Label: ,

Isu LGBT di Negeri

Assalamualaikum..
Bismillah...



Mumpung ada mood nulis di blog mari yuk bercuap-cuap, semoga cuap-cuapnya mengandung manfaat dan tidak membawa mudharat. Aamiin...

Saya memang cuma muslimah biasa yang bisa dibilang beranjak dewasa, umurnya hampir mencapai seperempat abad, semakin bisa melihat segala sesuatu semakin dalam, dan apa-apa dipikir, serasa kepo, serasa ingin tahu, tapi saya rasa ini sah-sah saja.

Ini juga tameng lah buat saya, untuk nggak cuek sama semua isu, sekalipun itu nggak berpengaruh langsung sama saya tapi setidaknya saya mencoba mencari pemahaman dan pembanding agar saya bisa menghindari apa-apa yang mainstream tapi nyatanya salah. Meskipun intelijen saya nggak sampai kesana, tapi saya benar-benar curiga banyak konspirasi dan kong x kong... healaaaah

Kayaknya berita kok makin aneh-aneh, nggak sekedar keluhan harga beras naik atau rupiah yang anjlok. Bukan masalah kemasyarakatan dan pemerintahan pada umumnya, tapi sudah menyentuh ranah yang lebih sensitif mengenai moral dan pendidikan bahkan agama, akhir-akhir ini kok ngerasa ada yang sengaja mau ubek-ubek soal itu.

Kolom agama di KTP mau dihapus lah...
Pelajaran agama mau ditiadakan lah...
Kurikulum mengenai Nabi Muhammad mau direvisi dan lebih dicenderungkan ke tema radikal lah...

SubhanAllah, saya sebagai muslimah kok ngerasa sakit hati banget ya...
Kadang kala yang mau buat kebijakan itu adalah orang yang ngaku beragama Islam, makin-makin dah ngerasa banyak musuh di dalam selimut. Seorang berhijab dan pake rok, yang katanya sih tokoh di DPR dan tampilannya kayak kita-kita yang muslimah tapi dia bilang pelajaran agama ditiadakan aja biar negara maju...
Astaghfirullah...  speechless. Jahat banget, udah gitu mikirnya pas pertama kali baca...

Satu lagi yang lagi hot dan bener-bener bikin kepala panas...

Isu LGBT...

MasyaAllah, kok kayaknya bener ya kata-kata mutiara tentang 'Jaman sudah edan' dan 'kiamat sudah dekat'??

Lesbi... Gay... Biseksual.... Transgender...

Dengernya merinding disko, kayaknya denger hal itu dulu kayak dengerin alien... asing dan ihhh... ogah banget tahu dah pokoknya tentang mereka...

Pengidap LGBT sebenarnya udah ada di jaman Nabi ya... Khususnya jaman Nabi Luth yang kisahnya di Al-Qur'an sudah sering dikumandangkan dimana-mana. Yang beragama Islam pasti tahu deh kalau LGBT itu dilarang keras dan haram dalam agama.

Ini salah satu ayatnya :
"Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita (istri), malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.(QS. Al A'raf : 80-81)


Sebenarnya kaum Nabi Luth adalah kaum yang suka bergotong royong dan bersatu padu. Tapi namanya setan tidak suka jika manusia berada di jalan yang benar, maka ia mempengaruhi mereka untuk melakukan perbuatan hina yaitu salah satunya menjadi kaum gay, sehingga Nabi Luth peringatan, dan kaum tersebut malah hendak mengusir sang Nabi.

Lebih dari itu ,Luth memperingatkan bahwa 'malapetaka akan segera diturunkan jika mereka tidak berhenti dari perbuatan itu' justru ditanggapi dengan tantangan agar kutukan Tuhan ditimpakan kepada diri mereka sendiri,karena mereka tak peduli.

Nabi Luth akhirnya menyadari kalau mereka tidak dapat diberi peringatan atau pengertian lagi.Mereka bagai virus mematikan yang terus menginfeksi sekelilingnya dan tak ada cara lain kecuali dengan mengamputasi mereka alias dimusnahkan.

Nabi Luth as kemudian berdoa kepada Allah,biasanya yang dia minta adalah petunjuk dan hidayah agar kaumnya sadar kembali ke jalan yang benar. Namun sayangnya kali ini beliau meminta agar kaumnya di azab. Demi tidak menjalarnya virus amoral ke daerah-daerah lainnya, Nabi Luth sudah rela bila kaumnya dihukum.

Singkatnya, Allah menimpakan azab yang keras bagi pelaku LGBT dikala jaman Nabi Luth kala itu.

***



Ini kisah yang mencontohkan dan menceritakan bahwa kaum gay seperti itu dulu juga ada, dan perbuatan ini membuat geram Nabi dan membuat Allah murka. Ini adalah virus amoral, jika banyak pihak berdalih HAM untuk membiarkan mereka, maka yang bisa terjadi adalah virus ini bisa meluas lebih lebar lagi. Dan SubhanAllah, bisa hancur generasi kita jika banyak orang yang mengidap hal semacam ini.

Saya tidak bisa dan tidak berhak menghakimi seperti apa menanggulangi LGBT. Tentu saja, tidak serta merta kita mengartikan 'memusnahkan' LGBT dengan jalan kekerasan apalagi pembunuhan. Tapi lebih ke rehabilitasi dan menyembuhkan. Kita memang tidak tahu prosentase keberhasilan menyadarkaan kaum yang terlanjut LGBT ini besar atau tidak. Tapi kita harus ada upaya untuk menangkal, setidaknya mencegah agar virus ini tidak menjalar dan yang lebih parah mengajak orang lain agar terbiasa dan menganggap biasa hal seperti ini.

Kagetnya saya ketika hal mengenai LGBT bukan saja sudah dikumandangkan di Barat tapi orang-orang di negeri kita mulai latah untuk ikut menyuarakan Hak Asasi para LGBT ini. Bukan saja orang-orang biasa, tapi artis bahkan orang pemerintahan juga mulai membuat wacana-wacana yang bikin saya sekali lagi menarik nafas dalam-dalam.

Entah mereka itu kaum liberal, kaum yang mengaku penjunjung HAM atau kaum yang dicurigai bahwa mereka juga sebenarnya LGBT.

Dulu, saya kira LGBT itu semacam AIDS, hal yang yaaaa begitu.... aib. Yang sangat memalukan untuk diketahui dan ditunjukkan pada orang lain, juga nggak berhak mendapat pembelaan apapun selain dibantu soal penyembuhan dan pengidapnya saya kira juga nggak banyak. Tapi... beberapa waktu lalu saya dengar dari teman saya yang sempat berkecimpung di dunia semacam modelling, entertain atau berkenalan dengan kaum 'necis' lainnya, teman saya yang ceriwis dan suka menceritakan semua hal dari A - Z ini menceritakan kenyataan berkiprahnya kaum gay yang dia lihat dengan matanya sendiri...

"Ini nular, kadang yang nggak begitu kalau udah sering kumpul sama yang begitu ya jadi gitu juga...
Ada yang punya pacar cewek cuma buat kedok aja... Ciri-cirinya begini.... (bla bla bla) Dia ngelihat cewek pake pakaian seksi aja nggak tertarik bahkan kelihatan jijik..."

Dan bla... bla...

