Label:

Muslimah produktif

Assalamualaikum saudara..


Disibukkan dengan perkara yang baik dan bermanfaat, hidup lebih bermakna

Wah.. saya merindukan sekali menulis di blog ini! Sudah lama sekali rupanya. Alasan pertama sih karena saya memang sedang disibukkan karena satu hal yang tidak boleh ditinggal lama-lama. Yang kedua, karena saya sedang tidak langganan internet.  Mumpung sekarang lagi ada sedikit jeda dan udah langganan lagi saya mau mampir dulu cuap-cuap, Cuma sekedar curhat tentang keseharian akhir-akhir ini dan berbagi rasa, jiah.. *hehehe.

Saya sungguh hanya gadis biasa, yang biasa di mata sendiri, dan *masih* tak punya banyak arti bagi orang lain, tapi ingin tampil spesial di hadapan Allah SWT, hehe. Yah.. apapun jika mengandalkan Allah tidak akan ada yang mustahil kan? Sehingga sekarangpun sedang ikhtiar mulai mencoba dari mencari arti dari diri meski dari langkah yang sedikit, merangkak, tertatih-tatih tapi tujuannya tetap satu.. Mempertahankan keistiqomahan, meraih ridho Allah, mencapai kualitas iman dan diri sendiri. Aamiin, semoga.

Alhamdulillah akhir-akhir ini banyak kegiatan, meskipun bukan yang terlalu spesial karena saya masih belum bergelar orang penting di dunia ini *jiah..* Tapi dengan ikhtiar melakukan kebaikan dari dasar, meskipun itu sekedar urusan kuliah atau belajar yang lain.

Mengamati dan belajar dari orang-orang mengagumkan dan hebat disekitar saya, Saya sebenarnya juga pingin jadi orang yang sibuk seperti mereka, mobile kemanapun, banyak acara, banyak rekan,  banyak pula pengalaman, ilmu dan pelajaran. Kemudian meski pulang dengan lelah tapi juga membawa kelelahan tapi dia berkata :  "Alhamdulillah, sudah dapat rejeki sekian, Alhamdulillah sudah membantu banyak orang. Alhamdulillah sudah banyak beribadah.."


Pingiiiin jadi orang seperti itu.  Yang cekatan mencari rejeki halal dengan semangat, kalau sudah dapat uang banyak juga banyak beramal, bahagia melihat orang yang menerima pemberian kita lalu rajin ke tempat pengajian/ majelis ilmu juga, bertemu dengan para ustadz/ustadzah, teman-teman shalihat maupun teman-teman sekitar untuk mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat, saling berbagi ilmu, dan juga saling menasehati dalam perkara syariat dan kebaikan.
Hmm.. that's so tasty life.. Merasa benar-benar sedang dituntun Allah dan dicintai dengan amat sangat *sampai berdebar nih ketik soal Cinta Allah <3 *
Lagipula mumpung masih muda bin single alias jomblo plus perawan ting ting *hehehe*, pingin sekali menghabiskan waktu seperti itu. Meskipun setelah kita menikahpun tidak menutup kemungkinan untuk tetap melakukan aktifitas seperti diatas, tapi kita harus menyisihkan banyak waktu untuk yang terkasih nantinya *keluarga*.

Apalagi sebagai seorang wanita, meskipun nantinya dengan pekerjaan atau tidak, dengan menikah dan mempunyai keluarga kita pasti akan tetap bergelar 'rumah tangga'. Dan karena kita akan menyandang gelar itulah kita harus PINTAR.. must be a smart muslimah.. Anak kita butuh ibu yang pintar sebagai 'madrasah/ sekolah' awalnya, dan kita juga harus pintar sebagai sosok lelaki yang berkewajiban mendidik kita dan mempertanggung jawabkan perilakukita dihadapan Allah.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar.. Tidak ada kata terlambat untuk berkembang..

Begitu juga yang ingin saya tanamkan pada pikiran saya. Meskipun setelah awal mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat dan merasakan nikmatnya, saya rada nyesel *kebiasaan*, kenapa nggak dulu-dulu ya aku sadar?? Hahaha. Seandainya dari dulu, pasti sekarang saya sudah dilangkah yang lebih jauh untuk mengembangkan diri.

Hush! Nabi Muhammad SAW tercinta kita melarang kita bicara 'seandainya, seandainya' looh..
(Dari Abu Hurairah ra)

“Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu), dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah, dan jika kamu tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan : “seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’“, tetapi katakanlah : “ini telah ditentukan oleh Allah, dan Allah akan melakukan apa yang Ia kehendaki”, karena kata “seandainya” itu akan membuka pintu perbuatan syetan.” (HR. Muslim)


Tapi yah.. sudah tidak usah tengok kebelakang karena sudah tersapu oleh waktu dan terbawa oleh takdir dan sekarang yang terpenting adalah apa yang diusahakan sekarang. Mempertahankan istiqomah sekuat tenaga dan menangkis segala godaan berbagai spesies syaitan yang terkutuk hehe. Meski kadang syaitan itu diri kita sendiri, mau gerak susah banget, serasa ada magnet di sofa dan kasur dan merasa masih ada banyak waktu. Ya Allah.. gerakkanlah kesadaran saya, hehe.

Daripada berkata seandainya, lebih baik Alhamdulillah.. kita masih diingatkan pada Allah dan tidak terlarut diombang-ambing dari kebodohan dan buta ilmu syari. Bukan juga bilang sekarang sudah pintar, tapi setidaknya sudah ada ikhtiar mempelajari meski dengan hasil yang masih sedikit-sedikit. Semoga yang sedikit ini istiqomah, semoga istiqomah itu bisa berkembang.
Banyak ibu-ibu yang mengaku baru saja rajin ikut pengajian, meski ada juga yang masih SMP tapi semangat dakwahnya tinggi sekali. Itulah timing yang hanya Allah yang tahu :))

Kembali pada saya...

Sekarangpun Alhamdulillah saya sudah merasakan segarnya hawa bahagia ketika kita diliputi hari-hari yang penuh syukur.
Mungkin secara fisik ini melelahkan, secara pikiran cukup menguras, tapi hati menjadi plong seperti mengeluarkan kerak-kerak yang sudah tersimpan dalam waktu yang lama.

Saya sama sekali belum melakukan banyak dan belum bisa seperti orang-orang yang saya kagumi. Tapi apa yang menjadi pembanding adalah diri saya yang sekarang dan yang dulu.

Saat ini saya berdiri dibumi Allah meyakini bahwa ada tujuan dan harus ada usaha dalam menjalankan hidup ini.  Bukan hanya mengusahakan mencari duniawi yang lebih banyak dikejar orang kebanyakan, yang pada akhirnya akan kita tinggalkan dan tanpa meninggalkan arti apapun.

Tapi dengan duniawi itulah bisa membantu kita juga dalam urusan akhirat. Begitupula jika kita mempelajari urusan akhirat, maka urusan duniawi kitapun akan terbantu.

Semua niat dan kiblatnya hanya satu, demi hari dimana kita akan meninggalkan dunia ini dan kembali kepada yang telah mengadakan kita..

Sekalipun ini hanya urusan kuliah, sibuk skripsi, mengusahakan agar bisa memanfaatkan waktu itu juga ajaran Islam. Dengan memanfaatkan waktu semua waktu terpakai untuk hal yang bermanfaat, kita bisa memanajemen waktu antara urusan kuliah dan juga ibadah.  Tidak ada alasan untuk tidak beribadah, seberapa sibuknya kita.

