Tampilkan postingan dengan label Edukasi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi Islam. Tampilkan semua postingan
Label: ,

Hijab Pria & Hijab Wanita

Assalamualaikum..

Hidup itu ibaratnya harus simbiosis mutualisme teman..
Saling membantu, saling menguntungkan..

Satu berjuang, satunya juga harus berjuang.
Satu mendapat manfaat, satunya pun harus mendapat manfaat.
Tentu saja termasuk perkara akidah. Utamanya kita sesama umat muslim yang mempunyai dasar ajaran akhlak yang sama.

Kali ini perkara Hijab nih..


"Jika seorang perempuan lewat di depanmu, tundukkan pandangmu sampai dia berlalu." Nabi Muhammad
Memang perempuan saja yang berhijab?
Tidak lohhh...

Seperti gambar diatas. Inilah contoh benar kedua belah pihak menerapkan hukum hijab.
Memang hijab laki-laki bukan dengan pakai kerudung juga lohhh... Lalu apa?


Hijab adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti penghalang. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata "hijab" lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim

Sesuai artinya yaitu penghalang, yaitu ibarat lainnya yaitu seperti benteng kita untuk menjaga diri, pandangan, dll. 
Sang perempuan menutup aurat, dan sang laki-laki menundukkan pandangannya. 

Kenapa begitu?

Waspadalah dengan dunia, begitu pula dengan godaan wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya adalah karena sebab godaan wanita.” (HR. Muslim no. 2742).

“Tidak ada sepeninggalku godaan yang lebih besar bagi kaum laki-laki kecuali wanita.” (HR. Bukhori)

Wanita itu memang diciptakan 'cantik', badannya, rambutnya, dll.
Tapi Allah menghendaki muslimah untuk memperlihatkan kecantikannya yang berharga itu untuk yang berhak saja. Seperti keluarga atau suaminya saja. 



Godaan wanita itu bisa berbahaya bagi laki-laki juga bagi perempuan itu sendiri. Ya kan?

Sang laki-laki bisa berangan-angan, membayang-bayangkan. Widiiiih nggak mau banget kan. 
Sembarang lelaki bisa menikmati 'pemandangan gratis' yang bisa dia ingat sampai kapanpun. 
Dan bahayanya dia bisa melampiaskan itu pada orang lain. 

Kenyataan 1. Seseorang bilang nih. Kalau cewek melihat cowok ganteng, dia mungkin hanya mengingat sekilas saja, atau bahkan kalau membayangkan dia hanya membayang sosok dan wajahnya saja. Tapi kalau pria membayangkan seorang perempuan, semua tergambar dan dibayangkan secara 3D bahkan 4D secara detail..
Weleeeeeh.. serem banget.

Kenyataan 2. Kalau seorang pria tergoda dengan dirimu tapi dia lampiaskan pada orang lain, kemungkinan besar kamu menanggung dosanya. Hmm.. gak mau banget kan?

Jadi lebih baik kalau kita menghindarkan diri dari pandangan yang haram daripada jadi fitnah dan dosa. Biarkan seseorang menghargai dan berinteraksi dengan kita hanya dengan mengetahui sifat dan akhlak kita. Yang lain tidak perlu tahu... 

Kalau memang ada cowok yang memang menundukkan pandangannya saat bertemu perempuan alias nggak curi-curi pandang itu SubhanAllah keren sekali ya...Salut akhi bro..


Sekian, kalau ada kesalahan dari saya mohon maafkan dan doakan agar saya mendapat petunjuk yang lebih benar.
Ayo kita sama-sama jadi baik, InsyaAllah

Wassalam..

Label:

Arti Pernikahan dalam Islam, Pembicaraan muslimah muda dan di mata non muslim..



Assalamualaikum.. 


Hai.. Saya menyempatkan menulis di blog saya lagi.. Kali ini dari sedikit cerita dari keseharian saya yang menurut saya bisa disimpan dalam tulisan dan dibagikan pada teman-teman hehehe.

Karena saya bekerja di luar kota, saya tinggal di kost putri. Menyenangkan, bertemu teman-teman perempuan yang baik hati dan sangat akrab. Sering kami menghabiskan waktu mengobrol bersama di sela waktu malam selepas pulang kerja. 

Kami bercerita semua hal. Mulai dari kegiatan di tempat kerja, dan yang paling sering adalah sharing mengenai pengalaman hidup masing-masing. Biasanya kami  suka membahas sambil masing-masing mengambil pelajaran, juga saling memberi saran dan nasehat.

Beberapa malam ini kami tertuju pada topik tentang menikah. Kami paling muda berusia 24 tahun dan paling tua 26 tahun, bisa dibilang agak sebaya, tidak beda jauh usianya, dan sayang sekali baru satu yang sudah menikah. 

Pembicaraan ini sama sekali tidak tabu untuk dibahas mengingat usia kami juga tidak remaja. Kami cukup umur untuk menikah. Beberapa diantara kami yang belum menikah memang terkadang mengeluhkan tentang belum menikahnya diri masing-masing, dan seperti saling menginterograsi kenapa hingga saat ini belum ada rencana kearah sana dalam waktu dekat, dan tentu kami punya alasan masing-masing. Garis besarnya karena belum ada calonnya hingga belum siap mental. 

Setiap membahas pernikahan, tentu materi tentang agama pasti terbawa, dan satu teman kami non-muslim kami tetap ikut menyimak dan kadang terlibat dalam keributan kami membahas aspek-aspek pernikahan. Hehehe. 

Pembicaraan kami yang menghabiskan waktu berjam-jam mengalir begitu saja, tentu saya juga ikut menikmati pembahasaan ini karena meski saya masih kabur mengenai rencana pernikahan, tapi saya jadi punya pembelajaran baru dari pengalaman dan pandangan mereka. 

Hingga akhirnya pembahasan jatuh ke hubungan beda agama yang pernah dialami beberapa orang disini. Perkara yang sensitif, tapi karena memang dasarnya kami orang-orang yang lumayan saling terbuka, jadi ya nggak kagok juga membicarakannya. Tenang ini bukan sepenuh membahas beda agama kok, tapi topik ini lah yang memancing kami pada akhirnya untuk menjelaskan apa sebenarnya makna pernikahan dalam Islam meski dengan ilmu kami yang masih meraba-raba.

"Ada nih yang tiba-tiba pindah ke agama Islam gara-gara suka sama aku tapi aku amati kok ibadahnya nggak keliatan, nggak benar-benar niat menjalani, ya... aku nggak berani lah. Di depan beberapa orang dia juga masih takut ngaku kalau dia udah muslim, malah dia masih jawab kalau dia beragama agamanya yang dulu. Waaahh.. aku mundur deh, daripada kena tipu mualaf palsu kayak artis itu.." kisah salah satu teman yang suka sekali blak-blakkan menceritakan kisah hidupnya. 

