Label:

Beberapa Kenyataan Syariat di Negara Mayoritas Muslim

Assalamualaikum...


Saya masih di negara jauh dari tanah air...
Tapi masih menyimak dari jauh mengenai berita dan kabar di Indonesia yang ternyata masih saja bahkan lebih membuat saya sedih, jadi ini mau curhat aja mengenai sedihnya hatiku (jiah).
Pembahasannya mungkin random, pokoknya mau curhat ajaa...

Hmm... Bicara lagi soal isu di negara mayoritas muslim... 
Yang populasinya sebagian besar adalah orang-orang dengan status muslim.
Tapi negaranya nggak boleh dibilang negara muslim..
Nggak boleh negakin syariat...
Agama mayoritas yang justru ditekan dan di zalimi di tempatnya sendiri. 

Eh masa sih?? Melebay kali...
Nggak kok, Insya Allah nggak...
Saya sebagai muslimah yang cinta agamanya, cuma bisa curhat sama Allah dan ingin menyadarkan saudara sekalian melalui tulisan yang tidak cantik ini. Halah...

Negara kita, Indonesia, punya wilayah luas, dari sabang sampai merauke...
Punya suku, bangsa dan bahasa yang ratusan bahkan ribuan ragamnya. 
Tapi simbolnya Bhinekka Tunggal Ika... Berbeda-beda namun satu jua.
Satu dalam nama Indonesia...
Tapi apakah benar kita benar-benar bersatu? Tidak ada hal yang membedakan kita?

Satu kita yang mana?
Kita masih berebeda-beda jua, meski nggak bawa-bawa agama juga. 
Kita masih beda antara yang kaya dan miskin. 
Yang PNS dan yang pekerja swasta.. 
Yang S1 dan yang lulus SMA
Yang pejabat dan yang wiraswasta.. 
Yang logat gaul dan logat jawa... 
Bahkan yang jomblo dan yang maksiat pacaran.
Pem-bullyan dimana-mana. 
Dalam segala aspek kita masih terlalu banyak membeda-bedakan.

Apalagi untuk urusan penyamaan aturan? 

Kita sebagai umat muslim, nggak membedakan mana urusan pemerintahan, urusan rumah tangga, bahkan urusan kamar mandi semua ada aturan yang seragam berdasar ilmu agama. 

Ya udah sih, sama mengerti banyak umat muslim yang berharap berdirinya khilafah di negeri. 
Alias satu kepemimpinan, dibawah kepimimpinan dengan hukum Allah. 

Saya juga paham banyak non muslim bahkan orang yang 'statusnya' muslim ini benar benar menentang tentang organisasi yang mengajukan 'khilafah'

Karena kita sudah teralu banyak perbedaan, meski bukan tidak mungkin karena kita tidak tahu kehendak Allah, saya tahu. Karena saya tahu banyak orang apalagi non muslim yang tidak tahu hukum Islam itu seperti apa, yang jelas karena Islam bukan agamanya apalagi agama yang mereka benci, tentu saja mereka menolak. 

Baik, jangan ketinggian dulu ngomong khilafah karena ilmu saya juga belum tinggi untuk menjelaskan tentang ini... 

Tapi yang jelas, yang buat saya sedih adalah dimana hukum agama kita dilarang-larang, dihalang-halangi bahkan terang-terangan menjauhkan mayoritas orang dari agamanya. Benar-benar keterlaluan! 



Simak percakapan berikut :

SEDIKIT REALISTIS.
*Bu Guru : Murid-murid, taukah kalian bagaimana mereka menghancurkan umat Islam?* 
*Murid : Lewat perang bu...!!!* 
*Bu Guru : Selain lewat perang, lewat apalagi?* 
*Murid : Gak tau bu*..!! 
*Bu Guru : "Ibu kasih permainan yaa".. Ibu akan meletakkan Quran diatas meja di tengah karpet. Quran itu dijaga sekelilingnya oleh umat muslim yang dimisalkan dengan karpet. Sekarang kalian berdiri di luar karpet*.*Permainannya adalah.. bagaimana caranya mengambil Quran yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tapi syaratnya tanpa menginjak karpet? Hayoo.. siapa yang bisa?* 
*Murid-muridnya berpikir.*
Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, tali dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.* 
*Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar*, *digulungnya karpet, dan ia ambil Quran ditukarnya dengan buku lain. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet*. 
*Bu Guru : Murid-murid, begitulah umat Islam dan musuh-musuhnya*. Mereka tidak akan menginjak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar*.
*Murid : Contohnya gimana bu?*
*Bu Guru : "Contohnya sekarang ini banyak..boleh minum miras asal gak mabok, legalisasi miras, legalisasi prostitusi, kaum LGBT didukung, apartemen untuk pelacur, penggantian baju sekolah muslim, kaset ngaji disebut polusi suara, takbir keliling dilarang dengan alasan macet, tapi pesta tahun baru difasilitasi, dzikir akbar dilarang alasan ketertiban, tapi konser musik diijinkan, jualan hewan kurban dipersulit alasan kebersihan, tapi jualan daging anjing dipermudah, dan juga pengaturan pemotongan hewan Qurban yang dipersulit.
Sedikit demi sedikit umat muslim dijauhkan dari agamanya.. Ibu khawatir, lama kelamaan adzan pun gak boleh*.. 
*Murid : Trus kita harus gimana bu?*
*Bu Guru : 'Kita perkuat iman kita, carilah pemimpin yang bertakwa pada Allah SWT. Jika pemimpin kita bertakwa pada Allah SWT, tidak mungkin korupsi, tidak mungkin membuat kebijakan yang merugikan umat. 
"Hati-hati dengan pemberitaan MEDIA yang sering menyesatkan umat.. 'Kita gak tau siapa dibelakang mereka..
Bacalah Al-Quran, lalu taati, karena Firman Allah gak mungkin salah.*
*Murid : Insya Allah bu guru*..
@Ya Salam /milis tetangga
*** 
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka. (QS. Muhammad : 1)
Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. (QS. Al-Anfaal : 36)

Apakah percakapan diatas isinya hanya fiktif belaka?? Apakah anda semua tidak merasa bahwa itu tidak asing dengan sesuatu yang ada keseharian anda?? Ya!! Jawabannya adalah itu semua adalah cerita dari negeri kita tercinta, Indonesia Rayaaa....

Lihat.... kenyataan di negara kita bahwa jumlah muslim itu sangat besar! Lalu mereka menghalang-halangi dan ngotot mau melegalkan apa-apa yang dilarang oleh agama Islam. Saya juga nggak mau kok mengusik kepercayaan orang lain. Bukan juga memaksakan agama kita pada orang lain. Tapi kezaliman dan fitnah terhadap muslim itu sudah terlampau banyak, setidaknya hargai umat muslim yang ingin menjalankan dan mengajarkan sesuatu sesuai agamanya mulai dari lingkungan sekitar. Kita tidak menyuruh yang non muslim mengikuti, tapi tolong hargai!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kalau yang non muslim mau minum-minum alkohol ya hargai yang tidak minum alkohol dengan tidak berpesta-pesta alk ohol di lingkungan muslim, bahkan mau buat pabriknya. Menjerumuskan  dan mempengaruhi yang belum berilmu sehingga makin hancur generasi islam, Gitu kah maunya???? Mau alasan HAM lagi? Hak asasi donk minum-minuman keras dimana-mana, Hak asasi bikin pabriknya di indonesia, Hak asasi donk ada orang mabuk kecelakaan, hak asasi juga ada orang mabuk berzina... Ini kan bukan negara muslim. Tapi populasi mayoritasnya itu gimana donk paaaak ibuuuu??? Lama-lama hak asasi donk jadi orang jahat...!!

Mau minum alkohol silahkan minum alkohol di markas sendiri... Jangan menyontohkan hal yang nggak-nggak sama sekitarnya. Ibaratnya kayaknya yang ngerokok jangan menyebarkan asap gitu... Jangan ngerokok di tempat umum, dan saat minum alkohol jangan berkeliaran ya... ntar merugikan yang lain, kalau lagi nggak ada kesadaran bisa mukul orang, nabrak orang, gimana hayoo...?
(Jangan bilang : "yang gak mabuk juga bisa kok mukul orang", kayak kata-katanya perokok, "Yang gak ngerokok juga bakal mati kok."

Hanya demi kaum yang sedikit apakah kalian akan merusak kaum yang banyak?

Saya nggak habis pikir dengan pemimpin jaman sekarang, termasuk yang memilih dan membela setiap tindakan-tindakan anehnya. Saya ingin huznudzon, semoga suatu saat para pemimpin dalam negeri bisa berubah, dianugerahi Allah ilmu dan hati nurani.

Indonesia dengan populasi muslim terbesar di dunia, apakah muslim merdeka dan bisa semena-mena disana? Tidak juga. Kami juga jadi korban pemberlakukan 'double standar' dunia di negara sendiri...

youtube : budak banten

Oke, kita tabayyun saja dulu, kita tak menuduh bahwa semua berita semua benar adanya. Tapi karena ada eksistensi berita seperti itu, saya berharap banyak pihak yang bisa mengkoreksi, memperjuangkan dan membela apa yang patut dan mengingatkan apa yang tidak seharusnya.

Tidak hanya di Indonesia. Uzbekitan, negara dengan prosentase muslim cukup besar (sekitar 96% penduduk Uzbekistan adalah muslim, tapi apa yang terjadi.... Berita semacam ini bahkan ulasan tentang kenyataan muslim di Uzbekistan pun dituliskan di beberapa situs. Sedih lihatnya...

