Tampilkan postingan dengan label Fitnah tentang Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fitnah tentang Islam. Tampilkan semua postingan
Label:

Beberapa Kenyataan Syariat di Negara Mayoritas Muslim

Assalamualaikum...


Saya masih di negara jauh dari tanah air...
Tapi masih menyimak dari jauh mengenai berita dan kabar di Indonesia yang ternyata masih saja bahkan lebih membuat saya sedih, jadi ini mau curhat aja mengenai sedihnya hatiku (jiah).
Pembahasannya mungkin random, pokoknya mau curhat ajaa...

Hmm... Bicara lagi soal isu di negara mayoritas muslim... 
Yang populasinya sebagian besar adalah orang-orang dengan status muslim.
Tapi negaranya nggak boleh dibilang negara muslim..
Nggak boleh negakin syariat...
Agama mayoritas yang justru ditekan dan di zalimi di tempatnya sendiri. 

Eh masa sih?? Melebay kali...
Nggak kok, Insya Allah nggak...
Saya sebagai muslimah yang cinta agamanya, cuma bisa curhat sama Allah dan ingin menyadarkan saudara sekalian melalui tulisan yang tidak cantik ini. Halah...

Negara kita, Indonesia, punya wilayah luas, dari sabang sampai merauke...
Punya suku, bangsa dan bahasa yang ratusan bahkan ribuan ragamnya. 
Tapi simbolnya Bhinekka Tunggal Ika... Berbeda-beda namun satu jua.
Satu dalam nama Indonesia...
Tapi apakah benar kita benar-benar bersatu? Tidak ada hal yang membedakan kita?

Satu kita yang mana?
Kita masih berebeda-beda jua, meski nggak bawa-bawa agama juga. 
Kita masih beda antara yang kaya dan miskin. 
Yang PNS dan yang pekerja swasta.. 
Yang S1 dan yang lulus SMA
Yang pejabat dan yang wiraswasta.. 
Yang logat gaul dan logat jawa... 
Bahkan yang jomblo dan yang maksiat pacaran.
Pem-bullyan dimana-mana. 
Dalam segala aspek kita masih terlalu banyak membeda-bedakan.

Apalagi untuk urusan penyamaan aturan? 

Kita sebagai umat muslim, nggak membedakan mana urusan pemerintahan, urusan rumah tangga, bahkan urusan kamar mandi semua ada aturan yang seragam berdasar ilmu agama. 

Ya udah sih, sama mengerti banyak umat muslim yang berharap berdirinya khilafah di negeri. 
Alias satu kepemimpinan, dibawah kepimimpinan dengan hukum Allah. 

Saya juga paham banyak non muslim bahkan orang yang 'statusnya' muslim ini benar benar menentang tentang organisasi yang mengajukan 'khilafah'

Karena kita sudah teralu banyak perbedaan, meski bukan tidak mungkin karena kita tidak tahu kehendak Allah, saya tahu. Karena saya tahu banyak orang apalagi non muslim yang tidak tahu hukum Islam itu seperti apa, yang jelas karena Islam bukan agamanya apalagi agama yang mereka benci, tentu saja mereka menolak. 

Baik, jangan ketinggian dulu ngomong khilafah karena ilmu saya juga belum tinggi untuk menjelaskan tentang ini... 

Tapi yang jelas, yang buat saya sedih adalah dimana hukum agama kita dilarang-larang, dihalang-halangi bahkan terang-terangan menjauhkan mayoritas orang dari agamanya. Benar-benar keterlaluan! 



Simak percakapan berikut :

SEDIKIT REALISTIS.
*Bu Guru : Murid-murid, taukah kalian bagaimana mereka menghancurkan umat Islam?* 
*Murid : Lewat perang bu...!!!* 
*Bu Guru : Selain lewat perang, lewat apalagi?* 
*Murid : Gak tau bu*..!! 
*Bu Guru : "Ibu kasih permainan yaa".. Ibu akan meletakkan Quran diatas meja di tengah karpet. Quran itu dijaga sekelilingnya oleh umat muslim yang dimisalkan dengan karpet. Sekarang kalian berdiri di luar karpet*.*Permainannya adalah.. bagaimana caranya mengambil Quran yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tapi syaratnya tanpa menginjak karpet? Hayoo.. siapa yang bisa?* 
*Murid-muridnya berpikir.*
Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, tali dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.* 
*Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar*, *digulungnya karpet, dan ia ambil Quran ditukarnya dengan buku lain. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet*. 
*Bu Guru : Murid-murid, begitulah umat Islam dan musuh-musuhnya*. Mereka tidak akan menginjak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar*.
*Murid : Contohnya gimana bu?*
*Bu Guru : "Contohnya sekarang ini banyak..boleh minum miras asal gak mabok, legalisasi miras, legalisasi prostitusi, kaum LGBT didukung, apartemen untuk pelacur, penggantian baju sekolah muslim, kaset ngaji disebut polusi suara, takbir keliling dilarang dengan alasan macet, tapi pesta tahun baru difasilitasi, dzikir akbar dilarang alasan ketertiban, tapi konser musik diijinkan, jualan hewan kurban dipersulit alasan kebersihan, tapi jualan daging anjing dipermudah, dan juga pengaturan pemotongan hewan Qurban yang dipersulit.
Sedikit demi sedikit umat muslim dijauhkan dari agamanya.. Ibu khawatir, lama kelamaan adzan pun gak boleh*.. 
*Murid : Trus kita harus gimana bu?*
*Bu Guru : 'Kita perkuat iman kita, carilah pemimpin yang bertakwa pada Allah SWT. Jika pemimpin kita bertakwa pada Allah SWT, tidak mungkin korupsi, tidak mungkin membuat kebijakan yang merugikan umat. 
"Hati-hati dengan pemberitaan MEDIA yang sering menyesatkan umat.. 'Kita gak tau siapa dibelakang mereka..
Bacalah Al-Quran, lalu taati, karena Firman Allah gak mungkin salah.*
*Murid : Insya Allah bu guru*..
@Ya Salam /milis tetangga
*** 
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka. (QS. Muhammad : 1)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. (QS. Al-Anfaal : 36)

