Tampilkan postingan dengan label Salah Paham Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salah Paham Islam. Tampilkan semua postingan
Label: , ,

Memecah Belah NKRI - GP Anshor (Banser) ft Pembakaran Bendera Tauhid dan Pencekalan Ustadz (Part.2)

Assalamualaikum

Bismillahirohmanirahim...



Setelah di postingan sebelumnya saya membahas tentang HTI, kali ini membahas salah satu organisasi sok pahlawan kesiangan, siapa lagi kalau bukan GP Anshor alias Banser.

Astaghfirullah...
Miris.... HTI dan Banser, Keduanya memang terlihat sama-sama beragama Islam tapi beda sungguh berbeda, saling berlawanan satu sama lain.

Yang satu berlandaskan syariah dan khilafah, yang mungkin kesalahannya masih salah jaman ya... kurang tepat waktu jadi pertentangan dimana-mana, sementara yang satunya mendompleng kata toleransi dan hmm... plural??

Tapi... nyengsarain sodara seagamanya (semoga memang se agama, seakidah)

Toleransi not bad at all... we all have to do that. Saya juga nggak mau teman-teman non muslim saya merasa takut dan terancam berada di tanah kelahiran mereka sendiri hanya karena mereka minoritas.

Tapi yang salah adalah saat kita malah menzalimi akidah dan saudara kita sendiri dibalik kata 'toleransi'.

Sebelum gonjang ganjing SARA merebak, saya nggak tahu Banser ini apa dan dari mana asalnya, kenapa dibentuk, apa tujuannya saya nggak paham dan tahu-tahu mendapati tingkah mereka yang mengiris nurani, kok ada orang kayak mereka? Yang lebih bikin gagal paham kenapa mereka ada yang pake baju macam tentara, bikin salah paham. Plus punya tokoh yang ngaku-ngaku ustadz macam... ya, gak usah sebut nama deh.

Pas dicari tahu katanya organisasi 'serbaguna' gituuuu... katanya untuk aksi kemanusiaan.

Yang pernah melihat mereka jadi relawan di Palestine dan Suriah, atau di tanah bencana, ngacung... (serius tanya, karena belum pernah lihat di berita, kalau pernah ada ya syukur masih baik)

Yang  tahu, perbuatan 'baik' mereka adalah menjaga gereja. Well, gereja sering banget jadi sasaran bom teroris gila dan mungkin thats why (duh kok ku jadi kayak anak Jaksel, hehe)

Nggak salah soal itu, aku juga pasti akan belain teman non muslim aku yang mau diserang tanpa sebab sama orang yang bawa-bawa nama agama.

Terus ngatain muslim lainnya intoleran, muslim yang lainnya nggak NKRI.

Ngerasa paling NKRI, tapi nggak dengan mengimejkan saudara seiman lainnya adalah pengancam yang kudu dan paling berbahaya yang harus di halang-halangi semua gerak dan aktivitasnya. Hmm lucu-lucu deh pokoknya.

Nggak tahu kenapa kudu membawa nama NU, atau nggak tahu juga kalau benar kenapa NU bikin organisasi absurd kayak gitu yang masih menyeret nama Islam dengan organisasinya. Tapi eh tapi....


Silahkan dibaca gambar diatas, kenyataannya mengenai banser yang nyata..

Tidak ada kontribusinya sama agamanya selain, "Gue Islam, Gue lawan hukum Islam/"

Kan konyol.

Kenapa sok pahlawan kalau nyatanya tidak pernah sama sekali memperjuangkan agamamu sendiri?
Kenapa sok pahlawan kalau kalian mengancam kedamaian dan menghalangi kebaikan saudara seagamamu sendiri?

Seakan mendengar kata 'NKRI harga mati' bak mendengar kata 'Hukum Allah tak diterima."

Sik sik talah (bentar bentar)
Mau tanya sama orang banser, mereka anggap agama itu apa sih?

Mungkin mereka organisasi plural, yang tidak menghendaki ideologi lain selain ideologi negara yang sudah ada. Oke, menjaga keutuhan negara itu memang penting dan perlu, tapi kalau sampean sampean ini orang muslim kudunya tahu bagaimana bernegara menurut agama Isla, dan juga tahu gimana perwatakkan para muslimin yang kaffah ketika menyuarakan suaranya. 

Tapi sok dan ngawurnya itu lohhh bikin gregetan nggak ketulungan.

Hmmm, pingin memperhalus bahasa tapi KZL juga.

Apa dosa mereka yang seperti nggak mudah dimaafkan? Mari kita list....

1. Mencekal Ustadz datang Pengajian

Dengan alasan, ustadz itu dituduh pengujar kebencian? Terhadap pemimpin? Atau melakukan black campeign, atau dianggap ustadz yang tidak sesuai pancasila dan NKRI?


Gini deh, situ bisa jamin kalau pendeta di gereja yang situ jagain nggak menghimbau warganya buat memilih salah satu kandidat saja dan membongkar keburukan yang lainnya.

Saya yakin adaaaa....

Wong ada satu kenalan orang gereja pilih capres lainnya aja di bully dan di KZL-in kok sama temen-temannya.

Saya boleh nggak setuju dengan pendapat pendeta itu, tapi kalau menurut mereka dalam sudut pandangan mereka sebagai orang kristiani memang itu yang mereka suka, mereka inginkan ya saya bisa apa??
Ojo panik. Paling pooll saya cuma bisa ngedumel di sosmed, kok memandang gitu seeeehhh... capres ini begini kok, begitu kok. Cukup, saya nggak bakal cegat itu bapak pendeta di perempatan dan ngancem ini itu. Paling juga dah males komen, dah hapal.

"Anda dilarang kotbah pakk.... kotbah anda mengandung black campeign!! Anda di cekal"

Lalu bikin petisi lalu bubarin gereja. Kita gak gitu keleeeeesss

Jadi kalau ustadz kita juga memberi pencerahan mengenai presiden mana dan macam apa yang patut dipilih oleh orang-orang muslim ya wajaaarr... sah-sah saja... namanya ustadz itu guru, guru itu ngajarin, termasuk ngajarin milih pemimpin yang nggak ngerugiin hidup bahkan iman kita,  lagipula mereka nggak pake acara hipnotis, dan seperti hakikat hidayah pada umumnya, semua bergantung ridho Allah sehingga bakal ada yang terima ada yang nggak, kemungkinan kecil bisa sama rata. Setelah Ustadz selesai ceramah, menjelaskan, kemudian jamaah pake sandal keluar masjid udah bukan tanggung jawabnya lagi, nggak ada cerita ngancem dan memaksa juga.

Gak juga bilang, "Awas ya jamaah, yang coblos nomor ini KAFIRRR... Layak di bom !!!

Gak gitu sama sekali kan brooooohh!!!

Lagipula yang penting ngomongnya pake dalil, pake bukti dan sesuai ajaran agama, turunnya dari Allah lohhhh... DARI ALLAH. terus apa yang salah...????

