Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Label:

Bersyukur dengan 'Standar' Kecantikan Muslimah

Assalamualaikum...


Apakah ada standar kecantikan untuk muslimah??
Apakah muslimah yang paling cantik itu yang memakai hijab gayanya paling keren, yang warna paling meriah atau yang pakai busana muslim yang paling branded?
Atau yang alisnya paling cetar, dan bibirnya merah merona?

Perempuan pada kodratnya memang cantik, menyukai keindahan dan dia sendiripun indah.
Siapa sih perempuan yang nggak suka dibilang 'Aduuuh... cantiknya...'
Kayaknya sebagian besar sih sangat menyukai jika dia dipandang cantik dan terlihat cantik. Itulah mengapa jaman sekarang make up bisa jadi kebutuhan premier, Gak pake make up ngumpet, nggak mau keluar kayak punya aib aja...

Nggak hanya make up, kini kecanggihan duniapun semakin membantu dengan adanya aplikasi kamera smartphone maupun photoshop. Yang merasa beli make up... tinggal, klik klik... edit edit... efek efek... jadilah cantik mulus bak habis perawatan di skin care terkenal...

Apakah saya tidak begitu??
Saya pernah kok, saya pernah abg, saya pernah labil...
Sampai sekarangpun saya rasa, saya belum cukup benar-benar menjadi muslimah yang baik tapi... melihat kenyataan di sekitar, saya sangat bersyukur bahwa saya adalah muslimah.
Wanita yang diajarkan sedemikian ilmu meski belum melaksanakan secara sempurna, tapi saya tahu kita sebagai muslimah, kita berbeda dan istimewa...



Wanita muslimah itu beruntung...
Allah menjaganya dengan memerintahkannya menutup aurat dan wajib menimba ilmu.
Wanita muslimah harus berakhak baik, wanita muslimah harus beribadah... Maka itu saja yang dibutuhkan dan dikejar, hidupnya tak butuh penilaian berdasar standar kecantikan manapun. Tak perlu ikut pengakuan dengan kontes kencantikan manapun...

Apa sih yang membuat saya menuliskan ini....
Memang bukan hal yang benar-benar baru, tapi dengan tinggal di Korea seperti sekarang, semakin bikin saya menyadari beberapa hal, betapa 'kejam'nya patok kecantikan dunia dan pandangan tentang kecantikan itu sendiri. Semakin-semakin saja saya bersyukur menjadi orang muslimah.

Melihat pula realita bagaimana perempuan disekitar harus menghabiskan berjam-jam untuk dandan.
Ngelihatnya saya sampe kepo... Itu pake apa aja sih? Habis oles ini, itu, ini, itu sampai akhirnya warna dan tekstur wajahnya bisa beda banget sama aslinya.
Luntur dikit langsung pake lagi, pokoknya nggak bisa tenang kalau make up nggak lengkap menempel di wajahnya. Kenapa sih segitu banget? *serius nanya.

Belum lagi pakaiannya...
Sebentar-sebentar intruksi, saya bukan bermaksud nyinyir loh ya...
Mentang -mentang saya berhijab... Iri yaa sama yang bisa dandan cantik?
Mungkin ada yang bilang kayak gitu.
Sama sekali tidak, dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat bahagia karena saya sekarang berhijab, dan saya ngerasa 'sayang' atau eman dalam bahasa jawanya, kasihan sama perempuan yang bisa sampai repot sendiri, bahkan bisa sampai stress karena penampilannya tidak bisa sesuai dengan keinginannya. Merasa tidak mendapat respon yang dia ekspektasikan... Ini kenyataan...
Satu lagi, sayang sekali kecantikan mereka diumbar, bahkan orang preman, orang-orang jalanan semua bisa menikmati pemandangan dengan gratis.

"Islam sees woman as a jewel that must be kept away from the eyes of strangers."

Padahal sudah tahu juga kalau kejahatan seksual sekarang sedang marak, Tapi masih saja banyak yang pakai pakaian serba minim, bahkan mengupload foto di sosmed... Apa mungkin untuk mengundang banyak perhatian, berharap dercak kagum kaum adam... Apakah benar itu tujuannya? Atau hanya karena alasan kepercayaan diri?

Banyak yang berdalih, 'Allah tidak memandang penampilan, tapi memandang hatimu.'
Ya memang benar, Allah tidak memandang penampilan sehingga kita tidak perlu mati-matian dandan heboh, cantik sebagaimana manusia biasa menilai. Allah tidak pandang itu karena Allah lah yang menciptakan begini. Tapi yang perlu diingat dan digaris bawahi adalah, Allah perintahkan tutup aurat. Bukankah mudah menelaah artinya??

Allah sudah terangkan di ayat dibawah bahwa pakaian untuk menutup aurat, dan pakaian takwa adalah yang terbaik. Mana yang Allah suka?? Dan sudah dikenal dimana-mana di surat Al-Ahzaab dan An-Nuur tentang perintah berhijab, apakah itu tidak cukup untukmu meyakinkan bahwa hijab memang wajib dan diperintahkan oleh Allah?

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat (QS. Al.Araaf : 26)


Oke... Pindah ke topik awal...
Terlepas dari muslim atau bukan...
Banyak perempuan yang 'ngoyo' untuk jadi cantik. Modalnya nggak tanggung-tanggung. 
Saya aja yang nggak begitu familiar baru tahu kalau ada lisptik yang harganya 250ribu rupiah, dan bagi saya itu udah fantastik banget... Sayang banget duit segitu hanya dibuat beli batang kecil berwarna T_T
Belum lagi sebelum bedak ada banyak banget dempulan lainnya yang sejenis krim, sejenis lipstik tapi buat 

Pindah ke Korea...

