Label:

Perjuangan Belajar dan Memahami Islam

Assalamualaikum..

“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu (Agama), Allah akan memudahkannya menempuh jalan ke surga.” (Hadist Riwayat)

Mau curhat. Memanglah aku bukan anak pesantren atau hafidz Al-Qur'an, bukan anak alim, apalagi (sok) ustadzah. Inilah aku sosok biasa penyandang status 'muslimah' yang sedang dan selalu ingin belajar, perlahan namun tetap istiqomah dalam keinginan untuk menjadi sosok manusia yang di ridhoi PenciptaNya. Itu saja.

Aku di lahirkan dari kedua orang tua muslim yang otomatis kemudian aku pun menjadi muslim. Sejak kecil orang tua ku juga sudah cukup memberi pengertian dan arahan padaku untuk mempelajari dan menjalankan agama. Mulai dari di les kan mengaji di TPQ dan sering di ingatkan untuk sholat.
Keduanya cukup kuat menjalankan agama, tapi tidak kolot dan tidak radikal.

Seiring berjalannya waktu, ketika saya kemudian lebih banyak menghabiskan waktu dengan dunia, teman dan kegiatan sekolah, mungkin saja orang tua agak 'kecolongan' dengan saat-saat aku agak lalai. Sesekali memperingatkan, seringkali pula aku mulai bongkar-pasang iman. Godaan dunia nampaknya banyak menyilaukan mata anak remaja yang sedang mencari kesenangan saat itu.

Sampai akhirnya aku menemukan sendiri bagaimana caranya supaya aku sadar bahwa agama adalah perihal fital yang mendesak dan harus di laksanakan, agar aku benar-benar terdorong dengan keyakinan paling dalam untuk menjalankan agama dengan tulus, tanpa beban dan setia.
Ya caranya memang minta sama Tuhan, sebadung-badungnya orang, kalau ada keinginan baik terhadap kebenaran Tuhannya, InsyaAllah pastilah diberi petunjuk. Allah

Kalau dulu sholat dan ngaji harus di suruh-suruh, sekarang justru merasa gelisah sendiri kalau belum sholat dan ngaji. Perasaan seperti itu emang dulunya susah banget untuk di timbulkan, tapi kalau sudah ada juga susah hilang..

Tidak cukupkan pelajaran agama di sekolah?

Belajar agama Islam memang kayaknya terlihat bukan hal yang sulit ditemukan lah di negara kita ini. Dari SD - Kuliah iya ada pelajaran agama. Tapi ya begitu, namanya juga sekolah negeri. Bukan Mts/ MIN, apalagi pesantren. Intensitas pertemuan dengan pelajaran agama pun hanya seminggu sekali, tentu tidak banyak yang bisa di bahas. Sepertinya dari situ saja hatiku belum membelot, gak tersentuh atau belum sepenuhnya ngeh. Hanya seminggu sekali mendapat asupan rohani, keluar dari situ bisa buyaaar lagi.

Tidak cukupkan dengan lingkungan mayoritas muslim?

Sekalipun kita berasal dan tinggal di lingkungan yang mayoritas muslim tapi kalau suasananya tidak Islami ya tetap kita akan buram dengan esensi dalam ajaran Islam. Bahkan seorang muslim asal barat yang mengamati negara kita yang dikenal sebagai negara dengan muslim terbanyak dunia beropini bahwa, "Indonesia mayoritas muslim tapi minim pengetahuan tentang Islam."

Banyak orang yang hanya Islam KTP, Islam Liberal, Islam Pluralis, dan sejenisnya.
Yang seperti ini tentu nggak bisa diharap untuk membawa ajaran Islam sesuai sumber asli karena mereka seakan tidak ingin menyesuaikan firman Allah tapi firman Allah yang harus menyesuaikan mereka. Dan kata Ustadz Felix Siauw, orang yang Islam nya Kaffah (Islam secara menyeluruh, KeIslaman yg sebenarnya) itu hanya 20% saja diantara ratusan juta muslim di Indonesia.

Jadi sisanya ya itu tadi, sholat gak sholat gak apa-apa.. Semua agama sama.

Menjadi Perempuan Pencari Tuhan..

"Ketika saya memutuskan untuk kembali meniadakan keinginan-keinginan dunia (yang berlebihan), mengosongkan cinta selain kepada Allah maka kemudian tarikan-tarikan Allah terus membelot ubun-ubun saya untuk melepaskan semua atribut kejahiliyahan (kebodohan) saya. Tanpa saya sadari saya mulai mencintai hal-hal yang menuju kepada sang pemilik nafas saya. Tanpa saya sadar, saya terbawa arus kebaikan, saya tenggelam di danau pengajian, saya terdampar di padang ilalang yang berisi dzikir." - Perempuan Pencari Tuhan

Belajar agama salah satu bentuk terima kasih ku sama Allah dan bentuk keinginanku untuk 'menyelamatkan diri'. Banyak alasan, kejadian dan peristiwa yang membuatku kemudian membelot tentang hal yang berisi tentang Allah dan Islam.

Perjalanan cukup panjang bagaimana aku memahami dan benar-benar mencintai tentang Islam sekalipun aku adalah anak dengan status Islam sejak kecil. Karena hidayah dari Allah memang menyentuh hati, bukan hanya lewat status maupun jati diri sejak kecil. Karena saat itupun sering kali aku hanya menganggap agama atribut hidup saja saat itu. 

Sekalipun saya sudah diyakinkan banyak hal disekitar bahwa Islam yang paling benar.. Tapi entahlah masih simpang siur di hati, masih banyak labilnya, banyak godaan yang memalingkan dan jarang ada yang menguatkan.

2012 - Dimana tahun yang menurut saya manis dan penuh dengan kesenangan, hampir semua yang saya bayangkan benar-benar terjadi. Memiliki apa yang saya inginkan. Tapi saya sebenarnya tidak benar-benar bahagia.
Akhir 2012 - Saya dibuat merasakan banyak kejadian yang membuat saya dalam ketakutan sendiri dan mencari apa yang bisa menyelamatkan saya dari rasa takut dan gelisah ini. Wisata dan bermain tak membuat saya lega, tapi ibadah dan mengeluh pada Allah adalah obatnya.
Awal 2013 - Belajar banyak tentang Islam dan merubah diri sedikit demi sedikit.
2013 - Dimana saya ditinggal banyak orang, merasakan sedih dan sakit yang teramat sangat. Tapi saya tetap bisa menata hati. Menahan diri dari keterpurukan

Semua karena Allah. Tahun 2012 saya belum benar-benar dekat dengan Allah sekalipun saya sudah mengenalNya cukup baik. Sementara 2013 saya menghabiskan banyak waktu untuk belajar banyak tentang esensi Islam sebenarnya juga belajar dari studi kritis soal fitnah Islam yang banyak beredar juga perbandingan dengan agama lainnya.

Merasa yang mendengarkanku mengeluh selama ini ya cuma Allah. Ketika aku dibuat kecewa dengan banyak orang, di campakan  ketika aku merasa di benci semua orang, tidak dengan Allah. Aku meminta begini (bukan melulu materi/harta/uang loh) diberi, aku pingin begitu di kasih jalan, aku meragu diberi jawaban.

Jadi aku merasa 'berkomunikasi' secara langsung denganNya, jadi tak ada hal apapun yang mematahkanku untuk mempercayainya. Terlalu banyak penjelasan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, satu-satunya begitu pula Islam, Agama Allah yang diridhoi untuk semua manusia. 

Ketika saya mengeluh :

Ya Allah saya sedih karena ini... Lalu Allah membuatku membaca Al-Qur'an pada ayat yang tepat menjelaskan permasalahan yang aku hadapi, saya tidak jadi sedih.
Ya Allah saya kesepian... Tiba-tiba beberapa teman baik menghampiri saya.
Ya Allah kenapa ada fitnah Islam seperti ini... Tiba-tiba tanpa sengaja saya melihat berita tentang kebenaran maupun hadist-hadist yang menerangkan keadaan seperti itu.
Saya dibuat tak bisa tidur kalau belum sholat malam.
Tak tenang dalam jalan kalau tidak berdoa.
Membuat saya tidak jadi mengungkap marah, menahan benci, kecewa dan mencoba rela ikhlas memafkan dan melepaskan ketika saya ingat Allah.

Masih banyak yang saya tidak semua saya ingat. Itu semua bukan mimpi, sehingga satu-persatu pertanyaan saya mengenai Islam terjawab sudah tak menyisakan keraguan sedikitpun lagi, melunakkan hati saya yang keras dan kaku sekalipun saya belum sempat bertanya langsung pada ahlinya seperti ustadz maupun kyai misal.
Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. 32:21)
Banyak di dunia yang diberi ujian oleh Allah agar ia merenungkan berpikir lalu kemudian kembali pada Allah, agar ia tak sampai merasakan azab di akhirat. Tapi banyak yang makin durhaka.

Semua skenario dalam hidupku. Tangis, tawa, pahit, manis semua ternyata tak lepas dari bagaimana Allah membuatku belajar dan berpikir tentang hidup dan dalam firmannya, karena Allah ridho jika aku kembali tertuju padaNya. 