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah :51)




Kalau prasangka masih gede, berarti ada keingkaran dalam hati terhadap hukum Allah...

Hukum Allah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, entah kehidupan di kamar, di rumah, di tempat kerja, tempat berpolitik maupun bernegara, masak gitu nggak ngerti seeehhh

Lagipula ya b*d*hnya, jelas-jelas tema yang mau dibawa ustadz itu loh tentang anak muda, tentang pergaulan bebas, daripada sok jago cekal-cekal, zalim menghalangi orang dari memberi dan mendapat ilmu bermanfaat mending duduk manis disana ikut pengajian gih biar nggak salah gaul, dangdutan mulu siiiiiih...

Kalau masih mau tanya kenapa Islam punya ayat seperti Al-Maidah :51 yang mereka anggap berbau diskriminasi, logikanya kalau kalian punya keyakinan ke kiri lalu punya pemimpin, atau kepala keluarga yang bertentangan ke kanan gimana coba? di suruh ini, rumah di bikin begini, sementara itu bertentangan dengan

Kalau gitu kan Indonesia nggak semua muslim? Oke mari anda lihat di postingan yang sudah saya tulis, masa sih saya harus menjelaskan lagi, pegel tangannya hehe. lihat disini : Maaf aku harus memilih pemimpin muslim..

Jadi yang mencekal orang berdakwah, hati-hati kalau di cekal Allah ke surga. Takut Allah, semoga dapat hidayah ya kita semua...

2. Pembakaran Bendera Tauhid.


Banser kurang ajarnya kebangetan styuupit juga kan ngaku-ngaku ustadz, ngaku-ngaku muslim tapi bakar kalimat yang seharusnya menjadi panji hidup dan matinya. Masih ngotot dan  udah gitu di bela pula sama atasan-atasan petinggi di instansi maupun lembaga 'atas' bahwa itu adalah bendera HTI... HA TE I, Bendera ormas katanya, bukan bendera Rasulullah.

Oke I know mungkin separah-parahnya, mereka nggak nyampe sana juga tahu mengenai bendera Nabi atau bukan. At least, dia kudunya bisa donk baca huruf hijaiyah dan baca itu bacanya apa.

Mau HTI salah atau nggak, kalau benci sama mereka, nggak semestinya di ungkapin dengan hal tergeblek senusantara seperti ini.

Analoginya, misalnya ada teroris yang bawa bendera Indonesia terus melakukan aksi kejahatan di berbagai tempat menggunakan bendera itu,terus ada orang marah-marah bakar itu bendera, umat muslim lainnya bakal marah nggak? Bakal tersinggung nggak?

Marah noh sama orangnya, bukan sama atribut yang punya arti buat orang banyak.

Styuuupit...

Eh interupsi, tahu nggak sih, mau curhat nih, ketemu banser itu serem loh. Orangnya suka dangdutan, joget-joget bareng di khalayak umum nggak menggambarkan akhlak para akhi-akhi yang santun dan sikapnya penuh hikmah. Jadi suka kesel kalau mereka bawa-bawa nama Islam, mereka juga ormas gak jelas, bikin rusuh.

Pernah ketemu sekali di suatu tempat yang jauh dari Indonesia, pelatihan katanya. Weh, keren juga ya mereka pendanaannya, entah dari manapun tapi duitnya banyak, bisa datang rame-rame ke luar negeri buat latihan entah latihan apaan, hmmm...dan mereka jalan-jalan masih pake seragam mereka, GP Anshor bukan seragam tentara bansernya. Udah gitu bikin malu karena sangat berisik dan urakannya, temanku warga setempat jadi ketakutan, bahkan mereka juga nggak menunjukkan sikap hormat dan menghargai sama perempuan berhijab, so flirting ah... disgusting (kisahku sendiri) sedih.

Apalagi tahu kalau mereka melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan mencekal ustadz-ustadz kami, di tambah pembakaran bendera Tauhid...
Makar katanya, teroris bersembunyi di balik bendera Tauhid katanya.
 

Kalian pada bolehlah benci HTI sebagaimana saya benci kalian (jujur banget)
Tapi pake tindakan bakar bendera apa gunanya bro, lu kate santet apa??

Apalagi bendera itu bendera Tauhid, SubhanAllah... Naudzubillah...

Kalau benci silahkan face to face, panggil lalu utarakan apa yang jadi uneg-uneg kalian (emang curhat?) yang jantan gitu loh, katanya muslim. Aku menyadari kok, nggak semua muslim satu pandangan karena menafsirkan segala sesuatu sendiri-sendiri tergantung apakah dia memenangkan hawa nafsunya atau imannya, diskusi sampe ketemu titik temu karena sesungguhnya orang mukmin itu bersatu jadi satu.

Tapi apa yang dilakukan sama si banserep itu (kata orang2, itu sebutannya)

Dengan membakar bendera Tauhid lu kate kayak ilmu santet bisa mengamblaskan semua anggota HTI atau bikin mereka takut sama kalian? Lari terbirit-birit atau berlutut minta ampun? Ngayal. Yang ada malah mengundang murka seluruh umat muslim (khusus yang punya ghirah)

Saran buat Banser yang pengen banget di sebut sebagai pahlawan 'kesiangan' NKRI'. Bangunlah lebih pagi, biar nggak kesiangan, biar nggak ketinggalan ilmu, nggak ketinggalan berita. Mikirin HTI mulu kalau lama-lama cinta gimana?

Jangan lupa masih banyak ancaman NKRI (yang sebenarnya) yang masih terselubung, PKI masih berkiprah, TKA menyusup, dan saudara seiman di dalam atau di luar negeri yang tertimpa bencana dan peperangan sana yang lebih membutuhkan pertolongan dan pembelaan kalian yang biasanya begitu ngotot dan getol itu, biar energi dan ngotot kalian itu menguntungkan diri sendiri dan orang lain gitu loh, biar getolnya berguna. Semoga energi kalian tidak terbuang sia-sia.

- Pembakar bendera di vonis 10 hari penjara dan denda 2 ribu??

Kalau ini benar maka ini adalah sebuah hinaan, atas harga sebuah kalimat Tauhid yang begitu agung bagi umat muslim, membuat ribuan umat muslim gerah dan murka di hargai begitu rendah, yang menjalankan hukum seperti ini semoga kau di adili oleh Allah sesuai dengan harga nuranimu yang tipis. Takutlah pada Allah, yang benar-benar mengaAdili.

- Bendera Tauhid adalah Bendera Aseng?

Asing memang untuk non-muslim, tapi saat banser yang ngaku-ngaku ustadz tapi ngaku janda pula itu yang bilang. Woww...semakin aku meragukan keIslamannya.
Meragukan bahwa dia bisa membaca huruf hijaiyah, nggak ngerti huruf hijaiyah, nggak ngaji donk?
Pantes lah yaaa....
Ungkapannya sangat nggak pantas untuk dikatakan oleh orang yang mengaku muslim, nggak lazim.