Saya sempat shock sih melihat orang-orang Korea disekitar. Meski memang sebelumnya udah cukup tahu juga dengan melihat artis-artis Korea di TV. Tapi melihat kenyataannya, ternyata kaum hawa disini itu begitu sangat menggandrungi make up... dan fashion itu seperti kiblat kehidupan mereka. Banyak fakta tentang ini di Korea yang membuat saya sedikit mirip dan cukup iba sama perempuan Korea, meski nggak semua juga menurutinya, tapi sebagian besar orang Korea :

1. 90% melakukan operasi plastik, karena mereka seperti punya standar kecantikan sendiri. Jika tidak mempunyai kecantikan seperti itu maka tidak di kategorikan cantik. Dampaknya bisa jadi opini sekitar dan ketidak percayaan diri. Sampai ada cewek Korea yang marah sama ibunya karena melahirkan dia dengan wajah yang lebar dan dianggapnya tidak proporsional (Emangnya ibunya yang nyetak wajah sendiri?)
Adapula sebaliknya, orang tua yang mempunyai anak dengan wajah yang jauh dari cantik malah seakan memusuhi anaknya. Ini kisah teman saya sendiri di facebook, dia menceritakan pada saya bagaimana perlakuan orang tuanya padanya. Dia memang di beri makan dan di biayai sekolah sebagaimana kewajiban orang tua pada anaknya, tapi orang tuanya tidak mengajaknya berbicara bahkan mendapat perlakuan keras karena anaknya jelek. Astagfirullah...emangnya salah dia mengandung?

Jadi itulah mengapa operasi plastik sangat rame dan laris manis semua. Semua ingin punya penampilan sesuai bagaimana lingkungannya punya standar bagaimana cantik itu. Sehingga mereka rela merubah bentuk mata, hidung, wajah, bibir, dan mendapat kepuasan setelah mendapat pujian dan pengakuan dari orang lain bahwa dia 'CANTIK'

2. Semua yang mampu menyulap jadi cantik menjadi favorit disini, selian operasi plastik tak lain adalah make up. Yups... tanpa make up mungkin mereka kayak orang yang lupa pake celana. Malu...
Bahkan kata orang Korea sendiri menjelaskan watak dan karakteristik orang Korea mengenai make up. Mereka mengatakan bahwa bagaimana bagusnya make up juga agar orang bisa menilai status kekayaan keluarga. Ya Allah... gitu banget.

Tahu sendiri brand Korea di make up juga terkenal dan laris manis, bahkan sudah masuk pasaran di Indonesia. Bukan sesuatu yang buruk untuk merawat kulit dan sedikit membuat wajah terlihat segar. Tapi alangkah baiknya agar tidak berlebihan, hingga orang bisa saja tidak bisa mengenali dimana kita tidak pake make up dan saat pake. 

Jujur saja... Begini wajahku. Tidak perlu aku membuat mataku berubah drastis lebih besar atau warna bola mata yang berbeda, atau dengan mencukur alis lalu digambar lagi yang baru yang lebih cetar, memerah meronakan bibirku supaya seksi, atau menumpuk-numpuk bedakku supaya menyilaukan...


Ini semua contoh bukan hanya di Korea, bukan hanya di Indonesia, bukan juga hanya orang non muslim tapi diseluruh belah dunia yang mungkin punya garis penilaian yang hampir sama soal kecantikan. Orang muslim pun masih banyak yang menggilai soal penampilan fisik...

Kasian yang nggak dilahirkan cantik, masa iya dia merasa nggak diterima dengan sesuatu yang nggak bisa dipilihnya dari awal dan sudah bawaan lahir kayak wajah? Ya nggak donk...


Tapi sesuai dengan ajaran agama kita, sebenarnya kita nggak usah repot-repot kayak gitu. Nggak ada pahalanya kita dapat pengakuan 'cantik' dari orang lain. Juga nggak ada nilai plus dari Allah saat kita dikagumi banyak orang karena penampilan luar dan fisik semata. 

Kita jadi muslimah yang baik akhlak dan imannya saja itu sudah buat Allah makin sayang kita dan apa yang kita jalani didunia bisa lebih tenang dan nikmat.

Kalau bisa jangan terlalu mengikuti tren make up tebel dan bertumpuk-tumpuk seperti sekarang karena ingat lah ayat dibawah ini...


Diceritakan oleh seorang guru bahwa orang jahiliyah itu dulu juga suka dandan dan dandannya itu menor banget. Waduh,nggak mau bangetkan gaya kita kayak orang jahiliyah??

Bersyukurlah jadi perempuan muslimah yang nggak usah rempong dan sedih karena nggak terlahir cantik-cantik amat, nggak usah sedih karena nggak usah keluar duit-duit terlalu banyak untuk make up. Cukup perawatan dan make up dasar saja cukup. Nggak perlu pernak-pernik lain yang mahal untuk dandan sedemikian rupa bak barbie...

Allah sudah perintahkan laki-laki untuk melihat perempuan dari agamanya, dari akhlaknya. Kamu tak perlu hiraukan laki-laki yang mengejar fisik, karena yang begitupun nggak akan bertahan lama mencintaimu, dan tak akan bisa terus menghargaimu ketika mungkin kecantikan itu lambat laun memudar. Jadi biar Allah kirimkan laki-laki yang mengerti 'nilai' perempuan sesungguhnya untukmu nanti... Nanti kita dandan cantik di depan suami aja, biar suami kita saja yang tahu betapa cantiknya kita. huehehee

MasyaAllah, enakkan jadi muslimah? Udah auratnya bukan untuk diobral dan dilihat sembarang mata, fisiknyapun bukan sebagai patokan nilai dirinya.

Jadi...

Keep modest... dan keep beriman
Semoga bermanfaat.

Wassalam...



Label: ,

Muslimah yang tidak pasang foto di medsos



Bismillah...
Assalamualaikum...


Orang yang berteman dengan saya di beberapa akun media sosial pasti tahu bahwa saya tidak lagi pasang foto profil yang jelas dan nyata. Biasanya saya pajang foto diri saya dari belakang lah, dari samping, dari jarak puluhan meter, kelihatan separuh bahkan saya blur dan saya tutup pake stiker ataupun hanya pajang kata-kata mutiara, hehehe. Ya... memang nggak umum bagi sebagian orang bahkan komentar saudara dan teman-teman saya lucu-lucu. Tapi saya punya sederetan alasan yang entah mereka bisa pahami atau tidak. 

