Label: ,

Di hadapan Tuhan kelak, tak ada alasan tidak tahu..

Assalamualaikum..


Ketika ditanya Tuhan di akhirat nanti dan Tuhan bertanya kenapa kau tidak taat sehingga menyebabkanmu dimakan api neraka, maka tak akan ada alasan 'Tidak Tahu'
Menelaah dari kehidupan sendiri maupun kehidupan orang lain.  Ada yang kaya ilmu ada yang miskin ilmu, belum tersentuh dakwah maupun orang-orang sengaja berpaling dari petunjuk atau sudah mematok tidak mau mengerti.

Ketika saya mencoba memahami dan mencari tujuan dan makna hidup ini yang ternyata sangat luas, tidak terbatas mencari kesejahteraan dan kebahagiaan secara duniawi yang sementara ini. Dunia yang sangat jelas tidak selamanya, semua manusia tak mungkin ada yang tak mengenal apa itu kematian, lantas bagaimana kita bisa duduk tenang menjalankan hidup mengalir begitu saja tanpa mencari tahu apa yang kita sudah lakukan ini benar, apa sebenarnya tujuan kita hidup tapi kemudian mati??

ALASAN TIDAK MENGKHAWATIRKAN KEMATIAN & AKHIRAT

Mungkin saja orang-orang yang masih saja tidak takut atau mengusahakan apapun untuk kehidupan setelah kematian karena mereka berpikir :

"Yang penting jadi orang baik saja. Tidak perlu lah jadi orang alim seperti mereka. Ngapain?"
"Saya nggak pernah jahat, pasti timbangan amal baikku lebih banyak dari amal buruk." (baik tapi sering maksiat) (baik tapi menyekutukan Allah)
"Setelah mati kan ya udah ilang. Mana mungkin Tuhan mengadili manusia dari jaman Adam sampai kiamat segitu banyaknya."
"Tuhan mencintai saya sesuai kesanggupan saya." (karena cuma sanggup sholat dua minggu sekali, gubraaakk!!)
"Setelah mati saya reinkarnasi jadi orang baru di kehidupan selanjutnya."
Heyaaa ~

Itu adalah pembenaran yang maksa agar seolah-olah kalian bisa menghindari azab. 
Kalian yang mau Tuhan menuruti kalian, bukan kalian yang menaati Tuhan!
Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya. (QS. 27:66)
Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat) (QS.76:27)
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. 87:17)
Mungkin karena sebagian orang jika di nasehati, "Jangan begitu, nanti di akhirat kamu akan ditanya loh.."
Dia mungkin akan jawab, "Akhirat?? Belum tentu ada. Cuma dongeng."

Itulah orang yang tidak beriman pada alam akhirat sehingga dia lalai menjalani hidupnya karena pikirannya NGGAK SAMPE sana. Cuma tahu apa yang kelihatan saja, DUNIA nan Fana ini... Tidak mempedulikan kesudahan mereka setelah kematian..

Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. (QS. 12:57)

Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. 13:26)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu. (QS. 59:18)

HARUS TAHU DOSA YANG MENYEBABKAN BINASA

Apa yang nanti datang pada manusia yang paling menakutkan adalah neraka, Azab bagi yang melakukan keburukan. Yang dibayangkan adalah api membara-bara yang melalah super panas tubuh kita. Disebab kan apa? Dosa kita selama hidup dunia, tempat 'training' kita ini.

Jika membaca Al-Qur'an dan mempertanyakan bagaimana bisa manusia bisa masuk ke neraka yang sangat menyeramkan dan tidak menyenangkan itu adalah karena memang dia sudah keterlaluan dosanya.
Keterlaluan bagaimana? Bukankah semua orang berdosa? Lantas apakah semua pada akhirnya masuk neraka lebih dulu??

Ada kata-kata :

"Surga dan Neraka sama-sama dihuni oleh orang yang berdosa. Tapi Surga diisi oleh orang-orang yang sudah memanfaatkan umurnya untuk bertaubat dan memperbaiki kesalahannya sehingga Allah menghapus dosa-dosanya di Akhirat. Untuk yang dineraka? Tentu mereka yang sampai akhir hayat tidak juga bertaubat."

