Tampilkan postingan dengan label Fakta Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta Islam. Tampilkan semua postingan
Label:

Kebangkitan Umat Muslim Indonesia, Mulai Terlihat?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Bismillah...

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan
dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, (QS.110:1-2)
Mungkin inilah tujuan Allah menghadirkan suka duka, pahit manis, getir asin(??) kehidupan manusia secara silih berganti dan membentuk pribadi muslim yang selalu berpasrah dan bersyukur dalam keadaan apapun, karena semua hal ada HIKMAHnya.

Termasuk duka karena rezim kejam jaman now, umat muslim di Indonesia pun cukup tertekan beberapa tahun terakhir dengan semua yang terjadi gonjang-ganjing di dalam intern negeri ini. Entah itu pemerintahan, kepemimpinan, kebijakan maupun kebermasyarakatannya. Asas-asas yang sesuai dengan agama pun mulai di singkirkan, kita menjerit. Intimidasi, kriminalilsasi, jadi bully-bullyan dan lain-lain semua kita rasakan di negara yang dulunya lempeng-lempeng saja. Kenyataannya adalah sebenarnya semua juga tahu kalau kita mayoritas udah daridulu, tapi kenapa ke mayoritasan itu menjadi sangat masalah untuk yang lain baru-baru ini? Apa lagi kalau bukan tiba-tiba ada negara api menyerang. Sakit cuy.... agama dan hukumnya di cabik-cabik kayak gini.

Tapi bilang mudhorot semua, nggak juga sih kayaknya, yaaaa...ada lah baiknya...

Nah loh...

Kita kaum muslim harus positive thinking guys... hehehehe (meski nggak boleh pasrah dan tetap melawan kebathilan)

Jadi konon, para muslim 'para mayoritas' (sebutan yang diberi oleh si dia) merasa hidupnya tenang-tenang saja, lempeng, tidak ada serangan, tidak ada ancaman, hidupnya enak-enak wae padahal ibadah minim, sholat masih jarang-jarang, ikut kajian dibilang kuno, ikut acara agama dibilang kolot.

Kemudian sampai negara api menyerang, mulai mengusik ketenangan, menyuarakan suara pertentangan terhadap Islam.

Lha dalah.... Alhamdulillah gitu, jadi banyak yang terpancing ghirahnya, Alhamdulillah hati nuraninya masih bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk, jadi meskipun selama ini dia tidak menjalankan kebaikan itu secara benar, tapi ketika kebaikan mulai mendapat pertentangan, perlawanan dan serangan dia mulai mempertanyakan, apa-apaan ini??


Mulai penasaran, ada apa gerangan, kenapa terjadi keributan yang memojokkan agamanya yang selama ini dia percayai meski belum sepenuhnya ia pahami, menelisik tuduhan dan tajuk yang bertebaran. Mulai cari tahu, mulai belajar, dan sedikit demi sedikit tertusuk hatinya, sedikit sedikit jatuh cinta juga.

Semua kisah orang yang bangkit ghirahnya mungkin punya latar belakang kisah yang berbeda. Tapi menurutku dengan kezaliman rezim, dengan ini juga kesempatan kita untuk bersatu merapatkan barisan dan dengan begini, dengan saling bertemunya orang muslim dari penjuru negara, sama-sama menyatukan visi dan InsyaAllah semakin kuat. Yang awalnya acuh, makin mencari tahu tentang yang benar berusaha baik dan memperjuangkan yang hak.


Mungkin kasus terbesar adalah saat ayat Al-Qur'an kita di bilang alat kebohongan dan pembakaran bendera Tauhid.

Mengutip salah satu perkataan artis yang hijrah, Arie Untung di akun Youtube milik kumparan, bahwa ia pun sebelumnya tidak terlalu seberapa peduli dengan urusan agama bahkan pernah terombang-ambing pikirannya dan hampir murtad, tapi karena fenomena carut marut kondisi politik Indonesia saat ini yang membawa SARA dia jadi sadar.

"Momennya ketika ada statement keras di tahun 2016 tentang agama saya, disitulah emosi keluar, ada perasaan yang susah dibayangin. Kenapa ya teman-teman saya malah membela yang itu, mengagungkan yang menghina agama, padahal mereka muslim gitu...."

Sebatas itu beliau masih belum berani menampakkan diri bahwa beliau sedang berhijrah atau istilah gampangnya, mulai memikirkan agama, karena takut akan statement atau prasangka orang lain.


Sampai akhirnya beliau di sentil oleh temannya (yang bukan artis), "Lu kok diam aja agama di gituin, padahal lu public figure. Katanya di film bikinan lu bilang 'jika kamu melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tanganmu.' Lu sudah lakukan apa? Lu cuma bisa batin dalam hati, itu kan cuma iman yang terendah. Ketika lu entar di hisab, followers buat apa, cuma buat endorse doank??"

Disitulah beliau mulai tersadar dan mulai berani menampilkan diri dan bersuara untuk membela agamanya.