“Kok di tutup lagi... ntar di kira orang nggak punya idung lohhh..”

“Ngapain di blur segala? Bikin sakit mata...”

Atau mungkin saya terkesan kayak tersangka aja pake di tutup-tutupin mukanya...
Bukannya juga sok-sok misterius meskipun saya memang agak misterius karena nggak mau menampakkan jati diri, huheheh..

Sebenarnya lagi-lagi bukan untuk pencitraan sih tujuan dari semua itu. Saya memang bukan cewek bercadar yang menutupi wajah, meski saya terkadang berusaha untuk menundukkan pandang setiap berjalan. Saya sadar akan bahaya pandangan, dan kuatnya pengaruh pandang-memandang, jatuh cinta aja bisa terjadi karena pandangan pertama.. heheehe. *tapi saya nggak pernah.

Tapi apa ya... sebenarnya jelasinnya susah. Sebenanrnya awalnya hanya masalah nggak sreg aja. Sebelum saya belum benar-benar mendalami iffah izzah dalam Islam, saya hanya sempat berpikir bahwa media sosial ini udah makin nggak ada batasannya aja.. Orang nggak cuma sekedar melihat lalu memberi like dan berkomentar. Tapi lebih dari itu, bisa saja disalah gunakan tanpa sepengetahuan, ijin bahkan bisa tanpa kendali. Kita bisa dipermalukan atau merasa malu sendiri.

Cowok Modus dan Iseng

Saya masih ingat betul kapan dan bagaimana saya pertama kali merasa bahwa saya tidak perlu memajang foto saya lagi apalagi yang close up dan terlihat jelas. Saya juga dulu pernah jadi remaja ababil yang suka narsis dan ganti-ganti foto di FB. Namanya juga cewek, mana mau sih pajang foto yang kelihatan jelek, ya pasti saya memilih foto yang paling photogenic dan gadis sampul wannabe banget... Alias lagi kebetulan kelihatan cantik karena pencahayaan maupun kamera yang kurang realistis. Yah... manuasiawi bin remajasiawi lahhh...



Cuman dari awal ya... jujur aja saya itu nggak mengidap penyakit puteri alias ngerasa semua cowok bakal naksir saya atau berharap demikian. Nggak bangga-banggain diri, tapi sungguh saya memang bukan cewek caper dan juga bukan cewek yang berharap di puja banyak cowok karena sayapun sadar diri nggak ada yang bisa dibanggakan dari diri saya. So self-underestimate banget lahhh... Huufff!
Nah entah kenapa ya... begitu saya pajang foto saya yang agak kinclong dikit, cowok-cowok yang antah berantah maupun orang yang saya cukup kenal pada muncul di inbox FB, modusin banget lah... muji begini begitu, de el el.

Saya mah nggak lantas excited dan bersorak-sorai merasa kepopuleran naik peringkat, tapi ini bikin saya jadi mikir dan menyadari. Hmmm... jadi begini toh cara laki-laki melihat dan membuatnya mendekati perempuan. Saya malah merasa buruk sendiri, saya merasa foto saya menggoda padahal saya nggak pake baju yang aneh-aneh loh... *amit-amit. Saya cuma memang memajang foto yang rada kelihatannya doank cute. Huehehe
Saya juga punya kaca dirumah, dan sadar bahwa nggak setiap hari saya kelihat sefresh difoto FB yang sudah diseleksi dari ratusan foto dan itu hanya kecantikan semu belaka, jadi dipuji-puji gitu ngerasa aneh sendiri deh...

Di Copy dan di Edit Seenaknya

Salah satu hal lagi yang bikin geleng-geleng kepala ketika melihat fenomena meme. Iya sih, kita terhibur dan ngakak-ngakak aja setiap ada foto orang dengan pose yang digabungkan dan dihubung-hubungkan dan kata-kata yang kocak. Sebagian orang memang sengaja foto berbagai ekspresi terus dikasih kata-kata khas meme biar kekinian, tapi sebagian lagi ada yang fotonya diambil tanpa ijin terus jadi bahan tertawaan seantro jagad raya. 

Beberapa orang ada yang protes dan marah loh soal ini... Salah satu contoh foto seorang pasangan yang cewek cantik banget, yang cowok biasa banget. Foto ini sama si meme creator di comot dan di kasih tulisan 'Sabar mblo... Yang begini aja dapat yang cantik kok', lalu disebarkan diakun yang followernya udah jutaan dan diketawain orang segitu bangak . Ya jelas si cewek marah lah, tersinggung pasangannya diolok seperti itu. Dia terus memberi komentar marah-marah dan meminta pemilik akun untuk menghapus fotonya yang akhirnya dihapus beneran sama pemilik akunnya. Ya ini akibat majang foto sembarangan tanpa proteksi, orang kan bisa copy semaunya.



Kemudian ada kasus dimana seorang ibu kaget, foto anaknya yang masih umur belia itu ada di situs porno. Siapa yang bisa jamin, foto-foto cantikmu di copy, dan disalah gunakan semacam itu?
Gimana kalau ada akun jasa-jasa haram melalui online lalu pakai foto cantikmu?

Kalau fotonya pakai hijab apa dijamin aman?




Ada pula yang mengedit foto seorang muslimah berhijab dan di edit seakan dia dipeluk dari belakang oleh seorang lelaki yang dandannya preman dan ditengah lingkungan tidak sehat (pergaulan bebas). Tapi saat ditamatkan itu hanya editan yang benar-benar halus. Naudzubillah.. benar-benar mengerikan.

Adapula orang-orang yang mengumpulkan foto-foto muslimah yang hijabnya belum syari, hijabnya masih sebatas leher, apalagi pakaiannya ketat sehingga terlihat kurang nyaman dilihat dan kurang pantas. Fenomena ini pun cukup ramai dibicarakan dan dinamakan jilb**bs, ini benar-benar menodai image muslimah yang berhijab.

Mungkin saja saudari itu masih belum ada ilmu, mungkin saja dia butuh diingatkan. Tapi apakah kita nggak malu, foto kita di copy, dikumpulkan jadi satu, lalu dibuat bahan tontonan. Bahan tertawaan bahkan bisa jadi sarang nafsu bagi kaum adam. Naudzubillah.. malu ya ukhti..

