Label:

Sedikit penjelasan untuk yang meremehkan hukum Islam. (Untuk Muslim & Non Muslim)

Assalamualaikum..

Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari. (QS. 6:26)
 Saya nulis ini berawal dari mendengar banyaknya opini yang terdengar sangat asal dari beberapa orang saat menanggapi suatu topik yang sedang hangat di internet.  Ini curhatan saya yang rada gemesss geregetan dengan sifat bebal banyak manusia di dunia ini, bahkan di negara yang katanya mayoritas muslim ini. Ya Allah ~

Yaitu dua orang public figur ingin menikah tapi terhalang dengan kendala besar yaitu beda agama sehingga mereka terlibat konflik dengan lembaga agama, keluarga maupun masyarakat karena adanya kebohongan fatal dari keduanya dan beberapa ada komentar :

"Duh.. nyusahin banget ya agama ini. Membatasi orang banget!"
"Ribet disini, terlalu sok sama masalah agama. Nikah diluar aja beres."
"Mending nggak usah punya agama dah daripada apa-apa nggak bisa. Apa-apa dibikin ricuh."

Dan serentetan komentar lain yang senada yang menyiratkan bahwa dengan aturan yang dalam agama Islam itu harusnya tidak usah di hiraukan agar hidup bisa bebaaaass gitu. Emang hewan yang gak punya akal, baru bisa bebas?

Saya disini nggak mau membahas tentang CINTA BEDA AGAMA karena sudah pernah saya bahas di sini Ketika Cinta(ku) Beda Agama, tapi yang mau tekankan pada pembahasan kali ini bagaimana begitu sempitnya kalian tentang agama.  Kalian anggap agama dengan segala aturannya tidak penting untuk dilaksanakan dan tidak berdampak jika dilanggar. Hidup bebas aja, Atheis.. Agnostik.. Atau sekalian nggak punya status kewarganegaraan aja biar nggak ada hukum manapun yang mengikat. Sungguh pikiran sempit yang picik !

Kemudian lagi ada itu gubernur ibukota yang melegalisasikan lokalisasi PSK.. Ia berdalih membenarkan karena di kitab agamanya (dia non muslim)nya itu tidak apa-apa.  Iya jelas, dalam kitabnya yang pernah saya baca bahwa perempuan (maaf) pelacur seperti itu malah lebih dulu masuk surga. Apakah masuk akal menurut anda?

Menjelaskan pula Indonesia bukan negara agama. Helooo ~ Iya memang banyak orang tidak setuju bahwa Indonesia adalah negara Islam, saya sendiri juga tidak mengiyakan karena Indonesia sama sekali nggak Islami, cenderung menang mayoritas Islam secara kuantitas saja, bukan kualitas. Tapi bukan berarti pula Indonesia bukan negara yang tidak beragama. Bukankah ini berbahaya?

Inilah akibat berpaling dari hukum Allah, meremeh bahkan membuangnya. Tanpa agama Allah binasa sudah. Menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya!! Pintar sih pintar, canggih sih canggih.. Tapi moral bobrok! Seperti apa yang mereka bicarakan soal Jepang. Tidak perlu beragama, tidak perlu Islam, tapi canggihh banget. Canggih kan tolak ukur kita dalam hidup, setelah mati? Bikin robot tapi maksiat terus, apakah yang terjadi setelah ia meninggal?

Jawablah dengan jujur, Apakah anda yang berlogika jernih membenarkan lokalisasi PSK? Bagaimana jika pekerja maupun konsumen lokalisasi itu merupakan keluarga anda. Yakin rela? Miapa? Demi uang?? Popularitas?

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS. 25:43)

Jangan suruh Tuhan menyesuaikan aturan yang berdasarkan pikiran kita sendiri! Tapi kita lah yang harus menaati Tuhan.

Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan. (QS. 18:56)

Secara kasat mata saja memang agama Islam lah yang paling lengkap dalilnya, segala sesuatu yang dilakukan di dunia ini benar-benar harus di sesuaikan dengan ajaran dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah. Segala sesuatu ada etikanya. Mulai dari urusan dalam rumah, keluar rumah, bekerja, berdagang, berpakaian, makan, bepergian, semua ada etikanya dihadapan Tuhan, dan kalian yang menganggap ini merepotkan, kalian benar-benar malas berpikir tentang hidup kalian!

Kemudian dengan sifat asal manusia yang lebih menyukai perkara haram karena mendewakan KEBEBASAN sehingga membuatnya jauh dan berpaling dari kebenaran, segala sesuatu yang mengatur akhlak dan moral dicibirnya, sehingga Islam dan aturannya lah yang sering dijadikan bulan-bulanan!

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (QS.18:54)

Allah SWT dalam firmanNya dalam Al-Qur'an sudah sangat tahu berbagai sifat dan watak manusia-manusia di dunia ini yang berpaling jauh, membantah dan sombong pada ayat-ayatnya.

Kenapa hukum dalam Islam wajib di taati oleh penganutnya bahkan seharusnya bagi semua manusia?

AL-QUR'AN ADALAH BENAR FIRMAN TUHAN SEMESTA ALAM  

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? (QS. 47:24)

Ada muslim berkata, "Dalam agamaku nggak boleh yang seperti itu?"
Lalu si pemabantah menjawab, "Halah...dari mana sih aturan kaya gitu?"
Lalu orang muslim menjawab, "Dari Al-Qur'an." pasti mereka akan mengelak dengan berkata, "Halah.. Iya kalau Al-Qur'an itu kitab beneran dari Tuhan. Pasti karangan orang Arab.."

Dan bla-bla komentar yang mengeruhkan hati menggema dimana-mana, sementara mereka sendiri belum membaca dan memahami Al-Qur'an..

Agama Islam dengan segala perintah dan aturan di dalamnya bukan karena sebab musabab. Dari kitab suci Al-Qur'an yang tidak diragukan dari Allah, Tuhan Semesta Alam. Dan semua itu BISA DIBUKTIKAN! Sebagai manusia yang lahir ke dunia tanpa tahu apa-apa, seharusnya anda mencari.. Jika tidak diajarkan orang tua. Kita telah diberi akal masing-masing sehingga kita bisa mengupayakan memperkaya pengetahuan yang penting. Coba baca kalimat dibawah yang tidak akan ada kalimat senada di kitab maupun buku manapun :


Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. 2:2)

Ayat ini yang membuat seorang mualaf yang sekarang jadi Ustadz tergerak untuk membaca terus sebuah kitab yang meyakinkan bahwa menjamin tak ada keraguan apapun. Iya, Al-Qur'an untuk orang yang memilih hidup di jalan takwa. Jika tidak dan berpaling, maka resiko pun ditanggung pribadi.



Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS. 2:23)


Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al Qur'an itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa karena ia merupakan mu'jizat Nabi Muhammad SAW dari Tuhan semesta alam, Allah SWT.
 
Dalam Al-Qur'an, BANYAK SEKALI tantangan bagi orang-orang yang tidak percaya dengan ayat-ayatNya yang Ia wahyukan pada Nabi Muhammad maupun mukjizat Nabi-Nabi lain sebelum Nabi Muhammad. 