Allah punya banyak makhluk dan tidak pernah meninggalkan kita, sementara kita punya satu Tuhan tapi sering sekali melupakanNya. Hinanya kita.. :(


Saya belum melakukan banyak, tapi Allah memberi arti dalam diri saya begitu besar.
Saya melihat bahwa menjalankan skripsi pada jurusan seperti ini cukup sulit untuk saya tapi ternyata dengan benar-benar untuk dimudahkan, Allah benar-benar memudahkan saya. Langkah demi langkah saya lalui, benar saya sedikit meguras otak dan waktu tapi sedikit demi sedikit ditunjukkan pula kemudahannya.

Selain itu, dibanding menghabiskan waktu seperti anak muda pada umumnya yang beromansa maupun mencari hiburan dengan kehidupan yang sangat hedonis, membuang-buang uang dan kurang tawadhu, Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan teman-teman yang mengajak saya datang ke majelis ilmu, bertemu dengan teman-teman yang sangat shalihat dan mendapat ilmu yang luar biasa membuat saya ingin merubah diri saya sedikit demi sedikit ke arah yang lebih.

Jawaban doa satu persatu dengan ajaibnya terkabul..
Bahkan urusan dunia seperti skripsipun dengan doa saya sangat merasakan perbedaan. Menemukan banyak kemudahan ditengah kegalauan berat.
Kemudian tadinya saya yang belajar agama serba sendiri, tiba-tiba banyak teman juga yang mengajak.
Belajar banyak tentang, Tauhid, mengetahui sirah Nabi, Aqidah, Akhlak dan lainnya.

Bahkan ketika saya terpikir untuk belajar bahasa Arab, karena saat itu merasakan kekaguman yang teramat dengan Al-Qur'an dan tersentil oleh seorang mualaf yang justru sudah pintar berbahasa Arab karena ingin memahami Al-Qur'an dari bahasa aslinya dan dia mengatakan itu adalah salah satu sunnah juga.

Ehhh.. kemudian ada temen saya yang ajak belajar bahasa Arab, secara cuma-cuma lagi. Alhamdulillah banget ya, kalau nggak karena Allah yang mudahkan.. cari les bahasa Arab dimana coba??
Ini dia gambar disamping, dari diktat bahasa Arab tingkal pemula milik saya. Salah satu bukti saya belajar bahasa Arab. Hehe. Yuhuu.. Alhamdulillah seru banget. Meskipun saya rasa kebelakangnya akan semakin rumit. Pingin sih nanti di blog bahas bahasa Arab.. Ntar.. kalau udah longgar banget waktunya :))

Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu (agama Islam), Allah akan ... kepada Allah dan surga-Nya dari jalan yang paling dekat dan paling mudah. (HR. Bukhari)


Insya Allah kegiatan diatas tidak mengandung maksiat, dan tidak membuang banyak uang. Ustadz/ Ustadzah yang mengajar ilmu agama ini tidak ada satupun yang meminta bayar, bahkanmereka memberi suguhan.
Kegiatan ini kita bisa saja mengeluarkan uang ketika kita mau beramal, dah ini insya Allah justru berkah sekali.

 Saya bahagia karena Allah menyibukkan saya dengan banyak belajar dan kemudian menyediakan banyak 'fasilitas'. Benar-benar terasa sedang didengar doanya oleh Allah.

Semoga tulisan ini akan menjadi motivasi lagi untuk saya semakin berkembang kedepannya. Kalaupun bisa membawa motivasi untuk teman-teman juga ya Alhamdulillah..

Kedepannya menjadi inspirator/ motivator hijrah juga sebuah harapan.. Mengajak dan menyampaikan bahwa hijrah di jalan Allah ada jalan terbaik yang dipilih manusia dalam hidup ini. Entah itu melalui profesi sebagai penulis, motivator atau hanya menyampaikan dikerabat terdekat.
Kemudian menjadi orang yang sukses di bidang bisnis yang halal dan bisa membuatkan lapangan kerja untuk orang lain, dengan itu kita semakin bisa menambah pahala dan ibadah juga dengan mengamalkan/ sedekahkan sebagian harta untuk kaum yatim/ fakir miskin. 

Yah tentu saja sibuk, sibuk sekali. Tapi setidaknya kita tahu bahwa itu adalah hal yang bermanfaat untuk keperluan akhirat yang lebih kekal manfaatnya.

Semua tujuannya bukan agar bisa terpandang mulia dan hebat dimata orang, tapi agar meninggalkan arti dan manfaat untuk orang. Semoga Allah senantiasa meluruskan niat kita.

Allah mudah untuk mengabulkan semua keinginan manusia, tapi Ia juga mengetahui yang terbaik untuk hambaNya. Ada kala harta, kekuasaan dan tahta salah satu atau beberapa diantaranya tidak baik dan mendatangkan mudhorot untuk hambaNya sehingga Allah tidak menghadirkan itu dalam hidupnya dan menggantikan dengan yang lain.

Tinggal bagaimana kita menyikapi. Asalkan ikhtiar dan tawakkal, jangan pernah pula su'udzhon dengan Allah. Doa tidak dikabulkan karena ada suatu alasan yang baik, lagipula manusia kadang terlalu serakah, menginginkan banyak hal. Bukankah yang sedikit tapi istiqomah itu lebih baik?

Tapi jangan pernah berhenti berdoa ! Selama itu berdoa yang baik, berdoapun sudah ibadah. Sekalipun Allah tidak mengabulkan itu bisa jadi simpanan kita diakhirat. Karena ada manusia yang semua keinginannya di dunia dikabulkan, dan di akhirat dia sudah tidak pula apa-apa lagi. Gak mau begitu kan?

Yakinlah bahwa semua yang kita peroleh adalah yang terbaik untuk kita meskipun tidak semua terealisasi, toh manusia sangat terbatas dan sangat mungkin jika dia tidak mampu menghandle segala urusan.

Kita akui bahwa semua itu berat, tapi setidaknya dengan adanya keinginan dan semangat yang tertanam sekalipun masih sedikit akan ada ikhtiar selalu. Semoga Allah membimbing kita, kita ikhlaskan jalan mana yang Allah pilihkan untuk kita dengan berdoa bahwa itu adalah hal yang membawa kita terus semakin mendekat padaNya.

Sekian, maaf ini hanya messy text sebagai ungkapan hati sendiri. hehehe
Semoga bisa membawa manfaat sekalipun sedikit.
Jika ada salah pasti itu dari saya, jika ada kebenaran maka itu datangnya dari Allah.

Wassalam.

Label:

Sadarlah, Sampai Kapan Dirimu Menunggu Dia, Yg Belum Pasti Untukmu

Kenapa tak pernah kau tambatkan.
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu.
pelabuhan tenang yang mau menerima.
kehadiran kapalmu!
Kalau dulu memang pernah ada.
satu pelabuhan kecil, yang kemudian.
harus kau lupakan,
mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?
Seandainya kau mau,
buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,
rumah dan pelabuhan hatimu.

( Judul Puisi ” Pelabuhan ” karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang)

Matanya berkaca-kaca ketika perempuan itu selesai membaca dan merenungi isi puisi itu. Dulu sekali perempuan itu telah pernah berharap pada seorang laki-laki yang dia yakin baik dan hanif, ada kilasan – kilasan di hatinya yang mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari.. dialah sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai pernikahan.

