Label:

Muslimah produktif

Assalamualaikum saudara..


Disibukkan dengan perkara yang baik dan bermanfaat, hidup lebih bermakna

Wah.. saya merindukan sekali menulis di blog ini! Sudah lama sekali rupanya. Alasan pertama sih karena saya memang sedang disibukkan karena satu hal yang tidak boleh ditinggal lama-lama. Yang kedua, karena saya sedang tidak langganan internet.  Mumpung sekarang lagi ada sedikit jeda dan udah langganan lagi saya mau mampir dulu cuap-cuap, Cuma sekedar curhat tentang keseharian akhir-akhir ini dan berbagi rasa, jiah.. *hehehe.

Saya sungguh hanya gadis biasa, yang biasa di mata sendiri, dan *masih* tak punya banyak arti bagi orang lain, tapi ingin tampil spesial di hadapan Allah SWT, hehe. Yah.. apapun jika mengandalkan Allah tidak akan ada yang mustahil kan? Sehingga sekarangpun sedang ikhtiar mulai mencoba dari mencari arti dari diri meski dari langkah yang sedikit, merangkak, tertatih-tatih tapi tujuannya tetap satu.. Mempertahankan keistiqomahan, meraih ridho Allah, mencapai kualitas iman dan diri sendiri. Aamiin, semoga.

Alhamdulillah akhir-akhir ini banyak kegiatan, meskipun bukan yang terlalu spesial karena saya masih belum bergelar orang penting di dunia ini *jiah..* Tapi dengan ikhtiar melakukan kebaikan dari dasar, meskipun itu sekedar urusan kuliah atau belajar yang lain.

Mengamati dan belajar dari orang-orang mengagumkan dan hebat disekitar saya, Saya sebenarnya juga pingin jadi orang yang sibuk seperti mereka, mobile kemanapun, banyak acara, banyak rekan,  banyak pula pengalaman, ilmu dan pelajaran. Kemudian meski pulang dengan lelah tapi juga membawa kelelahan tapi dia berkata :  "Alhamdulillah, sudah dapat rejeki sekian, Alhamdulillah sudah membantu banyak orang. Alhamdulillah sudah banyak beribadah.."


Pingiiiin jadi orang seperti itu.  Yang cekatan mencari rejeki halal dengan semangat, kalau sudah dapat uang banyak juga banyak beramal, bahagia melihat orang yang menerima pemberian kita lalu rajin ke tempat pengajian/ majelis ilmu juga, bertemu dengan para ustadz/ustadzah, teman-teman shalihat maupun teman-teman sekitar untuk mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat, saling berbagi ilmu, dan juga saling menasehati dalam perkara syariat dan kebaikan.
Hmm.. that's so tasty life.. Merasa benar-benar sedang dituntun Allah dan dicintai dengan amat sangat *sampai berdebar nih ketik soal Cinta Allah <3 *
Lagipula mumpung masih muda bin single alias jomblo plus perawan ting ting *hehehe*, pingin sekali menghabiskan waktu seperti itu. Meskipun setelah kita menikahpun tidak menutup kemungkinan untuk tetap melakukan aktifitas seperti diatas, tapi kita harus menyisihkan banyak waktu untuk yang terkasih nantinya *keluarga*.

Apalagi sebagai seorang wanita, meskipun nantinya dengan pekerjaan atau tidak, dengan menikah dan mempunyai keluarga kita pasti akan tetap bergelar 'rumah tangga'. Dan karena kita akan menyandang gelar itulah kita harus PINTAR.. must be a smart muslimah.. Anak kita butuh ibu yang pintar sebagai 'madrasah/ sekolah' awalnya, dan kita juga harus pintar sebagai sosok lelaki yang berkewajiban mendidik kita dan mempertanggung jawabkan perilakukita dihadapan Allah.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar.. Tidak ada kata terlambat untuk berkembang..

Begitu juga yang ingin saya tanamkan pada pikiran saya. Meskipun setelah awal mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat dan merasakan nikmatnya, saya rada nyesel *kebiasaan*, kenapa nggak dulu-dulu ya aku sadar?? Hahaha. Seandainya dari dulu, pasti sekarang saya sudah dilangkah yang lebih jauh untuk mengembangkan diri.