Tidaklah mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. (QS. 10:37)


Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS. 17:88)

Bukti kebenaran lain Al-Qur'an bahwa anda akan menemukan ketakjuban bagaimana seorang laki-laki biasa (Nabi Muhammad) jaman itu tanpa ada teknologi canggih apapun bisa mengungkap banyak hal mengenai kejadian ilmiah maupun kenyataan dimasa depan? Tentu karena semua dari wahyu yang diberikan Allah SWT, Tuhan Maha Semesta yang mengetahui SEGALAnya. Tak akan ada yang bisa membuat serupa Al-Qur'an sekalipun semua manusia dan jin bekerja sama untuk membuatnya.

AL-QUR'AN MEMUAT HUKUM-HUKUM KEHIDUPAN 

(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. (QS. 24:1)

Hukum dalam Al-Qur'an wajib dijalankan! Lebih dari perintah siapapun yang membelakanginya. Karena ini hukum yang membuat adalah Tuhan yang menciptakan kita, yang lebih tahu tentang kita dari siapapun.
Kita wajib menaati pemimpin kita semisal kepala pemerintahan, tapi jika menemui selisih di dalamnya kita berhak menolak dan kembali pada peraturan dalam Al-Qur'an dan As-Sunah.


Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)

Misal contoh kecilnya saja, peraturan hukum memperbolehkan kita pakai rok mini. Tapi sama Allah dalam Al-Qur'an dan As-Sunah gak boleh tuh, jadi jangan dilakukan ya.. Hukum Allah peradilannya akan terhitung rinci.

Menaati Allah sudah termasuk menaati manusia.. orang tua, hukum, pemerintah, guru dalam perkara yang baik.
Tapi menaati manusia belum tentu menaati Allah. Itu yang perlu dicatat. Semua hukum Allah tentu lebih baik.



Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur'an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata".(QS. 28:85)

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. (QS. 47:25)

Orang-orang yang membantah.. 
Ada juga kaum arogan yang bernama Atheis.. Dimana mereka tidak percaya Tuhan apalagi agama. Mereka berpikir bahwa adanya manusia ada secara kebetulan. Yakinkah? Bahkan benda remeh seperti bolpen saja ada yang menciptakan adapula tujuan peciptaan.  Apalagi kita dengan struktur tubuh yang begitu komplit dan sempurna ini. Orang tercanggih di Jepang saja tidak mampu membuat robot seluwes manusia, sesempurna manusia. 

Mereka menyangkal lagi manusia tak akan nyampai otaknya mengetahui hal yang hakiki.  Tentu saja kalau mereka hanya diam saja tak mencari pengetahuan.  Sementara hal hakiki itu sudah ada petunjuknya dalam Al-Qur'an.

Jangan malas berpikir.. 

Ada juga kaum yang bernama Agnostik.. Mereka mempercayai adanya Tuhan tapi tidak mempercayai agama.  Menganggap agama hanya menyebabkan perselisihan diantara manusia. Itu bukan salah agama, tapi manusianya. 
Bagaimana bisa mereka beribadah pada Tuhan tanpa agama? Petunjuk dari mana? Mau menyembah dengan cara semaunya dia saja? Bagaimana dia seyakin itu terhadap dirinya yang tak tahu apapun?

Yakin tanpa Agama anda tahu jalan mana yang benar dan tidak? Bisa membedakan mana yang haq dan bathil? Yakin mengetahui tujuan Tuhan menciptakan anda dan akan kemana anda setelah mati nanti? Iya saya percaya Tuhan.. Yakinkah kata-kata itu cukup menyelamatkan anda?? 

Dialog orang Islam dan Atheis
Atheis : Bagaimana seandainya jika anda sudah melakukan semua untuk ibadah tapi ternyata Tuhan tidak ada?
Islam : Tidak ada masalah. Tidak ada ruginya menaati peraturan tentang kebaikan. Tapi bagaimana jika anda terlanjur tidak menaati semua perintah tapi ternyata Tuhan itu ada?
Atheis : Gleek!!

Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka. (QS. 47:32)

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada khilaf semoga Allah mengampuni.
Wassalam.. 

Label:

Perjuangan Belajar dan Memahami Islam

Assalamualaikum..

“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu (Agama), Allah akan memudahkannya menempuh jalan ke surga.” (Hadist Riwayat)

Mau curhat. Memanglah aku bukan anak pesantren atau hafidz Al-Qur'an, bukan anak alim, apalagi (sok) ustadzah. Inilah aku sosok biasa penyandang status 'muslimah' yang sedang dan selalu ingin belajar, perlahan namun tetap istiqomah dalam keinginan untuk menjadi sosok manusia yang di ridhoi PenciptaNya. Itu saja.

Aku di lahirkan dari kedua orang tua muslim yang otomatis kemudian aku pun menjadi muslim. Sejak kecil orang tua ku juga sudah cukup memberi pengertian dan arahan padaku untuk mempelajari dan menjalankan agama. Mulai dari di les kan mengaji di TPQ dan sering di ingatkan untuk sholat.
Keduanya cukup kuat menjalankan agama, tapi tidak kolot dan tidak radikal.

Seiring berjalannya waktu, ketika saya kemudian lebih banyak menghabiskan waktu dengan dunia, teman dan kegiatan sekolah, mungkin saja orang tua agak 'kecolongan' dengan saat-saat aku agak lalai. Sesekali memperingatkan, seringkali pula aku mulai bongkar-pasang iman. Godaan dunia nampaknya banyak menyilaukan mata anak remaja yang sedang mencari kesenangan saat itu.

Sampai akhirnya aku menemukan sendiri bagaimana caranya supaya aku sadar bahwa agama adalah perihal fital yang mendesak dan harus di laksanakan, agar aku benar-benar terdorong dengan keyakinan paling dalam untuk menjalankan agama dengan tulus, tanpa beban dan setia.
Ya caranya memang minta sama Tuhan, sebadung-badungnya orang, kalau ada keinginan baik terhadap kebenaran Tuhannya, InsyaAllah pastilah diberi petunjuk. Allah

Kalau dulu sholat dan ngaji harus di suruh-suruh, sekarang justru merasa gelisah sendiri kalau belum sholat dan ngaji. Perasaan seperti itu emang dulunya susah banget untuk di timbulkan, tapi kalau sudah ada juga susah hilang..

Tidak cukupkan pelajaran agama di sekolah?

Belajar agama Islam memang kayaknya terlihat bukan hal yang sulit ditemukan lah di negara kita ini. Dari SD - Kuliah iya ada pelajaran agama. Tapi ya begitu, namanya juga sekolah negeri. Bukan Mts/ MIN, apalagi pesantren. Intensitas pertemuan dengan pelajaran agama pun hanya seminggu sekali, tentu tidak banyak yang bisa di bahas. Sepertinya dari situ saja hatiku belum membelot, gak tersentuh atau belum sepenuhnya ngeh. Hanya seminggu sekali mendapat asupan rohani, keluar dari situ bisa buyaaar lagi.

Tidak cukupkan dengan lingkungan mayoritas muslim?

Sekalipun kita berasal dan tinggal di lingkungan yang mayoritas muslim tapi kalau suasananya tidak Islami ya tetap kita akan buram dengan esensi dalam ajaran Islam. Bahkan seorang muslim asal barat yang mengamati negara kita yang dikenal sebagai negara dengan muslim terbanyak dunia beropini bahwa, "Indonesia mayoritas muslim tapi minim pengetahuan tentang Islam."