MasyaAllah, itu cuma salah satu cerita singkat ya gimana kezaliman pemerintahan sekarang ternyata mengandung hikmah bisa menggugah kepedualian dan bahkan membuat orang lebih cinta dan menjalankan agamanya dengan benar. Menyuarakan bahwa Muslim Indonesia masih punya kekuatan dengan bisa bersatu untuk melawan kezaliman. Jangan lagi muslim yang mudah di pecah belah.

Dan  hal paling krusial lagi yang sedang susah payah ingin diperjuangkan umat kita adalah  kembalinya MORAL WARAS yang seharusnya menjadi karakteristik bangsa yang diperjuangkan dengan teriakan Takbir dan tumpah darah para ulama juga, ditambah, kalau mau bicara adat dan adab kita masih punya adab orang ketimuran.

Tapi semakin kesini semua pintu ke mudhorotan atau pintu dosa malah mau di buka lebar,  diantaranya zina, penyimpangan seksual bahkan ada yang bersuara untuk pelegalan miras dan prostitusi mau dibiarkan saja. Untuk apa ada hukum jika membiarkan warganya rusak???

Anyway... satu sisi berasa dalam kegelapan, satu sisi lagi seperti ada angin segar berhembus.

Umat muslim yang dulu hidup masing-masing, sendiri-sendiri, bahkan gampang dipecah belah. Dengan fenomena pemerintah yang seperti sekarang, mulai mengupayakan untuk saling bertemu, bersatu bersama dalam forum, setidaknya memperkuat pondasi di dalam iman, tidak membiarkan virus yang disebabkan mulai cacatnya hukum atas moral di Indonesia menkontaminasi moral orang terdekat atau saudara seiman kita. Mungkin ini namanya perjuangan, semua memang tidak di dapat dengan kemudahaan, dan semua yang sedang jaya bukan berarti yang benar, dan yang dilemahkan adalah yang buruk, karena masa kejayaan dan kehancuran antara yang baik dan fasik memang kodratnya di pergilirkan oleh Allah, sesuai ayat di bawah. 

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. 3:140)
Mulainya Kebangkitan Umat Muslim Indonesia menurut pengamatan orang awan seperti saya yaitu :

1. Anak muda ramai-ramai datang ke kajian.


Lihat saja, sekarang bukan jamannya masjid hanya di isi orang tua, anak muda pun mulai hobi datang ke kajian mingguan dan dengan tausiyah yang di sampaikan setepat mungkin untuk kawula muda, ada-ada saja sekarang cara pendakwah menyampaikan ilmu dan dakwah pada para pemuda, dan pemuda yang semangat pengajian bukan hal aneh lagi sekarang. Jadi kalau masih ada yang bilang, "Kajian? Kayak emak-emak aja. Alim bangettt.... Kuno banget."

Anda yang ketinggalan, udah beda jaman euy, jamannya anak muda ngaji mah sekarang.

2. Jutaan masa bersatu dalam acara keagamaan


Karena foto aksi damai 212 sudah banyak diatas, kali ini foto yang baru saja terjadi bulan Januari 2019 ini. Ini bukan aksi damai tapi acara kajian akbar yang bertajuk 'NKRI BERHIJRAH.' (maaf kalau salah) jadi ini dibawakan oleh artis hijrah ibukota dan Ustadz Abdul Somad. Sekilas dilihat tadinya saya kira gambar di Ka'bah ternyata ini pemandangan di stadion Gelora Bandung Lautan Api dan dihadiri ratusan ribu orang. MasyaAllah, adakah pemandangan ini dulu?

Ini jarang dilihat di jaman waktu kita separuh ababil dulu sebelum negara api menyerang lalu tersadarkan hehehehe. Ini biasanya pemandangan saat acara bola atau konser musik, bahkan bisa dibilang ini sedikit lebih banyak karena mereka juga memenuhi lapangannya.

Seperti kata Ustadz Fatih Karim, siapa lah yang menggerakkan mereka kalau bukan Allah? Jutaan umat, tanpa diberitakan di TV, tanpa (TENTU SAJA) imbalan, tapi mereka berbondong-bondong datang membawa ke ikhlasan dan semangat dan rasa cinta terhadap Tuhan dan  agamanya. Singkatnya, ini fenomena 'kecil' dari kebangkitan umat Islam.

Disebabkan ghirahnya yang menggelora banyak orang dari jauh rela datang hanya untuk berkumpul dengan saudara seiman memperkuat ukhuwah. MasyaAllah, TabarakAllah, Alhamdulillah.






3. Banyak orang berhijrah 

Artis Hijrah di Kajian Akbar NKRI Berhijrah
Istilah gampangnya 'melek agama'. Orang-orang ahli dunia, yang hidupnya sudah terpenuhi segala macamnya yang terkesan tidak butuh bantuan apapun lagi dari siapapun, ternyata semua ujung-ujungnyapun punya rasa yang sama, kehampaan karena kerinduan pada Illahnya. Timingnya nggak bebarengan, saling menyusul satu persatu, punya latar belakang dan kisah hidayah yang berbeda, tentu bukan hanya artis tapi semua, yang hijrah dari Islam KTP otw ke full time muslim perlahan tapi pasti mulai membeludak. Yang hijrah dari setengah munafik ke kaffah pun mulai berkembang, hehe.
Bahkan tidak hanya di Indonesia tapi di luar negeri, di negeri barat, Eropa, Amereka jumlah orang mualaf pun terus meningkat,

