Label:

Kurangnya Pemahaman Agama Islam di kalangan Mayoritas Muslim

Assalamualaikum...


Judul postingan saya kali ini bukan mau menjabarkan secara konkrit tapi lebih mengajak yang membaca ikut memikirkan, merenungkan dan juga menambahkan apa yang di ketahui. Meskipun blog saya yang ini nggak bisa di komentari karena saya malas tema tentang agama selalu dibuat topik berdebat, tapi setidaknya jika ada yang membaca postingan ini. Ada tindak lanjut meskipun itu secara pribadi, dalam keluarga, Alhamdulillah juga jika bisa dibicarakan lebih luas. 

Bukan hal yang benar-benar baru, mungkin hal yang umum tapi kita hanya menganggapnya hal yang sudah 'daily' dan bukan permasalahan besar. Tapi kalau kita meihat secara akhlak, moral, akidah agama kita, dan hal yang dibawa mati dan dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan, maka bagi saya ini hal yang lumayan harus diambil tindakan lanjut. 

Saya merasa negara mayoritas muslim, entah itu Indonesia, Turki, dan baru-baru ini saya sedikit mengenal Uzbekistan dan semacamnya meski bisa dibilang banyak orang Islam disana, tapi coba lihat saja.... Saya bukan mau menjudge Islam mereka kacau, dan mengklaim saya sudah sangat benar. Tapi banyak hal sumbang yang membuat status muslim itu benar-benar pincang karena tak paham dan tak menjalankan pilar-pilar agama yang paling penting.

voaindonesia.com
Dan ini semua saya tulis sembari untuk menyentil dan mengingatkan diri saya sendiri, menuliskan hal-hal seperti ini adalah salah satu nasehat penting untuk diri saya sendiri dari diri saya sendiri melalui apa yang saya lihat dan saya rasakan. 

Sebagai muslim yang tinggal (sementara) di negara non-muslim. Kita harus bersiap dengan berbagai judge dan kekepoan orang non muslim di sekitar. Tapi bukan hanya sekedar bisa menjawab, tapi ketika kita 'di desak' pertanyaan yang lebih dalam, kita seharusnya bisa menjelaskan lebih dalam dan mengena, sesuai dengan apa yang diajarkan dan dalam ilmu agama Islam.. Tapi sayangnya tidak banyak yang bisa menjawab secara 'gagah' karena banyak muslim muslimah yang tidak percaya diri dengan ilmu agama yang dia punya dan mengaku memang tidak benar-benar mengetahui banyak alasan-alasan lainnya. 

Ada kata, "Berilmu lah sebelum beramal."
Maksudnya berilmu dulu sebelum menerapkan. Kita tahu ilmu itu ada kita tahu ke eksisan ilmu itu tapi kadang minusnya kita hanya mengetahui permukaannya saja, sudah tidak peduli dengan ilmunya lebih dalam dan menunda-nunda untuk belajar. 



"Okay saya akan menjadi muslim yang baik, kata orang jadi muslim yang baik harus sholat, tidak makan babi, tidak minum alkohol, puasa dan berhijab" dengan hatinya yang baik dia melakukan hal-hal itu, dia percaya akan kuasa dan kehendak Tuhan, tapi sayangnya sembari melakukan ini dia tidak menyentuh ilmu di balik semua larangan dan perintah yang Allah beri. Tidak benar-benar memahami hikmah larangan dan perintah Allah.

Bukan berarti sebelum banyak Ilmu kita tidak menjalankan amalan tersebut. Ketika kita tahu suatu amalan itu baik untuk kita dan harus kita jalankan, maka jalankan segera lalu sembari belajar dan mengenalnya lebih dalam. Sehingga makin nikmat kita menjalaninya, bukan hanya sebatas terpaut kalimat 'aturan' tapi juga karena 'manfaat' dan 'taat'.

Maka dari itulah kenapa kaum muslim dalam hadits disebutkan 'WAJIB MENCARI ILMU' karena tanpa ilmu amalan itu meski tidak bisa di katakan salah tapi bisa terlihat agak pincang, akan ada kekosongan di dalamnya. Kita melakukan ini itu ketika ditanya mengapa, ilmu kita melompong...