Berawal dari sebuah pertemanan. Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah agama. Perempuan itu sedang berproses untuk mendalami agama Islam dengan lebih intens. Dan laki-laki itu, dia paham agama, aktif diorganisasi keislaman, dan masih banyak lagi hal – hal positif yang ada dalam diri lelaki itu. Sehingga kedekatan itu membawa semangat perempuan itu untuk terus menggali ilmu agama.dan mempraktekkannya dalam kesehariannya. Kedekatan itu berlanjut menjadi kedekatan yang intens, berbagi cerita , curahan hati, saling meminta saran, saling bertelepon dan bersms, yang akhirnya segala kehadirannya menjadikan suatu kebutuhan. Kesemuanya itu awalnya mengatas namakan persahabatan.

Suatu hari salah seorang sahabatnya bertanya ” Adakah persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan dewasa tanpa melibatkan hati dan perasaan terlebih bila sudah muncul rasa simpati, kagum dan kebutuhan untuk sering berinteraksi?” Perempuan itu tertegun dan hanya bisa menjawab ” entahlah..”

Sampai suatu hari, laki-laki itu pergi dan menghilang… Awalnya masih memberi kabar. Selebihnya hilang begitu saja. Dan perempuan itu masih berharap dan menunggu untuk suatu yang tak pasti. Karena memang tidak pernah ada komitmen yang lebih jauh diantara mereka berdua. Setiap dia mengenal sosok lelaki lainnya… Selalu dibandingkan dengan sosok laki-laki sahabatnya itu dan tentulah sosok laki – laki sahabatnya itu yang selalu lebih unggul dibanding yang lain. Dan perempuan itu tidak pernah lagi membuka hatinya untuk yang lain. 


Sampai suatu hari,..
Perempuan itu menyadari kesia-siaan yang dibuatnya. Ia berharap ke sesuatu yang tak pasti hanyalah akan membawa luka dihati… Bukankah banyak hal yang bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk mengisi hidupnya kini…. Air mata nya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam… Dia berjanji untuk tidak mengisi hari – harinya dengan kesia-siaan.

“Lalu bagaimana dengan sosok laki – laki itu ?? “Perlahan saya bertanya padanya.
“Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati…. Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi saya untuk lebih hati – hati dalam menata hati dan melabuhkan hati,” ujarnya dengan diplomatis. Hingga saya menemukan perempuan itu kini benar – benar menepati janjinya.


Dunia perempuan itu kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga, tawa-tawa pelangi , pijar bintang dimata anak anak jalanan yang menjadi anak didiknya…. Cinta yang dialiri ketulusan tanpa pamrih dari sahabat-sahabat di komunitasnya yang menjadikan perempuan itu produktif dan bisa menghasilkan karya…cinta yang tidak pernah kenal surut dari kedua orang tua dan keluarganya… Dan yang paling hakiki adalah cinta nya pada Illahi yang selalu mengisi relung-relung hati..tempatnya bermunajat disaat suka dan duka… Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.

Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga…. saat seseorang itu pun hilang begitu saja… Masih ada setangkup harapan agar dia kembali….Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati…. akan selalu ada beribu kata maaf untuknya…. Masih ada beribu penantian walau tak pasti… Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??


Masih ada sejuta asa…. Masih ada sejuta makna…..Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama….
“Lalu… bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada?? ” tanya saya suatu hari.
Perempuan itu berujar, ” Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya… disaat yang tepat… dengan seseorang yang tepat…. dan pilihan yang tepat……hanya dari Allah Swt. disaat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatatan pernikahan yang barokah..”
Semoga saja akan demikian adanya… (sumber eramuslim)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Diantara hikmah dari ayat ini adalah seorang hamba tidak boleh memiliki suatu pandangan yang mendahului keputusan Allah Subhanahu wa Ta'ala, atau memilih sesuatu yang tidak Allah Subhanahu wa Ta'ala pilih, serta memohon-Nya sesuatu yang ia tidak mengetahuinya. Karena barangkali di situlah kecelakaan dan kebinasaannya, sementara ia tidak mengetahuinya. Sehingga janganlah ia memilih sesuatu mendahului pilihan-Nya. Bahkan semestinya ia memohon kepada-Nya pilihan-Nya yang baik untuk dirinya serta memohon-Nya agar menjadikan dirinya ridha dengan pilihan-Nya. Karena tidak ada yang lebih bermanfaat untuknya daripada hal ini


Saudaraku..
Janganglah kamu memiliki pandangan yang mendahului keputusan Allah..
Jangan kamu sia-siakan waktumu untuk menunggu suatu yang tak pasti..
bila memang hatimu telah merasa ingin untuk menikah..
bila memang dia merupakan pilihanmu.
Cepat LAMARLAH..
Cepat katakanlah kepadanya.
Supaya dirimu ada kepastian..
Supaya dirimu tercegah dari dosa..
Agar tidak ada istilah Teman Tapi Mesra..
Supaya dirimu tidak dipermainkan oleh perasaanmu sendiri..
Bila kenyataan ternyata kamu tidak bisa bersatu dengan pilihanmu
Yang penting kamu sudah ikhtiar.
Yang penting kamu sudah ada kejelasan..
Agar tidak ada penyesalan dikemudian hari..
Agar kamu bisa melangkah lagi untuk mencari pasangan jiwamu..

Semoga kita bisa mengambil ibrah dari cerita ini..

Apabila salah satu pintu kebahagiaan tertutup, yang lain akan
terbuka tapi lazimnya kita kita akan memandang pintu yang telah
tertutup itu terlalu lama hinggakan kita tidak nampak pintu yang
telah pun dibukakan untuk kita

Tetaplah semangat dalam mencari pasangan jiwamu..
masih ada pintu kebahagian yang terbuka untuk kita

Diambil dari Note Facebooknya Sonny AbiFatih on Friday, March 12, 2010 at 6:20pm .

Label:

LIFESTYLE WANITA MUSLIMAH (Meluruskan Gaya Hidup Semu)

Saat ini banyak lelaki yang mengatakan betapa susahnya mencari pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria syariat. Apalagi di kota-kota besar di mana pergaulan anak-anak perempuan begitu bebas. Belum lagi pengaruh budaya impor dari Barat yang masuk melalui telivisi yang kemudian ditiru menjadi gaya hidup. Zaman sekarang, untuk mencari pasangan memang harus hati-hati.

Laki-laki bila ditanya kriteria apa yang diinginkan untuk calon istrinya, yang pertama dijawab pasti wanita yang keibuan. Artinya wanita itu punya sifat lembut, penuh kasih sayang, cinta kepada anak kecil dan punya sifat perhatian.

Nah, kenyataannya pada masa sekarang, telah jarang wanita punya sifat keibuan. Yang jadi fenomena saat ini adalah para wanita muda senang hura-hura, mengidolakan artis-artis sinetron yang jelas-jelas punya prilaku bebas, matre/ materialistis (cinta harta), malas dan boros. Dan yang lebih parah lagi yaitu mereka tidak mengerti agama.