Allah SWT memang akan mengampuni dosa kita saat kita msih ketidak tahuan dan kebodohan selama kemudian kita punya niat murni untuk memperbaiki ketika hidayah datang.  Kebanyakan dari kita biasanya tidak bersegera bertaubat dengan beberapa alasan diantaranya karena tidak sadar bahwa yang di lakukannya itu salah, atau menganggap dia sudah lebih banyak melakukan kebaikan dari pada keburukkan. Merasa aman intinya..

Karena jaman sekarangpun yang buruk sudah jadi hal wajar dan orang yang mengajak kebaikkan di olok-olok. Mungkin saja kita tidak sadar berpakaian yang mengandung fitnah dan dosa karena banyak yang melakukan.. Karena itu pandailah menghisab diri sendiri, mencari tahu kebenaran sekalipun sendiri. Jangan tertipu orang yang lalai disekitar kita.

Diantaranya salah satu dosa besar utama yang mengakibatkan kita binasa pada azab karena dosa kita :

MENYEKUTUKAN TUHAN (ALLAH SWT)
Kalaupun memang terlihat baik, sukses dan tidak pernah kriminal.  Tapi tidak beriman pada Allah, mereka menyekutukan Allah, mengadakan Tuhan selain Dia, patung-patung, kaum alim, mengadakan agama lain selain yang Allah tunjukki yang mengakibatkan Ia tak mengenal dan mematuhiNya. Kalaupun dia berstatus Islam tapi dia datang ke dukun, mempercayai ramalan, paranormal karena tak percaya akan doa pada Allah dll. Padahal.. Di akhirat, Allah mengampuni semua dosa kecuali syirik (menyekutukanNya)!!


Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. 4:48)


Jika awal mula kita sudah mengerti bahwa ketauhidan (Beriman pada Keesaan Tuhan tanpa menyekutukannya) sebagai perkara utama, InsyaAllah kita bisa menghindari perkara dosa lainnya seperti ZINA, PEMBUNUHAN, CURANG, KIKIR, SOMBONG.. dll
Serta harus mengimani datangnya HARI AKHIR, sehingga kita akan berlomba-lomba dalam rangka beramal kebaikan. Insya Allah.. Jabahlah doa hamba untuk semua yang membaca ini Ya Allah..

ALASAN TIDAK TAHU??
ALLAH SUDAH BERI KITA UMUR UNTUK BERFIKIR !


Pernah saya membayangkan..
Ketika saya sudah mempelajari dan lebih banyak mengetahui tentang Islam, Islam yang mempunyai ajaran paling sempurna paling benar tanpa keraguan dari Tuhan alam semesta. Tuhan telah memberikan petunjuk hidup yang lengkap dalam Al-Qur'an dan As-Sunah untuk pegangan pada seluruh manusia agar mereka beruntung, diberkati Tuhan dan jauh dari azab.
Dan pertanyaan saya, Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tidak di ajarkan oleh lingkungannya? Orang tuanya? Atau bahkan.. Mereka lahir dan tumbuh dalam keluarga non-muslim. Bagaimana?

Kalau Allah SWT menanyai mereka bagaimana di akhirat nanti, "Bagaimana bisa kamu lalai dan tidak taat padaKu?" Mungkin kan kalau mereka menjawab :

"Karena saya tidak tahu."
"Karena saya dilahirkan bukan dari agama Islam."
"Karena saya tidak mengenal Nabi."
"Karena saya tidak diajari."

Tapi Allah sudah menjawab dalam firmanNya di Al-Qur'an sebagai berikut :


Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami (Allah) tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. 35:37)
 
Kelak orang yang ada di neraka akan meminta kesempatan hidup di dunia untuk yang kedua kalinya.
Tapi Allah tak menghendaki, karena seharusnya dengan waktu yang sudah Ia berikan, cukup bagi kita yang berakal untuk berfikir, mencari tahu dan menanyakan perkara kebenaran sehingga kita tidak lalai dan tidak hanyut dalam ke sia-siaan.

