunia ini menganut agama sebagai identitas diri, penuntun kehidupan, keyakinan dan mungkin anutan yang dianggap kebenaran yang harus dijalani.  Seperti sudah keharusan bahwa seseorang beratribut agama.

Ada yang menganggap agama itu tuntunan, petunjuk di dunia dan hal yang mengiring tentang masalah akhirat sehingga merupakan hal yang sangat fital dan diutamakan segala urusan dan upayanya (Islam). Dan ada yang menganggap agama ya hanya di dunia konsekuensinya, urusan kehidupan selanjutnya tidak diketahui secara pasti dan tidak di .

Telah dikenal berbagai agama di dunia ini.  Di Indonesia sendiri diakui 6 agama, sementara di negara lain, banyak lagi yang serupa yang sebenarnya lebih seperti suatu 'kepercayaan' ketimbang agama.

Jika di Indonesia, agama harus di landasi atas kepercayaan kepada Tuhan, sebagaimana yang di cantumkan pada Pancasila sila pertama bahwa setiap warga Indonesia harus mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Esa berarti Satu! Tuhan itu satu, iya kan?

Ehm.. Apa ada agama yang mengajarkan ke-Esa an Tuhan secara mutlak selain Islam? Setelah saya cari tahu. Ternyata tidak ada.. 

"Lalu.. Kenapa agama berbeda-beda? Kita sama-sama manusia, semua struktur tubuh yang ada di dalam tubuh kita sama, berbagi dunia yang sama, bagaimana bisa menyembah Tuhan yang berbeda?"

Kalau di logika, sebenarnya pencipta kita cuma satu kan? Lantas kenapa menyembah dengan cara berbeda bahkan Tuhan yang berbeda? 

Dan banyak fenomena 'Debat Agama' yang terjadi di mana-mana.  Saya biasanya malas terlibat dan hanya mengamati. Oh Oh ~ ini toh yang di permasalahkan orang-orang.
Sebagian berdebat untuk memaparkan kebenaran, berharap mengajak orang ke arah kebenaran, sebagian lain hanya serampangan ingin saling mengolok-olok.

Inilah dua golongan (golongan mu'min dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka... (QS.22 : 19)

Ini pertanyaan saya beberapa waktu yang lalu :

Apa benar agamaku (Islam) satu-satunya yang benar?
Lalu bagaimana dengan ajaran agama yang lain?
Kalau orang pluralisme bilang semua agama itu sama. Semua agama memang mengajarkan kebaikan. Tapi apa yang di maksud semua agama itu benar menuju satu Tuhan? Mana mungkin Tuhan memerintahkan perintah yang berbeda-beda? Kalau ada perintah satu agama yang dianggap sulit, enak dong yang mudah. Pasti kalo memang gitu asasnya, ya semua pilih agama yang mudah aja.
Tapi.. Bukan masalah mudah, tapi yang benar.

Atau.. Setiap agama punya surga dan neraka masing-masing? Ah.. mana mungkin.  Kita ini sama-sama manusia, meskipun sebatas berbeda RAS atau SUKU, bukan berarti kita berbeda pencipta. BUKAN !!

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. 49:13)

Dengan pertanyaan dalam diri yang cukup menggelitik saya, akhirnya saya mulai mencari-cari tentang ajaran dan pemahaman masing-masing agama (yang ada di Indonesia).

Saat itu perasaan saya netral, lalu mulai menelaah.  Bagaimana sih ajaran agama-agama itu? Bagaimana awal mulanya? Bagaimana dasar pengajarannya? Satu agama bisa saya pelajari satu persatu dalam beberapa hari, ingin mengetahui asas secara mendasarnya  untuk membandingkannya dengan ajaran Islam yang sudah saya pahami dan saya anut.  Saya awalnya tidak menjudge, saya tahu dari beberapa agama yang ajarannya mirip dengan Islam tapi ada yang menyelentang, dan yang lain jelas jauh berbeda asasnya.

