Label:

Islam Mayoritas di Indonesia, Intoleran?

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh 
Bismillah ....

Saya sadari bahwa Indonesia itu Bhinekka Tunggal Ika, Suku, adat dan budaya begitu beragam, pun dengan adanya 6 agama yang diakui di Indonesia. Kita tidak menampik bahwa Indonesia kaya keberagaman, banyak perbedaan, meski tetap menghendaki satu kesatuan.

Tapi entah sudah terjadi sejak dahulu, atau hanya saja kembali gencar saat ini, perselisihan antar dua yang berbeda sering kita temui. Entah yaitu antar umat beragama, antar dua adat yang berbeda maupun yang berbeda pilihan presidennya. Yaaahhh...

Setiap orang memandang dari kacamata masing-masing yang tentu punya output yang berbeda pula. Saling merasa benar dan saling menyalahkan, nampaknya jadi tabiat kita saat ini. Tapi kita membela apa yang kita yakini dengan segala upaya.

Masing-masing punya pembela, entah ada yang berdasar fakta, berdasar pengalaman atau hanya percaya ke simpang siuran media.

Saya sebagai orang muslim akan terus membenarkan Islam, meski saya sadar tidak bisa selalu membenarkan muslim. Beda? Beda donk, Islam adalah agama yang di turunkan Allah, sementara muslim adalah penganut agama Islam. Ya, hanya manusia yang tidak sempurna.

Indonesia dengan segala keberagaman ini punya data statistik bahwa penganut agama Islam mempunyai prosentasi yang dominasi, bahkan di kenal seluruh dunia sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia.


Apakah kita perlu membangga-banggakan data statistik tersebut?

Antara iya dan tidak. Kita butuh kebangkitan umat untuk membuat data statistik yang besar itu membanggakan. Kita perlu tahu bahwa kekuatan muslim adalah pada kualitas bukan kuantitas, sebagaimana kenyataannya pada saat bahwa muslim ibaratnya seperti apa yang pernah dikatakan Rasulullah SAW.



Aku merasa ini adalah umat muslim di Indonesia, prasangka sih, cuma kayak bisa diumpamakan begitu. Karena kita umat muslim terbesar di negara, terbanyak di dunia, tapi kita masih suka nggak ada daya, dmungkin karena ke zaliman beberapa orang juga... Tapi insyaAllah kebangkitan itu sudah mulai kelihatan yaa... InsyaAllah.


Kadang kata damai seperti hanya fatamorgana, keadilan hanya kamuflase, sungguh bersyukur raga ini jauh dari pertumpah darahan, tapi terkadang hati sering menyimpan kebencian. Ketika bertemu kita seperti berkawan tapi di balik itu kita saling melawan. 

Indonesia ramai di warnai perang mulut, dan kadang perdebatan agama yang terjadi di beberapa kalangan, ini kejadian wajar diantara dua berbeda yang sering terjadi dimanapun. Selama tidak melampaui batas, selama dilakukan tanpa melanggar kode etik, meski tidak selamanya benar.

Tapi, sebagaimana julukkan sebagai 'The Misunderstood Religion in The World", tak luput yang dialami muslim di Indonesia pula di kalangan sebangsa bahkan yang mengaku seagama.

"Muslim di Indonesia tidak toleran, lebih membela muslim di luar negeri di Palestina, di Burma, di uighur China daripada di negaranya yang terjadi peledakkan bom di gereja, yang terjadi pada kaum agama lain...dll."

Benarkah seperti itu?

Benarkah bahwa dengan kita membela sesama muslim di negara lain menggambarkan kita tidak toleran dengan minoritas di negara lain? Kok lucu?

Waktu Gereja di bom????

Kita bersuara kok, apa kalian pikir kita yang muslim diam aja sambil batin, 'bodo amat' 'kasian deh...'

Nggak kaleee.... kita juga nggak mau ada kejadian kayak gitu terjadi di negara kita, segala bentuk kejahatan berkedok dan mengatas namakan apapun itu meresahkan, mengancam dan mengoyak hati nurani 'orang yang waras'.

Kita terkoyak hatinya jika terlebih orang yang melakukan kejahatan menggunakan atribut agama kita. Apalagi kita tahu, hypocrisy dunia ini, jika muslim yang melakukan, itu tidak hanya menyeret nama pelakunya saja, tapi menyeret seluruh saudara seiman dan agamanya. Dimana agama kita tidak pernah mengajarkan dan memuat ajaran seperti itu, kita juga merasa menjadi korban. Mengecam pelaku.
 
Ya, dari twit diatas jadi perbandingan, 2 berita sedih yang mungkin yang di bawah sangat ramai di beritakan dan menjadi bulan-bulanan dan mimpi buruk untuk kaum muslim juga, sementara yang diatas, berita tentang Gaza cuma sebagai berita yang numpang lihat seperti hal yang lumrah. Jangan double standart. Pelaku kejahatan di Gaza bukan tidak mungkin ada campur tangan kaum seiman kalian, maukah kalian disalahkan???

Diluar perkara itu, kita terkoyak hatinya dimana ada nyawa tidak bersalah melayang begitu saja. Sebagai mana kita tahu rasa sakit melihat saudara seiman kita di negara peperangan yang gugur.

