Label:

Felixia Yeap, Mualaf Chinese Malay - Amoy Berhijab Mantan Model Playboy

Assalamualaikum..

Setelah menemukan file screenshoot yang sudah lama di hape mengenai cici asal Malay satu ini saya jadi ingin menuliskan kisahnya disini juga. Kembali ke kisah Mualaf, kali ini adalah perempuan asal Malaysia bernama Felixia Yeap.


Dia asli cina keturunan ketiga  yang kemudian kakek neneknya pindah ke Malaysia dan menetap disini sehingga diapun lahir dan tumbuh di negeri Jiran tersebut.

Dan apa yang membuat saya sangat terkesan pertama kali adalah kenyataan bahwa dia adalah mantan model majalah pria dewasa playboy. Selain dia memang bukan dari keluarga beragama Islam, dia juga mempunyai latar belakang pekerjaan yang lumayan 'serem'.

Saya tidak sedang merendahkannya karena pekerjaannya di masa lalu, tapi saya benar-benar terkesan dan kagum karena berarti perubahan yang terjadi dan langkah besar yang diambil begitu luar biasa. Ia bisa menghempas semua ragu atas latar belakangnya yang benar-benar jauh dari Islam.

Sehingga saat itu saya ingin tahu apa yang membuatnya sampai memutuskan untuk masuk Islam dan berhijrah serta berubah 180 derajat dari kehidupan yang dulu. Ia masuk Islam sejak Juli 2014 bertepatan dengan ulang tahunnya. Seperti apa kisahnya?

Ia sempat menimbulkan sedikit pertentangan dan pro-kontra dimana suatu hari tiba-tiba dia mengenakan hijab padahal saat itu dia masih non muslim dan masih dikenal sebagai model sexy. Bahkan salah satu yang memperingatkan dia kala itu adalah dari kaum chinese Malaysia sendiri yang mengatakan bahwa tindakannya bisa menjadi penghinaan pada kaum muslim, karena dia aslinya adalah seorang model playboy.

Tapi Felixia tetap berpegang teguh menuruti kemauan hatinya karena dia nyaman menggunakan hijab dan tidak mempunyai maksud buruk sedikitpun pada kaum muslim. Saat itu pada lubuk hatinya dia sudah merasa enggan dan tidak nyaman dengan kehidupan serba bebas dan mewah tapi hati kosong nan hampa. 10 tahun menggeluti dunia modeling, bercampur dengan orang-orang yang menjadikan kemewahan menjadi sumber kebahagiaan. Party yang lagi happening, baju terbuka, teman laki-laki yang kaya, minuman keras, mabuk dll. Dia sudah cukup lelah melihat semua itu tanpa ketenangan hati yang hakiki.

Felixia dilahirkan dari keluarga tak beragama, sehingga dengan hatinya yang sudah haus akan hidayah ia pun mencoba 'berkelana' mencari Tuhan..

Blog pribadi Felixia Yeap
Sebatas itu dia masih belajar dan belum masuk agama Islam, selama 7 bulan lamanya dia mengenakan hijab tapi belum resmi menjadi mualaf. Ini benar-benar Masya Allah ya.. Seseorang yang belum beragama Islam saja bisa tahu bagaimana nyamannya dan manfaat pakai hijab, asalkan hatinya sendiri yang memang mengajaknya pada kebaikan, pasti Allah akan pertemukan dan buatnya tenang dengan perkara yang baik.

"Sepanjang hampir 7 bulan saya berhijab dan mengenali agama Islam, saya banyak menangis. Bukan dalam kesedihan, tetapi dalam rasa penyesalan kehidupan yang dulu dan rasa ingin bertaubat." - Felixia Yeap




Diatas adalah tulisan Felixia Yeap di blog pribadinya saat dia menceritakan tentang dia diantara masa presisi dan masih tahap 'berpikir' dan belajar tentang kehidupan dan tentang Islam.

"Felixia Yeap sekarang..masih di tengah peralihan.. masih belajar dan masih memulai (berjinak-jinak itu bahasa Malaysia yg gak tau apa maknanya -_-mungkin sih ->) membiasakan dengan gaya muslimah dan fashion disamping mencoba untuk memahami, belajar lagi dan menggali dalam tentang agama ini yang memberiku kedamaian yang lebih dan lebih.

Ini bukan prosedur yang termudah... tapi dengan pengertianmu tentang diriku sebagai model profesional dan diriku sendiri sebagai diriku sebenarnya yang nyaman... dan masih sama menjadi dua diriku (model dan belajar Islam) untuk sekarang sampai kontrakku yang lama berakhir, Insya Allah langkahku akan lebih halus. 

Jadi tolong biarkan aku mengambil waktuku. Ini membuatku hampir satu dekade ingin menutup auratku bahkan rambutku,  waktu aku memasang foto pertamaku di facebook dan blog dengan hijab beberapa bulan lalu, aku tahu aku akan menjalani hidup yang lebih baik.

Aku mendapatkan kembali martabatku yang ku korbankan (pada pekerjaan) sebagai perempuan yang dihormati yang mana tidak hanya cantik wajah dan tubuh yang bagus.

Saya jauh lebih bahagia sekarang, dan lebih damai setiap saat saya menutup aurat dan memakai hijab.
Saya pikir itulah semua sebabnya.

