Label:

Berbakti pada Orang Tua dalam Islam

Assalamualaikum ..
Kali ini saya ingin membahas tentang dua orang terkasih dalam hidup.
Orang tua yang sepanjang masa adalah orang yang cintanya tak akan putus pada kita.

Alhamdulillah, puji syukur pada Allah SWT. Saya pribadi sangat merasakan berkah dari keduanya. Orang tua yang baik, mendidik dengan baik, berlaku menjadi contoh dan teladan serta menjadi tempat saya belajar banyak hal.

Meskipun memang semua manusia tidak sempurna begitu juga orang tua saya tapi mereka telah cukup bijaksana mengarahkan dan mendidik saya selama ini, tidak pernah memaksakan kehendak pada saya dalam hal apapun.

Jarang menampilkan citra buruk sebagai orang tua bahkan hampir tidak pernah. Mereka hanya mengarahkan saya banyak hal, memberitahu bagaimana yang benar, bagaimana yang buruk tetapi pada akhirnya segala pilihan sepenuhnya dipercayakan dengan Al-Furqan (pembeda baik buruk) yang saya miliki. Sekiranya mereka sedikit kecewa, mereka hanya berharap bahwa pilihan saya dapat mengantar saya ke tempat yang lebih baik ke depannya. Orang tua paling fleksibel, paling pengertian, dan solid sekali :)

Sungguh mudah berbakti pada orang tua seperti mereka.  Sebagai anak muda yang labil, saya yang justru terkadang merasa tak tahu diri, kurang bakti dan tidak mengimbangi pemberian mereka.  Semoga Allah membantu saya ke depan, apalagi setelah melihat ayat Al-Qur'an dan Hadist tentang bagaimana mulia dan pentingnya kedudukan mereka. Meski tak akan pernah cukup segala apapun untuk berterima kasih dan membalas jasa mereka :')

Lalu... ketika saya melihat di luar.  Entah itu teman atau seseorang yang saya temui, tak jarang mereka memiliki hubungan orangtua dan anak yang kurang harmonis.  Entah salah orang tua yang terlalu keras mendidik sehingga anak menjadi pemberontak, mempunyai pendapat yang selalu berbeda atau memang anaknya yang menjadi bebal karena terpengaruh pergaulannya.

Bagaimana ini? Bagaimana anak yang durhaka pada orang tua? Bagaimana pula anak mau berbakti jika orang tuanya tidak baik? Bagaimana pula jika orang tuanya seorang musryik sementara anaknya menginginkan Islam? Mana yang di pilih? Orang tua atau Iman? Seberapa penting memuliakan orang tua. Coba kita bahas yukk ~ Keutaman Orang Tua di dalam Al-Qur'an dan Hadist.

***
BERBAKTI PADA ORANG TUA
"Keridhaan Allah terletak pada keridhaan kedua orang tua, dan murka Allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua pula." (HR. Al-Hakim)
Maka nggak jarang loh pada kisah nyata kalau seorang anak nggak akan nyaman dan beruntung pada suatu pilihan jika nggak ada restu orang tua.  Pernah lihat tidak? Jika anak melakukan sesuatu tapi mendapat pertentangan orang tua maka bisa celaka atau akan menemukan suatu titik buruk pada pilihannya pada akhirnya nanti.

Karena kalau kita minta ijin pada orang tua tapi mereka tak memberi maka Allah pun tidak mengijinkan, sehingga ada ketidak lancar.  Begitupun sebaliknya jika orang tua mengijinkan, dengan begitu doa menyertai maka Allah pun ridho pula.
"Doa orang tua pada anaknya adalah seperti doa Nabi pada umatnya"
Sehingga doa orang tua begitu mustajabnya.. Jika menemukan pertentangan dengan mereka, kita masih bisa berdiskusi, sekiranya ada salah paham atau hal yang meyakinkan mereka sampai mendapat restu, jika ketidak restuannya menjadi harga mati, lebih baik kita mundur sudah...

Karena ibu maupun bibi saya pernah bilang, "Orang tua itu punya feeling. Jika dilihat nggak baik buat anaknya, benar-benar ada yang bergejolak di hati."
Kala itu saya terdiam dan merasakan betapa dalamnya hati mereka pada kita, mungkin itu perasaan yang di sampaikan dari Allah juga.  Petunjuk Allah melalui orang tua kita, kenapa kita mengacuhkan dan bersikukuh? Kita kadang kala lebih mendahulukan perasaan terhadap orang lain ketimbang orang tua, padahal mereka lah yang seharusnya paling di utamakan.

Kalau menceritakan pengorbanan ibu yang melahirkan kita lalu ayah yang mencari nafkah hingga kelelahan memang tak akan ada habisnya.  Maka dari semua perjuangan yang sudah kita lihat dengan mata kepala sendiri tak heran jika :

Allah memberi hukum fardhu 'ain (wajib) berbuat baik pada orang tua bahkan pada posisi tertinggi setelah ibadah sholat!!

dan Berikut Ayat Al-Qur'an yang membahas tentang orang tua :

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS.17:23)
Setelah perintah supaya kita jangan menyembah selain Allah, perintah selanjutnya yaitu berbakti pada orang tua dengan sebaik-baiknya.  Jika kita menjaga orang tua kita sampai mereka lanjut usia kita tetap tak boleh mengeluh, mungkin jika mereka akan sedikit merepotkan.  Toh kita juga yang sudah banyak merepotkan mereka sebelumnya :')