Aku jadi tahu kenapa hidup harus ada masalah, kenapa harus ada perpisahan, kenapa harus ada pengkhianat, kenapa ada rasa sakit dan lainnya.  Itu cobaan dan ujian termasuk pelajaran, mediaku untuk berpikir kembali.. Apakah yang aku lakukan sudah benar?

Lalu dengan adanya kebahagiaan dan rezeki pula yang harusnya membuatku banyakberpikir bahwa inilah sarana untuk berbagi.  Karena kita mati yang dinilai adalah amal. 

Tak masalah aku menjadi kelihatan berbeda diantara banyak orang sementara aku dalam prinsip harus menaati Allah.  Aku tak ingin meramaikan suasana hidupku jika didalamnya diisi dengan maksiat dan perbuat sia-sia.  Aku lebih baik berdiam diri sendiri dulu sebelum aku ada seorang teman yang mempunyai hidup satu tema denganku. 'Mendekatkan diri dengan Allah'

Aku terlalu takut untuk terjerumus lagi dengan dosa yang sangat mudah untuk dilakukan dan susah untuk disadari dan ditinggalkan.  Padahal aku sudah pernah diberi peringatan dan petunjuk. Terlaknatlah aku jika aku kembali pada kebodohan.

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.  (QS. 47:25)
Jika aku lebih baik dari kemarin maka aku beruntung.
Jika aku sama dengan kemarin maka aku merugi.
Dan jika aku lebih buruk dari kemarin maka aku terlaknat

Bukan tanpa sebab aku menjadi mencintai semua yang bernafaskan tentang firman Allah.  Tapi Demi Allah, aku telah merasakan banyak hal tentangNya.  Tanpa perlu mengada-adakan cerita.

Merasa ditunjukkan banyak hal yang luar biasa yang mungkin tak dirasa semua orang, sangat ingin berterima kasih pada Allah. Tapi Allah adalah pencipta dan pemilik segalanya.. Alam semesta, langit, bumi, dll. Sehingga Allah tak membutuhkan rejeki dari makhluknya.
Tak perlu sesaji atau persembahan apapun.
Sehingga cara berterima kasih padaNya adalah beribadah dan menaati aturan kehidupan yang Ia ciptakan. Lalu menjadi muslim yang baik sesuai peraturanNya.  InsyaAllah.

Ya Allah.. terimalah pengabdian dan ibadahku yang masih penuh dengan kekurangan ini. Aamiin.

Wassalam.

Label:

Park Dong Shin, Muslim Korea yang gigih berdakwah online

Assalamualaikum..
Annyong Haseyo :D


Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. 2:157)

 Pertama kali ingin tahu adanya muslim di Korea karena saya yang 'lumayan' punya bakat dan minat pada bahasa Korea dan memiliki keinginan pergi ke negeri ginseng itu untuk menuntut ilmu bahasa Korea lebih lanjut.

Tentu sebagai muslim pergi ke negeri non-muslim ada sedikit ke khawatiran akan keterbatasan dan perbedaan mencolok untuk kita menjalankan perintah agama dan beribadah.  Saat itulah saya mencari-cari tentang keberadaan muslim di Korea. Ya.. siapa tahu kalau bisa kesana saya akan mencari mereka untuk mencarikan saya tempat makan yang halal dan bisa sholat berjamaah begitu hehe.

Pertama kali saya menemukan page Islam Korea di Facebook dan mendapati pengelola page itu adalah seorang laki-laki mualaf Korea kota Busan kelahiran 1986 bernama Park Dong Shin. Ia masuk Islam sejak tahun 2009 kemudian mempunyai nama Islam, Abdurraouf. Kemudian saya mulai penasaran bagaimana ia masuk Islam dan sangat kebetulan ia menuliskan dengan sangat panjang tentang bagaimana kisahnya ia masuk Islam.

Inilah pertama kali saya menemukan seorang berkebangsaan Korea yang masuk Islam sebelum saya akhirnya menemukan orang muslim asli Korea lainnya.

Dan menurut saya salah satu yang paling menarik dan mengagumkan adalah Park Dong Shin ini.. 

***

KISAH PARK DONG SHIN MENEMUKAN ISLAM

Kegigihan Park Dong Shin mencari kebenaran hakiki

Pertama-tama cerita bagaimana mana ia masuk Islam telah ia ceritakan baik di facebook maupun blog yang tulisan aslinya bisa anda baca di blog pribadinya berikut ini : I found the hope of the mankind in Islam and then became a Muslim. - Abdurraouf Park

Saya akan cerita singkatnya saja..

Park Dong Shin adalah anak yang dididik oleh orang tuanya taat pada agama sejak kecil. Kehidupan yang keras bahkan keluarganya yang hancur sejak beberapa tahun membuatnya terus mencari arti kehidupan sesungguhnya dan dia meyakini adanya kehidupan lagi setelah kehidupan yang sekarang. Ia ingin tahu kenapa ia dia harus hidup dan dimana Tuhan??

Dia mempunyai ketertarikkan besar terhadap politik, sejarah dan agama. Ia mencari tahu dan mengerti bagaimana runtutan penyebaran agama di Korea dan hubungannya dengan konflik dua negara yang terbagi, Korea Selatan dan Korea Utara. Berharap menemukan kebenaran, ia mendatangi beberapa tempat ibadahnya dengan sekte yang berbeda-beda untuk mencari tahu lebih banyak tentang pengetahuan agamanya bahkan sekolah dan tinggal di asrama agamanya. Dan ia terus berdoa pada Tuhan agar dia diberi petunjuk pada jalan yang benar.

Tapi ia menemukan kejanggalan pada ajaran dan konsep agamanya serta penganut agamanya yang berbeda-beda menafsirkan kitab. Sikap mereka dan konsep menjalankan agama dianggapnya tidak selaras, dibanding pengikut Tuhan.. mereka lebih terlihat mengikuti hawa nafsu dunia.  Yang utama ia tidak mempercayai tentang konsep keTuhanannya. Merasa tidak benar dengan konsep trinitas yang membagi Tuhan menjadi tiga entiti. Ia tak mempercayai bagaimana bisa Tuhan Semesta Alam harus dibagi-bagi?  Apakah benar Tuhan seperti makhluk ciptaannya? Punya ayah, ibu, makan, minum dan mempunyai wujud yang sama seperti makhluknya?

Serta ada beberapa hal yang tidak masuk logika menurutnya yang bisa anda baca di blognya sendiri :D
Ia tak pernah mendapat jawaban yang memuaskan dari semua keingin tahuannya. Ia bingung, kalau hal ini adalah kebenaran, bukankah harusnya akan sangat mudah untuk di jawab?

Perjuangannya mencari kebenaran kehidupan secara hakiki benar-benar kuat dalam jiwanya. Dia terus mencari dan mencari hingga banyak mendatangi acara 'Believer meeting' dan merasa tetap tidak mendapatkan jawaban yang meyakinkan untuknya.

Sesaat ia sempat merasa putus asa. Ia merasa di telantarkan. Di telantarkan dengan Tuhan.  Ia merasa ia akan masuk neraka. Ia kemudian tidak ada keinginan dan semangat untuk mengurus keluarga dan orang-orang yang dicintainya.

Tapi Park Dong Shin sering berpikir. Jika Tuhan benar-benar menelantarkannya, membiarkan dia dalam ketidak tahuan, atau jika memang Tuhan itu tidak ada.. Tentu saja seharusnya tidak akan ada agama sama sekali di dunia ini.

Mengenal Islam dari film yang menghina Islam

Akhirnya suatu hari ia melihat film Hollywood yang isinya menitik beratkan pada kemenangan dan kekuasaan mereka dan sarat akan penghinaan dan mengecilkan Islam tapi dari situ dia malah menangkap kemunafikkan isi film itu dan justru menjelaskan apa itu keimanan yang sebenarnya.

Ia kemudian mendatangi perpustakaan dan mencari buku tentang agama.  Ia kemudian membaca tentang perkenalan agama Islam yang sebelumnya ia tak punya pengetahuan tentangnya.  Ia mengira Islam itu menyembah Muhammad  atau agama yang menyembah tuhan lain.

Tapi kemudian terkejut ia menemukan bahwa Islam adalah agama yang percaya pada satu Tuhan.  Selama ini ia mencari kebenaran tanpa mencari tahu tentang Islam karena ia tak tahu bahwa Islam adalah agama yang percaya pada Tuhan dan mengabaikan apapun tentang Islam. Sehingga setelah mengetahui tentang Islam, ia menyalahkan diri sendiri bahwa mengabaikan itu sangat menakutkan.

BERIKUT OPININYA SETELAH MENEMUKAN ISLAM :


Oh, Islam! This was the truth itself. It clearly showed me utopias that I've been thinking of all along and all God's attributes that I imagined and longed for. Islam was not just religion but it was a whole way of life, it was LIFE! Islam is not just believe and live on, it involved both belief and action and they coincide with each other. I  always believed that the true religion should include both, action and belief, because there is no point if you just believe without acting that in action, and I found this in Islam.
Utopia of mankind was unimaginable to me due to man’s greed, but I found the hope here in Islam, we can live together, completely give up power, and greed, and live in Utopia. In Islam, there is no capitalism or communism being superior over another or seen better than the other. Everything is based on community bases called 'Ummah' and are seen as one, one God, one nation, one Holy book (Quran) and no racism. All this came from the obedience to God. I found hope in Islam, and I finally found what I sought. Utopia of mankind was right here in Islam.
I started asking myself some serious questions after finding Islam. 'Why did I not know about Islam? Why has it been covered? I have lost many years of my life away from this blessing. I never dreamed that there was a true God’s religion because every Christian organisation that I joined and experienced with had only criticised us and called us heathens or terrorists. I became aware of how frightening ignorance can be and how huge of a sin a man’s prejudice, jealousy and envy is. It gave me answers to many of questions that I had raised about the past, present and the future and also the history and religious issues of mankind.