Berikut saya paparkan dulu sedikit asas tentang agama Islam :

Islam:
- Agama Islam adalah agama Tauhid, yaitu mutlak mengakui Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan, yang di sembah dan tempat bergantung segala sesuatu. Dan karena hanya Islam yang mengEsa kan Allah, dan dalam Al-Qur'an Allah menegaskan hanya Islam yang di ridhoi.
- Al-Qur'an adalah kitab berisi firman Allah sebagai pedoman kehidupan seluruh manusia agar manusia berada di jalan yang lurus menuju jalan Allah.
- Nabi Muhammad adalah utusan Allah, menyampaikan wahyu dan menyebarkan ajaran agama Islam. Ia seorang panutan sepanjang masa, bukan untuk di sembah.
- Tujuan hidup adalah untuk meraih kemenangan di akhirat, seperti yang di ketahui dengan adanya kematian bahwa hidup hanya sementara. Hidup adalah ujian, bukan tujuan.

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS.10:25)
***
Saya tidak akan menyebut spesifik masing-masing asas ini dalam agama apa. Tapi, dari 5 agama itu yang saya temukan :

TENTANG KETUHANAN

Buka:
1. Ada yang beranggapan Tuhan itu satu dalam tiga dan tiga dalam satu (bingung) --> Padahal telak, Tuhan itu Maha Esa. Cuma satu!

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. 5:73)

2. Ada yang bilang Tuhan punya anak.
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,(QS. 19:88-91)
 

2. Ada yang bangga bahwa agamanya punya 130.000 Tuhan.

Jangankan 130.000. Tuhan ada dua atau tiga itu aja nggak mungkin. ESA ESA ESA! Mungkin utusan Allah yang banyak, seperti malaikat dan nabi, itu masih mungkin, tapi Tuhannya satu!

3.  Ada yang bilang Tuhan tidak bisa dipersonifikasikan siapa dia.

Sepertinya mereka meyakini adanya Tuhan YME/ Tuhan semesta alam dan menyatakan ciri sama persis seperti yang khas disebutkan Islam tentang Allah. Tapi karena petunjuk belum datang padanya, berhenti keyakinan mereka sampai situ, sehingga mereka bilang Tuhan tidak bisa di personifikasikan. Tentu karena mereka tidak membaca ayat-ayat Allah, dan apakah dia tidak tahu bahwa ada jawabannya dalam kitab yang sudah eksis di dunia ini? Sehingga seharusnya mereka bisa mempersonifikasikan siapa Tuhan itu. Kecuali satu dunia nggak ada yang tahu Tuhannya siapa, baru lah bisa mereka menyatakan begini.

4.  Ketika ada yang dibilang mereka menyembah berhala mereka  mengelak, mereka bilang yang mereka sembah bukan Tuhan tapi seseorang penyebar ajaran kebaikan, dan penyembahan mereka itu hanya bentuk 'penghormatan'.

Nah.. dalam Islam juga ada panutan penyebar ajaran, Nabi Muhammad.  Tapi karena Allah sudah melarang keras segala bentuk berhala/ patung dan lukisan untuk di sembah, maka sejarah telah berkata tak ada jejak lukisan apalagi foto Nabi Muhammad, untuk menjaga keoriginitasan.

5. Ada juga yang menyembah arwah leluhur (_ _'')

Orang yang sudah meninggal seharusnya di doakan, agar mereka di terima di sisi Tuhan dan jauh dari siksa akibat dosanya bahkan tidak bisa menolong dirinya sendiri jika pembalasan terjadi, mereka juga manusia biasa.  Kalaupun mereka bahagia di alam penantian (kubur) mereka sudah terputus perkara dengan yang di dunia, jadi sangat khayal kalau kita menyembah mereka.


MENYEMBAH ITU HANYA PADA TUHAN. Bukan pada makhluk biasa...  Bukan pada sesuatu yang di ciptakan.
Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong? Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?" (QS. 37:86-87)
__________________________________
Pada jaman Nabi Musa, orang di jaman itu menanyakan bagaimana cara menyembah Tuhan sementara tak ada sebuah wujud yang bisa disembah.  Ya.. mereka menginginkan adanya berhala (patung-patung) seperti yang masih ada sampai sekarang untuk di sembah.
Lalu Nabi Musa berujar bahwa betapa sempitnya pengetahuan mereka tentang Tuhan jika begitu.