Ayo lah banser, ngaji dulu yukkk...
Sesama muslim kalo ribut di ketawain setan, karena setannya berhasil mengadu domba///

Eh kita bukan domba dink.

Testimoni muslim lainnya :



**

Maaf ya, kata-katanya agak pedes. Saya memang bukan wanita selembut wanita alim karena udah watak bawaan ada judes-judes ala kak Ross, tapi tetap berusaha untuk mengendalikan perkataan agar tidak kelewat kasar yang tidak sesuai dengan akhlaktul karimah seorang muslimah.

Lagipula tali buhul yang paling kuat adalah Cinta karena Allah dan Benci karena Allah. Kita harus mencintai sesuatu yang tujuannya Ia semata dan membenci apa-apa yang melawan hukumNya, tegas berusaha meluruskan dan membela, tanpa kekerasan. Kemudian mempunyai Ghirah yaitu kekecewaan, ketika agama dihina. Jika hukum Allah dihina maka kita wajah marah. Meski kemarahan harus tidak diungkapkan secara terlalu berlebihan.

Nabi pernah marah karena 2 hal, 1. Ketika hukum Allah di permainkan dan 2. Ketika musuh memerangi.

Oke, itu saja ya yang saya sampaikan untuk saat ini meski sebenarnya materi sangat banyak tapi apa daya, udah terlalu panjang dan di sambung lagi lain kali. InsyaAllah.

Kesalahan milik saya kesempunaan milik Allah SWT. Semoga mengandung hikmah dan dimaafkan kalau ada salah, semoga Allah memperbaiki kita semua. Aamiin

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Label: ,

Logika Teroris dan Aliran Sesat

Assalamualaikum...
Bismillah... 
Sudah lama banyak hal mengusik pikiran saya, jiah. Tentu saja bukan perkara asmara maupun utang, hehe. Tapi mengenai hal yang lebih penting lagi. Mengenai kemanusiaan, kehidupan, kedamaian dan menyangkut agama yang saya anut, Islam.

Kebaikan dan iman yang ada di diri saya mungkin nggak ada 5% nya dari milik Nabi, tapi mengenai sedikit hal saya bisa merasakan apa yang dikatakan dan dirasakan Nabi Muhammad SAW. "Nabi tidak marah meskipun dihina, tapi Nabi akan marah jika hukum Allah di permainkan."

Melihat segala peristiwa yang berseliweran akhir-akhir ini yang dibicarakan di media dan pemberitaan manapun, membuat dada saya terasa sesak, sejenak kepala menjadi panas dan hati terasa sedih. Ya Allah... jaman apakah ini? So cruel...

Teroris... 
Bom meledak darr... darr... darrr...
Nyawa tak bersalah melayang, pelakupun ikut meregang nyawa, dengan niat awal sebagai ksatria dengan iman melompong, otak kosong dan ideologi melenceng jauh.
Kenapa saya berani bilang seperti itu. Saya yakin, orang yang benar-benar belajar Islam tidak mungkin melakukan hal useless semacam itu di hidupnya.
Dan setiap kejadian seperti itu terjadi, seluruh dunia lalu seperti serempak memandang kita yang menyandang status sebagai 'muslim' dengan tatapan mendakwa.

Setiap semua tuduhan dan rimpah ruah mengenai itu mulai mereda, kejadian yang baru terjadi lagi dan lagi seperti ingin membuat rantai asumsi keburukan pada Islam tidak akan terputus.

Bom Bali, Bom Marriot Jakarta, Bom Boston, WTC, Bom Paris, Bom Mumbai, Bom Istanbul, dan yang terakhir terjadi lagi di Jakarta...  Dan yang lain-lain...

Memakai nama Al-Qaeda, Al-Islamiyah, ISIS (Islamic State of Iran and Syria)....
Menggunakan bendera dengan bertuliskan asma Allah dan Nabi Muhammad bahkan lengkap dengan lafadz Laa ilaha ilallah...

So disturbing... So disgusting
They're so bad, they're so awful...
They're evil..



Benar-benar mengusik hati. Jika umpatan tidak dilarang dalam Islam, saya ingin sekali mengumpat pelakunya dan semua orang dibalik itu dengan segala umpatan di dunia ini dengan semua bahasa.

Kemudian aliran sesat seperti Ahmadiyah, Syiah, Gafatar, dan semacamnya yang membuat berbagai nama tapi tetap saja melekatkan nama Islam pada mereka.

Nikah Mut'ah, melukai diri sendiri, menghina orang-orang terdekat Nabi, membujuk orang hingga mereka hilang dari keluarganya dan perilaku-perilaku lainnya yang sangat tidak masuk akal, tidak baik, sangat nyeleneh dan tentu saja...

JAUH DARI ISLAM...

Dibalik banyak cerita orang yang mulai berhijrah, mulai menjadi baik setelah belajar Islam, banyak pula yang berusaha untuk menghancurkan nama  Islam selangkah demi selangkah, namun memakai topeng sebagai muslim.

Seperti semburan air dan api yang bertarung pada satu titik.

Umat Islam sedang diuji...

Entah... Mungkin peringatan Allah, agar kita sebagai muslim bisa lebih kuat dan lebih dalam untuk mempelajari agamanya, mampu berlaku sesuai dengan ajaran agama kita..
Kadang kita merasa aman dengan zona nyaman, sehingga semua ini terjadi agar membangkitkan semangat perjuangan umat muslim kembali..
Membela dan menunjukkan bagaimana Islam yang sebenarnya...

Sedih... sedih banget...
Sangat berduka.
Meski saya miskin ilmu tapi saya muslimah yang mengenal Islam.
Saya tahu betul apa yang diajarkan Islam, bagaimana prinsipnya, bagaimana akidahnya.
Sampai pingin berteriak dan ingin tahu bagaimana memecahkan semua kesalahpahaman ini.

Islam yang membuat saya bahkan tidak bisa membunuh semut kecil tanpa sebab.
Islam yang membuat saya terus menyesal dan berdosa jika sedikit saja melukai perasaan orang.

Tidak ada kepentingan orang muslim untuk membunuh orang yang tidak sependapat dengannya.
Bahkan jika terjadi perdebatan, Islam menyuruh kita meninggalkan saja tempat dimana perdebatan itu terjadi, Allah bahkan menjanjikan surga untuk orang yang meninggalkan perdebartan.
Tidak menyuruh kita memenangkan perdebatan meskipun benar, apalagi menyerang seseorang yang berbeda dengan kita.

Islam pula yang menyuruh kita untuk tiga kali mengingatkan diri untuk tidak gampang emosi, ketika teman Nabi meminta nasehat pada beliau, beliau hanya menyampaikan, "Jangan Marah... Jangan Marah... Jangan Marah."

Mana ada hal gegabah yang boleh dilakukan dalam Islam...
Sementara orang-orang itu menggunakan nama dan atribut 'Islami' untuk melancarkan kejahatan dan kekejian. Padahal orang Islam yang sesungguhnya sama sekali tidak seperti itu...