Lebih lengkap silahkan baca di blog Mr. Park saja ya ^^

****

KEGIGIHANNYA BERDAKWAH 
 
Merasa ia telah di beri petunjuk secara jelas oleh Allah SWT, di berbagai ungkapan setiap tulisannya di berbagai media online, dia sangat bahagia dan bangga menjadi muslim.  Ia mengatakan bahwa hal yang paling membahagiakan dalam hidupnya adalah ketika dia masuk Islam.  Dia selalu menangis terharu membaca Al-Qur'an.  

Ketika memposting kata-kata itu saya jadi terharu dan merasa sayang sekali dengan kenyataan justru orang yang dilahirkan dalam keluarga Islam justru tidak menyadari hal berharga ini dan malah menyepelekan ajaran Islam dan menuruti apa yang namanya sekuler.

Melihat negaranya yang sangat minim tentang ilmu Islam, Park Dong Shin kemudian bertolak ke Arab Saudi dan kuliah tentang Islam di Universitas di Madinah. Ia memperdalam Islam secara benar disana dan bercita-cita menghafalkan Al-Qur'an dan Hadist. SubhanAllah keinginannya.

Lalu dengan menemukan satu akunnya, saya menemukan banyak akunnya lagi, dan semua untuk media dakwah.  Sekedar membagikan potongan ayat Al-Qur'an, Hadist, juga yang paling gigih ia lakukan adalah mengenalkan Islam pada orang Korea.  Ia mengatakan Korea sangat kurang informasi tentang Islam bahkan banyak TV yang sengaja menjelek-jelekkan Islam.  
Ia prihatin dengan orang di negaranya. Sekalipun secara kasat mata Korea adalah negara yang sudah cukup maju dan sukses tapi melihat keseharian orang-orangnya yang jauh dari Tuhan sehingga mempunyai gaya hidup yang kelewat bebas, minum-minuman keras sudah menjadi kebiasaan, bunuh diri mudah dilakukan, seks bebas dan operasi plastikpun meraja lela.

Tak jarang ia mengaku di tolak permintaan pertemanannya dengan orang Korea di media sosial. Banyak yang menudingnya karena dinilai mempengaruhi dan memaksa orang masuk Islam. Ia mengatakan dengan dakwah ini hanya  membagikan kebenaran yang mungkin belum sampai pada sesama warga Koreanya dan ingin meluruskan tentang fitnah Islam yang sudah tersebar dimana-mana menimbulkan penilaian umum yang menyakitkan.

CARA DAKWAHNYA

Ketika saya menstalking kegiatannya di beberapa akun, saya melihat ia telah membantu mengIslamkan beberapa orang disana yang proses shahadatnya ia rekam dan upload di youtube. Terakhir dengan saangat berbahagia, ia mengabarkan bahwa ibunya pun telah menginginkan masuk Islam :D

Salah satunya ini yang saya lihat ketika ia membantu mengshahadatkan saudara Habiboullah yang entah siapa nama asli (nama Korea) nya sekitar tahun 2011 .. :D 
Disini Park Dong Shin juga menasehati agar Habiboullah ini lebih banyak belajar lagi tentang ajaran Islam, jangan lupa sholat 5 waktu dan diingatkan bahwa  agar menghadapi dengan baik akan ada reaksi sangat berbeda pada keluarga dan temannya tentang ke Islamannya.


Kemudian di video lain ternyata saudara Habiboullah ini sudah menjadi 'remaja masjid' di Itaewon, Seoul dan membuat video pengenalan Islam di Korea, dan saat itu Park Dong Shin sudah pergi ke Madinah. Alhamdulillah :)


Selain itu Park Dong Shin pun giat dengan mempublishkan ayat Qur'an, Hadist dan penjabaran ajaran Islam di akun facebook, twitter maupun blognya. Ia juga mempublishkan hasil diskusinya dengan penganut agama lain yang mendebatnya maupun yang bertanya padanya berharap orang Korea yang punya pertanyaan yang sama bisa membacanya. Ia bersedia menjawab semua pertanyaan orang Korea yang menanyakan tentang Islam.

Ia bahkan mendatangi radio di Korea untuk mengumandangkan ajaran dan kebenaran Islam. Terakhir saya tahu, ia juga sudah merencanakan untuk membuat TV Islam Korea.. MashaAllah. 

Kenapa ia melakukan itu semua? Ia menjawab..

"Saya bukan siapa-siapa tapi Allah menunjukkan jalan yang benar pada saya sekalipun saya ditempat yang jauh dari ajaran Islam. Saya sangat berterima kasih pada Allah maka ini cara saya untuk bersyukur pada Allah.."

Saya kagum. Orang yang jauuuh keberadaannya dari 'peradaban' orang-orang Islam bisa memahami Islam secara dalam dan benar, tentu karena hati dan keinginannya sendiri.  Ia pun mengisi hari-harinya hanya untuk beribadah dan mengabdi pada Allah, menjalankan perintah dengan kukuh. Jika Allah berkehendak menyelamatkan orang yang membuka hatinya tak akan ada yang mustahil dan tak akan ada yang bisa menghalangi Allah dari memberikan jalan yang lurus.

Dengan melihat ini, inilah saya sadar bahwa kita yang Islam asli sungguh merugi jika kurang belajar dan banyak mengabaikan. Mengingat, orang yang sama sekali tidak mengenal Islam sebelumnya bisa secinta ini pada Islam.

Sekali lagi, Islam tak pernah memaksa atau mengada-adakan sesuatu agar orang masuk Islam. Melainkan hanya menyampaikan dan mengingatkan. Diluar itu, diterima atau tidak oleh orang tersebut adalah urusan masing-masing orang dengan Allah.


"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (QS. 3:8)

Wassalam.
----------------------

Berikut media yang digunakan Park Dong Shin :

https://twitter.com/iAbdurraoof
https://www.facebook.com/abdurraouf.park/

These are all our Youtube Channels for Da’wah.
http://www.youtube.com/user/islamickorea
http://www.youtube.com/user/islamforkorean

Twitter accounts for Islamic Da’wah in Korea
https://twitter.com/iAbdarraouf
https://twitter.com/islaminkorea
https://twitter.com/islamforkorean

Join to our Facebook pages and share with friends.
http://www.facebook.com/islamicdawahkorea
http://www.facebook.com/islaminkorean
http://www.facebook.com/islaminbible
http://www.facebook.com/abdurraouf.park
 
http://abdurraouf.blogspot.com

Label:

Cara Masuk Islam adalah BERFIKIR

Assalamualaikum...


Beberapa waktu lalu saya melihat video tausiah Ustadz Felix Siauw yang bertajuk The Way to Belief yang InsyaAllah masih ada youtube dan saya sangat menyarankan untuk melihatnya karena InsyaAllah akan membuka pikiran kita semua dari konsep dan persepsi asal muasal dan akhir dari kehidupan yang mungkin masih simpang siur atau bahkan salah kaprah diantara kita.

Saya memang suka dengan ceramah dari Ustadz tionghoa yang mualaf 10 tahun lalu ini karena selain karena beliau menyampaikan dengan bahasa yang ringan meskipun cepat dan lugas, bisa di bilang funky sehingga mudah di resapi anak muda dengan intelek menengah (hehe), selain itu beliau memang selalu menginspirasi yang kata-katanya smart, kritis, menohok dan ngena banget.

Saya tidak sepenuhnya hendak membahas isi dari ceramah tersebut atau menyeritakan bagaimana beliau masuk Islam.  Tapi hanya membahas satu hal yang menurut saya sangat masuk di akal dan menunjukkan betapa kuatnya Allah mengukuhkan hati pada siapa yang telah Ia beri hidayah dan keyakinan yaitu dengan membuat seseorang itu dengan membuka hatinya dan BERPIKIR.

...Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:256)

Kalau mualaf saja bisa meneguhkan hati untuk mengutamakan agama dan Tuhannya, kenapa kita yang diberkahi dengan ke Islaman ini justru malah masih maju mundur mengikuti syariat Islam yang tegas dari Allah dan memilih pemikiran-pemikiran sekuler yang menjauhkan kita dari kebenaran?

Setelah tiga minggu memeluk Islam, beliau baru bisa mengabarkan itu pada keluarganya.  Otomatis saja mereka mengamuk dan berkata, "Ngapain kamu masuk Islam? Kamu itu Cina! Cina itu bukan Islam.  Kamu boleh masuk agama apa saja tapi selain Islam!"