Saya mengetahui keadaan Uzbekistan seperti ini karena mengetahui langsung bagaimana orang Uzbekistan menjalankan agama. Saya yang sedang tinggal di Korea, punya beberapa teman Uzbek dan karena itu saya juga ikut prihatin bahwa di negara itupun banyak pencekalan dan pelarangan bahkan sangat minim ilmu mengenai melaksanakan ibadah dan agama.

DUNIA YANG DOBEL STANDAR

Masih ingat kan kasus terakhir tentang bu Saeni yang sempet menghebohkan banyak orang bahkan jadi viral dimana-mana. Saya nggak benar-benar mengetahui karena saya sedang berada di luar negeri, dan saya rasa pembahasannya lumayan pelik.

Saya sempat berpikir, apakah hanya muslim yang menjalankan peraturan semacam ini berkaitan dengan hari keagamaannya? Ternyata tidak, dan mana... apa ada yang bersuara berteriak-teriak meminta keadilan untuk orang lain yang tidak menjalankan hari keagamaan yang sama? TIDAK!!

DUNIA...
Bukan hanya dunia tapi...
INDONESIA MEMANG DOUBLE STANDAR






Agak Speechless...
Miris dan sedih...
Pada bersimpati pada orang yang seolah mereka adalah korban perda Islam.
Sebegitu keras mereka memusuhi Islam, bahkan orang-orang yang berstatus 'Islam' di KTPnya.
Maka benar dan saya sangat setuju dengan kata-kata dibawah ini.
Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, (QS. Al-Hajj:53)
Sampai ada guyonan macam begini... Saking sedihnya...

youtube : budak banten
Saya tidak berkata begini karena saya muslim yang mayoritas dan tinggal di Indonesia.
Tapi saya juga sekarang merasakan jadi minoritas saat hidup di Korea, jadi saya rasa dalam posisi yang manapun perkataan bapak Taufiqurrahman Ruki ini perlu di tanamkan pada orang-orang jaman sekarang.


Jika anda berada di negara mayoritas muslim, maka hormatilah ajaran agama kami dengan tidak menyebarluaskan apa yang haram bagi kami. 
Begitu pula saya yang sebagai minoritas disini, saya harus ikuti norma-norma orang Korea yang agak nggak biasa buat saya, misal makan nggak boleh angkat mangkok, ketemu harus menganggukkan kepala dan tidak makan minum di angkot umum, dll. 

Meski itu hal yang tidak biasa bagi kita tapi karena saya minoritas maka saya harus tahu diri untuk menjalankan norma yang ada (norma umum). Sementara perkara agama, karena mereka sebagian besar tak menonjolkan agama dan tidak menjalankan agama, jadi ya begitulah... haha

Jadi kagum dengan pemimpin negara dan daerah yang menjalankan syariat... semoga diijinkan Allah tinggal di tempat-tempat seperti ini di kemudian hari. Aamiin...



Wassalam.

Label:

Kurangnya Pemahaman Agama Islam di kalangan Mayoritas Muslim

Assalamualaikum...


Judul postingan saya kali ini bukan mau menjabarkan secara konkrit tapi lebih mengajak yang membaca ikut memikirkan, merenungkan dan juga menambahkan apa yang di ketahui. Meskipun blog saya yang ini nggak bisa di komentari karena saya malas tema tentang agama selalu dibuat topik berdebat, tapi setidaknya jika ada yang membaca postingan ini. Ada tindak lanjut meskipun itu secara pribadi, dalam keluarga, Alhamdulillah juga jika bisa dibicarakan lebih luas. 

Bukan hal yang benar-benar baru, mungkin hal yang umum tapi kita hanya menganggapnya hal yang sudah 'daily' dan bukan permasalahan besar. Tapi kalau kita meihat secara akhlak, moral, akidah agama kita, dan hal yang dibawa mati dan dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan, maka bagi saya ini hal yang lumayan harus diambil tindakan lanjut. 

Saya merasa negara mayoritas muslim, entah itu Indonesia, Turki, dan baru-baru ini saya sedikit mengenal Uzbekistan dan semacamnya meski bisa dibilang banyak orang Islam disana, tapi coba lihat saja.... Saya bukan mau menjudge Islam mereka kacau, dan mengklaim saya sudah sangat benar. Tapi banyak hal sumbang yang membuat status muslim itu benar-benar pincang karena tak paham dan tak menjalankan pilar-pilar agama yang paling penting.

voaindonesia.com
Dan ini semua saya tulis sembari untuk menyentil dan mengingatkan diri saya sendiri, menuliskan hal-hal seperti ini adalah salah satu nasehat penting untuk diri saya sendiri dari diri saya sendiri melalui apa yang saya lihat dan saya rasakan. 

Sebagai muslim yang tinggal (sementara) di negara non-muslim. Kita harus bersiap dengan berbagai judge dan kekepoan orang non muslim di sekitar. Tapi bukan hanya sekedar bisa menjawab, tapi ketika kita 'di desak' pertanyaan yang lebih dalam, kita seharusnya bisa menjelaskan lebih dalam dan mengena, sesuai dengan apa yang diajarkan dan dalam ilmu agama Islam.. Tapi sayangnya tidak banyak yang bisa menjawab secara 'gagah' karena banyak muslim muslimah yang tidak percaya diri dengan ilmu agama yang dia punya dan mengaku memang tidak benar-benar mengetahui banyak alasan-alasan lainnya. 

Ada kata, "Berilmu lah sebelum beramal."
Maksudnya berilmu dulu sebelum menerapkan. Kita tahu ilmu itu ada kita tahu ke eksisan ilmu itu tapi kadang minusnya kita hanya mengetahui permukaannya saja, sudah tidak peduli dengan ilmunya lebih dalam dan menunda-nunda untuk belajar. 



"Okay saya akan menjadi muslim yang baik, kata orang jadi muslim yang baik harus sholat, tidak makan babi, tidak minum alkohol, puasa dan berhijab" dengan hatinya yang baik dia melakukan hal-hal itu, dia percaya akan kuasa dan kehendak Tuhan, tapi sayangnya sembari melakukan ini dia tidak menyentuh ilmu di balik semua larangan dan perintah yang Allah beri. Tidak benar-benar memahami hikmah larangan dan perintah Allah.

Bukan berarti sebelum banyak Ilmu kita tidak menjalankan amalan tersebut. Ketika kita tahu suatu amalan itu baik untuk kita dan harus kita jalankan, maka jalankan segera lalu sembari belajar dan mengenalnya lebih dalam. Sehingga makin nikmat kita menjalaninya, bukan hanya sebatas terpaut kalimat 'aturan' tapi juga karena 'manfaat' dan 'taat'.

Maka dari itulah kenapa kaum muslim dalam hadits disebutkan 'WAJIB MENCARI ILMU' karena tanpa ilmu amalan itu meski tidak bisa di katakan salah tapi bisa terlihat agak pincang, akan ada kekosongan di dalamnya. Kita melakukan ini itu ketika ditanya mengapa, ilmu kita melompong...

Seharusnya sebagai 'Ambassador Islam' kita bisa menjelaskan ilmu-ilmu yang terkandung dalam Islam sehingga orang tahu bahwa ini bukan hanya sekedar aturan, karena orang awam membenci aturan sehingga kita lebih menjelaskan bahwa ini semua adalah demi kebaikan dan bermanfaat banyak bagi diri kita. Secara lebih dalam lagi sehingga menyentuh nuraninya, bukan bermaksud mendoktrin mereka atau memaksakan apapun. Tapi lebih ke memahami dan menghargai Islam. Itu saja. 

Ini saya tulis juga berdasarkan satu percakapan saya dengan teman-teman muslimah Indonesia di Korea ini. Ya nasib, dengan penampilan dan iman yang berbeda dari kebanyakan. Kita akan di kepoin habis-habisan dan ujung-ujungnya bisa jadi debat dan penghinaan buat agama kita, mereka akan meremehkan nilai-nilai akidah kita, dan lebih parahnya ada arah mereka untuk membujuk kita untuk tidak menjalani itu semua karena bagi mereka itu tidak masuk akal. 

Nggak sedikit teman muslim yang gerah dan 'sumpek' kalau menghadapi hal ini. Karena ya memang berdebat itu nggak enak dan alasan lainnya yang disayangkan adalah ketika akal si pendebat ini tidak bisa menerima dan mental terus, maka si muslim yang mengaku kurang ilmu sudah bingung untuk menjelaskan lagi secara konkrit. Nah yang ini takutnya akan membawa fitnah, prasangka dan hujatan yang makin-makin jadi. Seperti hadits yang sudah sering saya tuliskan.... 
Jika kamu berbicara (menyampaikan ucapan) tentang sesuatu perkara kepada suatu kaum padahal perkara itu tidak terjangkau (tidak dipahami) oleh akal pikiran mereka, niscaya akan membawa fitnah di kalangan mereka. (HR. Muslim)
Nah kalau sudah kayak gini maka kita sudah harus punya 'formula',  bukan untuk membuat orang skak mat, tapi lebih agar orang paham. Tapi utamanya agar kita tahu manfaat dari amalan yang kita jalankan.  

Jangankan berbicara dengan yang non-muslim, sama yang berstatus 'muslim' aja sering kita adu bicara. Karena salah satu kubu menekankan pentingnya kedalaman iman yang satunya kekeuh... "Ya elah gitu banget hidup looo..."

Iman seseorang siapapun bahkan yang bergelar ustadz dan ustadzah tidak akan ada yang sempurna. Seseorang pasti punya titik lemah dan khilaf, semua orang pasti setuju dengan ini.  Tapi bagaimana mainset di kepalanya mengenai 'konsep kehidupan' dalam agama, keTuhanan dan utamanya Tauhidnya itu kalau dia lemah dia akan menjadi kelemahan juga dari agamanya.