Meski begitu dia beruntung mempunyai ibu yang meskipun tidak beragama Islam, beliau mendukung langkah Felixia untuk berubah terutama penampilannya menjadi lebih tertutup. Ia bertutur bahwa biasanya orang akan diusir dari keluarganya apabila anaknya masuk Islam. Tapi karena ibunya melihat tidak ada yang salah dengan itu dan justru membawa anaknya pada kebaikan jauh dibanding sebelumnya, maka Felixia tidak mendapat kesulitan dari ibunya. 





Felixia Blog : 

Seringkali saya merintih dalam bisikkan yang saya ulang tanpa henti, "Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa saya!"


Pada kali pertama saya melihat video pengislaman dan pengucapan seorang wanita, saya tidak dapat henti menangis.

Pada saya, dia amat bertuah kerana Allah SWT memilih dia untuk diselamatkan.



Masa itu...saya masih tidak tahu apa itu hidayah dan taufiq.


Dan pada hari ini, iaitu hari bersejarah dalam hidup saya...saya akan menjadi seorang Islam secara rasmi. 



3 Julai 2014, bersamaan dengan 5 Ramadhan 1435.



Saya yang telah Islam di hati (tanpa disedari), kini akan mengucapkan 2 kalimah syahadah saya di depan keluarga terdekat saya, dan juga para kenalan yang telah seringkali menyokong dan memberi galakkan pada saya supaya terus istiqamah.



Tidak ada sebarang media yang akan hadir.

Hari ini bukan hanya saja Hari Lahir saya...tetapi juga Hari Kelahiran Semula saya. 

Hari saya kembali akhirnya selepas 28 tahun mencari jalan pulang. - Felixia Yeap, 3 Juli 2014 bertepatan hari ulang tahunnya, setelah mengucap syahadat dan resmi masuk Islam.


Berikut adalah cerita singkat yang Felixia lewat akunnya..

"Islam sungguh mengajarkan saya untuk belajar mencintai dan menerima diri saya sendiri pada cara yang paling alami. Bidang modeling saya sebelumnya (sebelum Islam) terlihat banyak perempuan yang memilih operasi plastik dan banyak dari mereka berusaha keras untuk terlihat menjadi orang lain atau seperti boneka, mereka menyerah pada karakteristik wajahnya sendiri dan gagal melihat kecantikan dari wajah dan badan mereka. 

Ini adalah salah satu alasan kenapa saya tidak mau membuat wajah saya terlihat seperti contoh perempuan sempurna untuk harapan orang-orang pada kamu sebagai model. Saya tidak mau menjadi anutan seperti bagaimana laki-laki mempresentasikan kecantikan pada perempuan lain. 

Dan aku memutuskan untuk menutupi diriku dengan memasang hiijab karena kupikir saya sudah cukup banyak berdosa ketika saya lihat model baru datang dan mengatakan bahwa mereka terinspirasi untuk menjadi seperti saya. Itu adalah saat bagaimana saya sangat tidak bertanggung jawab, tidak hanya pada diri saya sendiri sebagai perempuan, tapi pada perempuan lain diluar sana juga. 

Dan hingga sejak saya masuk Islam, dan melaksanakan sholat 5 waktu dalam sehari membuatku menipiskan make-upku untuk menghemat waktu. Dan awalnya, saya akan terlihat jelek dengan make up tipis atau  tanpa make up. Diri saya yang dulu sangat bergantung pada make up bahkan sampai bersumpah bahwa aku tidak akan menipiskan make upku meski hanya untuk keluar ke kandang hewan. Itulah aku yang dulu. 

Tapi sekarang.. setiap aku menghapus make up ku dan berwudhu lalu melihat ke cermin, aku tidak bisa kurang bersyukur.



Saat ini Felixia Yeap lebih memperkenalkan diri dengan nama Raissyah Rania, yang mungkin nama pilihannya sebagai nama Islamnya meski ia juga menambahkan bahwa dia akan tetap mempertahankan nama cina pemberian ibunya. Oke Raissyah.. That's not a matter at all ^^
Iapun juga sempat membuat buku yang berjudul Amoy Berhijab dan selalu menyebut dirinya sebagai Amoy Berhijab di akun sosial medinya.

Sejak dia masuk Islam sepertinya masih saja yang memberinya beberapa tekanan, ntah dari kaum yang bukan muslim maupun beberapa dari kaum muslim sendiri. Yang jelas bagi kita khususnya, jangan terlalu menekan mualaf terlalu keras, biarkan mereka belajar pelan-pelan dan jangan diajarkan dengan cara yang keras. 

Kita saja yang lahir dengan status muslim belum tentu bisa cepat berubah semua hal ketika memutuskan bertaubat, apalagi dia yang masih setahun lebih menjadi Islam. Dia masih butuh banyak belajar, bahkan kita juga, saling berbagi ilmu, saling belajar. Semua ada proses dan Insya Allah perlahan-lahan namun pasti sebagian besar ilmu penting akan diraih..

Aamiin..

Ayo muslimah lain.. Jangan kalah bangga dengan hijab kita.. Buktikan bahwa muslimah adalah wanita yang paling bahagia karena dilindungi dan dimuliakan oleh agamanya atas perintah Tuhan ^^

Semoga ada manfaat. 

Wassalam.

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art