Muslim Paling Cekatan dalam Beramal

Entah apa karena kami mayoritas maka perrgerakan masing-masing kami akan lebih mudah terlihat, entah apa karena saya tapi yang sepertinya sangat terlihatpun entah kenapa jadi tidak terlihat bagi kaum nyinyiers...

"Siapa yang paling cinta asing cobaaa.... Tuh kalo sama Palestina, sama Suriah, Uighyur Cina, koar koar giliran bangsa sendiri kena bencana kok diem???? "

Kata kaum nyinyiers lagi nyinyir-ing.

Yakin nggak kelihatan orang muslim bergerak? Atau situ butuh pake teleskop untuk melihat??

Hello kaum nyinyirers, ACT(Aksi Cepat Tanggap) itu punya sapa?? ACT yang diaku-akui donasi berasnya sama pemerintah Indonesia itu punya muslim apa bukaaaannn???

Pemerintahnya sapa sih kek gini duh
Coba lihat apa saja yang sudah dilakukan ACT begitu ada musibah atau bencana dalam negara, baik Palu, Lombok dan lainnya. Bukan cuma ACT, masjid-masjid dan aktivis muslim lainnya juga ramai kok aksi galang dana, KALIANNYA SAJA YANG TUTUP MATA.

Saya nggak mau bandingin amal umat kami terhadap saudara sebangsa dengan amal umat kalian, tapi kalian nggak usah NYINYIRIN kepedulian kita sama saudara seiman kita di luar negeri donk, itu juga kewajiban kitaa... just if you know...



FPI yang kalian hina itu juga nyelamatin saudara seiman kalian, nguburin tanpa perlakuan buruk sedikitpun dan memberi bantuan materil dan immateril lainnya.

Mungkin nyinyiers pasti bakal berdalih, "Nggak-nggak, FPI baik pasti pencitraaann...HOAKS"

Lha wong itu orang Kristennya sendiri yang cerita, pencitraan mana?? Orang FPI mah kagak PUNYA TIPI  buat pencitraan datang ke TKP bencana cuma buat poto-poto!! Masuk TIPI buat di fitnah sih sering. Langganan malah.


PERAYAAN AGAMA LAIN

Enak nggak sih kalian meski minoritas disini hari raya kalian masih tanggal merah. Pusat perbelanjaan, toko-toko pun pada berhias atribut agama kalian. Saya pernah tinggal di Korea Selatan, dan mungkin kalian akan merasa lebih kering kerontang disana karena penyambutan Natal maupun Imlek nggak seriuh disini. Masa sih??? Kecuali di tempat ramai untuk wisata ibukota, di kota lain cenderung tidak peduli, sepi sunyi dari suasana Natal karena mereka juga banyak atheisnya.

Orang muslim bilang apa sih?

Yap, bener kita rame waktu orang seiman kita di paksa juga pake topi sinterklas dan kita juga menghimbau agar nggak mengucapkan selamat buat kalian.

Kita memang berbeda, kita punya pilar kehidupan yang paling penting yaitu TAUHID, kalian nggak punya, akidah jauh berbeda, tapi mungkin saya jelaskan sekilas karena saya pernah menjelaskan di postingan lain dan sepertinya masih banyak yang suka gagal paham dan ngeyel bilang kita INTOLERAN.

Kalian menganggap Jesus (Isa Almasih) yang kita anggap sebagai Nabi adalah Tuhan, dan Natal erat kaitannya terhadap itu, TAUHID adalah mengakui 1 Tuhan saja, SATU! Jadi memberi selamat dan mengikuti perayaan yang bertentangan dengan Tauhid mengusik keimanan kita jadi please MAKLUMi lah brother sister.... !!
 

TUHAN MEMANG SATU, KITA YANG TAK SAMA.


Kenyataannya...


KORBAN YANG MENJADI TERDAKWA
MAYORITAS YANG TERTINDAS

Sedih sebenarnya.. melihat kenyataan orang-orang di negeri ini. Antar beragama saling cela di belakang maupun terang-terangan. Saling tuduh dan saling fitnah. Kata-kata ‘mayoritas’ jadi kambing hitam paling ampuh buat mereka yang merasa terdzhalimi dan menunjukkan diri tidak diperlakukan adil sebagai ‘minoritas’.

Yah.. Saya muslim, hampir mungkin dengan tulisan ini anda akan berkata, “Ya iyalah kamu muslim jadi kamu bela muslim.”
Tapi dengan apa yang saya pelajari dan saya ketahui, saya akan mencoba menceritakan kembali semua ini dengan kepala dingin dan sebenar-benarnya dan tidak diada adakan.  Jika apa yang ada pada kami salah maka kami memang mengakui itu salah, jika benar maka lama-lama saya tidak bisa membiarkan nama Islam terus dalam fitnah dan tuduhan kejam.

Kami adalah korban kekejaman zaman, kekejaman rezim, ketumpulan hukum, ke plin planan kebijakan. Bukan playing victim yaaa... ini kenyataan yang mungkin susah diterima oleh orang yang hatinya dikuasai kebencian. 