Ini bukan sekedar tren biar beken. Apalah tanggapan orang terhadap orang yang terlihat 'hijrah'. SEMUA AMALAN TERGANTUNG NIATNYA. Soal niat tidak ada hak kita untuk menilai, masing-masing pribadi mempertanggung jawabkan niatnya dalam beragama. Tapi buat kita yang merasa hijrah, hendaklah semua niat dikembalikan untuk Allah semata, kecintaan kita terhadap Allah, Nabi dan agama ini, yaitu dengan mengekspresikan dalam ukhuwah, luruskan apa yang sempat terbesit dihati, dan jalan dengan tetap berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits saja. InsyaAllah kita bisa dikenalNya sebagai barisan pejuang agamanya. Aamiin.

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku…” (QS. An-Nuur; 55)


Kesenangan jangan di simpan sendiri dan ingin dimiliki sendiri. Kesenangan lebih enak dirasakan beramai-ramai, kita tak bisa membuat seluruh dunia beriman karena sudah suratan Allah telah menuliskan bahwa ada yang mukmin dan fasik. Tapi selama kita masih berdakwah, bisa berbagi ilmu, membuka hati, menghapus noda hitam dalam diri kita maupun saudara kita yang belum tersentuh hidayah, mungkin inilah saatnya kita berbagi. Sayapun belajar dari kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang tidak membalas kebengisan musuh dengan berlaku sama atau melaknat. Mungkin kita bisa doakan, layaknya Khalid bin Walid sahabat Nabi yang dulu juga musuh Islam kemudian berakhir menjadi pejuang Islam. Mungkin diantara para pembenci Islam di bumi maupun tanah air kita suatu saat juga berbalik posisi jadi pasukan Islam juga, siapa tahu? Berdoa saja, sebar ilmu dan tebar kebaikan sebagaimana cerminan muslim sejati.

Sesungguhnya Allah mengu­tus pada umatini di setiap awal 100 tahun seorang (mujad­did) yang akan memperbaharui urusan agama mereka. (Ri­wayat Abu Daud)

Dari akhir kejayaan Islam di Turki tahun 1924 kalau menurut hadits riwayat akan terjadi kebangkitan lagi 100 tahun kemudian, maka bisa saja kita akan menyongsong kebangkitan itu pada tahun 2024, InsyaAllah Allahumma Aamiin.

Jangan lupa rajin-rajin share ilmu dan rajin belajar ya... meskipun ilmu kita belum seberapa, ilmu fiqih kita minim tapi setidaknya setiap ilmu bisa bermanfaat bagi orang lain.

Semoga bermanfaat dan maafkan segala khilaf. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah dan kebodohan, senantiasa dalam bimbingannya. 

Aamiin...

Sekian. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Label:

Islam Mayoritas di Indonesia, Intoleran?

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh 
Bismillah ....

Saya sadari bahwa Indonesia itu Bhinekka Tunggal Ika, Suku, adat dan budaya begitu beragam, pun dengan adanya 6 agama yang diakui di Indonesia. Kita tidak menampik bahwa Indonesia kaya keberagaman, banyak perbedaan, meski tetap menghendaki satu kesatuan.

Tapi entah sudah terjadi sejak dahulu, atau hanya saja kembali gencar saat ini, perselisihan antar dua yang berbeda sering kita temui. Entah yaitu antar umat beragama, antar dua adat yang berbeda maupun yang berbeda pilihan presidennya. Yaaahhh...

Setiap orang memandang dari kacamata masing-masing yang tentu punya output yang berbeda pula. Saling merasa benar dan saling menyalahkan, nampaknya jadi tabiat kita saat ini. Tapi kita membela apa yang kita yakini dengan segala upaya.

Masing-masing punya pembela, entah ada yang berdasar fakta, berdasar pengalaman atau hanya percaya ke simpang siuran media.

Saya sebagai orang muslim akan terus membenarkan Islam, meski saya sadar tidak bisa selalu membenarkan muslim. Beda? Beda donk, Islam adalah agama yang di turunkan Allah, sementara muslim adalah penganut agama Islam. Ya, hanya manusia yang tidak sempurna.

Indonesia dengan segala keberagaman ini punya data statistik bahwa penganut agama Islam mempunyai prosentasi yang dominasi, bahkan di kenal seluruh dunia sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia.


Apakah kita perlu membangga-banggakan data statistik tersebut?

Antara iya dan tidak. Kita butuh kebangkitan umat untuk membuat data statistik yang besar itu membanggakan. Kita perlu tahu bahwa kekuatan muslim adalah pada kualitas bukan kuantitas, sebagaimana kenyataannya pada saat bahwa muslim ibaratnya seperti apa yang pernah dikatakan Rasulullah SAW.



Aku merasa ini adalah umat muslim di Indonesia, prasangka sih, cuma kayak bisa diumpamakan begitu. Karena kita umat muslim terbesar di negara, terbanyak di dunia, tapi kita masih suka nggak ada daya, dmungkin karena ke zaliman beberapa orang juga... Tapi insyaAllah kebangkitan itu sudah mulai kelihatan yaa... InsyaAllah.


