Label:

Murtad vs Mualaf

Assalamualaikum...

"Mati satu tumbuh seribu."

Mungkin itu perumpamaan yang tepat sebagai doa bagi kaum muslim seluruh dunia. Tidak dipungkiri bahwa ada beberapa gelintir manusia yang meninggalkan Islam, tapi realitinya jumlah pemeluk barunya berkali lipat lebih banyak.

Istilah murtad saja terdengar nggak enak, terdengar nggak bagus, sehingga kita dibuat bertanya-tanya dan mengira-ngira, apa gerangan di benak mereka yang memilih jalan demikian

"Kenapa saudara?

"Kembalilah..."

Barangsiapa yang berbalik ke belakang (murtad), maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali Imran : 144)

Meski itu sama sekali tak melemahkan Allah, tak memberi efek apapun pada KuasaNya, tapi kita sebagai manusia sedih rasanya melihat saudara kita berkurang satu, mungkin kita menyesalkan dan menyalahkan penyebab-penyebab, diantaranya 'cinta buta', iming-iming dunia, pemikiran yang sesat maupun pemahaman ilmu agama yang dangkal.

Mungkin bisa jadi demikian, tapi ya sudahlah itu pilihan mereka. Semua orang menilai kebenaran masing-masing atau semua orang bisa membenar-benarkan sesuatu, sementara petunjuk sudah ada dari Tuhan Yang Maha Tahu, Tuhan Yang Maha Memberi Ilmu.

Orang bisa berjalan menuju jalan yang gelap, menuju cahaya, menuju petunjuk, tak peduli seberapa jauhnya dulu dia berada.
Begitu pula orang bisa saja berbalik kebelakang ketika melihat godaan, setan akan terus menggoda sampai berhasil mengajakmu ke neraka. 

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al-Hijr : 39-40)

Allah maha membolak-balikkan hati.

Mengapa demikian?

Menguji seberapa besar imanmu bisa bertahan diatas godaan iblis.

Jika sampai akhir hayat Laa ilaha ilallah tetap ada di relung dan keluar dari kerongkongmu, itulah saat kau terlepas dari ujian dunia tersebut.

Maka berdoalah agar Allah senantiasa meneguhkan hatimu diatas agamaNya.

Don't let me go astray...


Jadi soal orang-orang murtad bagaimana muslim yang lainnya mesti bersikap?

Kita harus tahu bahwa jika ada orang sampai hati untuk menukar imannya dengan sesuatu maka memang dari hatinya sudah ada bibit ke ingkaran terhadap Tuhan dan agamanya.

Seseorang jika Tauhidnya bagus meski belum beribadah dengan baik, sholat bolong-bolong misal meski dia sangat jatuh hati, jatuh cinta pada seorang laki-laki/ perempuan maka dia tidak bisa memenangkan orang tersebut dengan meninggalkan agamanya.

Banyak pasangan yang kandas di tengah jalan karena perbedaan agama yang tidak ada jalan keluarnya. Sama-sama mempertahankan agamanya.

Sementara orang yang memang sudah lemah dan ada bibit ingkar, maka cinta buta itu akan membutakan mata dan mengambil kendali sepenuhnya. Tauhid, Tuhan dan Agamanya sudah bukan hal besar lagi.

Atau orang-orang yang termakan oleh fitnah, termakan fitnah bahwa Islam adalah agama berbar yang tidak mengakui perbedaan dan suka memecah belah persatuan, orang begini bisa terprovokasi padahal sudah dijelaskan di surat Al-Kafirun, Bagimu Agamamu dan Bagiku Agamaku. 

Islam bukan memecah belah, bukan tidak menerima perbedaan tapi tidak menghendaki AKIDAH CAMPUR ADUK. 

Mungkin kita sedih, kita menyayangkan, kita berusaha membantu seseorang itu untuk kembali, tapi mungkin yang hanya bisa lakukan adalah mendoakan, jika Allah masih menghendaki dia kembali ke jalanNya, jika Allah tidak meridhoinya lagi maka seperti ayat dibawah :

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Maidah : 54)

Allah telah menggantikannya dengan sosok lain, mungkin kaum muslim yang hijrah yang istiqomah maupun orang-orang mualaf yang semangat beragamanya lebih dari si murtad sebelum meninggalkan Islam. Allah memberi kita saudara seiman yang lebih teguh imannya yang lebih manfaat untuk kaum muslim lainnya. Wallahualam.

Disisi lain, ketika ada saatnya kita merelakan saudara seiman kita mutung, perotol dari jalur, maka kita juga ada banyak waktu untuk menyambut saudara-saudara baru yang memeluk Islam. 

Para Mualaf.

Akhir-akhir ini pun saya melihat banyak berita tentang mualaf dari dalam maupun luar negeri. Di tengah gentingnya negara mengenai isu agama yang tidak mengenakkan, yang menyudutkan Islam. Kuasa Allah, justru banyak orang masuk Islam, banyak orang yang tergugah ingin mengetahui tentang Islam. 

Mungkin juga karena apa yang di beritakan tentang Islam dengan realitynya berbeda.  

Atau yah... Allah hanya ingin menunjukkan, bahwa semakin di olok-olok, semakin di serang semakin kuatlah Islam. MasyaAllah.  

Mungkin dunia masih bukan di genggaman kaum muslim karena Allah pun menjelaskan dalam firmanNya bahwa kemenangan duniawi akan di pergilirkan, bergantian. Dulu Islam pernah jaya, kemudian jatuh, kemudian akan jaya kembali, semua sudah tertulis. 

Meski kemenangan duniawi tidak ditangan muslim, tapi perlahan-lahan namun pasti kekuatan iman mengalami kemajuan, kemenangan iman menmukan jalan terang, banyak ghirah kaum muslimin yang mengalami stagnasi dan mati suri kini terkoyak kembali, yang dulu tak gentar di usik kini murka ketika hukum Allah di permainkan.

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS. An Nasr : 1 - 3)

Ini beberapa potongan dari artikel yang pernah saya muat di blog saya yang berjudul : Mengenali dan menghadapi tabiat pendebat agama




Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. (An-Nisa 88) 

Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? (Az-Zumar 37) 

Kesesatan dan petunjuk semata-mata menjadi urusan Allah. Anda mungkin saja akan terpengaruh dengan argumentasi lawan debat, lalu linglung dan bahkan murtad. Kalau didalami baik-baik semuanya pasti ada penyebabnya, bahwa dalam diri anda sudah ada bibit-bibit untuk menjadi sesat, bisa jadi karena kesombongan, atau juga ada prasangka buruk kepada Allah.   Sebaliknya mungkin juga pihak lawan ada yang terpengaruh lalu menjadi mualaf karena debat. Jangan sampai punya pikiran bahwa keimanan yang muncul dalam qalbunya gara-gara 'kehebatan' argumentasi anda. <== That's so Right dear!!==> Itu disebabkan karena dalam dirinya memang sudah ada bibit-bibit kebaikan, rasa ingin tahu, kejujuran untuk menyelamatkan diri, tidak ingin tersesat, lalu Allah menyelamatkannya dengan memberikan hidayah.


Wallahualam

Semoga bermanfaat.

Label: ,

Yang Katanya Memecah Belah NKRI - HTI feat LGBT & PKI (Part 1)

Assalamualaikum...



Sudah beberapa tahun ini ngerasa miris sama Indonesia, dengan hubungan berbangsa dan beragama yang udah nampak morat-marit, ribut bahkan rusuh. Bahkan ternoda oleh beberapa prasangka, provokasi dan fitnah.

Masalah ini, yang menyangkut kata kunci pada judul kata kunci diatas sudah menjadi topik panas yang pasti mengundang perdebatan bahkan permusuhan. Taruh saja topik itu di lapak, orang-orang pasti akan saling bersahut-sahutan beradu mulut.

NKRI adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dulu Indonesia terpecah belah karena usikan dan kekejian para penjajah.
Sebelum beberapa tahun ini Indonesia selalu hidup berdampingan, perbedaan sudah biasa, keragaman sudah jadi budaya.

Toleransi pun nampak tercipta apik, beberapa persen penduduk non muslim pun bisa beribadah dan membangun tempat ibadahnya hingga saat ini.
Sudah pemandangan yang biasa dan memang seperti itu.
Masalah SARA masih menjadi masalah yang begitu sensitif.
Meski ada ketidaksamaan, meski sesekali ada kecanggungan, kita mengakui kita berbeda tapi tetap saling menghormati karena kita memang bangsa yang terlalu banyak ragam.

Dari kulit putih, langsat, coklat bahkan hitampun ada.
Begitupula ras dan agama.

Yah... sebelum negara api menyerang.

Islamophobia pun mungkin bukan hal baru, meski nggak menyangka akan terjadi lumayan kacau di negara yang punya populasi muslim terbesar di dunia ini.

Kita punya sejarah kelam tentang PKI, dimana disanapun semua yang berbau keagamaan diberantas, pejuang dan ulama di tangkap dan di bunuh, paham komunis ingin disebarkan, meski menggadang kesatuan NKRI dan pancasila tapi menggerogoti secara sadis dan sistematis, tidak mau semua itu terulang lagi.

Umat muslim menjadi mayoritas bukan hal baru di Indonesia.
Bahkan pejuang kemerdekaanpun meneriakkan kalimat takbir dan basmalah, beberapa juga ada yang bersorban.

73 tahun lalu, kemerdekaan dibayar dengan pertumpahan darah ribuan para pejuangan dari tangan asing.

Tugas kita hanyalah mempertahankan, tak perlu lagi membawa parang siap bersimbah darah tapi apa...
Seperti bapak bangsa pernah ucapkan...
"Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, Tidak seperti kalian nanti, Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri."

Apakah sejarah bung Karno berbicara demikian? apapun itu, kalimat ini sangat sinkron dengan keadaan bangsa Indonesia Jaman now.