Tuhan itu Maha Esa.. Ia Unique. Maha Besar.. Kita anggap bumi besaaar, tapi masih ada planet yg lebihh besar, lalu seluruh alam semesta, dan Allah lebih besar dari semua ciptaanNya. Bayangkan seberapa besar Allah, kenapa kita harus berpikiran Ia tak bisa mengatur  Tidak bisa dilihat (hal ini juga ada dalam Injil) dan tidak serupa dengan ciptaannya (tidak berupa manusia dll).


Gambar diatas, semua ciptaaan ALLAH SWT ..

Bahkan seorang Nabi seperti Nabi Musa ingin melihat Allah lalu terlihat seperti petir yang menghancurkan gunung dan cahaya besar nan terang dan Ia pun pingsan.

Jadi Allah itu saking MAHA MAHA MAHA dan MAHA nya.. Jadi wujud nggak bisa dipikirkan secara simpel menurut imajinasi kita, atau disetarakan dengan yang berbau duniawi.. Bayangkan saja, Ia adalah Dzat yang menciptakan alam semesta loh!! Sehebat-hebatnya manusia, seajaib-ajaibnya manusia nggak mungkin melakukannya. Seorang nabi yang punya mukjizat pun tak bisa.
Ya sudah.. jangan dibayangkan, setidaknya anda harus paham bagaimana Tuhan tidak bisa di umpamakan menjadi sebuah patung, lukisan, setara atau menyamai makhluknya atau perlu beberapa sekutu karena ia MAHA ! Jangan sekutukan Ia..
__________________________________

ASAS LAIN
 
Buka:

1. Saat ditanya mana ayat yang menunjukkan bahwa Tuhan menyuruhmu beragama (yang mereka anut) saat ini? Mereka menganggap ajaran agama itu hanya buatan manusia, untuk mengikuti ajaran orang yang mengarahkan pada Tuhan

Kalau Islam sendiri memang agama dari Allah loh, bukan buatan manusia, bahkan bukan buatan Nabi Muhammad (Nabi seorang utusan penyampai wahyu, menyebarkan ajaran, semua amanat dari Allah)

2. Kemudian ada agama yang asal-usulnya ada seorang yang membawa ajaran kebaikan, itu lah yang di sembah.

Iya.. semua agama mengajarkan kebaikan. Tapi fitrah datang ke dunia ini harus diketahui looh..
Hidup bukan di dunia aja loh.. Harus ada tuntunan dan pengetahuan kita tentang kehidupan setelah kematian yang lebih kekal dan abadi (di akhirat). Bukan hanya sekedar hidup sukses di dunia!


Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? (QS.10:99)
Memang, Kita nggak bisa memaksakan semua orang menerima apa yang kita percaya sekalipun keyakinan akan kebenaran ini membara dalam diri kita.  Pasti ada orang yang keras hatinya, dan sudah kadung terdoktrin pemikiran yang lain. Allah pun berfirman bahwa kita tak boleh memaksa orang masuk Islam..

Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam; Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.... (QS. 2:256)

Meskipun begitu, bukan berarti Tuhan juga 'liberal' tapi keimanan atau kedurhakaan kita sama Allah nggak akan mempengaruhi kemuliaan Allah sama sekali. Memilih beriman atau tidak ada konsekuensinya untuk diri kita sendiri. Pilih beriman Allah akan balas dengan surga, pilih durhaka ya neraka. Begitu.. T_T
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (QS. 39:22)

//Nah terlepas dari itu.  Tidak ada yang bisa membuka hati seseorang kecuali Allah.  
Saya tidak bermaksud menciptakan pertikaian, hanya mengungkapkan kebenaran yang pernah saya telaah. Masalah kepercayaan memang milik masing-masing orang.  Semoga kita berada di jalan yang benar. Saya manusia yang banyak kekurangan. Ambil yang baik dan buang yang buruk atas tulisan saya\\

Wassalam. :)

Label:

Seburuk-buruk Makhluk dalam Pandangan Allah

"Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya), dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata: "Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan." Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun. Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)." (QS. Al-Anfaal [8] : 20-23)

Orang-orang beriman diseru kembali untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Diingatkannya mereka agar jangan berpaling dari-Nya dan jangan menyerupai orang-orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepada mereka, tetapi seakan-akan mereka tidak mendengarkannya.