"Widiiiih alim banget. Gak banget."

Sama-sama orang muslim, tapi karena yang satu apa-apa ngomong agama dan nggak bisa hidup se enjoy dia maka dia bisa seperti kaum barat melihat orang-orang itu seperti teroris, gak ada beda. Dia nggak bisa melihat seberapa besar kebaikan dari orang alim itu, yang dia lihat, itu asing dan nggak banget. Sudah ada juga di hadits yang menyatakan kalau umat muslim akan kembali asing bahkan dikalangannya sendiri..

Dari ‘Abdurrahman bin Sannah. Ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabad, “Islam itu akan datang dalam keadaan asing dan kembali dalam keadaan asing seperti awalnya. Beruntunglah orang-orang yang asing.” Lalu ada yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai ghuroba’, lalu beliau menjawab, “(Ghuroba atau orang yang terasing adalah) mereka yang memperbaiki manusia ketika rusak.” (HR. Ahmad 4: 74. 

Salah satu teman saya mengeluh, "Aku merasa aku ini orang awam aku nggak bisa menjelaskan serangkaian pertanyaan mereka. Aku baru berjilbab satu tahun, dan nggak tahu banyak jadi aku cukup bilang kalau hijab ini adalah budaya, maka titik, mereka tak akan meneruskan pertanyaan. Tapi kalau aku menjelaskan kalau hijab ini aturan agama... Maka pertanyaan akan semakin panjang dan aku takut salah menjelaskan."

Iya saya paham perasaan dia, saya exactly juga sering menghadapi perkara serupa dan itu rasanya gregetan banget, karena kadang juga sejauh apapun kita menjelaskan, tapi otak orang itu sudah bebal, maka konklusinya ya dia akan tetap membantah. Kalau sudah begitu, sudah ke ranah debat, maka baiknya kita menjauh saja. Allah menjanjikan rumah di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan sekalipun dia benar.  Kecuali jika masih di ranah diskusi, dan pihak lawan open minded, meski dia tidak sepenuhnya memahami dengan akal.

Belum lagi kalau muslim yang satu bilang yang satu begini, yang satu bilang begitu..
Yang satu ingin menaati peraturan, yang satu menganggap itu bukan dosa yang besar, mencari dalih untuk menerjang, dll.. 

APA PENYEBAB INI SEMUA??

Kenapa masih ada kaum muslim yang tidak tahu aturan dan akidah Islam?
Kenapa masih banyak muslim yang tidak bisa menjelaskan alasan dia melaksanakan ibadahnya?
Kenapa banyak kaum muslim yang enggan, tidak tahu dan bingung tentang sesuatu hal berkaitan tentang iman dan Islam yang kaffah?
Kenapa banyak muslim yang masih menyelisihi aturan agamanya sendiri?

Pasti akan banyak alasan muncul.
Tapi menurut saya ya kurangnya pendidikan dan edukasi dari kecil. Anak kecil akan Kita umat muslim yang 'pasif' jelas kalah dengan mualaf yang berIslam karena ilmu kita hanya seadanya dan terima apa adanya. Yang diajak di sekolah cuma begini ya udah ditelan itu doank. Begitupula peran serta orang tua yang sangat penting, pemahaman agama yang dalam seharusnya sudah di tanamkan sejak kecil.

Jaman dulu mungkin cukup dengan mendidik anak dengan ayo sholat, ayo ngaji, tapi di jaman yang udah agak edan ini, perintah seperti itu bisa tergerus dan dikalahkan sama pergaulan dan serangan dari media manapun dengan mudah. Anak-anak jaman sekarang apa-apa yang masuk dalam pemikiran mereka nggak bisa terkendali dan tanpa diketahui, jadi lebih baik kasih benteng sejak awal sehingga meskipun dia mendapat 'serangan' dari beberapa arah dia sudah mampu menepis dengan iman yang sudah lengket di kepala.

Apalagi di sekolah, agama itu hanya diajarkan seminggu sekali itupun paling-paling cuma dua jam-an. Latihan matematika lebih di gempur terus sampe les-les malam, sementara ilmu agama hanya dianggap 'pelengkap saja' padahal kalau semakin kesini saya yakin bahwa itulah ilmu yang paling urgent, barulah ilmu-ilmu yang lain.

Siapa Allah?
Kenapa kita harus beribadah pada Allah?
Kenapa kita harus menaati perintah dan larangannya?

Bukan hanya 'karena'....
Tapi juga 'agar'....

Bukan hanya masalah masuk surga dan nerakanya, tapi masalah apa manfaat untuk dirinya sendiri.
Jadi kita tahu bahwa perintah dan larangan Allah tak lain adalah untuk KEBAIKAN DIRI kita sendiri dan bukan hanya semata-mata Allah menyuruh saja.

Tidaklah Kami turunkan Alquran kepadamu untuk memberatkanmu. Melainkan sebagai pengingat bagi siapa saja yang takut (kepada Allah).” 
(QS. Thaha: 1–3) 

Ingatlah Tuhanmu, takutlah bahwa kamu kembali padaNya dengan keadaan masih penuh dengan salah dan dosa karena sudah merugikan dirimu sendiri dengan membiarkannya dalam kesia-siaan saja selama hidup di dunia. Kita hanya manusia biasa yang lahir bukan kehendak sendiri, dan tak bisa menolak dan menentukan kematian. Jadi ketahuilah tentang hakikat kehidupan yang bukan hanya untuk main-main. Ini bukan playground, tapi dunia ini hanya tempat ujianmu. Sebelum kita semua akhirnya menemukan game over tanpa kita sangka-sangka, tanpa bisa kita tolak.
Jadi satu hal penting perlu ditekankan adalah... Kita ini di dunia hanya mampir! Kita semua akan mati dan tidakkah kamu takut bahwa kamu mati dalam keadaan tidak mengetahui apapun karena tidak mau tahu dan tidak mau mencari? 
Hidup hanya sementara, YOLO (You Only Live Once) masa mau coba-coba? Iya kalau bisa remidi setelah mati, nyatanya kita sudah diberi kesempatan remidi berkali-kali di dunia, udah di kasih clue, di kasih hint, dikasih kisi-kisi tapi cuek ajaaa... entah waktu eksekusi mau bagaimana?
Jadi kalau ketemu orang alim dan menguasai ilmu agama tingkat tinggi bukan soal... "Yaudah lah ya... aku imannya gini aja ya gapapa, kita kan punya talenta masing-masing." Wah, iman itu bukan talenta tapi sudah fitrah. Sudah beda ranaaah...

"Aku takut dimana hari orang-orang tak beriman bangga dengan kesalahannya dan Muslim malu dengan imannya." (Umar ibn Khattab RA)

Bener kan tuh?? Lihat aja...Banyak orang yang berstatus muslim tapi sinis sama yang kelihatan alim. Kayaknya mereka itu ngelihat orang beriman seakan bilang, "Why so serious?" 
Dia bangga masih bisa hidup 'asik' dan memandang sebelah mata orang yang banyak menahan diri, menghindari hal-hal yang dilarang agama dianggap ekstrim dan dipandang dengan tatapan yang 'idih...' banget. Ada loh, ada...


Meskipun kita punya pemikiran yang berbeda-beda, pendapat yang berbeda-beda pun begitu dengan keinginan dengan kemampuan pengendalian hawa nafsu yang berbeda-beda. Tapi ingatlah... Kalau kita tujuannya sama... Sama-sama ke akhirat. Itu yang harus kita tancapkan dalam otak.

Sekarang profesi boleh beda, cita-cita boleh beda, tapi soal iman... Meskipun kemampuan mempertahankan iman memang nyatanya beda-beda, tapi setidaknya mainsetnya harus disamakan, keTauhid-annya...

Setidaknya meskipun kita sekarang tidak bisa sekuat iman itu dengan mereka, tapi jangan rendahkan mereka dan 'asingkan' mereka. Sebagai pengingat anggap selalu mereka lebih baik dari kita, sehingga yang ada kita malu saat bertemu dengan orang seperti mereka, jangan malah memandangnya sinis.

Begitupula orang yang dianggap alim adalah orang yang tidak memandang sinis orang yang imannya ' masih terlihat' dibawahnya. Karena Allah yang menilai diri kita, sehingga jika kita menemui seorang teman dimana ilmu masih belum sampai padanya maka cukup sampaikan dengan cara yang makruf, tidak dengan membenci pelakunya tapi membenci kelakuannya. Saya rasa orang yang lebih beriman tentu lebih tahu teori menasehati orang daripada saya yang ya begitulaaah... belum ada apa-apanya. hehe

Jadi hati-hati kawan dalam bersikap, lihat gambar diatas dengan karakter line. Itu cukup memperlihatkan bagaimana banyak orang yang menjudge orang yang beriman, bukan lagi sebaliknya dan dalam Al-Qur'an sudah dituliskan bahwa orang-orang yang berdosa adalah yang menertawakan orang beriman. Kalau kita tidak beriman bukannya kita yang patut ditertawakan? Hidup sekali kok disia-siakan, kasihan sekali... iblispun tertawa senang karena nambah teman lagi. Hiiiii...

Meskipun saya disini ngomong ngalur ngidul karena yang dibahas sudah meluber dari judul, yang penting moga ada hikmahnya lah... dan membuat kita sebagai insan muslim lebih berpikir untuk menjalani hidup di jalan Allah dan mempertahankan generasi dengan ajaran agama. Jadi bagi yang sudah jadi orang tua kita persiapkan pengajaran dari dasar, karena sekolah sekarang tidak benar-benar bisa dipercaya.
Wassalam..