Kadang kata damai seperti hanya fatamorgana, keadilan hanya kamuflase, sungguh bersyukur raga ini jauh dari pertumpah darahan, tapi terkadang hati sering menyimpan kebencian. Ketika bertemu kita seperti berkawan tapi di balik itu kita saling melawan. 

Indonesia ramai di warnai perang mulut, dan kadang perdebatan agama yang terjadi di beberapa kalangan, ini kejadian wajar diantara dua berbeda yang sering terjadi dimanapun. Selama tidak melampaui batas, selama dilakukan tanpa melanggar kode etik, meski tidak selamanya benar.

Tapi, sebagaimana julukkan sebagai 'The Misunderstood Religion in The World", tak luput yang dialami muslim di Indonesia pula di kalangan sebangsa bahkan yang mengaku seagama.

"Muslim di Indonesia tidak toleran, lebih membela muslim di luar negeri di Palestina, di Burma, di uighur China daripada di negaranya yang terjadi peledakkan bom di gereja, yang terjadi pada kaum agama lain...dll."

Benarkah seperti itu?

Benarkah bahwa dengan kita membela sesama muslim di negara lain menggambarkan kita tidak toleran dengan minoritas di negara lain? Kok lucu?

Waktu Gereja di bom????

Kita bersuara kok, apa kalian pikir kita yang muslim diam aja sambil batin, 'bodo amat' 'kasian deh...'

Nggak kaleee.... kita juga nggak mau ada kejadian kayak gitu terjadi di negara kita, segala bentuk kejahatan berkedok dan mengatas namakan apapun itu meresahkan, mengancam dan mengoyak hati nurani 'orang yang waras'.

Kita terkoyak hatinya jika terlebih orang yang melakukan kejahatan menggunakan atribut agama kita. Apalagi kita tahu, hypocrisy dunia ini, jika muslim yang melakukan, itu tidak hanya menyeret nama pelakunya saja, tapi menyeret seluruh saudara seiman dan agamanya. Dimana agama kita tidak pernah mengajarkan dan memuat ajaran seperti itu, kita juga merasa menjadi korban. Mengecam pelaku.
 
Ya, dari twit diatas jadi perbandingan, 2 berita sedih yang mungkin yang di bawah sangat ramai di beritakan dan menjadi bulan-bulanan dan mimpi buruk untuk kaum muslim juga, sementara yang diatas, berita tentang Gaza cuma sebagai berita yang numpang lihat seperti hal yang lumrah. Jangan double standart. Pelaku kejahatan di Gaza bukan tidak mungkin ada campur tangan kaum seiman kalian, maukah kalian disalahkan???

Diluar perkara itu, kita terkoyak hatinya dimana ada nyawa tidak bersalah melayang begitu saja. Sebagai mana kita tahu rasa sakit melihat saudara seiman kita di negara peperangan yang gugur.

Muslim Paling Cekatan dalam Beramal

Entah apa karena kami mayoritas maka perrgerakan masing-masing kami akan lebih mudah terlihat, entah apa karena saya tapi yang sepertinya sangat terlihatpun entah kenapa jadi tidak terlihat bagi kaum nyinyiers...

"Siapa yang paling cinta asing cobaaa.... Tuh kalo sama Palestina, sama Suriah, Uighyur Cina, koar koar giliran bangsa sendiri kena bencana kok diem???? "

Kata kaum nyinyiers lagi nyinyir-ing.

Yakin nggak kelihatan orang muslim bergerak? Atau situ butuh pake teleskop untuk melihat??

Hello kaum nyinyirers, ACT(Aksi Cepat Tanggap) itu punya sapa?? ACT yang diaku-akui donasi berasnya sama pemerintah Indonesia itu punya muslim apa bukaaaannn???

Pemerintahnya sapa sih kek gini duh
Coba lihat apa saja yang sudah dilakukan ACT begitu ada musibah atau bencana dalam negara, baik Palu, Lombok dan lainnya. Bukan cuma ACT, masjid-masjid dan aktivis muslim lainnya juga ramai kok aksi galang dana, KALIANNYA SAJA YANG TUTUP MATA.

Saya nggak mau bandingin amal umat kami terhadap saudara sebangsa dengan amal umat kalian, tapi kalian nggak usah NYINYIRIN kepedulian kita sama saudara seiman kita di luar negeri donk, itu juga kewajiban kitaa... just if you know...



FPI yang kalian hina itu juga nyelamatin saudara seiman kalian, nguburin tanpa perlakuan buruk sedikitpun dan memberi bantuan materil dan immateril lainnya.

Mungkin nyinyiers pasti bakal berdalih, "Nggak-nggak, FPI baik pasti pencitraaann...HOAKS"

Lha wong itu orang Kristennya sendiri yang cerita, pencitraan mana?? Orang FPI mah kagak PUNYA TIPI  buat pencitraan datang ke TKP bencana cuma buat poto-poto!! Masuk TIPI buat di fitnah sih sering. Langganan malah.