Seharusnya sebagai 'Ambassador Islam' kita bisa menjelaskan ilmu-ilmu yang terkandung dalam Islam sehingga orang tahu bahwa ini bukan hanya sekedar aturan, karena orang awam membenci aturan sehingga kita lebih menjelaskan bahwa ini semua adalah demi kebaikan dan bermanfaat banyak bagi diri kita. Secara lebih dalam lagi sehingga menyentuh nuraninya, bukan bermaksud mendoktrin mereka atau memaksakan apapun. Tapi lebih ke memahami dan menghargai Islam. Itu saja. 

Ini saya tulis juga berdasarkan satu percakapan saya dengan teman-teman muslimah Indonesia di Korea ini. Ya nasib, dengan penampilan dan iman yang berbeda dari kebanyakan. Kita akan di kepoin habis-habisan dan ujung-ujungnya bisa jadi debat dan penghinaan buat agama kita, mereka akan meremehkan nilai-nilai akidah kita, dan lebih parahnya ada arah mereka untuk membujuk kita untuk tidak menjalani itu semua karena bagi mereka itu tidak masuk akal. 

Nggak sedikit teman muslim yang gerah dan 'sumpek' kalau menghadapi hal ini. Karena ya memang berdebat itu nggak enak dan alasan lainnya yang disayangkan adalah ketika akal si pendebat ini tidak bisa menerima dan mental terus, maka si muslim yang mengaku kurang ilmu sudah bingung untuk menjelaskan lagi secara konkrit. Nah yang ini takutnya akan membawa fitnah, prasangka dan hujatan yang makin-makin jadi. Seperti hadits yang sudah sering saya tuliskan.... 
Jika kamu berbicara (menyampaikan ucapan) tentang sesuatu perkara kepada suatu kaum padahal perkara itu tidak terjangkau (tidak dipahami) oleh akal pikiran mereka, niscaya akan membawa fitnah di kalangan mereka. (HR. Muslim)
Nah kalau sudah kayak gini maka kita sudah harus punya 'formula',  bukan untuk membuat orang skak mat, tapi lebih agar orang paham. Tapi utamanya agar kita tahu manfaat dari amalan yang kita jalankan.  

Jangankan berbicara dengan yang non-muslim, sama yang berstatus 'muslim' aja sering kita adu bicara. Karena salah satu kubu menekankan pentingnya kedalaman iman yang satunya kekeuh... "Ya elah gitu banget hidup looo..."

Iman seseorang siapapun bahkan yang bergelar ustadz dan ustadzah tidak akan ada yang sempurna. Seseorang pasti punya titik lemah dan khilaf, semua orang pasti setuju dengan ini.  Tapi bagaimana mainset di kepalanya mengenai 'konsep kehidupan' dalam agama, keTuhanan dan utamanya Tauhidnya itu kalau dia lemah dia akan menjadi kelemahan juga dari agamanya.

"Widiiiih alim banget. Gak banget."

Sama-sama orang muslim, tapi karena yang satu apa-apa ngomong agama dan nggak bisa hidup se enjoy dia maka dia bisa seperti kaum barat melihat orang-orang itu seperti teroris, gak ada beda. Dia nggak bisa melihat seberapa besar kebaikan dari orang alim itu, yang dia lihat, itu asing dan nggak banget. Sudah ada juga di hadits yang menyatakan kalau umat muslim akan kembali asing bahkan dikalangannya sendiri..

Dari ‘Abdurrahman bin Sannah. Ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabad, “Islam itu akan datang dalam keadaan asing dan kembali dalam keadaan asing seperti awalnya. Beruntunglah orang-orang yang asing.” Lalu ada yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai ghuroba’, lalu beliau menjawab, “(Ghuroba atau orang yang terasing adalah) mereka yang memperbaiki manusia ketika rusak.” (HR. Ahmad 4: 74. 

Salah satu teman saya mengeluh, "Aku merasa aku ini orang awam aku nggak bisa menjelaskan serangkaian pertanyaan mereka. Aku baru berjilbab satu tahun, dan nggak tahu banyak jadi aku cukup bilang kalau hijab ini adalah budaya, maka titik, mereka tak akan meneruskan pertanyaan. Tapi kalau aku menjelaskan kalau hijab ini aturan agama... Maka pertanyaan akan semakin panjang dan aku takut salah menjelaskan."