Dalam Al-Qur'an kita boleh memerangi orang jika kita diperangi!
Perangnya pun beda dengan apa yang terjadi saat ini...
Tidak boleh seperti teroris yang bom bunih diri...
Menaruh bom di tempat keramaian di tengah rakyat sipil...
Tidak boleh menjatuhkan granat seperti yang di lakukan Israel...
Tidak boleh bersembunyidi balik dinding lalu melempar mariam seperti yang dilakukan teroris Israel terhadap Palestina.
Tapi perang yang benar dalam Islam adalah yang face to face, yang gentleman... 

Berikut ilustrasinya. Ini adalah gambar peperangan mahabrata, tapi bisa jadi contoh untuk penggambaran bagaimana cara perang yang di perbolehkan dalam Islam.

Gambar hanya ilustrasi (Gambar Mahabrata)
Yups, perangnya saling berhadapan ya... 
Dengan pemimpin perang paling depan, bukan yang sembunyi dibalik ketiak prajuritnya. Hmmm

Ini luka dalam bagi kami sebagai muslim...
Ini bencana dan kesedihan, dan orang-orang masih terus mengorek luka itu dengan berpandangan bahwa itu semua benar-benar mewakilkan Islam.
Terus menaruh curiga dan tuduhan jahat pada muslim.

Ini semua adalah berkat...
Kekuasaan...
Uang...
Di dunia yang tidak adil ini kedua hal itu bisa memenangkan apapun.
Mereka mengalirkan dana besar, membuat proyek panjang yang besar dengan mengkambing hitamkan nama Islam, dengan menggunakan nama Islam sebagai topengnya.
Itu semua hanya agenda pribadi golongan tertentu...
Ini bukan khayalan kaum muslim, coba buka mata lebih lebar...

Sayangnya masih banyak diantara orang-orang di sekitar dan di dunia ini yang menelan mentah-mentah apa yang terlihat di media, dan tidak melihat sisi sebenarnya dari seorang muslim di sekitar mereka.

Meski sebenarnya banyak pula yang sudah mulai menyadari hal ini. Mereka tahu ini sama sekali bukan perwakilan Islam, justru sebaliknya..

Mereka sadar Islam lah sedang diperangi, dihancurkan. Belum cukup mereka membunuh ribuan nyawa tak berdosa di negara-negara  seperti palestina, lebanon, suriah, mereka menghancurkan imej Islam dengan memakai atribut Islam dan melakukan kekejian. Mereka begitu tersistematis, terorganisir bahkan sumber dana mereka mungkin tidak terbatas. Yups, singkatnya ini konspirasi besar tokoh-tokoh dunia yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan seorang rekan non muslim kami pernah mengatakan pada kami bahwa dia tahu bahwa ini semua dalang negara adidaya... Ada yang mengakui, bahkan ISIS punya alamat IP yang sama dengan alamat IP pemerintahan salah satu negara barat. ISIS bukannya menyelamatkan negara Palestina dan Suriah, sebaliknya mereka sudah membunuh ratusan ribu muslim.. Hello... bukankah ini sudah jelas bahwa mereka bukan muslim? Muslim yang disini mati-matian cari amal untuk membangun rumah sakit, membelikan makanan dan selimut dan disana yang bawa-bawa nama 'Islam State' malah membunuh? So obvious fake!

ISIS juga dikabarkan teroris terkaya, mana ada begini... tahu sendiri Islam bukan penguasa ekonomi saat ini. Meskipun saya yakin akan ada kejayaan dan memang pernah ada kejayaan untuk Islam nantinya, sesuai Al-Qur'an, bahwa Allah mempergilirkan kejayaan.

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Qur'an. Ali Imran -140)


Belum lagi kejadian di Istanbul, yang terjadinya bom di dekat masjid. Bukankah hanya psikopat yang mengaku muslim saja yang bisa bisanya mengusik kedamaian rumah ibadahnya sendiri? Apa untungnya? Apa kepentingannya jika muslim melakukan itu dan melukai golongannya sendiri?

Beberapa orang barat sudah ada yang menelisik kejadian ini secara dalam telah menemukan banyak sekali keganjilan pada kejahatan yang mengatasnamakan Islam.  Bahkan sebagian dari mereka malah memutuskan masuk Islam, adapula yang menunjukkan simpatinya terhadap Islam.



Dalam Al-Qur'an sudah disebutkan bahwa orang-orang kafir akan terus membenci keimanan orang muslim dan bahkan 'mengeroyok' muslim bak makanan di atas meja.
Ini semua memang sudah suratan, semua terjadi sepengetahuan Allah. Hanya saja kita yang mengaku mempunyai iman harus bersiap dengan semua ujian, ini salah satunya. Kita harus andil pula untuk mengatasi ujian semacam ini, tidak dengan mengacungkan senjata seperti yang teroris lakukan.
Jauh dari itu, kita cukup menunjukkan diri bahwa kita adalah kaum yang taat dan menjalankan Islam yang sebenarnya. Bela lah agama kita dengan menjalankan perintah yang sebenarnya.

Logika yang bisa saya tangkap adalah bahwa selain semua ini sudah kodrat dimana umat muslim akan ditimpa fitnah yang berjatuhan seperti hujan, fenomena teroris dan semua aliran sesat ini memang skenario mereka untuk membuat Islam semakin terlihat buruk. Mereka bukan umat Islam yang mengaku membela kemenangan Islam namun dengan jalan kekerasan dan pemaksaan. Mereka bahkan sudah menodai kata 'Jihad' yang sebenarnya mempunyai arti mulia, dan Jihad bukan hanya berkaita dengan perang. Seorang lelaki yang bekerja dan menafkahkan harta pada keluarganya pun bisa disebut jihad, namun semua berhasil mereka belokkan menjadi sesuatu yang hanya berdarah-darah.

Saya bukan bersikap sok detektif atau paling ngerti. Tapi umat muslim yang mengenal agamanya, pasti tahu bahwa tindakan seperti ini tujuan dan akibat yang mereka (teroris dan kaum sesat) harapkan adalah Islam akan dijauhi penganutnya yang masih minim ilmu dan dibenci orang-orang yang belum berIslam. Sehingga mereka berharap Islam akan mendapat serangan dari berbagai arah, sulit berkembang dan mungkin musnah dan hilang dari permukaan bumi.

Dengan begitu tidak ada lagi aturan-aturan Tuhan yang terus dikumandangkan dan peringatkan oleh sebagian orang berilmu yang dianggap mereka membatasi hidup mereka. Mereka hanya akan melarikan diri dari kebenaran dan berpayung kedustaan. Allah yang akan membalas semuanya.

Atau dengan hancurnya Islam, maka akan memperlancar agenda besar mereka yang belum kita ketahui. Yah... ini bukan film, tapi ini bukan hanya khayalan..