PERAYAAN AGAMA LAIN

Enak nggak sih kalian meski minoritas disini hari raya kalian masih tanggal merah. Pusat perbelanjaan, toko-toko pun pada berhias atribut agama kalian. Saya pernah tinggal di Korea Selatan, dan mungkin kalian akan merasa lebih kering kerontang disana karena penyambutan Natal maupun Imlek nggak seriuh disini. Masa sih??? Kecuali di tempat ramai untuk wisata ibukota, di kota lain cenderung tidak peduli, sepi sunyi dari suasana Natal karena mereka juga banyak atheisnya.

Orang muslim bilang apa sih?

Yap, bener kita rame waktu orang seiman kita di paksa juga pake topi sinterklas dan kita juga menghimbau agar nggak mengucapkan selamat buat kalian.

Kita memang berbeda, kita punya pilar kehidupan yang paling penting yaitu TAUHID, kalian nggak punya, akidah jauh berbeda, tapi mungkin saya jelaskan sekilas karena saya pernah menjelaskan di postingan lain dan sepertinya masih banyak yang suka gagal paham dan ngeyel bilang kita INTOLERAN.

Kalian menganggap Jesus (Isa Almasih) yang kita anggap sebagai Nabi adalah Tuhan, dan Natal erat kaitannya terhadap itu, TAUHID adalah mengakui 1 Tuhan saja, SATU! Jadi memberi selamat dan mengikuti perayaan yang bertentangan dengan Tauhid mengusik keimanan kita jadi please MAKLUMi lah brother sister.... !!
 

TUHAN MEMANG SATU, KITA YANG TAK SAMA.


Kenyataannya...


KORBAN YANG MENJADI TERDAKWA
MAYORITAS YANG TERTINDAS

Sedih sebenarnya.. melihat kenyataan orang-orang di negeri ini. Antar beragama saling cela di belakang maupun terang-terangan. Saling tuduh dan saling fitnah. Kata-kata ‘mayoritas’ jadi kambing hitam paling ampuh buat mereka yang merasa terdzhalimi dan menunjukkan diri tidak diperlakukan adil sebagai ‘minoritas’.

Yah.. Saya muslim, hampir mungkin dengan tulisan ini anda akan berkata, “Ya iyalah kamu muslim jadi kamu bela muslim.”
Tapi dengan apa yang saya pelajari dan saya ketahui, saya akan mencoba menceritakan kembali semua ini dengan kepala dingin dan sebenar-benarnya dan tidak diada adakan.  Jika apa yang ada pada kami salah maka kami memang mengakui itu salah, jika benar maka lama-lama saya tidak bisa membiarkan nama Islam terus dalam fitnah dan tuduhan kejam.

Kami adalah korban kekejaman zaman, kekejaman rezim, ketumpulan hukum, ke plin planan kebijakan. Bukan playing victim yaaa... ini kenyataan yang mungkin susah diterima oleh orang yang hatinya dikuasai kebencian. 

Seperti satu contoh kasus kecil dibawah. Ya, kasus KECIL


Sumber Video : Youtube 'Audio Dakwah'

Ketika para kaum Islam KTP dan kaum non-muslim (jangan bilang kafir deh, ntar sakit ati dianya) dengan seenaknya mengolok-olok agama kami. MEMALUKAN, orang yang 'katanya' muslim tapi bikin orang tertawa dengan mengolok ayat Al-Qur'an. Ingat ya GE PAMUNGKAS (atau sapa lah namamu aku nggak paham siapa elu, tapi dengan ngomongmu udah menjelaskan apa isi kepalamu), Al-Qur'an bisa jadi penyesalan buat kamu di akhirat !!

Ge Pamungkas (kalo belum tobat) :  "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)." (QS. Az-Zumar:56)

Moga aja udah tobat ya bro... aku males kepoin elu, video diatas saya melaknat perbuatanmu, tapi berharap pelakunya berubah.

Kemudian si Joshua Suherman, artis cilik yang polos kemudian sudah ternodai pikiran ke rasisme an, yaaa yang mungkin kesenengan dapat panggung lagi terus nggak punya topik, pingin ngomporin macan tidur dikiranya lucu padahal ngeselin pingin nimpuk pake ensiklopedia 10 buku biar belajar.

Hello... Anisa ex chibi emang lebih cantik kali, wajar dan bagus donk orang Indonesia lebih suka kearifan lokal. Toh yang chinese juga sama-sama suka chinese, nikah sama Jawa mana level? Ditolak, dibuang, diolok-olok, dianggap ras rendah. Bukannya banyak yang gitu ya? Saya denger sendiri dari teman-teman chinese ya hal macam itu, dan sudah rahasia umum. Banyak dari kalian sebenarnya lebih rasis, termasuk langsung mengolok di ruang terbuka seperti Joshua, ke aroganan kalian terlihat jelas, apa tujuannya? Merasa paling NKRI? Paling Bhinekka tunggal Ika? Justru orang seperti Joshua dkk, yang menodai.

Teman Chinese yang tidak begitu, tidak perlu tersinggung, saya tahu ada dari kalian yang open minded dan merakyat pula. Saya bertemu orang juga tidak langsung menembak 'chinese'nya, saya pasti pahami perwatakan orang itu tersebut dulu.