Lalu Ustadz Felix berusaha menjelaskan pada keluarganya alasannya masuk Islam. Dan perlu diketahui bahwa Islam itu bukan agama suatu ras atau bangsa, tapi universal dan yang paling Ustadz Felix Siauw yakini adalah Tuhan yang dijelaskan pada Islam adalah Tuhan yang beliau cari-cari selama ini, mengingat Ustadz Felix termasuk pencari Tuhan yang gigih sampai menelisik semua agama serta dengan membaca AL-QUR'AN yang cukup menjawab dan meyakinkan semua pertanyaannya.

Salah satu, SATU saja contoh bagaimana manusia berpikir hingga menemukan Tuhannya yang sebenarnya.

TUHAN?? 
Dalam agama lain dalam kitab lain yang beliau temui adalah Tuhan dengan wujud manusia, atau Tuhan dengan beberapa entiti.
Ini adalah hasil Memanusiakan Tuhan atau Menuhankan Manusia.
Apa yang mereka gambarkan tentang malaikat? Fisiknya manusia dengan sayap. Apa yang mereka gambarkan tentang iblis? Manusia dengan api. Dan parahnya merekapun menggambarkan Tuhan dengan wujud seperti manusia. Karena manusia tidak nyampai untuk berpikir tentang itu.
Mungkin mereka ada yang berdalih bahwa Tuhan 'berubah wujud' agar dapat 'membaur' dengan makhluknya. Maha Suci Allah, Allah tak perlu seperti itu dengan kuasanya yang begitu hebat. Silahkan baca Al-Qur'an dulu.
Cukup imani keberadaan berdasarkan bukti dan kebenaran.
Allah tak menginginkan dijadikan patung untuk disembah, karena Ia ada dimana-mana. Kebesarannya tak membatasi apapun karena Ia Maha Sempurna.

Secara berpikir dan Logika.  Bagaimana mungkin Tuhan berwujud seperti ciptaanNya?
Bahkan bisa dibuat patung dan berhala. Bahkan orang yang tak habis pikir dengan ini berkata 'Kalau aku donat, apakah aku bisa menciptakan donat?'
Sungguh terbatasnya Tuhan jika sama wujudnya dengan manusia.  Bagaimana mungkin Tuhan menciptakan Alam semesta yang luasnya luar biasa hanya seperti manusia. Maha Besar Allah dari semua yang telah mereka jadikan sekutuNya.
Mengetahui orang-orang semacam ini, dalam Al-Qur'an Nabi Musa berkata bahwa betapa sedikitknya pengetahuan mereka terhadap Tuhan Semesta Alam.
MAHA BESAR ALLAH..
 
Itu sebagian contohnya bagaimana Islam bisa ditemukan dengan cara berpikir. Manusia seharusnya berpikir kenapa dia hidup, dari mana asalnya, bagaimana dia hidup dan siapa Tuhannya.
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat (QS. 2:256)

Back to ustadz Felix..
Saat itu juga orangtua Ustadz Felix menjelaskan bahwa beliau tidak cukup memahami agama beliau yang dibawa dari orang tua dan berharap ustadz kembali pada agama tersebut.  Ustadz Felix tidak serta merta menolak tapi mengajak orangtuanya untuk mengundang petinggi agama tersebut untuk berdiskusi agama dengan membawa kitabnya dan Ustadz membawa Al-Qur'an. Jika petinggi agama itu menemukan sesuatu yang salah pada Al-Qur'an maka Ustadz bersedia masuk kembali ke agama itu, kalau sebaliknya ustadz minta mereka yang masuk Islam. Tapi mereka menolak dan ustadz tertawa sambil bilang, "Oke kalau gitu gak jadi." :D

"Kenapa berani begitu? Karena saya yakin. Dan karena kita punya Al-Qur'an, dan Al-Qur'an itu adalah satu-satunya kitab yang satu-satunya bisa masuk akal. Karena itulah saya msuk Islam karena saya berpikir, bukan karena yang lain! " ujar Ustadz Felix (selanjutnya tulisan dalam huruf petik dan tebal adalah kata-kata Ustadz Felix)

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. 7:176)

"Dalam Al-Qur'an, Satu-satunya cara Allah bolehkan orang untuk beriman itu cuma dengan berpikir."

"Gak boleh dengan cara yang lain? Kenapa??"

"Karena dalam Al-Qur'an ratusan ayat nyuruh kita berpikir agar kita beriman pada Allah."

"Semua ayat yang menyuruh kita berpikir dalam Al-Qur'an pasti dikaitkan dengan keimanan. Sebaliknya ayat yang orang yang tidak mau berpikir pasti dikaitkan dengan kekufuran."

 JADI, SATU-SATUNYA CARA BERIMAN ADALAH BERPIKIR

Ustadz Felix Siauw diwawancarai tentang keIslamannya

Suatu hari beliau pernah di wawancarai oleh sebuah media yang mewawancarai beliau :

Wartawan : Stadz, Kenapa masuk Islam?
Ustadz Felix : Karena saya berpikir.
Wartawan : Oh bukan itu maksudnya. Apa mungkin ada event-event khusus atau kejadian-kejadian spiritua yang fenomenal? Seperti mimpi atau melihat cahaya ??
Ustadz Felix : Hahaha. Gak ada, Nggak nggak nggak..

Lalu Ustadz Felix Siauw menjelaskan :

Kalau masuk Islam karena Adzan??
"Saya bisa keluar dari Islam kalau mendengar yang lebih bagus dari Adzan."

Kalau masuk Islam karena mimpi??
"Kalau mimpi yang lain, bisa-bisa saya pindah dari agama Islam "

Kalau masuk Islam karena menikah??
"Besok kalau saya meikah dengan wanita agama lain, saya juga pindah dari agama Islam."

"Tapi kalau saya masuk Islam karena berpikir, saya tidak akan keluar dari Islam. Kecuali saya gila!!"

-----
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. 7:176)

Karena itulah saya banyak mendengar kisah muallaf beberapa orang tentang alasan ke Islamannya ya karena dia membaca Al-Qur'an yang kesemuanya banyak terbukti dan tidak terbantah.   Mereka berpikir dan membandingkan sendiri ajaran Islam, tak perlu menjudge dari muslim atau dari gosip dan fitnah.

Mereka bisa menjelaskan dan membandingkan tentang kebenaran Islam yang mereka lihat dan rasakan dan mampu membuat orang lainpun paham.  Intinya berpikir jernih tentang arti kebenaran itu sendiri, masuk akal, masuk logika. Bahkan kaum mualaf ini lebih gigih menyebarkan kebenaran Islam daripada orang Islam itu sendiri karena mereka menemukan sendiri kebenaran itu dan sanggup membandingkan dari apa yang mereka yakini sebelumnya. In sya Allah saya akan bagikan kisah muallaf inspiratif lain kali.

Tidak perlu kebanyakan khayal yaitu mengarang-ngarang cerita yang gaib, mimpi orang berjubah putihlah.. Mimpi cahaya lah.. Padahal Allah berkata bahwa mimpi itu kebanyakan godaan syetan dan hanya mimpi orang yang benar-benar shalih lah yang memang benar. 

Tidak ada orang seperti Nabi Yusuf a.s yang merupakan ahli tafsir mimpi, jadi kita tidak perlu berpersepsi terlalu besar terhadap mimpi, karena sayapun sangat banyak bahkan sering bermimpi tentang hal yang indah nan khayal-khayal, misal ada artis korea naksir saya. Hehehe 

Kemudian, mempelajari semua agama itu penting agar kita dapat meresapi sendiri arti dan masing-masing barulah menarik kesimpulan berdasar hati nurani dan akal yang jernih karena agama dari Allah penuntun kebenaran menuju kembali padaNya di jalan yang lurus.

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. 3:20)

Dengan menulis ini saya tidak bermaksud tidak menghargai atau memaksa pemikiran orang lain untuk berubah,  Saya sadar semua manusia tak akan seragam pemikirannya. 
Tapi Hidayah datang dari mana saja dan kapan saja.  Tulisan seperti ini bukan untuk memaksa, tapi untuk mengajak berpikir. In sya Allah bermanfaat, dan mohon maaf jika banyak salah kata karena masih belajar ikhtiar :D

Wassalam.

Label:

Memilih Teman Terbaik


Teman-teman akrab pada hari itu* sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS. 43:67)

* hari pembalasan

Orang orang yang berteman akrab di dunia tapi mereka dalam kebathilan tidak akan saling membela dan peduli lagi di hari pembalasan saat sama-sama menghadap Tuhan.  Mereka justru akan saling menyalahkan, berdebat siapa yang telah salah dan siapa yang telah menyesatkan siapa.  Kecuali orang yang berteman akrab di dunia dan saling mengingatkan pada hal yang haq, kebaikan, kebenaran dan takwa.  Mereka akan sama-sama mendapat ridho dan rahmat. <3
-------------------------------------------------------------------------

Islam adalah agama Allah SWT, maka hal terkecil sampai yang terbesar akan ada petunjuknya di sisi Allah agar manusia senantiasa hidup di jalan yang benar dan tidak mencelakai diri sendiri dan orang lain. Karena Allah yang paling tahu untuk urusan bagi makhlukNya.

Perkara memilih pemimpin, pasangan hidup, bahkan untuk memilih teman akrab semua ada petunjuknya.