Jadi.. kalaupun saya ingin memajang foto yang lagi ada saya, saya pilih yang paling jauh.. kira-kira wajahnya nggak kelihatan dan gaunnya yang tidak membentuk badan. Sehingga laki-laki tidak bisa membayangkan seperti apa sebenarnya saya, dan itu sangat jarang saya lakukan.

Pengalaman lihat teman-teman cowok yang mengamati foto cewek di fb

Di kampus dulu waktu saya lagi mengerjakan sesuatu di perpustakaan, disana kebetulan ada beberapa teman cowok yang bergerumbul tertuju pada satu laptop, saya heran sedang apa mereka, saya bukannya kepo, tapi kebetulan saya harus melewati mereka dan jadi tahu apa yang mereka lakukan.

Di laptop terlihat terbuka sebuah akun facebook seorang perempuan, dan teman saya ini kepoin bagian fotonya dan dilihat satu-satu, lalu karena saya duduk nggak jauh dari situ saya tahu apa saja yang mereka katakan..

"Wih.. mulus... wih cantik.. wih putih.. wih seksi...lihat nih kakinya... bibirnya"

Dan komentar mendetail lainnya yang perlu di sensor oleh KPI. Pokoknya saat itu saya langsung begidik. Bagi saya biasanya mereka ini teman-teman yang normal dan nggak serem sih, tapi begitu lihat yang kinclong dikit langsung kelihatan deh sungutnya.

Pandangan mereka itu kayak berlinang-linang, matanya melebar pokoknya waduuuuuh... Astaghfirullah banget, dan yang dilihat ternyata nggak 1 - 2 akun. Ada cewek yang emang model wannabe, ada yang polos tapi narsis, adapula yang berhijab.  Adapula yang nggak dipuji tapi di komentarin pedes karena fisik yang kurang menarik bagi mereka. So rude! Nah, melihat teman-teman saya ini makin yakin dan ogah ogah deh pajang foto yang terlalu jelas, ogah banget bayangin kalau di foto itu aku dan di komentar-komentarin gitu. 

Ya terlepas dari itu, kita memang kudu hati-hati ya ukhti.. Semua sama Allah diminta pertanggung jawaban termasuk tulisan saya ini. Apa yang kita tulis, kita post, kita upload di sosmed akan terus tersimpan kan... kalau buruk, dosanya terus mengalir selama ada orang yang melihat maupun membaca. Jadi pastikan kita benar-benar seleksi apa yang kita share...

Oh ya, jadi keinget...
Satu cerita lagi yang mungkin agak serem. Ini kisah nyata seorang ibu yang berkisah dimimpiin anak remajanya yang sudah meninggal dan minta ibunya menutup atau menghapus foto-foto seksi di facebooknya karena dosa itu terus mengalir buat dia karena masih banyak yang melihat. Jadi sang ibu minta tolong seseorang untuk menghapus facebook anaknya sambil bercerita di internet...

Astaghfirullah...
Moga-moga kita terhindar dari yang buruk-buruk dunia akhirat seperti itu ya ukhti.
Sekian, semoga bawa manfaat..

Wassalam...


Label: ,

Hijab Pria & Hijab Wanita

Assalamualaikum..

Hidup itu ibaratnya harus simbiosis mutualisme teman..
Saling membantu, saling menguntungkan..

Satu berjuang, satunya juga harus berjuang.
Satu mendapat manfaat, satunya pun harus mendapat manfaat.
Tentu saja termasuk perkara akidah. Utamanya kita sesama umat muslim yang mempunyai dasar ajaran akhlak yang sama.

Kali ini perkara Hijab nih..


"Jika seorang perempuan lewat di depanmu, tundukkan pandangmu sampai dia berlalu." Nabi Muhammad
Memang perempuan saja yang berhijab?
Tidak lohhh...

Seperti gambar diatas. Inilah contoh benar kedua belah pihak menerapkan hukum hijab.
Memang hijab laki-laki bukan dengan pakai kerudung juga lohhh... Lalu apa?


Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim

Sesuai artinya yaitu penghalang, yaitu ibarat lainnya yaitu seperti benteng kita untuk menjaga diri, pandangan, dll. 
Sang perempuan menutup aurat, dan sang laki-laki menundukkan pandangannya. 

Kenapa begitu?

Waspadalah dengan dunia, begitu pula dengan godaan wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya adalah karena sebab godaan wanita.” (HR. Muslim no. 2742).

“Tidak ada sepeninggalku godaan yang lebih besar bagi kaum laki-laki kecuali wanita.” (HR. Bukhori)

Wanita itu memang diciptakan 'cantik', badannya, rambutnya, dll.
Tapi Allah menghendaki muslimah untuk memperlihatkan kecantikannya yang berharga itu untuk yang berhak saja. Seperti keluarga atau suaminya saja. 



Godaan wanita itu bisa berbahaya bagi laki-laki juga bagi perempuan itu sendiri. Ya kan?

Sang laki-laki bisa berangan-angan, membayang-bayangkan. Widiiiih nggak mau banget kan. 
Sembarang lelaki bisa menikmati 'pemandangan gratis' yang bisa dia ingat sampai kapanpun. 
Dan bahayanya dia bisa melampiaskan itu pada orang lain. 

Kenyataan 1. Seseorang bilang nih. Kalau cewek melihat cowok ganteng, dia mungkin hanya mengingat sekilas saja, atau bahkan kalau membayangkan dia hanya membayang sosok dan wajahnya saja. Tapi kalau pria membayangkan seorang perempuan, semua tergambar dan dibayangkan secara 3D bahkan 4D secara detail..
Weleeeeeh.. serem banget.

Kenyataan 2. Kalau seorang pria tergoda dengan dirimu tapi dia lampiaskan pada orang lain, kemungkinan besar kamu menanggung dosanya. Hmm.. gak mau banget kan?