Adapula yang akhirnya kepancing dan mengaku kalau pernah menjalani kisah dengan orang beda agama.  "Hmm.. Kalau aku no hope laaah.. Boro-boro dah dia masuk Islam." ujarnya cuek.

"Emang agama dia apa?" teman non muslim kami bertanya tentang si 'boro-boro', dan si boro-boro bukan dari agama dia. "Oh... kalau agama itu kayaknya gampang di pengaruhi. hehehe."

Wajah mantan boro-boro BT, banyak yang berkata demikian "Hmm.. Bukan masalah pengaruhi atau nggak ya... Bukan juga masalah keluarga atau apa.. Tapi dari dia sendiri, kalau toh dia mau masuk Islam, sanggup nggak puasa sebulan, sholat 5 waktu, jujur aja kalau soal itu aku agak ragu. Kalau dari awal orang masuk Islamnya cuma biar bisa nikah sama muslimah, dan nggak ada niat menjalani hukum agama.. Bisa jadi proyek panjang. Ada cinta itu penting tapi kita menikah cari imam juga sih.."

"Bagus juga ya... Kamu untuk nikah mikirnya kayak gitu ya?" respon si non-muslim. "Berarti kamu nggak mau ya nikah sama orang beda agama."

"Ya kalau awalnya beda lalu dia dah jadi muslim ya nggak apa-apa lah.. hehe. Tapi kan namanya agama nggak boleh dipaksa, iman itu dari hati masing-masing. Kalau tetap beda ya udah nggak lah.. tunggu yang seagama aja, hidup jangan dibuat drama banget." 

"Lha kalau misal nikah tapi menjalani agama masing-masing gitu nggak boleh kah?"

"Maksudnya misal satu tetap kristen, satu tetap Islam tapi udah menikah gitu?"

Si non muslim mengiyakan.

"Ya nggak boleh.. Haram itu diagama Islam." 

"Oh ya? Kakak iparku loh orang Islam, dan tetap muslim sekarang. Kakakku juga tetap di agamaku. Mereka nikah secara agamaku juga secara Islam."

Aku sedikit menelan ludah mendengar ada muslim yang menjalankan hal seperti ini, waduuuuhh...
"Kalau ada orang yang mengijinkan hal seperti aku kurang tahu gimana bisa, tapi kalau dalam agama jelas-jelas dilarang." 

Si non-muslim rasanya sedikit tertohok, "Hmm..Kenapa sih kok kayak gitu? Hmm.. apa sih jeleknya nikah sama kita yang beda agama sama kalian."

Kami yang muslim langsung saling memandang.  Kami mengisyaratkan bahwa memang tidak mudah menjelaskan perkara ini pada non-muslim, tapi kita tidak bisa tidak menuntaskan ini dan membiarkan pernyataan ini menggantung. Takutnya teman kami yang non muslim ini jadi salah paham dan salah tangkap bahwa kami seakan enggan dengan mereka bahkan dalam segala hal. 

Okay, saya dan teman-teman mulai bergantian mencoba menjelaskan dengan hati-hati.
Begini penjelasan para muslimah yang teknik penjelasan dakwahnya masih karbitan, mohon maklum dan minta di doakan agar bisa lebih ma'ruf dalam menyampaikan ilmu.  


"Dalam Islam, pernikahan itu separuh agama. Separuh itu banyak loh. Kenapa separuh agama? Karena dalam pernikahan itu nilai ibadahnya banyak sekali.  Perjuangan dan hal baik sekecil apapun yang dilakukan dalam pernikahan itu berpahala dan dinilai ibadah. Kenapa lagi separuh, sebenarnya jujur aja, pernikahan itu sulit kan? Dua kepala yang meskipun mengakui saling mencintai pasti dalam kenyataannya tetap saja berbeda. Mempertahankan dalam komitmen dan tetap menjalankan kewajiban dalam keadaan apapun."

"Satu hal lagi. Tujuan pernikahan dalam Islam bukan hanya sekedar mempersatukan dua orang yang saling mencintai di dunia ini hingga bisa menghalalkan segala cara untuk bersama. Tapi kita punya tujuan yang lebih mulia. Kita ini sama-sama punya cita-cita 'meraih' ridho Tuhan, kayak fight melakukan kebaikan bersama, kebaikan segala aspek dihadapan Tuhan seperti ibadah maupun di depan manusia, semua tujuannya ya supaya Tuhan mengijinkan kita bersama lagi di surga karena dunia ini terlalu singkat untuk bersama."

"Laki-laki dan perempuan juga diciptakan dalam fitrah yang berbeda begitu pula dihadapan pasangan. Saling mengisi dengan kewajiban masing-masing. Kenapa laki-laki butuh perempuan yang baik dan beriman. Karena dia ini tugasnya pemimpin keluarga, dalam Islam laki-laki itu memang pemimpin tapi pantang otoriter, lebih kayak sahabat, dia harus mengayomi istri dan anak-anaknya. Selain juga memilih wanita juga untuk sosok yang mendidik anak-anaknya, laki-laki juga berkewajiban mendidik perempuan. Misal laki-laki tidak menjalankan kewajibannya dan ada yang salah dengan tingkah laku istrinya maka dia akan 'kena' imbasnya juga dihadapan Tuhan. Kalau perempuan itu sudah baik dan beriman, suaminya juga yang untung.
Begitu juga perempuan, dia butuh imam untuk mendidiknya lebih baik. Nah, kalau dia melalaikan kewajiban dia, dia pun akan kena imbasnya. Perempuan itu harus taat suami karena suami ini tanggungannya lebih berat dan istilahnya perempuan itu disediakan banyak hal sama sang suami. Jadi dalam Islam suami istri itu seperti kerja sama demi satu tujuan.. Saling mendukung dan membantu. Masing-masing punya bagian sendiri juga."

"Kalau nggak ada hukum pernikahan seperti itu. Ya pasti banyak suami yang seenaknya sendiri sama istri, kasar dan menelantarkan istrinya. Bahkan dalam Islam, laki-laki yang baik adalah yang paling baik pada istrinya, terkadang Nabi kita, Nabi Muhammad membantu pekerjaan rumah loh karena kata beliau istri itu bukan pembantu. Suami juga nggak bisa nggak peduli sama istri dan membiarkan dia dalam keburukan karena istri itu tanggung jawab dia. 
Juga nggak bakal ada ceritanya istri yang mau enaknya doank bahkan terus melawan suami. Dia tahu kewajiban taat sama suaminya (dalam perkara baik) itu ibadah.