Maka, mereka itulah orang yang tuli dan bisu, meskipun mereka mempunyai telinga yang dapat mendengarkan suara dan mulut yang dapatmengucapkan kata-kata. Merekalah seburuk-buruk makhluk melata di muka bumi, karena mereka tidak mengambil petunjuk dari apa yang mereka dengar itu.

Seruan kepada orang-orang yang beriman di sini adalah agar mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Juga agar jangan berpaling dari-Nya padahal mereka mendengar ayat-ayat dan kalimat-kalimat-Nya.
 
Seruan ini datang setelah dipaparkannya peristiwa-peristiwa peperangan itu, setelah dilihatnya campur tangan Allah, rencana dan ketentuan-Nya, pertolongan dan bantuan-Nya. Juga, setelah adanya penegasan bahwa Allah menyertai orang-orang mukmn dan melemahkan tipu daya orang-orang kafir.

Setelah semua itu, tidak ada alasan utuk tidak mendengar dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Berpaling dari Rasul dan perintah-perintahnya sesudah itu semua tampak sekali sebagai sikap yang mungkar dan buruk.

Hal itu tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hati untuk merenung dan akal untuk berpikir. Oleh karena itu, disebutkannya binatang melata di sini adalah sangat tepat.
Lafal dawaab ‘makhluk melata’ ini meliputi manusia dengan segala sesuatunya, karena mereka melata atau merayap di muka bumi. Tetapi, penggunaannya lebih banyak untuk binatang. Maka, pengucapannya secara mutlak di sini menampakkan bayang-bayangnya. Gambaran binatang dalam indra dan khayalan ini diberikan kepada “orang yang pekak (tuli) dan bisu yang tidak mengerti apa pun.”

Dengan demikian, menurut bayang-bayang ini, mereka aalah binatang melata, bahkan seburuk-buruk binatang melata. Karena, binatang itu mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengarkan kecuali kata-kata yang tidak jelas.

Binatang itu mempunyai lidah, tetapi tidak dapat mengucapan kata-kata yang dapat dimengerti. Hanya saja binatang mendapatkan petunjuk dengan fitrahnya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan urusan kehidupannya yang vital. Sedangkan, binatang-binatang melata (yang berupa manusia sesat) itu urusannya diserahkan kepada akal yang tidak mereka pergunakan. Sehingga, sudah barang tentu mereka menjadi makhluk melata yang paling buruk.

“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa. Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar…” (QS. Al-Anfaal [8] : 22-23)
Yakni, menjadikan hati mereka lapang untuk menerima apa yang didengar oleh telinganya. Akan tetapi, Allah tidak melihat kebaikan dalam hati mereka dan tidak melihat adanya keinginan pada mereka terhadap petunjuk.

Karena, mereka telah merusak potensi fitrah untuk menerima dan mematuhi seruan Allah. Maka, Allah tidak membukakan hati yang telah mereka tutup dan fitrah yang telah mereka rusak itu.
Seandainya Allah menjadikan mereka mengerti dengan akal mereka terhadap hakikat sesuatu yang diserukan kepada mereka, maka mereka pun tidak mau membuka hati mereka dan tidak mau menaati apa yang mereka ketahui itu.

“…Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).”
Karena akal dapat mengerti, tetapi hatinya sudah tertutup, tidak mau taat. Sampai-sampai andaikata Allah menjadikan mereka dapat mendengar dan mengerti, mereka pun tetap tidak mau mematuhi.
Kepatuhan itu ialah mendengarkan dengan benar. Betapa banyak orang yang pikirannya bisa mengerti, tetapi hatinya tertutup, tidak mau menaati.

Sumber : eramuslim.com

Label:

Allah Mengabulkan Doa Setiap Orang


Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur'an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.s. al-Baqarah: 186).

Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Allah itu dekat kepada setiap orang. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati setiap orang. Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap orang yang berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah karunia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang-Nya, rahmat-Nya, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.

Allah memiliki kekuasaan dan pengetahuan yang tiada batas. Dialah Pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta. Setiap makhluk, setiap benda, dari orang-orang yang tampaknya paling kuat hingga orang-orang yang sangat kaya, dari binatang-binatang yang sangat besar hingga yang sangat kecil yang mendiami bumi, semuanya milik Allah dan semuanya berada dalam kehendak-Nya dan pegaturan-Nya yang mutlak. 