Seperti satu contoh kasus kecil dibawah. Ya, kasus KECIL


Sumber Video : Youtube 'Audio Dakwah'

Ketika para kaum Islam KTP dan kaum non-muslim (jangan bilang kafir deh, ntar sakit ati dianya) dengan seenaknya mengolok-olok agama kami. MEMALUKAN, orang yang 'katanya' muslim tapi bikin orang tertawa dengan mengolok ayat Al-Qur'an. Ingat ya GE PAMUNGKAS (atau sapa lah namamu aku nggak paham siapa elu, tapi dengan ngomongmu udah menjelaskan apa isi kepalamu), Al-Qur'an bisa jadi penyesalan buat kamu di akhirat !!

Ge Pamungkas (kalo belum tobat) :  "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)." (QS. Az-Zumar:56)

Moga aja udah tobat ya bro... aku males kepoin elu, video diatas saya melaknat perbuatanmu, tapi berharap pelakunya berubah.

Kemudian si Joshua Suherman, artis cilik yang polos kemudian sudah ternodai pikiran ke rasisme an, yaaa yang mungkin kesenengan dapat panggung lagi terus nggak punya topik, pingin ngomporin macan tidur dikiranya lucu padahal ngeselin pingin nimpuk pake ensiklopedia 10 buku biar belajar.

Hello... Anisa ex chibi emang lebih cantik kali, wajar dan bagus donk orang Indonesia lebih suka kearifan lokal. Toh yang chinese juga sama-sama suka chinese, nikah sama Jawa mana level? Ditolak, dibuang, diolok-olok, dianggap ras rendah. Bukannya banyak yang gitu ya? Saya denger sendiri dari teman-teman chinese ya hal macam itu, dan sudah rahasia umum. Banyak dari kalian sebenarnya lebih rasis, termasuk langsung mengolok di ruang terbuka seperti Joshua, ke aroganan kalian terlihat jelas, apa tujuannya? Merasa paling NKRI? Paling Bhinekka tunggal Ika? Justru orang seperti Joshua dkk, yang menodai.

Teman Chinese yang tidak begitu, tidak perlu tersinggung, saya tahu ada dari kalian yang open minded dan merakyat pula. Saya bertemu orang juga tidak langsung menembak 'chinese'nya, saya pasti pahami perwatakan orang itu tersebut dulu.

Sebenarnya kalau kepercayaan Islam, biar kamu Jawa, Cina, Batak, Bule, Negro kek... Gak ada beda, ORA NGEFEK!! Jadi masalah RASIS ini kadang bikin muak juga, wong kita diciptakan gini juga pada gak pesen, dan karena pihak rasis berulah ngeselin jadi ikutan rasis KZL, tapi gimana lagi kadang mereka sudah tabiat bawaan juga. Huuffftt ! ASTAGHFIRULLAH.

STAND UP COMEDY atau STAND UP AJANG PENISTAAN AGAMA????

Saya nggak cuma denger penistaan agama di Stand Up Comedy dari Ge Pamungkas atau Joshua saja, tapi pernah juga beberapa orang, sedih, lawakan garing yang menghantarkan kalian ke binasaan, makin tertutup hati kalian, ingin membuat orang tertawa dengan konten tak layak dan sebenarnya menghinakan diri kalian sendiri. SEMOGA DIBERI HIDAYAH YAH GUYS...

CONTOH YANG SEDANG TREND




Apa-apa laporin polisi cuuuyyy, sereeemmmm ....polisi juga kok.... Hmmm...
Ulama yang belum tentu terbukti perbuatannya di penjara bertahun-tahun, beliau juga mengaku media selalu memotong ucapan dia yang sebenarnya, mau dibebasin ternyata PHP doank...
Tapi koruptor diberi remisi 77 BULAN.
Yang mengungkap kejahatan justru di penjarakan.

Muslim memperjuangkan UU demi akhlak bangsa dibilang suka mendominasi, dibilang radikal.
Kalian nggak terima kasih sama orang-orang yang memperjuangkan generasi kita jadi baik, jauh dari zina, miras dan keburukan lain?
Edan juga ya kalau zina, LGBT bebas lepas, bayangkan jadi apa negara ini? Inikah yang kalian inginkan? Bener? Sumpah? Ciyuuuussss??? -_-

sumber : nahimunkar.org

Muslim yang ingin mendidik anak agar jadi ihsan beradab malah dipenjarakan.
Muslim yang mengungkap kebohongan malah di penjara, padahal banyak bukti.
Muslim yang menginginkan kekayaan negara kembali untuk kita semua dibilang pengkhianat,
Dan pengkhianat yang ingin mengobral negara ini malah di sanjung, dipuja, di dukung

Weleeeeehhhh...  DUNIA TERBALIK, JUNGKIR WALEK...

COBA LIHAT KALAU MUSLIM YANG JADI MINORITAS DI NEGARA LAIN

Myanmar...
Tiongkok...
Filipina...
Afrika.... 
Palestina yang air susu dibalas dengan air tuba sama Israel.
Bagaimana juga saudara muslim yang masih dapat deskriminasi di Amerika? Padahal kejadian WTC 9/11 jelas bukan perbuatan muslim.  

Lha kalian? Masih bisa hidup mentereng, rumah gede, punya jabatan, bisa sombong, jadiin pribumi

babu...

Hayooo kurang enak mana? Nikmat mana yang kamu dustakan wahai kaum yang mengakui menderita jadi minoritas?

Kalo kita jahat, kalau emang Islam itu barbar, udah compang-camping lah kalian.