Jadi lebih baik kalau kita menghindarkan diri dari pandangan yang haram daripada jadi fitnah dan dosa. Biarkan seseorang menghargai dan berinteraksi dengan kita hanya dengan mengetahui sifat dan akhlak kita. Yang lain tidak perlu tahu... 

Kalau memang ada cowok yang memang menundukkan pandangannya saat bertemu perempuan alias nggak curi-curi pandang itu SubhanAllah keren sekali ya...Salut akhi bro..


Sekian, kalau ada kesalahan dari saya mohon maafkan dan doakan agar saya mendapat petunjuk yang lebih benar.
Ayo kita sama-sama jadi baik, InsyaAllah

Wassalam..

Label: ,

Perbedaan perlakuan pada Hijab & Non Hijab

Assalamualaikum.


Curhat dulu ya... hehehe
Masih ingat dalam kenangan, cieeeeh..
Saat-saat pertama mengenakan hijab. Awalnya saya memang agak terpaksa memakai hijab. Terpaksa kenapa? Karena saya ingin sekali menaati perintah Allah, sudah tidak ingin menjadi orang yang jauh dari agama, tapi bagi saya berhijab awalnya adalah keputusan cukup sulit.

Kenapa?
Saya dulu bertekad, kalau suatu hari nanti akan memutuskan memakai hijab, saya tidak akan lagi melepasnya, bongkar pasang seperti yang banyak orang lakukan. Meskipun saya tidak berhijab kala itu, tapi melihat orang yang tidak komitmen dengan hijabnya saya sedikit menyayangkan jiahh.. *dia sendiri gak berhijab*

Kenapa berhijab jadi keputusan sulit bagi saya?
Karena saya senang dengan penampilan saya kala itu. Merasa percaya diri dengan rambut yang dipuji orang-orang meski jarang ke salon. Intinya saya merasa cocok dengan penampilan rambut kala itu, bahkan saat sekali saya mencoba memakai hijab. Waahh.. nggak cocok. Kecantikan saya berkurang 50%. Jiaaahh ~ lebay banget. Untuk berpakaian serba tertutup sebenarnya saya tidak masalah, karena saya tidak pernah sekalipun keluar mengenakan u-can see, hotpants, maupun mini dress .

Meskipun saya nggak cantik-cantik banget. Tapi ada beberapa orang yang menyukai saya, ketika saya telisik. Dia lebih memuji penampilan saya. Dia hanya memandang saya dari sisi itu, dan entah kenapa saya nggak nyaman. Intinya saya nggak suka kalau laki-laki menyukai saya hanya karena penampilan saya. Meskipun itu sebenarnya hal lumrah bagi wanita, memperbaiki penampilan untuk menarik perhatian laki-laki. Tapi saya tidak mau laki-laki yang hanya memandang saya dari sisi itu..

Saya merasa.. Kalau saya berubah jelek gimana? Misal saat saya sibuk dan tidak sempat mengurus penampilan. Akan ada jerawat merayap di wajah, wajah kusam atau mata saya berkantung, saat itu saya yakin saya akan terlihat jelek sekali. Lalu rasa suka/sayang lelaki itu akan berkurang? Itulah yang saya perkirakan dan takutkan.

Bagaimana juga kalau sampai saya menikah dengan lelaki yang seperti itu dan ketika saya punya anak, penampilan agak tak terurus gak karuan atau saat usia saya beranjak tua, akankah dia berhenti menyukai saya??

Meski saat itu saya belum benar-benar memakai hijab. Saya mulai berhenti memajang dan mengupload (meski jarang juga mengupload) foto-foto di sosmed saya yang mengakibatkan banyak laki-laki datang di private message dan merajuk mengerikan. Saya bertekad untuk berhenti menarik perhatian laki-laki lewat penampilan saya.

Dan akhirnya saya memutuskan berhijab dengan tekad yang sudah bulat dari proses yang lumayan panjang beberapa bulan kemudian, awalnya saya melalui hari-hari dengan tidak sreg dalam penampilan. "Aduh.. aku kok berubah jadi gini ya?" Awalnya begitu saat tiap kali ngaca.

Tapi lambat laun, sembari terus belajar agama. Saya kok melihat banyak perubahan di sekitar, meski ada beberapa orang terlihat tidak suka dengan perubahan saya, tapi saya tidak peduli. Karena lama-lama ternyata saya nyaman sekali..

Teman-teman lelaki saya tiba-tiba memperlakukan saya berbeda juga. Mereka tidak berani main colak-colek kayak yang mereka lakukan pada teman perempuan lainnya. Bahkan banyak yang menyebut saya 'ustadzah' meski awalnya terbebani, ajaibnya setiap saya mengatakan tentang agama mereka antusias, menyimak dengan baik dan . 
Ajaibnya lagi kumpulan cowok pojokkan dekat rumah yang biasanya suit-suit in, nggak suit-suit in lagi. Saya senang dan nyaman dengan hal itu dan mulai merasakan manfaat hijab satu persatu, asal hijabnya dan niatnya benar insya Allah akan benar-benar melindungi diri kita.

Saat saya menemukan video ini.. Ini mewakili apa perbedaan hijab dan non hijab di depan orang, amazing sekali. Video ini dari Rusia, sayangnya nggak ada translatenya.. Simak yaaa :


Wassalam.

Label: ,

Tak Mau Berhijab, Berikut Alasan dan Jawaban

Seorang muslimah, diperintahkan untuk menutup auratnya ketika keluar rumah, yaitu dengan mengenakan pakaian syari yang dikenal dengan jilbab atau hijab. Namun dalam kenyataan masih banyak di antara para muslimah yang belum mau memakainya. Ada yang dilarang oleh orang tuanya, ada yang beralasan belum waktunya atau nanti setelah pergi haji dan segudang alasan yang lain. Nah apa jawaban untuk mereka?