Apakah percakapan diatas isinya hanya fiktif belaka?? Apakah anda semua tidak merasa bahwa itu tidak asing dengan sesuatu yang ada keseharian anda?? Ya!! Jawabannya adalah itu semua adalah cerita dari negeri kita tercinta, Indonesia Rayaaa....

Lihat.... kenyataan di negara kita bahwa jumlah muslim itu sangat besar! Lalu mereka menghalang-halangi dan ngotot mau melegalkan apa-apa yang dilarang oleh agama Islam. Saya juga nggak mau kok mengusik kepercayaan orang lain. Bukan juga memaksakan agama kita pada orang lain. Tapi kezaliman dan fitnah terhadap muslim itu sudah terlampau banyak, setidaknya hargai umat muslim yang ingin menjalankan dan mengajarkan sesuatu sesuai agamanya mulai dari lingkungan sekitar. Kita tidak menyuruh yang non muslim mengikuti, tapi tolong hargai!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kalau yang non muslim mau minum-minum alkohol ya hargai yang tidak minum alkohol dengan tidak berpesta-pesta alk ohol di lingkungan muslim, bahkan mau buat pabriknya. Menjerumuskan  dan mempengaruhi yang belum berilmu sehingga makin hancur generasi islam, Gitu kah maunya???? Mau alasan HAM lagi? Hak asasi donk minum-minuman keras dimana-mana, Hak asasi bikin pabriknya di indonesia, Hak asasi donk ada orang mabuk kecelakaan, hak asasi juga ada orang mabuk berzina... Ini kan bukan negara muslim. Tapi populasi mayoritasnya itu gimana donk paaaak ibuuuu??? Lama-lama hak asasi donk jadi orang jahat...!!

Mau minum alkohol silahkan minum alkohol di markas sendiri... Jangan menyontohkan hal yang nggak-nggak sama sekitarnya. Ibaratnya kayaknya yang ngerokok jangan menyebarkan asap gitu... Jangan ngerokok di tempat umum, dan saat minum alkohol jangan berkeliaran ya... ntar merugikan yang lain, kalau lagi nggak ada kesadaran bisa mukul orang, nabrak orang, gimana hayoo...?
(Jangan bilang : "yang gak mabuk juga bisa kok mukul orang", kayak kata-katanya perokok, "Yang gak ngerokok juga bakal mati kok."

Hanya demi kaum yang sedikit apakah kalian akan merusak kaum yang banyak?

Saya nggak habis pikir dengan pemimpin jaman sekarang, termasuk yang memilih dan membela setiap tindakan-tindakan anehnya. Saya ingin huznudzon, semoga suatu saat para pemimpin dalam negeri bisa berubah, dianugerahi Allah ilmu dan hati nurani.

Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia, apakah muslim merdeka dan bisa semena-mena disana? Tidak juga. Kami juga jadi korban pemberlakukan 'double standar' dunia di negara sendiri...

youtube : budak banten

Oke, kita tabayyun saja dulu, kita tak menuduh bahwa semua berita semua benar adanya. Tapi karena ada eksistensi berita seperti itu, saya berharap banyak pihak yang bisa mengkoreksi, memperjuangkan dan membela apa yang patut dan mengingatkan apa yang tidak seharusnya.

Tidak hanya di Indonesia. Uzbekitan, negara dengan prosentase muslim cukup besar (sekitar 96% penduduk Uzbekistan adalah muslim, tapi apa yang terjadi.... Berita semacam ini bahkan ulasan tentang kenyataan muslim di Uzbekistan pun dituliskan di beberapa situs. Sedih lihatnya...