Teroris yang mempromosikan bahwa Islam adalah agama kekerasan dan keji.
Aliran sesat yang mempromosikan bahwa Islam terpecah belah dan mempunyai banyak ajaran tidak relevan, membuat orang jadi sulit membedakan mana yang Islam asli dan mana yang Islam tipu-tipu.

Ini merupakan jurus mengelabuhi...
Bluuumm!! Bom meledak, asap membumbung... Pandangan tertutup... Samar... tak terlihat mana yang berkulit putih, mana yang berkulit hitam...

Sama... dengan mereka menggelegarkan kejahatan segitu dahsyatnya...
Orang jadi kabur mana yang Islam beneran dan yang KW minus.

Yang baik berhijab, yang jahat ikut-ikutan berhijab kemudian melakukan kejahatan...
Kemudian si baik yang berhijab duluan tadi malah kena getahnya pula, padahal dia tak tahu apa-apa.
Yang hijab panjang dan yang bercadar istri teroris lah, yang berjenggot babenya teroris lah...


Serba salah dah... Masa iya kita kudu ganti penampilan karena gaya kita ditiruin orang jahat?
Maklumlah penampilan orang muslim kan yang paling khas, paling beda, paling gampang buat mereka untuk di jadikan kambing hitam...
Dan alasan lain yang kalau di ulas akan lebih panjang lagi...

Laa Tahzan... Semua muslim yang cinta  agamanya pasti sedih dengan kejadian seperti ini...
Mari kita bela agama kita dengan cara yang indah...
Kita balas kejahatan dengan kebaikan..
Kita balas kebencian dengan cinta..
Kalimat simpel, tapi kita semua tahu ini perlu ikhtiar dan istiqomah yang kuat...
Tapi saya yakin semua mampu menjalankan asal dengan ilmu dan kesadaran.

Rasulullah SAW bersabda, "Umatku ini dirahmati Allah dan tidak akan disiksa di akhirat. Tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan, dan musibah-musibah." (HR. Abu Dawud)

Sekian dulu...
Mohon maaf karena saya menulis ini dengan hati yang sedih sehingga terdengar sedikit emosi..
Saya tidak tahan melihat orang-orang menjadikan agama saya menjadi tameng kejahatan.
Semoga keadaan membaik di dunia ini...

Aamiin.
Wassalam... 

Label:

Dear non muslim, Islam tidak pernah memaksa


Assalamualaikum... 
Bismillah..

Mungkin yang sudah pernah membaca blogku pasti tahu bahwa saya suka membahas sesuatu secara random dan dengan gaya bahasa yang kasual. Apa yang saya bahas biasanya mengenai isu yang sedang beredar maupun hal-hal yang saya alami sendiri.  Kali ini saya ingin membawakan banyak sekali bahasan, mulai dari ISIS, teror paris, Islam dan Amerika dll. Saya akan bahas satu persatu, dan kali ini saya bahas yang masih baru terjadi saja. Sesuai judulnya saya ingin menegaskan bahwa Islam itu tidak pernah memaksa. Memaksa apa? Apa yang membuat saya mengambil bahasan ini?

Mungkin saya pernah membahas mengenai prasangka 'paksa-memaksa' ini sebelumnya, tapi setiap saya menemui suatu hal dan merasa masih banyak menemukan salah paham orang, saya jadi ingin membahas lagi, siapa tahu masih banyak yang berpikiran sama seperti mereka.

Oke.. Dari judul postingan kali ini saya akan menceritakan berdasar pengalaman melihat video dan komentar di internet. Ceritanya begini.. Pada suatu hari saya melihat sebuah acara dokumenter stasiun TV di Korea Selatan melalui youtube yang berjudul “Aku Menikah dengan Perempuan Muslim.” Yang dokumenter ini menceritakan tentang perjalanan hidup pria Korea yang menikahi perempuan muslim asal Uzbekistan.


Melihat topik video ini tentu saya tertarik untuk menonton.  Mungkin isinya memang agak-agak ‘lucu’ karena narator Koreanya yang terdengar begitu asing dengan muslim. Dia begitu heran karena seorang muslim dengan niatnya sholat di tengah-tengah bekerja, sholat di pagi buta, mencintai Tuhan dibanding suami dan berhijab, semua itu dianggap sangat aneh bagi mereka. Sedikit menertawakan dan seakan kayak berkomentar ‘sama agama kok gitu banget’. Tapi disamping itu, yang bikin sakit hati lagi adalah komentar-komentar netizen Korea di video tersebut. Karena saya bisa berbahasa Korea, jadi saya tahu artinya.. 
‘Kenapa ada orang-orang seperti itu tinggal di negara kita.’
‘Kalian jangan berkomentar banyak kalau tidak mau diserang seperti Paris.”
‘Kalau tidak mau menghargai budaya kita, jangan tinggal di negara kita’
‘Kami tidak mau ada muslim di Korea’
Dll. 
Benar-benar menyakitkan hati, saya tidak mau meneruskan membaca itu semua. Sebenarnya saya sering berbincang dengan orang Korea lewat sosial media maupun bertemu langsung. Entah memang bejonya saya atau gimana, setiap orang Korea itu tidak memandang sebelah tentang status saya sebagai muslim. Kebanyakan dari mereka open minded, selama kita hanya membicarakan hal lain yang tidak menyinggung urusan pribadi masing-masing.

But Qur'an have said....

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (Qur'an. 6:33)

Maka dari itu dengan membaca komentar itu saya sedikit kaget. Ternyata banyak juga orang Korea yang rude seperti itu. Tapi ya wajar sih.. mereka kan negara non-muslim yang asing dengan Islam dan otomatis mudah terpengaruh dengan berita-berita dunia seperti ini yang terus memojokkan muslim. Nggak heran..  

Sebenarnya bagaimana sih tanggapan mereka tentang Islam?
Melalui video itu saya memberanikan diri menuliskan komentar dalam Bahasa Korea, biar mereka menanggapi. Saya bertanya apa yang membuat mereka berpandangan seperti itu membuat saya sebagai muslim jadi takut masuk diantara mereka. Salah satu orang Korea menanggapi sangat panjang dengan isi kurang lebih..

‘Kami tidak suka dengan orang muslim yang memaksakan kepercayaan mereka pada orang lain dan  keluarganya serta tidak menghargai nilai budaya Korea. Kami akan terbuka pada orang luar negeri yang menghormati budaya kami, tapi tidak dengan orang yang tidak begitu.’

Saya tahu kenapa dia berkomentar seperti itu, karena di dalam video tersebut perempuan Uzbekistan itu memang meminta suaminya masuk Islam jika ingin menikah dengannya. Setelah suaminya masuk Islam, dia juga melarang suaminya minum bir, makan babi dan juga merokok. Bagi orang Islam itu wajar dan sepatutnya karena tiga hal itu memang buruk. Dia melarang hal itu pada suaminya tak lain demi kebaikan suami sendiri.