Kepada Allah ia jauh, sedang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka tidak kenal. Dengan orang tua tak ada hormatnya, bahkan senang menghujat orang tua temannya (yang maksudnya mungkin baginya hanya saling canda, tetapi karena panduannya sinetron maka candanya itu mengumpat orang tua temannya). Padahal itu termasuk dosa besar. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ

Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Di antara dosa besar adalah seorang laki-laki mencela kedua orang tuanya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, ‘Apakah (mungkin) seorang laki-laki mencela orang tuanya? ‘ Beliau menjawab: “Ya. Dia mencela bapak seseorang lalu orang tersebut (membalas) mencela bapaknya, lalu dia mencela ibunya, lalu orang tersebut (membalas) mencela ibunya.” (Hadits muttafaq ‘alaih, disepakati shahihnya oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Dan satu lagi fenomena rusaknya wanita muda sekarang, yaitu sangat percaya diri yang sangat kuat dan dihinggapi pula apa yang disebut narsis [1]sehingga mengakibatkan hilangnya rasa tawadhu’, apalagi rasa takut kepada Allah, itu hal yang tak mereka fikirkan.

Dikhabarkan, semakin mendekati qiyamat, jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki. Dalam kenyataan, meskipun wanita itu banyak, tetapi laki-laki tetap susah untuk memilih wanita sebagai pendamping hidupnya. Lain hal dengan laki-laki yang asal pilih. Asal senang sama senang sudah jadi. Yang begini tentu saja akan mudah didapat.

Ketika si wanita telah menjadi istri, ia tidak paham bagaimana mendekatkan diri kepada Allah. Ia tidak tahu kewajiban untuk beribadah kepada Robb nya, karena selama menjadi remaja, ia hanya hura-hura. Ia pun tidak paham bagaimana bakti kepada suami. Karena selama ramaja panduan pendidikannya adalah artis-artis sinetron, yang diantaranya mengajarkan seorang istri melawan suami, seorang istri tidak tunduk kepada suami, dan digambarkan bagaimana cara menentang suami agar suami takut dengan istri.

Fenomena rusaknya wanita masa kini yang jauh dari kriteria wanita yang keibuan telah merasuki hampir seluruh wanita-wanita muda yang akan menjadi ibu rumah tangga. Padahal untuk memasuki dunia rumah tangga ada kewajiban yang besar yang mau tidak mau harus diikuti yaitu bakti kepada suami.

Hidup adalah untuk ibadah kepada sang pencipta, Allah. Salah satu ibadah seorang istri yakni mematuhi aturan Allah dan Rasul-Nya adalah berbakti kepada suami.

Janganlah diikuti fenomena yang sekarang sedang melanda para wanita.


Ikuti apa yang telah diajarkan agama. Karena biar bagaimanpun wanita dituntut untuk punya sifat keibuan dalam perannya sebagai istri. Wanita dituntut untuk taat kepada Allah dan bakti kepada suaminya.

Bila perannya sebagai istri tetapi prilakunya masih mengikuti fenomena yang melanda para wanita muda masa kini, prilakunya mengikuti sinetron-sinetron maka tak akan ada kata tenteram dalam rumah tangganya dan tunggulah saat kehancuran diri dan keluarganya, serta tak akan ada jaminan selamatnya seorang ibu rumah tangga kelak di akhirat. Maka satu-satunya jalan menuju ketenteraman jiwa dan ketenteraman keluarga adalah bakti kepada suami setelah bakti kepada Allah Ta’ala. Ikuti peraturan agama. Selalu belajar sabar untuk menjalani peran sebagai istri dengan sederet kewajiban yang harus ditaati.

Perlu disadari Ridho Allah berkaitan pula dengan hubungan isteri terhadap suami. Sebaliknya, kemarahan suami dapat mengakibatkan datangnya laknat bagi isteri. Contohnya adalah apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا بَاتَتْ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabdda: “Apabila seorang wanita bermalam sementara ia tidak memenuhi ajakan suaminya di tempat tidur, maka Malaikat melaknatnya hingga pagi.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Ini menunjukkan haramnya isteri menolak ajakan suami di tempat tidur tanpa halangan syar’i dan tidak karena haidh (ketika haidh pun suami masih punya hak untuk bersenang-senang dengan isteri di luar kain). Hadits ini artinya, laknat akan terus menerus atas isteri sehingga ia tidak lagi maksiat (dengan penolakannya itu) karena telah terbitnya fajar atau dengan bertaubatnya atau kembali ke tempat tidur suaminya.

Sebaliknya, suami juga tidak boleh dhalim kepada isteri. Sehingga lelaki yang terpuji adalah yang paling baik akhlaqnya terhadap keluarganya yakni terutama kepada isteri.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَإِذَا مَاتَ صَاحِبُكُمْ فَدَعُوه

Dari ‘Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang baik kepada keluarganya, apabila sahabat kalian meninggal, maka biarkanlah (jangan mengungkit-ungkit kejelekannya).” (HR Ad-Darimi).
Ketika isteri berbakti kepada suami, sedang suami adalah orang yang baik kepada isterinya, maka di situlah terjalin rumah tangga yang harmonis dalam ridho Allah, insya Allah. Dan itulah yang disebut keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, keluarga yang tenteram, diliputi cinta dan kasih sayang. Itu semua hanya dapat diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala yang telah dibawa oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa salam. Oleh karena itu dalam hadits, wanita yang direkomendasikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diperisteri adalah yang baik agamanya. Bila tidak, maka celaka.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَز أخرجه البخاري، ومسلم ، وأبو داود، والنسائي.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata:“Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamannya. Carilah yang memiliki agama yang baik, maka engkau akan beruntung.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan An-Nasaai).
Sebagaimana agama (Islam) itu hanya untuk kemaslahatan di dunia dan akherat, maka ketika orang memiliki ilmu agama dan mengamalkannya dengan baik, di situlah maslahat yang besar bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akherat. Demikian pula dalam berumah tangga. Maka rumah tangga yang diharapkan berisi isteri yang berbakti kepada suami dan suami yang baik terhadap isteri dan keluarganya tidak lain hanya ada pada orang-orang yang mengerti agama dan mentaatinya.

Oleh karena itu bagi wanita yang sudah berkeluarga, handaknya tidak henti-hentinya menimba ilmu agama dan mengamalkannya agar mampu berbakti kepada Allah dan juga kepada suami serta bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi amanahnya. Sedangkan wanita yang belum atau tidak bersuami pun demikian pula, karena mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya itu bukan hanya untuk ketika adanya suami. Berbakti kepada Allah itu wajib, kewajiban nomor satu, dan itu wajib pula dilandasi dengan ilmu. Maka bagaimanapun, mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya itu tetap dituntut dalam hidup ini.

Dan berbahagialah para wanita yang mampu menjalankan ini. Sehingga mampu berbakti kepada Allah, masih pula berbakti kepada suami.

Seberapa kadar berbakti kepada suami itupun perlu dipelajari dari petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menegaskan:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ ».

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan para wanita agar bersujud kepada suami-suami mereka, karena hak yang telah Allah berikan atas mereka.” (HR Abu Daud, dishahikan Al-Albani dalam Shahih Abi Daud nomor 1873).
Itulah petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila isteri mematuhi agamanya (Islam) dan taat kepada suaminya (mengenai hal-hal yang tidak dilarang Allah dan Rasul-Nya) maka diberi khabar gembira sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ (ابن حبان عن أبى هريرة . أحمد عن عبد الرحمن بن عوف . البزار عن أنس)

Dari Abdurrahman bin Auf berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta’at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; ‘Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu inginkan’.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Bazzar, menurut Al-Albani hasan lighairih).

Khabar gembira dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu hendaknya diperhatikan dan ditaati oleh setiap wanita Muslimah, agar berbahagia di dalam berumah tangga atau hidup di dunia ini, dan juga bahagia di akherat kelak.