Iya saya paham perasaan dia, saya exactly juga sering menghadapi perkara serupa dan itu rasanya gregetan banget, karena kadang juga sejauh apapun kita menjelaskan, tapi otak orang itu sudah bebal, maka konklusinya ya dia akan tetap membantah. Kalau sudah begitu, sudah ke ranah debat, maka baiknya kita menjauh saja. Allah menjanjikan rumah di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun dia benar.  Kecuali jika masih di ranah diskusi, dan pihak lawan open minded, meski dia tidak sepenuhnya memahami dengan akal.

Belum lagi kalau muslim yang satu bilang yang satu begini, yang satu bilang begitu..
Yang satu ingin menaati peraturan, yang satu menganggap itu bukan dosa yang besar, mencari dalih untuk menerjang, dll.. 

APA PENYEBAB INI SEMUA??

Kenapa masih ada kaum muslim yang tidak tahu aturan dan akidah Islam?
Kenapa masih banyak muslim yang tidak bisa menjelaskan alasan dia melaksanakan ibadahnya?
Kenapa banyak kaum muslim yang enggan, tidak tahu dan bingung tentang sesuatu hal berkaitan tentang iman dan Islam yang kaffah?
Kenapa banyak muslim yang masih menyelisihi aturan agamanya sendiri?

Pasti akan banyak alasan muncul.
Tapi menurut saya ya kurangnya pendidikan dan edukasi dari kecil. Anak kecil akan Kita umat muslim yang 'pasif' jelas kalah dengan mualaf yang berIslam karena ilmu kita hanya seadanya dan terima apa adanya. Yang diajak di sekolah cuma begini ya udah ditelan itu doank. Begitupula peran serta orang tua yang sangat penting, pemahaman agama yang dalam seharusnya sudah di tanamkan sejak kecil.

Jaman dulu mungkin cukup dengan mendidik anak dengan ayo sholat, ayo ngaji, tapi di jaman yang udah agak edan ini, perintah seperti itu bisa tergerus dan dikalahkan sama pergaulan dan serangan dari media manapun dengan mudah. Anak-anak jaman sekarang apa-apa yang masuk dalam pemikiran mereka nggak bisa terkendali dan tanpa diketahui, jadi lebih baik kasih benteng sejak awal sehingga meskipun dia mendapat 'serangan' dari beberapa arah dia sudah mampu menepis dengan iman yang sudah lengket di kepala.

Apalagi di sekolah, agama itu hanya diajarkan seminggu sekali itupun paling-paling cuma dua jam-an. Latihan matematika lebih di gempur terus sampe les-les malam, sementara ilmu agama hanya dianggap 'pelengkap saja' padahal kalau semakin kesini saya yakin bahwa itulah ilmu yang paling urgent, barulah ilmu-ilmu yang lain.

Siapa Allah?
Kenapa kita harus beribadah pada Allah?
Kenapa kita harus menaati perintah dan larangannya?

Bukan hanya 'karena'....
Tapi juga 'agar'....

Bukan hanya masalah masuk surga dan nerakanya, tapi masalah apa manfaat untuk dirinya sendiri.
Jadi kita tahu bahwa perintah dan larangan Allah tak lain adalah untuk KEBAIKAN DIRI kita sendiri dan bukan hanya semata-mata Allah menyuruh saja.

Tidaklah Kami turunkan Alquran kepadamu untuk memberatkanmu. Melainkan sebagai pengingat bagi siapa saja yang takut (kepada Allah).” 
(QS. Thaha: 1–3) 

Ingatlah Tuhanmu, takutlah bahwa kamu kembali padaNya dengan keadaan masih penuh dengan salah dan dosa karena sudah merugikan dirimu sendiri dengan membiarkannya dalam kesia-siaan saja selama hidup di dunia. Kita hanya manusia biasa yang lahir bukan kehendak sendiri, dan tak bisa menolak dan menentukan kematian. Jadi ketahuilah tentang hakikat kehidupan yang bukan hanya untuk main-main. Ini bukan playground, tapi dunia ini hanya tempat ujianmu. Sebelum kita semua akhirnya menemukan game over tanpa kita sangka-sangka, tanpa bisa kita tolak.
Jadi satu hal penting perlu ditekankan adalah... Kita ini di dunia hanya mampir! Kita semua akan mati dan tidakkah kamu takut bahwa kamu mati dalam keadaan tidak mengetahui apapun karena tidak mau tahu dan tidak mau mencari? 
Hidup hanya sementara, YOLO (You Only Live Once) masa mau coba-coba? Iya kalau bisa remidi setelah mati, nyatanya kita sudah diberi kesempatan remidi berkali-kali di dunia, udah di kasih clue, di kasih hint, dikasih kisi-kisi tapi cuek ajaaa... entah waktu eksekusi mau bagaimana?
Jadi kalau ketemu orang alim dan menguasai ilmu agama tingkat tinggi bukan soal... "Yaudah lah ya... aku imannya gini aja ya gapapa, kita kan punya talenta masing-masing." Wah, iman itu bukan talenta tapi sudah fitrah. Sudah beda ranaaah...