Banyak orang yang hanya Islam KTP, Islam Liberal, Islam Pluralis, dan sejenisnya.
Yang seperti ini tentu nggak bisa diharap untuk membawa ajaran Islam sesuai sumber asli karena mereka seakan tidak ingin menyesuaikan firman Allah tapi firman Allah yang harus menyesuaikan mereka. Dan kata Ustadz Felix Siauw, orang yang Islam nya Kaffah (Islam secara menyeluruh, KeIslaman yg sebenarnya) itu hanya 20% saja diantara ratusan juta muslim di Indonesia.

Jadi sisanya ya itu tadi, sholat gak sholat gak apa-apa.. Semua agama sama.

Menjadi Perempuan Pencari Tuhan..

"Ketika saya memutuskan untuk kembali meniadakan keinginan-keinginan dunia (yang berlebihan), mengosongkan cinta selain kepada Allah maka kemudian tarikan-tarikan Allah terus membelot ubun-ubun saya untuk melepaskan semua atribut kejahiliyahan (kebodohan) saya. Tanpa saya sadari saya mulai mencintai hal-hal yang menuju kepada sang pemilik nafas saya. Tanpa saya sadar, saya terbawa arus kebaikan, saya tenggelam di danau pengajian, saya terdampar di padang ilalang yang berisi dzikir." - Perempuan Pencari Tuhan

Belajar agama salah satu bentuk terima kasih ku sama Allah dan bentuk keinginanku untuk 'menyelamatkan diri'. Banyak alasan, kejadian dan peristiwa yang membuatku kemudian membelot tentang hal yang berisi tentang Allah dan Islam.

Perjalanan cukup panjang bagaimana aku memahami dan benar-benar mencintai tentang Islam sekalipun aku adalah anak dengan status Islam sejak kecil. Karena hidayah dari Allah memang menyentuh hati, bukan hanya lewat status maupun jati diri sejak kecil. Karena saat itupun sering kali aku hanya menganggap agama atribut hidup saja saat itu. 

Sekalipun saya sudah diyakinkan banyak hal disekitar bahwa Islam yang paling benar.. Tapi entahlah masih simpang siur di hati, masih banyak labilnya, banyak godaan yang memalingkan dan jarang ada yang menguatkan.

2012 - Dimana tahun yang menurut saya manis dan penuh dengan kesenangan, hampir semua yang saya bayangkan benar-benar terjadi. Memiliki apa yang saya inginkan. Tapi saya sebenarnya tidak benar-benar bahagia.
Akhir 2012 - Saya dibuat merasakan banyak kejadian yang membuat saya dalam ketakutan sendiri dan mencari apa yang bisa menyelamatkan saya dari rasa takut dan gelisah ini. Wisata dan bermain tak membuat saya lega, tapi ibadah dan mengeluh pada Allah adalah obatnya.
Awal 2013 - Belajar banyak tentang Islam dan merubah diri sedikit demi sedikit.
2013 - Dimana saya ditinggal banyak orang, merasakan sedih dan sakit yang teramat sangat. Tapi saya tetap bisa menata hati. Menahan diri dari keterpurukan

Semua karena Allah. Tahun 2012 saya belum benar-benar dekat dengan Allah sekalipun saya sudah mengenalNya cukup baik. Sementara 2013 saya menghabiskan banyak waktu untuk belajar banyak tentang esensi Islam sebenarnya juga belajar dari studi kritis soal fitnah Islam yang banyak beredar juga perbandingan dengan agama lainnya.

Merasa yang mendengarkanku mengeluh selama ini ya cuma Allah. Ketika aku dibuat kecewa dengan banyak orang, di campakan  ketika aku merasa di benci semua orang, tidak dengan Allah. Aku meminta begini (bukan melulu materi/harta/uang loh) diberi, aku pingin begitu di kasih jalan, aku meragu diberi jawaban.

Jadi aku merasa 'berkomunikasi' secara langsung denganNya, jadi tak ada hal apapun yang mematahkanku untuk mempercayainya. Terlalu banyak penjelasan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, satu-satunya begitu pula Islam, Agama Allah yang diridhoi untuk semua manusia. 

Ketika saya mengeluh :

Ya Allah saya sedih karena ini... Lalu Allah membuatku membaca Al-Qur'an pada ayat yang tepat menjelaskan permasalahan yang aku hadapi, saya tidak jadi sedih.
Ya Allah saya kesepian... Tiba-tiba beberapa teman baik menghampiri saya.
Ya Allah kenapa ada fitnah Islam seperti ini... Tiba-tiba tanpa sengaja saya melihat berita tentang kebenaran maupun hadist-hadist yang menerangkan keadaan seperti itu.
Saya dibuat tak bisa tidur kalau belum sholat malam.
Tak tenang dalam jalan kalau tidak berdoa.
Membuat saya tidak jadi mengungkap marah, menahan benci, kecewa dan mencoba rela ikhlas memafkan dan melepaskan ketika saya ingat Allah.

Masih banyak yang saya tidak semua saya ingat. Itu semua bukan mimpi, sehingga satu-persatu pertanyaan saya mengenai Islam terjawab sudah tak menyisakan keraguan sedikitpun lagi, melunakkan hati saya yang keras dan kaku sekalipun saya belum sempat bertanya langsung pada ahlinya seperti ustadz maupun kyai misal.
Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. 32:21)
Banyak di dunia yang diberi ujian oleh Allah agar ia merenungkan berpikir lalu kemudian kembali pada Allah, agar ia tak sampai merasakan azab di akhirat. Tapi banyak yang makin durhaka.

Semua skenario dalam hidupku. Tangis, tawa, pahit, manis semua ternyata tak lepas dari bagaimana Allah membuatku belajar dan berpikir tentang hidup dan dalam firmannya, karena Allah ridho jika aku kembali tertuju padaNya. 

Aku jadi tahu kenapa hidup harus ada masalah, kenapa harus ada perpisahan, kenapa harus ada pengkhianat, kenapa ada rasa sakit dan lainnya.  Itu cobaan dan ujian termasuk pelajaran, mediaku untuk berpikir kembali.. Apakah yang aku lakukan sudah benar?

Lalu dengan adanya kebahagiaan dan rezeki pula yang harusnya membuatku banyakberpikir bahwa inilah sarana untuk berbagi.  Karena kita mati yang dinilai adalah amal. 

Tak masalah aku menjadi kelihatan berbeda diantara banyak orang sementara aku dalam prinsip harus menaati Allah.  Aku tak ingin meramaikan suasana hidupku jika didalamnya diisi dengan maksiat dan perbuat sia-sia.  Aku lebih baik berdiam diri sendiri dulu sebelum aku ada seorang teman yang mempunyai hidup satu tema denganku. 'Mendekatkan diri dengan Allah'

Aku terlalu takut untuk terjerumus lagi dengan dosa yang sangat mudah untuk dilakukan dan susah untuk disadari dan ditinggalkan.  Padahal aku sudah pernah diberi peringatan dan petunjuk. Terlaknatlah aku jika aku kembali pada kebodohan.

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.  (QS. 47:25)
Jika aku lebih baik dari kemarin maka aku beruntung.
Jika aku sama dengan kemarin maka aku merugi.
Dan jika aku lebih buruk dari kemarin maka aku terlaknat

Bukan tanpa sebab aku menjadi mencintai semua yang bernafaskan tentang firman Allah.  Tapi Demi Allah, aku telah merasakan banyak hal tentangNya.  Tanpa perlu mengada-adakan cerita.