"Lha.. kalau beda agama. Aku menjalankan apa yang Islam ajarkan sementara dia tidak. Gimana bisa tekad itu jadi satu, karena banyak juga kerjasama dalam pernikahan itu erat kaitannya dengan perkara ibadah. Kalau beda agama, jelas-jelas cara ibadah dan tujuan kita berbeda. "

Ini semua benar-benar kami jelaskan loooh... Malah sebenarnya jauh lebih panjang, tapi saya tidak mengingat semua.
Panjang lebar, hingga kami memastikan bahwa teman kami itu paham dengan pemahaman Islam karena dia sedikit melejitkan senyum dan beberapa kali mengatakan.

"Wah... ternyata makna pernikahan dalam Islam sedalam itu ya.."

Sekali lagi dia mengatakan.

"Indah banget arti pernikahan dalam Islam."

Kami bernafas lega dan mengucap hamdalah sambil berdoa Ya Allah berilah kami pernikahan seindah maknanya dalam Islam. Aamiin..

Hehe

Wassalam.

Label:

Fitrah hidup Laki-laki VS Perempuan

Assalamualaikum..

I'm not own this picture :)
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan jenis perempuan” (Q.S. Al Hujurat : 13).
Vs? Versus? Bukan dalam artian mau bertanding, jotos-jotosan atau bagus-bagusan, hehe. Tapi dalam pembahasanan ini kita akan membahas dalam konteks 'justice' atau keadilan. Secara hukum? Undang-undang? Nope. Tapi berdasarkan hukum Tuhan yang telah menciptakan kita beserta fitrah kehidupan yang seharusnya dijalankan dengan baik. Siapa yang lebih mengetahui tentang diri kita?? Of Course our Creator.. The Only, The Almighty Allah SWT :)

Saya biasa menuliskan suatu topik pada blog ini biasanya karena melihat suatu kenyataan dan merasa perlu adanya pembahasan dan pemahaman oleh beberapa orang. Selalu saya tegaskan, saya tidak dalam posisi pantas untuk menggurui, tapi lebih ke mengajak berpikir sebagai orang yang belajar. Karena banyaknya melihat ketimpangan mengenai hal itu, kemudian saya belajar dari beberapa sumber yang Insya Allah shahih dan ingin menyampaikan pada siapapun yang membaca karena saya cinta kalian semua.. hihi. Biar sama-sama paham dan tidak salah mengerti dan menghakimi kehidupan. hehe

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (Qur'an. 4:34)
Sering dengar nih kata-kata orang begini, "Enak ya jadi cewek.. begini begitu."
Satu sisi pun banyak pula yang berkata, "Enakan jadi cowok ya.. begini begitu."

Banyak juga seruan para aktivis yang memperjuangkan kesetaran gender, yang ngga ketinggalan untuk mengkritisi ajaran-ajaran Islam yang dianggap nggak pro perempuan. Okelah, Sebagai seorang muslimah, wanitanya Islam yang dianggap orang diluar sana mendapatkan ketidak adilan, saya mencoba korek-korek cari pencerahan yukkk ~

Mau disetarakan bagaimana sis? Secara ilmiah saja, menurut penuturan ilmuwan yang tidak bawa-bawa nama agama, secara singkatnya itu mereka bilang kalau laki-laki dan perempuan itu kesamaannya hanya 'sama-sama manusia'.


Secara psikis, psikologi, kemampuan retina mata melihat, sudut pandangnya, cara berpikir, tenaga dll.. Berbeda. Men are from Mars, Women are from Venus. Mereka sampai memberi judul buku mereka seperti itu.

Jadi jangan heran juga kalau Allah SWT menurunkan fitrah, kewajiban dan keistimewaan yang berbeda-beda namun sebenarnya setara. Tidak perlu iri-irian. Allah SWT menurunkan hukumnya beserta fitrah tetap  yang sudah diciptakan begitu.

PEMBAHASAN :

1. Beratnya perintah wanita menutup aurat kecuali wajah dan tangan, Pria hanya dari pusar sampai lutut?

Kisah yang saya alami sendiri nih. Bukan sepenuhnya mau membahas mengenai aurat, tapi lebih ke kewajiban masing-masing kepada Tuhannya. Tadinya kan saya nggak berhijab, dan berhijab 2 tahun lalu dengan berbagai reaksi dari orang sekitar. Satu teman laki-laki yang rada nggak disaring kalo ngomong mengomentari :

Mr. X : "Hahaha.. ribet ya jadi cewek. Kudu menutup aurat gitu. Pakai baju panjang dan longgar.. Susah banget. Untung nggak jadi cewek."

Aku : (Keringet gede)

Yakin banget sih dia lebih ringan kewajibannya dari perempuan. Ciyuuss?? Kewajiban perempuan apasih??

Ya... sesuai dengan gambar. Kewajiban wanita dia yang harus dia ketahui adalah Sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, menjaga kehormatan (taat suaminya)

Sulit kah? Tidak sulit jika kita mampu mengendalikan hawa nafsu.

Tidak sulit, tapi banyak yang tidak melakukan. Sholat masih bolong-bolong, puasa banyak hutang tak terbayarkan, dan masih banyak yang tidak menutup aurat. Dibanding pekerjaan duniawi, sebenarnya tidak susah. Semua biasa dikorbankan sholat alasan sibuk dengan pekerjaan, nggak kuat puasa dengan alasan pekerjaan yang berat, dan nggak mau menutup aurat dengan alasan susah cari pekerjaan. Semua karena urusan dunia yang lebih memberatkan.

Lalu.. bagaimana dengan kewajiban laki-laki. Taukah engkauu??

a. Laki-laki itu pemimpin perempuan. 
Menjadi pemimpin bukan perkara mudah, pemimpin dengan segala sesuatu yang akan dipertanggung jawabkan kelak. Lalu tahukah bahwa dia memimpin 4 wanita sekaligus? Ibunya, Istrinya, Saudara kandung perempuannya, dan anak perempuannya.

Memimpin bagaimana?
Mendidiknya, membimbingnya, dan menyuruhnya pada perkara baik. Tahukah jika seorang wanita bersalah di akhirat kelak.. Ayahnya, suaminya, saudara perempuan dan anak perempuannya lah yang ikut ditanya. Kira-kira yang ditanya : Apa kau sudah mendidiknya dengan baik, kenapa dia bisa sangat bersalah, kenapa dia tidak menutup auratnya, kenapa kau biarkan dia berlaku seperti itu.. dll.