Saking banyaknya ceritanya saya sampai pening, nggak nyangka kalau anak-anak negeri kita banyak yang begitu juga. Sempet shock karena nggak ngira aja kalau anak Indonesia juga kena wabah hal semacam itu. Soalnya setahu saya negeri kita kan negeri yang bermoral dan menjunjung agama, tapi kok kayak gini banyak...

Apa mungkin ada pengaruh kuat sejak pendidikan dari rumah, mengenai agama dari keluarga, orang tua mereka nggak mengawasi dengan siapa anaknya bergaul, atau ya karena mereka juga sudah dewasa dan hal-hal semacam itu sudah diluar kendali. 

Jujur saja ini sedikit menakutkan...
Buat kita-kita yang jomblo, melihat laki-laki jadi makin banyak curiga dan takutnya. Permasalahan yang diwaspadai bukan hanya selingkuh dengan wanita lain, tapi malah dengan pria juga... Aduuuuh amit-amit. Jangan sampeeeeee.... Jijiiiiiiiiiiiii

Juga buat yang sudah jadi orang tua.
Ini akan semakin mencemaskan karena kita nggak akan mudah memfilter siapa-siapa yang berteman dengan anak dan pengaruh apa yang bisa diberi.

Sama pula dengan gay... begitu pula dengan lesbi, kaum biseksual dan transgender yang mengubah kelamin dirinya, semua dosa besar karena telah merubah fitrah dan ciptaan Allah. Itu perbuatan hina yang harus dibina.

Bagi saya pelajaran di sekolah itu bisa saja yang diberi sekedarnya dan diserap seadanya, jadi buat kita sebagai keluarga maupun kerabat dekat harus rajin-rajin memberi pemahaman dan pendidikan mengenai ini terutama agama. Mungkin saja para kaum LGBT menganggap perbuatan mereka tidak ada maksud untuk merugikan orang lain tapi mengenai mereka sendiri, tapi dengan pemantapan agama... diharapkan seseorang akan takut melanggar perintah Tuhannya yang Maha Melihat dan Maha Mengadili. Mereka harus paham bahwa Allah melarang dan Allah akan memberi hukuman jika tetap melanggar (hukuman di dunia atau di akhirat).

Bagi pemerintah dan artis yang ingin ikut-ikutan mendukung Hak LGBT, tolonglah dibuka hati nuraninya. Apa jadinya jika hal itu menjangkit anak atau saudara anda, apakah anda sanggup jujur dari lubuk hati bahwa anda ikhlas dan bahagia melihat itu? Kenapa kalian nggak bisa membuka mata untuk melihat mana yang baik dan yang buruk. Baik bukan dengan melindungi yang buruk tapi memperbaiki..
Mari perbaiki negeri ini dengan moral yang baik lebih dulu, pasti kebaikan yang lain akan menyusul.


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrîm/66:6]

Berikut ulasan dari voa-islam Penyakit Gay Bukan Karena Turunan Genetik, Ini Cara Mengobatinya

Wallahualam
Sekian semoga bermanfaat...

Wassalam..

Label:

Contoh nyata alasan Islam mengharamkan minuman alkohol

Assalamualaikum...
Bismillah...



Meskipun bukan 'rahasia umum' bahwa alkohol itu punya banyak hal negatif dan sering menimbulkan hal yang negatif pula, tapi saya heran kok ada juga yang masih mempertanyakan kenapa Islam mengharamkan alkohol. Apa-apa kok dilarang? Ada yang komentar gitu...
Yang semakin gila dan bikin elus-elus dada, ada kabar berhembus bahwa ada sesosok di pemerintahan Indonesia mau melegalkan minuman keras, bahkan 'merestui' adanya pabrik minuman haram itu berdiri di Indonesia. Gleeeeekkk ~

Astaghfirullah... kalau lihat berita di internet maupun TV makin bikin kerutkan kening saja, ada apa sih dengan dunia ini? Makin nyentrik saja... Meskipun kita memang kudu selalu tabbayun dengan setiap berita yang kita lihat atau dengar.

Kalau melarang hal buruk dianggap membatasi, maka jadilah nggak bisa dibayangkan betapa kacaunya dunia ini.
"Jika kau tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesukamu..." (Nabi Muhammad)
"Hiduplah sesukamu, tapi ingat sesungguhnya kamu akan mati. Berbuatlah sesukamu, tapi ingat sesungguhnya kamu akan dibalas." (Malaikat Jibril)
Bukan cuma 1 - 2 kasus di seluruh dunia yang timbul karena orang yang mengkonsumsi alkohol, entah itu menimbulkan kecelakaan maupun kerugian lain terhadap diri sendiri maupun orang lain. Karena ketika orang sudah mengkonsumsi alkohol, maka dia akan kehilangan kesadaran dan bisa melakukan apapun tanpa dia bisa kendalikan dengan kesadaran penuh.

Dia bisa mengatakan hal yang sebenarnya tidak ingin dia katakan, dia bisa melakukan sesuatu yang kemudian dia sesali ketika dia sadar, seperti contohnya tindakan asusila yang pernah menimpa dua artis yang sedang mabuk kemudian mengakibatkan kehamilan padahal mereka tidak saling suka dan itu dilakukan diluar kesadaran. Naudzubillah... sungguh buruk sekali. 

Dan ini hanya segelintir contoh kasus yang akhir-akhir ini terjadi :

Ini adalah update status teman di facebook beberapa waktu lalu... Dia mengingat kembali meninggalnya saudara kendungnya yang di akibatkan oleh pengendara yang minum alkohol :

 Dan ini berita yang baru saja terjadi beberapa hari dan ramai di media..


Melihat berita-berita semacam ini kita pasti geram kan kenapa pengendara yang tidak sadar sepenuhnya nekat berkendara dan berakhir membawa duka bagi orang lain bahkan dirinya sendiri.


“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
(QS. Al-Maidah : 90)

*khamar adalah segala sesuatu minuman dan makanan yang bisa menyebabkan mabuk.


Islampos :
Perlu diingat bahwa alkohol hanyalah salah satu bentuk zat kimia. Zat ini juga digunakan untuk berbagai keperluan lain seperti dalam desinfektans, pembersih, pelarut, bahan bakar dan sebagai campuran produk-produk kimia lainnya. Untuk contoh-contoh pemakaian tersebut, maka alkohol tidak bisa dianggap sebagai khamar, oleh karenanya pemakaiannya tidak dilarang dalam Islam.

Sebaliknya, jenis obat-obatan seperti psikotropika dan narkotika, walaupun mereka tidak mengandung alkohol, dalam pandangan Islam mereka dikategorikan sebagai khamar yang hukumnya haram/terlarang.

Ada orang yang mengaku tidak mabuk walaupun minum minuman keras dalam jumlah yang banyak. Untuk orang seperti itu apakah dihalalkan (diperbolehkan) untuknya minum minuman keras?
Aturan larangan (pengharaman) minuman keras (khamar) berlaku untuk seluruh umat Islam serta tidak ada perkecualian untuk individu tertentu. Yang dilarang dalam Islam adalah tindakan meminum khamar itu sendiri, terlepas apakah si peminum tersebut mabuk atau tidak.

Minuman keras itu berbahaya karena merusak otak dan pikiran kita. Saat mabuk, kita jadi tidak sadar akan apa yang kita ucapkan dan kita lakukan. Sehingga ada yang memaki-maki teman dan keluarganya saat mabuk. Bahkan ada yang berkelahi dan membunuh. Yang berzina dan memperkosa saat mabuk pun tidak terhitung.