Kita nampak punya dua kubu, sama juga di jaman penjajahan, ada dua kubu, penjajah dan pejuang.

Diluar mana yang benar dan buruk, akui sajalah bahwa kita sedang terpecah belah
, jadi dua bagian? Mungkin ada tambahan satu bagian lagi, golongan masa bodo yang nggak punya ghirah, kepedulian maupun cinta tanah air. Orang tidak akan netral, kecuali orang yang tidak peduli.

Okay, setelah panjang lebar diatas, mungkin kita masuk topiknya saja.
Kalian yang Indonesia nggak tanya kah kenapa Indonesia jadi suka ribut soal agama?
Karena orang muslim? Iya??

Pikirkanlah, bahwa muslim itu udah mayoritas dari jaman dahulu, bahkan nggak usah jauh-jauh dah, udah mayoritas di jaman presiden ke 6.

Tapi apa sih yang di ributin dulu?

Paling bbm naik, korupsi (dah penyakitnya pejabat), masalah eksport import, atau masalah utang di warung. Eyaaa...

Tapi nggak ada tuh urusannya ribut penistaan agama, penjarain ulama,  antara penganut agama a sama agama b udah nggak akur lagi karena beda pilihan presiden, pencekalan ustadz yang ceramah..

Yang paling nyaring juga ya soal khilafah...
Bakar bendera Tauhid.
SubhanAllah hina sekali.

Kalau di lihat sekilas semua kaitannya sama Islam kan? Ada apa kok nampaknya semua bermasalah di Islam, atau justru sebaliknya...

Semua cari masalah sama Islam.

Islamophobia di Indonesia pun ada, meski berbeda dari yang lain. Bukan serta merta phobia lihat cewek berhijab karena itu udah pemandangan sepanjang mata, tapi phobia beda level, phobia sama hukum Islam.

Non muslim sudah pasti, dan beberapa gerombolan orang yang ngakunya Islam tapi pingin banget melawan saudara muslimnya, dan maunya nawar terus hukum Allah.
Khilafah ya...

Oke, as you know saya memang bukan 'orang intellect' atau ahlinya dalam hal ini, tapi saya orang suka mengintai, kepo dan tabbayun plus prihatin sama keadaan negara dan berhak bicara sebagai warga meski panggung saya hanya sebatas postingan blog.

Tapi aku cukup merasa ada yang aneh, janggal dan unusual sama fenomena dan segala keributan dan kegaduhan yang terjadi di negeri ini.
Umat muslim dan ideologinya slalu jadi bulan-bulanan penyebab ketidak daulatan negeri.

Dianggap nggak toleran, seperti mau menguasai Indonesia dengan hukumnya sendiri.
Entah yang dituduh itu hanya HTI, atau juga muslim yang demo 212, demo yang pro capres 2019 no 02, artis hijrah, ustadz yang akhirnya dicekal.. dkk.
Biar gampang ngomongnya, nggak muter-muter, saya bikin poin-poinnya sebagai berikut.

1. HTI dan Khilafah
Salah satu tokohnya yang terkenal adalah ustadz chinese, ustadz felix siaw yang tadinya begitu beken sebagai ustadz twitter, ustadznya anak muda yang kemana-mana terkenal dengan  kemudian di cekal pengajiannya.
Wohoy, saya berhijab karena twit beliau, dan kebanyakan pembahasan beliau kebanyakan tentang permasalahan anak muda, hijab, larangan pacaran & pergaulan bebas, hijrah. Dulu beliau di TV juga aman tentram, tak ada yang nempermasalahkan, dan beliau hanya menceritakan ke Islamannya, hingga beliau sempat bikin update status begini, wkwk.


Tapi yang paling klimaks adalah...
HTI dipandang sebagai organisasi penggagas Indonesia jadi negara Islam, berbasis syariah, khilafah.

Well, saya pribadi nggak 100% dukung apa yang dilakukan HTI, saya juga bukan orang HTI. Salah satu gagasan mereka yang kontroversial adalah golput dan anti demokrasi, karena meski saya juga nggak pro pro banget sama pemerintahan Indonesia, tapi bukan dengan antipati bisa merubah semuanya, justru kita harus peduli, entah bagaimana sekecil apapun berkontribusi untuk memperbaiki.

Soal khilafah...
Well lagi, menurut saya pribadi khilafah untuk saat ini agak susah untuk di wujudkan, karena yaa... kelihatan lah dari watak sebagian warga kita pula, bukan tipe muslim yang kaffah dan masih banyak tercampur liberal dan plural, plus pengetahuan soal ini yang terlalu minim dan simpang siur. Apapun yang kaitannya sama hukum Islam dianggap ngeri dan bar-bar. Muslimnya punya kuantitas yang terbesar tapi kualitas masih terbatas.

Khilafah butuh persatuan umat muslim.

Bukan berarti orang muslim kaffahnya dikit, banyak, tapi masih kalah banyak sama yang lain-lainnya.

Mungkin 1, benar apa yang pernah dikatakan ustadz Felix Siaw dulu, "PR kita adalah mengislamkan orang Islam." Kita nggak pernah punya misi untuk mengislamkan orang seluruh dunia, tapi menerapkan Islam yang bener Islam sama orang muslim. Bukan Islam karbitan atau Islam modifikasi.

Dan 2, khilafah sebenarnya sama sekali nggak merugikan non muslim, nggak ada acara maksa orang masuk Islam.

Inilah yang bikin orang prasangka kelewat gede. Nggak usah panik, apa sih dipikiran kamu mengenai khilafah?

Jihad? Memerangi para kafir atau mengusirnya? Kudu bikin orang masuk Islam semuanya? Hukuman Potong tangan? Rajam?
Serem?

Welllll....
Memerangi kafir?
Bacalah tentang kafir, kafir itu banyak golongannya, kafir yang tidak menyerang, tidak mengancam keselamatan orang lain ya di perlakukan sama  bahkan harus dilindungi.

Inget woy... Jihad itu bukan mengenai perang aja, tugas muslim bukan membunuh non muslim, kalo emang gitu eh ya dah habis semua toh...

Suruh masuk Islam??
Hari gini masih percaya ISIS itu demi Islam, Islam itu macam ISIS??
Helo mbak masnya, belajar Quran nggih,

Agama kami sungguh bukan tipe agama promosi yang dengan bermanis lidah mengajak orang masuk agamanya, apalagi main iming-iming imbalan maupun yang tipe ekstrimis seperti fitnah yang melekat saat ini.

Agama kita itu simpelnya, manusia udah dikasih otak untuk berpikir biar mikir sendiri biar milih sendiri, dengan segala resiko dan konsekuensinya. Jalan yang benar dan salah itu jelas, tinggal manusia mau berpikir gak, simpel kan?

Ngapain juga maksa-maksa orang masuk Islam kalo masuk Islamnya nggak dari hati, nggak pake ilmu. Nggak ada bayaran apa-apa juga kok kalo Islamin orang.

Ato soal
Hukum serem lainnya?
Namamya berbuat kejahatan ya harus di balas setimpal, biar adil pada yang terdzolimi juga, dan hukumnya nggak semena-mena begitu, hukum Allah itu luas.
Bukan kayak yang sekarnpang, hukum yang dibikin manusia yang bisa di sogok pake fulus, yang bisa di tawar harga teman.

Korupsi milyaran penjara 4 tahun plus potongan remisi dll, membunuh supporter sepak bola 3,5 tahun tapi nenek nyuri kayu 20 tahun... wohoyyy... wagelaseh

Semakin besar ancaman semakin mikir-mikir orang untuk berbuat jahat. Jadi nggak banyak orang nekat, makin aman,

Kayak jamannya pak Harto, meski beliau di bilang diktator atau apalah tapi akui saja, "Enak jaman beliau kan?"

Rumah nggak dikunci no problem, sepeda di parkir depan pager nggak amblas.
Jaman sekarang, jangan haraaap... para copet beraksi lebih cepat dari kutu kupret lari dari rambut satu ke rambut lain.

SENGAJA MEMBANGUNKAN MACAN TIDUR??

Apakah HTI adalah organisasi kemarin sore yang baru didirikan?

Saya rasa tidak, merasa sudah cukup lama berkiprah dan sudah ada sejak lama.
Tapi sebelum negara api menyerang, kenapa mereka anteng-anteng saja? Meski saya yakin punya ideologi sendiri yang mereka terapkan dikalangan mereka, tapi mereka tidak sampai turun ke jalan melakukan perlawanan semacam demo.

Tapi kenapa setelah negara api menyerang mereka unjuk rasa??

Tidak lain, tidak salah pasti karena mereka mengendus sesuatu dan sudah lelah dengan kekacauan intern negara kita, ketidakberesan sistem dan rezim, dan membangkitkan amarah dan ambisi mereka ingin memperbaiki sistem negara dengan sistem khilafah.

Seperti membangunkan macan tidur, akui saja kekacauan macam ini baru terjadi pada zaman pemerintahan ini. Awalnya tenang dan lempeng, bukan tak ada masalah, tapi tak mengakibatkan kemarahan rakyat berlebih.

Dan setiap pribadi atau golongan punya caranya sendiri-sendiri untuk menyuarakan pendapat atas ketidak beresan di dalam negerinya. 

2. HTI NGGAK SEBAHAYA ITU KELESSS
Lihat PKI dan LGBT !!!
Kalian tuh yah, ngomongin HTI dah kayak terancam mau diperangin aja. HTI pernah ngapain seeehhhh?? Mereka dah di bubarin ya udah nggak bersuara kok, nggak juga ngancem bunuh pemerintah kalian, kalian ribut kayak panci dan kaleng bertubrukan terus di pukul palu.