Keempat perempuan itupun bisa menjadi penyebab terseretnya lelaki itu ke neraka. Berat bukan?
Kenapa begitu? Kenapa dosa orang lain dibebankan pada keluarganya?
Sebenarnya bukan membebankan dosa perempuan pada lelaki itu, tapi laki-laki punya kewajiban untuk mendidiknya, sebagaimana perempuan mempunyai kewajiban tersendiri juga. 
Akal perempuan setengah dari akal laki-laki, karena perempuan punya masa 'libur' dalam beribadah. Maka dari itu tugas laki-laki lah yang mendidiknya.

Seorang guru bercerita. Ibaratnya, laki-laki yang berijab kabul dan mengatakan, "Saya terima nikahnya.." Itu bak berbicara, "Maka aku tanggung dosa-dosanya si calon istri dari ayahnya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dengan calon istri, aku tanggung.."
Maka dari itulah, tugas dan kewajiban laki-laki sebenarnya cukup berat.

Lalu bagaimana jika wanita itu sudah dididik dan diperingatkan lelaki namun tetap berperingai buruk?
Maka kala itu sudah gugur tugas laki-laki karena telah mendidik, dan urusan tidak dipatuhi maka  kesalahan ditanggung sendiri oleh wanita itu yang tidak mau taat.
Intinya, harus mendidik! Dia patuh syukur Alhamdulillah, kalau tidak ya resiko ditanggung sendiri.

Maka dari itu, ada hadits berbicara :


Wanita dinikah karena 4 hal : kecantikannya, hartanya, keturunannya dan karena agamanya. 
Pilihlah yang mempunyai/berpegang teguh dengan agamanya, niscaya engkau beruntung (selamat).
(HR. Bukhari & Muslim)







Kenapa lelaki yang menikahi perempuan tegus agamanya akan beruntung? Karena Insya Allah mereka sudah mengetahui ilmunya dan keutamaan menjadi istri dan ibu yang baik.  Dia mengerti posisinya sebagai pelengkap agama suami, menghormati suami, menghargainya bagaimanapun keadaannya dan penyemangat kesuksesan suami. Dia akan rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang berat dibanding keegoisannya menjadi wanita karier yang tidak punya waktu. dll.. Karena dalam Islam ada tuntunan seperti itu yang membawa surga sehingga mereka ridho melakukannya, seperti misal 
Menjaga amanah suami.
- Kaum wanita (para istri) wajib menjaga kehormatan dirinya, ia tidak dibenarkan menjalin “keakraban” dengan laki-laki lain. 
- Menjaga penampilan agar tetap menarik di depan suami saja.
Menghargai kelebihan dan menerima kekurangan suami. dll

b. Laki-laki wajib memberi nafkah

Cewek nggak bekerja? Nggak masalah.  Meski termasuk saya juga ingin mandiri secara finansial.  Bekerja juga nggak masalah selama tidak melanggar norma agama dll. Tapi itu bukan keutamaan dan kewajiban perempuan.  Karena itu adalah tugas laki-laki.  Wajib! Memberi nafkah pada keluarganya bagi seorang lelaki adalah kewajiban sekaligus harga dirinya. Nafkahnya juga menjadi sedekah dan juga jihad. 

Suami wajib memberikan nafkah pada istri, tapi istri tidak. Walaupun begitu istri boleh membantu. Haram bagi suami bertanya pendapatan istri, lebih-lebih lagi menggunakan pendapatan isteri tanpa izin. Mempunyai pekerjaan menjadi keharusan, bekerja menjadi kewajiban, dan itu juga bukan perkara yang mudah.  Menguras tenaga dan pikiran, tapi itu sudah difitrahkan padanya. 

Dan lainnya saya akan tambahkan jika dapat ilmu lagi. Hehehe.

Masalah aurat..
Tentu saja secara fitrah sudah berbeda.  Apa kita juga menghendaki mereka berjilbab dengan kita? Wanita itu sangat menarik. Bagaimanapun rupa dan bentuknya (jiah), wanita itu menggoda. Iya nggak? Kalau nggak dijaga, maka bisa jadi fitnah, godaan dan berbahaya bagi dirinya sendiri.  

Menutupi aurat itu sangat berguna untuknya.  Menjaga kecantikannya tidak dinikmati sembarang mata, menjaga kehormatan, menghidar godaan yang membahayakan, serta menjaga laki-laki dari melihat yang bukan haknya dan membayangkan yang tidak-tidak.

2. Kenapa warisan perempuan lebih sedikit dari laki-laki?

Jika laki-laki mendapatkan satu bagian, maka perempuan mendapatkan setengahnya. 
Ini juga dianggap ketidak adilan oleh beberapa orang termasuk orang-orang non-muslim.  Tapi pada kenyataannya, kenapa Allah menurunkan hukum seperti ini adalah karena :
Laki-laki dibebankan sebagai penghidup keluarga sehingga penggunaan warisan ini seharusnya termasuk untuk membiayai/ menghidupi keluarganya sementara perempuan digunakan sendiri dan suaminya tidak boleh ikut campur jika tidak di kehendaki.

Padahal, di salah satu kepercayaan kaum ras yang banyak disini saya mengetahui.  Bahwa kaum perempuan sama sekali tidak diberi warisan dan hanya untuk laki-laki.  Kenapa itu tidak dikritisi juga? Bukankah itu lebih kejam?? (_ _'')

***

Pada dasarnya, tugas dan kewajiban masing-masing antara laki-laki dan perempuan berbeda. 
Laki-laki yang mencari nafkah dan mendidik anak istri. 
Perempuan yang merasakan sakit melahirkan, menaati suami. 

Kadang perempuan tidak akan sanggup bekerja banting tulang sepanjang masanya untuk membiayai keluarga. Jika bisa, pasti masalah rumah banyak yang terbengkalai. Karena itu bukan tugas perempuan.

Begitupula laki-laki yang tidak akan sanggup jika seandainya menahan sakitnya melahirkan dan mengurusi perkara rumah tangga.  Karena ini juga bukan tugasnya. 

Islam jelas menyebutkan masing-masing keistimewaan laki-laki dan perempuan serta menjamin haknya.
Apa yang seharusnya di dapat suami dari istrinya, pun sebaliknya apa yang seharusnya di dapat istri dari suaminya. Bagaimana seharusnya suami memuliakan istrinya, dan bagaimana seharusnya istri memuliakan suaminya. 