Label:

Bersyukur dengan 'Standar' Kecantikan Muslimah

Assalamualaikum...


Apakah ada standar kecantikan untuk muslimah??
Apakah muslimah yang paling cantik itu yang memakai hijab gayanya paling keren, yang warna paling meriah atau yang pakai busana muslim yang paling branded?
Atau yang alisnya paling cetar, dan bibirnya merah merona?

Perempuan pada kodratnya memang cantik, menyukai keindahan dan dia sendiripun indah.
Siapa sih perempuan yang nggak suka dibilang 'Aduuuh... cantiknya...'
Kayaknya sebagian besar sih sangat menyukai jika dia dipandang cantik dan terlihat cantik. Itulah mengapa jaman sekarang make up bisa jadi kebutuhan premier, Gak pake make up ngumpet, nggak mau keluar kayak punya aib aja...

Nggak hanya make up, kini kecanggihan duniapun semakin membantu dengan adanya aplikasi kamera smartphone maupun photoshop. Yang merasa beli make up... tinggal, klik klik... edit edit... efek efek... jadilah cantik mulus bak habis perawatan di skin care terkenal...

Apakah saya tidak begitu??
Saya pernah kok, saya pernah abg, saya pernah labil...
Sampai sekarangpun saya rasa, saya belum cukup benar-benar menjadi muslimah yang baik tapi... melihat kenyataan di sekitar, saya sangat bersyukur bahwa saya adalah muslimah.
Wanita yang diajarkan sedemikian ilmu meski belum melaksanakan secara sempurna, tapi saya tahu kita sebagai muslimah, kita berbeda dan istimewa...



Wanita muslimah itu beruntung...
Allah menjaganya dengan memerintahkannya menutup aurat dan wajib menimba ilmu.
Wanita muslimah harus berakhak baik, wanita muslimah harus beribadah... Maka itu saja yang dibutuhkan dan dikejar, hidupnya tak butuh penilaian berdasar standar kecantikan manapun. Tak perlu ikut pengakuan dengan kontes kencantikan manapun...

Apa sih yang membuat saya menuliskan ini....
Memang bukan hal yang benar-benar baru, tapi dengan tinggal di Korea seperti sekarang, semakin bikin saya menyadari beberapa hal, betapa 'kejam'nya patok kecantikan dunia dan pandangan tentang kecantikan itu sendiri. Semakin-semakin saja saya bersyukur menjadi orang muslimah.

Melihat pula realita bagaimana perempuan disekitar harus menghabiskan berjam-jam untuk dandan.
Ngelihatnya saya sampe kepo... Itu pake apa aja sih? Habis oles ini, itu, ini, itu sampai akhirnya warna dan tekstur wajahnya bisa beda banget sama aslinya.
Luntur dikit langsung pake lagi, pokoknya nggak bisa tenang kalau make up nggak lengkap menempel di wajahnya. Kenapa sih segitu banget? *serius nanya.

Belum lagi pakaiannya...
Sebentar-sebentar intruksi, saya bukan bermaksud nyinyir loh ya...
Mentang -mentang saya berhijab... Iri yaa sama yang bisa dandan cantik?
Mungkin ada yang bilang kayak gitu.
Sama sekali tidak, dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat bahagia karena saya sekarang berhijab, dan saya ngerasa 'sayang' atau eman dalam bahasa jawanya, kasihan sama perempuan yang bisa sampai repot sendiri, bahkan bisa sampai stress karena penampilannya tidak bisa sesuai dengan keinginannya. Merasa tidak mendapat respon yang dia ekspektasikan... Ini kenyataan...
Satu lagi, sayang sekali kecantikan mereka diumbar, bahkan orang preman, orang-orang jalanan semua bisa menikmati pemandangan dengan gratis.

"Islam sees woman as a jewel that must be kept away from the eyes of strangers."

Padahal sudah tahu juga kalau kejahatan seksual sekarang sedang marak, Tapi masih saja banyak yang pakai pakaian serba minim, bahkan mengupload foto di sosmed... Apa mungkin untuk mengundang banyak perhatian, berharap dercak kagum kaum adam... Apakah benar itu tujuannya? Atau hanya karena alasan kepercayaan diri?

Banyak yang berdalih, 'Allah tidak memandang penampilan, tapi memandang hatimu.'
Ya memang benar, Allah tidak memandang penampilan sehingga kita tidak perlu mati-matian dandan heboh, cantik sebagaimana manusia biasa menilai. Allah tidak pandang itu karena Allah lah yang menciptakan begini. Tapi yang perlu diingat dan digaris bawahi adalah, Allah perintahkan tutup aurat. Bukankah mudah menelaah artinya??

Allah sudah terangkan di ayat dibawah bahwa pakaian untuk menutup aurat, dan pakaian takwa adalah yang terbaik. Mana yang Allah suka?? Dan sudah dikenal dimana-mana di surat Al-Ahzaab dan An-Nuur tentang perintah berhijab, apakah itu tidak cukup untukmu meyakinkan bahwa hijab memang wajib dan diperintahkan oleh Allah?

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat (QS. Al.Araaf : 26)


Oke... Pindah ke topik awal...
Terlepas dari muslim atau bukan...
Banyak perempuan yang 'ngoyo' untuk jadi cantik. Modalnya nggak tanggung-tanggung. 
Saya aja yang nggak begitu familiar baru tahu kalau ada lisptik yang harganya 250ribu rupiah, dan bagi saya itu udah fantastik banget... Sayang banget duit segitu hanya dibuat beli batang kecil berwarna T_T
Belum lagi sebelum bedak ada banyak banget dempulan lainnya yang sejenis krim, sejenis lipstik tapi buat 

Pindah ke Korea...

Saya sempat shock sih melihat orang-orang Korea disekitar. Meski memang sebelumnya udah cukup tahu juga dengan melihat artis-artis Korea di TV. Tapi melihat kenyataannya, ternyata kaum hawa disini itu begitu sangat menggandrungi make up... dan fashion itu seperti kiblat kehidupan mereka. Banyak fakta tentang ini di Korea yang membuat saya sedikit mirip dan cukup iba sama perempuan Korea, meski nggak semua juga menurutinya, tapi sebagian besar orang Korea :

1. 90% melakukan operasi plastik, karena mereka seperti punya standar kecantikan sendiri. Jika tidak mempunyai kecantikan seperti itu maka tidak di kategorikan cantik. Dampaknya bisa jadi opini sekitar dan ketidak percayaan diri. Sampai ada cewek Korea yang marah sama ibunya karena melahirkan dia dengan wajah yang lebar dan dianggapnya tidak proporsional (Emangnya ibunya yang nyetak wajah sendiri?)
Adapula sebaliknya, orang tua yang mempunyai anak dengan wajah yang jauh dari cantik malah seakan memusuhi anaknya. Ini kisah teman saya sendiri di facebook, dia menceritakan pada saya bagaimana perlakuan orang tuanya padanya. Dia memang di beri makan dan di biayai sekolah sebagaimana kewajiban orang tua pada anaknya, tapi orang tuanya tidak mengajaknya berbicara bahkan mendapat perlakuan keras karena anaknya jelek. Astagfirullah...emangnya salah dia mengandung?

Jadi itulah mengapa operasi plastik sangat rame dan laris manis semua. Semua ingin punya penampilan sesuai bagaimana lingkungannya punya standar bagaimana cantik itu. Sehingga mereka rela merubah bentuk mata, hidung, wajah, bibir, dan mendapat kepuasan setelah mendapat pujian dan pengakuan dari orang lain bahwa dia 'CANTIK'

2. Semua yang mampu menyulap jadi cantik menjadi favorit disini, selian operasi plastik tak lain adalah make up. Yups... tanpa make up mungkin mereka kayak orang yang lupa pake celana. Malu...
Bahkan kata orang Korea sendiri menjelaskan watak dan karakteristik orang Korea mengenai make up. Mereka mengatakan bahwa bagaimana bagusnya make up juga agar orang bisa menilai status kekayaan keluarga. Ya Allah... gitu banget.

Tahu sendiri brand Korea di make up juga terkenal dan laris manis, bahkan sudah masuk pasaran di Indonesia. Bukan sesuatu yang buruk untuk merawat kulit dan sedikit membuat wajah terlihat segar. Tapi alangkah baiknya agar tidak berlebihan, hingga orang bisa saja tidak bisa mengenali dimana kita tidak pake make up dan saat pake. 

Jujur saja... Begini wajahku. Tidak perlu aku membuat mataku berubah drastis lebih besar atau warna bola mata yang berbeda, atau dengan mencukur alis lalu digambar lagi yang baru yang lebih cetar, memerah meronakan bibirku supaya seksi, atau menumpuk-numpuk bedakku supaya menyilaukan...


Ini semua contoh bukan hanya di Korea, bukan hanya di Indonesia, bukan juga hanya orang non muslim tapi diseluruh belah dunia yang mungkin punya garis penilaian yang hampir sama soal kecantikan. Orang muslim pun masih banyak yang menggilai soal penampilan fisik...

Kasian yang nggak dilahirkan cantik, masa iya dia merasa nggak diterima dengan sesuatu yang nggak bisa dipilihnya dari awal dan sudah bawaan lahir kayak wajah? Ya nggak donk...


Tapi sesuai dengan ajaran agama kita, sebenarnya kita nggak usah repot-repot kayak gitu. Nggak ada pahalanya kita dapat pengakuan 'cantik' dari orang lain. Juga nggak ada nilai plus dari Allah saat kita dikagumi banyak orang karena penampilan luar dan fisik semata. 