Mereka nggak lebih bahaya daripada PKI yang membunuh para tokoh perjuangan, agama dan berusaha mengubah ideologi negara yang lebih menyesatkan, paham komunis. Yakin mau jadi negara komunis padahal para pejuanng dah mendeklarasikan pancasila sila pertama KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Dan pergerakan PKI masih ada, jangan pura-pura polos bahwa pergerakan mereka dah mati total. Lah yang terang-terangan reuni kemarin apa guys? Yang bikin buku soal kebanggannya menjadi keturunan PKI terus ada di partai sono itu gimana guys? Bahkan atributnya yang dulu nggak pernah terlihat bak ditelan bumi kini berseri kembali. Bukan shooting ftv loh, bukan settingannya artis TV. Kok diam aja? Kok pasrah aja, kok merasa aman aja? Kok anteeng??

Nggak lebih bahaya juga dari LGBT yang juga sering mengadakan aksi konvoi atau demo tah apa itu, menyuarakan dan memperjuangkan hak mereka. Hak asasi manusia katanya, yang nentang nggak berperikemanusiaan katanya.
Gimana kalau itu dibiarin meluas?? Menularkan penyakit dan memutus rantai perkembang biakkan manusia. Mana ada LGBT punya anak? Adopsi katanye? Lah sama aja anaknya orang donk, kasian juga di adopsi dengan orang tua yang unnatural, bisa bingung.

Gini ja deh, kalau kalian punya anak, yakin ikhlas dan ridho anaknya LGBT??
Dah itu aja.
Kalau kalian bilang, why not??  You orang sudah sangat keleway keblinger ~
Aku udah posting ya soal LGBT, kita perangi penyakitnya, bukan orangnya.
Orang LGBT jangan di bully, tapi di bantu untuk sembuh dan jangan malah di dukung.
.
Klo mereka boleh bersuara, kenapa HTI nggak? Langsung di babat, langsung di sikat.
Keinginan HTI pun juga sebenarnya keinginan yang tidak buruk, meski mungkin masih sangat susah, dan para HTI yang memasang ideologi golput ini bisa di tahan dan di luruskan.


Artikel diatas saya anggap jahat dan fitnah. HTI disamakan dengan ISIS??? Yang satu bertameng dan yang satu beda lagi, tidak pernah membunuh orang, di bubarkan juga tidak berbuat anarkis dibilang teroris. Semoga yang menulis di buka pintu hidayah dan pintu hatinya. 

Urusan HTI ini sebenarnya kan soal di terima atau nggak, atau bisa di luruskan nggak main blaming mereka sebagai organisasi pemecah belah negara.
Kebaikan HTI banyak, kita bisa merangkul agar ambisi masing-masing bisa selaras, berjalan pelan-pelan. Lagipula mereka bukan kaum bringas yang kalau gagasannya di tolak bakal menumpas habis dengan perang berdarah, bukan juga yang menyebar penyakit.

Inti dari tulisan saya, setiap ambisi beda 'kiblat' dan tendensiusnya.
Ada yang ambisi untuk kebaikan dan ada yang ambisi untuk ketamakan semata.
Saya rasa HTI sebenarnya meski berambisi yang cukup susah di terapkan dan diterima meski tak mustahil juga (all things could be kunfayakun), tapi maksud mereka baik.

Entah bagaimana pandangan non muslim yang pasti punya pandangan tak sama.
Tapi bagi kaum muslim seharusnya tahu bahwa Islam adalah way of life, dari perkara kecil sampai besar itu ada tuntunannya.

Jadi yang bilang "Jangan campurin urusan negara sama agama/ politik sama agama."
Mungkin kudu belajar lagi, perbaiki Tauhidnya.
Nggak bisa ya mas mbak, masuk lepas sandal aja ada tuntunannya, berpolitik apalagi, yang urusannya sama amanah, tanggung jawab besar dan orang banyak. Juga soal milih pemimpin, ada tuntunannya mbak maaaasss yo....
Jadi khilafah ini sistemnya nggak bisa curang-curang karena urusannya dan langsung sama Allah, agar nggak banyak yang di zalimi dan merasa tidak adil karena hukum manusia, terus rakyatnya adil makmur karena semua tujuannya cari ridho Allah. Weh indahnya.
Tapi ya mungkin itu... saat indah seperti itu belum waktunyaaaa, sekarang masih beraaatt,  saat itu akan datang tapi mungkin bukan sekarang. 

5.Al-Mā'idah : 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
.
.
Setiap orang berhak berpendapat TERMASUK SAYA.
Dan setiap orang sebenarnya hampir tidak pernah netral, selalu ada kecenderungan pada satu sisi meski tidak nampak, meski sedikit.
Dan ke berpihakkan ini semoga karena ilmu, bukan karena ambisi bukan karena ego semata.

Mungkin banyak salah kata tapi insyaAllah tulisan ini dibuat karena hati nurani dan melalui tabayyun. Kalau ada salahnya semoga Allah memperbaiki, dan akan di tambahkan atau di revisi jika menemukan materi yang baru.
Semoga Allah menghadirkan hikmah dan mengampuni khilaf dari tulisan saya.
Bersambung ke part 2 dan selanjutnya karena masih sangat banyak yang ingin di utarakan.


Wassalam. 

Label:

Suka-suka selebgram, Orang beken mah bebas (Fenomena sosmed)

Assalamualaikum...



Oke, judulnya ini bukan perkataan saya ya... tapi menyuarakan kata-kata beberapa pengguna sosmed.

Terlebih artis atau selebgram yang followernya banyak nih, fenomena macam ini sangat amat sering saya lihat.

Bener sih, akun sosmed yang kamu buat juga hak kamu buat posting apa. Tapi sebagai orang berpendidikan seharusnya tahu donk fungsi sosmed sendiri itu untuk apa.

Sosmed biasa digunakan untuk bertukar informasi maupun berbagi sesuatu, diluar perkara faedah atau unfaedah, sosmed memang dibuat untuk diperlihatkan ke banyak khalayak. Jadi sebagai 'orang baik' seharusnya kita bisa menyaring apa-apa yang seharusnya atau tidak seharusnya diperlihatkan pada orang banyak.

Fenomena sosmed ini memang kadang bikin sedih ya, bukan saja melihat kelakuan orang lain, tapi berkaca pada diri sendiri, yang kadang menggunakan sosmed untuk berkeluh kesah dan nyepam.

Kita juga seharusnya paham bahwa orang yang bisa melihat akun kita itu tidak bisa di filter dan bebas. Bisa jadi anak kecil, bisa jadi orang labil, bahkan orang jahat. Kita bisa saja memberi dampak buruk untuk orang lain maupun diri kita sendiri.

CONTOH besarnya ya...

Artis-artis Indonesia yang berpakaian tidak senonoh, pakai bikini di tepi pantai, akunnya nggak di kunci dan ketika orang-orang pada 'Astaghfirullah...' dan kalimat kritikan lainnya, sudah pasti dan tak lain si artis akan bilang, 'Suka-suka saya donk posting apa, kalau nggak suka jangan lihat/ unfollow aja..'

Masalahnya bukan masalah jangan lihat apa nggaknya ya...

Terkadang nih, apalagi karena mereka artis yang punya follower banyak, postingan mereka seliweran di explore instagram. Dan kadang kritik itu bukan soal kita yang lihat apalagi kita cewek, tapi yang kita takutkan adalah bagaimana jika foto itu sampai ke mata anak-anak yang belum cukup umur, atau laki-laki, yang nggak mungkin bakal hanya skip, pasti akan berdampak sesuatu.

Kalau emang nggak mau di judge di gembok mbakkkk... diliatin, dipantengin dewe tuh poto-poto tak layak liatnya bikin sakit mata.  Gak mau di judge ya di bikin kliping di buku diary terus di gembok getooohhh...

"Ini kan di pantai, masa di pantai mau pakai busana muslimah..??"

Adapula perkataan pembelaan disana, atau mungkin karena sebagian dari mereka bukan muslim, dan merasa tidak ada kewajiban untuk menutupi bagian-bagian pribadinya, tapi sebenarnya apa gunanya juga membagikan itu? Biar dunia tahu kalau badan anda bagus?

Ini forum terbuka mbak, bukan buat nampilin konten 18 coret juga mbakkk... sadarr sadaarrrr....

Yang ditakutkan lagi, bagaimana misal anak-anak yang kurang akalnya melihat  itu dan akhirnya tertanam di kepala mereka, "Oh... hal gitu biasa aja ya, boleh-boleh saja ya..."

Beneran ingin merubah generasi yang tidak punya malu seperti itu?

Jujur saja, saya marah dan kecewa dengan orang-orang macam itu. Apalagi anda orang Indonesia, orang dengan budaya timur, orang yang tinggal di negara mayoritas muslim (iya iya tahu, bukan negara muslim, tapi kan kenyataannya mayoritas muslim). Setidaknya anda menghormati adat istiadat dan budaya kesopanan yang ada. Apa susahnya sih sopan, duuuuhhh...

Suka-suka anda misal ke luar negeri mau bergaya terbuka sebagaimana juga, meski menurut saya tetap salah, tapi well, tidak penting bagi anda, hak anda dan bukan urusan saya. Tapi nggak bisa kah menyimpan itu sendirian, nggak usah di woro-woro in, di sebar luaskan, dan ditunjukkan ke banyak mata?

Terlebih buat anda yang Islam,  jika anda memposting sesuatu yang menggairahkan laki-laki misal, kemudian lelaki itu bernafsu, memikirkan hal yang buruk, anda juga berkontribusi menanggung dosa, yang lebih parahnya lagi, kalau misal laki-laki itu gara-gara melihat foto anda nafsunya keluar dan akhirnya memperkosa orang lain, selamat, dosanya di tanggung berdua, mungkin mendapatkan sama rata. Anda punya dosa memperkosa orang, ngeri nggak???

Please deh mbak, mas... udah dewasa, udah gede... masa iya nggak tahu sih dampak buruk dan ruginya dengan mengumbar sesuatu yang jelek di depan khalayak, meskipun anda beralih bukan untuk mengajari, bukan untuk di contoh... Tapi ah... susah ngomong sama orang dewasa yang egonya tinggi *padahal nggak ngomong sama siapa-siapa*

Tapi gregetan aja gitu loohhhhh....