Kali ini saya ingin membahas perkara teman akrab.  Disebut teman akrab tentu karena tentu mereka merupakan kerabat yang cukup dekat dan saling mengenal dengan kita. Banyak menghabiskan waktu dengan kita dan cukup berperan dalam kehidupan bahkan bisa membawa banyak pengaruh bahkan merubah cara pandang dan mengajak kita ke suatu perkara yang awalnya tidak pernah kita lakukan. 

Apakah kita harus pilih-pilih teman??

Dalam hidup mustahil kita tidak memilih dan menerima semua yang ada. Tapi memilih juga seharusnya bukan dalam konteks yang materil, rasis atau pembedaan strata. Ini bukan masalah pilih-pilih teman yang kaya, populer atau yang pintar.  Tidak apa-apa miskin kalau dia malah sering mengingatkan kita akan kebaikan, sebaliknya kalau pintar tapi selalu mengarahkan hal yang bathil maka ini yang akan sangat merugikan.

Banyak saya dengar cerita seorang anak yang awalnya lugu akhirnya menjadi brutal karena terpengaruh temannya yang mengajaknya keluar malam.  Dia akan mendoktrin si lugu bahwa apa yang mereka lakukan tidak ada salahnya, 'mumpung masih muda' senjata mereka menghalalkan segala carauntuk berbuat segala sesuatu.  Atau seorang pemuda yang awalnya rajin sholat ia menjadi ikutan lupa karena di kalangan teman yang suka melalaikan sholat. Ada yang awalnya tidak keluyuran malam untuk hal yang bathil, tidak merokok, tidak minum-minuman keras, tapi jadi melakukannya karena pengaruh temannya. dll.

Bahkan ustadz Felix Siauw pernah berkata dalam satu postingnya di twitter yang kurang lebih berbicara, "Samar betul menjadi orang tua jaman sekarang.  Sekalipun kita sudah didik dia tentang Islam sejak kecil.  Tapi ia akan tumbuh dididik di kalangan teman-temannya pada jaman yang maksiat sudah menjadi hal yang lumrah dan wajar" Naudzubillah..
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan* itu teman akrab(ku). (QS. 25:28) 
* Fulan itu perumpamaan seperti Mr.X

Dari ayat diatas menceritakan bahwa nanti setelah kiamat, pada hari pembalasan, setelah manusia mengetahui semua kebenaran dari Tuhan, ada seseorang yang akan menyesali telah berteman dengan seseorang di hidupnya di dunia dulu, yang ternyata menyesatkan dia dari jalan yang lurus dari Tuhannya, Allah.

Mungkin saja seorang teman yang mendoktrinnya dan mempengaruhinya agar melenceng dari agama Allah, sehingga semasa hidup dia dalam kesesatan. Atau teman yang secara sengaja atau tidak mengajaknya bergaul dengan menjauhkannya dari jalan yang benar.  
Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jinn dan manusia, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi. (QS. 41:25)
Tentu kita tidak mau kan?? Kita akan benar-benar menjadi orang yang merugi kelak di hadapan Allah hanya karena salah memilih teman. Tapi bukan berarti juga kita serta merta kita menghakimi orang dan mengisolasi diri dengan seseorang yang tidak benar.  Allah SWT memerintahkan kita untuk bersikap baik dengan semua manusia, tidak perlu mengolok-olok kesalahan mereka lalu menjauhi mereka dengan terang-terang.

Akan lebih baik kalau kita bisa menyampaikan hikmah dan mengajak mereka untuk berubah pada kebaikan.  Tapi jika kita tidak mampu melakukannya, cukup dengan tidak terlalu terlibat dengan mereka, tidak perlu mempunyai hubungan terlalu dekat untuk menghindari terbawanya kita dengan kebiasaan buruk mereka.

Lalu bagaimana memilih seseorang teman agar kita beruntung (disisi Allah) dengan berteman dengannya?
"Sebaik-baik teman adalah yang mengingatkan kita kepada Tuhan, Lisannya menambah ilmu dan yang amalannya mengingatkan kita akan akhirat." (HR. Ath Thabrani)
Seperti hadist diatas, teman yang memberi untung adalah teman yang mengarahkan kita pada hal-hal yang mengutamakan dan mengingatkan kita akan Tuhan serta akhirat.  Teman yang mengajarkan kita untuk melakukan hal yang mendatangkan keberkahan dan ridho Allah.

Teman yang senantiasa mengingatkan kita saat kita salah, dan teman yang mencegah kita berbuat hal-hal bathil yang mendatangkan dosa dan murka Allah.

Ingatlah tolak ukur kualitas hidup kita adalah iman pada Tuhan Yang Maha Esa. Itu tujuan kita hidup. Allah hendak menguji keimanan kita setelah turunnya petunjuk, perintah dan larangan kita sebagai makhluk ciptaanNya melalui Nabi-Nabi dan di sempurnakan melalui Nabi Besar kita, Nabi Muhammad SAW.  Jika kita tidak beriman dan tak ada yang mengingatkan maka celaka lah kita.
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu. (QS. 6:31)

Jika kita tersesat sejauh-jauhnya dari Allah SWT, maka kita hanya menunggu pada hari pembalasan dimana manusia telah menyesal seumur hidup.

Sayang sekali, di jaman seperti ini orang orang seperti itu justru akan di jauhi.  Mereka dianggap kolot, nggak gaul, fanatik atau sok ustadz. Padahal orang yang seperti itu, apalagi yang ukuwah*nya sangat kuat, dia akan sangat tahu bagaimana memperlakukan kita dengan baik dan mendatangkan banyak kebaikan pula bagi kita.  Sekalipun bukan yang terlihat, misalnya dia banyak berdoa untuk kita.

(*Ukhuwah adalah ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang, cinta, dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang, di mana keterpautan jiwa itu ditautkan oleh ikatan akidah Islam, iman dan takwa.

Seperti apa yang sudah umum.  Teman-teman mengajak kita grudak-gruduk sana sini tanpa batasan laki perempuan pergi ketempat yang jauh, saling menyentuh, berdekatan seperti itu sudah hal yang lumrah dan wajar.

Tapi teman-teman yang mengajak kita sholat, pergi ke Masjid, mengajak mengaji, dan datang ke majelis ilmu pasti banyak di tolak. "Ah nggak asyik, kayak orangtua aja" pasti kebanyakan beranggapan begitu karena hati yang sudah terpaut pada hal yang berbau duniawi dan menyepelekan urusan akhirat bahkan lalai. Naudzubillah..

Sebaik-baiknya teman adalah orang yang mengharapkan kebaikan untuk kita juga.  Salah kaprah saat ini adalah teman-teman yang mengajak berhura-hura dianggap teman yang baik, padahal dia telah menjerumuskan kita pada maksiat dan ke sia-siaan.  Sementara orang yang menasehati kalian soal ibadah kalian anggap sok menceramahi dan mengurusi urusan orang. Padahal mereka lah yang tulus pada kalian soal kebaikan.

Dengan mengingatkan kalian beribadah, mereka tidak mendapatkan upah, tidak berpesta, tidak memperkaya mereka.  Hanya dengan mengharapkan ridho dan pahala pada Allah untuk menyampaikan dan menyebarkan kebenaran dan tidak ingin kalian berada terus dalam kemudharatan dan kebatilan yang akan menghancurkan diri kalian cepat atau lambat. 
Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi." (QS. 7:149)
Sebelum semua menjadi terlambat, sebelum penyesalan tak lagi berguna yaitu sebelum kematian.. Masih ada waktu untuk memohon ampun dan  memperbaiki diri karena ampunan Allah sangat luas :)

Kasih sayang dan ampunan Allah mendahului murkaNya.
Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman. (QS. 19:39)
  
"Aku berbagi karena aku peduli.."

Pengalaman saya..

Saya bukan bermaksud mau sok menilai orang lain. Tapi sesuai pengalaman saya. Bergaul dengan teman yang tidak mengenal Allah SWT dan segala perintah maupun ajaranNya dengan baik sangat berbeda dengan orang yang sehari-harinya menjadi perintah dan larangan Allah sebagai acuan utama mereka untuk hidup, bergerak, melakukan segala sesuatunya di dunia ini.

Ketika saya berkumpul dengan saudara-saudara yang tidak diragukan imannya, apa yang ada dalam pembicaraan kami hanyalah hal-hal yang bermanfaat.  Setiap luang waktu dari pekerjaan atau kesibukan mereka jadikan ibadah sebagai penghibur.  Mencatat jangan sampai adalah ibadah yang tertinggal, dan mencatat ibadah sunnah agar istiqomah setiap hari.

Hal sekecil apapun selalu melalui pertimbangan aturan Allah SWT. "Apakah aku boleh begini, apakah Allah akan ridho? Apakah orang lain bisa sakit hati?" Mereka sangat merinci tingkah laku mereka, ia sangat takut jika Allah tidak beserta dengan mereka

Sedangkan orang-orang yang menjadikan agama sebagai status saja, tidak mendalami akidah Islam dengan baik dan tingkah lakunya tidak berdasar karena takut dan malu pada Allah SWT, pembicaraan mereka banyak mudharatnya. Bercanda dengan kata-kata yang kasar, kotor bahkan mencela teman beralasan humor, membuang waktu untuk hal yang sia-sia saja. Jauh berbeda sekali, Ya Allah ~

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Sebagai manusia yang penuh dengan ketidak tahuan kita harus mencari ketahuan dari yang maha mengetahui dari Sang Pencipta yang Maha Mengetahui segala di langit dan di bumi.  Kita harus melalui petunjuknya setiap ingin memilih jika tidak ingin merugi atau salah jalan.