Kita jadi muslimah yang baik akhlak dan imannya saja itu sudah buat Allah makin sayang kita dan apa yang kita jalani didunia bisa lebih tenang dan nikmat.

Kalau bisa jangan terlalu mengikuti tren make up tebel dan bertumpuk-tumpuk seperti sekarang karena ingat lah ayat dibawah ini...


Diceritakan oleh seorang guru bahwa orang jahiliyah itu dulu juga suka dandan dan dandannya itu menor banget. Waduh,nggak mau bangetkan gaya kita kayak orang jahiliyah??

Bersyukurlah jadi perempuan muslimah yang nggak usah rempong dan sedih karena nggak terlahir cantik-cantik amat, nggak usah sedih karena nggak usah keluar duit-duit terlalu banyak untuk make up. Cukup perawatan dan make up dasar saja cukup. Nggak perlu pernak-pernik lain yang mahal untuk dandan sedemikian rupa bak barbie...

Allah sudah perintahkan laki-laki untuk melihat perempuan dari agamanya, dari akhlaknya. Kamu tak perlu hiraukan laki-laki yang mengejar fisik, karena yang begitupun nggak akan bertahan lama mencintaimu, dan tak akan bisa terus menghargaimu ketika mungkin kecantikan itu lambat laun memudar. Jadi biar Allah kirimkan laki-laki yang mengerti 'nilai' perempuan sesungguhnya untukmu nanti... Nanti kita dandan cantik di depan suami aja, biar suami kita saja yang tahu betapa cantiknya kita. huehehee

MasyaAllah, enakkan jadi muslimah? Udah auratnya bukan untuk diobral dan dilihat sembarang mata, fisiknyapun bukan sebagai patokan nilai dirinya.

Jadi...

Keep modest... dan keep beriman
Semoga bermanfaat.

Wassalam...



Label:

Ada apa dengan generasi negeriku??

Assalamualaikum...



Di tengah waktu luang yang dibuat-buat (sebenarnya lagi di kantor tapi gak ada kerjaan dan nyolong-nyolong buka blogger) saya cuma mau curhat nih...

Meskipun saya lagi berada jauh dari negeri saya (saya sedang studi di Korea Selatan) tapi saya masih intip-intip dan sedikit perhatian sama berita di Indonesia. hehehe...

Dan kebanyakan sih bukan berita yang sengaja saya cari, tapi kebetulan kelihatan entah dari akun-akun teman-teman Indonesia yang saya follow di sosmed, atau yang lainnya. Pada akhirnya merembet-rembet dan lihat berita lainnya yang membuat saya... menghela nafas... Ya Allah, masih gini aja negaraku.

Kalau saya sering nyesek tinggal di Indonesia karena beberapa hal yang saya rasakan sendiri dan sekarang tidak terlalu merasakan karena sudah di luar negeri, sedang sekarang banyak hal meski hanya melihat dan tidak merasakan langsung tapi bikin nyeseknya lebih nyesek.

Sempet ke pikir gimana nanti kalau aku tinggal di Indonesia dan membesarkannya disana...
Kepikir juga, kenapa negara yang terkenal dengan populasi muslim di Indonesia kok begitu banget...
Bukan hanya soal pemerintahan....
Bukan hanya soal kemiskinan...
Bukan hanya soal politik dan ekonomi....
Tapi... negara yang mengaku masih kuat adat ketimuran, yang katanya terkenal ramah apalagi banyak orang muslim yang ajarannya sebenarnya segitu sempurna tapi...

Kenapa tindak kriminal semakin banyak...
Kejahatan moral semakin sadis dan tragis....

Mulai dari pembunuhan, pemerkosaan dan juga.... acara TV.

Soal moral, saya memang tidak menemukan banyak hal yang lebih baik di Korea.
Mereka juga seperti membebaskan banyak hal yang tidak pantas, tapi negara ini tidak banyak tindak kejahatan atau kriminal yang seperti sudah seliweran sehari-harinya di berita Indonesia. Meski bukan berarti nggak ada...

Kasus perkosaan anak kecil, kasus perkosaan dengan banyak pelaku berakhir dengan pembunuhan dengan cangkul...

Astaghfirullah... dididik dengan cara apa anak muda jaman sekarang?
Banyak juga yang lihat anak-anak jaman sekarang udah meniru adegan di sinetron-sinetron Indonesia yang mulai merusak moral banget. Pacaran, mewah-mewah sejak dini, dan adegan romantisme nan tidak pantas untuk anak yang seharusnya masih asyik dengan permainan tradisional.

Credit to owner

Liat saja kualitas PENDIDIKAN Indonesia yang juga semakin bikin hati ngenes....
Bagaimana bisa nurani seorang guru yang begitu lekat dengan imej pendidik yang baik mengeluarkan soal semacam ini pada generasi yang masih kuncup.... Shock sekali melihatnya, terutama orang tua yang punya anak-anak yang masih kecil. Pasti akan semakin takut...


Ada yang bilang mau hapus kurikulum agama biar nggak radikal katanya. Terus diganti soal semacam ini?? Ya Allah... hatinya pada ditinggal dimana toh ya.... T___T



Apakah ini benar-benar sudah akhir jaman dimana hadits-hadits ini sudah terbukti...

‘Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah… (lalu beliau menyebutkan di antaranya:) dan merebaknya perzinaan’ ”

Akan datang kepada manusia beberapa tahun yang penuh dengan tipuan … (lalu beliau melanjutkan haditsnya, di dalamnya disebutkan:) dan menyebarnya perbuatan keji (zina).’ ”[Mustadrak al Hakim (IV/512)]

Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah banyak peristiwa haraj. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah haraj itu? Beliau menjawab: Pembunuhan, pembunuhan. (Shahih Muslim No.5143)

Belum lagi berita-berita sebelumnya...
Pembelaan terhadap LGBT, Usaha pelegalan alkohol, lokalisasi...

”Akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina ."

Acara TV yang aneh bin absurd. Saling olok-olok, ejek-ejek tapi berkedok humor, salah satu yang bikin hati ngenes adalah artis dan orang-orang yang bikin ulah dan pelanggaran malah di jadikan duta. Oalahhh... keblinger tenan, Saya aja yang nggak pintar yakin kalau hal itu nggak benar.

Belum lagi hal-hal vulgar yang seliweran bebas di sosmed. Dijadikan meme, guyonan terus dikomentarin rame-rame buat bahan seru-seruan.

Mau jadi apa negeri kita kalau generasinya punya karakteristik dan watak seperti ini terus??
Kapan kita punya generasi yang lisannya penuh hikmah dan tingkah lakunya meneduhkan?
Apakah itu mustahil untuk Indonesia?






Sementara di belahan bumi lain, umat yang mengaku Islam di bunuh, di tindas, dan di usir dari tanahnya sendiri.
Sementara kami yang diberi keamanan dan kenyamanan disini sering lalai bahkan kebablasan.
Tidak pedulikan seruanmu, tidak pedulikan ajaranmu... Tidak pedulikan lagi...
Bahwa Surga dan Neraka, salah satunya darinya akan menampung kita dikemudian hari...

Mau nangis Ya Allah... Pingin ada sesosok seperti Nabi Muhammad lagi di tengah-tengah kita dan bisa mengendalikan banyak umat dengan lisannya dan ajaran yang hikmahnya sempurna...

Pingin ngadu...
Ya Nabi... mereka mengaku Islam tapi melakukan hal begini begitu... tolong nasehati mereka...
Ya Nabi... inilah yang dialami oleh kaum muslim di dunia... bantu mereka...
Ya Nabi... tuntun pula aku yang takut kehilangan arah atau lupa jalan.

Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. (Shahih Muslim No.5128)

Meski banyak hal tak baik terjadi di Indonesia...
Tapi saya juga sering melihat banyaknya orang berbondong-bondong masuk Islam. Mainstream dunia saat ini nampaknya tidak menghalangi hidayah yang sudah tertulis akan di karuniakan Allah pada umatNya yang hendak mencari jalan pulang. Banyak orang yang cukup pintar mampu memilah mana Islam dan ajaran sebenarnya, dan mana yang berstatus muslim tapi tak hiraukan ajaran Islam sama sekali.

Pingin curhat dikit dulu aja... kalau ada ilmu yang saya pelajari lagi akan saya share lebih detail...
Semoga kita dihindarkan dari hal demikian dan bukan termasuk umat-umat manusia yang berhasil digerus moralnya oleh mainstream dunia akhir-akhir ini...

Ini PR buat kita semua...

Demikian, mohon maaf kalau banyak kekurangan...

Wassalam...

Label:

Salam dari muslimah di negeri ginseng, Korea Selatan.

Assalamualaikum...



Haloooo blog dan pembacanya... Saya tidak tahu apakah ada yang menanti tulisan saya disini, yang jelas saya sudah sangat rindu untuk menggoreskan kata-kata dan pikiran saya di blog ini.

Karena kesibukan, sejak kedatangan saya di Korea Selatan untuk studi kira-kira sudah hampir dua bulan, saya nggak punya banyak waktu dan terlalu lelah untuk menulis blog hiks...hiks... Tapi disela-sela waktu libur meski masih dihantui banyak tugas, tapi semoga saya bisa tuntas menulis postingan blog satu ini yang meski agak basa-basi juga...

Saya ingin mencurahkan sedikit (yang mungkin bisa jadi banyak) mengenai pengalaman saya yang masih singkat tentang hidup di Korea Selatan, bukan mengenai hal umum, tapi khusunya sebagai seorang muslimah. Saya ingin membandingkan ekspektasi dan kenyataan sebelum dan setelah saya merasakan sendiri hidup di Korea.