Kedokteran menetapkan bahwa kecanduan terhadap minuman keras menyebabkan perubahan sel-sel jantung yang hidup menjadi berbagai serabut mati yang tak berguna bagi tubuh manusia. Proses penyerabutan jantung sebagai pengairan dalam perut yang pada akhirnya seorang yang menderita penyakit itu bisa diantarkan ke ambang kehancuran.

Terlalu sering meminum minuman mengandung alkohol juga dapat mengakibatkan terjadinya peradangan pada pangkreas. Sel-sel pangkreas akan kehilangan kemampuannya untuk mensuplai berbagai hormon dan enzim, yang mengakibatkan timbulnya penyakit kencing manis dan kekurusan secara drastis karena tidak adanya kemampuan usus untuk menghisap berbagai minyak. Tidak mungkinnya penyerabutan jantung dan peradangan pada pangkreas adalah salah satu alasan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mengharamkan minuman keras kepada hamba-hambanya.

Pengaruh buruk minuman keras juga dapat timbul pada ulu hati, karena secara ilmiah terbukti bahwa ketika seseorang meminum minuman keras atau minum bebrapa kapsul obat penenang yang kuat (berdosis tinggi) di sela-sela 24 jam, maka detak jantung akan bertambah banyak dari biasanya, sekitar dua belas denyutan dalam satu menit. Kerja tambahan (ekstra) bagi hati ini akan berpengaruh pada otot dan syarafnya.

 
Alkohol yang terdapat dalam minuman keras juga memiliki pengaruh buruk terhadap syaraf. Minuman beralkohol semakin melemahkan pusat-pusat otak bagian atas, seperti otak yang khusus untuk merasa malu atau orang bilang “urat malu” dan taku, itu sebabnya mengapa orang yang sedang mabuk karena alkohol selalu merasa PD dan tak pernah takut apa-apa. Namun jika menuman tersebut semakin banyak dikonsumsi oleh seseorang akan berakibat pada sikapnya yaitu timbulnya sikap malas segala hal termasuk berpikir, dan hilangnya kesadaran serta penginderaannya. Orang yang sedang mabuk akan berubah tingkah lakunya dari derajat kemanusiaan kepada perilaku binatang.

Yang paling berbahaya lagi adalah jika seseorang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jangka waktu yang panjang sehingga menimbulkan ketagihan, maka indera perasa dan nalarnya melemah sampai akhirnya sampailah pada tingkatan kegilaan atau bahkan lumpuh. Hal ini dikarenakan alkohol sangat berpengaruh pada lapisan (kulit) otak (cerebral cortex) yaitu bagian yang bertanggung jawab untuk berpikir, mengindera dan arbittrase syaraf, akibatnya, indera perasanya tak berfungsi, keseimbangannyapun akan goyah, dan kesadarannya akan sirna.

Keadaan orang mabuk ini menjelaskan pada kita mengenai pengaruh alkohol, dapat kita lihat misalnya ketika mereka berjalan maka jalnnya mereka sempyongan, tidak peduli terhadap mobil yang datang menabraknya.

Dari itu semua, jelaslah bagi kita hikmah ilmiah baik dalam bidang kedokteran, sosial maupun kejiwaan mengenai pengharaman minuman keras. Sehingga, membuat orang mau mengangan-angankan ayat-ayat Al-Qur’an yang turun dalam rangka mengharamkan minuman keras di hadapan mukjizat ilmiah yang begitu indah dalam mempersonifikasi berbagai penyakit yang sanggup merusak diri manusia. Yakni, manusia yang menentang penjelasan Al-Qur’an kepada penggunaan lafaz “fajtanibuu” yang lebih dalam dari sekedar pengharaman dikatakan oleh para ahli fikih bahasa.
 
Mengapa minuman beralkohol dilarang dalam Islam, padahal sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minuman tersebut memberikan manfaat?

Islam bukan tidak mengetahui sisi manfaat khamar, namun dalam pandangan Islam dampak kerusakan khamr dalam kehidupan manusia jauh lebih besar dari manfaat yang bisa diperoleh. Hal ini dinyatakan di dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 219 yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.”

Beberapa orang menganggap alkohol ini minuman yang wajib ada disetiap acara tradisi dan bahkan acara sakral, ada juga yang menjadikan alkohol sebagai pelarian dari masalah (dan sebenarnya malah memperburuk masalah), adapula yang menganggapnya minuman penghangat saat musim dingin, tapi masih banyak cara untuk mengatasi beberapa hal tersebut tanpa menyentuh barang yang dengan prosentase lebih besar bisa menimbulkan kerugian.

Islam punya penjabaran setiap hal yang terkandung dalam dalil baik itu berupa perintah maupun larangan. Perintah dalam Islam selalu mengandung hal yang mendorong kita pada kebaikan, begitupula setiap larangan pun juga dengan tujuan untuk menghindarkan kita dari keburukan dan bahaya bagi diri kita sendiri. So keep wise... Dan jangan salah serta gegabah dalam memaknai setiap hal.

Wallahu alam...
Semoga membawa manfaat...

Wassalam...

Label: ,

Logika Teroris dan Aliran Sesat

Assalamualaikum...
Bismillah... 
Sudah lama banyak hal mengusik pikiran saya, jiah. Tentu saja bukan perkara asmara maupun utang, hehe. Tapi mengenai hal yang lebih penting lagi. Mengenai kemanusiaan, kehidupan, kedamaian dan menyangkut agama yang saya anut, Islam.

Kebaikan dan iman yang ada di diri saya mungkin nggak ada 5% nya dari milik Nabi, tapi mengenai sedikit hal saya bisa merasakan apa yang dikatakan dan dirasakan Nabi Muhammad SAW. "Nabi tidak marah meskipun dihina, tapi Nabi akan marah jika hukum Allah di permainkan."

Melihat segala peristiwa yang berseliweran akhir-akhir ini yang dibicarakan di media dan pemberitaan manapun, membuat dada saya terasa sesak, sejenak kepala menjadi panas dan hati terasa sedih. Ya Allah... jaman apakah ini? So cruel...

Teroris... 
Bom meledak darr... darr... darrr...
Nyawa tak bersalah melayang, pelakupun ikut meregang nyawa, dengan niat awal sebagai ksatria dengan iman melompong, otak kosong dan ideologi melenceng jauh.
Kenapa saya berani bilang seperti itu. Saya yakin, orang yang benar-benar belajar Islam tidak mungkin melakukan hal useless semacam itu di hidupnya.
Dan setiap kejadian seperti itu terjadi, seluruh dunia lalu seperti serempak memandang kita yang menyandang status sebagai 'muslim' dengan tatapan mendakwa.

Setiap semua tuduhan dan rimpah ruah mengenai itu mulai mereda, kejadian yang baru terjadi lagi dan lagi seperti ingin membuat rantai asumsi keburukan pada Islam tidak akan terputus.

Bom Bali, Bom Marriot Jakarta, Bom Boston, WTC, Bom Paris, Bom Mumbai, Bom Istanbul, dan yang terakhir terjadi lagi di Jakarta...  Dan yang lain-lain...

Memakai nama Al-Qaeda, Al-Islamiyah, ISIS (Islamic State of Iran and Syria)....
Menggunakan bendera dengan bertuliskan asma Allah dan Nabi Muhammad bahkan lengkap dengan lafadz Laa ilaha ilallah...