Sebenarnya kalau kepercayaan Islam, biar kamu Jawa, Cina, Batak, Bule, Negro kek... Gak ada beda, ORA NGEFEK!! Jadi masalah RASIS ini kadang bikin muak juga, wong kita diciptakan gini juga pada gak pesen, dan karena pihak rasis berulah ngeselin jadi ikutan rasis KZL, tapi gimana lagi kadang mereka sudah tabiat bawaan juga. Huuffftt ! ASTAGHFIRULLAH.

STAND UP COMEDY atau STAND UP AJANG PENISTAAN AGAMA????

Saya nggak cuma denger penistaan agama di Stand Up Comedy dari Ge Pamungkas atau Joshua saja, tapi pernah juga beberapa orang, sedih, lawakan garing yang menghantarkan kalian ke binasaan, makin tertutup hati kalian, ingin membuat orang tertawa dengan konten tak layak dan sebenarnya menghinakan diri kalian sendiri. SEMOGA DIBERI HIDAYAH YAH GUYS...

CONTOH YANG SEDANG TREND




Apa-apa laporin polisi cuuuyyy, sereeemmmm ....polisi juga kok.... Hmmm...
Ulama yang belum tentu terbukti perbuatannya di penjara bertahun-tahun, beliau juga mengaku media selalu memotong ucapan dia yang sebenarnya, mau dibebasin ternyata PHP doank...
Tapi koruptor diberi remisi 77 BULAN.
Yang mengungkap kejahatan justru di penjarakan.

Muslim memperjuangkan UU demi akhlak bangsa dibilang suka mendominasi, dibilang radikal.
Kalian nggak terima kasih sama orang-orang yang memperjuangkan generasi kita jadi baik, jauh dari zina, miras dan keburukan lain?
Edan juga ya kalau zina, LGBT bebas lepas, bayangkan jadi apa negara ini? Inikah yang kalian inginkan? Bener? Sumpah? Ciyuuuussss??? -_-

sumber : nahimunkar.org

Muslim yang ingin mendidik anak agar jadi ihsan beradab malah dipenjarakan.
Muslim yang mengungkap kebohongan malah di penjara, padahal banyak bukti.
Muslim yang menginginkan kekayaan negara kembali untuk kita semua dibilang pengkhianat,
Dan pengkhianat yang ingin mengobral negara ini malah di sanjung, dipuja, di dukung

Weleeeeehhhh...  DUNIA TERBALIK, JUNGKIR WALEK...

COBA LIHAT KALAU MUSLIM YANG JADI MINORITAS DI NEGARA LAIN

Myanmar...
Tiongkok...
Filipina...
Afrika.... 
Palestina yang air susu dibalas dengan air tuba sama Israel.
Bagaimana juga saudara muslim yang masih dapat deskriminasi di Amerika? Padahal kejadian WTC 9/11 jelas bukan perbuatan muslim.  

Lha kalian? Masih bisa hidup mentereng, rumah gede, punya jabatan, bisa sombong, jadiin pribumi

babu...

Hayooo kurang enak mana? Nikmat mana yang kamu dustakan wahai kaum yang mengakui menderita jadi minoritas?

Kalo kita jahat, kalau emang Islam itu barbar, udah compang-camping lah kalian.

Kita memanglah ada perbedaan, kita yang putra daerah tentu punya aturan, saya juga atau muslim Korea lain kalau jadi minoritas di Korea nggak seenaknya kok bisa ngumandangin adzan, nggak seenaknya mau gini mau gitu karena ngikuti aturan orang yang lebih banyak, you mikir lah plis.
Masa kita muslim nggak ngebolehin zina, prostitusi, minuman keras, lgbt dibilang nggak toleran.

MIKIR DONK AH, MIKIR



Mayoritas harus toleransi, Minoritas harus tahu diri

KHILAFAH?

Negara Islam? Nggak usah bicara bahasa Inteleklah, Ya, mungkin memimpikan, tapi saya tahu ini bukan timingnya, sekali lagi bukan permasalahan itu. Se gak Islam-Islamnya Indonesia dulu, tapi sekarang jaman makin gila...  Jadi orang-orang makin lelah bahkan mengkhayal Nabi Muhammad bisa datang membantu permasalahan kita, hiks hiks, ginilah manusia akhir jaman dikasih cobaan segini aja udah nggak kuat.

Khilafah pasti ada suatu saat sesuai takdir yang sudah di gariskan Allah, meskipun kafir menentang mati-matian Khilafah akan berjaya lagi suatu saat InsyaAllah. Tapi kali ini PR nya bukan tentang kita memperjuangkan negara Islam tapi memperjuangkan agar nilai moral Islam yang ada sejak dulu nggak di kacau balaukan dan diporak-porandakan sehingga bikin berantakan dan merusak pola pikiran, pandangan dan moral orang jaman now. Revolusi mental jare, Revolusi moral kek...

Kita dulu hidup tanpa nggak banyak dosa (dulu banyak sekarang, infinite) juga baik-baik aja kan?

Bener kata ustadz, nampaknya orang Indonesia sudah bosan dengan kebaikan.