Kita memanglah ada perbedaan, kita yang putra daerah tentu punya aturan, saya juga atau muslim Korea lain kalau jadi minoritas di Korea nggak seenaknya kok bisa ngumandangin adzan, nggak seenaknya mau gini mau gitu karena ngikuti aturan orang yang lebih banyak, you mikir lah plis.
Masa kita muslim nggak ngebolehin zina, prostitusi, minuman keras, lgbt dibilang nggak toleran.

MIKIR DONK AH, MIKIR



Mayoritas harus toleransi, Minoritas harus tahu diri

KHILAFAH?

Negara Islam? Nggak usah bicara bahasa Inteleklah, Ya, mungkin memimpikan, tapi saya tahu ini bukan timingnya, sekali lagi bukan permasalahan itu. Se gak Islam-Islamnya Indonesia dulu, tapi sekarang jaman makin gila...  Jadi orang-orang makin lelah bahkan mengkhayal Nabi Muhammad bisa datang membantu permasalahan kita, hiks hiks, ginilah manusia akhir jaman dikasih cobaan segini aja udah nggak kuat.

Khilafah pasti ada suatu saat sesuai takdir yang sudah di gariskan Allah, meskipun kafir menentang mati-matian Khilafah akan berjaya lagi suatu saat InsyaAllah. Tapi kali ini PR nya bukan tentang kita memperjuangkan negara Islam tapi memperjuangkan agar nilai moral Islam yang ada sejak dulu nggak di kacau balaukan dan diporak-porandakan sehingga bikin berantakan dan merusak pola pikiran, pandangan dan moral orang jaman now. Revolusi mental jare, Revolusi moral kek...

Kita dulu hidup tanpa nggak banyak dosa (dulu banyak sekarang, infinite) juga baik-baik aja kan?

Bener kata ustadz, nampaknya orang Indonesia sudah bosan dengan kebaikan.

BUKAN INTOLERAN, DI INJEK INJEK IYA

Dari contoh kasus di atas sudah keliatan kan tendensi tindakan negara kan? Kalau pihak oposisi langsung nyemplung ke penjara, tapi kalau kubu doi yang berulah tunggu di demo 212 ya baru ditindak??

Nyebut...nyebut Istighfar..
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html

Aku tahu jaman Nabi pasti lebih berat dari ini.
 
Aku tahu bersabar sangat susah, tapi acuh juga tidak menyelesaikan apapun, tidak berguna untuk jaman genting seperti ini. Sebarkan ilmu agama, agar umat muslim kuat imannya di jaman fitnah, agar bangkit GHIRAHnya (rasa tersinggung ketika agamanya dihina), agar tidak mudah terombang-ambing, dan tetap waspada dengan jerat dan tipu daya yang Ruwaibidhah di penjuru negeri :

“Sungguh, akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipuan. Para pendusta pada zaman itu dianggap sebagai orang yang jujur, sementara orang yang jujur dianggap pendusta. Para pengkhianat pada zaman itu dipercaya, sementara orang-orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada zaman itu pula Ruwaibidhah banyak berbicara.”
Rasulullah pun ditanya, “Siapa Ruwaibidhah, wahai Rasulullah?”
Beliau kemudian menjawab, “Orang bodoh yang membicarakan urusan manusia.” (HR. Ibnu Majah)

Ini sebenarnya curhatan yaaa... Mungkin jika ada yang kurang berkenan semoga di maafkan, semoga dihindarkan Allah dari menyebarkan mudhorot. Ini jeritan hati seorang muslim yang sedang mencoba menguatkan diri menghadapi cobaan fase dunia penuh fitnah ini.

Semoga Allah memperbaiki saya, yang membaca tulisan ini dan semua yang Ia kehendaki.
Semoga kita semua jadi barisan pembela agama Allah...

Sekian, sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh 
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html
Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/2025-hati-hati-dengan-ruwaibidhah.html

Label: , ,

Memecah Belah NKRI - GP Anshor (Banser) ft Pembakaran Bendera Tauhid dan Pencekalan Ustadz (Part.2)

Assalamualaikum

Bismillahirohmanirahim...



Setelah di postingan sebelumnya saya membahas tentang HTI, kali ini membahas salah satu organisasi sok pahlawan kesiangan, siapa lagi kalau bukan GP Anshor alias Banser.

Astaghfirullah...
Miris.... HTI dan Banser, Keduanya memang terlihat sama-sama beragama Islam tapi beda sungguh berbeda, saling berlawanan satu sama lain.

Yang satu berlandaskan syariah dan khilafah, yang mungkin kesalahannya masih salah jaman ya... kurang tepat waktu jadi pertentangan dimana-mana, sementara yang satunya mendompleng kata toleransi dan hmm... plural??

Tapi... nyengsarain sodara seagamanya (semoga memang se agama, seakidah)

Toleransi not bad at all... we all have to do that. Saya juga nggak mau teman-teman non muslim saya merasa takut dan terancam berada di tanah kelahiran mereka sendiri hanya karena mereka minoritas.

Tapi yang salah adalah saat kita malah menzalimi akidah dan saudara kita sendiri dibalik kata 'toleransi'.