Merasa ditunjukkan banyak hal yang luar biasa yang mungkin tak dirasa semua orang, sangat ingin berterima kasih pada Allah. Tapi Allah adalah pencipta dan pemilik segalanya.. Alam semesta, langit, bumi, dll. Sehingga Allah tak membutuhkan rejeki dari makhluknya.
Tak perlu sesaji atau persembahan apapun.
Sehingga cara berterima kasih padaNya adalah beribadah dan menaati aturan kehidupan yang Ia ciptakan. Lalu menjadi muslim yang baik sesuai peraturanNya.  InsyaAllah.

Ya Allah.. terimalah pengabdian dan ibadahku yang masih penuh dengan kekurangan ini. Aamiin.

Wassalam.

Label:

Park Dong Shin, Muslim Korea yang gigih berdakwah online

Assalamualaikum..
Annyong Haseyo :D


Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. 2:157)

 Pertama kali ingin tahu adanya muslim di Korea karena saya yang 'lumayan' punya bakat dan minat pada bahasa Korea dan memiliki keinginan pergi ke negeri ginseng itu untuk menuntut ilmu bahasa Korea lebih lanjut.

Tentu sebagai muslim pergi ke negeri non-muslim ada sedikit ke khawatiran akan keterbatasan dan perbedaan mencolok untuk kita menjalankan perintah agama dan beribadah.  Saat itulah saya mencari-cari tentang keberadaan muslim di Korea. Ya.. siapa tahu kalau bisa kesana saya akan mencari mereka untuk mencarikan saya tempat makan yang halal dan bisa sholat berjamaah begitu hehe.

Pertama kali saya menemukan page Islam Korea di Facebook dan mendapati pengelola page itu adalah seorang laki-laki mualaf Korea kota Busan kelahiran 1986 bernama Park Dong Shin. Ia masuk Islam sejak tahun 2009 kemudian mempunyai nama Islam, Abdurraouf. Kemudian saya mulai penasaran bagaimana ia masuk Islam dan sangat kebetulan ia menuliskan dengan sangat panjang tentang bagaimana kisahnya ia masuk Islam.

Inilah pertama kali saya menemukan seorang berkebangsaan Korea yang masuk Islam sebelum saya akhirnya menemukan orang muslim asli Korea lainnya.

Dan menurut saya salah satu yang paling menarik dan mengagumkan adalah Park Dong Shin ini.. 

***

KISAH PARK DONG SHIN MENEMUKAN ISLAM

Kegigihan Park Dong Shin mencari kebenaran hakiki

Pertama-tama cerita bagaimana mana ia masuk Islam telah ia ceritakan baik di facebook maupun blog yang tulisan aslinya bisa anda baca di blog pribadinya berikut ini : I found the hope of the mankind in Islam and then became a Muslim. - Abdurraouf Park

Saya akan cerita singkatnya saja..

Park Dong Shin adalah anak yang dididik oleh orang tuanya taat pada agama sejak kecil. Kehidupan yang keras bahkan keluarganya yang hancur sejak beberapa tahun membuatnya terus mencari arti kehidupan sesungguhnya dan dia meyakini adanya kehidupan lagi setelah kehidupan yang sekarang. Ia ingin tahu kenapa ia dia harus hidup dan dimana Tuhan??

Dia mempunyai ketertarikkan besar terhadap politik, sejarah dan agama. Ia mencari tahu dan mengerti bagaimana runtutan penyebaran agama di Korea dan hubungannya dengan konflik dua negara yang terbagi, Korea Selatan dan Korea Utara. Berharap menemukan kebenaran, ia mendatangi beberapa tempat ibadahnya dengan sekte yang berbeda-beda untuk mencari tahu lebih banyak tentang pengetahuan agamanya bahkan sekolah dan tinggal di asrama agamanya. Dan ia terus berdoa pada Tuhan agar dia diberi petunjuk pada jalan yang benar.

Tapi ia menemukan kejanggalan pada ajaran dan konsep agamanya serta penganut agamanya yang berbeda-beda menafsirkan kitab. Sikap mereka dan konsep menjalankan agama dianggapnya tidak selaras, dibanding pengikut Tuhan.. mereka lebih terlihat mengikuti hawa nafsu dunia.  Yang utama ia tidak mempercayai tentang konsep keTuhanannya. Merasa tidak benar dengan konsep trinitas yang membagi Tuhan menjadi tiga entiti. Ia tak mempercayai bagaimana bisa Tuhan Semesta Alam harus dibagi-bagi?  Apakah benar Tuhan seperti makhluk ciptaannya? Punya ayah, ibu, makan, minum dan mempunyai wujud yang sama seperti makhluknya?

Serta ada beberapa hal yang tidak masuk logika menurutnya yang bisa anda baca di blognya sendiri :D
Ia tak pernah mendapat jawaban yang memuaskan dari semua keingin tahuannya. Ia bingung, kalau hal ini adalah kebenaran, bukankah harusnya akan sangat mudah untuk di jawab?

Perjuangannya mencari kebenaran kehidupan secara hakiki benar-benar kuat dalam jiwanya. Dia terus mencari dan mencari hingga banyak mendatangi acara 'Believer meeting' dan merasa tetap tidak mendapatkan jawaban yang meyakinkan untuknya.

Sesaat ia sempat merasa putus asa. Ia merasa di telantarkan. Di telantarkan dengan Tuhan.  Ia merasa ia akan masuk neraka. Ia kemudian tidak ada keinginan dan semangat untuk mengurus keluarga dan orang-orang yang dicintainya.

Tapi Park Dong Shin sering berpikir. Jika Tuhan benar-benar menelantarkannya, membiarkan dia dalam ketidak tahuan, atau jika memang Tuhan itu tidak ada.. Tentu saja seharusnya tidak akan ada agama sama sekali di dunia ini.

Mengenal Islam dari film yang menghina Islam

Akhirnya suatu hari ia melihat film Hollywood yang isinya menitik beratkan pada kemenangan dan kekuasaan mereka dan sarat akan penghinaan dan mengecilkan Islam tapi dari situ dia malah menangkap kemunafikkan isi film itu dan justru menjelaskan apa itu keimanan yang sebenarnya.

Ia kemudian mendatangi perpustakaan dan mencari buku tentang agama.  Ia kemudian membaca tentang perkenalan agama Islam yang sebelumnya ia tak punya pengetahuan tentangnya.  Ia mengira Islam itu menyembah Muhammad  atau agama yang menyembah tuhan lain.

Tapi kemudian terkejut ia menemukan bahwa Islam adalah agama yang percaya pada satu Tuhan.  Selama ini ia mencari kebenaran tanpa mencari tahu tentang Islam karena ia tak tahu bahwa Islam adalah agama yang percaya pada Tuhan dan mengabaikan apapun tentang Islam. Sehingga setelah mengetahui tentang Islam, ia menyalahkan diri sendiri bahwa mengabaikan itu sangat menakutkan.