1. Saya Belum Bisa Menerima Hijab
Untuk ukhti yang belum bisa menerima hijab maka perlu kita tanyakan, “Bukankah ukhti sungguh-sungguh dan yakin dalam memeluk Islam, dan bukankah ukhti telah mengucapkan la ilaha illallah Muhammad rasulullah dengan yakin? Yang berarti menerima apa saja yang diperintahkan Allah Subhannahu wa Taala dan Rasulullah? Jika ya maka sesungguhnya hijab adalah salah satu syariat Islam yang harus dilaksanakan oleh para muslimah. Allah Subhannahu wa Taala telah memerintah kan para mukminah untuk memakai hijab dan demikian pula Rassulullah Shalallaahu alaihi wasalam memerintahkan itu. Jika anda beriman kepada Allah Subhannahu wa Taala dan Rasul-Nya, maka anda tentu akan dengan senang hati memakai hijab itu.

2. Saya Menerima Hijab, Namun Orang Tua Melarang.
Kalau saya tidak taat kepada orang tua, saya bisa masuk neraka. Kepada saudariku kita beritahukan bahwa memang benar orang tua memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia, dan kita diperintahkan untuk berbakti kepada mereka. Namun taat kepada orang tua dibolehkan dalam hal yang tidak mengandung maksiat kepada Allah Subhannahu wa Taala , sebagaimana dalam firman-Nya, artinya,

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya,” (QS. Luqman:15)

Meskipun demikian kita tetap harus berbuat baik kepada kedua orang tua kita selama di dunia ini.
Inti permasalahannya adalah, bagaimana saudari taat kepada orang tua namun bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Taala dan Rasul-Nya, padahal Allah Subhannahu wa Taala adalah yang menciptakan anda, memberi nikmat, rizki, menghidupkan dan juga yang menciptakan kedua orang tua saudari?

3. Saya Tidak Punya Uang untuk Membeli Jilbab
Ada dua kemungkinan wanita muslimah yang mengucapkan seperti ini, yaitu mungkin dia berdusta dan mungkin juga dia jujur. Jika dalam kesehariannya dia mampu membeli berbagai macam pakaian dengan model yang beraneka ragam, mampu membeli perlengkapan ini dan itu, maka berarti dia telah bohong. Dia sebenarnya memang tidak berniat untuk membeli pakaian yang sesuai tuntunan syariat. Padahal pakaian syar'¦i biasanya tidak semahal pakaian-pakaian model baru yang bertabarruj.

Maka apakah saudari tidak memilih pakaian yang seharusnya dikenakan oleh seorang wanita muslimah. Apakah anda tidak memilih sesuatu yang dapat menyelamatkan anda dari adzab Allah Subhannahu wa Taala dan kemurkaan-Nya? Ketahuilah pula bahwa kemuliaan seseorang bukan pada model pakaiannya, namun pada takwanya kepada Allah Subhannahu wa Taala . Dia telah berfirman, artinya,

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.” (QS. al-Hujurat:13)

Adapun jika memang anda seorang yang jujur, jika benar-benar saudari berniat untuk memakai jilbab maka Allah Subhannahu wa Taala akan memberikan jalan keluar. Allah Subhannahu wa Taala telah mengatakan, artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. ath-Thalaq 2-3)

Kesimpulannya adalah bahwa untuk mencapai keridhaan Allah dan untuk mendapatkan surga, maka segala sesuatu akan menjadi terasa ringan dan mudah.

4. Cuaca Sangat Panas
Jika saudari beralasan bahwa cuaca sangat panas, kalau memakai jilbab rasanya gerah, maka saudari hendaklah selalu mengingat firman Allah Subhannahu wa Taala , artinya,
“Katakanlah, “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jikalau mereka mengetahui.”(QS. 9:81)

Apakah anda menginginkan sesuatu yang lebih panas lagi daripada panasnya dunia ini, dan bagaimana saudari menyejajarkan antara panasnya dunia dengan panasnya neraka? Yang dikatakan oleh Allah Subhannahu wa Taala , artinya,
“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah.” (QS. 78:24-25)

Wahai saudariku, ketahuilah bahwa surga itu diliputi dengan berbagai kesusahan dan segala hal yang dibenci nafsu, sedangkan neraka dihiasi dengan segala yang disenangi hawa nafsu.

5. Khawatir Nanti Aku Lepas Jilbab Lagi
Ada seorang muslimah yang mengatakan, “Kalau aku pakai jilbab, aku khawatir nanti suatu saat melepasnya lagi.” Saudariku, kalau seseorang berpikiran seperti anda, maka bisa-bisa dia meninggalkan seluruh atau sebagian ajaran agama ini. Bisa-bisa dia tidak mau shalat, tidak mau berpuasa karena khawatir nanti tidak bisa terus melakukannya.

Itu semua tidak lain merupakan godaan dan bisikan setan, maka hendaklah suadari mencari sebab-sebab yang dapat menjadikan anda selalu beristiqamah. Di antaranya dengan banyak berdoa agar diberikan ketetapan hati di atas agama, bersabar dan melakukan shalat dengan khusyu. Allah Subhannahu wa Taala berfirman, artinya,

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (QS. 2:45)

Jika saudari telah memegang teguh sebab-sebab hidayah dan telah merasakan manisnya iman maka saudari pasti tidak akan meninggalkan perintah Allah Subhannahu wa Taala , karena dengan melaksanakan itu anda akan merasa tentram dan nikmat.

6. Aku Takut Tidak Ada Yang Menikahiku
Saudariku! Sesungguhnya laki-laki yang mencari istri seorang wanita yang bertabarruj, membuka aurat dan senang melakukan berbagai kemaksiatan maka dia adalah laki-laki yang tidak memiliki rasa cemburu. Dia tidak cemburu terhadap yang diharamkan Allah Subhannahu wa Taala, tidak cemburu terhadapmu, dan tidak akan membantumu dalam ketaatan, menuju surga serta menyelamatkanmu dari neraka.

Jadilah engkau wanita yang baik, insya Allah Subhannahu wa Taala engkau mendapatkan suami yang baik pula. Engkau lihat berapa banyak wanita yang tidak berhijab, namun dia tidak menikah, dan engkau lihat berapa banyak wanita berjilbab yang telah menjadi seorang istri.