Sebelum gonjang ganjing SARA merebak, saya nggak tahu Banser ini apa dan dari mana asalnya, kenapa dibentuk, apa tujuannya saya nggak paham dan tahu-tahu mendapati tingkah mereka yang mengiris nurani, kok ada orang kayak mereka? Yang lebih bikin gagal paham kenapa mereka ada yang pake baju macam tentara, bikin salah paham. Plus punya tokoh yang ngaku-ngaku ustadz macam... ya, gak usah sebut nama deh.

Pas dicari tahu katanya organisasi 'serbaguna' gituuuu... katanya untuk aksi kemanusiaan.

Yang pernah melihat mereka jadi relawan di Palestine dan Suriah, atau di tanah bencana, ngacung... (serius tanya, karena belum pernah lihat di berita, kalau pernah ada ya syukur masih baik)

Yang  tahu, perbuatan 'baik' mereka adalah menjaga gereja. Well, gereja sering banget jadi sasaran bom teroris gila dan mungkin thats why (duh kok ku jadi kayak anak Jaksel, hehe)

Nggak salah soal itu, aku juga pasti akan belain teman non muslim aku yang mau diserang tanpa sebab sama orang yang bawa-bawa nama agama.

Terus ngatain muslim lainnya intoleran, muslim yang lainnya nggak NKRI.

Ngerasa paling NKRI, tapi nggak dengan mengimejkan saudara seiman lainnya adalah pengancam yang kudu dan paling berbahaya yang harus di halang-halangi semua gerak dan aktivitasnya. Hmm lucu-lucu deh pokoknya.

Nggak tahu kenapa kudu membawa nama NU, atau nggak tahu juga kalau benar kenapa NU bikin organisasi absurd kayak gitu yang masih menyeret nama Islam dengan organisasinya. Tapi eh tapi....


Silahkan dibaca gambar diatas, kenyataannya mengenai banser yang nyata..

Tidak ada kontribusinya sama agamanya selain, "Gue Islam, Gue lawan hukum Islam/"

Kan konyol.

Kenapa sok pahlawan kalau nyatanya tidak pernah sama sekali memperjuangkan agamamu sendiri?
Kenapa sok pahlawan kalau kalian mengancam kedamaian dan menghalangi kebaikan saudara seagamamu sendiri?

Seakan mendengar kata 'NKRI harga mati' bak mendengar kata 'Hukum Allah tak diterima."

Sik sik talah (bentar bentar)
Mau tanya sama orang banser, mereka anggap agama itu apa sih?

Mungkin mereka organisasi plural, yang tidak menghendaki ideologi lain selain ideologi negara yang sudah ada. Oke, menjaga keutuhan negara itu memang penting dan perlu, tapi kalau sampean sampean ini orang muslim kudunya tahu bagaimana bernegara menurut agama Isla, dan juga tahu gimana perwatakkan para muslimin yang kaffah ketika menyuarakan suaranya. 

Tapi sok dan ngawurnya itu lohhh bikin gregetan nggak ketulungan.

Hmmm, pingin memperhalus bahasa tapi KZL juga.

Apa dosa mereka yang seperti nggak mudah dimaafkan? Mari kita list....

1. Mencekal Ustadz datang Pengajian

Dengan alasan, ustadz itu dituduh pengujar kebencian? Terhadap pemimpin? Atau melakukan black campeign, atau dianggap ustadz yang tidak sesuai pancasila dan NKRI?


Gini deh, situ bisa jamin kalau pendeta di gereja yang situ jagain nggak menghimbau warganya buat memilih salah satu kandidat saja dan membongkar keburukan yang lainnya.

Saya yakin adaaaa....

Wong ada satu kenalan orang gereja pilih capres lainnya aja di bully dan di KZL-in kok sama temen-temannya.

Saya boleh nggak setuju dengan pendapat pendeta itu, tapi kalau menurut mereka dalam sudut pandangan mereka sebagai orang kristiani memang itu yang mereka suka, mereka inginkan ya saya bisa apa??
Ojo panik. Paling pooll saya cuma bisa ngedumel di sosmed, kok memandang gitu seeeehhh... capres ini begini kok, begitu kok. Cukup, saya nggak bakal cegat itu bapak pendeta di perempatan dan ngancem ini itu. Paling juga dah males komen, dah hapal.

"Anda dilarang kotbah pakk.... kotbah anda mengandung black campeign!! Anda di cekal"

Lalu bikin petisi lalu bubarin gereja. Kita gak gitu keleeeeesss

Jadi kalau ustadz kita juga memberi pencerahan mengenai presiden mana dan macam apa yang patut dipilih oleh orang-orang muslim ya wajaaarr... sah-sah saja... namanya ustadz itu guru, guru itu ngajarin, termasuk ngajarin milih pemimpin yang nggak ngerugiin hidup bahkan iman kita,  lagipula mereka nggak pake acara hipnotis, dan seperti hakikat hidayah pada umumnya, semua bergantung ridho Allah sehingga bakal ada yang terima ada yang nggak, kemungkinan kecil bisa sama rata. Setelah Ustadz selesai ceramah, menjelaskan, kemudian jamaah pake sandal keluar masjid udah bukan tanggung jawabnya lagi, nggak ada cerita ngancem dan memaksa juga.

Gak juga bilang, "Awas ya jamaah, yang coblos nomor ini KAFIRRR... Layak di bom !!!

Gak gitu sama sekali kan brooooohh!!!