Meski saya nggak punya keahlian berbicara dan menulis yang bagus, saya harap ada yang mengerti dan meneruskan apa yang ingin saya sampaikan. Semoga generasi kita masih bisa bisa hidup di antara generasi berakhlak lainnya, PR buat orang tua muda akhir-akhir ini sangat banyak dan susah.

Semoga semua yang diluaran sana, mau punya hati nurani dengan tidak mengecoh dan mengontaminasi pemikiran, dan mengkontribusikan hal negatif keturunan orang lain dengan konten negartif yang dia sebar luaskan. Aamiiin...

Sekian dari saya, kalau ada salahnya saya khilaf, kalau ada baiknya semoga bisa diambil manfaatnya.

Wassalam...


Label: ,

Umat bagai buih lautan adalah Indonesia??

Assalamualaikum...


Apakah Hadits Nabi diatas ini tentang Indonesia??

Saya bukan berkonklusi sok tahu. Saya terlalu hina. Tapi saya hanya mengira-ngira dan bertanya. 

Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Katanya mayoritas, Yah....Mayoritas tapi dianggap jadi teroris, dianggap Rasis, dianggap Intoleran. 

Orang yang katanya muslim pun banyak yang masa bodo, nggak peduli urusan agamanya, selama dia masih menikmati hidup nggak ada pentingnya ngurusin perkara agama yang dianggap masalah 'orang alim' saja. Padahal di alam kubur semua pertanyaan yang kita harus jawab sama, mau apapun profesi kita di dunia. 

KTPnya sih muslim tapi sering memojokkan saudara seimannya yang berusaha membela agamanya. Meremehkan bahkan menjatuhkan. 
Berkawan dan membela habis-habisan seseorang yang menistakan agamanya, yang membuat syariat Allah seakan sekedar wacana lama yang bisa diabaikan. 


Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah. (QS. An-nisa : 109)

 
Kuantitas kita memang banyak, tapi kualitas kita sangat remeh. Persis seperti yang dikatakan Nabi dalam haditsnya, seperti buih di lautan. 

Tahu kan buih seperti apa?? Tidak ada manfaat, tidak punya kekuatan apapun, hanya terombang-ambing kemudian mudah tersapu oleh ombak lirih. 

Agama di nista, penista di bela. 
Berdebat dengan saudara seiman demi orang non-muslim yang zalim. 
Disuruh jangan pilih pemimpin yang muslim, malah bilang lebih baik yang non muslim tapi baik tapi sebaliknya, seperti tak ada orang muslim yang baik, padahal gimana juga sudah jelas ada larangan itu di Al-Qur'an. 
Ulamanya di fitnah, ikut mencaci, nggak tabbayun. 
Bahkan menghina orang beriman dengan satu kekurangannya dan melupakan kebaikannya. 
DLL. 

Bahkan banyak muslim yang tidak mengindahkan status muslimnya dengan menjerumuskan diri ke dalam hal-hal yang jelas-jelas dilarang agama dan dilakukan secara terang-terangan. 

Ngaku muslim tapi merasa sah-sah saja pakai bikini, ngaku muslim tapi clubbing, tapi pacaran dan pose vulgar, kayak sudah hal yang biasa saja, ngaku muslim tapi ini itu, nggak puasa, nggak sholat dan sebagainya.

Muslim dari sisi mananya?

Kata ustadz felix siauw sih, muslim tapi tidak terinstall Islam pada dirinya. Hanya status yang melekat, jadi meskipun banyak jumlahnya, nggak ada dayanya, bagai buih di lautan.  Gak ada ghirah sama sekali.

Menyandang status muslim memang bukan berarti kita otomatis sempurna atau semua orang menunut anda sempurna. Setidaknya jagalah nama baikmu sendiri dan agamamu. 

Selain itu....

Mana ada selain di rezim ini pengajian tentang pergaulan anak muda di di cekal, dibubarkan.
Ulama di kriminalisasi, imam sholat Jum'at di mata-matai, imam sholat Ied di investigasi dulu.
Pembancokkan, Penyiraman air keras yang tak terungkap jelas sesuai akal sehat...
Ormas Islam yang bahkan nggak pernah bikin keributan dibubarkan, tapi bengus-bengus PKI yang sudah mulai memperlihatkan moncongnya dianggap sepele. 

Oh God, I hate them so much...

Takut apa sih kalau Islam menguat?

Takut banget mau di bom kah??

Indonesia dengan mayoritas muslim udah sejak saat sebelum kemerdekaan dan saat kemerdekaan di tangan, para pahlawan meneriakkan Takbir dan kau merasa terancam dengan keberadaan kita?

Bukankah kami yang hampir 87% di Indonesia bisa saja semudah itu menumpas kalian jika kita mau?

Umat-umat non-muslim punya tempat ibadahnya setiap kota, bahkan dengan hebohnya ketika menjelang perayaan umat agama lain hampir setiap fasilitas publik dihiasi dengan atribut perayaan tersebut.

Cukup tahu saja ya, di Korea, negara saya berada saat ini, yang notabene negara non-muslim, tidak ada hal seperti itu kecuali di tempat-tempat tertentu saja. Natal? Imlek? Bukankah orang Korea sebagian besar penganut agama Buddha dan Kristen? Tapi saat perayaan itu, tidak banyak hiasan natal atau imlek bertebaran disetiap mini market, mall, ucapan selamat di spanduk. Hingga teman saya yang Kristen dan Buddha merasa sedih karena tak merasakan atmosfer hari raya mereka disini.

Bagaimana anda di Indonesia???


Jangan khawatir, agama kami sempurna. Kami diajarkan untuk melindungi para kaum kafir juga, kecuali kafir yang menyerang kita dahulu, kita diwajibkan untuk melindunginya.

Kami berteman dengan kafir, kita menghargai keberadaan mereka. Tapi kalau hukum Allah di otak atik, dan kita tersinggung bahkan marah, plis jangan di bilang radikal.

Dan sekali lagi, jangan tersinggung dengan kalimat kafir, kafir itu sebutan untuk orang non muslim. Kafir artinya orang yang tidak percaya Allah sebagai Tuhan yang mutlak cuma satu dan Nabi Muhammad sebagai utusanNya. Kalau anda bilang percaya, berarti anda muslim :) Karena syahadat kalimat deklarasi yang juga digunakan orang untuk masuk Islam punya arti 'Saya bersaksi bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusanNya.' :)
 
Apakah karena kita mayoritas maka kita boleh seenaknya diinjak-injak?

Saya tak berharap banyak pada non-muslim yang memang sudah beda aqidah, dan seharusnya beda pemikiran juga untuk mengerti. Tapi buat yang muslim, tolong di buka dulu Al-Qur'an dan Haditsnya, dibuka dulu mata hatinya, mau nurutin Tuhan atau nurutin manusia yang belum tentu benar?

Saya tahu kita harus menjaga NKRI, kita Bhinneka Tunggal Ika. Tapi dimana letak kesalahan muslim yang ingin kuat dalam beragama, yang ingin menjalankan. Dengan kita ingin menjalankan syariat Islam, bukan berarti agama lain di usir, tempat ibadah di bongkar, atau bukan berarti mereka tak dapat kebebasan beragama sesuai kepercayaan masing-masing, berhari raya... Bukan begitu!! You still have right... Karena bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Kita jalan sendiri-sendiri. Sekalipun kalian dibawah hukum yang berbasis Islam, saya yakin tidak ada yang di rugikan. 

Karena hukumnya bukan dibuat oleh manusia, tapi Tuhan.

Ataupun hukum Islam mustahil dijalankan di Indonesia, setidaknya biarkan umat Islam menjalankan segala sesuatu dan juga MENGAJARKAN apa tindakan yang harus diambil sesuai ajaran agama. Jangan dianggap tidak nasionalis, tidak NKRI... That's ridiculous

Karena bagi umat Islam, Agama bukan hanya status melekat yang bisa di pasang-copot, saat sholat di pasang, saat kerja di lepas, ketika ngaji di pasang, ketika membicarakan politik maupun bisnis, di copot lagi. THAT's NOT LIKE THAT...

Islam itu mengatur SEMUA aspek hidup kita, dari bangun tidur, masuk kamar mandi, memakai sandal, sampai urusan besar macam politik, ekonomi dll. 

Serangan memang datang dari berbagai macam arah. Dari asing, dari dalam negeri sendiri, pemerintah sendiri, media sendiri, bahkan orang yang mengaku-ngaku ustadz. (tidak semua)

Di tuduh makar, di tuduh tidak nasionalis, di tuduh ini itu... bla bla bla...

Tapi memang mungkin sudah sunatullah, ini sakit dan mengecewakan. Tapi ini merupakan ujian bagi Islam sebelum kebangkitan Insya Allah.

Meski begitu nilai positif dari rezim ini adalah, banyak membangkitkan perasaan ghirah muslim yang awalnya diam dan banyak yang mulai belajar dan membela agamanya dg ilmu.
Yah semua ada hikmahnya, mungkin ini cara Allah untuk menguji iman umatNya.

Berhentilah mendzalimi para muslim, dan pakailah kacamata yang lebih jelas lagi. It's okay, muslim tidak semua benar, saya tahu jika memang ada beberapa muslim yang kurang baik mengungkap hal yang membuat dia kecewa (mungkin termasuk saya sekarang). Tapi jangan pernah menghalangi orang untuk menjalankan agamanya secara Islam. Itu saja. 

Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu. (QS. At-Tauba:9)

Kalau ada kata-kata yang kurang mengenakkan menurut anda. Maafkanlah, kesempurnaan milik Allah, dan kekurangan milik saya. Meski agama Islam menyuruh kami untuk menjaga bicara, dan mengingatkan kita untuk tidak gampang marah, mungkin kami masih lalai.