Dan yang terpenting, bagaimana mereka menyadari bahwa kebersamaan mereka bisa terus sampai di surganya. Bagaimana mereka menjalani pernikahan demi meraih surgaNya, bukan dengan ego masing-masing.  Semua Islam menjelaskan, dan tentu indah jika memang masing-masing ridho melaksanakan tugasnya dengan baik, karena pada intinya mereka punya kedudukan yang sama jika mereka sama-sama beriman.
“Barangsiapa yang beramal shaleh baik laki-laki maupun wanita dan ia seorang mu’min,maka Kami pasti memberi pahala dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan”.(Q.S. An Nahl : 97).

Sementara itu dulu ya.. nanti kalau ada materi atau ilmu yang teringat akan di share kembali.
Mohon maaf atas pembahasan yang kurang ahli dan awam, karena saya masih harus banyak belajar. Semoga ada manfaat, dan jika ada kekhilafan semoga Allah mengampuni..

Wassalam..

Label:

LIFESTYLE WANITA MUSLIMAH (Meluruskan Gaya Hidup Semu)

Saat ini banyak lelaki yang mengatakan betapa susahnya mencari pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria syariat. Apalagi di kota-kota besar di mana pergaulan anak-anak perempuan begitu bebas. Belum lagi pengaruh budaya impor dari Barat yang masuk melalui telivisi yang kemudian ditiru menjadi gaya hidup. Zaman sekarang, untuk mencari pasangan memang harus hati-hati.

Laki-laki bila ditanya kriteria apa yang diinginkan untuk calon istrinya, yang pertama dijawab pasti wanita yang keibuan. Artinya wanita itu punya sifat lembut, penuh kasih sayang, cinta kepada anak kecil dan punya sifat perhatian.

Nah, kenyataannya pada masa sekarang, telah jarang wanita punya sifat keibuan. Yang jadi fenomena saat ini adalah para wanita muda senang hura-hura, mengidolakan artis-artis sinetron yang jelas-jelas punya prilaku bebas, matre/ materialistis (cinta harta), malas dan boros. Dan yang lebih parah lagi yaitu mereka tidak mengerti agama.

Kepada Allah ia jauh, sedang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka tidak kenal. Dengan orang tua tak ada hormatnya, bahkan senang menghujat orang tua temannya (yang maksudnya mungkin baginya hanya saling canda, tetapi karena panduannya sinetron maka candanya itu mengumpat orang tua temannya). Padahal itu termasuk dosa besar. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ

Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Di antara dosa besar adalah seorang laki-laki mencela kedua orang tuanya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, ‘Apakah (mungkin) seorang laki-laki mencela orang tuanya? ‘ Beliau menjawab: “Ya. Dia mencela bapak seseorang lalu orang tersebut (membalas) mencela bapaknya, lalu dia mencela ibunya, lalu orang tersebut (membalas) mencela ibunya.” (Hadits muttafaq ‘alaih, disepakati shahihnya oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Dan satu lagi fenomena rusaknya wanita muda sekarang, yaitu sangat percaya diri yang sangat kuat dan dihinggapi pula apa yang disebut narsis [1]sehingga mengakibatkan hilangnya rasa tawadhu’, apalagi rasa takut kepada Allah, itu hal yang tak mereka fikirkan.

Dikhabarkan, semakin mendekati qiyamat, jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki. Dalam kenyataan, meskipun wanita itu banyak, tetapi laki-laki tetap susah untuk memilih wanita sebagai pendamping hidupnya. Lain hal dengan laki-laki yang asal pilih. Asal senang sama senang sudah jadi. Yang begini tentu saja akan mudah didapat.

Ketika si wanita telah menjadi istri, ia tidak paham bagaimana mendekatkan diri kepada Allah. Ia tidak tahu kewajiban untuk beribadah kepada Robb nya, karena selama menjadi remaja, ia hanya hura-hura. Ia pun tidak paham bagaimana bakti kepada suami. Karena selama ramaja panduan pendidikannya adalah artis-artis sinetron, yang diantaranya mengajarkan seorang istri melawan suami, seorang istri tidak tunduk kepada suami, dan digambarkan bagaimana cara menentang suami agar suami takut dengan istri.

Fenomena rusaknya wanita masa kini yang jauh dari kriteria wanita yang keibuan telah merasuki hampir seluruh wanita-wanita muda yang akan menjadi ibu rumah tangga. Padahal untuk memasuki dunia rumah tangga ada kewajiban yang besar yang mau tidak mau harus diikuti yaitu bakti kepada suami.

Hidup adalah untuk ibadah kepada sang pencipta, Allah. Salah satu ibadah seorang istri yakni mematuhi aturan Allah dan Rasul-Nya adalah berbakti kepada suami.

Janganlah diikuti fenomena yang sekarang sedang melanda para wanita.


Ikuti apa yang telah diajarkan agama. Karena biar bagaimanpun wanita dituntut untuk punya sifat keibuan dalam perannya sebagai istri. Wanita dituntut untuk taat kepada Allah dan bakti kepada suaminya.

Bila perannya sebagai istri tetapi prilakunya masih mengikuti fenomena yang melanda para wanita muda masa kini, prilakunya mengikuti sinetron-sinetron maka tak akan ada kata tenteram dalam rumah tangganya dan tunggulah saat kehancuran diri dan keluarganya, serta tak akan ada jaminan selamatnya seorang ibu rumah tangga kelak di akhirat. Maka satu-satunya jalan menuju ketenteraman jiwa dan ketenteraman keluarga adalah bakti kepada suami setelah bakti kepada Allah Ta’ala. Ikuti peraturan agama. Selalu belajar sabar untuk menjalani peran sebagai istri dengan sederet kewajiban yang harus ditaati.

Perlu disadari Ridho Allah berkaitan pula dengan hubungan isteri terhadap suami. Sebaliknya, kemarahan suami dapat mengakibatkan datangnya laknat bagi isteri. Contohnya adalah apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا بَاتَتْ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabdda: “Apabila seorang wanita bermalam sementara ia tidak memenuhi ajakan suaminya di tempat tidur, maka Malaikat melaknatnya hingga pagi.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Ini menunjukkan haramnya isteri menolak ajakan suami di tempat tidur tanpa halangan syar’i dan tidak karena haidh (ketika haidh pun suami masih punya hak untuk bersenang-senang dengan isteri di luar kain). Hadits ini artinya, laknat akan terus menerus atas isteri sehingga ia tidak lagi maksiat (dengan penolakannya itu) karena telah terbitnya fajar atau dengan bertaubatnya atau kembali ke tempat tidur suaminya.