"Aku takut dimana hari orang-orang tak beriman bangga dengan kesalahannya dan Muslim malu dengan imannya." (Umar ibn Khattab RA)

Bener kan tuh?? Lihat aja...Banyak orang yang berstatus muslim tapi sinis sama yang kelihatan alim. Kayaknya mereka itu ngelihat orang beriman seakan bilang, "Why so serious?" 
Dia bangga masih bisa hidup 'asik' dan memandang sebelah mata orang yang banyak menahan diri, menghindari hal-hal yang dilarang agama dianggap ekstrim dan dipandang dengan tatapan yang 'idih...' banget. Ada loh, ada...


Meskipun kita punya pemikiran yang berbeda-beda, pendapat yang berbeda-beda pun begitu dengan keinginan dengan kemampuan pengendalian hawa nafsu yang berbeda-beda. Tapi ingatlah... Kalau kita tujuannya sama... Sama-sama ke akhirat. Itu yang harus kita tancapkan dalam otak.

Sekarang profesi boleh beda, cita-cita boleh beda, tapi soal iman... Meskipun kemampuan mempertahankan iman memang nyatanya beda-beda, tapi setidaknya mainsetnya harus disamakan, keTauhid-annya...

Setidaknya meskipun kita sekarang tidak bisa sekuat iman itu dengan mereka, tapi jangan rendahkan mereka dan 'asingkan' mereka. Sebagai pengingat anggap selalu mereka lebih baik dari kita, sehingga yang ada kita malu saat bertemu dengan orang seperti mereka, jangan malah memandangnya sinis.

Begitupula orang yang dianggap alim adalah orang yang tidak memandang sinis orang yang imannya ' masih terlihat' dibawahnya. Karena Allah yang menilai diri kita, sehingga jika kita menemui seorang teman dimana ilmu masih belum sampai padanya maka cukup sampaikan dengan cara yang makruf, tidak dengan membenci pelakunya tapi membenci kelakuannya. Saya rasa orang yang lebih beriman tentu lebih tahu teori menasehati orang daripada saya yang ya begitulaaah... belum ada apa-apanya. hehe

Jadi hati-hati kawan dalam bersikap, lihat gambar diatas dengan karakter line. Itu cukup memperlihatkan bagaimana banyak orang yang menjudge orang yang beriman, bukan lagi sebaliknya dan dalam Al-Qur'an sudah dituliskan bahwa orang-orang yang berdosa adalah yang menertawakan orang beriman. Kalau kita tidak beriman bukannya kita yang patut ditertawakan? Hidup sekali kok disia-siakan, kasihan sekali... iblispun tertawa senang karena nambah teman lagi. Hiiiii...

Meskipun saya disini ngomong ngalur ngidul karena yang dibahas sudah meluber dari judul, yang penting moga ada hikmahnya lah... dan membuat kita sebagai insan muslim lebih berpikir untuk menjalani hidup di jalan Allah dan mempertahankan generasi dengan ajaran agama. Jadi bagi yang sudah jadi orang tua kita persiapkan pengajaran dari dasar, karena sekolah sekarang tidak benar-benar bisa dipercaya.
Wassalam..



Label:

Bersyukur dengan 'Standar' Kecantikan Muslimah

Assalamualaikum...


Apakah ada standar kecantikan untuk muslimah??
Apakah muslimah yang paling cantik itu yang memakai hijab gayanya paling keren, yang warna paling meriah atau yang pakai busana muslim yang paling branded?
Atau yang alisnya paling cetar, dan bibirnya merah merona?

Perempuan pada kodratnya memang cantik, menyukai keindahan dan dia sendiripun indah.
Siapa sih perempuan yang nggak suka dibilang 'Aduuuh... cantiknya...'
Kayaknya sebagian besar sih sangat menyukai jika dia dipandang cantik dan terlihat cantik. Itulah mengapa jaman sekarang make up bisa jadi kebutuhan premier, Gak pake make up ngumpet, nggak mau keluar kayak punya aib aja...