(Disalin dari buku: Lifestyle Wanita Muslimah, Meluruskan Gaya Hidup Semu. Penulis: Mulyawati M Yasin dan Hartono Ahmad Jaiz Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Juni 2011)

Label:

She is a Lucky Star in the Lonely hard thinking


She's so lucky, she's a star
But she cry, cry, cries in her lonely heart, thinking
If there's nothing missing in my life
Then why do these tears come at night

Maaf sedikit OOT (Out of Topic). Untuk sekedar tahu saja (hehe), saya adalah salah satu penerjemah bahasa Korea amatir :P untuk menerjemahkan video reality dan video dokumenter, sekaligus mantan kpopers yang sudah tobat hehehe.. sehingga mempunyai beberapa pengetahuan tentang kebudayaan dan kebiasaan orang Korea.

Demi sebuah hikmah, dari sini saya hanya sekedar memaparkan dan menceritakan kembali bagaimana yang terjadi pada perasaan pada seorang bintang besar yang hidupnya penuh dengan kegemerlapan. Mereka yang dalam urusan dunia lengkap sempurna tak ada yang kurang, kita yang melihatpun lantas menganggapnya sebagai seseorang yang sangat beruntung. Tapi apakah dia juga merasa hidupnya sangat lengkap bahagia tak ada cela dan hidup sepenuhnya lega? 

Memang banyak sekali bahkan lumayan jauh perbedaannya.  Persepsi dan pandangan mengenai kehidupan pun sangat tidak selaras dengan kita yang belajar kehidupan lewat Islam. Sehingga pada beberapa kesempatan saat saya mendengar dan menerjemahkan wawancara atau bincang-bincang talkshow dengan beberapa bintang grup wanita yang ke populerannya tidak perlu di ragukan. Seluruh dunia juga tahu siapa mereka...

Segerombolan perempuan yang bertubuh proposional nan langsing, tinggi,  wajah bak boneka barbie, imut-imut, kulit halus, putih, licin tak ada gores bak setitikpun, rambut sempurna, senyum menawan, baju bling-bling paling luxury ... Dah lah...semua cowok pasti nggak bisa melepas pandang darinya.

Setiap mengeluarkan lagu pasti jadi hits di hampir seluruh asia bahkan kancah internasional mereka sudah di kenal dengan baik. Setiap album selalu menelurkan beberapa penghargaan terbesar. Setiap konser pun ratusan ribu orang bak lautan mengelu-elukan mereka.. Menganggap mereka titisan sang bidadari, dipuja-puja sedemikian rupa.

Penghasilan bisa puluhan milyar pertahun, sebagai gadis dua puluh tahunan.  Bukankah ini hal yang sungguh mencengangkan! Mobil, rumah, apartment, apapun itu sanggup mereka beli...

Early morning, she wakes up
Knock, knock, knock on the door
It's time for makeup, perfect smile
It's you they're all waiting for
They go…
"Isn't she lovely, this World Star girl?"
And they say…

She's so lucky, she's a star
But she cry, cry, cries in her lonely heart, thinking
If there's nothing missing in my life
Then why do these tears come at night

illustrasi

Lirik di atas saya ambil karena saat saya mendengar curhatan girlband Korea ini saya jadi ingat lagu baratnya Britney Spears - Lucky yang dulu saya suka dengar waktu SD, hihi.. sekarang udah jarang sekali kok dengar lagu... 
Lagu ini menggambarkan seorang bintang yang sangat terkenal dan tentu saja dianggap lucky alias beruntung karena perannya dalam dunia selebritis yang sangat besar. Setiap hari dengan kesibukkannya dari bangun tidur, tentu uang dan popularitas mengalir deras.
Tapi sebenarnya para bintang ini hatinya tidak sesumringah  wajahnya kala kita lihat diatas panggung atau di depan kamera. Hidup didalam kemewahan dan hingar bingar bling-bling... Aduh gimana sebutnya ya... Pokoknya yang funtastic, woowww dan amazzingg banget.. hehehe lebay.

Karena dari beberapa talkshow inilah testimoni, curhatan maupun keluhan mereka yang menurut saya ternyata ya kasian banget ya... Dengan semua kemewahan dan kepopularitasan yang mereka punya, tidak lantas membuat mereka merasa hidup sempurna dan justru merasa ada sesuatu masalah yang tidak bisa di deskripsikan dan tidak diketahui jalan keluarnya. Memang semua kehidupan manusia tidak ada yang sempurna, tapi dengan melihat dan mengamati mereka yang tampak luar hidup sempurna tapi batin yang mengalami sedikit gejolak ini (hehe) semoga bisa jadi bahan perenungan juga. Bahwa kebahagiaan dengan banyak harta dan relasi disekitar bukan jalan keluar kehidupan ini dengan benar.

Saya tidak perlu blak-blakkan menyebut siapa mereka dan akan pakai nama sebutan saja. Yang penggemar Korea pasti tahu siapa yang saya maksud. Hehhe
Ini beberapa pernyataan dan curhatan mereka di beberapa acara talkshow.. 

==========================================================

Host : Apa hal dari dirimu yang paling ingin kamu turunkan pada anakmu nanti?
Kkabyul : Suara... suara 
(Taenggu adalah leader grup dengan suara yang paling bagus bahkan salah satu penyanyi wanita terbaik di Korsel)
Taenggu :  Tidak..  Kalau suara dia bagus, dia akan akan jadi penyanyi juga.. Aku tidak mau anakku jadi penyanyi juga. 
(Meskipun dia mendudukki keberhasilan seperti sekarang, tapi diamengisyaratkan ada sesuatu yang tidak dia sukai dalam pekerjaanya, tapi dia tidak menjabarkan kenapa.)
Host : Ungkapkan dalam sepuluh kata tentang dirimu.
Taenggu : A-jik Jom-deo Sa-ra-bo-go-sip-ta (Aku masih ingin lebih mencoba menjalani hidup). Karena aku tidak mengerti dengan benar apa itu hidup.

Dari sini

=======================================================================
Host : Siapa yang paling merasa kesepian setengah mati? Bukan hanya kesepian loh ya.. Tapi kesepian setengah mati.
(Lalu Taenggu unjuk diri)
Host : Kenapa? Apa yang terjadi hingga membuatmu begitu kesepian?
Taenggu : Saat selesai mengerjakan semua kegiatan dalam jadwal, tepat saat tiba dirumah perasaan sangat 'hoooo' sekali. Saat lapar, makan banyakpun tidak membuatku lega.
Host : Sepertinya ada yang sakit dalam hatimu, kenapa? Apa kau tidak bertanya solusinya dengan member yang lain.
Taenggu : Iya pernah sih, tapi semua mengatakan hal yang berbeda jadi aku tidak yakin.

*Sepertinya Taenggu ini mempunyai ganjalan di hati, merasa kurang dalam hidupnya yang serba mewah ini tapi dia tidak tahu apa itu. Saya juga pernah merasakan itu, ketika saya mempunyai penghasilan besar tapi tidak mendekatkan diri dengan Allah, hampa sekali rasanya. 

=========================================================================
Kkabyul : Sejujurnya akhir-akhir ini saya merasa kacau dan bingung. Sebenarnya di dunia ini aku selanjutnya harus bagaimana? Ya memang saat ini sebagai bintang di grup ini saya menikmati dan senang. Tapi kita yang dari dulu sejak kecil sehari-hari bersama bernyanyi dan menari sebenarnya tidak punya satu tujuan utama. Kemudian setelah meraih impian menjadi penyanyi dan satu persatu terus mencapai keberhasilan sampai saat ini. Saya berfikir, jadi setelah saya sudah sampai sejauh ini saya menjadi bingung tentang apa yang sebenarnya saya inginkan. Seperti seorang anak yang menggembala dan menemui tujuannya semakin terlihat samar. Saya merasa bahwa ini semua tidak akan berjalan dalam waktu yang sangat panjang lagi.