BERIKUT OPININYA SETELAH MENEMUKAN ISLAM :


Oh, Islam! This was the truth itself. It clearly showed me utopias that I've been thinking of all along and all God's attributes that I imagined and longed for. Islam was not just religion but it was a whole way of life, it was LIFE! Islam is not just believe and live on, it involved both belief and action and they coincide with each other. I  always believed that the true religion should include both, action and belief, because there is no point if you just believe without acting that in action, and I found this in Islam.
Utopia of mankind was unimaginable to me due to man’s greed, but I found the hope here in Islam, we can live together, completely give up power, and greed, and live in Utopia. In Islam, there is no capitalism or communism being superior over another or seen better than the other. Everything is based on community bases called 'Ummah' and are seen as one, one God, one nation, one Holy book (Quran) and no racism. All this came from the obedience to God. I found hope in Islam, and I finally found what I sought. Utopia of mankind was right here in Islam.
I started asking myself some serious questions after finding Islam. 'Why did I not know about Islam? Why has it been covered? I have lost many years of my life away from this blessing. I never dreamed that there was a true God’s religion because every Christian organisation that I joined and experienced with had only criticised us and called us heathens or terrorists. I became aware of how frightening ignorance can be and how huge of a sin a man’s prejudice, jealousy and envy is. It gave me answers to many of questions that I had raised about the past, present and the future and also the history and religious issues of mankind.

Lebih lengkap silahkan baca di blog Mr. Park saja ya ^^

****

KEGIGIHANNYA BERDAKWAH 
 
Merasa ia telah di beri petunjuk secara jelas oleh Allah SWT, di berbagai ungkapan setiap tulisannya di berbagai media online, dia sangat bahagia dan bangga menjadi muslim.  Ia mengatakan bahwa hal yang paling membahagiakan dalam hidupnya adalah ketika dia masuk Islam.  Dia selalu menangis terharu membaca Al-Qur'an.  

Ketika memposting kata-kata itu saya jadi terharu dan merasa sayang sekali dengan kenyataan justru orang yang dilahirkan dalam keluarga Islam justru tidak menyadari hal berharga ini dan malah menyepelekan ajaran Islam dan menuruti apa yang namanya sekuler.

Melihat negaranya yang sangat minim tentang ilmu Islam, Park Dong Shin kemudian bertolak ke Arab Saudi dan kuliah tentang Islam di Universitas di Madinah. Ia memperdalam Islam secara benar disana dan bercita-cita menghafalkan Al-Qur'an dan Hadist. SubhanAllah keinginannya.

Lalu dengan menemukan satu akunnya, saya menemukan banyak akunnya lagi, dan semua untuk media dakwah.  Sekedar membagikan potongan ayat Al-Qur'an, Hadist, juga yang paling gigih ia lakukan adalah mengenalkan Islam pada orang Korea.  Ia mengatakan Korea sangat kurang informasi tentang Islam bahkan banyak TV yang sengaja menjelek-jelekkan Islam.  
Ia prihatin dengan orang di negaranya. Sekalipun secara kasat mata Korea adalah negara yang sudah cukup maju dan sukses tapi melihat keseharian orang-orangnya yang jauh dari Tuhan sehingga mempunyai gaya hidup yang kelewat bebas, minum-minuman keras sudah menjadi kebiasaan, bunuh diri mudah dilakukan, seks bebas dan operasi plastikpun meraja lela.

Tak jarang ia mengaku di tolak permintaan pertemanannya dengan orang Korea di media sosial. Banyak yang menudingnya karena dinilai mempengaruhi dan memaksa orang masuk Islam. Ia mengatakan dengan dakwah ini hanya  membagikan kebenaran yang mungkin belum sampai pada sesama warga Koreanya dan ingin meluruskan tentang fitnah Islam yang sudah tersebar dimana-mana menimbulkan penilaian umum yang menyakitkan.

CARA DAKWAHNYA

Ketika saya menstalking kegiatannya di beberapa akun, saya melihat ia telah membantu mengIslamkan beberapa orang disana yang proses shahadatnya ia rekam dan upload di youtube. Terakhir dengan saangat berbahagia, ia mengabarkan bahwa ibunya pun telah menginginkan masuk Islam :D

Salah satunya ini yang saya lihat ketika ia membantu mengshahadatkan saudara Habiboullah yang entah siapa nama asli (nama Korea) nya sekitar tahun 2011 .. :D 
Disini Park Dong Shin juga menasehati agar Habiboullah ini lebih banyak belajar lagi tentang ajaran Islam, jangan lupa sholat 5 waktu dan diingatkan bahwa  agar menghadapi dengan baik akan ada reaksi sangat berbeda pada keluarga dan temannya tentang ke Islamannya.


Kemudian di video lain ternyata saudara Habiboullah ini sudah menjadi 'remaja masjid' di Itaewon, Seoul dan membuat video pengenalan Islam di Korea, dan saat itu Park Dong Shin sudah pergi ke Madinah. Alhamdulillah :)


Selain itu Park Dong Shin pun giat dengan mempublishkan ayat Qur'an, Hadist dan penjabaran ajaran Islam di akun facebook, twitter maupun blognya. Ia juga mempublishkan hasil diskusinya dengan penganut agama lain yang mendebatnya maupun yang bertanya padanya berharap orang Korea yang punya pertanyaan yang sama bisa membacanya. Ia bersedia menjawab semua pertanyaan orang Korea yang menanyakan tentang Islam.

Ia bahkan mendatangi radio di Korea untuk mengumandangkan ajaran dan kebenaran Islam. Terakhir saya tahu, ia juga sudah merencanakan untuk membuat TV Islam Korea.. MashaAllah. 

Kenapa ia melakukan itu semua? Ia menjawab..

"Saya bukan siapa-siapa tapi Allah menunjukkan jalan yang benar pada saya sekalipun saya ditempat yang jauh dari ajaran Islam. Saya sangat berterima kasih pada Allah maka ini cara saya untuk bersyukur pada Allah.."

Saya kagum. Orang yang jauuuh keberadaannya dari 'peradaban' orang-orang Islam bisa memahami Islam secara dalam dan benar, tentu karena hati dan keinginannya sendiri.  Ia pun mengisi hari-harinya hanya untuk beribadah dan mengabdi pada Allah, menjalankan perintah dengan kukuh. Jika Allah berkehendak menyelamatkan orang yang membuka hatinya tak akan ada yang mustahil dan tak akan ada yang bisa menghalangi Allah dari memberikan jalan yang lurus.

Dengan melihat ini, inilah saya sadar bahwa kita yang Islam asli sungguh merugi jika kurang belajar dan banyak mengabaikan. Mengingat, orang yang sama sekali tidak mengenal Islam sebelumnya bisa secinta ini pada Islam.

Sekali lagi, Islam tak pernah memaksa atau mengada-adakan sesuatu agar orang masuk Islam. Melainkan hanya menyampaikan dan mengingatkan. Diluar itu, diterima atau tidak oleh orang tersebut adalah urusan masing-masing orang dengan Allah.


"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (QS. 3:8)

Wassalam.
----------------------

Berikut media yang digunakan Park Dong Shin :

https://twitter.com/iAbdurraoof
https://www.facebook.com/abdurraouf.park/

These are all our Youtube Channels for Da’wah.
http://www.youtube.com/user/islamickorea
http://www.youtube.com/user/islamforkorean

Twitter accounts for Islamic Da’wah in Korea
https://twitter.com/iAbdarraouf
https://twitter.com/islaminkorea
https://twitter.com/islamforkorean

Join to our Facebook pages and share with friends.
http://www.facebook.com/islamicdawahkorea
http://www.facebook.com/islaminkorean
http://www.facebook.com/islaminbible
http://www.facebook.com/abdurraouf.park
 
http://abdurraouf.blogspot.com

Label:

Cara Masuk Islam adalah BERFIKIR

Assalamualaikum...