So disturbing... So disgusting
They're so bad, they're so awful...
They're evil..



Benar-benar mengusik hati. Jika umpatan tidak dilarang dalam Islam, saya ingin sekali mengumpat pelakunya dan semua orang dibalik itu dengan segala umpatan di dunia ini dengan semua bahasa.

Kemudian aliran sesat seperti Ahmadiyah, Syiah, Gafatar, dan semacamnya yang membuat berbagai nama tapi tetap saja melekatkan nama Islam pada mereka.

Nikah Mut'ah, melukai diri sendiri, menghina orang-orang terdekat Nabi, membujuk orang hingga mereka hilang dari keluarganya dan perilaku-perilaku lainnya yang sangat tidak masuk akal, tidak baik, sangat nyeleneh dan tentu saja...

JAUH DARI ISLAM...

Dibalik banyak cerita orang yang mulai berhijrah, mulai menjadi baik setelah belajar Islam, banyak pula yang berusaha untuk menghancurkan nama  Islam selangkah demi selangkah, namun memakai topeng sebagai muslim.

Seperti semburan air dan api yang bertarung pada satu titik.

Umat Islam sedang diuji...

Entah... Mungkin peringatan Allah, agar kita sebagai muslim bisa lebih kuat dan lebih dalam untuk mempelajari agamanya, mampu berlaku sesuai dengan ajaran agama kita..
Kadang kita merasa aman dengan zona nyaman, sehingga semua ini terjadi agar membangkitkan semangat perjuangan umat muslim kembali..
Membela dan menunjukkan bagaimana Islam yang sebenarnya...

Sedih... sedih banget...
Sangat berduka.
Meski saya miskin ilmu tapi saya muslimah yang mengenal Islam.
Saya tahu betul apa yang diajarkan Islam, bagaimana prinsipnya, bagaimana akidahnya.
Sampai pingin berteriak dan ingin tahu bagaimana memecahkan semua kesalahpahaman ini.

Islam yang membuat saya bahkan tidak bisa membunuh semut kecil tanpa sebab.
Islam yang membuat saya terus menyesal dan berdosa jika sedikit saja melukai perasaan orang.

Tidak ada kepentingan orang muslim untuk membunuh orang yang tidak sependapat dengannya.
Bahkan jika terjadi perdebatan, Islam menyuruh kita meninggalkan saja tempat dimana perdebatan itu terjadi, Allah bahkan menjanjikan surga untuk orang yang meninggalkan perdebartan.
Tidak menyuruh kita memenangkan perdebatan meskipun benar, apalagi menyerang seseorang yang berbeda dengan kita.

Islam pula yang menyuruh kita untuk tiga kali mengingatkan diri untuk tidak gampang emosi, ketika teman Nabi meminta nasehat pada beliau, beliau hanya menyampaikan, "Jangan Marah... Jangan Marah... Jangan Marah."

Mana ada hal gegabah yang boleh dilakukan dalam Islam...
Sementara orang-orang itu menggunakan nama dan atribut 'Islami' untuk melancarkan kejahatan dan kekejian. Padahal orang Islam yang sesungguhnya sama sekali tidak seperti itu...

Dalam Al-Qur'an kita boleh memerangi orang jika kita diperangi!
Perangnya pun beda dengan apa yang terjadi saat ini...
Tidak boleh seperti teroris yang bom bunih diri...
Menaruh bom di tempat keramaian di tengah rakyat sipil...
Tidak boleh menjatuhkan granat seperti yang di lakukan Israel...
Tidak boleh bersembunyidi balik dinding lalu melempar mariam seperti yang dilakukan teroris Israel terhadap Palestina.
Tapi perang yang benar dalam Islam adalah yang face to face, yang gentleman... 

Berikut ilustrasinya. Ini adalah gambar peperangan mahabrata, tapi bisa jadi contoh untuk penggambaran bagaimana cara perang yang di perbolehkan dalam Islam.

Gambar hanya ilustrasi (Gambar Mahabrata)
Yups, perangnya saling berhadapan ya... 
Dengan pemimpin perang paling depan, bukan yang sembunyi dibalik ketiak prajuritnya. Hmmm

Ini luka dalam bagi kami sebagai muslim...
Ini bencana dan kesedihan, dan orang-orang masih terus mengorek luka itu dengan berpandangan bahwa itu semua benar-benar mewakilkan Islam.
Terus menaruh curiga dan tuduhan jahat pada muslim.

Ini semua adalah berkat...
Kekuasaan...
Uang...
Di dunia yang tidak adil ini kedua hal itu bisa memenangkan apapun.
Mereka mengalirkan dana besar, membuat proyek panjang yang besar dengan mengkambing hitamkan nama Islam, dengan menggunakan nama Islam sebagai topengnya.
Itu semua hanya agenda pribadi golongan tertentu...
Ini bukan khayalan kaum muslim, coba buka mata lebih lebar...

Sayangnya masih banyak diantara orang-orang di sekitar dan di dunia ini yang menelan mentah-mentah apa yang terlihat di media, dan tidak melihat sisi sebenarnya dari seorang muslim di sekitar mereka.

Meski sebenarnya banyak pula yang sudah mulai menyadari hal ini. Mereka tahu ini sama sekali bukan perwakilan Islam, justru sebaliknya..

Mereka sadar Islam lah sedang diperangi, dihancurkan. Belum cukup mereka membunuh ribuan nyawa tak berdosa di negara-negara  seperti palestina, lebanon, suriah, mereka menghancurkan imej Islam dengan memakai atribut Islam dan melakukan kekejian. Mereka begitu tersistematis, terorganisir bahkan sumber dana mereka mungkin tidak terbatas. Yups, singkatnya ini konspirasi besar tokoh-tokoh dunia yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan seorang rekan non muslim kami pernah mengatakan pada kami bahwa dia tahu bahwa ini semua dalang negara adidaya... Ada yang mengakui, bahkan ISIS punya alamat IP yang sama dengan alamat IP pemerintahan salah satu negara barat. ISIS bukannya menyelamatkan negara Palestina dan Suriah, sebaliknya mereka sudah membunuh ratusan ribu muslim.. Hello... bukankah ini sudah jelas bahwa mereka bukan muslim? Muslim yang disini mati-matian cari amal untuk membangun rumah sakit, membelikan makanan dan selimut dan disana yang bawa-bawa nama 'Islam State' malah membunuh? So obvious fake!

ISIS juga dikabarkan teroris terkaya, mana ada begini... tahu sendiri Islam bukan penguasa ekonomi saat ini. Meskipun saya yakin akan ada kejayaan dan memang pernah ada kejayaan untuk Islam nantinya, sesuai Al-Qur'an, bahwa Allah mempergilirkan kejayaan.

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Qur'an. Ali Imran -140)


Belum lagi kejadian di Istanbul, yang terjadinya bom di dekat masjid. Bukankah hanya psikopat yang mengaku muslim saja yang bisa bisanya mengusik kedamaian rumah ibadahnya sendiri? Apa untungnya? Apa kepentingannya jika muslim melakukan itu dan melukai golongannya sendiri?

Beberapa orang barat sudah ada yang menelisik kejadian ini secara dalam telah menemukan banyak sekali keganjilan pada kejahatan yang mengatasnamakan Islam.  Bahkan sebagian dari mereka malah memutuskan masuk Islam, adapula yang menunjukkan simpatinya terhadap Islam.