=========================================================================

Taenggu : Saat saya debut di usia 19 tahun, saya mulai sibuk dan tidak tahu bagaimana berlalu bahkan pernah merasa usia saya berhenti di 21 tahun. Setiap orang bertanya saya tidak ingat, dan hanya tahu bahwa saya berusia 21 tahun. Setelah kesibukan panjang, ada satu jeda panjang waktu kosong. Karena kekosongan itu, saya memikirkan banyak hal hingga saya seperti menggali sampai membuat diri saya lelah. Minum alkohol dan tidak bisa tidur karena terlalu banyak pikiran, tidak tahu kenapa.

========================================================================

Lindsay Lohan :
Dia juga pernah mencurahkan. Setelah mempunyai popularitas dan kekayaan, dia mengakui ada yang kurang dan hampa dengan hidupnya. Dia mencurahkan semua itu dengan pergi ke club dan melakukan apapun yang ingin dia lakukan, tapi dia tetap merasa hampa. Dan dia mengakui bahwa

======================================================================== 

Mungkin sedikit aneh saya mengorek-ngorek curhatan seorang bintang yang mungkin tidak ada urusannya dengan saya, kita atau anda.  Tapi semua bisa jadi pertimbangan dan pelajaran. Mungkin saja diantara kita juga pernah sempat menginginkan posisi mereka, misal kepopuleran atau kekayaan mereka. Tapi ternyata dengan mendapatkan semua itu ternyata tidak lantas membuat orang lega bebas dari pikiran, bahkan mereka mungki punya pikiran berat lebih dalam ketimbang kita orang yang nggak populer meski dalam RT sekalipun dan uang yang pas-pasan, hehe.

Pertama kali saya mendengar beberapa curhatan yang senada seperti saya sempet heran. Orang seterkenal mereka, yang ada ribuan bahkan jutaan orang yang menyukai mereka, banyak orang yang pasti ingin dekat dengan mereka, dan punya harta yang mungkin gak habis beberapa keturunan kok bisa-bisanya merasa kesepian??

Memang hakikatnya semua manusia tidak ada yang terhindar dari masalah sama sekali sekalipun dia adalah penguasa negara sekalipun.  Tapi bukankah apa yang mereka cemaskan itu justru hal-hal yang abstrak, cenderung tidak besar, tapi sulit ditemukan jalan keluarnya. Kenapa begitu??

Kemungkinan besar penyebabnya adalah karena mereka sudah lose contact sama yang mengadakan kehidupan, sudah jauh dari yang menciptakan mereka, Tuhan semesta alam, Allah SWT. Seperti pabrik yang membuat buku pedoman untuk penggunaan produknya dengan baik dan tidak salah pemakaian. Allah yang mengadakan kehidupan inipun menurunkan kitab, Al-Qur'an telah disempurnakan untuk manusia sampai akhir jaman. Allah menjelaskan hidup itu untuk ini... harus begini.. jangan begitu, jika kau lakukan akan... jika tidak akan...
Semua ada, semua di jelaskan. Tapi kebanyakan kita sibuk dengan mencari sesuatu yang tak ada ujung pangkalnya, sibuk mencari kepuasan di dunia ini saja.
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. 30:30)

Manusia dilahirkan diatas sebuah fitrah yang tetap dan tidak berubah, yakni hidup untuk beribadah pada Allah. Allah hendak 'memfilter' siapa-siapa yang akan diundangnya ke dalam surga. Yaitu manusia terpilih yang memilih sesuai fitrah sebagai jalan hidupnya.

Jika dia keluar dari fitrah itu maka akan rusak 'sistem' dalam hidupnya. Sama seperti fitrah tubuh kita, yang dalam fitrah harus diasupi dengan makanan yang baik segala kadar dan porsinya. Jika kita menyalahi fitrah itu, maka sakit tubuh kita. Sama dengan jika merusak fitrah keimanan dalam hati, maka akan kotor dan rusak pula hati kita sampai bisa-bisa tak ada lagi cahaya hidayah bisa masuk menyentuh hati kita.
"Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. (QS. 18:29)
Ayat diatas, Allah memang membebaskan kita memilih dan menentukan jalan hidup mana yang kita pilih beserta dengan resiko yang harus di tanggung. Mau beriman? Allah akan dengan bahagia menerima dan membalas dengan Surga yang indahnya tak terbandingkan dengan dunia ini. Mau kafir? Ya monggo, Allah juga akan membalas kekufuran dengan neraka yang sangat tidak menyenangkan itu.  Allah tidak menzalimi dan menganiaya makhlukNya, tapi manusia sendiri yang menentukan untuk merugikan diri sendiri.

Karena beriman atau tidaknya kita tidak ada pengaruhnya bagi Allah pemilik dan penguasa segala sesuatu, karena tak lain itu semua berpengaruh bagi diri kita sendiri!!

========================================================================

Apa hubungannya dengan Lucky Star yang saya ceritakan di atas. Bahwa sebenarnya karena mereka sudah merusak dan menyelentang dari fitrah mereka yang mungkin seharusnya sebagai seorang wanita tidak 'mengeksploitasi' diri, fisik dan kecantikannya demi pasar popularitas. Mulai dari dandan berlebihan hingga operasi plastik yang jelas sangat kufur atas nikmat Allah dengan pemberian wajah mereka, lalu memakai pakaian mini, melakukan gaya dan tarian yang vulgar, dan semua ini tujuannya hanya untuk dilihat orang! Disukai, Digilai dan semua ditukar dengan kekayaan dan kepopuleran.


Sudah sampai dari situ, mereka yang melihat secara duniawi bahwa itu adalah sebuah pencapaian yang besar, sementara secara fitrah mereka telah tersesat jauh, maka mereka masih mereka itu kurang dan kurang.

Dandan dan bergaya makin aneh, nyentrik, agar dianggap inovasi di depan penggemar. Kurang puas, karena tidak menemukan sesuatu yang berbeda, maka baju makin dibuka, kain terawang, kain hemat banget, lama-lama rambutpun di tebas seperti artis dibawah ini.



Good Girl Gone Bad! Serem gak sih?? Yang awalnya kagum sama wajah cantik dan suara indah Britney Spears masih iri gak ngeliat dia sampai botak dan stress gitu? Haha. Itulah konsep yang diusung dari dunia artis apalagi yang berbau freemason. Awalnya mereka hanya gadis lugu yang berbakat di panggung, semakin berkembang dia menjadi nenek sihir! Menyihir banyakk orang dengan pesona mereka dan mereka pun mulai terhipnotis dengan kegemerlapan dunia yang bebas. Mau bagaimanapun orang akan suka pada mereka.

Awalnya bosan dengan konsep lugu, lalu beralih ke konsep nyentrik dan dewasa. Bosan dengan baju tertutup maka mereka akan membuka bajunya, menjadi wanita (maaf) prostitusi kelas bintang besar. Karena semua memang tak lain hanya demi uang kan? Apalagi kalau bukan coba? 
Lalu bosan dengan diri yang cantik, lalu di botakin! Ya, tentu karena mereka tetap tak menemukan ujung pangkal hidup mereka. 