Beberapa waktu lalu saya melihat video tausiah Ustadz Felix Siauw yang bertajuk The Way to Belief yang InsyaAllah masih ada youtube dan saya sangat menyarankan untuk melihatnya karena InsyaAllah akan membuka pikiran kita semua dari konsep dan persepsi asal muasal dan akhir dari kehidupan yang mungkin masih simpang siur atau bahkan salah kaprah diantara kita.

Saya memang suka dengan ceramah dari Ustadz tionghoa yang mualaf 10 tahun lalu ini karena selain karena beliau menyampaikan dengan bahasa yang ringan meskipun cepat dan lugas, bisa di bilang funky sehingga mudah di resapi anak muda dengan intelek menengah (hehe), selain itu beliau memang selalu menginspirasi yang kata-katanya smart, kritis, menohok dan ngena banget.

Saya tidak sepenuhnya hendak membahas isi dari ceramah tersebut atau menyeritakan bagaimana beliau masuk Islam.  Tapi hanya membahas satu hal yang menurut saya sangat masuk di akal dan menunjukkan betapa kuatnya Allah mengukuhkan hati pada siapa yang telah Ia beri hidayah dan keyakinan yaitu dengan membuat seseorang itu dengan membuka hatinya dan BERPIKIR.

...Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:256)

Kalau mualaf saja bisa meneguhkan hati untuk mengutamakan agama dan Tuhannya, kenapa kita yang diberkahi dengan ke Islaman ini justru malah masih maju mundur mengikuti syariat Islam yang tegas dari Allah dan memilih pemikiran-pemikiran sekuler yang menjauhkan kita dari kebenaran?

Setelah tiga minggu memeluk Islam, beliau baru bisa mengabarkan itu pada keluarganya.  Otomatis saja mereka mengamuk dan berkata, "Ngapain kamu masuk Islam? Kamu itu Cina! Cina itu bukan Islam.  Kamu boleh masuk agama apa saja tapi selain Islam!"

Lalu Ustadz Felix berusaha menjelaskan pada keluarganya alasannya masuk Islam. Dan perlu diketahui bahwa Islam itu bukan agama suatu ras atau bangsa, tapi universal dan yang paling Ustadz Felix Siauw yakini adalah Tuhan yang dijelaskan pada Islam adalah Tuhan yang beliau cari-cari selama ini, mengingat Ustadz Felix termasuk pencari Tuhan yang gigih sampai menelisik semua agama serta dengan membaca AL-QUR'AN yang cukup menjawab dan meyakinkan semua pertanyaannya.

Salah satu, SATU saja contoh bagaimana manusia berpikir hingga menemukan Tuhannya yang sebenarnya.

TUHAN?? 
Dalam agama lain dalam kitab lain yang beliau temui adalah Tuhan dengan wujud manusia, atau Tuhan dengan beberapa entiti.
Ini adalah hasil Memanusiakan Tuhan atau Menuhankan Manusia.
Apa yang mereka gambarkan tentang malaikat? Fisiknya manusia dengan sayap. Apa yang mereka gambarkan tentang iblis? Manusia dengan api. Dan parahnya merekapun menggambarkan Tuhan dengan wujud seperti manusia. Karena manusia tidak nyampai untuk berpikir tentang itu.
Mungkin mereka ada yang berdalih bahwa Tuhan 'berubah wujud' agar dapat 'membaur' dengan makhluknya. Maha Suci Allah, Allah tak perlu seperti itu dengan kuasanya yang begitu hebat. Silahkan baca Al-Qur'an dulu.
Cukup imani keberadaan berdasarkan bukti dan kebenaran.
Allah tak menginginkan dijadikan patung untuk disembah, karena Ia ada dimana-mana. Kebesarannya tak membatasi apapun karena Ia Maha Sempurna.

Secara berpikir dan Logika.  Bagaimana mungkin Tuhan berwujud seperti ciptaanNya?
Bahkan bisa dibuat patung dan berhala. Bahkan orang yang tak habis pikir dengan ini berkata 'Kalau aku donat, apakah aku bisa menciptakan donat?'
Sungguh terbatasnya Tuhan jika sama wujudnya dengan manusia.  Bagaimana mungkin Tuhan menciptakan Alam semesta yang luasnya luar biasa hanya seperti manusia. Maha Besar Allah dari semua yang telah mereka jadikan sekutuNya.
Mengetahui orang-orang semacam ini, dalam Al-Qur'an Nabi Musa berkata bahwa betapa sedikitknya pengetahuan mereka terhadap Tuhan Semesta Alam.
MAHA BESAR ALLAH..
 
Itu sebagian contohnya bagaimana Islam bisa ditemukan dengan cara berpikir. Manusia seharusnya berpikir kenapa dia hidup, dari mana asalnya, bagaimana dia hidup dan siapa Tuhannya.
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat (QS. 2:256)

Back to ustadz Felix..
Saat itu juga orangtua Ustadz Felix menjelaskan bahwa beliau tidak cukup memahami agama beliau yang dibawa dari orang tua dan berharap ustadz kembali pada agama tersebut.  Ustadz Felix tidak serta merta menolak tapi mengajak orangtuanya untuk mengundang petinggi agama tersebut untuk berdiskusi agama dengan membawa kitabnya dan Ustadz membawa Al-Qur'an. Jika petinggi agama itu menemukan sesuatu yang salah pada Al-Qur'an maka Ustadz bersedia masuk kembali ke agama itu, kalau sebaliknya ustadz minta mereka yang masuk Islam. Tapi mereka menolak dan ustadz tertawa sambil bilang, "Oke kalau gitu gak jadi." :D

"Kenapa berani begitu? Karena saya yakin. Dan karena kita punya Al-Qur'an, dan Al-Qur'an itu adalah satu-satunya kitab yang satu-satunya bisa masuk akal. Karena itulah saya msuk Islam karena saya berpikir, bukan karena yang lain! " ujar Ustadz Felix (selanjutnya tulisan dalam huruf petik dan tebal adalah kata-kata Ustadz Felix)

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

"Dalam Al-Qur'an, Satu-satunya cara Allah bolehkan orang untuk beriman itu cuma dengan berpikir."

"Gak boleh dengan cara yang lain? Kenapa??"

"Karena dalam Al-Qur'an ratusan ayat nyuruh kita berpikir agar kita beriman pada Allah."

"Semua ayat yang menyuruh kita berpikir dalam Al-Qur'an pasti dikaitkan dengan keimanan. Sebaliknya ayat yang orang yang tidak mau berpikir pasti dikaitkan dengan kekufuran."

 JADI, SATU-SATUNYA CARA BERIMAN ADALAH BERPIKIR

Ustadz Felix Siauw diwawancarai tentang keIslamannya

Suatu hari beliau pernah di wawancarai oleh sebuah media yang mewawancarai beliau :

Wartawan : Stadz, Kenapa masuk Islam?
Ustadz Felix : Karena saya berpikir.
Wartawan : Oh bukan itu maksudnya. Apa mungkin ada event-event khusus atau kejadian-kejadian spiritua yang fenomenal? Seperti mimpi atau melihat cahaya ??
Ustadz Felix : Hahaha. Gak ada, Nggak nggak nggak..