Dalam Al-Qur'an sudah disebutkan bahwa orang-orang kafir akan terus membenci keimanan orang muslim dan bahkan 'mengeroyok' muslim bak makanan di atas meja.
Ini semua memang sudah suratan, semua terjadi sepengetahuan Allah. Hanya saja kita yang mengaku mempunyai iman harus bersiap dengan semua ujian, ini salah satunya. Kita harus andil pula untuk mengatasi ujian semacam ini, tidak dengan mengacungkan senjata seperti yang teroris lakukan.
Jauh dari itu, kita cukup menunjukkan diri bahwa kita adalah kaum yang taat dan menjalankan Islam yang sebenarnya. Bela lah agama kita dengan menjalankan perintah yang sebenarnya.

Logika yang bisa saya tangkap adalah bahwa selain semua ini sudah kodrat dimana umat muslim akan ditimpa fitnah yang berjatuhan seperti hujan, fenomena teroris dan semua aliran sesat ini memang skenario mereka untuk membuat Islam semakin terlihat buruk. Mereka bukan umat Islam yang mengaku membela kemenangan Islam namun dengan jalan kekerasan dan pemaksaan. Mereka bahkan sudah menodai kata 'Jihad' yang sebenarnya mempunyai arti mulia, dan Jihad bukan hanya berkaita dengan perang. Seorang lelaki yang bekerja dan menafkahkan harta pada keluarganya pun bisa disebut jihad, namun semua berhasil mereka belokkan menjadi sesuatu yang hanya berdarah-darah.

Saya bukan bersikap sok detektif atau paling ngerti. Tapi umat muslim yang mengenal agamanya, pasti tahu bahwa tindakan seperti ini tujuan dan akibat yang mereka (teroris dan kaum sesat) harapkan adalah Islam akan dijauhi penganutnya yang masih minim ilmu dan dibenci orang-orang yang belum berIslam. Sehingga mereka berharap Islam akan mendapat serangan dari berbagai arah, sulit berkembang dan mungkin musnah dan hilang dari permukaan bumi.

Dengan begitu tidak ada lagi aturan-aturan Tuhan yang terus dikumandangkan dan peringatkan oleh sebagian orang berilmu yang dianggap mereka membatasi hidup mereka. Mereka hanya akan melarikan diri dari kebenaran dan berpayung kedustaan. Allah yang akan membalas semuanya.

Atau dengan hancurnya Islam, maka akan memperlancar agenda besar mereka yang belum kita ketahui. Yah... ini bukan film, tapi ini bukan hanya khayalan..

Teroris yang mempromosikan bahwa Islam adalah agama kekerasan dan keji.
Aliran sesat yang mempromosikan bahwa Islam terpecah belah dan mempunyai banyak ajaran tidak relevan, membuat orang jadi sulit membedakan mana yang Islam asli dan mana yang Islam tipu-tipu.

Ini merupakan jurus mengelabuhi...
Bluuumm!! Bom meledak, asap membumbung... Pandangan tertutup... Samar... tak terlihat mana yang berkulit putih, mana yang berkulit hitam...

Sama... dengan mereka menggelegarkan kejahatan segitu dahsyatnya...
Orang jadi kabur mana yang Islam beneran dan yang KW minus.

Yang baik berhijab, yang jahat ikut-ikutan berhijab kemudian melakukan kejahatan...
Kemudian si baik yang berhijab duluan tadi malah kena getahnya pula, padahal dia tak tahu apa-apa.
Yang hijab panjang dan yang bercadar istri teroris lah, yang berjenggot babenya teroris lah...


Serba salah dah... Masa iya kita kudu ganti penampilan karena gaya kita ditiruin orang jahat?
Maklumlah penampilan orang muslim kan yang paling khas, paling beda, paling gampang buat mereka untuk di jadikan kambing hitam...
Dan alasan lain yang kalau di ulas akan lebih panjang lagi...

Laa Tahzan... Semua muslim yang cinta  agamanya pasti sedih dengan kejadian seperti ini...
Mari kita bela agama kita dengan cara yang indah...
Kita balas kejahatan dengan kebaikan..
Kita balas kebencian dengan cinta..
Kalimat simpel, tapi kita semua tahu ini perlu ikhtiar dan istiqomah yang kuat...
Tapi saya yakin semua mampu menjalankan asal dengan ilmu dan kesadaran.

Rasulullah SAW bersabda, "Umatku ini dirahmati Allah dan tidak akan disiksa di akhirat. Tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan, dan musibah-musibah." (HR. Abu Dawud)

Sekian dulu...
Mohon maaf karena saya menulis ini dengan hati yang sedih sehingga terdengar sedikit emosi..
Saya tidak tahan melihat orang-orang menjadikan agama saya menjadi tameng kejahatan.
Semoga keadaan membaik di dunia ini...

Aamiin.
Wassalam... 

Label:

Dear non muslim, Islam tidak pernah memaksa


Assalamualaikum... 
Bismillah..

Mungkin yang sudah pernah membaca blogku pasti tahu bahwa saya suka membahas sesuatu secara random dan dengan gaya bahasa yang kasual. Apa yang saya bahas biasanya mengenai isu yang sedang beredar maupun hal-hal yang saya alami sendiri.  Kali ini saya ingin membawakan banyak sekali bahasan, mulai dari ISIS, teror paris, Islam dan Amerika dll. Saya akan bahas satu persatu, dan kali ini saya bahas yang masih baru terjadi saja. Sesuai judulnya saya ingin menegaskan bahwa Islam itu tidak pernah memaksa. Memaksa apa? Apa yang membuat saya mengambil bahasan ini?

Mungkin saya pernah membahas mengenai prasangka 'paksa-memaksa' ini sebelumnya, tapi setiap saya menemui suatu hal dan merasa masih banyak menemukan salah paham orang, saya jadi ingin membahas lagi, siapa tahu masih banyak yang berpikiran sama seperti mereka.

Oke.. Dari judul postingan kali ini saya akan menceritakan berdasar pengalaman melihat video dan komentar di internet. Ceritanya begini.. Pada suatu hari saya melihat sebuah acara dokumenter stasiun TV di Korea Selatan melalui youtube yang berjudul “Aku Menikah dengan Perempuan Muslim.” Yang dokumenter ini menceritakan tentang perjalanan hidup pria Korea yang menikahi perempuan muslim asal Uzbekistan.


Melihat topik video ini tentu saya tertarik untuk menonton.  Mungkin isinya memang agak-agak ‘lucu’ karena narator Koreanya yang terdengar begitu asing dengan muslim. Dia begitu heran karena seorang muslim dengan niatnya sholat di tengah-tengah bekerja, sholat di pagi buta, mencintai Tuhan dibanding suami dan berhijab, semua itu dianggap sangat aneh bagi mereka. Sedikit menertawakan dan seakan kayak berkomentar ‘sama agama kok gitu banget’. Tapi disamping itu, yang bikin sakit hati lagi adalah komentar-komentar netizen Korea di video tersebut. Karena saya bisa berbahasa Korea, jadi saya tahu artinya.. 
‘Kenapa ada orang-orang seperti itu tinggal di negara kita.’
‘Kalian jangan berkomentar banyak kalau tidak mau diserang seperti Paris.”
‘Kalau tidak mau menghargai budaya kita, jangan tinggal di negara kita’
‘Kami tidak mau ada muslim di Korea’
Dll. 
Benar-benar menyakitkan hati, saya tidak mau meneruskan membaca itu semua. Sebenarnya saya sering berbincang dengan orang Korea lewat sosial media maupun bertemu langsung. Entah memang bejonya saya atau gimana, setiap orang Korea itu tidak memandang sebelah tentang status saya sebagai muslim. Kebanyakan dari mereka open minded, selama kita hanya membicarakan hal lain yang tidak menyinggung urusan pribadi masing-masing.