Tapi bagaimana? Sebagai umat yang mencintai agamanya, saya sudah terlalu sakit hati dan kecewa melihat semua yang terjadi.

*ghirah : ketersinggungan karena agamanya di durhakai.



Sekian.
Wassalam. 

Label:

Entah pergi kemana rasa 'nasionalis' itu

Bismillahirrahmanirrahim..
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

Assalamualaikum...

Saya harus baca bismillah dulu biar hobi menulis saya ini tidak menyeret pada suatu yang 'bahaya'. Salah ngomong bisa berabe, sudah saling mengadu sana-sini apalagi sama sesuatu yang di upload di internet... Jadi kudu ati-ati kalau mau ungkap unek-unek karena keadaan negara sudah mulai dalam keadaan kritis...  Hukumnya, aparatnya dan pejabatnya *peace ya

Maaf ya ini cuma blog dengan isi curcol dan random, jadi nggak dibaca juga lebih bagus.

Apa yang saya amati selama saya berada di luar negeri dan melihat beberapa pemberitaan dari dua sisi. Negara bukan lagi bhinekka tunggal ika tapi sudah terkotak-kotak. Tidak dipungkiri, saya tidak netral dalam hal ini tapi juga berusaha tabayun, nggak memukul rata apa yang saya lihat.

Hubungan orang-orang yang berbeda agama sudah mulai nggak baik sejak kasusnya a***

Dulu baik-baik aja, sekarang hanya karena satu pro ini satu pro itu akhirnya ada yang bubar bertemannya. Ini kenyataan yang nyata di depan mata saya loh.. Saling sindir-menyindir saling ejek-mengejek, saya sedih lihat ini...

Sekarang karena siapa ke bhinekaan jadi terpecah-pecah??

Ah ~ Saya jadi tidak berselera dengan kata 'nasionalis' karena kalo di kaca pembesar, di negaraku isinya pembenci agamaku dan agamaku adalah hidupku.

Yap, aku si pendosa yang mencintai agama..  

Dan sudah mulai terlihat juga para petinggi yang arah prinsipnya kemana...

Ketika mereka berteman dengan musuk-musuh Islam, mereka melindung penghina Islam,  terlihat satu-satu ada ebi dibalik batu... (udang enak sih, nggak rela, wkwkwk)

Statusnya sih Islam, 'di TV' sih sholat, bahkan yang perempuan ada yg berhijab dan mereka tertawa bangga ketika kalimat hinaan terhadap agama yang mereka sandang yang mereka ucapkan mendapat apresiasi publik.

Ngapain terus pake hijab??

Cuma mau kedok, 'Neh, aku loh berhijab tapi gak setuju sama hukum Allah' gitu kaaahh?? Atau apa ya?? Konspirasi yang sulit dimengerti. Jiahhh...

Sedih kali, dimana aku dulu berhijab motivasinya karena belajar Islam kemudian semakin cinta sama Allah, bangga sama Islam, kemudian yang sana berhijab sambil merendahkan agama Islam...

Kok rasanya terlalu gak sinkron ya... sedih loh aku. 

Maaf mbak, maaf loh... itu akal sehatnya dimana??

Makanya, betul juga kata ustadzah ku lebih baik berilmu dulu baru beramal.

Konyolnya, sensasi dia yang jadi 'kompor' bagi para muslim, bikin panas gerah ehh... malah di sambut dengan suka cita sama 'orang-orang penting (bagiku sih nggak penting) negara' ya di undang datang lah, ajak selfie lah, cieee dapet bolo baru seneng nih yeeeeyyy...

Maaf loh kalau kata-kataku nggak enak, maaf seribu maap.. Maap lagi sakit ati...

Yang penting kan aku gak sebut nama yaaahh... kenapa jadi feel insecure gini ya waktu ingin unek-unek di blog, serasa tinggal di negara diktator kayak Korea Utara aja, takut banyak Cyber Spy alias mata-mata. Sekarang pun deg-deg an nih...

Jadi ngerasa negara ini udah di pegang sama orang-orang yang hmm... mau gimana sebut ya, jadi nggak enak. Intinya kalau mau balik ke Indonesia merasa udah nggak aman gitu...
Gak bahagia lagi lihat agamaku dibuat bahan bulan-bulanan kesana-sini terus.

Ulama-ulama dilecehkan, bahkan anak mudanya pun sudah berani menghina...
Mau jadi apa punya bangsa mental kayak gitu. 

"Kamu sudah banyak berubah Indonesia...
Sejak dengan dia kamu sudah tidak seindah yang dulu lagi, aku ingin berpaling saja rasanya darimu." *drama scene...

Jadi ingat kemarin barusan lihat video youtube tentang muslim di Jepang, disana ada orang luar Jepang muslim yang juga ikut di wawancarai dan dia bilang mengenai kesan muslim-muslim di Jepang.

"Saya justru melihat keindahan antar umat Islam dan agamanya yang sebenarnya di sini padahal Islam minoritas di Jepang.  Justru di negara minoritas muslim lah atmosfer muslim yang sebenarnya terasa."

Ada denger-denger juga kebangkitan agama Islam itu di negara-negara barat, entah eropa atau amerika.  Bisa dilihat juga banyak indeks mengatakan penganut Islam di negara-negara tersebut terus meningkat, dan saya yakin InsyaAllah mereka mualaf-mualaf 'berkualitas' ya... Karena mereka hidup di negara minim Islam tapi malah menemukan Islam. Jadi mereka belajar dan berpindah agama karena hakekat Islam yang sebenarnya, Aamiin.

Sementara di Indonesia yang dikenal negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, mulai menguliti jati diri masing-masing. Kuantiti memang besar, kualitasnya??

Yang lagi in, menganut agama hanya dengan anggapan 'warisan' behh... masih terjajah banget nih pemikirannya.
Terus yang menghina ulama-ulama dengan gelakan tawa dan cacian yang puas..

Melihat berita dari sisi, bahkan orang yang seharusnya punya jabatan dan gelar terhormat di negeri bisa melakukan kebohongan (terbukti) demi memfitnah, demi melindungi anteknya...

WHAT The ~

Terus saya sebagai warga negara cari perlindungan dimana kalau pada berbohong, fitnah, antek-antekkan, bisa diajak kongkalikong dkk... 

Nggak paham lagi deh jadinya...

Punya pemimpin dan aparat yang gak pro dengan mayoritas rakyatnya...
Kemudian bangsa yang otak hoax dan saling mencaci, saling berlawanan...

Dan kayak saya, bangsa yang mulai luntur nasionalisnya...
Huhuhu... maaf pak Karno, lah gimana lagi sudah begini adanya...

Mau jadi apa ya kira-kira negara ini, 5 tahun lagi??

Aku cinta kampung halamanku, kotaku, tapi kalau sudah bicara tentang 'Indonesia' secara keseluruhan.

Aku sudah hilang selera... :'(

Seperti lagu-lagu atau kata-kata cinta, 'Cinta sudah pudar... terbawa angin, tersapu ombak...'

'Kurasakan pudar dalam hatiku rasa cinta yang ada untuk dirimu, ku lelah dengan semua yang ada ingin ku lepas semuaaa...'

Bagaimanapun sebagai anak bangsa yang lahir di negeri ini (btw sekarang di Luar Negeri), berarti lahir di 'negeri itu',  saya berharap akan ada perubahan menuju arah kebaikan untuk Indonesia. Semua keburukan musnah satu persatu dan kembali jadi pribadi bangsa yang tangguh, nggak fitnah-fitnahan, nggak dibudak antek asing, yah semoga saja...

Jika ada daya saya ingin andil, tapi karena itu tidak mungkin...

Mari berdo'a saja...

Mengheningkan cipta dan resapi lara bangsa saat ini...





Label: ,

Nasehat untuk diriku agar kembali ke Tujuan Hidup yang Hakiki

Assalamualaikum...


Mungkin karena merasa banyak dosa, saya jadi berusaha banyak muhasabah akhir-akhir ini. Saya mengakui bahwa iman saya itu lemah meskipun ada. Yups, Ada tapi lemah, kayak hape punya baterai dan bisa nyala tapi gampang lowbatt... Hufft, Astaghfirullah.. 
Saya tidak mau disebut tidak beriman tapi saya mengakui kalau iman saya banyak bolongnya. 

Awalnya iman melompong, kemudian sedikit belajar dan mencoba menanjaki tangga-tangga hijrah yang banyak dan menjulang. Terkadang kita cepat sekali mendaki, kadang pelan-pelan karena sedikit tersengal, kadang sesaat berhenti, duduk-duduk dan mengitari sekitar dengan pemandangan yang bermacam-macam, kemudian kembali ke anak tangga untuk menanjaki lagi anak tangga satu persatu yang tak pernah terkikis dan layu bunga-bunganya.


Yang penting, jangan kembali...
Jangan melengok, terlena lalu pergi jauh dari anak tangga lagi. Jadi lupa tujuan hanya karena ada taman-taman 'artificial' di sekitar, sementara ujung tangga yang hendak kita tuju itu ada taman terindah dan paling indah yang pernah diciptakan. 

Itu sih perumpamaan saya saja. Ibarat tangga, tahap pematangan iman itu memang banyak, panjang dan bisa dibilang seumur hidup. 

Tapi kadang karena banyak godaan dan manusia adalah tempatnya lupa dan salah, tak banyak manusia yang bisa istiqomah tetap berada di jalur dan mendaki dengan cepat.
Kebanyak keluar jalur dan melupakan, hanya teringat sedikit peraturan tapi tak berjalan di tempatnya... 

Oke... apa sih maksud saya menulis ini...?
Saya menulis ini untuk mengingatkan diri saya sendiri, bahwa tujuan hidup saya adalah Allah.


Mau hidup lagi menderita maupun berlimpah, tujuannya tetap sama!