Lalu Ustadz Felix Siauw menjelaskan :

Kalau masuk Islam karena Adzan??
"Saya bisa keluar dari Islam kalau mendengar yang lebih bagus dari Adzan."

Kalau masuk Islam karena mimpi??
"Kalau mimpi yang lain, bisa-bisa saya pindah dari agama Islam "

Kalau masuk Islam karena menikah??
"Besok kalau saya meikah dengan wanita agama lain, saya juga pindah dari agama Islam."

"Tapi kalau saya masuk Islam karena berpikir, saya tidak akan keluar dari Islam. Kecuali saya gila!!"

-----
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. 7:176)

Karena itulah saya banyak mendengar kisah muallaf beberapa orang tentang alasan ke Islamannya ya karena dia membaca Al-Qur'an yang kesemuanya banyak terbukti dan tidak terbantah.   Mereka berpikir dan membandingkan sendiri ajaran Islam, tak perlu menjudge dari muslim atau dari gosip dan fitnah.

Mereka bisa menjelaskan dan membandingkan tentang kebenaran Islam yang mereka lihat dan rasakan dan mampu membuat orang lainpun paham.  Intinya berpikir jernih tentang arti kebenaran itu sendiri, masuk akal, masuk logika. Bahkan kaum mualaf ini lebih gigih menyebarkan kebenaran Islam daripada orang Islam itu sendiri karena mereka menemukan sendiri kebenaran itu dan sanggup membandingkan dari apa yang mereka yakini sebelumnya. In sya Allah saya akan bagikan kisah muallaf inspiratif lain kali.

Tidak perlu kebanyakan khayal yaitu mengarang-ngarang cerita yang gaib, mimpi orang berjubah putihlah.. Mimpi cahaya lah.. Padahal Allah berkata bahwa mimpi itu kebanyakan godaan syetan dan hanya mimpi orang yang benar-benar shalih lah yang memang benar. 

Tidak ada orang seperti Nabi Yusuf a.s yang merupakan ahli tafsir mimpi, jadi kita tidak perlu berpersepsi terlalu besar terhadap mimpi, karena sayapun sangat banyak bahkan sering bermimpi tentang hal yang indah nan khayal-khayal, misal ada artis korea naksir saya. Hehehe 

Kemudian, mempelajari semua agama itu penting agar kita dapat meresapi sendiri arti dan masing-masing barulah menarik kesimpulan berdasar hati nurani dan akal yang jernih karena agama dari Allah penuntun kebenaran menuju kembali padaNya di jalan yang lurus.

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. 3:20)

Dengan menulis ini saya tidak bermaksud tidak menghargai atau memaksa pemikiran orang lain untuk berubah,  Saya sadar semua manusia tak akan seragam pemikirannya. 
Tapi Hidayah datang dari mana saja dan kapan saja.  Tulisan seperti ini bukan untuk memaksa, tapi untuk mengajak berpikir. In sya Allah bermanfaat, dan mohon maaf jika banyak salah kata karena masih belajar ikhtiar :D

Wassalam.

Label:

Memilih Teman Terbaik


Teman-teman akrab pada hari itu* sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS. 43:67)

* hari pembalasan

Orang orang yang berteman akrab di dunia tapi mereka dalam kebathilan tidak akan saling membela dan peduli lagi di hari pembalasan saat sama-sama menghadap Tuhan.  Mereka justru akan saling menyalahkan, berdebat siapa yang telah salah dan siapa yang telah menyesatkan siapa.  Kecuali orang yang berteman akrab di dunia dan saling mengingatkan pada hal yang haq, kebaikan, kebenaran dan takwa.  Mereka akan sama-sama mendapat ridho dan rahmat. <3
-------------------------------------------------------------------------

Islam adalah agama Allah SWT, maka hal terkecil sampai yang terbesar akan ada petunjuknya di sisi Allah agar manusia senantiasa hidup di jalan yang benar dan tidak mencelakai diri sendiri dan orang lain. Karena Allah yang paling tahu untuk urusan bagi makhlukNya.

Perkara memilih pemimpin, pasangan hidup, bahkan untuk memilih teman akrab semua ada petunjuknya.

Kali ini saya ingin membahas perkara teman akrab.  Disebut teman akrab tentu karena tentu mereka merupakan kerabat yang cukup dekat dan saling mengenal dengan kita. Banyak menghabiskan waktu dengan kita dan cukup berperan dalam kehidupan bahkan bisa membawa banyak pengaruh bahkan merubah cara pandang dan mengajak kita ke suatu perkara yang awalnya tidak pernah kita lakukan. 

Apakah kita harus pilih-pilih teman??

Dalam hidup mustahil kita tidak memilih dan menerima semua yang ada. Tapi memilih juga seharusnya bukan dalam konteks yang materil, rasis atau pembedaan strata. Ini bukan masalah pilih-pilih teman yang kaya, populer atau yang pintar.  Tidak apa-apa miskin kalau dia malah sering mengingatkan kita akan kebaikan, sebaliknya kalau pintar tapi selalu mengarahkan hal yang bathil maka ini yang akan sangat merugikan.

Banyak saya dengar cerita seorang anak yang awalnya lugu akhirnya menjadi brutal karena terpengaruh temannya yang mengajaknya keluar malam.  Dia akan mendoktrin si lugu bahwa apa yang mereka lakukan tidak ada salahnya, 'mumpung masih muda' senjata mereka menghalalkan segala carauntuk berbuat segala sesuatu.  Atau seorang pemuda yang awalnya rajin sholat ia menjadi ikutan lupa karena di kalangan teman yang suka melalaikan sholat. Ada yang awalnya tidak keluyuran malam untuk hal yang bathil, tidak merokok, tidak minum-minuman keras, tapi jadi melakukannya karena pengaruh temannya. dll.

Bahkan ustadz Felix Siauw pernah berkata dalam satu postingnya di twitter yang kurang lebih berbicara, "Samar betul menjadi orang tua jaman sekarang.  Sekalipun kita sudah didik dia tentang Islam sejak kecil.  Tapi ia akan tumbuh dididik di kalangan teman-temannya pada jaman yang maksiat sudah menjadi hal yang lumrah dan wajar" Naudzubillah..
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan* itu teman akrab(ku). (QS. 25:28) 
* Fulan itu perumpamaan seperti Mr.X

Dari ayat diatas menceritakan bahwa nanti setelah kiamat, pada hari pembalasan, setelah manusia mengetahui semua kebenaran dari Tuhan, ada seseorang yang akan menyesali telah berteman dengan seseorang di hidupnya di dunia dulu, yang ternyata menyesatkan dia dari jalan yang lurus dari Tuhannya, Allah.

Mungkin saja seorang teman yang mendoktrinnya dan mempengaruhinya agar melenceng dari agama Allah, sehingga semasa hidup dia dalam kesesatan. Atau teman yang secara sengaja atau tidak mengajaknya bergaul dengan menjauhkannya dari jalan yang benar.  
Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jinn dan manusia, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi. (QS. 41:25)
Tentu kita tidak mau kan?? Kita akan benar-benar menjadi orang yang merugi kelak di hadapan Allah hanya karena salah memilih teman. Tapi bukan berarti juga kita serta merta kita menghakimi orang dan mengisolasi diri dengan seseorang yang tidak benar.  Allah SWT memerintahkan kita untuk bersikap baik dengan semua manusia, tidak perlu mengolok-olok kesalahan mereka lalu menjauhi mereka dengan terang-terang.