7. Kita Harus Bersyukur
“Oleh karena kecantikan merupakan nikmat dari Allah Subhannahu wa Taala, maka kita harus bersyukur kepada-Nya, dengan memperlihatkan keindahan tubuh, rambut dan kecantikan kita.” Mungkin ada di antara muslimah yang beralasan demikian.
Suadariku! Itu bukanlah bersyukur, karena bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Taala bukan dengan cara melakukan kemaksiatan. Allah Subhannahu wa Taala berfirman,

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka.” (QS. an-Nur:31)

Dalam firman-Nya yang lain,
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mumin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (QS.al-Ahzab:59)

Nikmat terbesar yang Allah Subhannahu wa Taala berikan kepada kita adalah iman dan Islam, jika anda ingin bersyukur kepada Allah maka perlihatkanlah kesyukuran itu dengan sesuatu yang disenangi dan diperintahkan Allah Subhannahu wa Taala, di antaranya adalah dengan mememakai hijab atau jilbab. Inilah syukur yang sebenarnya.

8.Belum Mendapatkan Hidayah
Ada sebagian muslimah yang mengatakan, “Saya tahu bahwa jilbab itu wajib, namun saya belum mendapatkan hidayah untuk memakainya.” Kepada saudariku yang yang beralasan demikian kami katakan, “Bahwa hidayah itu ada sebabnya sebagaimana sakit itu akan sembuh dengan sebab pula. Orang akan kenyang juga dengan sebab, yakni makan. Kalau anda setiap hari meminta kepada Allah agar ditunjukkan ke jalan yang lurus, maka anda harus berusaha meraihnya.Di antaranya, hendaklah anda bergaul dengan wanita yang baik-baik, ini merupakan sarana yang sangat efektif, sehingga hidayah dapat anda raih dan terus-menerus terlimpah kepada ukhti.

9.Aku Takut Dikira Golongan Sesat
Ketahuilah saudariku! Bahwa dalam hidup ini hanya ada dua kelompok, hizbullah (kelompok Allah) dan hizbusy syaithan (kelompok syetan). Golongan Allah adalah mereka yang senantiasa menolong agama Allah Subhannahu wa Taala, melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Sedangkan golongan setan sebaliknya selalu bermaksiat kepada Allah dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dan ketika ukhti melakukan ketaatan, salah satunya adalah memakai hijab maka berarti ukhti telah menjadi golongan Allah, bukan kelompok sesat.

Sebaliknya mereka yang mengumbar aurat, bertabarruj, berpakaian mini dan yang semisal itu, merekalah yang sesat. Mereka telah terbius godaan syetan atau menjadi pengekor orang-orang munafik dan orang-orang kafir. Maka berbahagialah anda sebagai kelompok Allah Subhannahu wa Taala yang pasti menang.

Jilbab atau hijab adalah bentuk ibadah yang mulia, jangan sejajarkan itu dengan ocehan manusia rendahan. Dia disyariatkan oleh Penciptamu, kalau engkau taat kepada manusia dalam rangka bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Taala maka sungguh engkau akan binasa dan merugi. Mengapa engkau mau diperbudak oleh mereka dan meninggalkan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Taala Yang menciptakan, memberi rizki, menghidupkan dan mematikanmu?

Sumber: Buletin Darul Qasim

Label: ,

Antara Aku dan Laki-laki harus ada Izzah dan Iffah

"Aku bukan sok suci, bukan sombong, bukan kelewat kolot dalam menjaga izzah.. Tapi aku hanya tidak nyaman dan takut jika aku maupun kamu akan melanggar perintah Allah.."

Izzah adalah sebuah harga diri dan kehormatan perempuan sebagai seorang Muslimah
Sedangkan ‘iffah adalah menahan. Adapun secara istilah; menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Allah haramkan. Dan bagaimana seorang Muslimah dapat menjaga Kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka

Dengan demikian, seorang yang ‘afif adalah orang yang bersabar dari perkara-perkara yang diharamkan walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya.
Izzah dan ‘Iffah adalah akhlaq yang tinggi, mulia, dan dicintai oleh Allah Ta’ala. Bahkan akhlaq ini merupakan sifat hamba2 Allah Ta’ala yang shalih, yang senantiasa memuji keagungan Allah Ta’ala, takut akan siksa, adzab, dan murka-Nya, serta selalu mencari keridhaan dan pahala-Nya.
Assalamualaikum.

Mungkin sudah tidak asing, kalau setiap muslimah  yang hendak masuk ke Islam secara kaffah (Islam seutuhnya) harus menjaga hal-hal ini (Izzah, Iffah).
Ajaran Islam itu sempurna, kita tidak boleh melampaui batas-batas dalam bergaul dengan lawan jenis yang bukan muhrim atau belum halal. Karena selain dosa yang seharusnya ditakutkan dihadapan Allah, menyadari perempuan ini yang hakikatnya lebih 'lemah' dari laki-laki, perempuan akan yang paling dirugikan kalau ada hal-hal buruk tertentu, sehingga harus pandai menjaga diri dari tipu muslihat yang ada.

Ada yang hanya sekedar tidak ingin di sentuh laki-laki meskipun sekedar berjabat tangan, ada yang tidak ingin terlalu berdekatan bahkan ada yang memandangpun tidak berani. Tapi dalam keadaan mainstream jaman sekarang ketika maksiat sudah dianggap biasa, tipe muslim begini yang tergolong langka pun bakal ada yang memandang sebelah mata atau dengan sisi negatif.

"Duh, gak segitunya kali. Emang laki-laki makhluk najis? Sok suci banget.."
Ada yang mengeluh, "Aduh.. aku gak bakal apa-apain dia, kok dia  segitunya menghindari."

Ada muslimah tertentu yang 'takutnya' dengan laki-laki entah karena memang takut dengan sikap laki-laki yang kadang bikin risih atau memang karena murni menjaga diri untuk melaksanakan perintah Allah. Sehingga memang ada muslimah yang kadang salah atau dibilang kolot ini..

Emang ya, bukan berarti sebagai muslimah kita benar-benar mengunci diri dari kaum adam. Namanya kita makhluk sosial ya harusnya bergaul dengan siapapun, bukan berarti kita harus tertutup secara total sehingga harus sembunyi di balik karung kalau ketemu laki-laki. Toh kita tentu memerlukan mereka, bahkan untuk urusan jodoh sangat memerlukan mereka. Hehehehehe ya iya laaaaah..