Nggak hanya make up, kini kecanggihan duniapun semakin membantu dengan adanya aplikasi kamera smartphone maupun photoshop. Yang merasa beli make up... tinggal, klik klik... edit edit... efek efek... jadilah cantik mulus bak habis perawatan di skin care terkenal...

Apakah saya tidak begitu??
Saya pernah kok, saya pernah abg, saya pernah labil...
Sampai sekarangpun saya rasa, saya belum cukup benar-benar menjadi muslimah yang baik tapi... melihat kenyataan di sekitar, saya sangat bersyukur bahwa saya adalah muslimah.
Wanita yang diajarkan sedemikian ilmu meski belum melaksanakan secara sempurna, tapi saya tahu kita sebagai muslimah, kita berbeda dan istimewa...



Wanita muslimah itu beruntung...
Allah menjaganya dengan memerintahkannya menutup aurat dan wajib menimba ilmu.
Wanita muslimah harus berakhak baik, wanita muslimah harus beribadah... Maka itu saja yang dibutuhkan dan dikejar, hidupnya tak butuh penilaian berdasar standar kecantikan manapun. Tak perlu ikut pengakuan dengan kontes kencantikan manapun...

Apa sih yang membuat saya menuliskan ini....
Memang bukan hal yang benar-benar baru, tapi dengan tinggal di Korea seperti sekarang, semakin bikin saya menyadari beberapa hal, betapa 'kejam'nya patok kecantikan dunia dan pandangan tentang kecantikan itu sendiri. Semakin-semakin saja saya bersyukur menjadi orang muslimah.

Melihat pula realita bagaimana perempuan disekitar harus menghabiskan berjam-jam untuk dandan.
Ngelihatnya saya sampe kepo... Itu pake apa aja sih? Habis oles ini, itu, ini, itu sampai akhirnya warna dan tekstur wajahnya bisa beda banget sama aslinya.
Luntur dikit langsung pake lagi, pokoknya nggak bisa tenang kalau make up nggak lengkap menempel di wajahnya. Kenapa sih segitu banget? *serius nanya.

Belum lagi pakaiannya...
Sebentar-sebentar intruksi, saya bukan bermaksud nyinyir loh ya...
Mentang -mentang saya berhijab... Iri yaa sama yang bisa dandan cantik?
Mungkin ada yang bilang kayak gitu.
Sama sekali tidak, dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat bahagia karena saya sekarang berhijab, dan saya ngerasa 'sayang' atau eman dalam bahasa jawanya, kasihan sama perempuan yang bisa sampai repot sendiri, bahkan bisa sampai stress karena penampilannya tidak bisa sesuai dengan keinginannya. Merasa tidak mendapat respon yang dia ekspektasikan... Ini kenyataan...
Satu lagi, sayang sekali kecantikan mereka diumbar, bahkan orang preman, orang-orang jalanan semua bisa menikmati pemandangan dengan gratis.

"Islam sees woman as a jewel that must be kept away from the eyes of strangers."

Padahal sudah tahu juga kalau kejahatan seksual sekarang sedang marak, Tapi masih saja banyak yang pakai pakaian serba minim, bahkan mengupload foto di sosmed... Apa mungkin untuk mengundang banyak perhatian, berharap dercak kagum kaum adam... Apakah benar itu tujuannya? Atau hanya karena alasan kepercayaan diri?

Banyak yang berdalih, 'Allah tidak memandang penampilan, tapi memandang hatimu.'
Ya memang benar, Allah tidak memandang penampilan sehingga kita tidak perlu mati-matian dandan heboh, cantik sebagaimana manusia biasa menilai. Allah tidak pandang itu karena Allah lah yang menciptakan begini. Tapi yang perlu diingat dan digaris bawahi adalah, Allah perintahkan tutup aurat. Bukankah mudah menelaah artinya??

Allah sudah terangkan di ayat dibawah bahwa pakaian untuk menutup aurat, dan pakaian takwa adalah yang terbaik. Mana yang Allah suka?? Dan sudah dikenal dimana-mana di surat Al-Ahzaab dan An-Nuur tentang perintah berhijab, apakah itu tidak cukup untukmu meyakinkan bahwa hijab memang wajib dan diperintahkan oleh Allah?