Sebaliknya, suami juga tidak boleh dhalim kepada isteri. Sehingga lelaki yang terpuji adalah yang paling baik akhlaqnya terhadap keluarganya yakni terutama kepada isteri.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَإِذَا مَاتَ صَاحِبُكُمْ فَدَعُوه

Dari ‘Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang baik kepada keluarganya, apabila sahabat kalian meninggal, maka biarkanlah (jangan mengungkit-ungkit kejelekannya).” (HR Ad-Darimi).
Ketika isteri berbakti kepada suami, sedang suami adalah orang yang baik kepada isterinya, maka di situlah terjalin rumah tangga yang harmonis dalam ridho Allah, insya Allah. Dan itulah yang disebut keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, keluarga yang tenteram, diliputi cinta dan kasih sayang. Itu semua hanya dapat diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala yang telah dibawa oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa salam. Oleh karena itu dalam hadits, wanita yang direkomendasikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diperisteri adalah yang baik agamanya. Bila tidak, maka celaka.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَز أخرجه البخاري، ومسلم ، وأبو داود، والنسائي.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata:“Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamannya. Carilah yang memiliki agama yang baik, maka engkau akan beruntung.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan An-Nasaai).
Sebagaimana agama (Islam) itu hanya untuk kemaslahatan di dunia dan akherat, maka ketika orang memiliki ilmu agama dan mengamalkannya dengan baik, di situlah maslahat yang besar bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akherat. Demikian pula dalam berumah tangga. Maka rumah tangga yang diharapkan berisi isteri yang berbakti kepada suami dan suami yang baik terhadap isteri dan keluarganya tidak lain hanya ada pada orang-orang yang mengerti agama dan mentaatinya.

Oleh karena itu bagi wanita yang sudah berkeluarga, handaknya tidak henti-hentinya menimba ilmu agama dan mengamalkannya agar mampu berbakti kepada Allah dan juga kepada suami serta bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi amanahnya. Sedangkan wanita yang belum atau tidak bersuami pun demikian pula, karena mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya itu bukan hanya untuk ketika adanya suami. Berbakti kepada Allah itu wajib, kewajiban nomor satu, dan itu wajib pula dilandasi dengan ilmu. Maka bagaimanapun, mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya itu tetap dituntut dalam hidup ini.

Dan berbahagialah para wanita yang mampu menjalankan ini. Sehingga mampu berbakti kepada Allah, masih pula berbakti kepada suami.

Seberapa kadar berbakti kepada suami itupun perlu dipelajari dari petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menegaskan:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ ».

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan para wanita agar bersujud kepada suami-suami mereka, karena hak yang telah Allah berikan atas mereka.” (HR Abu Daud, dishahikan Al-Albani dalam Shahih Abi Daud nomor 1873).
Itulah petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila isteri mematuhi agamanya (Islam) dan taat kepada suaminya (mengenai hal-hal yang tidak dilarang Allah dan Rasul-Nya) maka diberi khabar gembira sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ (ابن حبان عن أبى هريرة . أحمد عن عبد الرحمن بن عوف . البزار عن أنس)

Dari Abdurrahman bin Auf berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta’at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; ‘Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu inginkan’.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Bazzar, menurut Al-Albani hasan lighairih).

Khabar gembira dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu hendaknya diperhatikan dan ditaati oleh setiap wanita Muslimah, agar berbahagia di dalam berumah tangga atau hidup di dunia ini, dan juga bahagia di akherat kelak.

(Disalin dari buku: Lifestyle Wanita Muslimah, Meluruskan Gaya Hidup Semu. Penulis: Mulyawati M Yasin dan Hartono Ahmad Jaiz Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Juni 2011)

Label:

Rahasia Cinta Bersemi Indah dan Rumah Tangga Sakinah

 
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Bahwa sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis.

Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Bahwa sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang.

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari. Bila kita mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur..

( Rahasia banyak kawin cerai dan Rumah tangga jauh dari Islami )

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

( Bagaimana Cinta Bersemi abadi dan Sakinah )

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya yang mau menikah tanpa pacaran, Insya Allah cintamu abadi dalam ketaatan pada Allah.

Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Bagi yang sudah terlanjur perbaikilah, mengkaji Islam menjadi wajib karena pemimpin dalam keluarga, mendidik anak dan istri dalam Petunjuk-Nya, karena kehidupan, karunia anak adalah amanah, semua harus dalam jalur yang diridhoi-Nya. Semoga Allah memudahkan kita semua, dan memberikan limpahan Taufiq kepada hamba2-Nya yang beriman, Aamiin.

Label: ,

Blind Heart (Hati yang buta)

Oleh Rayan Arab - The Daily Reminder from Saudi Arabia

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..
Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu). (QS. Al-An'am:104)
Saya banyak mengeksplorasi youtube agar mendapatkan ceramah dan ilmu agama tidak hanya dari ustadz dalam negeri tapi juga mancanegara biar ilmunya makin banyak dan cara berpikirnya makin luas.
Salah satunya yang paling saya sukai adalah channel The Daily Reminder (TDR). Amazing Reminder dari Saudi Arabia tapi menggunakan bahasa Inggris dan dilengkapi subtitle bahasa Inggris jadi memudahkan kita untuk menyimak. Mereka mengupload banyak sekali video singkat dengan tapi cukup sekali dijadikan perefleksian dan pelajaran berharga bagi kita. Berikut salah satu topiknya yang akan saya tuangkan dari video berbahasa Inggris menjadi tulisan berbahasa Indonesia :

***

BLIND HEART (HATI YANG BUTA)













Banyak orang yang melihat apa yang haram menjadi halal.

Bukan karena mata mereka tidak bisa melihat perbedaannya.
Matanya bisa melihat segala yang ada dalam kehidupan..
Tapi karena hatinya buta.

Dan bukan Allah SWT yang membutakan hati mereka.
Orang itu sendiri yang telah membutakan hatinya..
Setelah menempatkan dirinya pada keadaan menyangkal..
Setelah menolak kebenaran..

Sehingga ketika dia melihat yang halal.. dan dia tidak menyukainya!
Tapi ketika dia melihat yang haram.. dia menyukainya!

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an
maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS. 22:46)
Suatu hari saya melihat seseorang yang berbuat curang, berbohong, mendengarkan musik dan melakukan banyak hal buruk.
Suatu hal yang tidak menyenangkan Allah.
Sehingga saya berbicara pada orang itu, "Kapan kamu berencana untuk berbuat yang benar?"
Orang itu menjawab, "Ketika Allah memberiku petunjuk."
Ketika Allah memberiku petunjuk?? Ya Salaam!

Jadi jika Allah tidak menuntun dan memberimu petunjuk lalu kau tak akan pernah menjadi benar?
Kamu akan melanjutkan melakukan apa yang kamu lakukan sampai kamu mati melakukan apa yang kamu lakukan?