Akan lebih baik kalau kita bisa menyampaikan hikmah dan mengajak mereka untuk berubah pada kebaikan.  Tapi jika kita tidak mampu melakukannya, cukup dengan tidak terlalu terlibat dengan mereka, tidak perlu mempunyai hubungan terlalu dekat untuk menghindari terbawanya kita dengan kebiasaan buruk mereka.

Lalu bagaimana memilih seseorang teman agar kita beruntung (disisi Allah) dengan berteman dengannya?
"Sebaik-baik teman adalah yang mengingatkan kita kepada Tuhan, Lisannya menambah ilmu dan yang amalannya mengingatkan kita akan akhirat." (HR. Ath Thabrani)
Seperti hadist diatas, teman yang memberi untung adalah teman yang mengarahkan kita pada hal-hal yang mengutamakan dan mengingatkan kita akan Tuhan serta akhirat.  Teman yang mengajarkan kita untuk melakukan hal yang mendatangkan keberkahan dan ridho Allah.

Teman yang senantiasa mengingatkan kita saat kita salah, dan teman yang mencegah kita berbuat hal-hal bathil yang mendatangkan dosa dan murka Allah.

Ingatlah tolak ukur kualitas hidup kita adalah iman pada Tuhan Yang Maha Esa. Itu tujuan kita hidup. Allah hendak menguji keimanan kita setelah turunnya petunjuk, perintah dan larangan kita sebagai makhluk ciptaanNya melalui Nabi-Nabi dan di sempurnakan melalui Nabi Besar kita, Nabi Muhammad SAW.  Jika kita tidak beriman dan tak ada yang mengingatkan maka celaka lah kita.
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu. (QS. 6:31)

Jika kita tersesat sejauh-jauhnya dari Allah SWT, maka kita hanya menunggu pada hari pembalasan dimana manusia telah menyesal seumur hidup.

Sayang sekali, di jaman seperti ini orang orang seperti itu justru akan di jauhi.  Mereka dianggap kolot, nggak gaul, fanatik atau sok ustadz. Padahal orang yang seperti itu, apalagi yang ukuwah*nya sangat kuat, dia akan sangat tahu bagaimana memperlakukan kita dengan baik dan mendatangkan banyak kebaikan pula bagi kita.  Sekalipun bukan yang terlihat, misalnya dia banyak berdoa untuk kita.

(*Ukhuwah adalah ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang, cinta, dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang, di mana keterpautan jiwa itu ditautkan oleh ikatan akidah Islam, iman dan takwa.

Seperti apa yang sudah umum.  Teman-teman mengajak kita grudak-gruduk sana sini tanpa batasan laki perempuan pergi ketempat yang jauh, saling menyentuh, berdekatan seperti itu sudah hal yang lumrah dan wajar.

Tapi teman-teman yang mengajak kita sholat, pergi ke Masjid, mengajak mengaji, dan datang ke majelis ilmu pasti banyak di tolak. "Ah nggak asyik, kayak orangtua aja" pasti kebanyakan beranggapan begitu karena hati yang sudah terpaut pada hal yang berbau duniawi dan menyepelekan urusan akhirat bahkan lalai. Naudzubillah..

Sebaik-baiknya teman adalah orang yang mengharapkan kebaikan untuk kita juga.  Salah kaprah saat ini adalah teman-teman yang mengajak berhura-hura dianggap teman yang baik, padahal dia telah menjerumuskan kita pada maksiat dan ke sia-siaan.  Sementara orang yang menasehati kalian soal ibadah kalian anggap sok menceramahi dan mengurusi urusan orang. Padahal mereka lah yang tulus pada kalian soal kebaikan.

Dengan mengingatkan kalian beribadah, mereka tidak mendapatkan upah, tidak berpesta, tidak memperkaya mereka.  Hanya dengan mengharapkan ridho dan pahala pada Allah untuk menyampaikan dan menyebarkan kebenaran dan tidak ingin kalian berada terus dalam kemudharatan dan kebatilan yang akan menghancurkan diri kalian cepat atau lambat. 
Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi." (QS. 7:149)
Sebelum semua menjadi terlambat, sebelum penyesalan tak lagi berguna yaitu sebelum kematian.. Masih ada waktu untuk memohon ampun dan  memperbaiki diri karena ampunan Allah sangat luas :)

Kasih sayang dan ampunan Allah mendahului murkaNya.
Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman. (QS. 19:39)
  
"Aku berbagi karena aku peduli.."

Pengalaman saya..

Saya bukan bermaksud mau sok menilai orang lain. Tapi sesuai pengalaman saya. Bergaul dengan teman yang tidak mengenal Allah SWT dan segala perintah maupun ajaranNya dengan baik sangat berbeda dengan orang yang sehari-harinya menjadi perintah dan larangan Allah sebagai acuan utama mereka untuk hidup, bergerak, melakukan segala sesuatunya di dunia ini.

Ketika saya berkumpul dengan saudara-saudara yang tidak diragukan imannya, apa yang ada dalam pembicaraan kami hanyalah hal-hal yang bermanfaat.  Setiap luang waktu dari pekerjaan atau kesibukan mereka jadikan ibadah sebagai penghibur.  Mencatat jangan sampai adalah ibadah yang tertinggal, dan mencatat ibadah sunnah agar istiqomah setiap hari.

Hal sekecil apapun selalu melalui pertimbangan aturan Allah SWT. "Apakah aku boleh begini, apakah Allah akan ridho? Apakah orang lain bisa sakit hati?" Mereka sangat merinci tingkah laku mereka, ia sangat takut jika Allah tidak beserta dengan mereka

Sedangkan orang-orang yang menjadikan agama sebagai status saja, tidak mendalami akidah Islam dengan baik dan tingkah lakunya tidak berdasar karena takut dan malu pada Allah SWT, pembicaraan mereka banyak mudharatnya. Bercanda dengan kata-kata yang kasar, kotor bahkan mencela teman beralasan humor, membuang waktu untuk hal yang sia-sia saja. Jauh berbeda sekali, Ya Allah ~

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Sebagai manusia yang penuh dengan ketidak tahuan kita harus mencari ketahuan dari yang maha mengetahui dari Sang Pencipta yang Maha Mengetahui segala di langit dan di bumi.  Kita harus melalui petunjuknya setiap ingin memilih jika tidak ingin merugi atau salah jalan.

POINT UTAMA !!

Tulisan ini sama sekali bukan mau merendahkan dan tidak berteman dengan teman-teman yang kurang pengetahuan agamanya. Ini menerangan mana teman yang terbaik bukan berarti yang lain selalu buruk. Justru ingin merangkul dan mengajak memberi pemahaman agar kembali pada jalan yang benar. Kalaupun tidak bisa maka hanya berdoa dan tidak mengikuti perilakunya (saya paling tidak suka ada salah paham sekalipun belum ada yang salah paham, hehe)


Semoga bermanfaat.  Mohon maaf jika ada khilaf dan salah kata masih amatir dalam segala hal, kita kembalikan pada Al-Quran dan As-Sunnah.
Wassalam..

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art