Lagipula yang penting ngomongnya pake dalil, pake bukti dan sesuai ajaran agama, turunnya dari Allah lohhhh... DARI ALLAH. terus apa yang salah...????

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maidah :51)




Kalau prasangka masih gede, berarti ada keingkaran dalam hati terhadap hukum Allah...

Hukum Allah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, entah kehidupan di kamar, di rumah, di tempat kerja, tempat berpolitik maupun bernegara, masak gitu nggak ngerti seeehhh

Lagipula ya b*d*hnya, jelas-jelas tema yang mau dibawa ustadz itu loh tentang anak muda, tentang pergaulan bebas, daripada sok jago cekal-cekal, zalim menghalangi orang dari memberi dan mendapat ilmu bermanfaat mending duduk manis disana ikut pengajian gih biar nggak salah gaul, dangdutan mulu siiiiiih...

Kalau masih mau tanya kenapa Islam punya ayat seperti Al-Maidah :51 yang mereka anggap berbau diskriminasi, logikanya kalau kalian punya keyakinan ke kiri lalu punya pemimpin, atau kepala keluarga yang bertentangan ke kanan gimana coba? di suruh ini, rumah di bikin begini, sementara itu bertentangan dengan

Kalau gitu kan Indonesia nggak semua muslim? Oke mari anda lihat di postingan yang sudah saya tulis, masa sih saya harus menjelaskan lagi, pegel tangannya hehe. lihat disini : Maaf aku harus memilih pemimpin muslim..

Jadi yang mencekal orang berdakwah, hati-hati kalau di cekal Allah ke surga. Takut Allah, semoga dapat hidayah ya kita semua...

2. Pembakaran Bendera Tauhid.


Banser kurang ajarnya kebangetan styuupit juga kan ngaku-ngaku ustadz, ngaku-ngaku muslim tapi bakar kalimat yang seharusnya menjadi panji hidup dan matinya. Masih ngotot dan  udah gitu di bela pula sama atasan-atasan petinggi di instansi maupun lembaga 'atas' bahwa itu adalah bendera HTI... HA TE I, Bendera ormas katanya, bukan bendera Rasulullah.

Oke I know mungkin separah-parahnya, mereka nggak nyampe sana juga tahu mengenai bendera Nabi atau bukan. At least, dia kudunya bisa donk baca huruf hijaiyah dan baca itu bacanya apa.

Mau HTI salah atau nggak, kalau benci sama mereka, nggak semestinya di ungkapin dengan hal tergeblek senusantara seperti ini.

Analoginya, misalnya ada teroris yang bawa bendera Indonesia terus melakukan aksi kejahatan di berbagai tempat menggunakan bendera itu,terus ada orang marah-marah bakar itu bendera, umat muslim lainnya bakal marah nggak? Bakal tersinggung nggak?

Marah noh sama orangnya, bukan sama atribut yang punya arti buat orang banyak.

Styuuupit...

Eh interupsi, tahu nggak sih, mau curhat nih, ketemu banser itu serem loh. Orangnya suka dangdutan, joget-joget bareng di khalayak umum nggak menggambarkan akhlak para akhi-akhi yang santun dan sikapnya penuh hikmah. Jadi suka kesel kalau mereka bawa-bawa nama Islam, mereka juga ormas gak jelas, bikin rusuh.

Pernah ketemu sekali di suatu tempat yang jauh dari Indonesia, pelatihan katanya. Weh, keren juga ya mereka pendanaannya, entah dari manapun tapi duitnya banyak, bisa datang rame-rame ke luar negeri buat latihan entah latihan apaan, hmmm...dan mereka jalan-jalan masih pake seragam mereka, GP Anshor bukan seragam tentara bansernya. Udah gitu bikin malu karena sangat berisik dan urakannya, temanku warga setempat jadi ketakutan, bahkan mereka juga nggak menunjukkan sikap hormat dan menghargai sama perempuan berhijab, so flirting ah... disgusting (kisahku sendiri) sedih.

Apalagi tahu kalau mereka melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan mencekal ustadz-ustadz kami, di tambah pembakaran bendera Tauhid...
Makar katanya, teroris bersembunyi di balik bendera Tauhid katanya.
 

Kalian pada bolehlah benci HTI sebagaimana saya benci kalian (jujur banget)
Tapi pake tindakan bakar bendera apa gunanya bro, lu kate santet apa??

Apalagi bendera itu bendera Tauhid, SubhanAllah... Naudzubillah...

Kalau benci silahkan face to face, panggil lalu utarakan apa yang jadi uneg-uneg kalian (emang curhat?) yang jantan gitu loh, katanya muslim. Aku menyadari kok, nggak semua muslim satu pandangan karena menafsirkan segala sesuatu sendiri-sendiri tergantung apakah dia memenangkan hawa nafsunya atau imannya, diskusi sampe ketemu titik temu karena sesungguhnya orang mukmin itu bersatu jadi satu.

Tapi apa yang dilakukan sama si banserep itu (kata orang2, itu sebutannya)

Dengan membakar bendera Tauhid lu kate kayak ilmu santet bisa mengamblaskan semua anggota HTI atau bikin mereka takut sama kalian? Lari terbirit-birit atau berlutut minta ampun? Ngayal. Yang ada malah mengundang murka seluruh umat muslim (khusus yang punya ghirah)

Saran buat Banser yang pengen banget di sebut sebagai pahlawan 'kesiangan' NKRI'. Bangunlah lebih pagi, biar nggak kesiangan, biar nggak ketinggalan ilmu, nggak ketinggalan berita. Mikirin HTI mulu kalau lama-lama cinta gimana?