But Qur'an have said....

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (Qur'an. 6:33)

Maka dari itu dengan membaca komentar itu saya sedikit kaget. Ternyata banyak juga orang Korea yang rude seperti itu. Tapi ya wajar sih.. mereka kan negara non-muslim yang asing dengan Islam dan otomatis mudah terpengaruh dengan berita-berita dunia seperti ini yang terus memojokkan muslim. Nggak heran..  

Sebenarnya bagaimana sih tanggapan mereka tentang Islam?
Melalui video itu saya memberanikan diri menuliskan komentar dalam Bahasa Korea, biar mereka menanggapi. Saya bertanya apa yang membuat mereka berpandangan seperti itu membuat saya sebagai muslim jadi takut masuk diantara mereka. Salah satu orang Korea menanggapi sangat panjang dengan isi kurang lebih..

‘Kami tidak suka dengan orang muslim yang memaksakan kepercayaan mereka pada orang lain dan  keluarganya serta tidak menghargai nilai budaya Korea. Kami akan terbuka pada orang luar negeri yang menghormati budaya kami, tapi tidak dengan orang yang tidak begitu.’

Saya tahu kenapa dia berkomentar seperti itu, karena di dalam video tersebut perempuan Uzbekistan itu memang meminta suaminya masuk Islam jika ingin menikah dengannya. Setelah suaminya masuk Islam, dia juga melarang suaminya minum bir, makan babi dan juga merokok. Bagi orang Islam itu wajar dan sepatutnya karena tiga hal itu memang buruk. Dia melarang hal itu pada suaminya tak lain demi kebaikan suami sendiri.


Tapi bagi orang Korea? Itu sebuah peraturan mengekang dan tidak masuk akal. Seperti sebuah pemaksaan yang mungkin bahkan bagi mereka melanggar hak asasi. Karena di Korea, acara pertemuan resmi maupun tidak bersama teman dan kerabat selalu ada setidaknya dua hal yaitu babi dan bir. Nah, begitu seorang Korea menjadi muslim itu seakan ia tak bisa apa-apa dan seperti kekurangan menikmati hidup. Padahal sama sekali tidak demikian.. 

Apa yang kemudian saya jelaskan dan saya jawab pada orang Korea tersebut akan saya tuliskan disini beserta penjabarannya yang lebih panjang.. 
Saya tidak tahu apa yang membuat orang beranggapan bahwa Islam itu memaksa. Ataukah mereka memang pernah dipaksa? 


‘Ayo! Kamu harus masuk agama Islam.’ Apa ada orang yang 'muslim sungguhan' mengatakan itu?
Yang biasa saya lihat, muslim itu biasanya hanya menjelaskan :
‘Agama saya seperti ini sehingga saya harus begini,'
'Kepercayaan kami seperti ini sehingga kami tidak boleh melakukan ini.'
'Maaf kami tidak bisa melakukan ini karena agama kami melarang’. 


Terdengar menjengkelkan bagi yang lain karena terlihat seperti tidak bisa sepenuhnya menikmati suasana, tapi muslim memang adalah orang-orang yang benar-benar berusaha melakukan dan menjalankan apa yang tertulis di kitab suci.  

Ataukah mereka paranoid dengan terorisme yang meneriakkan nama agama kita dan mengancam bom agar kalian masuk agama Islam? Apa kalian yakin mereka perwakilan dari orang muslim yang taat dan beragama? Apa kalian pikir  ada orang yang bisa percaya karena diancam bom? Apa kalian pikir begitu cara Islam membela dirinya agar terlihat menjadi yang terbaik?

Naaaahh... untuk kasus yang lebih sempit, yaitu kehidupan perempuan muslim dengan lelaki Korea di acara tadi. Perempuan ini dipandang memaksakan agamanya pada suaminya yang tadinya bukan muslim dan juga dianggap memaksa anaknya yang masih kecil untuk berhijab dan sholat sejak umur 9 tahun.  

Saya kurang tahu bagaimana di agama lain. Tapi, bukan rahasia kalau dalam Islam, muslim tidak boleh menikah dengan orang selain muslim. Muslim boleh menikah dengan orang beda ras, suku, budaya, negara, dll. Tapi tidak yang beda agama, perkara agama atau akidah tidak bisa diterjang. Alasan mengapanya saya sudah banyak menjelaskan sebelumnya. Sehingga kalau perempuan ini meminta pria Korea itu masuk Islam karena sang pria memintanya menikah maka itu hal yang wajar. 

Bagaimana jika lelaki itu tidak berkenan masuk Islam? Sepatutnya bagi muslimah itu adalah mengurungkan niat untuk menikah dengan lelaki itu. Meskipun akan menjadi kisah dramatik, tapi itu adalah langkah satu-satunya.. dan memaksa lelaki itu masuk Islam tanpa kehendaknya sendiripun bukan hal yang baik dan bijak.

 
Selain karena agama adalah privasi atau dia sudah punya keyakinan lain, sekalipun kita bisa menjelaskan tentang agama kita dengan penjelasan terbaik, jika hati orang tersebut sudah tertutup, maka dia tidak akan bisa menerima. Dan selanjutnya kita sendiri yang akan susah karena pasangan tidak mau komitmen dengan agama, sementara kita adalah orang yang menjalankan agama.

Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. (Qur’an. 10-11)

Lagipula wanita Uzbekistan itu juga sudah memberikan waktu untuk suaminya untuk menjauhi hal yang dilarang Islam, saya sama sekali tidak melihat ungkapan maupun tindakan otoriter. Orang yang baru saja masuk Islam memang tidak mungkin langsung punya iman tingkat tinggi. Selagi dia belajar dan paham, semua akan terjadi secara alami. Dia tak bisa lantas lancar sholat, kuat puasa dll. 
Sehingga saya juga bingung apa yang begitu membuat orang Korea itu jadi belingsatan.

Soal anak kecil yang sudah di ajarkan memakai hijab dan sholat, apalah yang salah dari seorang ibu yang mendidik anaknya sesuai dengan ajaran agama. Orang tua punya hak penuh untuk mengajarkan dan memberi pengertian apa yang dianutnya sebelum dia dewasa dan bisa menggunakan akalnya untuk menentukan hidupnya. 

Orang Korea mungkin hanya tidak punya kebiasaan mendidik anaknya secara ‘diktat’. Mereka mendidik anak-anak mereka asal dikenal dengan baik oleh orang lain. Sementara muslim punya tanggung jawab jauh lebih besar yaitu di depan Tuhan. Ada aturan-aturan yang mungkin di depan manusia tidak masalah, tapi Tuhan melarangnya karena Tuhan Maha Tahu. Semua larangan dimaksudkan agar manusia terhindar dari hal yang buruk dan merugikan dirinya sendiri.