POINT UTAMA !!

Tulisan ini sama sekali bukan mau merendahkan dan tidak berteman dengan teman-teman yang kurang pengetahuan agamanya. Ini menerangan mana teman yang terbaik bukan berarti yang lain selalu buruk. Justru ingin merangkul dan mengajak memberi pemahaman agar kembali pada jalan yang benar. Kalaupun tidak bisa maka hanya berdoa dan tidak mengikuti perilakunya (saya paling tidak suka ada salah paham sekalipun belum ada yang salah paham, hehe)


Semoga bermanfaat.  Mohon maaf jika ada khilaf dan salah kata masih amatir dalam segala hal, kita kembalikan pada Al-Quran dan As-Sunnah.
Wassalam..

Label:

Kucing dalam Pandangan Islam dan Fakta Ilmiah

Assalamualaikum..

Yang lalu saya membahas tentang babi yang di haramkan untuk di konsumsi, lalu anjing yang air liurnya najis.  Kali ini saya akan membahas hewan lucu yang sering di jadikan hewan peliharaan dan sering di temui di rumah-rumah. Siapa lagi kalau bukan kucing meong ~
Lalu bagaimana pandangan Islam dan fakta-fakta ilmiahnya terhadap hewan satu ini? Berikut pembahasannya..

Banyak mitos yang bertebaran di setiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yang terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa.

Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.

Nabi Muhammad SAW dan Kucing Kesayangannya

Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.

Nabi Muhammad memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai.” (HR. Bukhari).

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.

Keistimewaan Kucing

Nabi menekankan di beberapa hadits bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah SAW berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Fakta Ilmiah 1

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang Didapatkan


1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti

1. Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
2. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
3. Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
4. Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
5. Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
6. Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
7. Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
8. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3


Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan

Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R Al Baihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadits ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah yang menyebabkan mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, kucing peliharaannya.



Semoga bermanfaat.

Label:

Kenapa kaum Nasrani di Indonesia juga menggunakan nama 'Allah' ???

Dulu, saat masih kecil sebelum saya mempelajari agama-agama lebih dalam. Saya mengetahui bahwa setiap agama mempunyai Tuhan atau sesembahan yang berbeda-beda. Saya yang beragama Islam sudah diajarkan bahwa Tuhan saya itu ALLAH .. Yang menciptakan alam semesta dan mengetahui apa saja yang saya kerjakan, mengetahui apa yang saya batin.. dll.

Lalu lambat laun saya mulai mengenal agama lain. Salah satu yang sering adalah Nasrani. Dengan beberapa kali mempunyai teman beragama Nasrani saya mulai mengetahui bahwa tuhan mereka adalah seseorang yang di salib di kayu, iya.. Yesus. Atau ada juga di pasang gambar seorang perempuan yang disebut Bunda Maria.

Dimana-mana yang saya tahu kalimat dari kaum Nasrani yang keluar ketika menyebut nama tuhannya selalu disebut nama Yesus.. Yesus.. Yesus.. Bahkan kemudian saya baru mengetahui lagi bahwa Yesus adalah Nabi Isa dan ibunya Bunda Maria adalah Siti Mariam dalam agama Islam.

Ohh.. Saya tidak menyangka, bahwa asas dua agama yang terlihat sangat berbeda ini ternyata mempunyai sedikit kaitan, tapi saya tetap tidak ingin tahu lebih jauh. Cukup dengan pikiran anak kecil, "Kenapa tuhan mereka seperti manusia? Kalau saya tidak percaya." begitu saja batin saya.
Karena apa yang diajarkan pada Islam adalah Tuhan itu Maha Besar.. Tidak ada yang sama dengan Ia.. Besarnya jauh lebih besar dari alam semesta dan tidak diperlihatkan wujudnya, tentu sama sekali tidak bisa disamakan dengan manusia dan tak perlu berubah wujud menjadi manusia, karena ya... MAHA BESAR.

Tapi... kemudian satu saat saya dalam perjalanan dan terhenti di depan sebuah gereja, saya melihat papan yang terpampang di depan ada sebuah tulisan yang membuat mata saya membesar '...Gereja Jemaat Allah'. Saat itulah saya terhenyak, "LOH! Allah kan Tuhan ku?? Tuhannya Islam.. Kok ada di Gereja sih??" pikir saya yag kala itu memang tidak punya banyak pengetahuan tentang agama lain.

Sejak saat itu saya jadi agak penasaran dan mendapat informasi tentang konsep trinitas dalam agama Kristen. Yaitu mempercayai bahwa Tuhan itu tiga... Allah, Yesus dan Roh Kudus. Tiga dalam satu dan satu dalam tiga. Tiga tak bisa disatukan dan satu tak bisa dipisah-pisah *bingung*

Owww... Ternyata Tuhan mereka bukan Yesus saja, ada Roh Kudus yang kalau dalam Islam itu malaikat jibril dan juga... yang utama, ternyata mereka juga mengenal Allah yang sama dengan Islam. Tapi apa benar sama? Atau sebutannya saja yang sama? Sekalipun pengucapan Allah oleh mereka berbeda yaitu 'alah' bukannya menekankan pada dobel 'L' seperti yang diucapkan orang Islam.

Saya percaya bahwa baik orang nasrani, buddist, hindu dll juga adalah sama ciptaan Allah, Tuhan yang saya sembah. Tapi mereka tidak menyembah dengan cara yang benar.. Karena masih ada sesembahan yang lain sementara seharusnya Tuhan tidak disekutukan dengan apapun, tidak boleh disekutukan dan disejajarkan dengan Nabi utusannya atau malaikatnya sekalipun.

Bahkan ada orang Nasrani tidak mau disebut tuhannya sama dengan Islam meski sama menggunakan kata 'Allah'. "Ah.. yang Islam sembah itu Allah-Allah yang lain". Bahkan di kitab mereka memang menggambarkan adanya Allah yang lain. Sementara dalam Islam, Allah itu mutlak hanya satu. Tidak ada yang namanya Allah yang lain !


Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. 
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".(Al-Ikhlas)
 
Mau menceritakan trinitas panjang ya... Tapi yang saya bingungkan lagi ketika ada mualaf mantan nasrani bercerita tentang kisah Islamnya lalu ingin mengenalkan Islam pada nasrani di daerahnya.. Nyatanya ia harus menjelaskan dari dasar nama Allah, siapa Allah, dan mereka sama sekali asing dengan nama Allah. Loh?? Masa beda negara aja beda sebutan Tuhan? Kalau Islam dimanapun, dinegara apapun pasti Tuhannya Allah.. Nabinya Nabi Muhammad.. Itu udah harga mati.

Ternyata yang saya tahu. Nasrani di Amerika, Korea, dll.. Sama sekali tidak menggunakan kata Allah.
Dan ALLAH sendiri adalah bahasa Arab, dalam Islam memang nama Tuhan, dan Allah sendiri dalam bahasa Arab berarti 'The only & one God'. Islam memang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa utama karena sumber Al-Qur'annya pun berbahasa Arab.

Sementara Injil mereka bukan berbahasa Arab tapi bahasa Ibrani dan penyebutan Tuhan mereka bukan Allah tapi seharusnya Ellohim/ Yahweh. Aneh bukan? Hanya Nasrani Indonesia yang menggunakan kata Allah dan menimbulkan perselisihan. Bahkan Nasrani di Malaysia sudah tidak lagi menggunakan kata 'Allah'.
Kaum nasrani sering saja menghina bahwa Tuhannya Islam itu Tuhan Arab tapi mereka sendiri menggunakan nama Tuhan dalam bahasa Arab.. (-_-'')

Wallahu Alam.. Itu cerita dari pengalaman saya yang masih belajar, semoga Allah mengampuni jika ada salah, dan semoga memberi hikmah jika ada ilmu yang bisa diambil.
Dan berikut ulasan dari yang lebih berilmu.. 

****

Adian: Orang Kristen di Indonesia banyak juga Kritisi Penggunaan kata “Allah”

Penulis buku “Wajah Peradaban Barat: dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler-Liberal” Dr Adian Husaini mengatakan, banyak juga di kalangan masyarakat Kristen di Indonesia yang mengkritisi penggunaan “Allah“.

Pernyataan ini disampaikan saat diminta menanggapi pernyataan seorang tokoh di Indonesia yang belum lama ini memprotes keputusan pengadilan banding di Malaysia hari Senin (14/10/2013) yang memutuskan bahwa Kristen tidak bisa menggunakan kata “Allah” untuk menyebut Tuhan agama mereka.

"Orang Kristen di Indonesia sudah banyak juga yang mengkritisi tidak mau gunakan kata Allah" tambahnya saat ditemuhi hidayatullah.com, dalam sebuah acara silahturahim ulama di Jakarta Rabu (23/10/2013).

Belajar dari sikap pemerintah Malaysia yang melarang penggunaan kata Allah, anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini menilai sudah sewajarnya umat Kristen di Indonesia juga mengkaji ulang.