Saya mengetahui keadaan Uzbekistan seperti ini karena mengetahui langsung bagaimana orang Uzbekistan menjalankan agama. Saya yang sedang tinggal di Korea, punya beberapa teman Uzbek dan karena itu saya juga ikut prihatin bahwa di negara itupun banyak pencekalan dan pelarangan bahkan sangat minim ilmu mengenai melaksanakan ibadah dan agama.

DUNIA YANG DOBEL STANDAR

Masih ingat kan kasus terakhir tentang bu Saeni yang sempet menghebohkan banyak orang bahkan jadi viral dimana-mana. Saya nggak benar-benar mengetahui karena saya sedang berada di luar negeri, dan saya rasa pembahasannya lumayan pelik.

Saya sempat berpikir, apakah hanya muslim yang menjalankan peraturan semacam ini berkaitan dengan hari keagamaannya? Ternyata tidak, dan mana... apa ada yang bersuara berteriak-teriak meminta keadilan untuk orang lain yang tidak menjalankan hari keagamaan yang sama? TIDAK!!

DUNIA...
Bukan hanya dunia tapi...
INDONESIA MEMANG DOUBLE STANDAR






Agak Speechless...
Miris dan sedih...
Pada bersimpati pada orang yang seolah mereka adalah korban perda Islam.
Sebegitu keras mereka memusuhi Islam, bahkan orang-orang yang berstatus 'Islam' di KTPnya.
Maka benar dan saya sangat setuju dengan kata-kata dibawah ini.
Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, (QS. Al-Hajj:53)
Sampai ada guyonan macam begini... Saking sedihnya...

youtube : budak banten
Saya tidak berkata begini karena saya muslim yang mayoritas dan tinggal di Indonesia.
Tapi saya juga sekarang merasakan jadi minoritas saat hidup di Korea, jadi saya rasa dalam posisi yang manapun perkataan bapak Taufiqurrahman Ruki ini perlu di tanamkan pada orang-orang jaman sekarang.


Jika anda berada di negara mayoritas muslim, maka hormatilah ajaran agama kami dengan tidak menyebarluaskan apa yang haram bagi kami. 
Begitu pula saya yang sebagai minoritas disini, saya harus ikuti norma-norma orang Korea yang agak nggak biasa buat saya, misal makan nggak boleh angkat mangkok, ketemu harus menganggukkan kepala dan tidak makan minum di angkot umum, dll. 

Meski itu hal yang tidak biasa bagi kita tapi karena saya minoritas maka saya harus tahu diri untuk menjalankan norma yang ada (norma umum). Sementara perkara agama, karena mereka sebagian besar tak menonjolkan agama dan tidak menjalankan agama, jadi ya begitulah... haha

Jadi kagum dengan pemimpin negara dan daerah yang menjalankan syariat... semoga diijinkan Allah tinggal di tempat-tempat seperti ini di kemudian hari. Aamiin...



Wassalam.

Label: ,

Logika Teroris dan Aliran Sesat

Assalamualaikum...
Bismillah... 
Sudah lama banyak hal mengusik pikiran saya, jiah. Tentu saja bukan perkara asmara maupun utang, hehe. Tapi mengenai hal yang lebih penting lagi. Mengenai kemanusiaan, kehidupan, kedamaian dan menyangkut agama yang saya anut, Islam.

Kebaikan dan iman yang ada di diri saya mungkin nggak ada 5% nya dari milik Nabi, tapi mengenai sedikit hal saya bisa merasakan apa yang dikatakan dan dirasakan Nabi Muhammad SAW. "Nabi tidak marah meskipun dihina, tapi Nabi akan marah jika hukum Allah di permainkan."

Melihat segala peristiwa yang berseliweran akhir-akhir ini yang dibicarakan di media dan pemberitaan manapun, membuat dada saya terasa sesak, sejenak kepala menjadi panas dan hati terasa sedih. Ya Allah... jaman apakah ini? So cruel...

Teroris... 
Bom meledak darr... darr... darrr...
Nyawa tak bersalah melayang, pelakupun ikut meregang nyawa, dengan niat awal sebagai ksatria dengan iman melompong, otak kosong dan ideologi melenceng jauh.
Kenapa saya berani bilang seperti itu. Saya yakin, orang yang benar-benar belajar Islam tidak mungkin melakukan hal useless semacam itu di hidupnya.
Dan setiap kejadian seperti itu terjadi, seluruh dunia lalu seperti serempak memandang kita yang menyandang status sebagai 'muslim' dengan tatapan mendakwa.

Setiap semua tuduhan dan rimpah ruah mengenai itu mulai mereda, kejadian yang baru terjadi lagi dan lagi seperti ingin membuat rantai asumsi keburukan pada Islam tidak akan terputus.

Bom Bali, Bom Marriot Jakarta, Bom Boston, WTC, Bom Paris, Bom Mumbai, Bom Istanbul, dan yang terakhir terjadi lagi di Jakarta...  Dan yang lain-lain...

Memakai nama Al-Qaeda, Al-Islamiyah, ISIS (Islamic State of Iran and Syria)....
Menggunakan bendera dengan bertuliskan asma Allah dan Nabi Muhammad bahkan lengkap dengan lafadz Laa ilaha ilallah...