Tapi bagi orang Korea? Itu sebuah peraturan mengekang dan tidak masuk akal. Seperti sebuah pemaksaan yang mungkin bahkan bagi mereka melanggar hak asasi. Karena di Korea, acara pertemuan resmi maupun tidak bersama teman dan kerabat selalu ada setidaknya dua hal yaitu babi dan bir. Nah, begitu seorang Korea menjadi muslim itu seakan ia tak bisa apa-apa dan seperti kekurangan menikmati hidup. Padahal sama sekali tidak demikian.. 

Apa yang kemudian saya jelaskan dan saya jawab pada orang Korea tersebut akan saya tuliskan disini beserta penjabarannya yang lebih panjang.. 
Saya tidak tahu apa yang membuat orang beranggapan bahwa Islam itu memaksa. Ataukah mereka memang pernah dipaksa? 


‘Ayo! Kamu harus masuk agama Islam.’ Apa ada orang yang 'muslim sungguhan' mengatakan itu?
Yang biasa saya lihat, muslim itu biasanya hanya menjelaskan :
‘Agama saya seperti ini sehingga saya harus begini,'
'Kepercayaan kami seperti ini sehingga kami tidak boleh melakukan ini.'
'Maaf kami tidak bisa melakukan ini karena agama kami melarang’. 


Terdengar menjengkelkan bagi yang lain karena terlihat seperti tidak bisa sepenuhnya menikmati suasana, tapi muslim memang adalah orang-orang yang benar-benar berusaha melakukan dan menjalankan apa yang tertulis di kitab suci.  

Ataukah mereka paranoid dengan terorisme yang meneriakkan nama agama kita dan mengancam bom agar kalian masuk agama Islam? Apa kalian yakin mereka perwakilan dari orang muslim yang taat dan beragama? Apa kalian pikir  ada orang yang bisa percaya karena diancam bom? Apa kalian pikir begitu cara Islam membela dirinya agar terlihat menjadi yang terbaik?

Naaaahh... untuk kasus yang lebih sempit, yaitu kehidupan perempuan muslim dengan lelaki Korea di acara tadi. Perempuan ini dipandang memaksakan agamanya pada suaminya yang tadinya bukan muslim dan juga dianggap memaksa anaknya yang masih kecil untuk berhijab dan sholat sejak umur 9 tahun.  

Saya kurang tahu bagaimana di agama lain. Tapi, bukan rahasia kalau dalam Islam, muslim tidak boleh menikah dengan orang selain muslim. Muslim boleh menikah dengan orang beda ras, suku, budaya, negara, dll. Tapi tidak yang beda agama, perkara agama atau akidah tidak bisa diterjang. Alasan mengapanya saya sudah banyak menjelaskan sebelumnya. Sehingga kalau perempuan ini meminta pria Korea itu masuk Islam karena sang pria memintanya menikah maka itu hal yang wajar. 

Bagaimana jika lelaki itu tidak berkenan masuk Islam? Sepatutnya bagi muslimah itu adalah mengurungkan niat untuk menikah dengan lelaki itu. Meskipun akan menjadi kisah dramatik, tapi itu adalah langkah satu-satunya.. dan memaksa lelaki itu masuk Islam tanpa kehendaknya sendiripun bukan hal yang baik dan bijak.

 
Selain karena agama adalah privasi atau dia sudah punya keyakinan lain, sekalipun kita bisa menjelaskan tentang agama kita dengan penjelasan terbaik, jika hati orang tersebut sudah tertutup, maka dia tidak akan bisa menerima. Dan selanjutnya kita sendiri yang akan susah karena pasangan tidak mau komitmen dengan agama, sementara kita adalah orang yang menjalankan agama.

Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. (Qur’an. 10-11)

Lagipula wanita Uzbekistan itu juga sudah memberikan waktu untuk suaminya untuk menjauhi hal yang dilarang Islam, saya sama sekali tidak melihat ungkapan maupun tindakan otoriter. Orang yang baru saja masuk Islam memang tidak mungkin langsung punya iman tingkat tinggi. Selagi dia belajar dan paham, semua akan terjadi secara alami. Dia tak bisa lantas lancar sholat, kuat puasa dll. 
Sehingga saya juga bingung apa yang begitu membuat orang Korea itu jadi belingsatan.

Soal anak kecil yang sudah di ajarkan memakai hijab dan sholat, apalah yang salah dari seorang ibu yang mendidik anaknya sesuai dengan ajaran agama. Orang tua punya hak penuh untuk mengajarkan dan memberi pengertian apa yang dianutnya sebelum dia dewasa dan bisa menggunakan akalnya untuk menentukan hidupnya. 

Orang Korea mungkin hanya tidak punya kebiasaan mendidik anaknya secara ‘diktat’. Mereka mendidik anak-anak mereka asal dikenal dengan baik oleh orang lain. Sementara muslim punya tanggung jawab jauh lebih besar yaitu di depan Tuhan. Ada aturan-aturan yang mungkin di depan manusia tidak masalah, tapi Tuhan melarangnya karena Tuhan Maha Tahu. Semua larangan dimaksudkan agar manusia terhindar dari hal yang buruk dan merugikan dirinya sendiri.

Contohnya saja berzina di dalam rumah mungkin bagi sebagian orang yang tidak menjalankan agama Islam, asal tidak dilihat orang lain maka itu bukan masalah besar. Tapi untuk orang muslim, mau dilihat orang atau tidak, Tuhan selalu mengawasi sehingga kita bisa mengontrol diri menghindari keburukkan walaupun orang lain tidak melihat. 

Jadi tidak ada faedahnya buat kita sebagai orang muslim untuk memaksa orang masuk agama Islam hanya untuk tujuan-tujuan tertentu, kecuali dari keinginan mereka sendiri atau ketika penjelasan kita tentang Islam disambut dengan baik oleh mereka. 

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama Islam; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qur’an. 2:256)


Jelas ada ayat Qur’an seperti diatas.  Karena sudah jelas jalan yang benar dan tidak maka biarlah masing-masing pribadi menentukan pilihannya tanpa kita provokasi karena bisa akan berakhir tidak baik.


Seperti halnya Allah membebaskan manusia memilih beriman atau tidak. Itu berarti kita akan memilih tujuan kita sendiri. Jika kita memilih beriman maka kita memilih untuk kebaikan diri kita sendiri, jika kita memilih jalan yang tida baik, maka tidak baik pula kita kemudian. Semua tentu tidak lepas dari resiko dan pertanggung jawaban di kemudian hari, terutama hari akhir.

Sementara untuk orang non-muslim yang memanganggap Islam itu memaksa mereka. Tidak ada yang bisa mengubah hati orang kecuali kalian sendiri yang mengubahnya.
Saya menulis ini, bukan sepenuhnya untuk mencurhatkan pengalaman saya ‘debat’ dengan orang Korea. Tapi saya rasa banyak orang terutama non muslim yang beranggapan bahwa muslim itu memaksa orang untuk masuk agama Islam. Padahal...
Tidak.