Pria yang menyelesaikan gelar doktor dalam bidang Peradaban Islam di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) dengan disertasi “Exclusivism and Evangelism in the Second Vatican Council: A Critical Reading of The Second Vatican Council’s Documents in The Light of the Ad Gentes and the Nostra Aetate” ini mengaku sudah meneliti Bibel terjemahan edisi tahun 1968, bahwa penggunaan kata Allah di kalangan Kristen di Indonesia dinilai serampangan.

"Kristen itu tidak punya nama tuhan, di Bali Sang Hyang Yesus, di Barat beda lagi," jelasnya kepada hidayatullah.com.
Adian menambahkan, orang Kristen harusnya kembali meninjau penggunaan kata Allah dalam Alkitab.
Lagi pula menurut Adian, penggunaan kata Allah oleh umat kristiani Indonesia tidaklah memiliki kepentingan apapun, selain misi kristenisasi.*

sumber : http://www.hidayatullah.com

Andaikan Kaum Kristen Tak Pakai Kata “Allah”

Oleh: Dr. Adian Husaini

BAGAIMANA jika kaum Kristen di Indonesia tidak lagi menggunakan kata ‘Allah’ dalam Bibel dan ritual mereka, seperti diserukan sejumlah kelompok Kristen di Indonesia? Jawabnya: tidak apa-apa. Sebab, kaum Kristen Barat, yang menjadi sumber agama Kristen di Indonesia, juga tidak menggunakan kata ‘Allah’. Lagi pula, kata ‘Allah’ juga tidak dikenal dalam teks asal kitab kaum Kristen, yang berbahasa Ibrani dan Yunani kuno.

Juga, hingga kini, kaum Kristen pun terus berdebat tentang siapa nama Tuhan mereka yang sebenarnya. Sebelumnya telah dipahami, bagaimana perdebatan seputar nama “YHWH”; apakah itu nama atau sebutan Tuhan. Sebagian Kristen mengklaim, YHWH adalah nama Tuhan, tetapi tidak diketahui dengan pasti bagaimana menyebutnya, sehingga lebih aman dibaca ‘Adonai’. Dalam Bibel bahasa Indonesia, YHWH diterjemahkan dengan ‘TUHAN’, dalam sebagian Bibel edidi bahasa Inggris diterjemahkan menjadi ‘the LORD’. Dalam bahasa Arab, YHWH dialihbahasakan menjadi ‘al-Rabb’. Pandangan jenis ini dianut oleh Kristen mainstream yang diwakili oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

Tetapi, ada sebagian Kristen yang secara tegas menyatakan, YHWH adalah nama Tuhan yang bisa dibaca dengan ‘Jehovah’ atau ‘Yahweh’. Di Indonesia, pandangan jenis ini diwakili oleh sejumlah kelompok yang menolak penggunaan kata Allah, seperti Beit Yeshua Hamasiakh. Dalam bahasa Inggris ada juga Bibel yang secara tegas menyebutkan ‘YHWH’ dengan ‘Yahweh’, seperti The New Jerusalem Bible menulis Keluaran 3:15: “God further said to Moses, “You are to tell the Israelites, “Yahweh the God of your ancestors, the God of Abraham, the God of Isaac and the God of Jacob, has sent me to you.”

Membaca ayat tersebut, dipahami, bahwa Yahweh memang nama Tuhan Israel. Yahweh adalah nama diri, yakni ungkapan “Yahweh the God of your ancestors…”. Dalam Bibel versi LAI, ayat Bibel ini ditulis: “TUHAN, Allah nenek moyangmu…”. Maknanya, “TUHAN” adalah Allah-nya nenek moyang bangsa Israel. Padahal, “TUHAN” disitu bukan nama diri, tapi sebutan untuk menyebut ‘Tuhan itu’ (the LORD).

Akan tetapi, kita akan menemukan kejanggalan, jika membaca sejumlah ayat Bibel lain yang menyandingkan kata Yahweh dan God (dalam edisi Inggris), juga kata TUHAN dan Allah dalam Bibel versi Indonesia. Misalnya, The New Jerusalem Bible menulis ayat Kejadian 2:8 sebagai berikut: “Yahweh God planted a garden in Eden…” Dalam versi LAI, ayat itu ditulis: “Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden…”

Jadi, pada Keluaran 3:15 tertulis “Yahweh the God….” atau dalam edisi Indonesia: “TUHAN, Allah nenek moyangmu…” (ada tanda koma setelah TUHAN). Lebih jelas lagi, bisa disimak teks Ulangan 6:4 yang berbunyi: “Dengarlah hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa.” (Bandingkan dengan teks Keluaran 6:4 versi Kitab Suci: Indonesian Literal Translation: “Dengarkanlah hai Israel, YAHWEH Elohim kita, YAHWEH itu Esa.”)

Sementara itu, dalam Kejadian 2:8 dan banyak ayat Bibel lainnya, tertulis “Yahweh God…” dan “TUHAN Allah” tanpa tanda koma lagi. Bentuk “TUHAN Allah” menyiratkan, bahwa “TUHAN” – yang merupakan terjemah dari tetragram “YHWH” bukan lagi nama Tuhan. Jurtru, ‘Allah’ di situ, seolah-olah merupakan nama Tuhan.

Yahweh bukan kata Benda 

Persoalan penggunaan nama Yahweh sebagai nama Tuhan dalam Kristen ternyata juga dipersoalkan kalangan Kristen sendiri. Ada kalangan Kristen yang berpendapat bahwa “YHWH” sebenarnya bukan nama Tuhan. Ensiklopedi Perjanjian Baru, misalnya, menulis tentang Yahweh sebagai berikut:

“Inilah nama Ibrani yang berasal dari kata hâwah: “datang, menjadi, ada”, menurut etimologi popular yang terdapat dalam kisah pewahyuan. Nama yang diberikan Allah kepada diri-Nya pada waktu penampakan yang dikenal dengan nama “di semak bernyala” (Kel. 3:14). Diperdebatkan, apakah makna kata itu aktif (“dia yang ada” – sebagaimana diterjemahkan oleh Septuaginta) atau kausatif (“dia yang membuat ada”).

Bagaimana pun juga, ini bukan kata ganti nama, bukan kata benda, melainkan kata kerja aksi yang menggambarkan aktivitas Allah sendiri. Istilah ini tidak mengungkapkan identitas Allah melainkan menunjukkan Allah dalam aktivitas-Nya yang setia dan selalu ada bagi umat-Nya. Menurut para ahli bahasa, kata ini berhubungan dengan bentuk Yau yang di Babel menunjukkanAllah yang disembah manusia yang bernama demikian; begitulah ibu Musa bernama Yô-kèbèd: “kemuliaan-Yô”.(Xavier Leon-Dufour, Ensiklopedi Perjanjian Baru, (Yogyakarta: Kanisius, 1990), hal. 591-592).
 
Perlu digarisbawahi, menurut penulis Ensiklopedi Perjanjian Baru tersebut, YHWH “bukan kata ganti nama, bukan kata benda, melainkan kata kerja aksi yang menggambarkan aktivitas Allah sendiri.” Pandangan bahwa YHWH bukan kata benda, dijelaskan oleh The New Jerusalem Bible: “Clearly, however, it is part of the Hebr. verb ‘to be’ in an archaic form. Some see it as a causative form of the verb: ‘ he causes to be’, ‘he brings into existence’. But it is much more probably a form of the present indicative, meaning ‘he is’.” (The New Jerusalem Bible, foot note Keluaran 3:14, hal. 85).

Shabir Ally dalam bukunya, “Yahweh, Jehovah or Allah, Which is God’s Real Name?” memberikan komentar terhadap penjelasan The New Jerusalem Bible tersebut: “If Yahweh means ‘he is’, how can that be the name of God? When, for example, a Muslim says, “I believe in Allah as He is, “clearly in that statement God’s name is not ‘he is’. God’s name in that statement is ‘Allah’. Notice that if you say that God’s name is Yahweh, you are in effect saying that God’s name is he is. That does not make any sense, Does it?” (hal. 20).

Lebih jauh, kata YHWH muncul dalam statemen Tuhan kepada Musa dalam Keluaran 3:14; saat Musa bertanya tentang nama-Nya, lalu Tuhan menjawab yang dalam bahasa Ibrani ditulis: “ehyeh esher ehyeh.” (I am what I am). Jawaban ini mengindikasikan seolah-olah Tuhan enggan memberikan nama-Nya kepada Musa. Untuk itulah, dimasukkan kata Yahweh yang maknanya “he is”. Karena itulah, simpulnya, “the name of Yahweh is derived through human effort, not expressly revealed by God.”

Pada sisi lain, adalah menarik mencermati penjelasan tentang Yahweh dalam berbagai versi teks Bibel.
Pertama, versi King James Version, Keluaran 6:2-3: “And God spoke unto Moses, and said unto him, I am the LORD. And I appeared unto Abraham, unto Isaac, and unto Jacob, by the name of God Almighty, but by my name JE-HO-VAH was I not known to them.”

Kedua, versi The New Jerusalem Bible, Keluaran 6:2-3: “God spoke to Moses and said to him, ‘I am Yahweh’. To Abraham, to Isaac and Jacob I appeared as El Shaddai, but I did not make my name Yahweh known to them.”