Hidup saya bukannya sedang pada tahap berhura-hura, jujur saja hidup saya lebih baik dalam taraf 'duniawi' saat ini.  Saya punya pegangan duniawi yang meski bukan yang berlebih-lebih tapi 'cukup' dan menyenangkan. 

Saya berada di negara jauh untuk 'mengadu nasib', istilahnya. Belajar di negeri orang beralasan untuk bisa mendapatkan penghidupan yang baik saat kembali di Indonesia. Mendapat pengalaman dan juga banyak kesempatan bagus. 

Yaps, disini saya bisa menjalani banyak hal yang nggak bisa saya lakoni di Indonesia. Mendapatkan banyak hal yang membuat saya harus bersyukur mungkin ribuan kali dalam sehari. 

Tapi kadang karena melihat kesempatan-kesempatan bagus yang lewat di depan mata, ada tersirat ingin terjun lebih dalam, tanpa memperhitungkan lagi apakah itu seimbang dengan tujuan hidup saya yang sebenarnya?

Kalau saya terlalu sibuk dengan ini semua, apakah Allah akan meridhoi? Usaha memang perlu, usaha sama sekali tidak dilarang, tapi kalau saya terlena di dalamnya kemudian banyak hal yang sebenarnya tidak dibenarkan, meski akan membuat saya punya banyak uang, punya banyak relasi, dll...

Sementara tujuan saya sebenarnya pada umumnya... 
Menjadi orang yang baik dihadapan Allah yang kemudian baik kepada orang entah itu dipandang baik atau tidak oleh orang, intinya kudu punya hidup berguna untuk orang demi mengharap ridho Allah.

Setan tidak akan berhenti menggoda kita sampai terseret ke dalam neraka bersama mereka. Serem yaaaa....

Makanya seberapa kita sudah merasa dalam titik aman sebuah iman, jangan dulu berpuas dan berbangga dulu. Karena dengan kencangnya godaan dari populasi setan yang nggak kalah banyak, maka kita kudu memastikan kalau pegangan kita sudah kuat di setiap langkah, kalau longgar dikit, bisa menggok dikit, sekali menggok dikit bisa kebablasan.

Percaya nggak percaya, saya pernah mendengar kisah tentang penghafal Al-Qur'an yang akhirnya tergoda untuk berzina, kemudian dalam kenyataan kita aja, banyak mantan hijab, banyak yang buka hijab lalu jadi roooock ~ Sedahsyat itu ya godaan setan, menakutkan.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi (QS. Al-Ankaboot:2)

Maka dari itu ada istilah 'Istiqomah', setelah menemukan hidayah dan proses hijrah yang cukup sulit karena kita harus merubah pemikiran dan kebiasaan yang sudah lama dilakoni, maka istiqomah alias mempertahankan perubahan itu adalah tahap 'selamanya' yang paling susah.  Allah akan bernar-benar menguji dimana antara hamba-hambaNya yang paling 'setia' yahh... istiqomah ini sama istilahnya sama setia kali yaaa...

Seperti dalam hubungan atau pernikahan, keputusan seseorang untuk menikah sudah baik tapi perjuangan dimulai dari sana, menikah bisa jadi jalan kemuliaan dan ibadah, tapi setelah kesetiaan dan komitmen bisa dibuktikan sampai akhir hidup, begitu pula iman, sebelum kita mati dengan iman yang baik, sebelum digelari Allah sebagai orang 'khusnul qatimah' maka kita belum bisa dibilang berhasil dalam kehidupan ini.


Memanglah aku pun manusia akhir jaman, entah kenapa hati ini ini bisa keras sesekali atau bahkan berkali-kali, nggak malu sama Allah. Menikmati rahmatNya tanpa mengindahkan ayat-ayatNya yang sempat kulantunkan dengan mulutku sendiri dan juga sempat kuresapi dalam hati. Terkadang aku sadar, aku mengingkari apa yang dulu sudah kupahami, dan sempat aku jalani. Aku tahu saat itu hatiku damai, tapi duniawi ini kadang juga membalut hatiku, merasa ini juga kesejukkan yang hakiki.

Mungkin aku tertipu dengan dunia, Allah memberi apa yang kuminta tapi setan terus berusaha menggodaku dikeadaanku yang sudah berbeda, ada dua jalan dihadapanku. Survive dengan jalan Allah yang disini makin terasa berat atau sedikit mengabaikan saja dengan perlahan-lahan terbawa ke jalan setan. Semua mulai kabur di pandanganku, yang kulihat hanya tujuan duniawi, aku merasa sisi buruk dariku yang lahan-lahan sudah mati-matian ku hilangkan bisa muncul lagi karena keadaan disini terlihat sah-sah saja dan sewajarnya...

Aku pun tak bisa lama bersimpuh memohon ampun dan meminta petunjuknya, pikiranku seperti sudah di silaukan dan dialihkan dengan kesibukan lain yang silih berganti. Tak adapula ketenangan untuk ibadah, tidak banyak ajakan untuk

Wahai diriku...
Kamu tidak dipuncak gunung kejayaan, jangan berbangga, jangan pula sombong ...
Ingatlah ketika Allah pernah mengambil apa yang kau miliki dan kau banggakan.
Saat itu kau sadar bahwa dont take anything for granted
Pun tidak juga di jurang kehidupan, jangan berputus asa dan banyak-banyaklah bersyukur...

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan

Ingatlah kalimat Al-Qur'an di surat Ali Imran ayat 185 yang selalu kau ingat setiap kau tahu kau sedang terlena akan keindahan dunia yang menyenangkan hatimu. Bersyukurlah ketika kau dapat menikmati indahnya dunia ini, tapi jangan membiarkannya menguasai nafsumu...

Kau tahu hidup bukan sekedar 'begini saja'. Kau tahu kenapa alam semesta dan isinya ini ada, bukan untuk kau lakoni semaunya karena kau tahu akan kematian, tapi sebaliknya...

Kau tahu semua ini akan berakhir maka kalau kau terus terlena kau bisa merasakan akibatnya yang menyebabkan penyesalan besar tiada akhir.

Hari ini kau hidup jauh dari Masjid, yang mungkin bisa mengingatkanmu tentang agama, jauh pula dari keluarga yang mempedulikan keadaan hatimu, tapi kau tahu kau selalu dekat dengan Allah, kau bisa bersimpuh dimanapun kamu berada. Mintalah Allah menjaga hatimu, agar selalu ditunjukkan dan pula diberi kebaikan dengan ridhonya agar kau menikmati semua ini bukan sebagai ganti kenikmatan di surga yang tidak kau dapat lagi. Padahal surgalah tujuan utama hidupmu, bukan sekedar surga dunia...

Label:

Maaf aku harus memilih pemimpin muslim..

Assalamualaikum...



Ditengah kesibukan yang tiada henti, saya yang sedang studi diluar negeri tentu saja masih kepo atau mau tidak mau mengetahui tentang isu di negara sendiri. 

Mungkin memang sudah suratan, semua ini terjadi tidak lain karena hidup ini memang hakikatnya 'ujian'. Sedikit banyak jadi terlihat siapa yang hidup untuk apa, dan siapa yang hidup bagaimana. 

Isu politik yang campur aduk dengan agama.. 
Apakah nggak ada kaitannya?? Atau nggak boleh dikaitin?
Yang bener adalah memang ada kaitannya dan harus dikaitkan. 

Aku bukan mau ngajari lohh... Tapi mau curhaaaaattt... Karena meski ilmu agama saya itu masih level bawah, tapi saya percaya diri berkata bahwa saya punya iman dan kecintaan yang besar pada agama saya...

Jangankan politik, bisnis online aja masih pake aturan agama kok, kalau nggak, kalau kalau saling tipu gimana? Penipuan kecil yang nggak tersentuh hukum tetap aja terhitung dosa secara agama, kalau ngerti agama, dijamin semua akan aman, karena dalam Islampun diatur hukum jual beli. 

Dan masih banyak hal lagi yang semuanya diatur agama, termasuk soal makan dan tidur. Nabi Muhammad mengajarkan atau menganjurkan kita kalau makan pakai tangan kanan, makan buah itu sebelum makan nasi, memulai makan sebelum sangat lapar, berhenti makan sebelum terlalu kenyang, bersihkan tempat tidur sebelum tidur, tidurlah menghadap kanan dan lain-lain... 

Itu semua ada manfaat untuk kita... ada ilmunya ada efek baiknya. 

Atau hal apa aja deh, soal mandi, pekerjaan, pernikahan... Semua ada di agama Islam, apalagi soal memimpin wilayah yang orangnya ribuan, ratusan ribu atau jutaan. Namanya rakyat yang butuh pemimpin itu berarti dia ingin ada sosok yang mengatur, membangun tidak hanya soal fasilitas tapi juga akhlak rakyat dan lainnya. 

Lihat saja ibu Risma, walikota Surabaya yang dengan tegasnya menutup kawasan lokalisasi yang sudah berdiri puluhan tahun (atau ntah sih berapa tahun), nah sikap bu Risma ini demi apa? Demi membantu memperbaiki kebiasaan buruk dan moral rakyatnya, menghindarkan dari zina. Meski nggak dijamin juga karena mereka bisa datang ke tempat lain, tapi ini sudah jelas ini merupakan upaya beliau untuk 'membasmi' tempat-tempat merusak moral rakyat. Ini adalah satu langkah nyata pemimpin yang bermoral dan berakhlak Islami. Menegaskan bahwa tak layak ada tempat seperti ini di Indonesia. Menegaskan jati diri negara juga.

Naaaahhh... berseberangan dengan bapak blabla yang dan notabene 'pemimpin ibukota' pertama yang beragama selain Islam yang pernah bilang mau melegalkan minuman keras dan mau bikin tempat judi tandingan Casino di Singapura, entah apa maksudnya atau mungkin punya impian Indonesia jadi 'the next singapura'..