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat (QS. Al.Araaf : 26)


Oke... Pindah ke topik awal...
Terlepas dari muslim atau bukan...
Banyak perempuan yang 'ngoyo' untuk jadi cantik. Modalnya nggak tanggung-tanggung. 
Saya aja yang nggak begitu familiar baru tahu kalau ada lisptik yang harganya 250ribu rupiah, dan bagi saya itu udah fantastik banget... Sayang banget duit segitu hanya dibuat beli batang kecil berwarna T_T
Belum lagi sebelum bedak ada banyak banget dempulan lainnya yang sejenis krim, sejenis lipstik tapi buat 

Pindah ke Korea...

Saya sempat shock sih melihat orang-orang Korea disekitar. Meski memang sebelumnya udah cukup tahu juga dengan melihat artis-artis Korea di TV. Tapi melihat kenyataannya, ternyata kaum hawa disini itu begitu sangat menggandrungi make up... dan fashion itu seperti kiblat kehidupan mereka. Banyak fakta tentang ini di Korea yang membuat saya sedikit mirip dan cukup iba sama perempuan Korea, meski nggak semua juga menurutinya, tapi sebagian besar orang Korea :

1. 90% melakukan operasi plastik, karena mereka seperti punya standar kecantikan sendiri. Jika tidak mempunyai kecantikan seperti itu maka tidak di kategorikan cantik. Dampaknya bisa jadi opini sekitar dan ketidak percayaan diri. Sampai ada cewek Korea yang marah sama ibunya karena melahirkan dia dengan wajah yang lebar dan dianggapnya tidak proporsional (Emangnya ibunya yang nyetak wajah sendiri?)
Adapula sebaliknya, orang tua yang mempunyai anak dengan wajah yang jauh dari cantik malah seakan memusuhi anaknya. Ini kisah teman saya sendiri di facebook, dia menceritakan pada saya bagaimana perlakuan orang tuanya padanya. Dia memang di beri makan dan di biayai sekolah sebagaimana kewajiban orang tua pada anaknya, tapi orang tuanya tidak mengajaknya berbicara bahkan mendapat perlakuan keras karena anaknya jelek. Astagfirullah...emangnya salah dia mengandung?

Jadi itulah mengapa operasi plastik sangat rame dan laris manis semua. Semua ingin punya penampilan sesuai bagaimana lingkungannya punya standar bagaimana cantik itu. Sehingga mereka rela merubah bentuk mata, hidung, wajah, bibir, dan mendapat kepuasan setelah mendapat pujian dan pengakuan dari orang lain bahwa dia 'CANTIK'

2. Semua yang mampu menyulap jadi cantik menjadi favorit disini, selian operasi plastik tak lain adalah make up. Yups... tanpa make up mungkin mereka kayak orang yang lupa pake celana. Malu...
Bahkan kata orang Korea sendiri menjelaskan watak dan karakteristik orang Korea mengenai make up. Mereka mengatakan bahwa bagaimana bagusnya make up juga agar orang bisa menilai status kekayaan keluarga. Ya Allah... gitu banget.

Tahu sendiri brand Korea di make up juga terkenal dan laris manis, bahkan sudah masuk pasaran di Indonesia. Bukan sesuatu yang buruk untuk merawat kulit dan sedikit membuat wajah terlihat segar. Tapi alangkah baiknya agar tidak berlebihan, hingga orang bisa saja tidak bisa mengenali dimana kita tidak pake make up dan saat pake. 

Jujur saja... Begini wajahku. Tidak perlu aku membuat mataku berubah drastis lebih besar atau warna bola mata yang berbeda, atau dengan mencukur alis lalu digambar lagi yang baru yang lebih cetar, memerah meronakan bibirku supaya seksi, atau menumpuk-numpuk bedakku supaya menyilaukan...


Ini semua contoh bukan hanya di Korea, bukan hanya di Indonesia, bukan juga hanya orang non muslim tapi diseluruh belah dunia yang mungkin punya garis penilaian yang hampir sama soal kecantikan. Orang muslim pun masih banyak yang menggilai soal penampilan fisik...

Kasian yang nggak dilahirkan cantik, masa iya dia merasa nggak diterima dengan sesuatu yang nggak bisa dipilihnya dari awal dan sudah bawaan lahir kayak wajah? Ya nggak donk...


Tapi sesuai dengan ajaran agama kita, sebenarnya kita nggak usah repot-repot kayak gitu. Nggak ada pahalanya kita dapat pengakuan 'cantik' dari orang lain. Juga nggak ada nilai plus dari Allah saat kita dikagumi banyak orang karena penampilan luar dan fisik semata. 