So disturbing... So disgusting
They're so bad, they're so awful...
They're evil..



Benar-benar mengusik hati. Jika umpatan tidak dilarang dalam Islam, saya ingin sekali mengumpat pelakunya dan semua orang dibalik itu dengan segala umpatan di dunia ini dengan semua bahasa.

Kemudian aliran sesat seperti Ahmadiyah, Syiah, Gafatar, dan semacamnya yang membuat berbagai nama tapi tetap saja melekatkan nama Islam pada mereka.

Nikah Mut'ah, melukai diri sendiri, menghina orang-orang terdekat Nabi, membujuk orang hingga mereka hilang dari keluarganya dan perilaku-perilaku lainnya yang sangat tidak masuk akal, tidak baik, sangat nyeleneh dan tentu saja...

JAUH DARI ISLAM...

Dibalik banyak cerita orang yang mulai berhijrah, mulai menjadi baik setelah belajar Islam, banyak pula yang berusaha untuk menghancurkan nama  Islam selangkah demi selangkah, namun memakai topeng sebagai muslim.

Seperti semburan air dan api yang bertarung pada satu titik.

Umat Islam sedang diuji...

Entah... Mungkin peringatan Allah, agar kita sebagai muslim bisa lebih kuat dan lebih dalam untuk mempelajari agamanya, mampu berlaku sesuai dengan ajaran agama kita..
Kadang kita merasa aman dengan zona nyaman, sehingga semua ini terjadi agar membangkitkan semangat perjuangan umat muslim kembali..
Membela dan menunjukkan bagaimana Islam yang sebenarnya...

Sedih... sedih banget...
Sangat berduka.
Meski saya miskin ilmu tapi saya muslimah yang mengenal Islam.
Saya tahu betul apa yang diajarkan Islam, bagaimana prinsipnya, bagaimana akidahnya.
Sampai pingin berteriak dan ingin tahu bagaimana memecahkan semua kesalahpahaman ini.

Islam yang membuat saya bahkan tidak bisa membunuh semut kecil tanpa sebab.
Islam yang membuat saya terus menyesal dan berdosa jika sedikit saja melukai perasaan orang.

Tidak ada kepentingan orang muslim untuk membunuh orang yang tidak sependapat dengannya.
Bahkan jika terjadi perdebatan, Islam menyuruh kita meninggalkan saja tempat dimana perdebatan itu terjadi, Allah bahkan menjanjikan surga untuk orang yang meninggalkan perdebartan.
Tidak menyuruh kita memenangkan perdebatan meskipun benar, apalagi menyerang seseorang yang berbeda dengan kita.

Islam pula yang menyuruh kita untuk tiga kali mengingatkan diri untuk tidak gampang emosi, ketika teman Nabi meminta nasehat pada beliau, beliau hanya menyampaikan, "Jangan Marah... Jangan Marah... Jangan Marah."

Mana ada hal gegabah yang boleh dilakukan dalam Islam...
Sementara orang-orang itu menggunakan nama dan atribut 'Islami' untuk melancarkan kejahatan dan kekejian. Padahal orang Islam yang sesungguhnya sama sekali tidak seperti itu...

Dalam Al-Qur'an kita boleh memerangi orang jika kita diperangi!
Perangnya pun beda dengan apa yang terjadi saat ini...
Tidak boleh seperti teroris yang bom bunih diri...
Menaruh bom di tempat keramaian di tengah rakyat sipil...
Tidak boleh menjatuhkan granat seperti yang di lakukan Israel...
Tidak boleh bersembunyidi balik dinding lalu melempar mariam seperti yang dilakukan teroris Israel terhadap Palestina.
Tapi perang yang benar dalam Islam adalah yang face to face, yang gentleman... 

Berikut ilustrasinya. Ini adalah gambar peperangan mahabrata, tapi bisa jadi contoh untuk penggambaran bagaimana cara perang yang di perbolehkan dalam Islam.

Gambar hanya ilustrasi (Gambar Mahabrata)
Yups, perangnya saling berhadapan ya... 
Dengan pemimpin perang paling depan, bukan yang sembunyi dibalik ketiak prajuritnya. Hmmm

Ini luka dalam bagi kami sebagai muslim...
Ini bencana dan kesedihan, dan orang-orang masih terus mengorek luka itu dengan berpandangan bahwa itu semua benar-benar mewakilkan Islam.
Terus menaruh curiga dan tuduhan jahat pada muslim.

Ini semua adalah berkat...
Kekuasaan...
Uang...
Di dunia yang tidak adil ini kedua hal itu bisa memenangkan apapun.
Mereka mengalirkan dana besar, membuat proyek panjang yang besar dengan mengkambing hitamkan nama Islam, dengan menggunakan nama Islam sebagai topengnya.
Itu semua hanya agenda pribadi golongan tertentu...
Ini bukan khayalan kaum muslim, coba buka mata lebih lebar...

