Label:

(My Reality, Basa-basi Part 2) Jangan pacaran, jangan perbanyak mantan..



Melanjutkan  sebelumnya.. Sekedar curhat yang sangat basa-basi, hanya ingin menuangkan saja di blog pribadi ini. Hehehe
Masih mengenai pasangan ???

Yang penting dalam hati saya sekarang adalah.. Ijinkan aku menikah tanpa pacaran.  Entah kapan nikahnya atau siapa orangnya, tapi please.. jangan ngajak aku pacaran. Cukup utarakan komitmenmu. Laki-laki, Beranikan dirimu untuk mengungkapkan, terlepas dari jawaban yang diharapkan. Siapa tahu jawabannya diluar dugaanmu? 
Kalau cewek nggak menerima ya cari yang lain saja, tidak perlu gundah gulana, toh untung saja kamu belum memendam dan melakoni terlalu jauh. Insya Allah perempuan baik masih banyak, asal kamu mau menilai mereka dengan hati nurani, bukan menilai pada tampilan
Nah kalau cewek menerima.. Ya kita jaga hati masing-masing tanpa harus pacaran lah. Gimana caranya? Banyak tuh di toko buku di rak Islami yang menjelaskan, saya sendiri belum baca dan belum ada ketertarikan membaca (hehehe). Tapi saya sudah menemui banyak sekali orang yang menikah tanpa pacaran dan buktinya bisa tuh!!
Daripada ada acara nembak lalu dijawab ‘Kita jalani dulu’. Pas jalan kita udah serahkan segalanya isi dompet dan isi rekening tau-tau dia jalannya menggok karena ada yang lebih kinclong. Nyahook tuh~ Keluarin bon dan minta ganti rugi dah. Atau anggap aja amal ngasih makan anak orang lain  aja deh. Wkwkwkwk
Selain karena pacaran aja itu belum cukup kuat komitmen dan kita siap ditinggal lari kapan aja padahal kita udah persiapin dan korbanin banyak hal.  Memperbanyak mantan itu bagaikan menyimpan endapan di otak yang sebenarnya pingin di keluarin tapi gak tahu juga gimana caranya.
Melihat kebelakang saya yang pernah khilaf ‘berpacaran’ dan sekarang saya yang alergi ‘berpacaran’ bahkan masih ogah-ogahan sama laki-laki inipun membuat saya bertanya-tanya. Sepertinya saya memang belum memahami ini, belum memahami tentang something that called love atau boy sehingga akhirnya Allah belum menghadirkan babak percintaan dalam diri saya, daripada jadinya salah kaprah. 
Urusan seperti ini. Saya pernah menjalani dua kali. Yang pertama adalah benar-benar cinta monyet, dan yang satu adalah cinta terlarang.  Hehe. Saya pernah merasakan happy nya putus cinta tapi kemudian merasa bersalah (hehe), juga pernah merasakan nelangsanya patah hati (kualat kah? wkwkwkwkwkwk)
Jujur saja apapun yang pernah saya lalui dengan mereka tidak membuatku membenci mereka, masih Alhamdulillah mereka laki-laki yang bener dan baik, dan nggak pernah menjerumusin saya, mengingat sekarang banyak berita pacar dan mantan dianiaya, huaduuuh banget. Tapi saya tahu bagaimanapun itu salah, sekalipun pacaran dah lumrah tapi dimata agama tak dibenarkan, maka satu-satunya hal yang diluruskan dari ini adalah mohon ampun pada Allah SWT. 

Banyak yang bilang, jangan memperbanyak kenangan dan memperbanyak mantan.  Itu memang benar. Kenangan pahit memang gak enak banget diingat-ingat menyebabkan hati item kayak kopi pahit, hehe tapi kenangan manis juga gak kalah gak enaknya buat diingat-ingat karena menyadarkan kita bahwa semua manis itu tinggal kenangan. Haha.
***