Contohnya saja berzina di dalam rumah mungkin bagi sebagian orang yang tidak menjalankan agama Islam, asal tidak dilihat orang lain maka itu bukan masalah besar. Tapi untuk orang muslim, mau dilihat orang atau tidak, Tuhan selalu mengawasi sehingga kita bisa mengontrol diri menghindari keburukkan walaupun orang lain tidak melihat. 

Jadi tidak ada faedahnya buat kita sebagai orang muslim untuk memaksa orang masuk agama Islam hanya untuk tujuan-tujuan tertentu, kecuali dari keinginan mereka sendiri atau ketika penjelasan kita tentang Islam disambut dengan baik oleh mereka. 

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama Islam; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qur’an. 2:256)


Jelas ada ayat Qur’an seperti diatas.  Karena sudah jelas jalan yang benar dan tidak maka biarlah masing-masing pribadi menentukan pilihannya tanpa kita provokasi karena bisa akan berakhir tidak baik.


Seperti halnya Allah membebaskan manusia memilih beriman atau tidak. Itu berarti kita akan memilih tujuan kita sendiri. Jika kita memilih beriman maka kita memilih untuk kebaikan diri kita sendiri, jika kita memilih jalan yang tida baik, maka tidak baik pula kita kemudian. Semua tentu tidak lepas dari resiko dan pertanggung jawaban di kemudian hari, terutama hari akhir.

Sementara untuk orang non-muslim yang memanganggap Islam itu memaksa mereka. Tidak ada yang bisa mengubah hati orang kecuali kalian sendiri yang mengubahnya.
Saya menulis ini, bukan sepenuhnya untuk mencurhatkan pengalaman saya ‘debat’ dengan orang Korea. Tapi saya rasa banyak orang terutama non muslim yang beranggapan bahwa muslim itu memaksa orang untuk masuk agama Islam. Padahal...
Tidak.


Umat Islam memang berdakwah, mengenalkan dan mengajarkan ajaran Islam..
Tapi umat Islam TIDAK mengiming-imingi orang dengan sesuatu agar orang itu masuk agama Islam. 
Islam itu bukan MLM yang hanya meraup jumlah besar dengan pengaruh, memprospek dan menggunakan segala tipu muslihat agar orang kagum dan masuk Islam, Islam tidak pernah menggunakan cara-cara sales seperti itu.
Untuk apa hanya mengejar kuantitas tanpa kualitas.
Yang terpenting adalah prakteknya, Islam adalah agama yang harus berdasar pengetahuan dan praktek, juga menuntun kita komitmen serta tanggung jawab. Jika dari awal seseorang itu tak ada harapan untuk melakukan itu semua, lantas apa gunanya jika membuat dia masuk Islam dan hanya sekedar status?
Layaknya kita memaksa seseorang yang tidak mencintai kita untuk menikah dengan kita. Pasti kesehariannya jadi flat, garing bahkan derita dan tidak merasakan makna pernikahan sama sekali.


Salah satu contoh, Dr. Zakir Naik, yang berdakwah lintas negara kemana-mana, saat ada orang yang mengatakan padanya ingin mengucap syahadat masuk Islam, beliau lantas bertanya, "Apa ada yang menyuruhmu masuk Islam? Apa ada yang memaksamu?"


Ketika orang itu mengatakan bahwa tidak ada yang memaksakan dan itu memang hasil pemikirannya sendiri, baru Dr. Zakir Naik dengan senang hati mengIslamkannya.

Ada pula ustadz di tempat sepupuku. Saat itu ada laki-laki yang ingin masuk Islam karena ingin menikahi perempuan muslim, lantas sang ustadz bertanya, "Apa kamu yakin kamu melaksanakan ibadah? Dan tidak akan kembali ke agamamu lagi jika ada sesuatu terjadi antara kamu dan perempuan ini? Kalau kamu masih punya pikiran untuk kembali ke agamamu, sebenarnya hakikatnya kamu sudah nggak punya agama. Tolong kamu pikirkan dulu, tiga hari kembali lagi kesini."

Dari pada jadi mualaf palsu yang malah menusuk muslim dalam selimut seperti beberapa kasus di media, semua yang mau masuk Islam hendak diketahui kesungguhannya dan nantinya harus dibimbing.

Jika Islam adalah agama yang memaksa, maka tak perlu basa-basi semua guru itu akan segera mengIslamkan mereka dalam detik itu juga..

"Its not about preach hard but about reach heart"

Satu hal lagi.. 
Surga dan Neraka pun tidak dipaksa. 
Tuhan memberi pedoman, lalu menyerahkan pada manusia seutuhnya.. 
Mau mengikuti atau tidak.

Rejeki dan Jodoh sudah dijaminkan.
Tapi Surga dan Neraka kita memilih sendiri..

Sekian.. Maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan..
Semoga Allah memperbaiki saya.. 

Wassalam.. 

Label: ,

Muslimah yang tidak pasang foto di medsos



Bismillah...
Assalamualaikum...


Orang yang berteman dengan saya di beberapa akun media sosial pasti tahu bahwa saya tidak lagi pasang foto profil yang jelas dan nyata. Biasanya saya pajang foto diri saya dari belakang lah, dari samping, dari jarak puluhan meter, kelihatan separuh bahkan saya blur dan saya tutup pake stiker ataupun hanya pajang kata-kata mutiara, hehehe. Ya... memang nggak umum bagi sebagian orang bahkan komentar saudara dan teman-teman saya lucu-lucu. Tapi saya punya sederetan alasan yang entah mereka bisa pahami atau tidak. 

“Kok di tutup lagi... ntar di kira orang nggak punya idung lohhh..”

“Ngapain di blur segala? Bikin sakit mata...”

Atau mungkin saya terkesan kayak tersangka aja pake di tutup-tutupin mukanya...
Bukannya juga sok-sok misterius meskipun saya memang agak misterius karena nggak mau menampakkan jati diri, huheheh..

Sebenarnya lagi-lagi bukan untuk pencitraan sih tujuan dari semua itu. Saya memang bukan cewek bercadar yang menutupi wajah, meski saya terkadang berusaha untuk menundukkan pandang setiap berjalan. Saya sadar akan bahaya pandangan, dan kuatnya pengaruh pandang-memandang, jatuh cinta aja bisa terjadi karena pandangan pertama.. heheehe. *tapi saya nggak pernah.

Tapi apa ya... sebenarnya jelasinnya susah. Sebenanrnya awalnya hanya masalah nggak sreg aja. Sebelum saya belum benar-benar mendalami iffah izzah dalam Islam, saya hanya sempat berpikir bahwa media sosial ini udah makin nggak ada batasannya aja.. Orang nggak cuma sekedar melihat lalu memberi like dan berkomentar. Tapi lebih dari itu, bisa saja disalah gunakan tanpa sepengetahuan, ijin bahkan bisa tanpa kendali. Kita bisa dipermalukan atau merasa malu sendiri.

Cowok Modus dan Iseng

Saya masih ingat betul kapan dan bagaimana saya pertama kali merasa bahwa saya tidak perlu memajang foto saya lagi apalagi yang close up dan terlihat jelas. Saya juga dulu pernah jadi remaja ababil yang suka narsis dan ganti-ganti foto di FB. Namanya juga cewek, mana mau sih pajang foto yang kelihatan jelek, ya pasti saya memilih foto yang paling photogenic dan gadis sampul wannabe banget... Alias lagi kebetulan kelihatan cantik karena pencahayaan maupun kamera yang kurang realistis. Yah... manuasiawi bin remajasiawi lahhh...