Umat Islam memang berdakwah, mengenalkan dan mengajarkan ajaran Islam..
Tapi umat Islam TIDAK mengiming-imingi orang dengan sesuatu agar orang itu masuk agama Islam. 
Islam itu bukan MLM yang hanya meraup jumlah besar dengan pengaruh, memprospek dan menggunakan segala tipu muslihat agar orang kagum dan masuk Islam, Islam tidak pernah menggunakan cara-cara sales seperti itu.
Untuk apa hanya mengejar kuantitas tanpa kualitas.
Yang terpenting adalah prakteknya, Islam adalah agama yang harus berdasar pengetahuan dan praktek, juga menuntun kita komitmen serta tanggung jawab. Jika dari awal seseorang itu tak ada harapan untuk melakukan itu semua, lantas apa gunanya jika membuat dia masuk Islam dan hanya sekedar status?
Layaknya kita memaksa seseorang yang tidak mencintai kita untuk menikah dengan kita. Pasti kesehariannya jadi flat, garing bahkan derita dan tidak merasakan makna pernikahan sama sekali.


Salah satu contoh, Dr. Zakir Naik, yang berdakwah lintas negara kemana-mana, saat ada orang yang mengatakan padanya ingin mengucap syahadat masuk Islam, beliau lantas bertanya, "Apa ada yang menyuruhmu masuk Islam? Apa ada yang memaksamu?"


Ketika orang itu mengatakan bahwa tidak ada yang memaksakan dan itu memang hasil pemikirannya sendiri, baru Dr. Zakir Naik dengan senang hati mengIslamkannya.

Ada pula ustadz di tempat sepupuku. Saat itu ada laki-laki yang ingin masuk Islam karena ingin menikahi perempuan muslim, lantas sang ustadz bertanya, "Apa kamu yakin kamu melaksanakan ibadah? Dan tidak akan kembali ke agamamu lagi jika ada sesuatu terjadi antara kamu dan perempuan ini? Kalau kamu masih punya pikiran untuk kembali ke agamamu, sebenarnya hakikatnya kamu sudah nggak punya agama. Tolong kamu pikirkan dulu, tiga hari kembali lagi kesini."

Dari pada jadi mualaf palsu yang malah menusuk muslim dalam selimut seperti beberapa kasus di media, semua yang mau masuk Islam hendak diketahui kesungguhannya dan nantinya harus dibimbing.

Jika Islam adalah agama yang memaksa, maka tak perlu basa-basi semua guru itu akan segera mengIslamkan mereka dalam detik itu juga..

"Its not about preach hard but about reach heart"

Satu hal lagi.. 
Surga dan Neraka pun tidak dipaksa. 
Tuhan memberi pedoman, lalu menyerahkan pada manusia seutuhnya.. 
Mau mengikuti atau tidak.

Rejeki dan Jodoh sudah dijaminkan.
Tapi Surga dan Neraka kita memilih sendiri..

Sekian.. Maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan..
Semoga Allah memperbaiki saya.. 

Wassalam.. 

Label: ,

Islam dan Amerika

Assalamualaikum...
Bismillah...


Mendengar dua hal di atas, sebagian orang bisa langsung berasumsi bahwa mereka berdua adalah musuh bebuyutan. Yang satu anti dengan satu yang lain.
Islam membenci Amerika, dan Amerika membenci Islam.

Apakah benar begitu? Darimana asalnya.. 


Pernah ada seorang teman non muslim yang ingin memberikan suatu barang, lalu ia kemudian mengurungkan diri dan bilang, “Oh jangan, barang itu ada gambar bendera Amerikanya. Kamu kan benci dengan mereka.” Ada pula dia berkata, “Kamu pasti nggak mau kan makan di A&W karena A&W itu asalnya dari Amerika.”

Awal mendengar kata-kata itu saya memutar otak, wah ternyata di mata orang-orang non muslim itu cukup dikenal kalau orang Islam itu antipati dengan Amerika ya? Sebenarnya saya tidak se anti itu dengan Amerika, kalau memang negara itu nggak ada masalah dengan kami. Saya juga tidak mengagumi maupun terkesan dengan negara adidaya itu dari sisi apapun karena saya kurang tertarik dengan negara barat. 

Meski saya juga memang lebih baik tidak memakai barang yang bergambar bendera Amerika agar tidak dikira nge-fans sama negara itu.  Meski kemudian setelah banyak cari tahu saya juga jadi agak geram dengan kelakuan Amerika yang ternyata memperlakukan muslim tidak baik, dan kesewenang-wenangan lainnya. 

Ketidaksukaan muslim atau untuk bicara sempitnya ketidaksukaan saya pada Amerika adalah para pemerintahannya maupun penguasanya yang bertindak sungguh tidak berperikemanusiaan, khususnya pada muslim maupun negara-negara muslim. Sampai-sampai kami berusaha menjauhi produknya bukanlah hanya dengan alasan benci, tapi keuntungan dari penjualan produk mereka yang digunakan untuk biaya perang dan menghancurkan negara-negara seperti Palestina, Suriah dll. 



Lihatlah postingan sejenis itu sering saya lihat.  Saya bahkan tidak pernah mendengar kaum muslim rakyat biasa merencanakan hal sekeji itu pada orang beda agama maupun negara lain. Mungkin sebagian besar orang Amerika kejam pada Islam, meski mereka berhasil mengalihkan pandangan orang menjadi sebaliknya.  Kita patut saja membencinya, kita kemudian menjadi marah, dan ujungnya akhirnya kitalah menjadi pihak yang dianggap salah dan jahat.

Tapi diluar itu saya tahu, tidak semua orang Amerika punya pikiran seperti itu. Ketika saya bertemu orang Amerika, pernah di sekolah maupun tempat wisata, saya tidak serta merta akan memandang mereka seperti bagaimana penguasa mereka berlaku pada muslim. Sebagaimana kami tidak mau dipandang sebagai teroris  karena sekelompok orang jahat yang tidak kami kenal dan tidak paham agama kami tapi melakukan tindakan terorisme mengatasnamakan Islam. Jika mereka tidak memandang kami dengan angkuh, kami dengan suka hati menyambut mereka meski hanya dengan bicara sedikit dan senyum lebar karena masih takut dengan kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan. Hehe.

Setiap pribadi akan berbeda dengan lainnya.. Banyak orang muslim di Amerika, maupun orang Amerika yang masuk Islam.  Jadi bagaimana mungkin kita membenci semuanya??



Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qur’an. 5:8)

Sudah ada di Qur’an ya... kita nggak boleh berlaku nggak adil dan membabi buta saat membenci  suatu kaum. Kita nggak bisa ‘gebyah uyah’ hanya karena dia sebangsa dengan yang agak tidak kita sukai. Karena sangat mungkin jika orang tersebut sama sekali tidak terlibat dan berpikiran sebaliknya. Itu suatu ketidak adilan.