Sayangnya masih banyak diantara orang-orang di sekitar dan di dunia ini yang menelan mentah-mentah apa yang terlihat di media, dan tidak melihat sisi sebenarnya dari seorang muslim di sekitar mereka.

Meski sebenarnya banyak pula yang sudah mulai menyadari hal ini. Mereka tahu ini sama sekali bukan perwakilan Islam, justru sebaliknya..

Mereka sadar Islam lah sedang diperangi, dihancurkan. Belum cukup mereka membunuh ribuan nyawa tak berdosa di negara-negara  seperti palestina, lebanon, suriah, mereka menghancurkan imej Islam dengan memakai atribut Islam dan melakukan kekejian. Mereka begitu tersistematis, terorganisir bahkan sumber dana mereka mungkin tidak terbatas. Yups, singkatnya ini konspirasi besar tokoh-tokoh dunia yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan seorang rekan non muslim kami pernah mengatakan pada kami bahwa dia tahu bahwa ini semua dalang negara adidaya... Ada yang mengakui, bahkan ISIS punya alamat IP yang sama dengan alamat IP pemerintahan salah satu negara barat. ISIS bukannya menyelamatkan negara Palestina dan Suriah, sebaliknya mereka sudah membunuh ratusan ribu muslim.. Hello... bukankah ini sudah jelas bahwa mereka bukan muslim? Muslim yang disini mati-matian cari amal untuk membangun rumah sakit, membelikan makanan dan selimut dan disana yang bawa-bawa nama 'Islam State' malah membunuh? So obvious fake!

ISIS juga dikabarkan teroris terkaya, mana ada begini... tahu sendiri Islam bukan penguasa ekonomi saat ini. Meskipun saya yakin akan ada kejayaan dan memang pernah ada kejayaan untuk Islam nantinya, sesuai Al-Qur'an, bahwa Allah mempergilirkan kejayaan.

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Qur'an. Ali Imran -140)


Belum lagi kejadian di Istanbul, yang terjadinya bom di dekat masjid. Bukankah hanya psikopat yang mengaku muslim saja yang bisa bisanya mengusik kedamaian rumah ibadahnya sendiri? Apa untungnya? Apa kepentingannya jika muslim melakukan itu dan melukai golongannya sendiri?

Beberapa orang barat sudah ada yang menelisik kejadian ini secara dalam telah menemukan banyak sekali keganjilan pada kejahatan yang mengatasnamakan Islam.  Bahkan sebagian dari mereka malah memutuskan masuk Islam, adapula yang menunjukkan simpatinya terhadap Islam.



Dalam Al-Qur'an sudah disebutkan bahwa orang-orang kafir akan terus membenci keimanan orang muslim dan bahkan 'mengeroyok' muslim bak makanan di atas meja.
Ini semua memang sudah suratan, semua terjadi sepengetahuan Allah. Hanya saja kita yang mengaku mempunyai iman harus bersiap dengan semua ujian, ini salah satunya. Kita harus andil pula untuk mengatasi ujian semacam ini, tidak dengan mengacungkan senjata seperti yang teroris lakukan.
Jauh dari itu, kita cukup menunjukkan diri bahwa kita adalah kaum yang taat dan menjalankan Islam yang sebenarnya. Bela lah agama kita dengan menjalankan perintah yang sebenarnya.

Logika yang bisa saya tangkap adalah bahwa selain semua ini sudah kodrat dimana umat muslim akan ditimpa fitnah yang berjatuhan seperti hujan, fenomena teroris dan semua aliran sesat ini memang skenario mereka untuk membuat Islam semakin terlihat buruk. Mereka bukan umat Islam yang mengaku membela kemenangan Islam namun dengan jalan kekerasan dan pemaksaan. Mereka bahkan sudah menodai kata 'Jihad' yang sebenarnya mempunyai arti mulia, dan Jihad bukan hanya berkaita dengan perang. Seorang lelaki yang bekerja dan menafkahkan harta pada keluarganya pun bisa disebut jihad, namun semua berhasil mereka belokkan menjadi sesuatu yang hanya berdarah-darah.

Saya bukan bersikap sok detektif atau paling ngerti. Tapi umat muslim yang mengenal agamanya, pasti tahu bahwa tindakan seperti ini tujuan dan akibat yang mereka (teroris dan kaum sesat) harapkan adalah Islam akan dijauhi penganutnya yang masih minim ilmu dan dibenci orang-orang yang belum berIslam. Sehingga mereka berharap Islam akan mendapat serangan dari berbagai arah, sulit berkembang dan mungkin musnah dan hilang dari permukaan bumi.

Dengan begitu tidak ada lagi aturan-aturan Tuhan yang terus dikumandangkan dan peringatkan oleh sebagian orang berilmu yang dianggap mereka membatasi hidup mereka. Mereka hanya akan melarikan diri dari kebenaran dan berpayung kedustaan. Allah yang akan membalas semuanya.