Seseorang yang beriman terhadap kebenaran ini dapat berdoa kepada Allah mengenai apa saja dan dapat berharap bahwa Allah akan mengabulkan doa-doanya. Misalnya, seseorang yang mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan tentu saja akan berusaha untuk melakukan berbagai macam pengobatan. Namun ketika mengetahui bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesehatan, lalu ia pun berdoa kepada-Nya memohon kesembuhan. Demikian pula, orang yang mengalami ketakutan atau kecemasan dapat berdoa kepada Allah agar terbebas dari ketakutan dan kecemasan. 

Seseorang yang menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat berpaling kepada Allah untuk menghilangkan kesulitannya. Seseorang dapat berdoa kepada Allah untuk memohon berbagai hal yang tidak terhitung banyaknya seperti untuk memohon bimbingan kepada jalan yang benar, untuk dimasukkan ke dalam surga bersama-sama orang-orang beriman lainnya, agar lebih meyakini surga, neraka, Kekuasaan Allah, untuk kesehatan, dan sebagainya. 
Inilah yang telah ditekankan Rasulullah saw. dalam sabdanya:
"Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rezekimu bertambah?" Mereka berkata, "Tentu saja wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Serulah Tuhanmu siang dan malam, karena 'doa' itu merupakan senjata bagi orang yang beriman."

Namun demikian, terdapat rahasia lain di balik apa yang diungkapkan dalam al-Qur'an yang perlu kita bicarakan dalam masalah ini. Sebagaimana Allah telah menyatakan dalam ayat:
"Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia itu tergesa-gesa." (Q.s. al-Isra':11). 

Tidak setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia itu bermanfaat. Misalnya seseorang memohon kepada Allah agar diberi harta dan kekayaan yang banyak untuk anak-anaknya kelak. Akan tetapi Allah tidak melihat kebaikan di dalam doanya itu. Yakni, kekayaan yang banyak itu justru dapat memalingkan anak-anak tersebut dari Allah. Dalam hal ini, Allah mendengar doa orang tersebut, menerimanya sebagai amal ibadah, dan mengabulkannya dengan cara yang sebaik-baiknya. 

Sebagai contoh lainnya, seseorang berdoa agar tidak terlambat dalam memenuhi perjanjian. Namun tampaknya lebih baik baginya jika ia sampai di tujuan setelah waktu yang ditentukan, karena ia dapat bertemu dengan seseorang yang memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kehidupan yang abadi. Allah mengetahui masalah ini, dan Dia mengabulkan doa bukan berdasarkan apa yang dipikirkan orang itu, tetapi dengan cara yang terbaik. 

Yakni, Allah mendengar doa orang itu, tetapi jika Dia melihat tidak ada kebaikan dalam doanya itu, Dia memberikan apa yang terbaik bagi orang itu. Tentu saja hal ini merupakan rahasia yang sangat penting.

Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang rahasia ini, mereka mengira bahwa Allah tidak mendengar doa mereka. Sesungguhnya hal ini merupakan keyakinan orang-orang bodoh yang sesat, karena "Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri." (Q.s. Qaf: 16). Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucapkan, apa saja yang dipikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang. Bahkan ketika seseorang tertidur, Allah mengetahui apa yang ia alami dalam mimpinya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh karena itu, kapan saja seseorang berdoa kepada Allah, ia harus menyadari bahwa Allah akan menerima doanya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya.
Doa, di samping sebagai bentuk amal ibadah, juga merupakan karunia Allah yang sangat berharga bagi manusia, karena melalui doa, Allah akan memberikan kepada manusia sesuatu yang Dia pandang baik dan bermanfaat bagi dirinya. Allah menyatakan pentingnya doa dalam sebuah ayat:
"Katakanlah: 'Tuhanku tidak mengindahkan kamu, andaikan tidak karena doamu. Tetapi kamu sungguh telah mendustakan-Nya, karena itu kelak azab pasti akan menimpamu'." (Q.s. al-Furqan: 77)
Allah Mengabulkan Doa Orang-orang yang Menderita dan Berada dalam Kesulitan.
Doa adalah saat-saat ketika kedekatan seseorang dengan Allah dapat dirasakan. Sebagai hamba Allah, seseorang sangat memerlukan Dia. Hal ini karena ketika seseorang berdoa, ia akan menyadari betapa lemahnya dan betapa hinanya dirinya di hadapan Allah, dan ia menyadari bahwa tak seorang pun yang dapat menolongnya kecuali Allah.