BUKAN INTOLERAN, DI INJEK INJEK IYA

Dari contoh kasus di atas sudah keliatan kan tendensi tindakan negara kan? Kalau pihak oposisi langsung nyemplung ke penjara, tapi kalau kubu doi yang berulah tunggu di demo 212 ya baru ditindak??

Nyebut...nyebut Istighfar..
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html

Aku tahu jaman Nabi pasti lebih berat dari ini.
 
Aku tahu bersabar sangat susah, tapi acuh juga tidak menyelesaikan apapun, tidak berguna untuk jaman genting seperti ini. Sebarkan ilmu agama, agar umat muslim kuat imannya di jaman fitnah, agar bangkit GHIRAHnya (rasa tersinggung ketika agamanya dihina), agar tidak mudah terombang-ambing, dan tetap waspada dengan jerat dan tipu daya yang Ruwaibidhah di penjuru negeri :

“Sungguh, akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipuan. Para pendusta pada zaman itu dianggap sebagai orang yang jujur, sementara orang yang jujur dianggap pendusta. Para pengkhianat pada zaman itu dipercaya, sementara orang-orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada zaman itu pula Ruwaibidhah banyak berbicara.”
Rasulullah pun ditanya, “Siapa Ruwaibidhah, wahai Rasulullah?”
Beliau kemudian menjawab, “Orang bodoh yang membicarakan urusan manusia.” (HR. Ibnu Majah)

Ini sebenarnya curhatan yaaa... Mungkin jika ada yang kurang berkenan semoga di maafkan, semoga dihindarkan Allah dari menyebarkan mudhorot. Ini jeritan hati seorang muslim yang sedang mencoba menguatkan diri menghadapi cobaan fase dunia penuh fitnah ini.

Semoga Allah memperbaiki saya, yang membaca tulisan ini dan semua yang Ia kehendaki.
Semoga kita semua jadi barisan pembela agama Allah...

Sekian, sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh 
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html

Label:

Arti Gerakan Shalat

Assalamualaikum..

Baca juga Manfaat Gerakan Sholat Bagi Tubuh

Banyak orang yang muslim maupun bukan, masih tidak mengerti kenapa sholat/ ibadah wajibnya muslim punya gerakan-gerakan tertentu. Kenapa sujud? Ruku? Salam dll..
Kenapa? Apakah ada artinya dan apa manfaatnya?

Selalu dijelaskan bahwa semua perintah Allah SWT itu tidak mungkin tanpa arti, tujuan dan manfaat. Kali ini saya akan menyampaikan tentang arti gerakan sholat:

1. Lepaskan Sandal : Lepaslah Dunia Anda

2. Allahu'akbar: Tidak Ada Yang Lebih Besar Dari Allah

3. Mengangkat Kedua Tangan: Lemparkan Segala Beban Ke Belakang

4. Berdiri: Anda Sedang Berdiri Menghadap Allah

5. Tangan Kanan Diatas Kiri: Bersikap Sopanlah Di Hadapan Allah

6. Rukuk : Bungkukkan Diri Anda Untuk Allah Saja Dan Tundukkan Hati Anda Bersamanya

7. Berdiri Dari Rukuk : Segala Puji Bagi Allah Yang Menjadikan Punggung Tegak Kembali

8. Sujud: Letakkan Bagian Tubuh Anda Yang Paling Terhormat "Wajah" Anda Pada Tempat Yg Paling Rendah Di Bumi "Tanah". Ingatlah Bahwa Anda Berasal & Kembali Ke Tanah

9. Duduk Lalu Sujud: Bersimpuhlah Untuk Allah Dan Sujudlah Kembali, Sebab Sujud Tak Cukup Sekali

10. Tasyahud: Salam Sejahtera, Shalawat, Dan Segala Yang Baik Adalah Milik Allah. Rasakan Keagungan Allah Ketika Itu

12. Salam Kekanan: Tujukan Kepada Malaikan Pencatat Kebaikan

13. Salam Kekiri: "Hai Malaikat Disebelah Kiri, Aku Sudah Bertaubat" Ucapkan Dalam Hati.

Subhanallah....

Semoga kita termasuk orang2 yang tetap istiqamah menjaga sholat 5 waktu secara berjamaah dimesjid khusus untuk laki2. Aamiin

Label:

Islam yang selalu terlihat asing, berbahagialah menjadi orang asing

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim)
“Dunia memang aneh”, gumam Pak Ustadz suatu hari.
“Apanya yang aneh ustadz?” tanya Arif penasaran.
“Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa”

“Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami” Kata Pak Ustadz.

Tanpa banyak tanya, Arif melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, Arif bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menuju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah.

Belum setengah perjalanan, Arif berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya”

“Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih ? tanya ibu muda itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya;
“Kenapa orang yang hendak pergi ke Masjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin ?

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja ?

Kenapa orang ke Masjid dianggap aneh?

Orang yang pergi ke Masjid akan terasa “aneh” ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron.

Orang ke Masjid akan terasa “aneh” ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.

Orang ke Masjid terasa “aneh” ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan.

Ketika hal itu arif ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, “Kamu akan banyak menjumpai “keanehan-keanehan” lain disekitarmu” , kata Pak Ustadz.