Cuman dari awal ya... jujur aja saya itu nggak mengidap penyakit puteri alias ngerasa semua cowok bakal naksir saya atau berharap demikian. Nggak bangga-banggain diri, tapi sungguh saya memang bukan cewek caper dan juga bukan cewek yang berharap di puja banyak cowok karena sayapun sadar diri nggak ada yang bisa dibanggakan dari diri saya. So self-underestimate banget lahhh... Huufff!
Nah entah kenapa ya... begitu saya pajang foto saya yang agak kinclong dikit, cowok-cowok yang antah berantah maupun orang yang saya cukup kenal pada muncul di inbox FB, modusin banget lah... muji begini begitu, de el el.

Saya mah nggak lantas excited dan bersorak-sorai merasa kepopuleran naik peringkat, tapi ini bikin saya jadi mikir dan menyadari. Hmmm... jadi begini toh cara laki-laki melihat dan membuatnya mendekati perempuan. Saya malah merasa buruk sendiri, saya merasa foto saya menggoda padahal saya nggak pake baju yang aneh-aneh loh... *amit-amit. Saya cuma memang memajang foto yang rada kelihatannya doank cute. Huehehe
Saya juga punya kaca dirumah, dan sadar bahwa nggak setiap hari saya kelihat sefresh difoto FB yang sudah diseleksi dari ratusan foto dan itu hanya kecantikan semu belaka, jadi dipuji-puji gitu ngerasa aneh sendiri deh...

Di Copy dan di Edit Seenaknya

Salah satu hal lagi yang bikin geleng-geleng kepala ketika melihat fenomena meme. Iya sih, kita terhibur dan ngakak-ngakak aja setiap ada foto orang dengan pose yang digabungkan dan dihubung-hubungkan dan kata-kata yang kocak. Sebagian orang memang sengaja foto berbagai ekspresi terus dikasih kata-kata khas meme biar kekinian, tapi sebagian lagi ada yang fotonya diambil tanpa ijin terus jadi bahan tertawaan seantro jagad raya. 

Beberapa orang ada yang protes dan marah loh soal ini... Salah satu contoh foto seorang pasangan yang cewek cantik banget, yang cowok biasa banget. Foto ini sama si meme creator di comot dan di kasih tulisan 'Sabar mblo... Yang begini aja dapat yang cantik kok', lalu disebarkan diakun yang followernya udah jutaan dan diketawain orang segitu bangak . Ya jelas si cewek marah lah, tersinggung pasangannya diolok seperti itu. Dia terus memberi komentar marah-marah dan meminta pemilik akun untuk menghapus fotonya yang akhirnya dihapus beneran sama pemilik akunnya. Ya ini akibat majang foto sembarangan tanpa proteksi, orang kan bisa copy semaunya.



Kemudian ada kasus dimana seorang ibu kaget, foto anaknya yang masih umur belia itu ada di situs porno. Siapa yang bisa jamin, foto-foto cantikmu di copy, dan disalah gunakan semacam itu?
Gimana kalau ada akun jasa-jasa haram melalui online lalu pakai foto cantikmu?

Kalau fotonya pakai hijab apa dijamin aman?




Ada pula yang mengedit foto seorang muslimah berhijab dan di edit seakan dia dipeluk dari belakang oleh seorang lelaki yang dandannya preman dan ditengah lingkungan tidak sehat (pergaulan bebas). Tapi saat ditamatkan itu hanya editan yang benar-benar halus. Naudzubillah.. benar-benar mengerikan.

Adapula orang-orang yang mengumpulkan foto-foto muslimah yang hijabnya belum syari, hijabnya masih sebatas leher, apalagi pakaiannya ketat sehingga terlihat kurang nyaman dilihat dan kurang pantas. Fenomena ini pun cukup ramai dibicarakan dan dinamakan jilb**bs, ini benar-benar menodai image muslimah yang berhijab.

Mungkin saja saudari itu masih belum ada ilmu, mungkin saja dia butuh diingatkan. Tapi apakah kita nggak malu, foto kita di copy, dikumpulkan jadi satu, lalu dibuat bahan tontonan. Bahan tertawaan bahkan bisa jadi sarang nafsu bagi kaum adam. Naudzubillah.. malu ya ukhti..

Jadi.. kalaupun saya ingin memajang foto yang lagi ada saya, saya pilih yang paling jauh.. kira-kira wajahnya nggak kelihatan dan gaunnya yang tidak membentuk badan. Sehingga laki-laki tidak bisa membayangkan seperti apa sebenarnya saya, dan itu sangat jarang saya lakukan.

Pengalaman lihat teman-teman cowok yang mengamati foto cewek di fb

Di kampus dulu waktu saya lagi mengerjakan sesuatu di perpustakaan, disana kebetulan ada beberapa teman cowok yang bergerumbul tertuju pada satu laptop, saya heran sedang apa mereka, saya bukannya kepo, tapi kebetulan saya harus melewati mereka dan jadi tahu apa yang mereka lakukan.

Di laptop terlihat terbuka sebuah akun facebook seorang perempuan, dan teman saya ini kepoin bagian fotonya dan dilihat satu-satu, lalu karena saya duduk nggak jauh dari situ saya tahu apa saja yang mereka katakan..

"Wih.. mulus... wih cantik.. wih putih.. wih seksi...lihat nih kakinya... bibirnya"

Dan komentar mendetail lainnya yang perlu di sensor oleh KPI. Pokoknya saat itu saya langsung begidik. Bagi saya biasanya mereka ini teman-teman yang normal dan nggak serem sih, tapi begitu lihat yang kinclong dikit langsung kelihatan deh sungutnya.

Pandangan mereka itu kayak berlinang-linang, matanya melebar pokoknya waduuuuuh... Astaghfirullah banget, dan yang dilihat ternyata nggak 1 - 2 akun. Ada cewek yang emang model wannabe, ada yang polos tapi narsis, adapula yang berhijab.  Adapula yang nggak dipuji tapi di komentarin pedes karena fisik yang kurang menarik bagi mereka. So rude! Nah, melihat teman-teman saya ini makin yakin dan ogah ogah deh pajang foto yang terlalu jelas, ogah banget bayangin kalau di foto itu aku dan di komentar-komentarin gitu. 

Ya terlepas dari itu, kita memang kudu hati-hati ya ukhti.. Semua sama Allah diminta pertanggung jawaban termasuk tulisan saya ini. Apa yang kita tulis, kita post, kita upload di sosmed akan terus tersimpan kan... kalau buruk, dosanya terus mengalir selama ada orang yang melihat maupun membaca. Jadi pastikan kita benar-benar seleksi apa yang kita share...

Oh ya, jadi keinget...
Satu cerita lagi yang mungkin agak serem. Ini kisah nyata seorang ibu yang berkisah dimimpiin anak remajanya yang sudah meninggal dan minta ibunya menutup atau menghapus foto-foto seksi di facebooknya karena dosa itu terus mengalir buat dia karena masih banyak yang melihat. Jadi sang ibu minta tolong seseorang untuk menghapus facebook anaknya sambil bercerita di internet...

Astaghfirullah...
Moga-moga kita terhindar dari yang buruk-buruk dunia akhirat seperti itu ya ukhti.
Sekian, semoga bawa manfaat..

Wassalam...


 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art