Kita biasa menghabiskan waktu menonton film, jalan-jalan, mengejar kesenangan dunia.. dll
Tanpa memikirkan bagaimana jalan yang terbaik dan terbenar.  Bagaimana membandingkan mana yang benar dan yang salah.
Dan seakan tidak khawatir jika sewaktu-waktu Allah mencabut nyawanya masih dalam keadaan tanpa ilmu dan amal apapun. Naudzubillah..

LOGIKA MUDAHNYA.

Bukankah kita semua pernah bersekolah?? Mendapat pelajaran kemudian guru mengadakan ujian.
Kita sebagai murid wajib untuk hadir dan memenuhi syarat nilai agar dapat lulus.
Maka akan ada hasil, murid dengan kelulusan tentu karena dia hadir dan menjalankan ujian dan mampu mengerjakan karena memperhatikan saat pelajaran maupun rajin belajar di rumah, banyak lah usahanya,.
Dan murid yang tidak lulus. Pasti karena alasan tidak mencukupi syarat nilai minimal dan mungkin asa yang karena dia tidak hadir.

Tipe Murid tidak lulus 1

Guru : "Bagaimana bisa kamu tidak hadir ujian sehingga kamu tidak lulus?"

Pantas kah si murid yang tidak lulus ini menjawab...
Murid 1 : "Karena saya tidak tahu kalau ada ujian?"

Pasti si Guru akan menindasi..
Guru : "Harusnya kamu bertanya donk sama teman. Apa kamu tidak tahu kalau sekolah pasti ada ujiannya?"
Murid 1 "Tidak ada teman yang memberi tahu saya."
Guru : "Itulah alasan orang malas."

Biasanya orang yang tidak masuk sekolah otomatis akan bertanya pada temannya, "Tadi ngapain aja pelajaran disekolah? Ada tugas? Ada pengumuman?"

Begitu halnya dengan perkara hidup,  kalau kau tidak mempertanyakan pada orang yang berilmu diantaramu.  Sehingga kamu bisa membedakan mana yang benar dan tidak, menggunakan hati nurani terjenih maka kau

***

Tipe Murid tidak lulus 1

Guru : Kenapa kamu tidak lulus padahal kamu hadir?
Murid 2 : Karena saya tidak memperhatikan dan tidak mendengarkan.
Guru : Salahmu sendiri.. -_-''

Itulah juga jika kita sudah berstatus Islam tapi tidak mengkaji Islam dengan benar.  Gak mau mengaji, datang ke majelis ilmu dll. Sehingga tetap berlaku jauh dan tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunah maka kita bisa saja akan binasa seperti yang lain. Naudzubillah..
Kenapa ada dosa? Kenapa ada pengadilan di akhirat? Kenapa ada yang dilarang dan diharamkan? Kenapa?? Semua itu demi kebaikan kita saudara!! Allah melarang kita mendekati perkara yang merugikan kita.

Apa kau berharap hidup bebas apapun yang kamu mau?  Apa alasanmu tidak mau belajar? Apa yang membuatmu berpikir menjalankan apapun yang kamu mau akan menyelamatkanmu? Meskipun tanpa petunjuk dan kitab yang terang. Sehingga manusia beriman berdoa :

 "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan"(Qur'an. 20:114)

Orang beriman selalu berharap ilmunya bertambah agar dia tidak lalai atas perintah dan aturan yang telah ditentukan oleh TuhanNya yang menciptakan segala sesuatu dengan tujuan yang hak (benar) ini..

Sebenarnya masih banyak Ayat Al-Qur'an yang menjelaskan. Tapi kali ini cukup sekian dulu..
Semoga dapat mengambil pelajaran dari materi muslimah yang masih belajar Islam dan belajar menulis ini.
Mohon maaf karena masih belum indah runtutannya, semoga Allah menuntun saya agar mampu berbagi ilmu dengan lebih benar lagi.
Mohon maaf jika ada khilaf, semoga Allah memberi petunjuk bagi kita semua.
Terima kasih sudah membaca.

Wassalam..

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art