Anda tahu, masalah pada orang ini adalah dia tidak memikirkan soal kematian..
Dan bagaimana anda bisa tidak memikirkan tentang kematian?
Maksud saya..Saya bisa membayangkan itu sekarang, beberapa dari kita akan terbaring pada ranjang kematian suatu hari.
Menangis di ranjang kematian, berharap bahwa kita bisa mempunyai satu hari lagi untuk hidup.
Takut bahwa kita mungkin bahkan tidak mempunyai satu jam.
Dan itu adalah momen saat kita akan mengingat waktu yang kita pergunakan untuk melakukan semua perbuatan buruk. Saat itulah!

Apa anda tahu Al Imam Al-Shafee?
Al Imam Al-Shafee (rahimuhullah) ketika dia meninggal..
Ketika dia sangat sakit parah, temannya datang menjenguknya, dan dia berkata..
"Bagaimana kabarmu Imam?"
Imam menjawab, "Saya terbangun meninggalkan dunia ini." Maksud saya bangun hari ini untuk meninggalkan dunia ini. "Saya juga meninggalkan saudara saya. Teman saya dan keluargaku."
"Aku akan melihat kelakuan burukku. Kelakuan jahatku."
Al Imam Al-Shafee berkata, "Saya akan pergi untuk melihat kelakuan burukku di akhirat."
"Dan aku tidak tahu. Apa ruh ku pergi ke surga sehingga aku ini memberikan kabar baik, atau pergi ke neraka sehingga aku ini memberi kabar buruk."

Itulah saat anda akan mengingat waktu yang anda gunakan untuk melakukan semua kelakuan buruk.
Dan tidak akan ada dokter yang akan memperpanjang jangka waktu hidup anda.
Tidak akan ada operasi, tidak akan akan ada teknisi, tidak ada apa-apa yang menyelamatkan anda, itulah!

Ketika kematian datang, semua alasan pergi dan tak seorangpun yang dapat membantumu saat itu kecuali Allah.
Tapi, ketika saya duduk disini saya mulai bertanya pada diri saya sendiri.
Bagaimana Alah akan disini untuk kita ketika kita lemah?
Padahal Dia disini untuk kita saat kita kuat tapi kita tidak mengharapkanNya.

Allah? Sekarang? Tidak! Mungkin ketika saya empat puluh tahun.
Mungkin ketika saya enam pulu tahun.
Apa yang terjadi dengan ini?

Apa anda tahu Uthman Ibn Affan?
Dia adalah khalifah Islam ketiga, ketika mereka menyebut kubur padanya..
Dan ketika dia melihat kubur dengan matanya..
Ia mulai menangis, dia mempunyai jenggot yang panjang
dan jenggotnya menjadi basah kuyup dengan air matanya.
Dan teman disekitarnya bertanya padanya, "Kenapa kau menangis? Bagaimana bisa ketika kita membicarakan tentang surga kau tidak menangis? Dan ketika kita membicarakan tentang neraka kamu tidak menangis, tapi ketika kita membicarakan tentang kubur kau menangis?"

Dia menjawab, "Utusan Allah, Rasulullah SAW mengatakannya padaku setelah meninggal, tahapan pertama adalah kubur. Dan jika ini lancar dan mudah, maka apa yang setelahnya akan lebih mudah. Tapi jika ini susah, maka apa yang setelahnya akan lebih susah."

Anda lihat, kematian itu tiba-tiba, seperti Michael Jackson..
Anda melihat itu di berita. Sehingga itu terbukti.
Bahwa jiwa berpindah pada dunia yang baru seutuhnya dengan pekerjaannya tanpa anak dan istri, dengan pekerjaannya dengan sholatnya dan nasehat.
Pada Allah itu akan kembali.
Tiga pertanyaan akan ditanyakan, jika kamu menjawab kamu akan melaluinya.
Jika tak ada jawaban, wallahi.. anda akan dipukul dengan palu.
Kita sudah beberapa tahun lalu sebagai Muslim. Anda tahu kenapa?
Jika tidak mengikuti sistem Allah..
Jika kita ikuti sistem Allah, percayalah..
Kita tidak hanya akan tertuntun, tapi kita akan hidup lebih cemerlang dibanding semua orang lain.

Aku akan beranjak pada kesimpulan dan aku katakan..
Apa anda ingat kapan terakhir kali anda memarkir mobil anda dan anda pergi ke toko grosir atau ke sekolah atau kemanapun anda kerja dan anda berjalan kembali ke rumah, anda meninggalkan kantor anda, atau dimanapun anda berada, dan anda berjalan kembali meruju mobil anda untuk kembali ke rumah.

 Jika seseorang datang pada anda dari belakang anda dan menutup mata anda sehingga anda tidak bisa melihat kemana anda pergi, apakah anda bisa menemukan mobil anda?
Tidak?!
Sama dengan petunjuk dari Allah. Jika kamu menutup mata dari kebenaran dan mengatakan,
"Aku akan menjalankan hidupku seperti ini sampai Allah memberiku petunjuk."
Maka anda tidak akan pernah diberi petunjuk.
Satu-satunya saat dimana anda akan diberi petunjuk adalah jika anda mencari kebenaran dengan diri anda sendiri.
Itulah ketika Allah akan membimbingmu. Ketika anda mau dibimbing.

Saya berharap Allah SWT untuk membimbing anda dan saya,
Dan saya memohon Allah SWT mengampuni kita.
Dan meningkatkan derajat tinggi diantara yang benar-benar dibimbingnya.

Jazakumullahu Khairan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Semoga menjadi manfaat dan pelajaran berharga bagi saudara sekalian.

Label:

10 ADAB TIDUR DALAM ISLAM

Assalamualaikum..

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (QS. Ar-Rum:23)

SEMUA mahluk hidup pasti memerlukan istirahat setelah melakukan berbagai aktivitasnya, salah satunya adalah dengan tidur. Selama kita tidur, tubuh kita akan mengganti sel-sel yang rusak dikarenakan aktivitas dengan sel-sel yang baru. Selain itu limbah serta uap kotor yang terjadi pun dibuang oleh tubuh saat kita tidur.

Tidur adalah karunia Allah bagi manusia. Oleh karenanya dalam Islam terdapat adab-adab tidur yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Pertama, Qoylullah yaitu istirahat di pertengahan siang. Qoylullah dilakukan setelah sholat zuhur/sholat jum’at. Kebiasaan ini dilakukan oleh para sahabat nabi.