Iya banyak yang bela banyak perubahan setelah dia jadi pemimpin, pasar yang kotor jadi bersih, sungai yang kotor jadi bersih, tapi eh tapiiiii.... masak moralnya bangsa mau dikotorin sih bang?? Eh pak?? 

'Alkohol itu gak memabukkan kok kalau diminum sedikit.' Katanya
'Minum es teh 2000 an udah seger bugar kok pak.' jawabku. 

kkkk

Ntah lah kayaknya sengaja bingit gitu mau mancing-mancing orang muslim. Atau entah maunya apa hanya dia yang tahu, mbok ya punya kebijakan lain, "Saya mau bikin pabrik pop ice dalam botol kek atau apa kek..." kenapa kok yang diajukan itu sengaja banget hal yang 'di ogahin' sama orang muslim, why pak why... 

Dan saat itu tampaknya orang muslim cuma bisa berkoar-koar tetangga, nulis web dan blog ala aku, atau bercuap-cuap di sosmed...  

Belum lagi gaya bicaranya yang kasar, bukan tegas sih kalau menurut saya, tapi kasar dan bahkan nggak segan mengeluarkan kata kotor, saya speechless. Dari awal liat dia naik jabatan saya juga udah nggak suka, tapi apa daya sayapun tetap melanjutkan hidup tanpa memikirkannya (gubrak), tapi mengetahui cara dia berbicara dengan rakyat, makin-makin saya nggak suka. Sama temen yang suka ngomong kasar aja saya risih apalagi pemimpin, ampun-ampun... 

Daaaannn... Akhir-akhir ini... 
Sedang panas isu penistaan agama, penistaan Al-Qur'an...
Di bodohin lah dibohongin lah... 

Sebelum kontroversi ini saya pernah sih dia menghina agamanya sendiri,  juga bilang kalau agama itu 'racun' dan bikin saya memutar otak, apa itu berarti dia sekarang nggak punya iman? Ntah sih... Terserah dia sih.. 

Terus yang kayak gitu mau di jadikan pemimpin ㅠㅜ

"Tai... Tai..."
"Maling ibu itu maling!"
"Terus saya harus gimana bu? Harus marah-marah gitu ke pihak mallnya biar anda puas??" tuturnya pada warga ibukota yang mengadukan sebuah mall yang menyebabkan anaknya kecelakan di elevator...

Akhir-akhir ini ada juga perkataan beliau 'Apa salahnya diskotek."

Kalau saya tokoh kartun saya pasti dah merasa ditimpuk kayu... berat lihat ini semua, inikah pemimpin di negara ku? huhuhuhuhu sedih cinta... 

Kalau dia sedang di lingkungan intern mau bicara gimana juga tak akan banyak yang tahu tapi semarah-marahnya, di depan rakyat luas yang menontonnya seharusnya dia menjaga bicara. Kalau dilihat anak-anak yang setengah akal lalu karena pemimpinnya yang bicara mereka mengikuti karena menganggap itu sah-sah saja, maka lihatlah generasi yang penuh dengan saling caci maki dan kata kotor. 
Sesungguhnya masih ada kata ungkapan marah yang tidak terdengar kotor dan kasar. 

"Lebih baik yang mulutnya kotor tapi hatinya bersih, daripada mulutnya bersih tapi hati kotor." saya barusan melihat komentar ini kolom komentar berita tentang sang bapak. 

Memangnya di Indonesia kekurangan orang yang mulutnya dan hatinya bersih ya???

"Lebih baik non muslim tapi baik daripada muslim tapi tidak baik." kata-kata mainstream yang diungkapkan golongan-golongan muslim yang tak mau mengimani Al-Qurannya, khususnya ayat Al-Maidah: 51.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS: Al-Maidah: 51)

Memangnya kalian kira kami mau pilih muslim tapi tak baik?? Apa kamu pikir semua muslim nggak ada yang baik?

Mau milih kok yang setengah-setengah??

Mau rumah mewah tapi pasti kena bencana apa rumah kayak kandang ayam tapi aman-aman saja? Hayooo...

Karena ada rumah bagus dan aman jadi saya nggak pilih dua pilihan diatas ya... oke sip.

Saya tahu, sebagaimanapun dia presiden atau raja, dia nggak akan bisa menjadi orang yang sempurna. Dia pasti ada cela dan kesalahan tapi ibarat perumpaman rumah diatas, meskipun rumah bagus dan aman tadi tetap saja bisa bocor dan sedikit kebanjiran, tapi dia jauh lebih mending daripada dua pilihan diatas lainnya. 

Dan saya nggak mau menuduh umat agama lain, atau 'merendahkan' mereka sehingga kaum mereka nggak bisa jadi pemimpin kami. 

Tapi maafkan... Kami adalah mayoritas, bukan secara arogansi saya mengungkap ini, tapi justru sebaliknya, pahamilah kami mayoritas yang ingin punya pemimpin yang mengatur dan membina kami sesuai dengan apa yang sebagian besar kami percayai. 

Yakinlah... Bukan hanya kami. 

Sekarang saya di Korea, mau kah orang Korea yang mayoritas Buddha atau Kristen dipimpin dengan orang Islam? Pasti sama nggak mau, karena akan mengeluarkan perintah-perintah baru sesuai dengan pemikiran pemimpin, otomatis rakyat harus menerima atau mengikuti. 

Lah buat kalian yang berbeda dengan kami, berat kami untuk mengikuti dengan pemikiran kalian yang tidak sesuai dengan apa yang kami percayai.  Kalau pemimpin dari kalangan non muslim Saya di Korea juga berusaha memahami apa yang mereka percayai, selama tidak merugikan saya, 

Pengertian untuk teman-teman non muslim sekalian...

Mungkin kalian menganggap kami ini apa ya... mmm, diskriminasi mungkin? Karena nggak mau dipimpin sama orang-orang golongan kalian.

Ya coba pahami satu hal kecil, pernikahan beda agama itu bukan hanya Islam saja kan yang melarang? Orang Kristen juga nggak mau kan anaknya nikah sama orang Islam?

Atau gimana kalau Amerika dipimpin sama orang muslim, nggak mau kan??

Ya gitulah rasanya...

Disini yang di tekankan, kita bukannya mau 'menentang habis-habisan' orang non muslim yang mau mengajukan diri sebagai pemimpin. Ya silahkan saja, itu hak anda sebagai warga negara. Tapi yang ditekankan adalah kami ingin memperingatkan saudara seagama kita bahwa kita harus ingat perintah Al-Qur'an dalam memilih pemimpin. Yang pertama, harus seiman, yang kedua dengan segala bobot bibitnya, harus dipilih yang paling kecil mudhorotnya.

Lah kalo gitu otomatis yang muslim yang menang dong? Jelas muslim mayoritas...

Itu diluar konteks, jika menurut perhitungan aljabar itu sudah jelas hasil mutlak, ya sudah hukum alam.

Jadi umat muslim yang ngaku punya iman tapi masih mau koar-koar begini begitu, tetap ngeyel milih non muslim ya monggo... dikoreksi lagi bacaan Al-Qur'an dan Haditsnya. Kalo nggak ya, dipertanggung jawabkan nanti .. Mempertanggung jawabkan apa yang dipilih. Hidup itu memang pilihan, tentang pilih dan dipilih. 






Sementara itu saja yaa... sebenarnya banyak bahasan lain ttentang ini, tapi mungkin akan saya bahas di potingan selanjutnya. Udah dulu ya...

Wassalam...







Label:

Beberapa Kenyataan Syariat di Negara Mayoritas Muslim

Assalamualaikum...


Saya masih di negara jauh dari tanah air...
Tapi masih menyimak dari jauh mengenai berita dan kabar di Indonesia yang ternyata masih saja bahkan lebih membuat saya sedih, jadi ini mau curhat aja mengenai sedihnya hatiku (jiah).
Pembahasannya mungkin random, pokoknya mau curhat ajaa...

Hmm... Bicara lagi soal isu di negara mayoritas muslim... 
Yang populasinya sebagian besar adalah orang-orang dengan status muslim.
Tapi negaranya nggak boleh dibilang negara muslim..
Nggak boleh negakin syariat...
Agama mayoritas yang justru ditekan dan di zalimi di tempatnya sendiri. 

Eh masa sih?? Melebay kali...
Nggak kok, Insya Allah nggak...
Saya sebagai muslimah yang cinta agamanya, cuma bisa curhat sama Allah dan ingin menyadarkan saudara sekalian melalui tulisan yang tidak cantik ini. Halah...

Negara kita, Indonesia, punya wilayah luas, dari sabang sampai merauke...
Punya suku, bangsa dan bahasa yang ratusan bahkan ribuan ragamnya. 
Tapi simbolnya Bhinekka Tunggal Ika... Berbeda-beda namun satu jua.
Satu dalam nama Indonesia...
Tapi apakah benar kita benar-benar bersatu? Tidak ada hal yang membedakan kita?

Satu kita yang mana?
Kita masih berebeda-beda jua, meski nggak bawa-bawa agama juga. 
Kita masih beda antara yang kaya dan miskin. 
Yang PNS dan yang pekerja swasta.. 
Yang S1 dan yang lulus SMA
Yang pejabat dan yang wiraswasta.. 
Yang logat gaul dan logat jawa... 
Bahkan yang jomblo dan yang maksiat pacaran.
Pem-bullyan dimana-mana. 
Dalam segala aspek kita masih terlalu banyak membeda-bedakan.

Apalagi untuk urusan penyamaan aturan? 

Kita sebagai umat muslim, nggak membedakan mana urusan pemerintahan, urusan rumah tangga, bahkan urusan kamar mandi semua ada aturan yang seragam berdasar ilmu agama. 

Ya udah sih, sama mengerti banyak umat muslim yang berharap berdirinya khilafah di negeri. 
Alias satu kepemimpinan, dibawah kepimimpinan dengan hukum Allah. 