Keikhlasan dan kesungguhan seseorang dalam berdoa tergantung pada sejauh mana ia merasa memerlukan. Misalnya, setiap orang berdoa kepada Allah untuk memohon keselamatan di dunia. Namun, orang yang merasa putus asa di tengah-tengah medan perang akan berdoa lebih sungguh-sungguh dan dengan berendah diri di hadapan Allah. Demikian pula, ketika terjadi badai yang menerpa sebuah kapal atau pesawat terbang sehingga terancam bahaya, orang-orang akan memohon kepada Allah dengan berendah diri.

Mereka akan ikhlas dan berserah diri dalam berdoa. Allah menceritakan keadaan ini dalam sebuah ayat:
"Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lembut: 'Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur'." (Q.s. al-An'am: 63).
Di dalam al-Qur'an, Allah memerintahkan manusia agar berdoa dengan merendahkan diri:
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Q.s. al-A'raf: 55).
Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan bahwa Dia mengabulkan doa orang-orang yang teraniaya dan orang-orang yang berada dalam kesusahan:
"Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain selain Allah? Sedikit sekali kamu yang memperhatikannya." (Q.s. an-Naml: 62).
Tentu saja orang tidak harus berada dalam keadaan bahaya ketika berdoa kepada Allah. Contoh-contoh ini diberikan agar orang-orang dapat memahami maknanya sehingga mereka berdoa dengan ikhlas dan merenungkan saat kematian, ketika seseorang tidak lagi merasa lalai sehingga mereka berpaling kepada Allah dengan keikhlasan yang dalam.

Dalam pada itu, orang-orang yang beriman, yang dengan sepenuh hati berbakti kepada Allah, selalu menyadari kelemahan mereka dan kekurangan mereka, mereka selalu berpaling kepada Allah dengan ikhlas, sekalipun mereka tidak berada dalam keadaan bahaya. Ini merupakan ciri penting yang membedakan mereka dengan orang-orang kafir dan orang-orang yang imannya lemah.
" Tidak Ada Pembatasan Apa pun dalam Berdoa"
Seseorang dapat memohon apa saja kepada Allah asalkan halal. Hal ini karena sebagaimana telah disebutkan terdahulu, Allah adalah satu-satunya penguasa dan pemilik seluruh alam semesta; dan jika Dia menghendaki, Dia dapat memberikan kepada manusia apa saja yang Dia inginkan. Setiap orang yang berpaling kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, haruslah meyakini bahwa Allah berkuasa melakukan apa saja dan bersungguh-sungguhlah dalam berdoa sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw.