Kedua, tidur di awal malam setelah sholat Isya, kemudian bangun lagi di awal sepertiga malam.

Ketiga, jangan tidur sebelum waktu isya karena Rasul membencinya (khawatir kebablasan hingga pagi), dan Rasul juga membenci percakapan yang tanpa manfaat setelah sholat isya.

Keempat, menutup pintu, mematikan api/lampu dan menutup piring-piring makanan dan minuman sebelum tidur. Perintah ini mengandung kebaikan duniawi dan ukhrowi yaitu menjaga diri dan harta dari orang-orang yang hendak berbuat jahat terlebih lagi dari syetan.

Kelima berwudhu sebelum tidur. Hal ini dilakukan agar kita berada dalam keadaan suci bila sewaktu-waktu dipanggil ke hadiratNya dalam keadaan tidur. Selain itu dengan berwudhu kita bisa dijauhkan dari gangguan syetan dan rasa takut.

Keenam mengebuti tempat tidur dengan ujung sarung/selimut sebanyak 3 kali sambil membaca basmalah. Ini dilakukan untuk mengusir serangga atau makhluk gaib yang berada di atasnya. Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah bersabda : Apabila salah seorang dari kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya karena sesungguhnya ia tidak tahu apa yang akan menimpa kepadanya.

Ketujuh jangan tidur satu selimut antara laki-laki dengan laki-laki (dewasa), perempuan dengan perempuan (dewasa).

Kedelapan Berbaring ke sisi kanan ketika tidur, posisi tangan kanan di tekuk di bawah pipi kanan. Posisi tidur seperti ini paling bagus untuk manusia, karena organ-organ dalam tubuh tidak saling bertumpang tindih, semua pada tempatnya.

Kesembilan membaca ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, Annas, dan 2 ayat terakhir Al-Baqoroh sebelum tidur.

Kesepuluh membaca doa sebelum tidur “Bismika Allahumma ahya, wa bismika aamuut”.

Semoga kita semua mampu untuk mengamalkannya. Aamiin.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Label: ,

Keajaiban Seekor Lalat dalam Hadist Rasulullah SAW


Rasulullah bersabda : “Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya,” [HR. Bukhari] HADIST atau pesan Rasulullah ini dibuktikan oleh para ilmuwan, Sebagaimana mereka mempelajari daripada serangga – serangga yang ada dibumi. Mereka menemukan dahsyatnya dan kehebatan serangga – serangga yang menakjubkan bahwa lalat itu mengepakkan sayapnya sebanyak 200 hingga 400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia menggerakkan sayapnya 200 hingga 400X gerakan.

Dan juga pada satu hewan yang disebut “Ganjur” bahkan sampai mengepakkan sayapnya 1000X setiap detiknya. Para ilmuwan mempelajari 4 jenis serangga, mereka mendalaminya dan dikatakan kami baru mempelajari 4 macam serangga dan masih tersisa lebih dari 10 juta macam serangga di muka bumi. Dan tentunya juga, demikian banyak mereka melakukan penemuan – penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi – fungsi elevator dan fungsi – fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya. Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit – menit atau berjam – jam.

Gerakan otot yang sedemikian cepatnya menggerakkan sayap seekor lalat yang sangat kecil. Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh para ilmuwan dari Australia bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah sayapnya ditemukan 1 gen refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi yakni fungsi pada industri dan fungsi pada kesehatan.

Fungsi pada industri bahwa gen refilin ini lebih dahsyat dan lebih kuat dari semua jenis karet yang ada yang telah dibuat oleh banyak orang di muka bumi ini. Jenis karetnya diambil dari pohon karet atau lainnya, gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih hebat jika dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada pada sayap seekor lalat dan serangga lain.

Hingga ia dapat bergetar hingga 1000X dalam setiap detiknya seperti hewan ganjur dan juga beberapa hewan serangga lainnya. Dan dalam fungsi kesehatannya bahwa gen refilin itu adalah satu gen yang bisa mengobati penyakit – penyakit yang ada pada syaraf – syaraf arteri, pada syaraf – syaraf meina. Syaraf arteri yang banyak terjadi penyumbatan, gen – gen refilin yang ada di sayap seekor lalat itulah yang dapat mengobatinya.
lalat2 Mengungkap Fakta Ilmiah Lalat Dalam Pesan RasulullahDemikian indahnya dan demikian sempurnanya dan demikian jeniusnya Rasulullah Muhammad Saw. Jika jatuh lalat pada minuman kalian, tenggelamkan ia. Maksudnya gen – gen refilin yang ada di sayapnya itu supaya bertebaran di air pula hingga menjadikan airnya itu tersucikan daripada bakteri – bakteri yang ada pada sayap lainnya.

Manusia melihatnya dengan mikroskop dan selama puluhan tahun mereka menelitinya tapi Sang Nabi SAW tahu di sayap lalat itu ada gen penyembuh, ada gen penyakit sampai butiran gen dan sel yang ada disayap lalat diketahui oleh Rasulullah Muhammad SAW atas petunjuk dari Allah SWT sebagai sang Maha Pencipta segala sesuatu dan Maha Mengetahui akan seluk beluk ciptaanNya. Wallahu’alam bishawab

Label:

Bagaimana jika Membaca Al-Qur’an Padahal tidak Mengerti Artinya??

Assalamualaikum..
Kisah berikut ini, sudah tidak asing lagi tersebar diinternet dalam berbagai versi penuturan yang diceritakan berulang-ulang dalam beberapa blog dan ruang website diinternet.

Dikisahkan,ada Seorang muslim tua yang tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.

Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : ” Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?

Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “. Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.

Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk menggati keranjangnya. Kakeknya mengatakan : “Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air.Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi keluar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi.

Dengan terengah-engah, ia berkata : “Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.
Sang kakek menjawab : “Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya ?.

Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.

” Cucuku, apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an ? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu.

***

Itulah hakekat dari sebuah tuntunan kenapa kita perlu Mambaca,Memahami,Mentadaburi,Menghafalkan dan Mengamalkan al-Qur’an. Karna dengan ke lima M( mambaca,memahami,mentadaburi,menghafalkan dan mengamalkan al-Qur’an) ini,diharapkan dapat menjadi pedoman dan arah kehidupan kita dalam merubah hidup kita menuju kebahagiaan,kesuksesan dan kemuliaan dunia dan akhirat. Dengan membacanya saja Allah dapat merubah hidup kita,apalagi dengan Memahami,Menghayati dan Mentadaburi isinya serta menghafalkan dan Mengamalkan tuntunan yang ada di dalam Al-Qur’an dalam setiap link kehidupan kita.
Dari : One Day One Juz Facebook

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art