Kita jadi muslimah yang baik akhlak dan imannya saja itu sudah buat Allah makin sayang kita dan apa yang kita jalani didunia bisa lebih tenang dan nikmat.

Kalau bisa jangan terlalu mengikuti tren make up tebel dan bertumpuk-tumpuk seperti sekarang karena ingat lah ayat dibawah ini...


Diceritakan oleh seorang guru bahwa orang jahiliyah itu dulu juga suka dandan dan dandannya itu menor banget. Waduh,nggak mau bangetkan gaya kita kayak orang jahiliyah??

Bersyukurlah jadi perempuan muslimah yang nggak usah rempong dan sedih karena nggak terlahir cantik-cantik amat, nggak usah sedih karena nggak usah keluar duit-duit terlalu banyak untuk make up. Cukup perawatan dan make up dasar saja cukup. Nggak perlu pernak-pernik lain yang mahal untuk dandan sedemikian rupa bak barbie...

Allah sudah perintahkan laki-laki untuk melihat perempuan dari agamanya, dari akhlaknya. Kamu tak perlu hiraukan laki-laki yang mengejar fisik, karena yang begitupun nggak akan bertahan lama mencintaimu, dan tak akan bisa terus menghargaimu ketika mungkin kecantikan itu lambat laun memudar. Jadi biar Allah kirimkan laki-laki yang mengerti 'nilai' perempuan sesungguhnya untukmu nanti... Nanti kita dandan cantik di depan suami aja, biar suami kita saja yang tahu betapa cantiknya kita. huehehee

MasyaAllah, enakkan jadi muslimah? Udah auratnya bukan untuk diobral dan dilihat sembarang mata, fisiknyapun bukan sebagai patokan nilai dirinya.

Jadi...

Keep modest... dan keep beriman
Semoga bermanfaat.

Wassalam...



Label:

Ada apa dengan generasi negeriku??

Assalamualaikum...



Di tengah waktu luang yang dibuat-buat (sebenarnya lagi di kantor tapi gak ada kerjaan dan nyolong-nyolong buka blogger) saya cuma mau curhat nih...

Meskipun saya lagi berada jauh dari negeri saya (saya sedang studi di Korea Selatan) tapi saya masih intip-intip dan sedikit perhatian sama berita di Indonesia. hehehe...

Dan kebanyakan sih bukan berita yang sengaja saya cari, tapi kebetulan kelihatan entah dari akun-akun teman-teman Indonesia yang saya follow di sosmed, atau yang lainnya. Pada akhirnya merembet-rembet dan lihat berita lainnya yang membuat saya... menghela nafas... Ya Allah, masih gini aja negaraku.

Kalau saya sering nyesek tinggal di Indonesia karena beberapa hal yang saya rasakan sendiri dan sekarang tidak terlalu merasakan karena sudah di luar negeri, sedang sekarang banyak hal meski hanya melihat dan tidak merasakan langsung tapi bikin nyeseknya lebih nyesek.

Sempet ke pikir gimana nanti kalau aku tinggal di Indonesia dan membesarkannya disana...
Kepikir juga, kenapa negara yang terkenal dengan populasi muslim di Indonesia kok begitu banget...
Bukan hanya soal pemerintahan....
Bukan hanya soal kemiskinan...
Bukan hanya soal politik dan ekonomi....
Tapi... negara yang mengaku masih kuat adat ketimuran, yang katanya terkenal ramah apalagi banyak orang muslim yang ajarannya sebenarnya segitu sempurna tapi...

Kenapa tindak kriminal semakin banyak...
Kejahatan moral semakin sadis dan tragis....

Mulai dari pembunuhan, pemerkosaan dan juga.... acara TV.

Soal moral, saya memang tidak menemukan banyak hal yang lebih baik di Korea.
Mereka juga seperti membebaskan banyak hal yang tidak pantas, tapi negara ini tidak banyak tindak kejahatan atau kriminal yang seperti sudah seliweran sehari-harinya di berita Indonesia. Meski bukan berarti nggak ada...

Kasus perkosaan anak kecil, kasus perkosaan dengan banyak pelaku berakhir dengan pembunuhan dengan cangkul...