Berikut tuntutan singkat yang saya ringkas dari buku 'Ibadah-Ibadah yang Dirindukan Surga' oleh Anneswa M.H :

a. Berbakti kepada orangtua ketika mereka masih hidup
    - Bergaul dengan keduanya secara baik.
Melihat ironisnya ada anak-anak yang berkata baik kepada orang lain tetapi tidak dengan orang tua seperti membentak dan membantah.
"Janganlah kalian mengabaikan (membenci dan menjauhi) orangtua kalian. Barangsiapa mengabaikan orangtuanya maka dia kafir (yaitu kufur nikmat, bukan kufur akidah)." (Hadist Riwayat Muslim)
    - Berkata dengan lemah lembut kepada keduanya 
Kita harus selalu sopan dan bersikap baik.  Merendahkan diri dalam arti tidak bersikap sok, seperti ketika kita mengeluarkan kata-kata yang melawan mereka.  Sebisa mungkin kita harus bersegera untuk melaksanakan perintahnya, kalaupun memang kita mendesak tak bisa segera melakukan, kita bisa menjelaskan dengan cara yang baik.

    - Tawadhu atau rendah hati kepada orang tua.
Meskipun tadinya kita berasal dari keluarga yang miskin lalu kita kemudian menjadi sukses dan kaya tentu sama sekali bukan alasan kita untuk menjadi sombong apalagi kepada orang tua.  Jangan lupa, bahwa banyak jasa hingga kita menjadi apa yang kita harapkan.

    - Bersedekah kepada orangtua

... "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." (QS.2:215)
Ayat diatas menyebutkan bahwa orang tua juga yang lebih berhak kita beri sedekah dalam kurun jika mereka membutuhkan. Dalam ajaran Islam kan mengajarkan kalau kita mampu bersedekah hendaknya mengutamakan orang yang lebih dekat hubungan persaudaraannya, jika tak ada maka kita bisa bersedekah dengan yang lain.

    - Mendoakan orang tua
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS.17:24)
Nah ini do'a untuk orang tua yang kita hafal sejak kecil dalam bahasa Arabnya :D
Yang diajarkan untuk dibaca setiap saat, kala itu selesai sekolah, mengaji dan otomatis setiap habis sholat kita membaca ini untuk mendoakan orang tua kita. Siapa yang bisa mendoakan orang tua selain anaknya?

Tujuan dari doa ini supaya Allah lah yang membalas budi baik kedua orangtua, dengan ampunan dan rahmatnya. Karena kita tahu bagaimanapun kita berusaha kita tak akan mampu membalas jasa dan perjuangan keduanya.

Bagaimana jika orang tua sudah meninggal?

Sekalipun orang tua sudah meninggal, kita tetap bisa mengungkapkan bakti kita pada mereka. Ketika meninggal seseorang telah pisah nyawa dan jasadnya dan telah selesai urusan di dunia. Mereka menunggu apa yang akan terjadi di alam kubur, alam barzakh apakah mendapat balasan surga dan neraka.
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakan orang tuanya."

Maka ada yang mengatakan anak adalah investasi akhirat pula.  Bagaimana mendidik anak apakah ia menjadi anak sholeh yang mengerti agama dan beriman pada Tuhannya atau sebaliknya?

Jika seseorang baik dan senantiasa mendoakan orangtuanya yang telah tiada, ia takut orangtuanya mengalami siksa kubur sehingga memintakan Allah untuk mengampuni mereka karena perkara dunia telah terputus dan mungkin masih ada perkara yang belum diselesaikan dan karena tidak akan ada kesempatan lain lagi, maka doa anak sholeh inilah yang InsyaAllah akan menyelamatkan orangtuanya.

Begitupun jika anak jauh dari ajaran agama dan menjadi orang yang tidak baik, bisa saja orang tua diminta pertanggung jawaban.  Jika memang sudah diperingatkan tetapi anak tetap berperilaku buruk mungkin anak akan menanggung perbuatannya sendiri.  Tapi kalau dari awal orang tua yang tidak mengarahkan, maka Allah akan meminta pertanggung jawaban sang orang tua dan menjadi beban tanggung jawab di akhirat. Wallahu alam (hanya Allah yang Maha Mengetahui)

Berikut beberapa hal bentuk bakti pada orang tua yang telah tiada :

-  Merawat jenazah hingga pemakaman.
-  Mendoakannya supaya ditempatkan di surga.
-  Memintakan maaf kepada sesama dan ampunan bagi mereka kepada Allah.
-  Membayarkan hutang dan memenuhi janjinya.
-  Melaksanakan wasiat-wasiatnya selama tidak melanggar syari'at.
-  Menyambung tali silaurahim dengan kerabat dan kawan-kawan orang tua.

Semua merupakan bentuk pembebasan perkara duniawi maupun akhirat yang mungkin masih belum sempat dituntaskan atau dilakukan oleh kedua orang tua tersebut.

***
Lalu bagaimana dengan sikap seharusnya seorang anak kepada orang tua yang tidak baik? Tidak bisa dijadikan contoh dan tidak mengajarkan kita untuk tidak taat pada Tuhan, Allah SWT bahkan bertolak belakang? Atau orang tua yang berbeda agama dan tidak memeluk Islam? Berikut Penjelasannya. :)

Lagi-lagi sebenarnya masih banyak materi, tapi cukup disini mungkin lanjut di kesempatan lain.
Semoga bermanfaat.  Jika ada kesalahan pasti karena ada khilafnya.. Mohon Maaf.
Wassalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art