Atau dengan hancurnya Islam, maka akan memperlancar agenda besar mereka yang belum kita ketahui. Yah... ini bukan film, tapi ini bukan hanya khayalan..

Teroris yang mempromosikan bahwa Islam adalah agama kekerasan dan keji.
Aliran sesat yang mempromosikan bahwa Islam terpecah belah dan mempunyai banyak ajaran tidak relevan, membuat orang jadi sulit membedakan mana yang Islam asli dan mana yang Islam tipu-tipu.

Ini merupakan jurus mengelabuhi...
Bluuumm!! Bom meledak, asap membumbung... Pandangan tertutup... Samar... tak terlihat mana yang berkulit putih, mana yang berkulit hitam...

Sama... dengan mereka menggelegarkan kejahatan segitu dahsyatnya...
Orang jadi kabur mana yang Islam beneran dan yang KW minus.

Yang baik berhijab, yang jahat ikut-ikutan berhijab kemudian melakukan kejahatan...
Kemudian si baik yang berhijab duluan tadi malah kena getahnya pula, padahal dia tak tahu apa-apa.
Yang hijab panjang dan yang bercadar istri teroris lah, yang berjenggot babenya teroris lah...


Serba salah dah... Masa iya kita kudu ganti penampilan karena gaya kita ditiruin orang jahat?
Maklumlah penampilan orang muslim kan yang paling khas, paling beda, paling gampang buat mereka untuk di jadikan kambing hitam...
Dan alasan lain yang kalau di ulas akan lebih panjang lagi...

Laa Tahzan... Semua muslim yang cinta  agamanya pasti sedih dengan kejadian seperti ini...
Mari kita bela agama kita dengan cara yang indah...
Kita balas kejahatan dengan kebaikan..
Kita balas kebencian dengan cinta..
Kalimat simpel, tapi kita semua tahu ini perlu ikhtiar dan istiqomah yang kuat...
Tapi saya yakin semua mampu menjalankan asal dengan ilmu dan kesadaran.

Rasulullah SAW bersabda, "Umatku ini dirahmati Allah dan tidak akan disiksa di akhirat. Tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan, dan musibah-musibah." (HR. Abu Dawud)

Sekian dulu...
Mohon maaf karena saya menulis ini dengan hati yang sedih sehingga terdengar sedikit emosi..
Saya tidak tahan melihat orang-orang menjadikan agama saya menjadi tameng kejahatan.
Semoga keadaan membaik di dunia ini...

Aamiin.
Wassalam... 

Label:

Media Massa Zalim Kepada Umat Islam

Assalamualaikum..
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf

Umatku ini dirahmati ALLAH dan tidak akan disiksa di akhirat, tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan dan musibah-musibah. (HR. Abu Dawud)

Mungkin ini adalah salah satu teriakan kecil atas ketidak adilan yang mungkin tak akan di dengar, bahkan tidak dipercaya. Ketika Islam di serang dari berbagai pihak bahkan dari pemberitaan dalam negeri yang katanya mayoritas Islam. Jika kita adalah orang yang mengamati secara dalam ketika menyimak media massa, kebanyakan berita yang punya kaitan dengan Islam maka semua berita berupa hal-hal yang buruk.

Tak usah sungkan sebut merk. Seperti Yahoo.. Yang entah secara kebetulan namanya itu identik dengan Yahoo-di (Yahudi), apakah benar dia salah satu provokator penyebar fitnah Islam. Dengan kabar bahwa 90% media massa di dunia ini dikuasai oleh Yahudi.  Karena setiap berita dalam headline kalo nggak berita artis yang gak penting ya yang menyangkut Islam pastilah yang jelek-jelek. Saya benar-benar heran, begitu banyak kebaikan orang Islam yang saya ketahui sama sekali nggak nongol di TV. Tapi kalau umat Islam kedapatan berbuat salah sedikit, meskipun itu kebenarannya masih samar-samar, pasti dan langsung meledaaaaak ! Intinya, jika muslim berbuat baik 85 % maka semua itu akan disembunyikan. Tapi namanya juga manusia, berstatus muslim tapi tidak berpegang teguh pada sunnah maka sem

Satu contoh ketaranya aja. Bom boston menewaskan 5 orang udah pada koar-koar heboh sedunia kalau itu Islam yang lakukan, Islam teroris! Juga tragedi Bali, pelaku yang nyatanya masih fakir ilmu Islam, ngaji aja nggak bisa tapi Islam mulai dicap jelek, di generalisasi. Tapi dunia diberitahu bahwa Islam itu teroris! Kemudian WTC.. yang jelas2 fakta tentang pelaku adalah bohong besar bahkan sudah ada detektif dari Amerika sendiri yang menyatakan bahwa WTC adalah perbuatan orang dalam. MALU!

Sementara itu beberapa negara Islam sedang di bombardir oleh sekutu negara adi daya, entah amerika, yahudi atau syiah dengan segitu ganasnya, hingga ratusan ribu nyawa melayang nggak ada berita yang nongol. ZALIMNYA KALIAN!! Saudara kami yang dibunuh tapi kami yang diteriakin teroris!