Oke to the point saja, 

Bagaimana reaksi orang Korea melihat orang berhijab??
Banyak hal yang belum-belum bikin saya jadi paranoid sendiri sebelum berangkat. Rasanya dilihatin orang itu kan nggak enak banget, apalagi dengan tatapan yang penuh dengan curiga apalagi nggak suka. Saya udah kebawa suasana aja sama berita yang beredar dunia, tentang gimana muslimah berhijab di didiskriminasi di barat. Dicurigai teroris dan dibenci. Duh.... parno sendiri dah pokoknya.

Lalu bagaimana dengan Korea?  Sama dengan dunia barat, negara Korea adalah negara non-muslim yang malah punya jumlah muslim jauh lebih sedikit dari negara barat. Jadi wajar aja saya deg-degan juga disini...

Tapi kenyataannya adalah ya gak segitunya kok... Tidak semenakutkan yang saya pikirkan.
Waktu barusan saya turun dari bandara, dan pertama kali naik kendaraan umum disini saya memang sedikit 'deg' sama beberapa pandangan orang pada saya. Tapi ya kalau dipikir-pikir lagi, pandangan mereka itu kadang kalanya hanya pandangan heran, seakan dengan muka tanya, 'Ini makhluk dari planet mana sih?' Atau setidaknya itu pandangan mereka mungkin akan seperti pandangan kita pada orang India yang memakai pakaian sari dijalanan di Indonesia. Pasti kita kepo dan heran donk...

Dan umumnya yang punya pandangan lama nan takjub itu dari mata para ajumma, ajossi, halmoni dan haraboji, alias orang-orang tua di Korea yang nggak ngerti orang Islam sama sekali.

Pertanyaan-pertanyaan spontan yang sering ditujukan pada saya saat bertemu dengan warga Korea adalah...
"Apa nggak panas?"
"Kain yang menutup kepalamu itu apa namanya?"
"Orang Indonesia ya?"
"Kenapa kalian sama-sama orang Indonesia, kamu pakai hijab tapi temanmu ini tidak?"

Sebagian orang beranggapan bahwa SEMUA orang Indonesia itu berhijab. Jadi mereka nggak paham kalau itu peraturan agama, tapi dikira peraturan negara. Dan adapula orang Korea yang heran kenapa ada perempuan yang beragama Islam tapi nggak berhijab, waktu ditanya soal itu saya agak bingung sih... jadi cuma jawab, "Semua ada bimbingannya di Al-Qur'an, jadi setiap pribadi bertanggung jawab pada dirinya sendiri ketika ilmu sudah sampai padanya."

Satu-satunya yang bikin nggak nyaman dari reaksi orang Korea terhadap saya adalah pandangan beberapa dari mereka pada saya yang berjalan kemudian pandangan mereka mengikuti sampai bikin kepala berputar 180 derajat, hehehehe... gak mungkin donk... serem kali idih. Intinya sampai gak lepas pandang gitu lah... Kalau reaksi lain saya kira nggak akan terlalu menyakiti hati. They don't rude... cuma agak kepo-kepo dikit gitu. hehe

Jangan heran... nggak usah berasa selebriti yang dilihati, mulai dari orang dalam mobil yang melintas, orang-orang dijalanan yang asik pacaran sampai anak kecil yang mau mewek semua bakal kelihatan bengong ketika melihat penampakan macam kita, muslimah berhijab dan pake rok.  huehehe...

Tapi nggak semua kok, malah kalau menurut saya sebagian lainnya tampak biasa aja. Melihat sepintas lalu ya nggak ada reaksi apa-apa. Kayak kita-kita yang udah biasa lihat bule seliweran di Indonesia, hanya fenomena dimana orang asing yang datang ke suatu negera, kan sudah lumrah sekali.

Satu pertanyaan lagi yang agak sering saya terima adalah,
"Harus menikah sama sesama muslim ya?"
 "Kalau jatuh cintanya sama yang bukan muslim gimana?"

"Gimana kalau kamu saling jatuh cinta sama cowok Korea?" 
"Kalau Song Joong Ki yang suka kamu gimana?"

Saya nggak mengada-ada loh, ini benar-benar ditanyakan sama orang Korea. Mereka ngayal tingkat tinggi, tapi namanya pertanyaan ya harus di jawab ya. Hmmm... Song Joong Ki ya...
Yakin mau nolak gueeee??????
"Iya, yakin bang... maaf... saya tidak bisa. Anda sudah ternoda, di cium, di pegang puluhan cewek di drama... Nggak kuat menanggung profesi dan masa lalumu bang..." gubraaaaaakkk...

Yaps, meski jujur dalam lubuk hati bahwa Song Joong Ki itu ganteng dan penuh pesona tapi... Ya titik, gak ada terusannya. Muslimah mana bisa punya suami yang berprofesi yang beresiko mencium dan memegang perempuan lain hanya untuk film dan berganti-ganti, Sediiiiiiiiih...

"Kalau Song Joong Ki masuk Islam?"

Mungkin anda nggak percaya orang Korea menanyakan ini, tapi ini benar-benar ditanyakan!! Aku sendiri juga speechless... so nonsense question :|
Gak usah saya jabarkan.. hahahahha

Bagaimana soal makanan halal di Korea?

Yes this is kind of serious matter... Nggak merana-merana banget, tapi lumayan jadi repot karena kemana-mana harus baca komposisi di kemasan, nggak dengan mudah dilacak seperti makanan di Indonesia yang semuanya berlabel halal dari MUI. Kita harus tahu apakah ada bahan-bahan mencurigakan yang tersangka utamanya ada daging babi, dan ternyata bukan saja daging babi. Kita masih harus menelisik kata-kata lain lagi seperti shortening, meat stock yang mungkin buat hampir semua makanan kemasan di Korea nggak bisa kita makan.

Mungkin ada teman yang nyindir, karena dia boleh, suka dan bebas makan babi disini ia merasa kita jadi kesusahan banget makanannya kayak seakan 'ribet banget sih idup lohhh...' tapi yang saya rasakan tetap bangga dan bangga. Apapun kata orang, dimanapun negeri yang saya pijak hari ini, aku masih memegang kebanggaanku sebagai muslimah. Saya bangga saya hamba Allah, saya bangga bisa menaati perintahNya (yang masih minim), saya bangga tidak makan babi karena saya tahu alasannya.

Saya makan 'langganan' di asrama. Karena asrama ini punya lumayan banyak mahasiswa muslim dan dari masa awal promosinya mengatakan bahwa mereka menyediakan makanan halal, maka bismillah... saya makan makanan yang mereka sediakan tersendiri terpisah dari makanan untuk non-muslim.

Kalau mau makan bebas worry mungkin penggemar Korea tahu 'surga' halalnya di Korea itu di Itaewon, Seoul. Saya udah datang kesana dua kali, jadi ini berada di satu gang yang menghubungkan dengan Seoul Central Masjid dan dalam gang itu ada beberapa outlet, toko dan rumah makan yang di khususkan untuk muslim, semua halal... bahkan kalau jalan kesini kita akan banyak melihat orang-orang arab, timur tengah juga saudara-saudara kita dari malaysia dan Indonesia dengan tampilan sangat muslim. Disinilah tempat kita nggak 'merasa sendiri' di Korea.





Secara keseluruhan....
Saya merasa bersyukur pada Allah SWT, karena meski saya khawatir sama iman saya sejak memutuskan berangkat di Korea (dan masih di khawatirkan sampai sekarang) tapi setidaknya tidak ada yang membuat saya tertekan dan membatasi saat saya menjalankan ibadah saya bahkan saya malah merasa banyak yang mempedulikan dan membantu saya disini.

Bahkan bisa dibilang mungkin dengan kasih sayang Allah, saya ditempatkan dimana orang Koreanya ini sangat memahami 'karakteristik' Islam bahkan menghormati. Ketika pertemuan acara-acara kampus mereka bela-belain beli pizza vegetarian yang bisa dibilang mahal. Bahkan mereka bela-belain belanja di pasar dan masak bersama karena untuk beli makanan disini terlalu riskan untuk muslim.

Bahkan mereka sediain tempat sholat di kampus demi membuat mahasiswa muslimnya nyaman. MasyaAllah... Dibawah ini adalah tempat sholat di kampus saya lengkap dengan Al-Qur'an terjemahan bahasa Korea.





Mungkin seterusnya cuma masalah saya harus terus mengoreksi diri sendiri dan mengatur waktu. Terkadang terlalu sibuk dan terlalu senang membuat saya mengurangi porsi kebiasaan ibadah saya saat masih di Indonesia, berhubung minimnya nuansa dan asupan 'Islami' disini dan itulah salah satu kesedihan dan kekhawatiran terbesar saya ketika tinggal di Korea.

Minta kawan semua untuk mendoakan saya agar studi saya berjalan dengan lancar tanpa mengesampingkan urusan akhirat saya sedikit pun. Stay Istiqomah... Insya Allah and Bismillah.

Sekian, singkat dulu saja, disambung nanti...
Wassalam...

Label: ,

Isu LGBT di Negeri

Assalamualaikum..
Bismillah...



Mumpung ada mood nulis di blog mari yuk bercuap-cuap, semoga cuap-cuapnya mengandung manfaat dan tidak membawa mudharat. Aamiin...

Saya memang cuma muslimah biasa yang bisa dibilang beranjak dewasa, umurnya hampir mencapai seperempat abad, semakin bisa melihat segala sesuatu semakin dalam, dan apa-apa dipikir, serasa kepo, serasa ingin tahu, tapi saya rasa ini sah-sah saja.