Hush! Nabi Muhammad SAW tercinta kita melarang kita bicara 'seandainya, seandainya' looh..
(Dari Abu Hurairah ra)

“Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu), dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah, dan jika kamu tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan : “seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’“, tetapi katakanlah : “ini telah ditentukan oleh Allah, dan Allah akan melakukan apa yang Ia kehendaki”, karena kata “seandainya” itu akan membuka pintu perbuatan syetan.” (HR. Muslim)


Tapi yah.. sudah tidak usah tengok kebelakang karena sudah tersapu oleh waktu dan terbawa oleh takdir dan sekarang yang terpenting adalah apa yang diusahakan sekarang. Mempertahankan istiqomah sekuat tenaga dan menangkis segala godaan berbagai spesies syaitan yang terkutuk hehe. Meski kadang syaitan itu diri kita sendiri, mau gerak susah banget, serasa ada magnet di sofa dan kasur dan merasa masih ada banyak waktu. Ya Allah.. gerakkanlah kesadaran saya, hehe.

Daripada berkata seandainya, lebih baik Alhamdulillah.. kita masih diingatkan pada Allah dan tidak terlarut diombang-ambing dari kebodohan dan buta ilmu syari. Bukan juga bilang sekarang sudah pintar, tapi setidaknya sudah ada ikhtiar mempelajari meski dengan hasil yang masih sedikit-sedikit. Semoga yang sedikit ini istiqomah, semoga istiqomah itu bisa berkembang.
Banyak ibu-ibu yang mengaku baru saja rajin ikut pengajian, meski ada juga yang masih SMP tapi semangat dakwahnya tinggi sekali. Itulah timing yang hanya Allah yang tahu :))

Kembali pada saya...

Sekarangpun Alhamdulillah saya sudah merasakan segarnya hawa bahagia ketika kita diliputi hari-hari yang penuh syukur.
Mungkin secara fisik ini melelahkan, secara pikiran cukup menguras, tapi hati menjadi plong seperti mengeluarkan kerak-kerak yang sudah tersimpan dalam waktu yang lama.

Saya sama sekali belum melakukan banyak dan belum bisa seperti orang-orang yang saya kagumi. Tapi apa yang menjadi pembanding adalah diri saya yang sekarang dan yang dulu.

Saat ini saya berdiri dibumi Allah meyakini bahwa ada tujuan dan harus ada usaha dalam menjalankan hidup ini.  Bukan hanya mengusahakan mencari duniawi yang lebih banyak dikejar orang kebanyakan, yang pada akhirnya akan kita tinggalkan dan tanpa meninggalkan arti apapun.

Tapi dengan duniawi itulah bisa membantu kita juga dalam urusan akhirat. Begitupula jika kita mempelajari urusan akhirat, maka urusan duniawi kitapun akan terbantu.

Semua niat dan kiblatnya hanya satu, demi hari dimana kita akan meninggalkan dunia ini dan kembali kepada yang telah mengadakan kita..

Sekalipun ini hanya urusan kuliah, sibuk skripsi, mengusahakan agar bisa memanfaatkan waktu itu juga ajaran Islam. Dengan memanfaatkan waktu semua waktu terpakai untuk hal yang bermanfaat, kita bisa memanajemen waktu antara urusan kuliah dan juga ibadah.  Tidak ada alasan untuk tidak beribadah, seberapa sibuknya kita.

Allah punya banyak makhluk dan tidak pernah meninggalkan kita, sementara kita punya satu Tuhan tapi sering sekali melupakanNya. Hinanya kita.. :(


Saya belum melakukan banyak, tapi Allah memberi arti dalam diri saya begitu besar.
Saya melihat bahwa menjalankan skripsi pada jurusan seperti ini cukup sulit untuk saya tapi ternyata dengan benar-benar untuk dimudahkan, Allah benar-benar memudahkan saya. Langkah demi langkah saya lalui, benar saya sedikit meguras otak dan waktu tapi sedikit demi sedikit ditunjukkan pula kemudahannya.

Selain itu, dibanding menghabiskan waktu seperti anak muda pada umumnya yang beromansa maupun mencari hiburan dengan kehidupan yang sangat hedonis, membuang-buang uang dan kurang tawadhu, Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan teman-teman yang mengajak saya datang ke majelis ilmu, bertemu dengan teman-teman yang sangat shalihat dan mendapat ilmu yang luar biasa membuat saya ingin merubah diri saya sedikit demi sedikit ke arah yang lebih.

Jawaban doa satu persatu dengan ajaibnya terkabul..
Bahkan urusan dunia seperti skripsipun dengan doa saya sangat merasakan perbedaan. Menemukan banyak kemudahan ditengah kegalauan berat.
Kemudian tadinya saya yang belajar agama serba sendiri, tiba-tiba banyak teman juga yang mengajak.
Belajar banyak tentang, Tauhid, mengetahui sirah Nabi, Aqidah, Akhlak dan lainnya.

Bahkan ketika saya terpikir untuk belajar bahasa Arab, karena saat itu merasakan kekaguman yang teramat dengan Al-Qur'an dan tersentil oleh seorang mualaf yang justru sudah pintar berbahasa Arab karena ingin memahami Al-Qur'an dari bahasa aslinya dan dia mengatakan itu adalah salah satu sunnah juga.