Saya juga paham banyak non muslim bahkan orang yang 'statusnya' muslim ini benar benar menentang tentang organisasi yang mengajukan 'khilafah'

Karena kita sudah teralu banyak perbedaan, meski bukan tidak mungkin karena kita tidak tahu kehendak Allah, saya tahu. Karena saya tahu banyak orang apalagi non muslim yang tidak tahu hukum Islam itu seperti apa, yang jelas karena Islam bukan agamanya apalagi agama yang mereka benci, tentu saja mereka menolak. 

Baik, jangan ketinggian dulu ngomong khilafah karena ilmu saya juga belum tinggi untuk menjelaskan tentang ini... 

Tapi yang jelas, yang buat saya sedih adalah dimana hukum agama kita dilarang-larang, dihalang-halangi bahkan terang-terangan menjauhkan mayoritas orang dari agamanya. Benar-benar keterlaluan! 



Simak percakapan berikut :

SEDIKIT REALISTIS.
*Bu Guru : Murid-murid, taukah kalian bagaimana mereka menghancurkan umat Islam?* 
*Murid : Lewat perang bu...!!!* 
*Bu Guru : Selain lewat perang, lewat apalagi?* 
*Murid : Gak tau bu*..!! 
*Bu Guru : "Ibu kasih permainan yaa".. Ibu akan meletakkan Quran diatas meja di tengah karpet. Quran itu dijaga sekelilingnya oleh umat muslim yang dimisalkan dengan karpet. Sekarang kalian berdiri di luar karpet*.*Permainannya adalah.. bagaimana caranya mengambil Quran yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tapi syaratnya tanpa menginjak karpet? Hayoo.. siapa yang bisa?* 
*Murid-muridnya berpikir.*
Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, tali dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.* 
*Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar*, *digulungnya karpet, dan ia ambil Quran ditukarnya dengan buku lain. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet*. 
*Bu Guru : Murid-murid, begitulah umat Islam dan musuh-musuhnya*. Mereka tidak akan menginjak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar*.
*Murid : Contohnya gimana bu?*
*Bu Guru : "Contohnya sekarang ini banyak..boleh minum miras asal gak mabok, legalisasi miras, legalisasi prostitusi, kaum LGBT didukung, apartemen untuk pelacur, penggantian baju sekolah muslim, kaset ngaji disebut polusi suara, takbir keliling dilarang dengan alasan macet, tapi pesta tahun baru difasilitasi, dzikir akbar dilarang alasan ketertiban, tapi konser musik diijinkan, jualan hewan kurban dipersulit alasan kebersihan, tapi jualan daging anjing dipermudah, dan juga pengaturan pemotongan hewan Qurban yang dipersulit.
Sedikit demi sedikit umat muslim dijauhkan dari agamanya.. Ibu khawatir, lama kelamaan adzan pun gak boleh*.. 
*Murid : Trus kita harus gimana bu?*
*Bu Guru : 'Kita perkuat iman kita, carilah pemimpin yang bertakwa pada Allah SWT. Jika pemimpin kita bertakwa pada Allah SWT, tidak mungkin korupsi, tidak mungkin membuat kebijakan yang merugikan umat. 
"Hati-hati dengan pemberitaan MEDIA yang sering menyesatkan umat.. 'Kita gak tau siapa dibelakang mereka..
Bacalah Al-Quran, lalu taati, karena Firman Allah gak mungkin salah.*
*Murid : Insya Allah bu guru*..
@Ya Salam /milis tetangga
*** 
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka. (QS. Muhammad : 1)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. (QS. Al-Anfaal : 36)

Apakah percakapan diatas isinya hanya fiktif belaka?? Apakah anda semua tidak merasa bahwa itu tidak asing dengan sesuatu yang ada keseharian anda?? Ya!! Jawabannya adalah itu semua adalah cerita dari negeri kita tercinta, Indonesia Rayaaa....

Lihat.... kenyataan di negara kita bahwa jumlah muslim itu sangat besar! Lalu mereka menghalang-halangi dan ngotot mau melegalkan apa-apa yang dilarang oleh agama Islam. Saya juga nggak mau kok mengusik kepercayaan orang lain. Bukan juga memaksakan agama kita pada orang lain. Tapi kezaliman dan fitnah terhadap muslim itu sudah terlampau banyak, setidaknya hargai umat muslim yang ingin menjalankan dan mengajarkan sesuatu sesuai agamanya mulai dari lingkungan sekitar. Kita tidak menyuruh yang non muslim mengikuti, tapi tolong hargai!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kalau yang non muslim mau minum-minum alkohol ya hargai yang tidak minum alkohol dengan tidak berpesta-pesta alk ohol di lingkungan muslim, bahkan mau buat pabriknya. Menjerumuskan  dan mempengaruhi yang belum berilmu sehingga makin hancur generasi islam, Gitu kah maunya???? Mau alasan HAM lagi? Hak asasi donk minum-minuman keras dimana-mana, Hak asasi bikin pabriknya di indonesia, Hak asasi donk ada orang mabuk kecelakaan, hak asasi juga ada orang mabuk berzina... Ini kan bukan negara muslim. Tapi populasi mayoritasnya itu gimana donk paaaak ibuuuu??? Lama-lama hak asasi donk jadi orang jahat...!!

Mau minum alkohol silahkan minum alkohol di markas sendiri... Jangan menyontohkan hal yang nggak-nggak sama sekitarnya. Ibaratnya kayaknya yang ngerokok jangan menyebarkan asap gitu... Jangan ngerokok di tempat umum, dan saat minum alkohol jangan berkeliaran ya... ntar merugikan yang lain, kalau lagi nggak ada kesadaran bisa mukul orang, nabrak orang, gimana hayoo...?
(Jangan bilang : "yang gak mabuk juga bisa kok mukul orang", kayak kata-katanya perokok, "Yang gak ngerokok juga bakal mati kok."

Hanya demi kaum yang sedikit apakah kalian akan merusak kaum yang banyak?

Saya nggak habis pikir dengan pemimpin jaman sekarang, termasuk yang memilih dan membela setiap tindakan-tindakan anehnya. Saya ingin huznudzon, semoga suatu saat para pemimpin dalam negeri bisa berubah, dianugerahi Allah ilmu dan hati nurani.

Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia, apakah muslim merdeka dan bisa semena-mena disana? Tidak juga. Kami juga jadi korban pemberlakukan 'double standar' dunia di negara sendiri...

youtube : budak banten

Oke, kita tabayyun saja dulu, kita tak menuduh bahwa semua berita semua benar adanya. Tapi karena ada eksistensi berita seperti itu, saya berharap banyak pihak yang bisa mengkoreksi, memperjuangkan dan membela apa yang patut dan mengingatkan apa yang tidak seharusnya.

Tidak hanya di Indonesia. Uzbekitan, negara dengan prosentase muslim cukup besar (sekitar 96% penduduk Uzbekistan adalah muslim, tapi apa yang terjadi.... Berita semacam ini bahkan ulasan tentang kenyataan muslim di Uzbekistan pun dituliskan di beberapa situs. Sedih lihatnya...

Saya mengetahui keadaan Uzbekistan seperti ini karena mengetahui langsung bagaimana orang Uzbekistan menjalankan agama. Saya yang sedang tinggal di Korea, punya beberapa teman Uzbek dan karena itu saya juga ikut prihatin bahwa di negara itupun banyak pencekalan dan pelarangan bahkan sangat minim ilmu mengenai melaksanakan ibadah dan agama.

DUNIA YANG DOBEL STANDAR

Masih ingat kan kasus terakhir tentang bu Saeni yang sempet menghebohkan banyak orang bahkan jadi viral dimana-mana. Saya nggak benar-benar mengetahui karena saya sedang berada di luar negeri, dan saya rasa pembahasannya lumayan pelik.

Saya sempat berpikir, apakah hanya muslim yang menjalankan peraturan semacam ini berkaitan dengan hari keagamaannya? Ternyata tidak, dan mana... apa ada yang bersuara berteriak-teriak meminta keadilan untuk orang lain yang tidak menjalankan hari keagamaan yang sama? TIDAK!!

DUNIA...
Bukan hanya dunia tapi...
INDONESIA MEMANG DOUBLE STANDAR






Agak Speechless...
Miris dan sedih...
Pada bersimpati pada orang yang seolah mereka adalah korban perda Islam.
Sebegitu keras mereka memusuhi Islam, bahkan orang-orang yang berstatus 'Islam' di KTPnya.
Maka benar dan saya sangat setuju dengan kata-kata dibawah ini.
Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, (QS. Al-Hajj:53)
Sampai ada guyonan macam begini... Saking sedihnya...

youtube : budak banten
Saya tidak berkata begini karena saya muslim yang mayoritas dan tinggal di Indonesia.
Tapi saya juga sekarang merasakan jadi minoritas saat hidup di Korea, jadi saya rasa dalam posisi yang manapun perkataan bapak Taufiqurrahman Ruki ini perlu di tanamkan pada orang-orang jaman sekarang.


Jika anda berada di negara mayoritas muslim, maka hormatilah ajaran agama kami dengan tidak menyebarluaskan apa yang haram bagi kami. 
Begitu pula saya yang sebagai minoritas disini, saya harus ikuti norma-norma orang Korea yang agak nggak biasa buat saya, misal makan nggak boleh angkat mangkok, ketemu harus menganggukkan kepala dan tidak makan minum di angkot umum, dll. 

Meski itu hal yang tidak biasa bagi kita tapi karena saya minoritas maka saya harus tahu diri untuk menjalankan norma yang ada (norma umum). Sementara perkara agama, karena mereka sebagian besar tak menonjolkan agama dan tidak menjalankan agama, jadi ya begitulah... haha

Jadi kagum dengan pemimpin negara dan daerah yang menjalankan syariat... semoga diijinkan Allah tinggal di tempat-tempat seperti ini di kemudian hari. Aamiin...



Wassalam.

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art