Itulah punya mantan. satu atau dua mantan aja bisa bikin pikiran ribet, Nggak bayangin gimana mereka yang punya mantan sampai selusin.  Kayak beli baju kiloan aja, putus sama ini, besok dan nyambung sama yang lain. Kok muat ya itu kepala mengelola pengarsipan kenangan mantan? Hehe.
Apalagi nih di dunia remaja istilah 'mantan' tuh populer banget, seperti sudah jadi momok kebanyak orang dab identik banget sama kegalauan dan kealayan. Sampai-sampai pemusik pun aji mumpung bikin lagu patah hati yang langsung membludak dan laku keras, forum-forum anti galaupun banyak banget dikunjungi. Terbukti banyaknya orang yang sedeng gara-gara mantan. Kasian deh..
Susahnya kalau kita sudah bersama dengan pasangan permanen kita.  Lalu pergi ke suatu tempat lalu teringat dengan kenangan indah bersama mantan. Kesel nggak sih? 
Kenapa bisa gitu? Kenapa kita bisa saja sulit melupakan mantan? Itu karena kita terlalu menanam perasaan pada orang yang jelas-jelas belum ada komitmen menjaga perasaan yang sama, komitmen untuk mempertahankan. Jadi ibaratnya kayak kita nanam pohon mahal dan bagus di tempat yang belum jelas kepemilikannya, tempat yang jelas-jelas belum kita beli. Udah di rawat bagus-bagus, berhari-hari sampai keluarin tenaga berkeringat, kasih pupuk yang mahal-mahal, pas ada penggusuran. NYAHOK deh! Terus ngapain aja gue kemarin segitunya banget? hahaha kasian deh.
Saat komitmen itu belum ada. Apalagi hanya sebatas kata pacaran, jangan dulu kita menanam perasaan pada seseorang.  Kemungkinan buruk akan terjadi darimana saja, depan, atas, belakang.  Entah karena alasan beda ini itu, beda keyakinan (kita yakin, dia gak yakin, haha), gak direstuin ortu, gak cocok lah, itu lah, atau karena belum mapan, tidak tampan, dan rumah hanya terbuat dari papan..  (becanda cuy..)
Mantan bisa meninggalkan banyak hal yang nggak enak.  Namanya juga pernah suka, heyaaa~ Jadi pasti salah satu masih ada yang dongkol lah begini begitu masih icik2 ehem2.. Ah panjang ceritanya. Sabar ya kalian yang belum bisa move on .. Kalau jodoh nggak kemana kok, kalau kemana-mana ya diiket aja, hehe.. kalau nggak jodoh ya ada jodoh yang lain kok (klasik banget, jayus!)
Jadi kalau cari pasangan cukup menyelidiki dia.  Kita bisa menilainya tanpa harus memacarinya kan? Kita bisa tahu kan seperti apa dia, apakah dia merupakan sosok dambaan ? Kita cukup letakkan simpati pada mereka yang sekiranya pantas menjadi tambatan hati tanpa harus langsung investasikan hati seluruhnya padanya. Anggap saja dia mungkin saja berlari dari kalian sehingga kalian tak perlu terlalu excited pada mereka, jaga-jaga intinya. Kemudian ajak komitmen kalau ada yang berani, kalau licik semua ya dah nasib lo dah bisa di sambet orang. Hahaha
Jika dia belum datang melamar jangan terlalu percaya dan berharap padanya. Pengenalan tidak perlu melalui pacaran, sembari jadi teman baik juga menyelidiki sedikit demi sedikit. Hahaha kayak mata-mata aja..
Udahlah.. pacaran itu gak ada enaknya.  Apalagi dosa di mata Allah.  Allah menciptakan kita berpasang-pasangan dengan menghendaki pernikahan.  Pernikahan merupakan ibadah, melengkapi separuh agama. Kalau pacaran? Mungkin menghanguskan agama. Hihi.

Yang belum sanggup menikah? Belum mapan? Belum ada calon? Menunggu waktu? Jangan sia-siakan waktu untuk pacaran. Hal yang belum pasti jadi tapi dah pasti rugi..
"Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya." (QS. 24:33)
Jaga kesucian kita sambil menunggu Allah memampukan kita, sampai mencari karunianya. Kita bisa kan cari kesenangan lain selagi belum ada pasangan? Ada teman dan keluarga.. dll

Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil). - Ibnul Qayyim

Sibukkan dirimu dengan hal yang bermanfaat saja jika ada hal yang belum mampu kamu lakukan meski kamu inginkan.  Sehingga kamu bisa produktif sembari mempersiapkan diri dan menjadi sosok yang menakjubkan dan siap disambut oleh sosok yang lebih menakjubkan lagi. Aamiin. Insya Allah. Pasti ada jalan. Semangat ya jomblo-ers.. hehehehe peace!

Maaf ya atas khilaf dan salah..
Wassalam.
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”(an-Nur: 33) - See more at: http://www.islamnyamuslim.com/2013/11/istifaf-solusi-bagi-yang-belum-nikah.html#sthash.0UT104d8.dpuf
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”(an-Nur: 33) - See more at: http://www.islamnyamuslim.com/2013/11/istifaf-solusi-bagi-yang-belum-nikah.html#sthash.0UT104d8.dpuf
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”(an-Nur: 33) - See more at: http://www.islamnyamuslim.com/2013/11/istifaf-solusi-bagi-yang-belum-nikah.html#sthash.0UT104d8.dpuf
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”(an-Nur: 33) - See more at: http://www.islamnyamuslim.com/2013/11/istifaf-solusi-bagi-yang-belum-nikah.html#sthash.0UT104d8.dpuf

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art