***


“Revolusi media tidak akan pernah terjadi di media arus utama. Mereka lebih sibuk dengan popularitas, rating dan uang. Revolusi media lahir dari pinggir, dan dilakukan oleh sekelompok orang yang dianggap tidak ada. Siapakah mereka? Mereka adalah jurnalis Muslim yang senantiasa membela Agama Kebenaran, penuh dedikasi dan keikhlasan meski dihadapkan pada banyak keterbatasan..”  



Seorang produser TV Nasional terkemuka di Indonesiayang tahu betul di jagad jurnalisme karena telah malang melintang secara luas sehingga jabatan tinggipun di dapat tapi kemudian ia rela melepas pekerjaannya yang sudah mapan dengan gaji tinggi demi melepas diri dari kezaliman yang banyak terjadi di media massa terhadap Islam.
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf

Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Bagi Fadhil – panggilan akrab beliau – pemberitaan media massa tentang umat Islam sangat tendensius dan tidak berimbang. Media massa di Indonesia, sengaja atau tidak tidak, telah bertindak zalim terhadap umat terbesar di Republik ini. Dan inilah salah satu alasan utama dirinya lebih memilih untuk mundur dari posisi nyamannya sebagai salah satu ‘petinggi’ di media. Mungkin sebagian orang akan menganggap dirinya bodoh keluar dari pekerjaannya, namun bagi Fadhil keberpihakan terhadap umat dan idealisme lebih utama daripada jabatan dan harta yang berlimpah.
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf

Pasca mundur sebagai new producer salah satu televisi swasta, Fadhil yang telah lama merasa terjadi pertentangan batin di dalam dirinya sewaktu melihat kezaliman media terhadap pemberitaan umat Islam termasuk televisi tempat dia dulu bekerja, mulai mengumpulkan fakta-fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam. Dan akhirnya untuk melampiaskan gejolak di dalam hatinya serta sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang tidak adilnya media terhadap umat Islam, Fadhil memilih membuat sebuah buku berjudul “Kezaliman Media Massa Terhadap Umat Islam.”

Fadhil menegaskan, meskipun umat islam mayoritas di negeri ini, namun tidak memiliki kekuatan untuk membangun opini public yang positif tentang dirinya sendiri. Jika kita telaah dan telusuri, begitu banyak pemberitaan yang menyudutkan Islam.

Dalam bukunya, Fadhil menulis: "Pada level global, beberapa jurnalis kawakan pun memilih keluar dari tempatnya bekerja, karena bertentangan dengan hati nurani, saat kepentingan politik praktis dan tugas jurnalistik yang mengedepankan kebenaran, bertabrakan."

Ia memberi contoh, Helene Thomas dari Heart Newspaper, mengundurkan diri dari posisinya sebagai jurnalis senior di Gedung Putih. Dia dikecam oleh Pemerintah George W. Bush karena mengkritik Israel dan kebijakan politik luar negeri AS yang mengivansi Irak dan Afghanistan.

Adapula Yvonne Ridley, jurnalis Inggris yang pernah disekap Taliban, saat melakukan tugas jurnalistik pada tahun 2002. Dia kemudian masuk Islam dan melakukan kampanye Islam ke seluruh dunia. Bahkan bersama sejumlah koleganya, jurnalis muslimah yang kini berjilbab ini membangun Islamic Channel. Sepertinya Fadhilah Zein terinspirasi dengan jurnalis Barat yang kini sadar dengan kezaliman media massa dunia terhadap umat islam. Buku yang ditulisnya adalah sebuah ilmu, gagasan dan pengalaman yang sangat berharga bagi jurnalis muslim dimanapun berada.
 

"Revolusi media tdk akan pernah terjadi di media mainstream. mrk lebih sibuk dg popularitas, rating dan uang"


Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(QS. 49:6)

Salah satu fakta dalam buku "Kezaliman Media Massa Terhadap Umat Islam" yang diambil dari kultwit @hafidz_ary

Kultwit ini adl resensi thd buku berizi "Kezaliman Media Massa Terhadap Umat Islam". Bgmn media massa yg didominasi kristen & islam phobia menjejali umat dgn berbagai info keliru ttg Islam sehingga kita jd minder dlm berislam. Inilah peran kita di sosmed sbg penyeimbang informasi.