Jangan lupa masih banyak ancaman NKRI (yang sebenarnya) yang masih terselubung, PKI masih berkiprah, TKA menyusup, dan saudara seiman di dalam atau di luar negeri yang tertimpa bencana dan peperangan sana yang lebih membutuhkan pertolongan dan pembelaan kalian yang biasanya begitu ngotot dan getol itu, biar energi dan ngotot kalian itu menguntungkan diri sendiri dan orang lain gitu loh, biar getolnya berguna. Semoga energi kalian tidak terbuang sia-sia.

- Pembakar bendera di vonis 10 hari penjara dan denda 2 ribu??

Kalau ini benar maka ini adalah sebuah hinaan, atas harga sebuah kalimat Tauhid yang begitu agung bagi umat muslim, membuat ribuan umat muslim gerah dan murka di hargai begitu rendah, yang menjalankan hukum seperti ini semoga kau di adili oleh Allah sesuai dengan harga nuranimu yang tipis. Takutlah pada Allah, yang benar-benar mengaAdili.

- Bendera Tauhid adalah Bendera Aseng?

Asing memang untuk non-muslim, tapi saat banser yang ngaku-ngaku ustadz tapi ngaku janda pula itu yang bilang. Woww...semakin aku meragukan keIslamannya.
Meragukan bahwa dia bisa membaca huruf hijaiyah, nggak ngerti huruf hijaiyah, nggak ngaji donk?
Pantes lah yaaa....
Ungkapannya sangat nggak pantas untuk dikatakan oleh orang yang mengaku muslim, nggak lazim.

Ayo lah banser, ngaji dulu yukkk...
Sesama muslim kalo ribut di ketawain setan, karena setannya berhasil mengadu domba///

Eh kita bukan domba dink.

Testimoni muslim lainnya :



**

Maaf ya, kata-katanya agak pedes. Saya memang bukan wanita selembut wanita alim karena udah watak bawaan ada judes-judes ala kak Ross, tapi tetap berusaha untuk mengendalikan perkataan agar tidak kelewat kasar yang tidak sesuai dengan akhlaktul karimah seorang muslimah.

Lagipula tali buhul yang paling kuat adalah Cinta karena Allah dan Benci karena Allah. Kita harus mencintai sesuatu yang tujuannya Ia semata dan membenci apa-apa yang melawan hukumNya, tegas berusaha meluruskan dan membela, tanpa kekerasan. Kemudian mempunyai Ghirah yaitu kekecewaan, ketika agama dihina. Jika hukum Allah dihina maka kita wajah marah. Meski kemarahan harus tidak diungkapkan secara terlalu berlebihan.

Nabi pernah marah karena 2 hal, 1. Ketika hukum Allah di permainkan dan 2. Ketika musuh memerangi.

Oke, itu saja ya yang saya sampaikan untuk saat ini meski sebenarnya materi sangat banyak tapi apa daya, udah terlalu panjang dan di sambung lagi lain kali. InsyaAllah.

Kesalahan milik saya kesempunaan milik Allah SWT. Semoga mengandung hikmah dan dimaafkan kalau ada salah, semoga Allah memperbaiki kita semua. Aamiin

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Label:

Murtad vs Mualaf

Assalamualaikum...

"Mati satu tumbuh seribu."

Mungkin itu perumpamaan yang tepat sebagai doa bagi kaum muslim seluruh dunia. Tidak dipungkiri bahwa ada beberapa gelintir manusia yang meninggalkan Islam, tapi realitinya jumlah pemeluk barunya berkali lipat lebih banyak.

Istilah murtad saja terdengar nggak enak, terdengar nggak bagus, sehingga kita dibuat bertanya-tanya dan mengira-ngira, apa gerangan di benak mereka yang memilih jalan demikian

"Kenapa saudara?

"Kembalilah..."

Barangsiapa yang berbalik ke belakang (murtad), maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali Imran : 144)

Meski itu sama sekali tak melemahkan Allah, tak memberi efek apapun pada KuasaNya, tapi kita sebagai manusia sedih rasanya melihat saudara kita berkurang satu, mungkin kita menyesalkan dan menyalahkan penyebab-penyebab, diantaranya 'cinta buta', iming-iming dunia, pemikiran yang sesat maupun pemahaman ilmu agama yang dangkal.

Mungkin bisa jadi demikian, tapi ya sudahlah itu pilihan mereka. Semua orang menilai kebenaran masing-masing atau semua orang bisa membenar-benarkan sesuatu, sementara petunjuk sudah ada dari Tuhan Yang Maha Tahu, Tuhan Yang Maha Memberi Ilmu.

Orang bisa berjalan menuju jalan yang gelap, menuju cahaya, menuju petunjuk, tak peduli seberapa jauhnya dulu dia berada.
Begitu pula orang bisa saja berbalik kebelakang ketika melihat godaan, setan akan terus menggoda sampai berhasil mengajakmu ke neraka. 

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al-Hijr : 39-40)

Allah maha membolak-balikkan hati.

Mengapa demikian?