Titik terendah dan titik tertinggi manusia lah yang membuat mereka mulai berpikir. Tapi arah pikiran ini lah mereka yang bisa menentukan sendiri, dikembalikan atas pilihan sendiri. Seandainya dia berhenti dari kekufuran dan mulai mencari kebenaran maka Allah pasti menunjukkan. Jika mereka tetap ingin ke haluan yang lain, maka makin jauh tersesatnya  mereka.
Kebanyakan dari mereka tentu tak ada waktu untuk memikirkan yang namanya ibadah, untuk tidur aja susah, sibuk menikmati segala-galanya. Berada di antara kehangatan keluarga juga jarang, jalan-jalan ketempat umum seperti orang biasa tidak bisa, setiap hari ada kerjaan, ya jelas makin stress dah... Hidup gitu-gitu aja, kerjaan banyak, duit banyak, hahaha..

"Banyak orang sangat miskin. Hal yang mereka miliki hanya uang."

Jadi yang ingin jadi artis bling-bling dipikir-pikir dululah. Bukan mau sok suci atau nasehatin sok ustadzah, tapi sebagai wanita saya ingin mencurahkan pikiran. Apalagi artis yang cuma modal tampang, bukan prestasi yang bisa ditulaarkan dan diajarkan. Banyak mudharatnya sayang. Fisik wanita tidak untuk di ekspos, tidak untuk dibagi-bagi.  Itu adalah kemuliaan dan kehormatan kita. Allah sayang sama wanita yang menjaga dirinya dari segala fitnah dan godaan yang semua bisa berawal dan pandangan. Pandangan lelaki bisa jadi celaka untuk kita dan godaan wanita pun berakibat celaka untuk semua.

Menjadi sibuk seperti artis diatas juga makin menguras pikiran dan tenaga kita dari jalan Allah. Makin sedikit kita beribadah dan umur makin singkat. Apalagi jika pekerjaan sebagai artis itu bukan yang mengandung berkah, maka makin kita kufur waktu.

Sudah dulu saya ngantuk. Hehe. Sekian, mohon maaf sangat jika banyak perkataan yang tidak berkenan. Ini hanya curahan hati, semoga ada manfaatnya.

Astaghfirullah jika ada salah..
Alhamdulillah jika ada manfaat..
Wassalamualaikum..

Label:

Media Massa Zalim Kepada Umat Islam

Assalamualaikum..
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf

Umatku ini dirahmati ALLAH dan tidak akan disiksa di akhirat, tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan dan musibah-musibah. (HR. Abu Dawud)

Mungkin ini adalah salah satu teriakan kecil atas ketidak adilan yang mungkin tak akan di dengar, bahkan tidak dipercaya. Ketika Islam di serang dari berbagai pihak bahkan dari pemberitaan dalam negeri yang katanya mayoritas Islam. Jika kita adalah orang yang mengamati secara dalam ketika menyimak media massa, kebanyakan berita yang punya kaitan dengan Islam maka semua berita berupa hal-hal yang buruk.

Tak usah sungkan sebut merk. Seperti Yahoo.. Yang entah secara kebetulan namanya itu identik dengan Yahoo-di (Yahudi), apakah benar dia salah satu provokator penyebar fitnah Islam. Dengan kabar bahwa 90% media massa di dunia ini dikuasai oleh Yahudi.  Karena setiap berita dalam headline kalo nggak berita artis yang gak penting ya yang menyangkut Islam pastilah yang jelek-jelek. Saya benar-benar heran, begitu banyak kebaikan orang Islam yang saya ketahui sama sekali nggak nongol di TV. Tapi kalau umat Islam kedapatan berbuat salah sedikit, meskipun itu kebenarannya masih samar-samar, pasti dan langsung meledaaaaak ! Intinya, jika muslim berbuat baik 85 % maka semua itu akan disembunyikan. Tapi namanya juga manusia, berstatus muslim tapi tidak berpegang teguh pada sunnah maka sem

Satu contoh ketaranya aja. Bom boston menewaskan 5 orang udah pada koar-koar heboh sedunia kalau itu Islam yang lakukan, Islam teroris! Juga tragedi Bali, pelaku yang nyatanya masih fakir ilmu Islam, ngaji aja nggak bisa tapi Islam mulai dicap jelek, di generalisasi. Tapi dunia diberitahu bahwa Islam itu teroris! Kemudian WTC.. yang jelas2 fakta tentang pelaku adalah bohong besar bahkan sudah ada detektif dari Amerika sendiri yang menyatakan bahwa WTC adalah perbuatan orang dalam. MALU!

Sementara itu beberapa negara Islam sedang di bombardir oleh sekutu negara adi daya, entah amerika, yahudi atau syiah dengan segitu ganasnya, hingga ratusan ribu nyawa melayang nggak ada berita yang nongol. ZALIMNYA KALIAN!! Saudara kami yang dibunuh tapi kami yang diteriakin teroris!



***


“Revolusi media tidak akan pernah terjadi di media arus utama. Mereka lebih sibuk dengan popularitas, rating dan uang. Revolusi media lahir dari pinggir, dan dilakukan oleh sekelompok orang yang dianggap tidak ada. Siapakah mereka? Mereka adalah jurnalis Muslim yang senantiasa membela Agama Kebenaran, penuh dedikasi dan keikhlasan meski dihadapkan pada banyak keterbatasan..”  



Seorang produser TV Nasional terkemuka di Indonesiayang tahu betul di jagad jurnalisme karena telah malang melintang secara luas sehingga jabatan tinggipun di dapat tapi kemudian ia rela melepas pekerjaannya yang sudah mapan dengan gaji tinggi demi melepas diri dari kezaliman yang banyak terjadi di media massa terhadap Islam.
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf

Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Bagi Fadhil – panggilan akrab beliau – pemberitaan media massa tentang umat Islam sangat tendensius dan tidak berimbang. Media massa di Indonesia, sengaja atau tidak tidak, telah bertindak zalim terhadap umat terbesar di Republik ini. Dan inilah salah satu alasan utama dirinya lebih memilih untuk mundur dari posisi nyamannya sebagai salah satu ‘petinggi’ di media. Mungkin sebagian orang akan menganggap dirinya bodoh keluar dari pekerjaannya, namun bagi Fadhil keberpihakan terhadap umat dan idealisme lebih utama daripada jabatan dan harta yang berlimpah.
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf

Pasca mundur sebagai new producer salah satu televisi swasta, Fadhil yang telah lama merasa terjadi pertentangan batin di dalam dirinya sewaktu melihat kezaliman media terhadap pemberitaan umat Islam termasuk televisi tempat dia dulu bekerja, mulai mengumpulkan fakta-fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam. Dan akhirnya untuk melampiaskan gejolak di dalam hatinya serta sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang tidak adilnya media terhadap umat Islam, Fadhil memilih membuat sebuah buku berjudul “Kezaliman Media Massa Terhadap Umat Islam.”

Fadhil menegaskan, meskipun umat islam mayoritas di negeri ini, namun tidak memiliki kekuatan untuk membangun opini public yang positif tentang dirinya sendiri. Jika kita telaah dan telusuri, begitu banyak pemberitaan yang menyudutkan Islam.

Dalam bukunya, Fadhil menulis: "Pada level global, beberapa jurnalis kawakan pun memilih keluar dari tempatnya bekerja, karena bertentangan dengan hati nurani, saat kepentingan politik praktis dan tugas jurnalistik yang mengedepankan kebenaran, bertabrakan."