Buku ini mngarsipkan kezaliman media mainstream terhadap umat Islam, diantaranya ttg penghapusan 7 kalimat di piagam jakarta, pembubaran masyumi. Pemberlakukan asas tunggal, pembantaian tanjung priok, lampung berdarah. Buku ini juga menceritakan dusta media dlm pemberitaan sunni syiah, kerusuhan ambon poso, kasus gereja HKBP di ciketing, gereja yasmin dll

Contohnya dalam pemberitaan pertikaian warga muslim ciketing bekasi dg pendeta gereja HKBP . Media memberitakan bahwa warga muslim ciketing menghalangi jemaat HKBP beribadah, padahal bukan itu yg terjadi yang sesungguhnya terjadi adalah arogansi jemaat HKBP thdp warga muslim ciketing . Mereka melakukan konvoi memprovokasi warga. 20 tahun warga muslim ciketing bekasi begitu toleran mengizinkan jemaat HKBP dr luar perumahan untuk beribadah di salah satu rumah. Semakin banyak jemaat nya, mereka semakin argogan,tdk menghargai warga sekitar, menutup jalan, dll

Bahkan mereka memanipulasi izin warga untuk pendirian gereja liar. Meski begitu warga tetap sabar, taat hukum dan UU. Warga protes melalui jalur hukum, akhirnya gereja liar tsb disegel pemkot bekasi. Meskipun melanggar hukum, pihak gereja liar HKBP tetap ngotot. Mereka malah melakukan provokasi thdp warga. Mereka konvoi dr gereja liar yg sudah disegel ke lapangan terbuka dlm perumahan, mereka nyanyikan lagu2 gereja tanpa mempedulikan warga.

Insiden tejadi tgl 8 agustus 2010, saat 2 pendeta HKBP mengeluarkan pistol dan menembakkannya.  Ini tdk diberitakan media, 12 september 2010 , dlm suasana idul fitri , jamaat HKBP melakukan provokasi thdp warga muslim di perumahan ciketing. 200 org jemaat HKBP melakukan konvoi ritual di area perumahan , terjadilah bentrok dg 9 warga muslim bekasi.

Apa yg diberitakan media? FPI menghalangi org beribadah , melakukan penusukan thdp pendeta. Yang terjadi adalah pengeroyokan thdp 9 warga muslim ciketing , mereka membela diri, dan tertusuklah si pendeta. Salah seorang dari 9 warga muslim terluka akibat pengeroyokan, dia malah ditangkap saat dirawat di RS. Pendeta yg menggalang provokasi malah dijenguk pejabat2 tinggi , pelaku kekerasan dr pihak gereja dilepas begitu saja olh aparat. Itu fakta sbenernya ttg gereja liar HKBP di ciketing . Kasus gereja yasmin juga mirip

Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Di pembukaan, penulis buku ini juga menceritakan fitnah di Metro TV yg menuduh rohis sarang teroris. Di Metro TV yg di pemred kan oleh kristen ini menfitnah rohis sbg sarang teroris. Dan media2 mainstream kompak untuk tdk memberitakan demo rohis yg protes thdp fitnah. padahal demo rohis ini sangat massif , dilaksanakan di 16 kota besar di Indonesia , di jakarta sendiri dihadiri ribuan anak rohis. Ada sentimen agama yg dilakukan Metro TV dlm isu rohis. Dewan redaksi yg kristen sgt mempengaruhi pemberitaan. Media macam Metro TV menabrak etika jurnalistik , mereka seenaknya bicara asbun menfitnah umat islam.

Bahkan ada seorang presenter Metro TV yang kemudian berniat berjilbab dan mendapat banyak kecaman dari dalam dan akhirnya dia memutuskan untuk keluar.
Ada juga kabar bahwa setiap jurnalis mendapatkan berita yang baik tentang Islam, ternyata ia dapati tidak pernah disiarkan, sebaliknya yang buruk dengan segera langsung di blow up terus.

Disinilah pentingnya kehadiran kita di social media , untuk melawan kezaliman media mainstream , kita harus meluruskan fitnah2 mereka.  Saat kita belum bs membuat media , ini yg bs kita lakukan . menyelamatkan saudara2 kita dari penyesatan media. Kasihan jk saudara2 muslim kita memiliki persepsi yg salah ttg Islam karena dijejali kebohongan media mainstream.

Kolektif ketika dijejali kebohongan media2 ini akan melahirkan kebodohan kolektif. Setiap hari terjadi kezaliman media thd umat islam . Umat islam yg sebenernya korban kezaliman, dipersepsikan sebagai pelaku kezaliman. Kezaliman media ini membuat kekacauan dalam logika berfikir umat . umat Islam jadi gak percaya diri dg Islam, ini dampak kezaliman media thd Islam. Setiap hari umat islam dijejali oleh informasi ttg Islam dr mereka yg memusuhi Islam.

Mungkin saja muslim berbuat dosa, tapi Islam tak ada cacat, ia ajaran sempurna dari Tuhan. Itu yang harus dibahas. Bertabayunlah sebelum mempercayai sebuah berita. 


Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."(QS. 24:12)
Sekian SEDIKIT yang bisa saya sampai, pastinya banyak sekali kenyataan dan fakta di balik ini. Semoga Allah memberi hikmah dan keputusan terbaik atas semua ini, apapun itu sebagai ujian iman kita juga. Wallahu Alam.. Maaf segala salah dan banyaknya kekurangan, Semoga tiada khilaf yang fatal, semoga Allah mengampuni dan memperbaiki saya.

Wassalam.

Sumber : voa-Islam & fikom.ibnuchaldun.ac.id

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art