Ehhh.. kemudian ada temen saya yang ajak belajar bahasa Arab, secara cuma-cuma lagi. Alhamdulillah banget ya, kalau nggak karena Allah yang mudahkan.. cari les bahasa Arab dimana coba??
Ini dia gambar disamping, dari diktat bahasa Arab tingkal pemula milik saya. Salah satu bukti saya belajar bahasa Arab. Hehe. Yuhuu.. Alhamdulillah seru banget. Meskipun saya rasa kebelakangnya akan semakin rumit. Pingin sih nanti di blog bahas bahasa Arab.. Ntar.. kalau udah longgar banget waktunya :))

Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu (agama Islam), Allah akan ... kepada Allah dan surga-Nya dari jalan yang paling dekat dan paling mudah. (HR. Bukhari)


Insya Allah kegiatan diatas tidak mengandung maksiat, dan tidak membuang banyak uang. Ustadz/ Ustadzah yang mengajar ilmu agama ini tidak ada satupun yang meminta bayar, bahkanmereka memberi suguhan.
Kegiatan ini kita bisa saja mengeluarkan uang ketika kita mau beramal, dah ini insya Allah justru berkah sekali.

 Saya bahagia karena Allah menyibukkan saya dengan banyak belajar dan kemudian menyediakan banyak 'fasilitas'. Benar-benar terasa sedang didengar doanya oleh Allah.

Semoga tulisan ini akan menjadi motivasi lagi untuk saya semakin berkembang kedepannya. Kalaupun bisa membawa motivasi untuk teman-teman juga ya Alhamdulillah..

Kedepannya menjadi inspirator/ motivator hijrah juga sebuah harapan.. Mengajak dan menyampaikan bahwa hijrah di jalan Allah ada jalan terbaik yang dipilih manusia dalam hidup ini. Entah itu melalui profesi sebagai penulis, motivator atau hanya menyampaikan dikerabat terdekat.
Kemudian menjadi orang yang sukses di bidang bisnis yang halal dan bisa membuatkan lapangan kerja untuk orang lain, dengan itu kita semakin bisa menambah pahala dan ibadah juga dengan mengamalkan/ sedekahkan sebagian harta untuk kaum yatim/ fakir miskin. 

Yah tentu saja sibuk, sibuk sekali. Tapi setidaknya kita tahu bahwa itu adalah hal yang bermanfaat untuk keperluan akhirat yang lebih kekal manfaatnya.

Semua tujuannya bukan agar bisa terpandang mulia dan hebat dimata orang, tapi agar meninggalkan arti dan manfaat untuk orang. Semoga Allah senantiasa meluruskan niat kita.

Allah mudah untuk mengabulkan semua keinginan manusia, tapi Ia juga mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Ada kala harta, kekuasaan dan tahta salah satu atau beberapa diantaranya tidak baik dan mendatangkan mudhorot untuk hambaNya sehingga Allah tidak menghadirkan itu dalam hidupnya dan menggantikan dengan yang lain.

Tinggal bagaimana kita menyikapi. Asalkan ikhtiar dan tawakkal, jangan pernah pula su'udzhon dengan Allah. Doa tidak dikabulkan karena ada suatu alasan yang baik, lagipula manusia kadang terlalu serakah, menginginkan banyak hal. Bukankah yang sedikit tapi istiqomah itu lebih baik?

Tapi jangan pernah berhenti berdoa ! Selama itu berdoa yang baik, berdoapun sudah ibadah. Sekalipun Allah tidak mengabulkan itu bisa jadi simpanan kita diakhirat. Karena ada manusia yang semua keinginannya di dunia dikabulkan, dan di akhirat dia sudah tidak pula apa-apa lagi. Gak mau begitu kan?

Yakinlah bahwa semua yang kita peroleh adalah yang terbaik untuk kita meskipun tidak semua terealisasi, toh manusia sangat terbatas dan sangat mungkin jika dia tidak mampu menghandle segala urusan.

Kita akui bahwa semua itu berat, tapi setidaknya dengan adanya keinginan dan semangat yang tertanam sekalipun masih sedikit akan ada ikhtiar selalu. Semoga Allah membimbing kita, kita ikhlaskan jalan mana yang Allah pilihkan untuk kita dengan berdoa bahwa itu adalah hal yang membawa kita terus semakin mendekat padaNya.

Sekian, maaf ini hanya messy text sebagai ungkapan hati sendiri. hehehe
Semoga bisa membawa manfaat sekalipun sedikit.
Jika ada salah pasti itu dari saya, jika ada kebenaran maka itu datangnya dari Allah.

Wassalam.

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art