Ini juga tameng lah buat saya, untuk nggak cuek sama semua isu, sekalipun itu nggak berpengaruh langsung sama saya tapi setidaknya saya mencoba mencari pemahaman dan pembanding agar saya bisa menghindari apa-apa yang mainstream tapi nyatanya salah. Meskipun intelijen saya nggak sampai kesana, tapi saya benar-benar curiga banyak konspirasi dan kong x kong... healaaaah

Kayaknya berita kok makin aneh-aneh, nggak sekedar keluhan harga beras naik atau rupiah yang anjlok. Bukan masalah kemasyarakatan dan pemerintahan pada umumnya, tapi sudah menyentuh ranah yang lebih sensitif mengenai moral dan pendidikan bahkan agama, akhir-akhir ini kok ngerasa ada yang sengaja mau ubek-ubek soal itu.

Kolom agama di KTP mau dihapus lah...
Pelajaran agama mau ditiadakan lah...
Kurikulum mengenai Nabi Muhammad mau direvisi dan lebih dicenderungkan ke tema radikal lah...

SubhanAllah, saya sebagai muslimah kok ngerasa sakit hati banget ya...
Kadang kala yang mau buat kebijakan itu adalah orang yang ngaku beragama Islam, makin-makin dah ngerasa banyak musuh di dalam selimut. Seorang berhijab dan pake rok, yang katanya sih tokoh di DPR dan tampilannya kayak kita-kita yang muslimah tapi dia bilang pelajaran agama ditiadakan aja biar negara maju...
Astaghfirullah...  speechless. Jahat banget, udah gitu mikirnya pas pertama kali baca...

Satu lagi yang lagi hot dan bener-bener bikin kepala panas...

Isu LGBT...

MasyaAllah, kok kayaknya bener ya kata-kata mutiara tentang 'Jaman sudah edan' dan 'kiamat sudah dekat'??

Lesbi... Gay... Biseksual.... Transgender...

Dengernya merinding disko, kayaknya denger hal itu dulu kayak dengerin alien... asing dan ihhh... ogah banget tahu dah pokoknya tentang mereka...

Pengidap LGBT sebenarnya udah ada di jaman Nabi ya... Khususnya jaman Nabi Luth yang kisahnya di Al-Qur'an sudah sering dikumandangkan dimana-mana. Yang beragama Islam pasti tahu deh kalau LGBT itu dilarang keras dan haram dalam agama.

Ini salah satu ayatnya :
"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita (istri), malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.(QS. Al A'raf : 80-81)


Sebenarnya kaum Nabi Luth adalah kaum yang suka bergotong royong dan bersatu padu. Tapi namanya setan tidak suka jika manusia berada di jalan yang benar, maka ia mempengaruhi mereka untuk melakukan perbuatan hina yaitu salah satunya menjadi kaum gay, sehingga Nabi Luth peringatan, dan kaum tersebut malah hendak mengusir sang Nabi.

Lebih dari itu ,Luth memperingatkan bahwa 'malapetaka akan segera diturunkan jika mereka tidak berhenti dari perbuatan itu' justru ditanggapi dengan tantangan agar kutukan Tuhan ditimpakan kepada diri mereka sendiri,karena mereka tak peduli.

Nabi Luth akhirnya menyadari kalau mereka tidak dapat diberi peringatan atau pengertian lagi.Mereka bagai virus mematikan yang terus menginfeksi sekelilingnya dan tak ada cara lain kecuali dengan mengamputasi mereka alias dimusnahkan.

Nabi Luth as kemudian berdoa kepada Allah,biasanya yang dia minta adalah petunjuk dan hidayah agar kaumnya sadar kembali ke jalan yang benar. Namun sayangnya kali ini beliau meminta agar kaumnya di azab. Demi tidak menjalarnya virus amoral ke daerah-daerah lainnya, Nabi Luth sudah rela bila kaumnya dihukum.

Singkatnya, Allah menimpakan azab yang keras bagi pelaku LGBT dikala jaman Nabi Luth kala itu.

***



Ini kisah yang mencontohkan dan menceritakan bahwa kaum gay seperti itu dulu juga ada, dan perbuatan ini membuat geram Nabi dan membuat Allah murka. Ini adalah virus amoral, jika banyak pihak berdalih HAM untuk membiarkan mereka, maka yang bisa terjadi adalah virus ini bisa meluas lebih lebar lagi. Dan SubhanAllah, bisa hancur generasi kita jika banyak orang yang mengidap hal semacam ini.

Saya tidak bisa dan tidak berhak menghakimi seperti apa menanggulangi LGBT. Tentu saja, tidak serta merta kita mengartikan 'memusnahkan' LGBT dengan jalan kekerasan apalagi pembunuhan. Tapi lebih ke rehabilitasi dan menyembuhkan. Kita memang tidak tahu prosentase keberhasilan menyadarkaan kaum yang terlanjut LGBT ini besar atau tidak. Tapi kita harus ada upaya untuk menangkal, setidaknya mencegah agar virus ini tidak menjalar dan yang lebih parah mengajak orang lain agar terbiasa dan menganggap biasa hal seperti ini.

Kagetnya saya ketika hal mengenai LGBT bukan saja sudah dikumandangkan di Barat tapi orang-orang di negeri kita mulai latah untuk ikut menyuarakan Hak Asasi para LGBT ini. Bukan saja orang-orang biasa, tapi artis bahkan orang pemerintahan juga mulai membuat wacana-wacana yang bikin saya sekali lagi menarik nafas dalam-dalam.

Entah mereka itu kaum liberal, kaum yang mengaku penjunjung HAM atau kaum yang dicurigai bahwa mereka juga sebenarnya LGBT.

Dulu, saya kira LGBT itu semacam AIDS, hal yang yaaaa begitu.... aib. Yang sangat memalukan untuk diketahui dan ditunjukkan pada orang lain, juga nggak berhak mendapat pembelaan apapun selain dibantu soal penyembuhan dan pengidapnya saya kira juga nggak banyak. Tapi... beberapa waktu lalu saya dengar dari teman saya yang sempat berkecimpung di dunia semacam modelling, entertain atau berkenalan dengan kaum 'necis' lainnya, teman saya yang ceriwis dan suka menceritakan semua hal dari A - Z ini menceritakan kenyataan berkiprahnya kaum gay yang dia lihat dengan matanya sendiri...

"Ini nular, kadang yang nggak begitu kalau udah sering kumpul sama yang begitu ya jadi gitu juga...
Ada yang punya pacar cewek cuma buat kedok aja... Ciri-cirinya begini.... (bla bla bla) Dia ngelihat cewek pake pakaian seksi aja nggak tertarik bahkan kelihatan jijik..."

Dan bla... bla...

Saking banyaknya ceritanya saya sampai pening, nggak nyangka kalau anak-anak negeri kita banyak yang begitu juga. Sempet shock karena nggak ngira aja kalau anak Indonesia juga kena wabah hal semacam itu. Soalnya setahu saya negeri kita kan negeri yang bermoral dan menjunjung agama, tapi kok kayak gini banyak...

Apa mungkin ada pengaruh kuat sejak pendidikan dari rumah, mengenai agama dari keluarga, orang tua mereka nggak mengawasi dengan siapa anaknya bergaul, atau ya karena mereka juga sudah dewasa dan hal-hal semacam itu sudah diluar kendali. 

Jujur saja ini sedikit menakutkan...
Buat kita-kita yang jomblo, melihat laki-laki jadi makin banyak curiga dan takutnya. Permasalahan yang diwaspadai bukan hanya selingkuh dengan wanita lain, tapi malah dengan pria juga... Aduuuuh amit-amit. Jangan sampeeeeee.... Jijiiiiiiiiiiiii

Juga buat yang sudah jadi orang tua.
Ini akan semakin mencemaskan karena kita nggak akan mudah memfilter siapa-siapa yang berteman dengan anak dan pengaruh apa yang bisa diberi.

Sama pula dengan gay... begitu pula dengan lesbi, kaum biseksual dan transgender yang mengubah kelamin dirinya, semua dosa besar karena telah merubah fitrah dan ciptaan Allah. Itu perbuatan hina yang harus dibina.

Bagi saya pelajaran di sekolah itu bisa saja yang diberi sekedarnya dan diserap seadanya, jadi buat kita sebagai keluarga maupun kerabat dekat harus rajin-rajin memberi pemahaman dan pendidikan mengenai ini terutama agama. Mungkin saja para kaum LGBT menganggap perbuatan mereka tidak ada maksud untuk merugikan orang lain tapi mengenai mereka sendiri, tapi dengan pemantapan agama... diharapkan seseorang akan takut melanggar perintah Tuhannya yang Maha Melihat dan Maha Mengadili. Mereka harus paham bahwa Allah melarang dan Allah akan memberi hukuman jika tetap melanggar (hukuman di dunia atau di akhirat).

Bagi pemerintah dan artis yang ingin ikut-ikutan mendukung Hak LGBT, tolonglah dibuka hati nuraninya. Apa jadinya jika hal itu menjangkit anak atau saudara anda, apakah anda sanggup jujur dari lubuk hati bahwa anda ikhlas dan bahagia melihat itu? Kenapa kalian nggak bisa membuka mata untuk melihat mana yang baik dan yang buruk. Baik bukan dengan melindungi yang buruk tapi memperbaiki..
Mari perbaiki negeri ini dengan moral yang baik lebih dulu, pasti kebaikan yang lain akan menyusul.


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrîm/66:6]

Berikut ulasan dari voa-islam Penyakit Gay Bukan Karena Turunan Genetik, Ini Cara Mengobatinya

Wallahualam
Sekian semoga bermanfaat...