Menguji seberapa besar imanmu bisa bertahan diatas godaan iblis.

Jika sampai akhir hayat Laa ilaha ilallah tetap ada di relung dan keluar dari kerongkongmu, itulah saat kau terlepas dari ujian dunia tersebut.

Maka berdoalah agar Allah senantiasa meneguhkan hatimu diatas agamaNya.

Don't let me go astray...


Jadi soal orang-orang murtad bagaimana muslim yang lainnya mesti bersikap?

Kita harus tahu bahwa jika ada orang sampai hati untuk menukar imannya dengan sesuatu maka memang dari hatinya sudah ada bibit ke ingkaran terhadap Tuhan dan agamanya.

Seseorang jika Tauhidnya bagus meski belum beribadah dengan baik, sholat bolong-bolong misal meski dia sangat jatuh hati, jatuh cinta pada seorang laki-laki/ perempuan maka dia tidak bisa memenangkan orang tersebut dengan meninggalkan agamanya.

Banyak pasangan yang kandas di tengah jalan karena perbedaan agama yang tidak ada jalan keluarnya. Sama-sama mempertahankan agamanya.

Sementara orang yang memang sudah lemah dan ada bibit ingkar, maka cinta buta itu akan membutakan mata dan mengambil kendali sepenuhnya. Tauhid, Tuhan dan Agamanya sudah bukan hal besar lagi.

Atau orang-orang yang termakan oleh fitnah, termakan fitnah bahwa Islam adalah agama berbar yang tidak mengakui perbedaan dan suka memecah belah persatuan, orang begini bisa terprovokasi padahal sudah dijelaskan di surat Al-Kafirun, Bagimu Agamamu dan Bagiku Agamaku. 

Islam bukan memecah belah, bukan tidak menerima perbedaan tapi tidak menghendaki AKIDAH CAMPUR ADUK. 

Mungkin kita sedih, kita menyayangkan, kita berusaha membantu seseorang itu untuk kembali, tapi mungkin yang hanya bisa lakukan adalah mendoakan, jika Allah masih menghendaki dia kembali ke jalanNya, jika Allah tidak meridhoinya lagi maka seperti ayat dibawah :

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Maidah : 54)

Allah telah menggantikannya dengan sosok lain, mungkin kaum muslim yang hijrah yang istiqomah maupun orang-orang mualaf yang semangat beragamanya lebih dari si murtad sebelum meninggalkan Islam. Allah memberi kita saudara seiman yang lebih teguh imannya yang lebih manfaat untuk kaum muslim lainnya. Wallahualam.

Disisi lain, ketika ada saatnya kita merelakan saudara seiman kita mutung, perotol dari jalur, maka kita juga ada banyak waktu untuk menyambut saudara-saudara baru yang memeluk Islam. 

Para Mualaf.

Akhir-akhir ini pun saya melihat banyak berita tentang mualaf dari dalam maupun luar negeri. Di tengah gentingnya negara mengenai isu agama yang tidak mengenakkan, yang menyudutkan Islam. Kuasa Allah, justru banyak orang masuk Islam, banyak orang yang tergugah ingin mengetahui tentang Islam. 

Mungkin juga karena apa yang di beritakan tentang Islam dengan realitynya berbeda.  

Atau yah... Allah hanya ingin menunjukkan, bahwa semakin di olok-olok, semakin di serang semakin kuatlah Islam. MasyaAllah.  

Mungkin dunia masih bukan di genggaman kaum muslim karena Allah pun menjelaskan dalam firmanNya bahwa kemenangan duniawi akan di pergilirkan, bergantian. Dulu Islam pernah jaya, kemudian jatuh, kemudian akan jaya kembali, semua sudah tertulis. 

Meski kemenangan duniawi tidak ditangan muslim, tapi perlahan-lahan namun pasti kekuatan iman mengalami kemajuan, kemenangan iman menmukan jalan terang, banyak ghirah kaum muslimin yang mengalami stagnasi dan mati suri kini terkoyak kembali, yang dulu tak gentar di usik kini murka ketika hukum Allah di permainkan.

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. An Nasr : 1 - 3)

Ini beberapa potongan dari artikel yang pernah saya muat di blog saya yang berjudul : Mengenali dan menghadapi tabiat pendebat agama




Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. (An-Nisa 88) 

Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? (Az-Zumar 37) 

Kesesatan dan petunjuk semata-mata menjadi urusan Allah. Anda mungkin saja akan terpengaruh dengan argumentasi lawan debat, lalu linglung dan bahkan murtad. Kalau didalami baik-baik semuanya pasti ada penyebabnya, bahwa dalam diri anda sudah ada bibit-bibit untuk menjadi sesat, bisa jadi karena kesombongan, atau juga ada prasangka buruk kepada Allah.   Sebaliknya mungkin juga pihak lawan ada yang terpengaruh lalu menjadi mualaf karena debat. Jangan sampai punya pikiran bahwa keimanan yang muncul dalam qalbunya gara-gara 'kehebatan' argumentasi anda. <== That's so Right dear!!==> Itu disebabkan karena dalam dirinya memang sudah ada bibit-bibit kebaikan, rasa ingin tahu, kejujuran untuk menyelamatkan diri, tidak ingin tersesat, lalu Allah menyelamatkannya dengan memberikan hidayah.


Wallahualam

Semoga bermanfaat.

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art