“Keanehan-keanehan” disekitar kita ?

Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak “aneh” ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa “aneh”, karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu.

Cobalah berdzikir atau tadabur al qur’an ba’da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman.

Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat.
Aneh bukan ?

Cobalah hari ini shalat jum’at lebih awal, akan terasa aneh, karena Masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.

Cobalah antum kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman artikel yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja.

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang “aneh” selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari’at dan tata nilai serta norma yang benar.

Jangan takut “ditumbenin” ketika kita pergi ke Masjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur’an :

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) Masjid." (QS.Al A’raf:31)
Jangan takut dikatakan “sok alim” ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul gak karuan.

Jangan takut dikatakan “sok rajin” ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.

Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-nisaa:103)
Jangan takut untuk shalat jum’at di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah..

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (QS.AlJumu’ah:9)
Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di hari Jum’at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalkan semua pekerjaannya.

Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al qur’an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;

*Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:

” Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri.” (QS. Fusshilat:33)
Jangan takut jika artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita.

Kalau sekali kita menyampaikan, sekali kirim artikel lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, habis donk ladang amal kita….

Jangan malu menulis status di FB yang berisi tausiyah, tentang kebenaran, ilmu yang bermanfaat, jika memang hal itu bertujuan untuk kebaikan.

Kalau nulis status tentang keluh kesah, marah-marah, humor setiap hari kita bisa kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak sih?.

Jangan malu dibilang sok alim ketika engkau memakai pakaian takwa yang menutup aurat, bukankah yang seharusnya malu adalah mereka yang mempertontonkan aurat mereka.

Jangan malu dibilang gak laku, karena kau tidak punya pacar, bukankah pacaran itu hukumnya haram. Yang seharusnya malu adalah mereka yang hobi melakukan zina dan perbuatan asusila.

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, sok alim, lha wong itu yang disuruh kok, “sampaikan dariku walau satu ayat”.

Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.

Lakukan “keanehan-keanehan” yang sesuai dengan syari’at. Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur’an & Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut disebut “orang aneh” atau “manusia langka”, jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelematkan kita. Lebih baik dikira aneh oleh manusia daripada aneh menurut Allah, bener gak?

Sabda Rasulullah Saw :

"Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan kembali dalam keadaan asing sebagaimana mulanya, maka BERBAHAGIALAH bagi orang yang asing.
Sahabat pun bertanya:

"Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasulullah SAW?"
Rasulullah Saw bersabda :
"Mereka yang menghidupkan Sunnahku yang telah ditinggalkan atau dipadamkan oleh kebanyakan manusia."
(HR. Muslim dan Ibnu Majah)
“Orang-orang asing ialah yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad)
****
 
Orang yang berpegang teguh dengan agama Islam dalam keterasingannya ini tidaklah mendapatkan kejelekan sedikitpun, sebanyak apapun orang yang mencela dan menyelisihi mereka. Dari Tsauban radhiallahu anhu -dan ini adalah hadits mutawatir- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
“Senantiasa ada sekelompok ummatku yang dimenangkan atas kebenaran, tidak akan membahayakannya orang yang memusuhinya hingga hari kiamat sedangkan mereka tetap seperti itu.” (HR. Muslim no. 3544)
Dan juga telah shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu anhu bahwa beliau bersabda:
فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ. قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالَ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ
“Sebab di belakang kalian ada hari-hari (yang kalian wajib) bersabar. Bersabar pada saat itu seperti seseorang yang memegang bara api, dan orang yang beramal pada saat itu pahalanya sebanding dengan lima puluh kali amalan orang yang beramal seperti amalnya.” Abu Tsa’labah bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti pahala lima puluh orang dari mereka!” Beliau menjawab, “(Bahkan) seperti pahala lima puluh orang dari kalian.” (HR. Abu Daud no. 3778, At-Tirmizi no. 2984, dan Ibnu Majah no. 4004)
Dari kedua hadits ini kita bisa melihat bagaimana besarnya keutamaan pengikut sunnah dan keistimewaan mereka dibandingkan selain mereka.
Walaupun mereka berada dalam keterasingan, akan tetapi merekalah pada hakikatnya adalah orang-orang dikenal oleh Allah Ta’ala, sehingga keterasingan tersebut sama sekali tidak membuat mereka risih. Keterasingan mereka hanya di antara kebanyakan manusia, sementara kebanyakan manusia itu sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:
وإن تطع أكثر من في الأرض يضلوك عن سبيل الله

“Jika kamu menaati kebanyakan manusia di bumi niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”
Maka sebenarnya mereka yang menyelisihi sunnah dan membenci orang-orang yang berpegang teguh dengannya, merekalah yang hakikatnya berada dalam keterasingan. Mereka asing di hadapan Allah dan rasul-Nya serta di mata agama-Nya. Sehingga keterasingan ini akan sangat mengganggu mereka walaupun di dunia mereka adalah orang-orang yang terkenal dan tersohor.
 
Sahabatku selamat jadi orang aneh ya, Moga Berkah & Bermanfaat, .......
Source : Sampaikanlah Walau Satu Ayat & http://al-atsariyyah.com

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art