Ia perlu mengetahui bahwa mudah saja bagi-Nya untuk memenuhi keinginan apa saja, dan Dia akan memberikan apa yang diminta oleh seseorang jika di dalamnya terdapat kebaikan bagi orang itu dalam doa tersebut. Doa-doa para nabi dan orang-orang beriman yang disebutkan dalam al-Qur'an merupakan contoh bagi orang-orang beriman tentang hal-hal yang dapat mereka mohon kepada Allah. Misalnya, Nabi Zakaria a.s. berdoa kepada Allah agar diberi keturunan yang diridhai, dan Allah pun mengabulkan doanya, meskipun istrinya mandul:
"Yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putra. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia ya Tuhanku, seorang yang diridhai'." (Q.s. Maryam: 3-6).
Maka Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria dan memberikan kepadanya berita gembira tentang Nabi Yahya a.s.. Setelah menerima berita gembira tentang seorang anak laki-laki, Nabi Zakaria merasa heran karena istrinya mandul. Jawaban Allah kepada Nabi Zakaria menjelaskan tentang sebuah rahasia yang hendaknya selalu dicamkan dalam hati orang-orang yang beriman:
"Zakaria berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.' Tuhan berfirman, 'Demikianlah.' Tuhan berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku, dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu belum ada sama sekali'." (Q.s. Maryam: 8-9)
Ada beberapa Nabi lainnya yang disebutkan dalam al-Qur'an yang doa-doa mereka dikabulkan. Misalnya, Nabi Nuh a.s. memohon kepada Allah untuk menimpakan azab kepada kaumnya yang tersesat meskipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk membimbing mereka kepada jalan yang lurus. Sebagai jawaban dari doanya, Allah menimpakan azab besar kepada mereka yang tercatat dalam sejarah.
Nabi Ayub a.s. menyeru Tuhannya ketika ia sakit, ia berkata, "… Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (Q.s. al-Anbiya': 83). Sebagai jawaban terhadap doa Nabi Ayub, Allah berfirman sebagai berikut:
"Maka Kami pun mengabulkan doanya itu, lalu Kami hilangkan penyakit yang menimpanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Q.s. al-Anbiya': 84).
Allah mengabulkan Nabi Sulaiman a.s. yang berdoa, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (Q.s. Shad: 35). Maka Allah mengaruniakan kekuasaan yang besar dan kekayaan yang banyak kepadanya.
Oleh karena itu, orang-orang yang berdoa hendaknya mencamkan dalam hati ayat ini, "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah.' Maka terjadilah ia. (Q.s. Yasin: 82) Sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, segala sesuatu itu mudah bagi Allah dan Dia Mendengar dan Mengetahui setiap doa.
" Allah Memberi Karunia di Dunia ini bagi Orang-orang yang Menginginkannya, Tetapi di Akhirat Mereka akan Menderita Kerugian.
Orang-orang yang tidak memiliki ketakwaan kepada Allah dalam hatinya, dan imannya sangat lemah terhadap kehidupan akhirat, hanyalah menginginkan keduniaan. Mereka meminta kekayaan, harta benda, dan kedudukan hanyalah untuk kehidupan di dunia ini. Allah memberi tahu kita bahwa orang-orang yang hanya menginginkan keduniaan tidak akan memperoleh pahala di akhirat. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, mereka berdoa memohon dunia dan akhirat karena mereka percaya bahwa kehidupan di akhirat sama pastinya dan sama dekatnya dengan kehidupan dunia ini. Tentang masalah ini, Allah menyatakan sebagai berikut:
"Di antara manusia ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,' dan tidak ada baginya bagian di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.' Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Q.s. al-Baqarah: 200-2).
Orang-orang yang beriman juga berdoa memohon kesehatan, kekayaan, ilmu, dan kebahagiaan. Akan tetapi, semua doa mereka adalah untuk mencari keridhaan Allah dan untuk memperoleh kebaikan bagi agamanya. Mereka memohon kekayaan misalnya, adalah untuk digunakan di jalan Allah. Berkenaan dengan masalah ini, Allah memberikan contoh tentang Nabi Sulaiman di dalam al-Qur'an.

Jauh dari keinginan untuk memperoleh dunia, doa Nabi Sulaiman untuk meminta kekayaan adalah demi tujuan mulia untuk digunakan di jalan Allah, untuk menyeru manusia kepada agama Allah, dan agar dirinya sibuk berdzikir kepada Allah. Kata-kata Nabi Sulaiman sebagaimana yang diceritakan dalam al-Qur'an menunjukkan niatnya yang ikhlas:
"Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik karena ingat kepada Tuhanku." (Q.s. Shad: 32).
Maka Allah mengabulkan doa Nabi Sulaiman a.s. tersebut dengan mengaruniakan kepadanya kekayaan yang sangat banyak di dunia dan ia akan memperoleh pahala di akhirat. Dalam pada itu, Allah juga mengabulkan keinginan orang-orang yang hanya menghendaki kehidupan dunia, namun azab yang pedih menunggu mereka di akhirat. Keuntungan yang telah mereka peroleh di dunia ini tidak akan mereka peroleh lagi di akhirat kelak.
Kenyataan yang sangat penting ini diceritakan dalam al-Qur'an sebagai berikut:
"Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan memberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya bagian sedikit pun di akhirat. (Q.s. asy-Syura: 20).
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang, maka Kami segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.s. al-Isra': 18).

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art