Jangan terlalu negative thinking (Suudz'an) sama laki-laki tapi cukup sebagai bentuk jaga diri saja..

Jangan sampelah kita menganggap semua laki-laki bakal apa-apain kita. Menjaga diri bukan berarti menuduh mereka yang nggak-nggak. Tapi karena kita sama-sama manusia yang mudah melakukan khilaf, cuma seharunya saling mengingatkan diri masing-masing aja untuk meminimalisirkan perbuatan yang mengandung dosa.

Karena point utamanya yaitu tadi.. Kita harus benar-benar mengerti batasan-batasannya, biar nggak menimbulkan dosa. Misal jangan ada sentuh-sentuh atau pegang-pegangan, berdua-duaan, dan saling pandang yang mendatangkan fitnah. Itu juga lah fungsi hijab muslimah, biar laki-laki nggak bisa melihat apa-apa yang seharusnya tidak boleh ia pandang. Pandangan laki-laki itu bakal merugikan kita, merugikan dia juga.

Tidaklah tinggi harga diri seorang wanita kalau mudah di dekati banyak laki-laki, mudah digoda dan mudah di ajak melakukan hal yang melanggar perintah Allah. 

Nah tentang diri saya...

Sebenarnya sejak awal bahkan sebelum mengenakan jilbab saya cukup kuat menjaga izzah dan iffah pada banyak laki-laki. Tidak mau di dekati laki-laki, lumayan antipati, tidak terlalu ingin mengakrabkan diri pada laki-laki dan berteman sewajarnya saja.

Ketika saya tidak benar-benar mengenal mereka, tapi mereka lalu sangat (sok) mengakrabkan diri dengan saya, bahkan mau menggombal. Mungkin kalau perempuan pada umumnya yang bisa menanggapi itu dengan santai, itu akan menjadikan satu jalinan pertemanan baru yang 'asik'. Tapi kalau saya... kemungkinan akan kacangin atau saya tinggal kabur. Lagi-lagi bukan karena mau sok-sok an. 

Sungguh saya sudah kena syndrom takut dengan kaum adam corak tertentu. Karena apa yang dipandangan saya, laki-laki seperti itu kebanyakan suka berkata kasar, serampangan, suka menggoda dan memandang kecantikan perempuan sana-sini itu sungguh menakutkan untuk didekati.

Saya mengungkapkan keresahan hati ini bukan karena saya tidak tahu bagaimana rasanya Jatuh Cinta, justru karena saya pernah jatuh cintalah maka saya ingin berbagi rasa.

Seperti yang dikatakan, ‘afif adalah orang yang bersabar dari perkara-perkara yang diharamkan walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya. 
Ketika saya sudah berpengalaman menerjang apa yang namanya 'afif ini sekarang saya mulai belajar untuk benar-benar mempertahankannya (kenapa gak dari dulu siiiiih ~)

Karena saya adalah wanita biasa, yang tentu bisa jatuh cinta.  Ketika merasa menemukan seseorang yang baik dan berbeda dengan laki-laki kebanyakan yang di takuti. Seakan merasa aman untuk menghilangkan baik izzah, ifah maupun 'afif meski terhadap satu laki-laki itu saja. 

Menahan izzah dan iffah pada teman-teman laki-laki lain itu sangat mudah bagi saya bahkan merupakan suatu keharusan. Tapi kalau pada orang yang saling membuat status 'pacaran' maka saya agak labil. Itulah bahayanya 'pacaran', merasa memiliki padahal belum. Tidak lagi dah lakuin, jangan lakuin ya teman-teman.

Meskipun saya tidak separah gaya kelewat batas berpacaran jaman sekarang, kami hanya pergi berdua  meski hanya makan diluar dan belajar bersama. Tapi tetap saja hal itu sudah sangat mengusik yang namanya 'afif. Karena meskipun keliatannya 'biasa', sebenarnya itu hal yang dilarang tapi sudah dipredikatkan 'biasa' oleh jaman sekrang..

Sekalipun berjodoh dengannya saya lihat sebagai sesuatu yang sulit, tapi lagi-lagi dengan perilakunya yang baik saya merasa pasti bisa berjodoh. Pandangan sempit saya menyangka tidak apa-apa begini pada satu laki-laki yang mungkin nanti juga bisa 'sah'.

’’ Janganlah pernah memupuk bunga-bunga yang engkau tidak mau ia terus tumbuh. Jangan pernah pula memeliharanya jika engkau tidak mau memetiknya”.

Padahaal.. saya hanya dilambungkan angan-angan palsu. Setelah semua berakhir, betapa menyesalnya saya pernah melepas 'afif  padanya yang ternyata hanya menganggap semua hanya sebagai hal semu. 

Sehingga kalaupun saya bisa jatuh cinta pada orang lain suatu saat, seberapa meyakinkanpun.. Jangan lepaskan izzah dan iffahmu ukhti sampai kita resmi dilamar atau sudah sah di depan pak penghulu. Kalau nggak pasti perempuan yang paling sakit hati dan merasa dirugikan. Lihat kesungguhan dia membawa perasaannya kemana, kalau mau coba-coba pacaran doank, suruh aja dia kuras laut.. 

Itulah tujuannya Allah mengharuskan adanya Izzah dan Iffah pada setiap pribadi muslimah. Yakin sekali sebenarnya semua perintah Allah menguntungkan kita dan menghindarkan kerugian. Itu untuk menjaga dan menyelamatkan diri kita sendiri dan agar kita tidak mudah dipermainkan laki-laki, agar kita tidak menjadi objek saja sebagai kesenangan laki-laki dan mendapatkan seorang laki-laki yang baik dengan terjaganya Izzah dan Iffah ini. Aamiin Yaa Rabbal Alamin. 

Sekian, saya hanya mencurahkan apa yang saya rasakan. Tentu ada kurang lebihnya.
Mohon diambil baiknya saja dan dibuang yang buruk ~ 

Wassalam.

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art