Astaghfirullah... dididik dengan cara apa anak muda jaman sekarang?
Banyak juga yang lihat anak-anak jaman sekarang udah meniru adegan di sinetron-sinetron Indonesia yang mulai merusak moral banget. Pacaran, mewah-mewah sejak dini, dan adegan romantisme nan tidak pantas untuk anak yang seharusnya masih asyik dengan permainan tradisional.

Credit to owner

Liat saja kualitas PENDIDIKAN Indonesia yang juga semakin bikin hati ngenes....
Bagaimana bisa nurani seorang guru yang begitu lekat dengan imej pendidik yang baik mengeluarkan soal semacam ini pada generasi yang masih kuncup.... Shock sekali melihatnya, terutama orang tua yang punya anak-anak yang masih kecil. Pasti akan semakin takut...


Ada yang bilang mau hapus kurikulum agama biar nggak radikal katanya. Terus diganti soal semacam ini?? Ya Allah... hatinya pada ditinggal dimana toh ya.... T___T



Apakah ini benar-benar sudah akhir jaman dimana hadits-hadits ini sudah terbukti...

‘Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah… (lalu beliau menyebutkan di antaranya:) dan merebaknya perzinaan’ ”

Akan datang kepada manusia beberapa tahun yang penuh dengan tipuan … (lalu beliau melanjutkan haditsnya, di dalamnya disebutkan:) dan menyebarnya perbuatan keji (zina).’ ”[Mustadrak al Hakim (IV/512)]

Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah banyak peristiwa haraj. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah haraj itu? Beliau menjawab: Pembunuhan, pembunuhan. (Shahih Muslim No.5143)

Belum lagi berita-berita sebelumnya...
Pembelaan terhadap LGBT, Usaha pelegalan alkohol, lokalisasi...

”Akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina ."

Acara TV yang aneh bin absurd. Saling olok-olok, ejek-ejek tapi berkedok humor, salah satu yang bikin hati ngenes adalah artis dan orang-orang yang bikin ulah dan pelanggaran malah di jadikan duta. Oalahhh... keblinger tenan, Saya aja yang nggak pintar yakin kalau hal itu nggak benar.

Belum lagi hal-hal vulgar yang seliweran bebas di sosmed. Dijadikan meme, guyonan terus dikomentarin rame-rame buat bahan seru-seruan.

Mau jadi apa negeri kita kalau generasinya punya karakteristik dan watak seperti ini terus??
Kapan kita punya generasi yang lisannya penuh hikmah dan tingkah lakunya meneduhkan?
Apakah itu mustahil untuk Indonesia?






Sementara di belahan bumi lain, umat yang mengaku Islam di bunuh, di tindas, dan di usir dari tanahnya sendiri.
Sementara kami yang diberi keamanan dan kenyamanan disini sering lalai bahkan kebablasan.
Tidak pedulikan seruanmu, tidak pedulikan ajaranmu... Tidak pedulikan lagi...
Bahwa Surga dan Neraka, salah satunya darinya akan menampung kita dikemudian hari...

Mau nangis Ya Allah... Pingin ada sesosok seperti Nabi Muhammad lagi di tengah-tengah kita dan bisa mengendalikan banyak umat dengan lisannya dan ajaran yang hikmahnya sempurna...

Pingin ngadu...
Ya Nabi... mereka mengaku Islam tapi melakukan hal begini begitu... tolong nasehati mereka...
Ya Nabi... inilah yang dialami oleh kaum muslim di dunia... bantu mereka...
Ya Nabi... tuntun pula aku yang takut kehilangan arah atau lupa jalan.

Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. (Shahih Muslim No.5128)

Meski banyak hal tak baik terjadi di Indonesia...
Tapi saya juga sering melihat banyaknya orang berbondong-bondong masuk Islam. Mainstream dunia saat ini nampaknya tidak menghalangi hidayah yang sudah tertulis akan di karuniakan Allah pada umatNya yang hendak mencari jalan pulang. Banyak orang yang cukup pintar mampu memilah mana Islam dan ajaran sebenarnya, dan mana yang berstatus muslim tapi tak hiraukan ajaran Islam sama sekali.

Pingin curhat dikit dulu aja... kalau ada ilmu yang saya pelajari lagi akan saya share lebih detail...
Semoga kita dihindarkan dari hal demikian dan bukan termasuk umat-umat manusia yang berhasil digerus moralnya oleh mainstream dunia akhir-akhir ini...

Ini PR buat kita semua...

Demikian, mohon maaf kalau banyak kekurangan...

Wassalam...

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art