Meskipun baru-baru ini ada berita heboh mengenai Donald Trump yang berencana membuat aturan agar orang Islam di ban, dilarang masuk ke Amerika. Alasannya karena orang Islam banyak yang tidak suka Amerika atau karena alasan lainnya, bahkan orang muslim yang di Amerika pun diminta untuk memakai penanda bahwa mereka adalah muslim, jelas ini bentuk diskriminatif. 


Jujur saja, bukan rahasia kalau sebenarnya semua kejahatan yang mengatas namakan Islam hanya buatan mereka supaya mereka bisa berbuat sewenangnya pada orang muslim. Mereka memperlakukan buruk orang muslim dengan dalih muslim membahayakan mereka, muslim membenci mereka. Padahal..

Saya bicara jujur ya... kalau kalian pernah bertemu dengan orang yang iman Islamnya sudah tingkat tinggi, jangankan ngebom, melukai orang dengan perkataan, mengambil hak orang lain meski sedikit saja, membicarakan orang tanpa sepengetahuannya (istilah jawanya ‘ngerasai’) saja benar-benar nggak berani. Beneran. Saya banyak melihat muslim yang seperti itu. Karena Islam benar-benar mengajarkan akhlak secara detail, bab tentang akhlak itu luas sekali. Akhlak terhadap sesama, keluarga, saudara seiman, tetangga, teman, maupun orang non muslim semua ada adabnya.

Meskipun memang banyak yang mendukung rencana Donald Trump tersebut, banyak pula yang menentang saat saya melihat beberapa ocehan twitter beberapa orang Amerika.  Mereka menyayangkan dan merasa malu jika memang akan ada peraturan yang sangat diskrimatif terhadap agama seperti itu.

Kalau saya sih nggak ada kepentingan dan keinginan ke Amerika jadi nggak masalah. Hehe. Tapi bagaimana dengan orang yang sudah berkependudukan Amerika bahkan lahir disana. Tidakkah dia sakit hati karena ada peraturan seperti itu di negara dimana dia dibesarkan? Sekalipun Amerika tak bisa mengusir yang sudah disana, tidakkah dia merasa keberadaannya tidak diinginkan.

Salah satu muslim Amerika pun angkat bicara di akunnya : 



Terjemahan :
Dear Donald trump, Nama saya Marwa dan saya seorang Muslim. Saya dengar bahwa anda ingin kami untuk mulai memakai tanda pengenal, jadi saya putuskan untuk memilih satu untuk diri saya sendiri. Saya tidak mudah dikenal sebagai seorang Muslim jika hanya melihat dari penampilan saya, jadi tanpa pengenal baru saya akan membuat saya terlihat secara bangga tentang siapa saya.. Saya memilih tanda damai karena ini mewakilkan Islam yang mengajarkan kami untuk menentang ketidak adilan dan menginginkan persatuan. Satu-satunya yang mengajarkanku bahwa membunuh satu orang tak bersalah setara dengan membunuh seluruh manusia. Aku mendengar anda ingin melacak kami dengan mudah. Hebat! Anda bisa datang denganku di kegiatan Sadar Kanker di sekolah menengah lokal, atau anda bisa mengikutiku untuk bekerja dimana pekerjaan ini adalah untuk menciptakan kebahagiaan. Anda juga bisa melihat bagaimana Masjid di tempatku membuat sandwich untuk orang-orang tunawisma dan makan malam pemimpin antar agama dimana semua orang dipersilahkan hadir. Mungkin anda akan melihat bawa aku sebagai muslim tidak membuatku kurang sebagai warga Amerika seperti anda. Mungkin jika anda berjalan di langkah kakiku, anda bisa melihat bahwa saya bukan manusia yang kekurangan sesuatu apapun dibanding anda. Salamualaikum.

***

Opini singkat oleh beberapa orang muslim yang warga negara Amerika inipun juga sangat menjelaskan bahwa kita adalah pihak yang sebenarnya tersakiti. Kita dihantui ketakutan akan orang lain yang mensumpah serapahi kita tanpa kita berbuat apapun pada mereka. Jika memang muslim benar-benar mengajarkan kekerasan seperti yang mereka opinikan, saya yakin tidak seperti ini ekspresi mereka.




Dan yang terakhir, berikut adalah opini dari Muhammad Ali, seorang mantan petinju Amerika terkenal yang memutuskan masuk Islam sejak tahun 1975.

"Saya adalah muslim, dan tidak ada dalam Islam tentang pembunuhan orang tak bersalah seperti di Paris, San Bernardino atau di tempat lain manapun di dunia. Muslim yang sesungguhnya tahu bahwa kekerasan yang keji yang mereka sebut sebagai Jihad Islam adalah berlawanan dengan ajaran yang sebenarnya dalam agama kami. 

Kami sebagai muslim harus tegas pada siapa yang menggunakan Islam untuk melanjutkan agenda pribadi mereka. Mereka menyelentang jauh dari ajaran Islam. Muslim yang sebenarnya tahu atau harus tahu bahwa ini berlawanan dengan agama kami untuk mencoba dan memaksakan Islam pada siapapun. 

Berbicara sebagai seseorang yang tidak pernah tergugat pada kebenaran politik. Aku percaya bahwa pemimpin politik kita harus menggunakan posisi mereka untuk membawa pada pengertian tentang Islam dan mengklarifikasi bahwa pembunuh yang salah ini telah menyesatkan pandang orang tentang Islam yang sebenarnya."

Sesuai dengan perkataan Nabi, bahwa akan ada jaman dimana Islam harus menerima fitnah yang sangat besar, sangat tidak diragukan bahwa saat ini adalah jaman itu. Mungkin akan saya bahas selanjutnya mengenai jaman fitnah :)

Saya berandai, jika saja orang muslim yang melakukan itu. Melarang orang Amerika atau orang Kristen (mungkin agama Donald) untuk masuk Indonesia, dengan alasan agar orang muslim tidak terpengaruh propaganda mereka. Apa yang akan terjadi? Pasti semua akan mengecam Islam mati-matian. 

Sebenarnya yang diteror adalah kita. Sebenarnya yang takut pergi kemana-mana adalah kita. Sungguh pintar taktik mereka membuat sedemikian rupa agar Islam lah yang terlihat jahat, padahal sebenarnya muslim lah yang paling sedih dan sakit hati saat ini. 

Dunia ini sudah punya double standart yang nggak asing lagi. Yang jelas umat Islam jangan sampai membalas perlakuan mereka sama seperti yang mereka lakukan pada kita. Karena kita nggak akan ada bedanya. Kita tahu pelaku teroris bukanlah orang yang berkelakuan sesuai ajaran agama kita. Kita yang tahu benar seperti apa agama kita.  Bahkan jika semua dunia mengeroyok kita, satu hal yang tetap harus kita pertahankan adalah..

Iman..

Itu saja yang ingin saya bahas, maaf jika ada yang kurang berkenan. 

Wassalam. 

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art