Ia memberi contoh, Helene Thomas dari Heart Newspaper, mengundurkan diri dari posisinya sebagai jurnalis senior di Gedung Putih. Dia dikecam oleh Pemerintah George W. Bush karena mengkritik Israel dan kebijakan politik luar negeri AS yang mengivansi Irak dan Afghanistan.

Adapula Yvonne Ridley, jurnalis Inggris yang pernah disekap Taliban, saat melakukan tugas jurnalistik pada tahun 2002. Dia kemudian masuk Islam dan melakukan kampanye Islam ke seluruh dunia. Bahkan bersama sejumlah koleganya, jurnalis muslimah yang kini berjilbab ini membangun Islamic Channel. Sepertinya Fadhilah Zein terinspirasi dengan jurnalis Barat yang kini sadar dengan kezaliman media massa dunia terhadap umat islam. Buku yang ditulisnya adalah sebuah ilmu, gagasan dan pengalaman yang sangat berharga bagi jurnalis muslim dimanapun berada.
 

"Revolusi media tdk akan pernah terjadi di media mainstream. mrk lebih sibuk dg popularitas, rating dan uang"


Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(QS. 49:6)

Salah satu fakta dalam buku "Kezaliman Media Massa Terhadap Umat Islam" yang diambil dari kultwit @hafidz_ary

Kultwit ini adl resensi thd buku berizi "Kezaliman Media Massa Terhadap Umat Islam". Bgmn media massa yg didominasi kristen & islam phobia menjejali umat dgn berbagai info keliru ttg Islam sehingga kita jd minder dlm berislam. Inilah peran kita di sosmed sbg penyeimbang informasi.

Buku ini mngarsipkan kezaliman media mainstream terhadap umat Islam, diantaranya ttg penghapusan 7 kalimat di piagam jakarta, pembubaran masyumi. Pemberlakukan asas tunggal, pembantaian tanjung priok, lampung berdarah. Buku ini juga menceritakan dusta media dlm pemberitaan sunni syiah, kerusuhan ambon poso, kasus gereja HKBP di ciketing, gereja yasmin dll

Contohnya dalam pemberitaan pertikaian warga muslim ciketing bekasi dg pendeta gereja HKBP . Media memberitakan bahwa warga muslim ciketing menghalangi jemaat HKBP beribadah, padahal bukan itu yg terjadi yang sesungguhnya terjadi adalah arogansi jemaat HKBP thdp warga muslim ciketing . Mereka melakukan konvoi memprovokasi warga. 20 tahun warga muslim ciketing bekasi begitu toleran mengizinkan jemaat HKBP dr luar perumahan untuk beribadah di salah satu rumah. Semakin banyak jemaat nya, mereka semakin argogan,tdk menghargai warga sekitar, menutup jalan, dll

Bahkan mereka memanipulasi izin warga untuk pendirian gereja liar. Meski begitu warga tetap sabar, taat hukum dan UU. Warga protes melalui jalur hukum, akhirnya gereja liar tsb disegel pemkot bekasi. Meskipun melanggar hukum, pihak gereja liar HKBP tetap ngotot. Mereka malah melakukan provokasi thdp warga. Mereka konvoi dr gereja liar yg sudah disegel ke lapangan terbuka dlm perumahan, mereka nyanyikan lagu2 gereja tanpa mempedulikan warga.

Insiden tejadi tgl 8 agustus 2010, saat 2 pendeta HKBP mengeluarkan pistol dan menembakkannya.  Ini tdk diberitakan media, 12 september 2010 , dlm suasana idul fitri , jamaat HKBP melakukan provokasi thdp warga muslim di perumahan ciketing. 200 org jemaat HKBP melakukan konvoi ritual di area perumahan , terjadilah bentrok dg 9 warga muslim bekasi.

Apa yg diberitakan media? FPI menghalangi org beribadah , melakukan penusukan thdp pendeta. Yang terjadi adalah pengeroyokan thdp 9 warga muslim ciketing , mereka membela diri, dan tertusuklah si pendeta. Salah seorang dari 9 warga muslim terluka akibat pengeroyokan, dia malah ditangkap saat dirawat di RS. Pendeta yg menggalang provokasi malah dijenguk pejabat2 tinggi , pelaku kekerasan dr pihak gereja dilepas begitu saja olh aparat. Itu fakta sbenernya ttg gereja liar HKBP di ciketing . Kasus gereja yasmin juga mirip

Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/06/03/24975/eks-produser-tvone-luncurkan-buku-kezaliman-media-massa-thd-umat-islam/#sthash.NO8qx1Im.dpuf
Di pembukaan, penulis buku ini juga menceritakan fitnah di Metro TV yg menuduh rohis sarang teroris. Di Metro TV yg di pemred kan oleh kristen ini menfitnah rohis sbg sarang teroris. Dan media2 mainstream kompak untuk tdk memberitakan demo rohis yg protes thdp fitnah. padahal demo rohis ini sangat massif , dilaksanakan di 16 kota besar di Indonesia , di jakarta sendiri dihadiri ribuan anak rohis. Ada sentimen agama yg dilakukan Metro TV dlm isu rohis. Dewan redaksi yg kristen sgt mempengaruhi pemberitaan. Media macam Metro TV menabrak etika jurnalistik , mereka seenaknya bicara asbun menfitnah umat islam.

Bahkan ada seorang presenter Metro TV yang kemudian berniat berjilbab dan mendapat banyak kecaman dari dalam dan akhirnya dia memutuskan untuk keluar.
Ada juga kabar bahwa setiap jurnalis mendapatkan berita yang baik tentang Islam, ternyata ia dapati tidak pernah disiarkan, sebaliknya yang buruk dengan segera langsung di blow up terus.

Disinilah pentingnya kehadiran kita di social media , untuk melawan kezaliman media mainstream , kita harus meluruskan fitnah2 mereka.  Saat kita belum bs membuat media , ini yg bs kita lakukan . menyelamatkan saudara2 kita dari penyesatan media. Kasihan jk saudara2 muslim kita memiliki persepsi yg salah ttg Islam karena dijejali kebohongan media mainstream.

Kolektif ketika dijejali kebohongan media2 ini akan melahirkan kebodohan kolektif. Setiap hari terjadi kezaliman media thd umat islam . Umat islam yg sebenernya korban kezaliman, dipersepsikan sebagai pelaku kezaliman. Kezaliman media ini membuat kekacauan dalam logika berfikir umat . umat Islam jadi gak percaya diri dg Islam, ini dampak kezaliman media thd Islam. Setiap hari umat islam dijejali oleh informasi ttg Islam dr mereka yg memusuhi Islam.

Mungkin saja muslim berbuat dosa, tapi Islam tak ada cacat, ia ajaran sempurna dari Tuhan. Itu yang harus dibahas. Bertabayunlah sebelum mempercayai sebuah berita. 


Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."(QS. 24:12)
Sekian SEDIKIT yang bisa saya sampai, pastinya banyak sekali kenyataan dan fakta di balik ini. Semoga Allah memberi hikmah dan keputusan terbaik atas semua ini, apapun itu sebagai ujian iman kita juga. Wallahu Alam.. Maaf segala salah dan banyaknya kekurangan, Semoga tiada khilaf yang fatal, semoga Allah mengampuni dan memperbaiki saya.

Wassalam.

Sumber : voa-Islam & fikom.ibnuchaldun.ac.id

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art