Wassalam..

Label:

Contoh nyata alasan Islam mengharamkan minuman alkohol

Assalamualaikum...
Bismillah...



Meskipun bukan 'rahasia umum' bahwa alkohol itu punya banyak hal negatif dan sering menimbulkan hal yang negatif pula, tapi saya heran kok ada juga yang masih mempertanyakan kenapa Islam mengharamkan alkohol. Apa-apa kok dilarang? Ada yang komentar gitu...
Yang semakin gila dan bikin elus-elus dada, ada kabar berhembus bahwa ada sesosok di pemerintahan Indonesia mau melegalkan minuman keras, bahkan 'merestui' adanya pabrik minuman haram itu berdiri di Indonesia. Gleeeeekkk ~

Astaghfirullah... kalau lihat berita di internet maupun TV makin bikin kerutkan kening saja, ada apa sih dengan dunia ini? Makin nyentrik saja... Meskipun kita memang kudu selalu tabbayun dengan setiap berita yang kita lihat atau dengar.

Kalau melarang hal buruk dianggap membatasi, maka jadilah nggak bisa dibayangkan betapa kacaunya dunia ini.
"Jika kau tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesukamu..." (Nabi Muhammad)
"Hiduplah sesukamu, tapi ingat sesungguhnya kamu akan mati. Berbuatlah sesukamu, tapi ingat sesungguhnya kamu akan dibalas." (Malaikat Jibril)
Bukan cuma 1 - 2 kasus di seluruh dunia yang timbul karena orang yang mengkonsumsi alkohol, entah itu menimbulkan kecelakaan maupun kerugian lain terhadap diri sendiri maupun orang lain. Karena ketika orang sudah mengkonsumsi alkohol, maka dia akan kehilangan kesadaran dan bisa melakukan apapun tanpa dia bisa kendalikan dengan kesadaran penuh.

Dia bisa mengatakan hal yang sebenarnya tidak ingin dia katakan, dia bisa melakukan sesuatu yang kemudian dia sesali ketika dia sadar, seperti contohnya tindakan asusila yang pernah menimpa dua artis yang sedang mabuk kemudian mengakibatkan kehamilan padahal mereka tidak saling suka dan itu dilakukan diluar kesadaran. Naudzubillah... sungguh buruk sekali. 

Dan ini hanya segelintir contoh kasus yang akhir-akhir ini terjadi :

Ini adalah update status teman di facebook beberapa waktu lalu... Dia mengingat kembali meninggalnya saudara kendungnya yang di akibatkan oleh pengendara yang minum alkohol :

 Dan ini berita yang baru saja terjadi beberapa hari dan ramai di media..


Melihat berita-berita semacam ini kita pasti geram kan kenapa pengendara yang tidak sadar sepenuhnya nekat berkendara dan berakhir membawa duka bagi orang lain bahkan dirinya sendiri.


“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
(QS. Al-Maidah : 90)

*khamar adalah segala sesuatu minuman dan makanan yang bisa menyebabkan mabuk.


Islampos :
Perlu diingat bahwa alkohol hanyalah salah satu bentuk zat kimia. Zat ini juga digunakan untuk berbagai keperluan lain seperti dalam desinfektans, pembersih, pelarut, bahan bakar dan sebagai campuran produk-produk kimia lainnya. Untuk contoh-contoh pemakaian tersebut, maka alkohol tidak bisa dianggap sebagai khamar, oleh karenanya pemakaiannya tidak dilarang dalam Islam.

Sebaliknya, jenis obat-obatan seperti psikotropika dan narkotika, walaupun mereka tidak mengandung alkohol, dalam pandangan Islam mereka dikategorikan sebagai khamar yang hukumnya haram/terlarang.

Ada orang yang mengaku tidak mabuk walaupun minum minuman keras dalam jumlah yang banyak. Untuk orang seperti itu apakah dihalalkan (diperbolehkan) untuknya minum minuman keras?
Aturan larangan (pengharaman) minuman keras (khamar) berlaku untuk seluruh umat Islam serta tidak ada perkecualian untuk individu tertentu. Yang dilarang dalam Islam adalah tindakan meminum khamar itu sendiri, terlepas apakah si peminum tersebut mabuk atau tidak.

Minuman keras itu berbahaya karena merusak otak dan pikiran kita. Saat mabuk, kita jadi tidak sadar akan apa yang kita ucapkan dan kita lakukan. Sehingga ada yang memaki-maki teman dan keluarganya saat mabuk. Bahkan ada yang berkelahi dan membunuh. Yang berzina dan memperkosa saat mabuk pun tidak terhitung.

Kedokteran menetapkan bahwa kecanduan terhadap minuman keras menyebabkan perubahan sel-sel jantung yang hidup menjadi berbagai serabut mati yang tak berguna bagi tubuh manusia. Proses penyerabutan jantung sebagai pengairan dalam perut yang pada akhirnya seorang yang menderita penyakit itu bisa diantarkan ke ambang kehancuran.

Terlalu sering meminum minuman mengandung alkohol juga dapat mengakibatkan terjadinya peradangan pada pangkreas. Sel-sel pangkreas akan kehilangan kemampuannya untuk mensuplai berbagai hormon dan enzim, yang mengakibatkan timbulnya penyakit kencing manis dan kekurusan secara drastis karena tidak adanya kemampuan usus untuk menghisap berbagai minyak. Tidak mungkinnya penyerabutan jantung dan peradangan pada pangkreas adalah salah satu alasan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mengharamkan minuman keras kepada hamba-hambanya.

Pengaruh buruk minuman keras juga dapat timbul pada ulu hati, karena secara ilmiah terbukti bahwa ketika seseorang meminum minuman keras atau minum bebrapa kapsul obat penenang yang kuat (berdosis tinggi) di sela-sela 24 jam, maka detak jantung akan bertambah banyak dari biasanya, sekitar dua belas denyutan dalam satu menit. Kerja tambahan (ekstra) bagi hati ini akan berpengaruh pada otot dan syarafnya.

 
Alkohol yang terdapat dalam minuman keras juga memiliki pengaruh buruk terhadap syaraf. Minuman beralkohol semakin melemahkan pusat-pusat otak bagian atas, seperti otak yang khusus untuk merasa malu atau orang bilang “urat malu” dan taku, itu sebabnya mengapa orang yang sedang mabuk karena alkohol selalu merasa PD dan tak pernah takut apa-apa. Namun jika menuman tersebut semakin banyak dikonsumsi oleh seseorang akan berakibat pada sikapnya yaitu timbulnya sikap malas segala hal termasuk berpikir, dan hilangnya kesadaran serta penginderaannya. Orang yang sedang mabuk akan berubah tingkah lakunya dari derajat kemanusiaan kepada perilaku binatang.

Yang paling berbahaya lagi adalah jika seseorang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jangka waktu yang panjang sehingga menimbulkan ketagihan, maka indera perasa dan nalarnya melemah sampai akhirnya sampailah pada tingkatan kegilaan atau bahkan lumpuh. Hal ini dikarenakan alkohol sangat berpengaruh pada lapisan (kulit) otak (cerebral cortex) yaitu bagian yang bertanggung jawab untuk berpikir, mengindera dan arbittrase syaraf, akibatnya, indera perasanya tak berfungsi, keseimbangannyapun akan goyah, dan kesadarannya akan sirna.

Keadaan orang mabuk ini menjelaskan pada kita mengenai pengaruh alkohol, dapat kita lihat misalnya ketika mereka berjalan maka jalnnya mereka sempyongan, tidak peduli terhadap mobil yang datang menabraknya.

Dari itu semua, jelaslah bagi kita hikmah ilmiah baik dalam bidang kedokteran, sosial maupun kejiwaan mengenai pengharaman minuman keras. Sehingga, membuat orang mau mengangan-angankan ayat-ayat Al-Qur’an yang turun dalam rangka mengharamkan minuman keras di hadapan mukjizat ilmiah yang begitu indah dalam mempersonifikasi berbagai penyakit yang sanggup merusak diri manusia. Yakni, manusia yang menentang penjelasan Al-Qur’an kepada penggunaan lafaz “fajtanibuu” yang lebih dalam dari sekedar pengharaman dikatakan oleh para ahli fikih bahasa.
 
Mengapa minuman beralkohol dilarang dalam Islam, padahal sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minuman tersebut memberikan manfaat?

Islam bukan tidak mengetahui sisi manfaat khamar, namun dalam pandangan Islam dampak kerusakan khamr dalam kehidupan manusia jauh lebih besar dari manfaat yang bisa diperoleh. Hal ini dinyatakan di dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 219 yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”

Beberapa orang menganggap alkohol ini minuman yang wajib ada disetiap acara tradisi dan bahkan acara sakral, ada juga yang menjadikan alkohol sebagai pelarian dari masalah (dan sebenarnya malah memperburuk masalah), adapula yang menganggapnya minuman penghangat saat musim dingin, tapi masih banyak cara untuk mengatasi beberapa hal tersebut tanpa menyentuh barang yang dengan prosentase lebih besar bisa menimbulkan kerugian.

Islam punya penjabaran setiap hal yang terkandung dalam dalil baik itu berupa perintah maupun larangan. Perintah dalam Islam selalu mengandung hal yang mendorong kita pada kebaikan, begitupula setiap larangan pun juga dengan tujuan untuk menghindarkan kita dari keburukan dan bahaya bagi diri kita sendiri. So keep wise... Dan jangan salah serta gegabah dalam memaknai setiap hal.

Wallahu alam...
Semoga membawa manfaat...

Wassalam...

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art