Ketiga, versi Kitab Suci Indonesian Literal Translation, Keluaran 6:2-3: “Dan berfirmanlah Elohim kepada Musa, “Akulah YAHWEH. Dan Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, kepada Ishak dan kepada Yakub, sebagai El-Shadday, dan nama-Ku YAHWEH; bukankah Aku sudah dikenal oleh mereka?”

Keempat, versi Lembaga Alkitab Indonesia (2007), Keluaran 6:1-2: “Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN, Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Maha Kuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.”
Kelima, versi Lembaga Alkitab Indonesia (1968), Keluaran 6:1-2: “Arakian, maka berfirmanlah Allah kepada Musa, firmannja: Akulah Tuhan! Maka Aku telah menyatakan diriku kepada Ibrahim, Ishak dan Jakub seperti Allah jang Mahakuasa, tetapi tiada diketahuinja akan Daku dengan namaku Tuhan.”

****

Bisa dicermati, terjemah Keluaran 6:2-3 versi Indonesian Literal Translation yang menyebutkan “bukankah Aku sudah dikenal oleh mereka?” seperti menyimpang jauh dari teks-teks lain. Teks Kitab Keluaran ini menjelaskan bahwa nama ‘Yahweh/Jehovah/TUHAN/Tuhan’ belum diketahui oleh Ibrahim,Isak dan Yakub. Sementara itu, Kitab Kejadian 26:25, sudah menyebutkan, bahwa Ishak sudah kenal nama Yahweh. The New Jerusalem Bible menulis: “There he built an altar and invoked the name of Yahweh.” King James Version menyamarkan nama Yahweh: “And he builded an altar there, and called upon the name of the LORD.” Bibel versi LAI menulis ayat ini: “Sesudah itu Ishak mendirikan Mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN.” Sedangkan Kitab Suci Indonesian Literal Translation menulisnya: “Dan dia mendirikan mezbah di sana, dan memanggil Nama YAHWEH.”

Jadi, menurut Kejadian 26:25 tersebut, Ishak sudah mengenal dan menyebut nama Yahweh. Sementara dalam Keluaran 6:1-2 dijelaskan, bahwa nama Yahweh belum dikenal oleh Abraham, Ishak, dan Yakub. Bibel versi Lembaga Alkitab Indonesia (2007), menulis: “… Akulah TUHAN, Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Maha Kuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.”

Adalah juga menarik memperhatikan terjemahan teks Keluaran 6:1-2 versi Lembaga Alkitab Indonesia edisi tahun 1968, yang ternyata menerjemahkan tetragram ‘YHWH’ dengan ‘Tuhan’, bukan ‘TUHAN’. Ini menunjukkan adanya diskusi dan perkembangan soal nama Tuhan yang terus berubah dalam tradisi Kristen. Cara penerjemahan LAI terhadap YHWH itulah yang menuai kritik dari kelompok pendukung nama Yahweh, karena menimbulkan kerancuan makna.

Misalnya, terjemahan LAI untuk Matius 4:4 adalah: “Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Dalam kasus ini, YHWH diterjemahkan menjadi Allah, bukan TUHAN. Menurut Rev. Yakub Sulistyo, penggunaan kata ‘Allah’ oleh LAI adalah bentuk penyalahgunaan kata Allah dan bisa menimbulkan konflik dengan orang Muslim. Yakob Sulistyo menulis:

“Dengan umat Kristen memakai kata “ALLAH, atau Allah, atau allah” maka muncul istilah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh, serta Bunda Allah bagi kalangan Katolik. Dan ini menyakiti hati umat Islam dan menimbulkan rasa tidak suka, karena nama Tuhannya dipakai oleh umat Kristen dan Katolik…. Jadi kebingungan masalah nama ALLAH dan YHWH (YAHWEH) adalah karena orang Nasrani di Indonesia tidak mampu membedakan antara SEBUTAN (GENERIC NAME) dan NAMA PRIBADI (PERSONAL NAME).” (Lihat, Rev. Yakub Sulistyo, ‘Allah’ dalam Kekristenan Apakah Salah, 2009, hal. 18-19. NB. Huruf kapital sesuai buku aslinya).

Kalangan Kristen pendukung penggunaan kata ‘Allah’ beralasan, bahwa kaum Kristen di Arab sudah menggunakan kata ‘Allah’ jauh sebelum Nabi Muhammad SAW diutus sebagai Nabi oleh Allah SWT. Herlianto menulis:

“Di kalangan orang Arab pengikut Yesus, penggunaan nama ‘Allah’ sudah terjadi sejak awal kekristenan. Pada Konsili Efesus (431) wilayah suku Arab Harits dipimpin Uskup bernama ‘Abd Allah’, Inkripsi Zabad (512) diawali ‘Bism, al-llah’ (dengan nama Allah, band. Ezra 5:1, demikian juga Inkripsi ‘Umm al-Jimmal’ (abad ke-6) menyebut ‘Allahu ghufran’ (Allah yang mengampuni)… Nama ‘Allah’ bukanlah kata ‘Islam’ melainkan kata ‘Arab’ sebab sudah digunakan sejak keturunan Semitik suku Arab yang menyebut ‘El’ Semitik dalam dialek mereka, dan juga digunakan orang Arab yang beragama Yahudi dan Kristen jauh sebelum kehadiran Islam…

Kalau mau jujur, nama Ilah/Allah sebenarnya bukan merupakan terjemahan El/Elohim Ibrani dan Elah/Elaha dalam bahasa Aram, melainkan merupakan dialek (logat) yang berkembang dalam suku-suku turunan mereka. Jadi, transliterasi nama El/Elohim/Eloah menjadi Ilah/Allah justru lebih dekat dibandingkan istilah Yunani Theos dan Inggris God.” (Herlianto, Nama Allah, Nama Tuhan Yang Dipermasalahkan, Mitra Pustaka, 2006, hal. 26-27).

Bagaimana pandangan Islam terhadap klaim kaum Kristen soal kata ‘Allah’ tersebut?

Islam mengakui, kata ‘Allah’ – sebagai nama Tuhan -- sudah digunakan oleh kaum musyrik Arab dan kaum Kristen. Tetapi, setelah diutusnya Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir dan diturunkannya al-Quran sebagai wahyu terakhir, maka Allah telah mengenalkan namanya secara resmi dalam bahasa Arab, yaitu ALLAH: “Innaniy ana-Allahu Laa-ilaaha illaa Ana, fa’budniy wa-aqimish-shalaata lidzikriy.” (Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkan shalat untuk mengingat-Ku). (QS Thaha:14).

Tak hanya itu, Al-Quran juga mengkoreksi penggunaan dan pemaknaan kata Allah yang keliru oleh kaum Kristen, sehingga Allah diserikatkan dengan makhluk-Nya, seperti Nabi Isa a.s. yang oleh kaum Kristen diangkat sebagai Tuhan. “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang menyatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga.” (QS 5:73).

Logika Islam sangat mudah: Jika ingin tahu nama Tuhan yang sebenarnya, sifat-sifat-Nya, dan cara yang benar dalam menyembah-Nya, maka – logisnya -- hanya Tuhan itu sendiri yang dapat menjelaskannya. Tidak usah bingung, tidak perlu repot-repot dan tanpa berbelit-belit. Nama Tuhan itu adalah ALLAH. Pakai huruf kecil atau kapital, nama Tuhan yang sah adalah ALLAH. Tuhan sudah memilih nama-Nya yang resmi. Nama itu sudah disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, nabi akhir zaman yang diutus kepada seluruh manusia, bukan hanya untuk Bani Israil saja (QS 34:28).

Maka, dalam pandangan Islam, amat sangat tidak patut, jika kata ALLAH – nama Tuhan Yang Maha Suci -- digunakan secara sembarangan dan diberi sifat-sifat yang tidak sesuai dengan sifat yang dikenalkan oleh Allah SWT itu sendiri. Karena itulah, kaum Muslim sangat takut melakukan dosa syirik atau pun mengarang-ngarang nama Tuhan atau mereka-reka cara-cara ibadah kepada Allah SWT.

Seperti dijelaskan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), kaum Kristen di alam Melayu-Indonesia baru menggunakan kata Allah pada abad ke-17. Seyogyanya kaum Kristen tidak perlu melanjutkan ambisi kaum penjajah untuk mengelabui kaum Muslim agar berpindah agama melalui penggunaan kata Allah yang tidak sepatutnya.

Karena itu, menyimak kebingungan dan polemik penggunaan kata Allah di kalangan kaum Kristen di Indonesia yang tiada ujung, tampaknya akan lebih baik ANDAIKAN kaum Kristen di alam Melayu-Indonesia, meninggalkan kata ‘Allah’ dan menyebut Tuhan mereka sebagaimana induk dan asal agama Kristen di Barat, yaitu God, Lord, Yahweh, Elohim, atau TUHAN. InsyaAllah itu akan lebih baik dan tidak membingungkan di antara kaum Kristen dan umat beragama lainnya. Wallahu a’lam./Bojonegoro, 30 Januari 2013.*

Penulis Ketua Program Doktor Pendidikan Islam – Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan [CAP] adalah hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com

 
Youthism © 2012 | Designed by Canvas Art